cover
Contact Name
Septiana Fathonah
Contact Email
jpkmk@stikes-notokusumo.ac.id
Phone
+6282136407862
Journal Mail Official
jpkmk@stikes-notokusumo.ac.id
Editorial Address
Jl. Bener No.26, Tegalrejo, Yogyakarta 55243
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan (JPKMK)
ISSN : -     EISSN : 28073134     DOI : 10.53423
Core Subject : Health,
Merupakan jurnal ilmiah dari hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dosen. Jurnal ini dikemas secara padat dan berisi, sehingga mudah dipahami oleh pembaca dari kalangan akademis dan umum. Jurnal ini merupakan implementasi hasil penelitian.
Articles 156 Documents
Pelatihan Perawatan Luka dan Edukasi Kebersihan Lingkungan pada Pelajar SD di Desa Sungai Bawang, Kutai Kartanegara: Wound Care Training and Environmental Cleanliness Education for Elementary School Students in Desa Sungai Bawang, Kutai Kartanegara Ridwan, Muhammad Thoyib; Nadhifa Reynanda; Nabiela An’nisa Putri; Ika Fikriah; Siti Khotimah; Rahmat Bakhtiar; Sulistiawati Sudarso; Endang Sawitri
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Perawatan luka merupakan tindakan yang dibutuhkan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut dari terputusnya kontinuitas suatu jaringan. Pengetahuan perawatan luka dibutuhkan oleh semua orang terutama kelompok usia anak-anak yang rentan mengalami luka, seperti luka lecet yang diakibatkan aktivitas fisik. Pemahaman mengenai tindakan perawatan luka dan pengelolaan kebersihan lingkungan masih rendah di masyarakat, termasuk di kalangan anak-anak. Hal ini diakibatkan masih kurangnya edukasi mengenai pentingnya hal tersebut. Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman serta keterampilan perawatan luka dan kesadaran dalam pengelolaan kebersihan lingkungan. Kegiatan ini dilaksanakan di SDN 014 Desa Sungai Bawang, Kutai Kartanegara pada 27 Mei 2023. Kegiatan dilakukan dengan pengerjaan pre-test, penyampaian materi, praktik, diskusi kelompok, dan pengerjaan post-test yang dilakukan pada pelajar kelas 1-6 SDN 014 Desa Sungai Bawang yang berjumlah 53 orang. Didapatkan hasil nilai rata-rata pre-test sebesar 83,49 ± 20,33 dan rata-rata nilai post-test sebesar 87,97 ± 16,25. Hasil uji statistik Wilcoxon Rank menunjukkan nilai p = 0,041 (p < 0,05) yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara pengetahuan tentang perawatan luka dan kebersihan lingkungan sebelum dengan setelah melakukan pelatihan dan edukasi.Berdasarkan pelatihan ini, kami menyarankan kepada pihak yang terkait, seperti penyelenggara pendidikan di sekolah-sekolah, terutama sekolah dasar untuk mengadakan pelatihan dan edukasi serupa dan menggabungkan beberapa metode seperti ceramah, diskusi, dan simulasi agar memberikan hasil yang lebih baik terhadap pemahaman dan keterampilan siswa.   Abstract: Wound care is a measure needed to prevent further damage of a disconnected tissue. Knowledge of wound care is needed by everyone, especially the age group of children who are prone to injuries, such as abrasions caused by physical activity. Understanding of wound care and environmental hygiene management is still low in the community, including among children. This is due to a lack of education regarding the importance of this matter. The purpose of this activity are to increase the knowledge and skills of wound care as well as increasing awareness of environmental hygiene. This activity was held at SDN 014 Desa Sungai Bawang on May 27, 2023. This activity was carried out by pre-test, presenting material, practice, and post-test done to students of 1st-6th grade at SDN 014 Sungai Bawang totalling to 53 participants. It was obtained that the average pre-test score was 83,49 ± 20,33 and the average post-test score was 87,97± 16,25. The statistical results of Wilcoxon Rank Test shows the p value = 0,041 (p < 0,05) informs that there is a difference in knowledge about wound care and environmental hygiene before and after the training. Based on this research, we suggest to related parties, such as education providers in schools, especially elementary schools, to hold similar training and education and combine several methods such as lectures, discussions and simulations to provide better results for students' understanding and skills.
Pelaksanaan Program Dokter Kecil Sebagai Upaya Meningkatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Siswa MIN 1 Tanah Datar: Implementation of The Little Doctor Program as An Effort to Improve Clean and Healthy Living Behavior in Flat Land MIN 1 Tanah Datar Wulandari, Monica; Latmini Lasari, Yufi
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Perilaku hidup bersih dan sehat sangat penting dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat meningkatkan kualitas kesehatan terutama bagi anak-anak usia sekolah dasar yang mudah terserang oleh penyakit. Kesadaran akan perilaku hidup bersih dan sehat masih rendah pada usia anak Sekolah Dasar. Untuk itu perlu adanya Program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dapat membantu menjaga kesehatan anak usia sekolah salah satunya yaitu program Dokter Kecil. Tujuan dari program dokter kecil ini adalah untuk meningkatkan kemampuan untuk berperilaku dengan cara yang bersih dan sehat, meningkatkan kesehatan peserta didik, dan menciptakan lingkungan yang sehat sehingga proses belajar mengajar yang berkualitas dapat dicapai. Kegiatan ini dilakukan di MIN 1 Tanah Datar dengan jumlah siswa 30 orang yang berasal dari kelas tiga sampai kelas 6. Metode kegiatan ini yaitu dengan ceramah, tanya jawab dan demonstrasi. Adapun kegiatan yang dilakukan yaitu penyuluhan kesehatan, pembersihan toga dan uks, pemeriksaan kesehatan diri dan teman dengan pemeriksaan kuku, pengecekan tinggi badan dan berat badan. Abstract: Clean and healthy living behavior is very important in everyday life so that it can improve the quality of health, especially for elementary school age children who are easily attacked by disease. Awareness of clean and healthy living behavior is still low among elementary school children. For this reason, there is a need for a School Health Business Program (UKS) that can help maintain the health of school-aged children, one of which is the Little Doctor program. The aim of this little doctor program is to improve the ability to behave in a clean and healthy manner, improve the health of students, and create a healthy environment so that a quality teaching and learning process can be achieved. This activity was carried out at MIN 1 Tanah Datar with a total of 30 students from grades three to grade 6. The method of this activity was lecture, question and answer and demonstration. The activities carried out are health education, cleaning gowns and toilets, health checks for yourself and your friends by checking your nails, checking your height and weight.  
Pemberdayaan Pengolahan Sampah Melalui Pelatihan Sampah Plastik Pada Warga Desa di Lingkungan Wisata Bendungan Tirta Shinta, Lampung Utara: Empowering Waste Processing Through Training Plastic Waste Among Villagers in The Tirta Shinta Dam Tourist Environment, North Lampung Deni Metri; Bambang Murwanto; Zenni Puspitarini
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2023): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Sampah selalu menjadi masalah dimana-mana, dibeberapa tempat mejadi darurat sampah dan menjadi salah satu “trending” di media sosial. Hal tersebut diakibatkan  dari kurang perhatian dan konsistensi pemerintah termasuk pemerintah daerah dalam hal pengolahan sampah dan kurang melibatkan masyarakat dalam berpartisipasi dalam pengelolaan sampah. Sebagai salah satu upaya pengurangan sampah dengan metode “recycling” atau mendaur ulang sampah melalui pemberdayaan masyarakat adalah tepat. Sehubungan dengan hal tersebut maka beberapa dosen Politeknik Kesehatan Tanjungkarang melaksanakan pemberdayaan masyarakat pengelolaan sampah melalui pelatihan pemanfaatan sampah kembali dari sampah plastik seperti bekas saset bungkus berbagai minuman, seperti kopi. Dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan oleh  warga desa Wonomarto dalam mendaur ulang sampah. Pelatihan tersebut diikuti oleh 30 orang oleh  warga desa Wonomarto, Kecamatan Kota Bumi Utara, Lampung Utara. Kegiatan tersebut diakomodir program Pemberdayaan kepada Masyarakat para dosen Politeknik Kesehatan Tanjungkarang, melalui skema Program Kemitraan Masyarakat (PKM) tahun 2023. Kegiatan tersebut dibantu oleh 3 orang mahasiswa Prodi Keperawatan Kota Bumi dan beberapa petugas Puskesmas Madukoro, Kota Bumi Utara, Lampung Utara. Dari hasil upaya kegiatan tersebut terjadi peningkatan pengetahuan, pesesepsi dan keterampilan pengeloahan sampah platik, khususnya saset bekas bungkus kopi. Dari hasil monitoring ditemukan 2 orang yang mengikutipelatihan tersebut menindaklanjuti kegiatan pengolahan sampah plastik tersebut.   Abstract: Waste is always a problem everywhere, in some places it has become a waste emergency and has become one of the "trending" items on social media. This is the result of a lack of attention and consistency from the government, including regional governments, in terms of waste processing and a lack of involvement of the community in participating in waste management. As an effort to reduce waste, the "recycling" method or recycling waste through community empowerment is appropriate. In connection with this, several lecturers at the Tanjungkarang Health Polytechnic implemented community waste management empowerment through training in reusing waste from plastic waste such as used sachets for various drinks, such as coffee. To increase the knowledge and skills of Wonomarto village residents in recycling waste. The training was attended by 30 people from Wonomarto village, Kota Bumi Utara District, North Lampung. This activity was accommodated by the Community Empowerment program for Tanjungkarang Health Polytechnic lecturers, through the 2023 Community Partnership Program (PKM) scheme. This activity was assisted by 3 students from the Bumi City Nursing Study Program and several officers from the Madukoro Health Center, Bumi Utara City, North Lampung. As a result of these activities, there was an increase in knowledge, perception, and skills in managing plastic waste, especially used coffee sachets. From the monitoring results, it was found that 2 people who took part in the training followed up on the plastic waste processing activities.  
Pendidikan Kesehatan Tentang Tuberculosis (TB) Paru pada Anak di Ruang Kenanga RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang: Health Education About Pulmonary Tuberculosis (TB) in Children at RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang Nahak, Maria Paula Marla; Barros, Ijolindo Delfin; Thius, Aprilia Yohana; Sanches, Maria Goviana
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tuberculosis (TB) paru merupakan masalah kesehatan yang masih mendapat perhatian di tingkat global khususnya di negara miskin dan berkembang. TB paru dapat menyerang berbagai kelompok usia termasuk anak-anak. TB pada anak sering terjadi karena kurangnya pemahaman orangtua tentang pencegahan, serta kurangnya pemahaman tentang tanda dan gejala yang seringkali dianggap sebagai batuk pada umumnya, sehingga solusi yang ditawarkan adalah kegiatan edukasi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan keluarga tentang kewaspadaan terhadap penularan, tanda dan gejala, serta penanganan melalui pemeriksaan TB sedini mungkin. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 18 Mei 2023 dengan jumlah peserta sebanyak 7 orang yang terdiri dari 3 orang anak penderita TB dan 4 anggota keluarga yang memiliki anak TB yang dirawat di ruang Kenanga RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang. Edukasi kesehatan memuat materi sebagai berikut: (1) Pengertian TB paru pada anak; (2) Etiologi TB paru pada anak: (3) Tanda dan gejala TB paru pada anak; (4) Komplikasi TB paru pada anak; (5) Pencegahan TB paru pada anak; (6) Penanganan/pengobatan TB paru pada anak.  Hasil evaluasi secara kualitatif melalui wawancara menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan keluarga tentang TB paru pada anak.   Abstract: Pulmonary tuberculosis (TB) is one of health problems in poor and developing countries. Pulmonary TB attacks various age groups including children. Children are at risk of Pulmonary TB due to a lack of family knowledge about transmission, signs and symptoms which are often considered coughs in general. Based on that common situation, the solution offered is health education to increase family knowledge and understanding about transmission of pulmonary TB, signs and symptoms and appropriate treatment. Health education conducted at RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang, on May 18, 2023. A total of 7 participants consists of children on process of Pulmonary TB treatment and families who have children with Pulmonary TB at room Kenanga. Health education contains the following material: (1) definition of pulmonary TB in children; (2) etiology of pulmonary TB in children; (3) signs and symptoms of pulmonary TB in children; (4) complications of pulmonary TB in children; (5) prevention of pulmonary TB in children; (6) medical treatment of pulmonary TB in children. Qualitative evaluation through interviews shows an increase in family’s knowledge about TB in children
Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Kandungan Kurma (Phoenix Dactylifera L.) dalam Persalinan : Increasing Pregnant Women's Knowledge About The Content of Dates (Phoenix Dactylifera L.) in Labor Yadul Ulya; Siskha Maya Herlina; Regina Pricilia Yunika
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Proses persalinan membutuhkan energi dan stamina yang besar sehingga dibutuhkan tambahan sumber energi dari luar tubuh yang dapat membantu menghemat pemakaian simpanan glikogen selama persalinan. Salah satu buah yang mengandung energi cukup besar adalah kurma yang kaya akan karbohidrat sebagai sumber tenaga, mempengaruhi kemajuan persalinan, spontanitas dalam persalinan dan mengurangi perdarahan postpartum. Kurma juga mengandung asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh. Asam lemak selain menghasilkan energi juga membantu menyediakan prostaglandin. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang kandungan kurma (Phoenix dactylifera L.) sebagai upaya meningkatkan tenaga persalinan. Kegiatan ini mempunyai dua tahapan yaitu tahap pertama merupakan perencanaan kegiatan dan tahap kedua pemberian pendidikan kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diikuti oleh 23 ibu hamil di Kelurahan Jempong Baru Kecamatan Sekarbela Kota Mataram.Hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan ibu hamil sebelum dan setelah diberikan pendidikan kesehatan tentang kandungan kurma (Phoenix dactylifera L.) sebagai upaya meningkatkan tenaga persalinan.    Abstract: The birthing process requires a lot of energy and stamina, so additional energy sources are needed from outside the body which can help save on the use of glycogen stores during labor. One fruit that contains quite a lot of energy is dates which are rich in carbohydrates as a source of energy, influencing the progress of labor, spontaneity in labor and reducing postpartum bleeding. Dates also contain saturated fatty acids and unsaturated fatty acids. Apart from producing energy, fatty acids also help provide prostaglandins. This community service aims to increase pregnant women's knowledge about the contents of dates (Phoenix dactylifera L.) as an effort to increase labor power. This activity has two stages, namely the first stage is activity planning and the second stage is providing health education. This community service activity was attended by 23 pregnant women in Jempong Baru Village, Sekarbela District, Mataram City. The result of this community service is that there is an increase in the knowledge of pregnant women before and after being given health education about the content of dates (Phoenix dactylifera L.) as an effort to increase delivery personnel.
Gambaran Tingkat Kecemasan pada Lansia di Posyandu RW 01 Tasikmadu, Malang: Anxiety Levels on Eldery at Healthcare Center Tasikmadu, Malang Noval Fajrin, Muhammad Andhika; Rosidah, Nikmatur; Eleonora Elsa Sucahyo
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Kecemasan merupakan suatu perasaan dimana seseorang merasa tidak aman dan terancam atas suatu hal atau keadaan, Kecemasan menggambarkan keadaan khawatir, gelisah yang tak menentu, takut, tidak tentram, kadang-kadang disertai berbagai keluhan fisik. Kecemasan erat kaitannya dengan kondisi kesehatan seseorang, utamanya pada lansia. Sehingga diperlukan pendampingan dan edukasi kepada para penderita lansia yang diindikasikan memiliki gangguan kecemasan. Kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan pada lansia di Posyandu RW 01, Tasikmadu. Metode kegiatan ini adalah ceramah, dan pengukuran tingkat kecemasan. Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) digunakan untuk mengukur tingkat kecemasan pada partisipan yaitu lansia yang berjumlah 15 orang di Posyandu RW 01 Tasikmadu. Hasilnya yaitu terdapat 10 (50%) orang lansia yang memiliki tingkat kecemasan ringan. Pada penyuluhan ini menggambarkan bahwa lansia memang memiliki atau rentan mengalami gangguan kecemasan meski berada pada kategori ringan.   Abstract: Anxiety is a feeling where a person feels insecure and threatened by something or a situation. Anxiety describes a state of worry, uncertain restlessness, fear, unease, sometimes accompanied by various physical complaints. Anxiety is closely related to a person's health condition, especially in the elderly. So, assistance and education are needed for elderly sufferers who are indicated to have anxiety disorders. This outreach activity aims to determine the level of anxiety in the elderly at Health care center RW 01, Tasikmadu. The methods of this activity are lectures and measuring anxiety levels. The Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) was used to measure the level of anxiety in participants, namely 15 elderly people at Health care center RW 01 Tasikmadu. The result was that there were 10 (50%) elderly people who had mild levels of anxiety. This counseling illustrates that elderly people do have or are susceptible to experiencing anxiety disorders even though they are in the mild category.
Upaya Meningkatkan Dukungan Sosial pada Penderita Diabetes Melitus Melalui Pembinaan Kader Peduli Diabetes Melitus: Efforts to Increase Social Support for Diabetes Melitus Patients Through Developing Diabetes Melitus Care Cadres Rahmawati, Fuji; Tarigan, Angeline Hosana Zefany; Rizona, Firnaliza
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Diabetes Melitus merupakan sekelompok kelainan heterogen yang ditandai dengan kenaikan kadar glukosa dalam darah atau hiperglikemia. Diabetes Melitus yang tidak ditangani dengan tepat dapat menimbulkan komplikasi. Untuk mencegah komplikasi yang dapat terjadi pada penderita Diabetes Melitus maka perlu dipertahankan kepatuhan perawatan diri (self-care management) dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kepatuhan self care management penderita Diabetes Melitus adalah adanya dukungan sosial. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan kader tentang Diabetes Melitus dan dukungan sosial pada penderita Diabetes Melitus. Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah dengan melakukan pembentukan dan pelatihan kader peduli Diabetes Melitus. Pelatihan dilakukan dengan metode ceramah dan diskusi serta demonstrasi dan praktik kepada 20 orang kader di wilayah kerja Puskesmas Simpang Timbangan. Setelah kegiatan berlangsung, dilakukan evaluasi melalui tanya jawab dan kuis serta kuesioner yang diberikan kepada peserta. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebanyak 80% kader mengalalami peningkatan pengetahuan tentang Diabetes Melitus dan dukungan sosial yang dapat diberikan kepada penderita Diabetes Melitus, serta 75% kader Diabetes Melitus mengalami peningkatan keterampilan dalam melakukan pemeriksaan gula darah menggunakan glukometer.setelah diberikan pelatihan.   Abstract: Diabetes Mellitus is a heterogeneous disorders characterized by increased blood glucose levels or hyperglycemia. Diebetes Melitus that is not treated properly can cause complications. To prevent complications that can occur in Diabetes Melitus sufferers, it is necessary to maintain self-care management in everyday life. One of the factors that can influence compliance with self-care management for Diabetes Melitus patients is the presence of social support. The aim of this community service activity is to increase cadres' knowledge about Diabetes Melitus and social support for Diabetes Melitus patients. The method of implementing this activity is to form and train Diabetes Melitus care cadres. The training was carried out using lecture and discussion methods as well as demonstrations and practice for 20 cadres in the Simpang Timbangan Community Health Center working area. After the activity took place, an evaluation was carried out through questions and answers and a quiz and also a questionnaire given to the participants. The evaluation results showed that as many as 80% of cadres experienced increased knowledge about Diabetes Mellitus and the social support that can be provided to Diabetes Mellitus sufferers, and 75% of Diabetes Mellitus cadres experienced increased skills in carrying out blood sugar checks using a glucometer after being given training.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pembekalan Pengembangan dan Pemberdayaan Hipertensi: Community Empowerment Through Debriefing for The Development and Empowerment of Hypertension Rahman, Sahrul; Azzahra, Raisha; Hanifah, Salma; Aurellia Musharyati, Syofiqoh; Rodia, Silvi; Rahmayani, Gina; Rahmawati, Aimawar; Muharry, Andy
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Hipertensi merupakan penyakit berbahaya yang seringkali tidak menunjukkan gejala apapun dan dapat menyebabkan masalah lain seperti timbulnya penyakit jantung, stroke, bahkan kematian. Hasil laporan di Wilayah Kerja Puskesmas Kahuripan, tepatnya di kelurahan Kahuripan, Gunung Roay 1 RT 03 RW 14 pada tahun 2023 ditemukan 17 kasus hipertensi. Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, maka perlu dilakukan pengembangan dan pengorganisasian kegiatan bagi penderita hipertensi. Dalam melakukan pengembangan dan pengorganisasian masyarakat di Gunung Roay 1 RT 03 RW 014, kelompok kami memiliki perencanaan yang bertujuan untuk mengembangkan masyarakat dan juga untuk mengurangi masalah peningkatan angka hipertensi. Upaya pemberdayaan masyarakat yang akan kami lakukan adalah dengan melakukan penanaman seledri di setiap rumah warga RT 03, khususnya bagi penderita hipertensi. Upaya ini kami lakukan dengan menjalin kerjasama dengan kader RT 03.   Abstract: Hypertension is a dangerous disease that often does not show any symptoms and can cause other problems such as the onset of heart disease, stroke, and even death. The results of the report in the Kahuripan Health Center Working Area, precisely in the Kahuripan village, Gunung Roay 1 RT 03 RW 14 in 2023 found 17 cases of hypertension. As a form of concern for public health, it is necessary to develop and organize activities for people with hypertension. In developing and organizing the community in Gunung Roay 1 RT 03 RW 014, our group has planning that aims to develop the community and also to reduce the problem of increasing hypertension rates.The community empowerment effort that we will do is by planting celery in every RT 03 community house, especially for people with hypertension. We make this effort by establishing a partnership with RT 03 cadres.
Pemberdayaan Bidan dalam Identifikasi Kebutuhan Spiritual Ibu Hamil: Empowering Midwives in Identifying The Spiritual Needs of Pregnant Women Sri Wahyuni; Henik Istikhomah; Emy Suryani
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pemberdayaan bidan dalam identifikasi kebutuhan spiritual diperlukan sebagai dasar ilmiah penerapan pengembangan pelayanan kebidanan. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan bidan dalam mengidentifikasi kebutuhan spiritual ibu hamil. Metode dengan mengadakan pelatihan kepada bidan, sebanyak 15 orang bidan Puskesmas Jogonalan II Klaten berpartisipasi. Pelatihan dilakukan selama 3 sesi, yaitu: pertama pemberian penyuluhan tentang kebutuhan spiritual ibu hamil dengan metode ceramah, tanya jawab, kedua pelatihan penggunaan instumen, dan ketiga dilakukan demonstrasi identifikasi kebutuhan spiritual ibu hamil dengan studi kasus. Pengetahuan bidan tentang kebutuhan spiritual diukur pada pretest dan posttest menggunakan intrumen Patients Spiritual Needs Assessment Scale melalui Google form. Rentang umur bidan dari 22-52 tahun, mean+SD 36,67+11,19, pendidikan lulusan D3 Kebidanan 7(46,6 %), lulusan D4 Kebidanan 6(40%) dan lulusan Pendidikan Profesi Bidan 2(13,3%), rerata lama bekerja 1-35 tahun, mean+SD 19,67+11,00. Semua responden memberikan pelayanan kehamilan, persalinan, nifas dan menyusui, neonatus, bayi, balita anak pra sekolah dan pelayanan KB 8(53,3%) mempunyai Praktik Mandiri Bidan. Rerata skor pretest 35,07 dan posttest 37,47 poin, sehingga terjadi kenaikan skor sebesar 2,4. Berdasarkan pelatihan ini, dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan bidan tentang kebutuhan spiritual ibu hamil dan dapat diterapkan dalam pelayanan sehingga asuhan kebidanan yang diberikan bisa bersifat holistik.   Abstract: Empowering midwives in identifying spiritual needs is as a scientific basis for implementation in midwifery services. The aim: to increase midwives' knowledge in identifying the spiritual needs of pregnant women. A number of 15 midwives the Jogonalan II Klaten Community Health Center participated. The training was carried out in 3 sessions: providing counseling about the spiritual needs of pregnant women using the lecture method, question and answer, training on the use of instruments and a demonstration of identifying the spiritual needs of pregnant women using case studies. Midwives' knowledge was measured using the Patients Spiritual Needs Assessment Scale instrument via Google form. The age mean+SD 36.67+11.19, D3 Midwifery graduates 7(46.6%), D4 Midwifery graduates 6(40%) and Midwife Professional Education graduates 2(13.3%) %), the length of work mean+SD 19.67+11.00. All respondents provided pregnancy, childbirth, postpartum, neonates, infants and pre-school and family planning services and 8 (53.3%) had independent midwife practices. The average pre-test score was 35.07 and post-test 37.47 points, resulting in an increase in score of 2.4. There has been an increase in midwives' knowledge about the spiritual needs of pregnant women, so that they can apply it to services so that the midwifery care provided can be holistic.
Gamifikasi Pendidikan Kesehatan Reproduksi dan Seksualitas pada Kelompok Remaja : Gamification of Reproductive Health and Sexuality Education in Adolescent Purnamayanti, Ni Kadek Diah; Made Bayu Oka Widiarta; Emilia van Eeten
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat: Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Remaja merupakan kelompok rentan mengalami maslah kesehatan reproduksi dan seksualitas. Hal tersebut disebabkan karena pada tahap perkembangan organ reproduksi telah mencapai optimal namun secara psikososial remaja belum mampu mengemban tanggung jawab reproduksi yang sesuai dengan norma. Guna mencegah perilaku kesehatan seksual yang kurang sehat pengabdi memberikan pendidikan kesehatan reproduksi. Pendidikan kesehatan reproduksi dan sekualitas diberikan secara terstruktur selama 3 jam di SMAN Bali Mandara pada 1 Desember 2023. Tim pengabdi merupakan perawat, mahasiswa keperawatan, psikology, dan pekerja social. Materi yang diberikan terkait organ reproduksi pria dan Wanita, penyakit menular seksual, batasan privasi, fakta dan mitos terkait seksualitas. Metode diberikan dengan ceramah, permainan dengan media flashcard, simulasi jarak fisik, demonstrasi alat kontrasepsi, dan eksplorasi perasaan dengan mentimeter.Hasil penelitian tampak peserta antusias mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir. Peserta dapat berpartisipasi aktif menanyakan dan mengungkapkan perasaan terkait topik yang dianggap tabu pada aspek seksualitas. Inovasi gamifikasi dalam pendidikan kesehatan reproduksi dan seksualitas pada remaja sangat bermanfaat meningkatkan sikap, pengetahuan serta mendorong keterbukaan.   Abstract: Adolescents are a vulnerable group experiencing reproductive health and sexuality problems. This is because at the stage of development the reproductive organs have reached optimality, but psychosocially, adolescents are not yet able to carry out reproductive responsibilities in accordance with norms. In order to prevent unhealthy sexual health behavior, we provide reproductive health education. Reproductive health and quality education was given in a structured manner for 3 hours at SMAN Bali Mandara on December 1 2023. The service team consisted of nurses, nursing students, psychologists and social workers. The material provided is related to male and female reproductive organs, sexually transmitted diseases, privacy limits, facts and myths related to sexuality. The method was given using lectures, games using flashcards, physical distance simulations, demonstrations of contraceptives, and exploration of feelings with a meter. The results of the research showed that participants enthusiastically participated in the activity from start to finish. Participants can actively participate in asking and expressing feelings regarding topics that are considered taboo in aspects of sexuality. Gamification innovation in reproductive health and sexuality education for adolescents is very useful in improving attitudes, knowledge and encouraging openness.

Page 11 of 16 | Total Record : 156