cover
Contact Name
Septiana Fathonah
Contact Email
jpkmk@stikes-notokusumo.ac.id
Phone
+6282136407862
Journal Mail Official
jpkmk@stikes-notokusumo.ac.id
Editorial Address
Jl. Bener No.26, Tegalrejo, Yogyakarta 55243
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan (JPKMK)
ISSN : -     EISSN : 28073134     DOI : 10.53423
Core Subject : Health,
Merupakan jurnal ilmiah dari hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dosen. Jurnal ini dikemas secara padat dan berisi, sehingga mudah dipahami oleh pembaca dari kalangan akademis dan umum. Jurnal ini merupakan implementasi hasil penelitian.
Articles 156 Documents
Program Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Siswa/Siswi dalam Penanganan Pertolongan Pertama pada Perdarahan di SMA Negeri 1 Jember: Students’ Knowledge and Skills Enhancement Program on First Aid of Bleeding at Senior High School I Jember Muhamad Zulfatul A'la; Ruris Haristiani; Rismawan Adi Yunanto
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: SMA Negeri I Jember adalah salah satu SMA dengan jumlah peserta didik yang tinggi yang memungkinkan terjadi perdarahan akibat aktivitas siswa di sekolah. Sehingga perlu adanya pelatihan mengenai tatalaksana pertolongan pertama menjadi penting. Ditambah belum adanya pelatihan tentang perdarahan belum pernah dilakukan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa/siswi SMA Negeri 1 Jember dalam Penanganan Pertolongan Pertama pada Perdarahan. Metode yang digunakan yaitu metode Participation Action Research (PAR) melalui kegiatan perencanaan, intervensi (ceramah, diskusi dan simulasi) terkait penanganan darurat perdarahan dan evaluasi menggunakan kuesioner dan dilakukan analisis secara statistik. Uji wilcoxon menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara pengetahuan siswa sebelum dan sesudah dilakukan intervensi. Namun, hasil analisis masing-masing peserta didapatkan bahwa 38% peserta mengalami kenaikan, 35,3% tetap, dan 8,8% penurunan skor pengetahuan dan ketrampilan sebelum dan setelah intervensi,. Kesimpulan pengabdian masyarakat ini adalah edukasi dan simulasi Penanganan Pertolongan Pertama pada Perdarahan pada siswa di SMA Negeri 1 Jember tidak mengalami perubahan yang signifikan secara statistik, tetapi terdapat 38% peserta yang mengalami peningkatan pengetahuan dan ketrampilan setelah intervensi. Dalam pengabdian masyarakat selanjutnya, perlu ada pelatihan penanganan perdarahan di program intrakulikuler sekolah..  Abstract: SMA Negeri I Jember is one of the high schools with a high number of students which allows bleeding due to student activities at school. Therefore, the need for training on the management of first aid is crucial. In addition, there has been no training on bleeding that has never been carried out. This community service aims to increase the Knowledge and Skills of SMA N I Jember’s  students in handling first aid for bleeding. The Participation Action Research (PAR) through planning activities, interventions (lectures, discussions and simulations) related to emergency management of bleeding and evaluation using questionnaires was utilized. The Wilcoxon test showed no significant difference between students' knowledge before and after the intervention. However, the results of the analysis of each participant found that 38% of participants experienced an increase, 35.3% remained, and 8.8% decreased knowledge and skills scores before and after the intervention. Community service conclusion is  no statistically significant change in education and simulation of handling first aid for bleeding for students, but there are 38% of participants who experience an increase in knowledge and skills after intervention. In further community service, there needs to be training in handling bleeding in the school's intracurricular program.  
Latihan Relaksasi Otot Progresif untuk Mengurangi Kecemasan pada Lansia yang Mengalami Hipertensi: Progressive Muscle Relaxation Exercise to Reduce Anxiety in Elderly with Hypertension Wahyu Kirana; Yunita Dwi Anggreini; Fajar Yousriatin; Dewin Safitri
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama kematian di dunia. Meningkatnya kasus hipertensi tidak lepas dari faktor risiko yang berhubungan dengan hipertensi antara lain kecemasan atau stres, konsumsi asupan garam yang berlebihan, obesitas dan factor dari pembuluh darah yang dapat menyebabkan hipertensi. Kecemasan dapat menyebabkan hipertensi. Hasil survey terhadap lima orang lansia diperoleh informasi bahwa dua orang mengalami kecemasan ringan dan tiga orang mengalami kecemasan sedang. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengajarkan lansia mengatasi kecemasan dengan melakukan latihan otot progresif. Metode yang digunakan adalah edukasi dengan cara menjelaskan dan mempraktikkan latihan otot progresif. Sebanyak 20 lansia yang menderita hipertensi dan mengalami kecemasan ikut berpartisipasi dalam kegiatan yang dilakukan. Tahap pelaksanaan dimulai dengan pre-test tentang latihan otot progesif dan kecemasan, dilanjutkan dengan melakukan latihan secara bersama-sama dan diakhiri dengan post-test. Setelah diberikan edukasi, terjadi peningkatan pengetahuan tentang latihan relaksasi otot progresif dan terjadi penurunan kecemasan pada partisipan. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan edukasi ini berhasil dalam mengatasi kecemasan pada lansia yang mengalami hipertensi. Hasil dari kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat membantu lansia mengurangi kecemasan yang dapat mencetuskan atau memperburuk kondisi hipertensi yaitu dengan melakukan latihan relaksasi otot progresif secara rutin. Abstract: Hypertension is a non-communicable disease that is the main cause of death in the world. The increase in cases of hypertension cannot be separated from risk factors associated with hypertension, including anxiety or stress, excessive consumption of salt intake, obesity and factors from blood vessels that can cause hypertension. Anxiety can cause hypertension. The results of a survey of five elderly people obtained information that two people experienced mild anxiety and three experienced moderate anxiety. This community service aims to prohibit the elderly from overcoming anxiety by doing progressive muscle exercises. The method used is education by explaining and progressive muscle training. As many as 20 elderly who suffer from hypertension and experience anxiety participate in the activities. The implementation stage begins with a pre-test on progressive muscle training and anxiety, followed by doing exercises together and ends with a post-test. After being given education, increased knowledge about progressive muscle relaxation exercises and decreased anxiety in participants. It can be concluded that this educational activity was successful in overcoming anxiety in the elderly with hypertension. The results of this community service activity are expected to help the elderly reduce the anxiety that can trigger or disturb the condition of hypertension by doing regular progressive muscle relaxation exercises.  
Upaya Promotif dalam Mencegah Kekambuhan pada Pasien Hipertensi di UPT Puskesmas Sering: Promotive Efforts in Preventing Representation in Hypertension Patients at UPT Puskesmas Sering sukmayunita; Dirayati Sharfina; Masdalifa Pasaribu; Khalila Ummi Adifa
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Hipertensi merupakan kondisi peningkatan tekanan darah secara kronis (dalam kurun waktu yang lama) yang dapat menyebabkan kesakitan pada seseorang dan bahkan dapat menyebabkan kematian dengan  tekanan darahsistolik > 140 mmHg dan diastolik >90 mmHg. Berdasarkan data dari UPT Puskesmas Sering             didapatkan bahwa pada bulan Maret 2023 tercatat 144 kasus Hipertensi, bulan April 2023 terdapat 98 kasus dan dibulan Mei 2023 terdapat 52 kasus yang mengalami Hipertensi, jumlah kasus hipertensi yang terjadi sebanyak 294 kasus dan menempati peringkat ke 3 pada 10 penyakit menonjol sampai dengan bulan Mei 2023. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan pasien yang menderita hipertensi yaitu upaya pengobatan atau pencegahan kekambuhan hipertensi.Metode pelaksanaan kegiatan ini dengan beberapa tahapan yaitu melakukan pendidikan kesehatan dengandemonstrasi langsung tentang upaya promotif dalam mencegah kekambuhan pada pasien hipertensi dengan cara meningkatkan derajat kesehatan, pola hidup yang sehat, rutin melakukan olahraga serta menghindari makanan yang dapat menyebabkan tekanan darah tinggi seperti tidak mengkonsumsi garam berlebih, makanan siap saji, tidak merokok. Kegiatan ini dilakukan di UPT Puskesmas Sering yang merupakan salah satu puskesmas yang berada diKecamatan Medan Tembung. Hasil yang didapatkan yakni masyarakat berpartisipasi dengan aktif dan lebih mengerti serta dapat meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga pola makan dan gaya hidup.   Abstract: Hypertension is a condition of increasing blood pressure chronically (over a long period of time) which can cause pain to someone and can even cause death with systolic blood pressure > 140 mmHg and diastolic > 90 mmHg. Based on data from the UPT Sering Healthcare, it was found that in March 2023 there were 144 cases of hypertension, in April 2023 there were 98 cases and in May 2023 there were 52 cases who experienced hypertension, the number of cases of hypertension that occurred was 294 cases and was ranked 3rd in 10 diseases stand out until May 2023. The purpose is to increase the knowledge of patients suffering from hypertension, to treat or prevent recurrence of hypertension. The method of this activity is conducting health education with direct demonstrations about promotive in preventing recurrence in hypertensive patients by improving health status, healthy lifestyle, regular exercise and avoiding foods that can cause high blood pressure such as not consuming salt. excess, fast food, do not smoke. This activity was carried out at the UPT Puskesmas Sering which is one of the puskesmas in Medan Tembung District. The results obtained are that the community participates actively and understands more and can increase awareness about the importance of maintaining a diet and lifestyle.
Edukasi Pemanfaatan Tanaman Sereh Sebagai Anti Nyamuk di Desa Munggur, Mojogedang, Karanganyar : Information About The Use of Citrus Plants as Mosquito Repellent in Mojogedang, Karanganyar's Munggur Village Kiki Puspitasary; Andriani Noerlita Ningrum; Meliana Novitasari; Dwi Joko Yulianto
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Profil Kesehatan Provinsi Jawa Tengah 2021 menyebutkan bahwa IR DBD Jawa Tengah pada tahun 2021 sebesar 12,2 per 100.000 penduduk, dengan CFR sebesar 2,7%. Terdapat 19 Kabupaten/ Kota dengan CFR >2 persen. Kabupaten Karanganyar memiliki CFR sebesar 2,1% dan nilai IR DBD sebesar 20,8 per 100.000 penduduk. Hal ini yang mendasari tim penyuluh berupaya membantu Pemerintah dalam menanggulangi kasus DBD yaitu dalam bentuk edukasi pencegahan yang diberikan kepada masyarakat Kabupaten Karanganyar. Edukasi yang diberikan berupa pemanfaatan tanaman sereh sebagai anti nyamuk. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah berupa penyuluhan atau edukasi kepada masyarakat. Sasaran kegiatan ini adalah kelompok Ibu-ibu PKK Desa Munggur, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar yang dinilai bagian penting dalam masyarakat Desa tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 27 Mei 2023 bertempat di Balai Desa Munggur, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar. Peserta yang hadir dalam kegiatan ini yaitu sebanyak 20 orang. Selain diberikan edukasi tentang pemanfaatan sereh, peserta juga diberikan spray sereh secara gratis. Kegiatan ini memberikan hasil yang positif bagi peserta. Hal ini dapat dilihat dari hasil evaluasi diakhir kegiatan dengan pemberian kuisioner. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebanyak 16 orang memahami materi yang disampaikan, dan 4 orang kurang paham. Abstract: The 2021 Central Java Province Health Profile states that Central Java DHF IR in 2021 will be 12.2 per 100,000 population, with a CFR of 2.7%. There are 19 regions or cities with CFR >2 percent. Karanganyar Regency has a CFR of 2.1% and a DHF IR value of 20.8 per 100,000 people. This is what underlies the extension team's attempt to assist the government in tackling DHF cases, namely in the form of prevention education given to the people of Karanganyar Regency. The education provided was in the form of using citronella plants as an anti-mosquito. The method used in this activity is outreach or education to the community. The target of this activity is a group of PKK mothers in Munggur Village, Mojogedang District, Karanganyar Regency, who are considered to be an important part of the village community. This activity was carried out on May 27, 2023, at the Munggur Village Hall, Mojogedang District, Karanganyar Regency. Participants who attended this activity included as many as 20 people. Apart from being given education about the use of citronella, participants were also given citronella spray for free. This activity gave positive results for the participants. This can be seen from the results of the evaluation at the end of the activity after completing a questionnaire. These results indicate that as many as 16 people understand the material presented and 4 people do not.
Pendidikan Kesehatan “Sadari “ untuk Deteksi Dini Kanker Payudara pada Ibu Pengajian Nasyiatul ‘Aisyiyah Ambarawa : "Sadari" Health Education for Early Detection of Breast Cancer in Women of Nasyiatul 'Aisyiyah Ambarawa Azizati Salmas Marsiami Maarsiami
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Kanker payudara merupakan masalah bagi wanita dan berdampak pada kesehatan dan perekonomian keluarga. Diagnosis dini kanker payudara sangat meningkatkan kemungkinan penyembuhan dan kelangsungan hidup. Oleh karena itu deteksi dini kanker payudara memainkan peran penting dalam mengurangi angka kematian. Salah satu deteksi dini yang paling mudah dan tanpa biaya adalah SADARI (pemeriksaan payudara sendiri). Namun sebagian besar wanita belum mengetahui teknik SADARI dengan baik dan benar. SADARI merupakan bentuk kepedulian seorang wanita terhadap kondisi payudaranya sendiri. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menambah pengetahuan, dan keterampilan tentang deteksi dini kanker payudara melalui SADARI pada ibu pengajian di Nasyiatul Aisyiyah Ambarawa, Pringsewu, Lampung. Sasaran pelayanan adalah ibu-ibu pengajian dan kader Nasyiatul Aisyiyah Ambarawa.  Metode implementasi ini pengabdian kepada masyarakat meliputi tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil yang didapatkan terdapat peningkatan pengetahuan tentang kanker payudara dan SADARI  sebanyak 98 % dan keterampilan sebanyak 97% pada 15 responden. Saran: Agar petugas kesehatan secara rutin memperikan penyuluhan atau edukasi mengenai SADARI kepada wanita  agar petugas kesehatan secara rutin memberikan penyuluhan terutama ibu-ibu usia reproduktif dan remaja. Abstract: Breast cancer is a problem for women and has an impact on the health and economy of the family. Early diagnosis of breast cancer greatly increases the chances of cure and survival. Therefore early detection of breast cancer plays an important role in reducing mortality. One of the easiest and no-cost early detections is BSE (breast self-examination). However, most women do not know the BSE technique properly and correctly. BSE is a form of concern for a woman about the condition of her own breasts. The purpose of this activity is to increase knowledge and skills about early detection of breast cancer through BSE for recitation mothers at Nasyiatul Aisyiyah Ambarawa, Pringsewu, Lampung. The target of the service is the recitation mothers and cadres of Nasyiatul Aisyiyah Ambarawa. This implementation method of community service includes the preparation, implementation and evaluation stages. The results showed an increase in knowledge about breast cancer and BSE about 98% and skills 97% for 15 respondents. Suggestion: Health workers routinely provide counseling or education about BSE to women so that health workers routinely provide counseling, especially women of reproductive age and adolescents.  
Antisipasi Komplikasi Hipertensi pada Lanjut Usia dengan Pengelolaan Obat Antihipertensi dan Diet yang Tepat : Anticipation of Hypertension Complications in The Elderly with Antihypertensive Drug Management and The Right Diet Agus Prasetyo; Sarwa; Yuni Sapto Edi Rahayu
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Hipertensi merupakan penyakit yang memerlukan terapi  dalam pengobatannya, maka sangat diperlukan managemen hipertensi yang didasarkan pada kepatuhan terapi agar tidak terjadi komplikasi lebih lanjut seperti stroke. Kepatuhan terapi mencakup  kombinasi antara kontrol tekanan darah dengan farmakologi dan diet makanan yang tepat. Hasil screening UPTD Puskesmas Cilacap Tengah II didapatkan bahwa hipertensi menempati peringkat 2 pada klasifikasi penyakit tidak menular. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan pada penderita lansia hipertensi di Posyandu Lansia RW VI Kelurahan Lomanis Kabupaten Cilacap dengan strategi partisipasi aktif peserta kegiatan pada edukasi pengelolaan obat antihipertensi dan diet yang tepat. Hasil kegiatan didapatkan nilai rerata pre test sebelum kegiatan sebesar 65,5 dan nilai rerata post test setelah kegiatan sebesar 95,5 sehingga terdapat peningkatan 38,1% pengetahuan dari total 20 peserta kegiatan. Posyandu lansia hendaknya mengadakan kegiatan edukasi secara periodik dengan pihak terkait dan kompeten tentang pengelolaan dan penatalaksanaan hipertensi sebagai upaya konkret dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran dalam mencegah komplikasi hipertensi berupa stroke.   Abstract: Hypertension is a disease that requires therapy in its treatment, so it is necessary to manage hypertension based on adherence to therapy so that further complications such as stroke do not occur. Therapeutic adherence includes a combination of blood pressure control with appropriate pharmacology and diet. The results of the screening at the UPTD Puskesmas Cilacap Tengah II found that hypertension was 2nd ranked in the classification of non-communicable diseases. This community service was carried out for elderly hypertensive patients at the Posyandu Lansia RW VI, Kelurahan Lomanis, Kabupaten Cilacap with the active participation strategy of activity participants on education on the management of antihypertensive drugs and proper diet. The results of the activity showed that the average pre-test before the activity was 65.5 and the post-test average after the activity was 95.5 so that there was an increase of 38.1% in knowledge from a total of 20 participants in the activity. Posyandu lansia should hold educational activities periodically with relevant and competent parties regarding the management and management of hypertension as a concrete effort to increase knowledge and awareness in preventing complications of hypertension in the form of stroke.  
Pemberdayaan Kelompok Relawan Donor Darah dalam Rekrutmen dan Pelestarian Donor Darah Sukarela di Kelurahan Bandungrejosari Kota Malang: Empowerment of A Voluntary Blood Donor Group in Recruitment and Conservation of Voluntary Blood Donors in Bandungrejosari, Malang Ni Luh Putu Eka Sudiwati; Ardi Panggayuh; Ekowati Retnaningtyas; Nia Lukita Ariani
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Ketersediaan darah sangat tergantung kepada kemauan dan kesadaran masyarakat untuk mendonorkan darahnya secara sukarela. Unit Tranfusi Darah (UTD) perlu melakukan kegiatan rekrutmen donor yang meliputi upaya sosialisasi donor darah sukarela, pengerahan donor serta pelestarian donor. Salah satu upaya untuk menjaring calon pendonor adalah melalui pembentukan kelompok relawan donor darah yang akan bekerjasama dengan petugas Pencarian dan Pelestarian Donor Darah Sukarela (P2D2S) yang ada di PMI. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan kelompok karang taruna sebagai kelompok relawan donor darah dan menjaring calon pendonor darah sukarela. Kegiatan pengabdian masyarakat terdiri atas tiga kegiatan, yakni pembentukan kelompok relawan donor darah, sosialisasi dan edukasi kepada karang taruna dan kegiatan donor darah. Ada peningkatan pemahaman kelompok relawan donor darah tentang syarat dan manfat donor darah ketika sudah diberikan sosialisasi dan edukasi. Antusiasme masyarakat juga tinggi dalam mengikuti kegiatan donor darah. Abstract. Blood availability is highly dependent on the community's willingness and awareness to donate blood voluntarily. Blood Transfusion Unit must engage in donor recruitment activities, such as endeavors to socialize voluntary blood donors, mobilize donors, and retain donors. The formation of a group of volunteer blood donors who will collaborate with Red Cross Indonesian's Voluntary Blood Donor Search and Preservation (P2D2S) officers is an endeavor to recruit potential donors. This community service seeks to empower youth groups as blood donor volunteer groups and recruit prospective blood donor volunteers. The community service activities include the formation of a volunteer blood donor group, outreach and education to juvenile organizations, and blood donation. When socialization and education are provided to blood donor volunteer groups, their understanding of the terms and benefits of blood donation increases. Participation in blood donation activities drew a great deal of community support.
Peningkatan Pengetahuan HIV /AIDS pada Difabel dan Guru Pendamping di SLB Negeri 1 Bantul sebagai Upaya Penanganan HIV/AIDS pada Anak Difabel : Increasing Knowledge of HIV / AIDS in Disabilities and Teacher at SLB Negeri 1 Bantul as An Effort to Treat HIV/AIDS in Children with Disabilities Raden Rama Widya; Murti Krismiyati; Hernawan Isnugroho
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: HIV/AIDS sudah menjadi epidemi di seluruh dunia termasuk di Indonesia tak terkecuali orang dengan kebutuhan khusus atau difabel. Peningkatan kasus penularan tiap tahun serta tidak adanya edukasi yang tepat menjadi perhatian tersendiri. Upaya pencegahan penularan HIV/AIDS dapat dilakukan dengan meningkatkan pemahaman anak dan remaja usia sekolah. Upaya pencegahan penularan dan penghapusan stigma berbasis sekolah untuk siswa berkebutuhan khusus dapat dilakukan sebagai upaya peningkatan kesadaran siswa akan HIV dan pencegahan penularan, serta penanganannya. Edukasi dilaksanakan dengan metode presentasi dan tanya-jawab dengan menggunakan media “power point slides” disertai dengan poster dan “sticker” yang berisikan informasi mengenai pencegahan penularan HIV pada iswa berkebutuhan khusus di SLBN 1 Bantul, serta pemutaran film pendek berisikan edukasi untuk menghentikan stigma pada penderita HIV/AIDS diikuti dengan pemberian dukungan berupa potong rambut gratis kepada para peserta setelah kegiatan edukasi berlangsung. Dengan menggunakan bahasa isyarat, pemutara film pendek dan pembagian poster serta stiker meningkatkan pengetahuan siswa dalam pencegahan penularan HIV/ AIDS. Hal ini ditandai engan kemampuan siswa dalam menjawab pertanyaan yang diberikan serta menceritakan kembali isi dari materi edukasi. Abstract: HIV/AIDS has become an epidemic throughout the world, including in Indonesia, people with special needs or disabilities are no exception. The increase in cases of transmission every year and the absence of proper education are of particular concern. Efforts to prevent HIV/AIDS transmission can be carried out by increasing the understanding of school-age children and adolescents. Efforts to prevent transmission and eliminate school-based stigma for students with special needs carried out as an effort to increase student awareness of HIV and prevention of transmission, as well as handling it. Education is carried out by presentation and question and answer methods using "power point slides" media accompanied by posters and "stickers" which contain information about preventing HIV transmission in students with special needs at SLBN 1 Bantul, and showing a short film containing education to stop the stigma on HIV/AIDS sufferers were followed by providing support in the form of free haircuts to the participants after the educational activities took place. Using sign language, showing short films and distributing posters and stickers increases students' knowledge in preventing HIV/AIDS transmission. This is indicated by the ability of students to answer the questions given and retell the contents of the educational material.  
Pembentukan Duta Remaja Cegah Stunting di Kabupaten Magelang: Establishment of Youth Ambassador to Prevent Stunting in Magelang Regency Ika Mustika Dewi; Rizal Fauzi; Pramitha Sari; Sofyan Indrayana; Raden Jaka Sarwadhamana; Siti Nurunniyah; Natalia Desy Putriningtyas
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Stunting merupakan permasalahan kesehataan anak di Indonesia yang perlu diperhatikan. Berbagai upaya dilakukan dalam upaya percepatan penurunan stunting di Indonesia. Kabupaten Magelang merupakan satu kabupaten yang telah ditetapkan sebagai wilayah prioritas percepatan penurunan stunting. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatkan partisipasi masyarakat yaitu remaja dalam rangka pencegahan stunting sejak dini. Metode yang digunakan yaitu pendidikan kesehatan dengan ceramah dan demonstrasi. Kegiatan pembentukan duta remaja cegah stunting ini diikuti oleh 20 orang remaja dari 10 kecamatan di Kabupaten Magelang. Setelah dilakukan pendidikan kesehatan ini didapatkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan remaja dan berhasil ditunjuk sepasang remaja duta cegah stunting kabupaten magelang. Dengan demikian diharapkan peran serta dari duta remaja tersebut untuk edukasi pada teman sebaya mengenai penceghan stunting   Abstract: Stunting is a child health problem in Indonesia that needs attention. Various efforts have been made to accelerate the reduction of stunting in Indonesia. Magelang Regency is one of the districts that has been designated as a priority area for the acceleration of stunting reduction. The purpose of this community service is to increase community participation, namely youth, in the context of preventing stunting from an early age. The method used is health education with lectures and demonstrations. The activity to form youth ambassadors to prevent stunting was attended by 20 teenagers from 10 sub-districts in Magelang Regency. After carrying out this health education, it was found that there was an increase in the knowledge and skills of adolescents and a pair of young ambassadors for preventing stunting in Magelang district were successfully appointed. Thus it is hoped that the role of the youth ambassadors will be to educate peers about stunting prevention.
Pelatihan Peer Counselor untuk Meningkatkan Efikasi Diri dalam Memberikan Konseling: Peer Counselor Training to Improve Self Efficiency in Providing Counseling Shanti Wardaningsih; Muhammad Arif Rizqi; Annisa Warastri; Deasti Nurmaguphita
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2023): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Mahasiswa sebagai generasi muda berpotensi yang kelak akan menggantikan generasi lama, mempunyai hendaknya disiapkan dengan sebaik-baiknya, tidak hanya secara intelektual tetapi juga dalam Kesehatan jiwa. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dengan jumlah mahasiswa kurang lebih dari dua puluh ribu lebih, telah banyak mengakses layanan konseling yang disediakan oleh universitas rata-rata orang perbulannya. Angka ini cukup fantastis dan diperkirakan yang belum tercakup dengan maksimal. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UMY merupakan organisasi otonom yang paling dekat dengan mahasiswa diharapkan dapat menjangkau mahasiswa yang belum dapat terbantu dalam konseling ini. Namun demikian, BEM UMY belum memiliki wadah yang dapat melayani ini, sehingga perlu dibentuk tim Peer Counsellor. Oleh karena itu tim Peer counsellor yang telah terbentuk kemudian diberikan pelatihan selama dua hari secara intensif. Pelatihan dilaksanakan dengan memberikan pelatihan cara melaksanakan konseling dan melakukan psychological first aid (PFA). Pelatihan ini melibatkan 17 orang. Hasil dari pelatihan ini adalah adanya peningkatkan efikasi diri dalam memberikan konseling.   Abstract: Students, as the prospective successors of the older generation, should be adequately equipped, both intellectually and in terms of mental well-being. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), with a student population of over twenty thousand, avails the university's counselling services for an average monthly rate. This amount is remarkable and is believed to be incompletely accounted for. The UMY Student Executive Board (BEM), as the primary autonomous organization representing students, is anticipated to effectively engage with students who have not yet received assistance from this counselling service. Nevertheless, BEM UMY now lacks a platform capable of offering this service, thus necessitating the establishment of a Peer Counsellor Team. Consequently, the Peer Counsellor Team underwent a rigorous two-day training program. The training includes instruction on conducting counselling sessions and administering psychological first aid (PFA). There were 17 participants in this training. The outcome of this training is a boost in self-efficacy when it comes to delivering counselling.  

Page 8 of 16 | Total Record : 156