cover
Contact Name
Septiana Fathonah
Contact Email
jpkmk@stikes-notokusumo.ac.id
Phone
+6282136407862
Journal Mail Official
jpkmk@stikes-notokusumo.ac.id
Editorial Address
Jl. Bener No.26, Tegalrejo, Yogyakarta 55243
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan (JPKMK)
ISSN : -     EISSN : 28073134     DOI : 10.53423
Core Subject : Health,
Merupakan jurnal ilmiah dari hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dosen. Jurnal ini dikemas secara padat dan berisi, sehingga mudah dipahami oleh pembaca dari kalangan akademis dan umum. Jurnal ini merupakan implementasi hasil penelitian.
Articles 156 Documents
Edukasi Penggunaan Obat pada Siswa dan Guru Pengelola UKS SDN Palur 06 di Sukoharjo : Education on Drug Use for Students and Teachers of SDN Palur 06 UKS Management in Sukoharjo siska, Tatiana; Anna Fitriyani; Sawiyati
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2023): September
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pengetahuan dan perilaku masyarakat mengenai obat yang masih sangat minim. Pada penggunaan obat yang tidak tepat tanpa adanya informasi yang benar dapat menyebabkan masalah kesehatan baru. Informasi yang ada dalam kemasan obat sering kali tidak diperhatikan oleh Masyarakat, selain itu masyarakat juga kurang memahami penyimpanan, penggolongan obat bebas dan obat bebas terbatas serta pembuangan obat dengan benar. Kegiatan ini bertujuan agar guru pengelola UKS dan siswa SDN Palur 06 mampu mengelola obat dengan baik dan benar. Sedangkan manfaat dari pengabdian ini agar derajat kesehatan di lingkungan sekolah lebih meningkat. Target yang dicapai adalah peningkatan pemahaman guru pengelola UKS dan siswa SDN Palur 06 tentang (DAGUSIBU) sehingga dapat meningkatkan derajat kualitas Kesehatan dilingkungan sekolah tersebut. Metode pelaksanaan kegiatan pelatihan ini dilakukan dengan cara yang sederhana yaitu dengan metode ceramah (pemberian materi) dengan siswa dan guru pengelola SDN Palur 06 yang selanjutnya dilanjutkan tanya jawab dan diskusi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan sebesar 60 % dan pemahaman para guru pengelola UKS dan siswa SDN Palur 06 terhadap DAGUSIBU.   Abstract: In carrying out this service, the background is the knowledge and behavior of the community regarding drugs which are still very minimal. Inappropriate use of drugs without the correct information can cause new health problems. The information contained in the drug packaging is often not considered by the community. In addition, the community also does not understand the storage, classification of drugs and proper disposal of drugs. This activity aims to make UKS management teachers and students of SDN Palur 06 able to manage drugs properly and correctly. While the benefits of this service are that the degree of health in the school environment will increase. The target achieved is to increase the understanding of teachers managing UKS and students of SDN Palur 06 about (DAGUSIBU) so that they can increase the degree of health quality in the school environment. The method of implementing this training activity is carried out in a simple way, namely by the lecture method (giving material) which is then followed by questions and answers and discussion. The results of the activity showed an increase in the knowledge and understanding of the UKS management teachers and students of SDN Palur 06 towards DAGUSIBU.
Edukasi Dismenore dan Pelatihan Senam Dismenore Untuk Meredakan Nyeri Haid: Dysmenorrhea Education and Dysmenorrhea Exercise Training to Relieve Menstrual Pain Dwi Hariyanti
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2023): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Dismenore merupakan nyeri perut bagian bawah yang dialami pada saat haid. Nyeri haid yang dimaksud dalam kegiatan ini yaitu nyeri haid yang akan segera hilang setelah menstruasi berakhir, berlangsung selama 3 hari, dan tidak disebabkan oleh kondisi medis atau penyakit tertentu. Kondisi tersebut bisa diatasi dan dicegah, salahsatunya dengan pemahaman yang baik terkait dismenore serta melakukan olahraga/aktivitas fisik secara rutin. Sasaran kegiatan ini yaitu remaja putri yang tinggal didusun Balong dan Blado Kelurahan Potorono. Pengabdian dilakukan dengan strategi pemberdayaan remaja, dengan metode edukasi langsung/tatap muka. Dari kegiatan yang telah dilakukan, terdapat peningkatan pengetahuan tentang dismenore yaitu 18,5%. Tingkat dismenore mengalami penurunan setelah rutin melakukan senam dismenore, yaitu 1 remaja mengalami penurunan dari dismenore berat menjadi dismenore sedang, dan 2 remaja dari tingkat dismenore sedang menjadi tingkat dismenore ringan. Kesimpulannya ada peningkatan pengetahuan tentang dismenore dan ada penurunan tingkat dismenore setelah melakukan senam dismenore secara rutin.   Abstract: Dysmenorrhea is a lower abdominal pain experienced during menstruation. The menstrual pain referred to in this activity will disappear immediately after menstruation ends, last for 3 days, and is not caused by a medical condition or certain disease. This condition can be overcome and prevented; one way is by having a good understanding of dysmenorrhea and doing regular exercise or physical activity. The targets of this activity are young women who live in Balong and Blado hamlets, Potorono District. Through youth empowerment strategies, service is carried out using direct or face-to-face education methods. From the activities that have been carried out, there has been an increase in knowledge about dysmenorrhea, namely 18.5%. The level of dysmenorrhea decreased after regularly doing dysmenorrhea exercises; namely, 1 teenager experienced a decrease from severe dysmenorrhea to moderate dysmenorrhea, and 2 teenagers experienced a decrease from moderate dysmenorrhea to mild dysmenorrhea. In conclusion, there is an increase in knowledge about dysmenorrhea and a decrease in the level of dysmenorrhea after doing regular dysmenorrhea exercises.
Pengembangan AEM (Apllication Electronic Modul) dalam Meningkatkan Pengetahuan Mahasiswa Tentang 6 Sasaran Keselamatan: Development of AEM (Apllication Electronic Module) In Increasing Student Knowledge About 6 Safety Goals Sutiyo Dani Saputro; Meri Oktariani; Endang Zulaicha Susilaningsih
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2023): September
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Keselamatan pasien sangat penting untuk keamanan klinik darurat, yang mencakup keamanan peralatan klinis dan struktur klinik (keamanan perangkat keras dan bangunan), kesejahteraan ekologis, kesejahteraan bisnis klinik darurat, dan kesejahteraan bisnis klinik darurat. Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan kesehatan dengan Peningkatakan Pengetahuan 6 Sasaran Keselamatan Pasien Menggunakan AEM (Apllication Electronic Modul) Pada Mahasiswa Prodi Keperawatan. Pengabdian masyarakat yang dilakukan menggunakan pendekatan Participation Action Research (PAR) dengan melibatkan dosen dan mahasiswa. Kegiatan penyuluhan dilaksanakan pada tanggal Desember 2022 – Januari 2023. Evaluasi menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uj Wilcoxon. Dari hasil persiapan dan bimbingan selama 1 hari yang diikuti oleh 90 siswa, ternyata latihan tersebut mendapat respon yang baik dari siswa. Mahasiswa menjadi lebih peka terhadap 6 SKP. Hal ini terlihat dari hasil pre-test dan post-test, dimana sebelum pembimbingan menggunakan AEM (Modul Elektronik Aplikasi) diperoleh informasi dalam penerapan 6 SKP yang mempunyai nilai rata-rata 64,27 namun setelah bimbingan dan penggunaan AEM (Aplikasi Modul Elektronik) menunjukkan hasil informasi dengan nilai rata-rata 88,03. Hasil uji Wilcoxon mendapat p value sebesar 0,0001 yang berarti terjadi peningkatan yang sangat besar.   Abstract: Patient safety is very important for emergency clinic safety, which includes clinical equipment and clinic structure safety (hardware and building safety), ecological welfare, emergency clinic business welfare, and emergency clinic business welfare. This Community Service aims to provide health education by increasing Knowledge of 6 Targets of Patient Safety Using AEM (Application Electronic Module) for Nursing Study Program Students. Community service is carried out using the Participation Action Research (PAR) approach by involving lecturers and students. Extension activities were carried out on December 2022 – January 2023. The evaluation used a questionnaire and was analyzed using the Wilcoxon test. From the results of the preparation and guidance for 1 day which was attended by 90 students, it turned out that the exercise received a good response from students. Students become more sensitive to 6 SKP. This can be seen from the results of the pre-test and post-test, where before the guidance using AEM (Electronic Application Module) obtained information in the application of 6 SKP which had an average value of 64.27 but after guidance and use of AEM (Electronic Application Module) showed information results with an average value of 88.03. The Wilcoxon test results got a p value of 0.0001 which means there was a very large increase.  
Penyuluhan Antibiotik dalam Memperingati Pekan Peduli Antimikroba Dunia di Desa Polewali: Antibiotic Counseling in Commemoration of World Antimicrobial Awareness Week in Polewali Village Nur Mahdi; Andi Zsazsa Rafiatul Mukhlis; Raisha Hamiddani Syaiful; Rahmayani Maghfirah
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2023): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Angka kematian akibat resistensi antimikroba terus meningkat dari tahun ke tahun. Pentingnya kesadaran akan resistensi antimikroba dan perlunya tindakan pencegahan yang konkret telah mendorong masyarakat global untuk mengambil bagian dalam peringatan Pekan Peduli Antimikroba Sedunia. Penyuluhan ini bertujuan untuk menambah pengetahuan masyarakat terkait pencegahan, penularan infeksi, resistensi mikroba serta DAGUSIBU antibiotik. Pengunjung berasal dari warga yang berada di Desa Polewali sebanyak 19 orang. Dari hasil pretes rata-rata persentasi dengan kategori baik sebesar 5% dan setelah pemaparan menunjukkan peningkatan persentase sebesar 68%. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan perbaikan dari sebelumnya, hal ini juga menunjukkan bahwa materi yang disampaikan dapat dipahami oleh masyarakat dengan baik. Kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Polewali ini telah memberikan dampak positif dalam peningkatan kesadaran, pengetahuan dan perubahan perilaku masyarakat terkait resistensi antimikroba.   Abstract: The death rate due to Antimicrobial Resistance continues to increase from year to year. The importance of awareness of antimicrobial resistance and the need for concrete preventive measures has encouraged the global community to take part in commemorating World Antimicrobial Awareness Week. This counseling aims to increase public knowledge regarding prevention, infection transmission, microbial resistance, and DAGUSIBU antibiotics. Visitors came from residents who were in Polewali Village as many as 19 people. From the results of the pretest, the average percentage that answered well was 5%, and after the presentation showed an increase to 68%. This shows that there has been an increase in improvement from before, and this also shows that the material presented can be well understood by the public. This community service activity in Polewali Village has had a positive impact in increasing awareness, and knowledge and changing community behavior regarding antimicrobial resistance.
Peningkatan Pengetahuan dan Skrining Penyakit Infeksi dan Degeneratif: Tuberkulosisi dan Diabetes Melitus: Increased Knowledge and Screening of Infectious and Degenerative Diseases: Tuberculosis and Diabetes Mellitus Wijaya, Anas Fadli; Destiawan, Rian Anggia; Agustin, Ayu Tri
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2023): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Kabupaten Jember merupakan salah satu kabupaten yang masih memiliki masalah terhadap penyakit tuberkulosis dan diabetes melitus di Indonesia, sehingga perlu adanya edukasi dan pemeriksaan terhadap penyakit tuberkulosis dan diabetes melitus kepada masyarakat.  Pengabdian masyarakat ini  bertujuan  untuk  untuk meningkatkan pengetahuan dan skrining penyakit tuberkulosis dan diabetes melitus. Metode yang digunakan yaitu  metode Participation Action Research  (PAR)  melalui  kegiatan perencanaan, intervensi (ceramah,   diskusi   dan   pemeriksaan)terkait  penyakit tuberkulosis dan diabetes melitus dan evaluasi. Setelah dilakukan pemberian edukasi kepada respondens, terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat terhadap penyakit tuberkulosis dan diabetes melitus yaitu mencapai 100% dan dari hasil skrining melalui pemeriksaan darah didapatkaan rerata masyarakat yang memiliki penyakit diabetes melitus sebesar 16,7% dari total responden.   Abstract: Jember Regency is one of the districts that still has problems with tuberculosis and diabetes mellitus in Indonesia, so there is a need for education and examination of tuberculosis and diabetes mellitus to the community.  This community service aims to increase knowledge and screening of tuberculosis and diabetes mellitus. The method used Participation Action Research (PAR) method through planning, intervention (lectures, discussions and examinations) related to tuberculosis and diabetes mellitus and evaluation. After providing education to respondents, there was an increase in public knowledge about tuberculosis and diabetes mellitus, reaching 100% and from the results of screening through blood tests, the average number of people who had diabetes mellitus was 16.7% of the total respondents.
Pemberian Makanan Bergizi Seimbang Melalui Pengolahan Produk Lokal di Desa Arul Kumer Barat: Providing Nutritionally Balanced Meals Through Local Product Processing in Arul Kumer Barat Village Fikri Faidul Jihad; Aria Iqba; Ihsan Murdani; Maiza Duana; Zulfa Wati; Darmawan
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2023): September
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Stanting merupakan masalah kekurangan gizi yang mengakibatkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak. Salah satu pendekatan untuk mencegah stunting dengan memanfaatkan produk lokal untuk diolah. Cara ini efektif untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan gizi seimbang pada anak Balita. Desa Arul Kumer Barat tercatat Kasus Stunting 2 orang tahun 2021 dan meningkat menjadi 4 kasus tahun 2022. Tujuan kegiatan ini adalah Program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan fokus kerja untuk untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya gizi dan cara memanfaatkan produk lokal untuk menciptakan makanan bergizi. Metode pelaksanaan kegiatan ini dengan beberapa tahapan yaitu Sosialisasi program kerja KKN, pengolahan produk lokal seperti alpukat dan kopi gayo, pemberian makanan gizi seimbang dan pembersihan lingkungan setempat. Hasil dari program-program pengolahan makanan gizi seimbang dari produk lokal ini menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat tentang gizi dan pertumbuhan anak. Anak-anak yang menerima makanan ini mengalami pertumbuhan yang lebih baik dan memiliki risiko lebih rendah untuk mengalami stunting.   Abstract: Stunting is a nutritional deficiency problem that impairs children's growth and development. One approach to prevent stunting is to utilize local products for processing. This method effectively meets the dietary needs and balanced nutrition of children under five. West Arul Kumer Village recorded 2 stunting cases in 2021 and increased to 4 points in 2022. The purpose of this activity is a Real Work Lecture (KKN) work program focusing on educating the community about the importance of nutrition and how to use local products to create nutritious food. The method of implementing this activity has several stages, namely, socialization of the KKN work program, processing local products such as avocados and gayo coffee, providing balanced nutritional food, and cleaning the local environment. The results of these balanced nutrition food processing programs from local products show increased community awareness about nutrition and child growth. Children who receive these meals experience better development and lower risk of stunting.
Edukasi Penanganan Cedera Olahraga (Strain & Sprain) dan Resusitasi Jantung Paru (RJP): Education on Management of Sports Injuries (Strain & Sprain) and Cardiac Pulmonary Resuscitation (CPR) Vita Maryah Ardiyani; Ani Sutriningsih; Wahyu Dini Metrikayanto
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2023): September
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : P ertolongan cedera harus diberikan secara cepat dan tepat dikarenakan penanganan yang salah dapatberakibat buruk, cacat tubuh bahkan kematian. Cedera olah raga dan kegawatan jantung paru adalah hal umum yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Pelaksanaan pengabdian masyarakat edukasi penanganan cedera olah raga dan RJP dilakukan berdasarkan hasil analisis situasi. Sasaran kegiatan ini adalah kelompok mahasiswa terutama yang aktif melakukan kegiatan olah raga yang berpotensi mengalami cedera di wilayah kota malang. Kegiatan dilakukan secara langsung melalui penyebaran leaflet dan penyuluhan dengan media video dan simulasi. Pengetahuanpeserta sebelum diberi  edukasi sebagian besar memiliki  pengetahuan kategori kurang sebesar 80%. Pengetahuan peserta  sesudah  diberi  edukasi  sebagian  besar  memiliki  pengetahuan  kategori cukup sebesar 60%. Penangan cedera dan RJP secara luas harus di kenalkan kepada masyarakat umum agar kondisi kegawatan yang lebih lanjut dapat dicegah.   Abstract: Injury relief must be given quickly and precisely because mishandling can result in bad consequences, Body defects even death.Sports injuries and pulmonary heart loss are common to everyday life.The work of public devotion educational treatment of sports injuries and rjp is done based on the results of the analysis of the situation. The target of this activity is a group of students primarily active in sports activities that are potentially injured in Malang. Activities are carried out directly through the spread of leaflets and counseling with video media and simulations.Attendee knowledge before being educated has mostly less categorical knowledge.Attendant knowledge after education has mostly knowledge of the category is sufficient. The broadly-indulgence of the injury and rjp must be introduced to the general public in order for further surveillance conditions to be preventable.
Upaya Pencegahan Infeksi Penyakit Tropis Melalui Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Anak : Efforts to Prevent Infections of Tropical Diseases Through Counseling on Clean and Healthy Living Behaviors to Children Irma; Yusuf Sabilu; Harleli; Sitti Farida; Nur Syawaliyah Zahrah
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2023): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Indonesia sebagai salah satu negara berkembang memiliki masalah serius terhadap berbagai penyakit menular termasuk kelompok penyakit tropis. Penyakit tropis seperti infeksi cacing, DBD, diare dan infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) merupakan penyakit infeksi yang paling rentan pada anak – anak. Pengabdian ini bertujuan memberikan pengetahuan kepada anak sekolah dasar tentang pencegahan penyakit tropis melalui perlaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Strategi yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah penyuluhan dengan metode ceramah, diskusi dan tanya awab. Secara garis besar kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dalam tiga tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil kegiatan menunujukkan bahwa skor rata – rata pengetahuan responden sebelum penyuluhan masih kurang (48,75) dan setelah penyuluhan meningkat (65,83).Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penyuluhan berpengaruh terhadap pengetahuan anak usia sekolah dasar tentang infeksi penyakit tropis dan pencegahannya.   Abstract: Indonesia, as a developing country, has serious problems with various infectious diseases, including groups of tropical diseases. Tropical diseases such as worm infections, dengue fever, diarrhea and upper respiratory tract infections (ARI) are the infectious diseases that children are most susceptible to. This service aims to provide knowledge to elementary school children about preventing tropical diseases through clean and healthy living practices (PHBS). The strategy used in this service activity is counseling using lecture, discussion and question-and-answer methods. In general, this service activity is carried out in three stages, namely preparation, implementation and evaluation. The results of the activity showed that the average score of respondents' knowledge before counseling was still lacking (48.75) and after counseling increased (65.83). Thus, it can be concluded that counseling has an influence on elementary school age children's knowledge about tropical disease infections and their prevention.
Pendidikan Kesehatan Senam Kaki Sebagai Upaya Pencegahan Ulkus Kaki Diabetik: Health Education on Foot Exercises As An Effort to Prevent Diabetic Foot Ulcers Sangadji, Faisal
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2023): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Diabetes melitus (DM) adalah kondisi seumur hidup yang dapat menyebabkan ulkus kaki diabetik. Ulkus kaki diabetik dapat dicegah jika pasien mempelajari langkah-langkah perawatan kaki dan mempraktikkannya setiap hari. Senam kaki diabetik termasuk perawatan kaki yang dilakukan pada pasien DM. Penderita diabetes melitus dianjurkan untuk melakukan senam kaki, karena berpengaruh terhadap perubahan kadar gula darah, khususnya pada otot-otot yang bergerak aktif dapat meningkatkan kontraksi sehingga permeabilitas membran sel terhadap peningkatan gula darah, resistensi insulin berkurang dan sensitivitas insulin meningkat. Hal ini dapat meningkatkan sirkulasi darah dan terjadi penurunan kadar gula darah pada pasien dengan diabetes. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan pasien masyarakat tentang senam kaki diabetik sehingga dapat mencegah terjadinya ulkus kaki diabetik. Metode yang digunakan adalah dengan memberikan Pendidikan Kesehatan kepada masyarakat Dusun Kradenan Nyamplung Srimulyo sebanyak 20 orang. Penilaian dilakukan dengan menggunakan instrument kuesioner pre test dan post test. Sesudah penyampaian pendidikan kesehatan, didapatkan adanya peningkatan nilai rata-rata pengetahuan, dengan nilai rata-rata pre test 41,68, dan post test menjadi 54,89, serta nilai p-value 0,0005. Setelah diberikan pendidikan kesehatan, diharapkan masyarakat konsisten melakukan senam kaki diabetik sebagai upaya pencegahan terjadinya ulkus kaki diabetik.   Abstract: Diabetes mellitus (DM) is a lifelong condition that can cause diabetic foot ulcers. Diabetic foot ulcers can be prevented if patients learn foot care steps and practice them every day. Diabetic foot exercises include foot care performed on DM patients. Diabetes mellitus sufferers are advised to do foot exercises, because it affects changes in blood sugar levels, especially in actively moving muscles which can increase contraction so that the permeability of cell membranes to blood sugar increases, insulin resistance is reduced and insulin sensitivity increases. This can improve blood circulation and reduce blood sugar levels in patients with diabetes. The aim of this community service is to increase community patients' knowledge about diabetic foot exercises so that they can prevent the occurrence of diabetic foot ulcers. The method used was to provide Health Education to the 20 people of Kradenan Nyamplung Srimulyo Hamlet. The assessment was carried out using pre-test and post-test questionnaire instruments. After the delivery of health education, it was found that there was an increase in the average knowledge score, with the average pre-test score being 41.68, and the post-test being 54.89, and a p-value of 0.0005. After being given health education, it is hoped that people will consistently do diabetic foot exercises as an effort to prevent diabetic foot ulcers.
Penggerakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Kawasan Wisata Berbasis Masyarakat Tirta Shinta Kabupaten Lampung Utara: Moving Clean and Healthy Living Behavior in The Tirta Shinta Community-Based Tourism Area, North Lampung District Fitarina; Hasti Primadilla; Deni Metri; Zenni Puspitarini; Madepan Mulia
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Sarana sanitasi merupakan aspek penting bagi kesejahteraan masyarakat sehingga ketersediaan sanitasi menjadi komitmen bangsa-bangasa yang tertuang dalam SGD’s. Taman Wisata Bendungan Tirta Shinta terletak di Desa Wonomarto di Kecamatan Kotabumi Utara Kabupaten Lampung Utara. Permasalahan yang muncul di lokasi wisata ini adalah kurang memadai sarana prasarana untuk Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti jamban kurang mencukupi, pengelolaan tempat sampah dan sampah yang belum tepat, tidak tersedianya informasi kesehatan di sekitar lokasi wisata, dan kebersihan toilet yang kurang. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah melakukan skrining penyakit tidak menular dan menggerakkan masyarakat dalam penerapan hidup bersih dan sehat di desa wisata Tirta Shinta. Metode pelaksanaan kegiatan untuk mengatasi masalah tersebut yaitu membentuk tim pengelola wisata, pemasangan media promosi kesehatan dan penyuluhan mengenai PHBS. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah tersedianya sarana PHBS yaitu 2 unit sarana cuci tangan, tersedianya media promosi kedehatan tentang PHBS, tersedianya data pemeriksaan kesehatan, dan peningkataan pengetahuan tentang penyakit tidak menular. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini adalah munculnya kesadaran pengelola dan aparat desa tentang PHBS di tempat wisata, terwujudnya kondisi yang mendukung PHBS dan terwujudnya budaya gotong royong untuk membersihkan tempat wisata satu minggu sekali. Saran untuk pengabdian masyarakat berikutnya adalah agar pengelola dan apart desa dapat mempertahankan PHBS di desa wisata Wonomarto.   Abstract: Sanitation facilities are an important aspect for people's welfare, so the availability of sanitation is a national commitment as stated in the SGD's. Tirta Shinta Dam Tourism Park is located in Wonomarto Village in Kotabumi Utara District, North Lampung Regency. The problems that arise at this tourist location are inadequate infrastructure for Clean and Healthy Behavior (PHBS), such as inadequate latrines, improper management of trash cans and trash, unavailability of health information around tourist sites, and inadequate toilet cleanliness. The aim of this community service activity is to carry out screening for non-communicable diseases and mobilize the community to adopt clean and healthy living in the Tirta Shinta tourist villag The method of implementing activities to overcome this problem is forming a tourism management team, installing health promotion media and counseling about PHBS. The results of this service activity are the availability of PHBS facilities, namely 2 units of hand washing facilities, the availability of health promotion media about PHBS, the availability of health examination data, and increased knowledge about non-communicable diseases. The conclusion of this service activity is the emergence of awareness of village managers and officials about PHBS in tourist attractions, the creation of conditions that support PHBS and the realization of a culture of mutual cooperation to clean tourist attractions once a week.  The next suggestion for community service is for village managers and apart to maintain PHBS in the Wonomarto tourist village.

Page 10 of 16 | Total Record : 156