cover
Contact Name
Arif Mudi Priyatno
Contact Email
arifmudi@ilmudata.co.id.
Phone
+6282390449323
Journal Mail Official
ijmst@ilmudata.co.id
Editorial Address
Jln HR Soebrantas KM 16.5, Rimba Panjang, Kec. Tambang, Kabupaten Kampar, Riau 28293
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology
Published by PT Ilmu Data Indonesia
ISSN : 29866790     EISSN : 29866782     DOI : https://doi.org/10.69693/ijmst
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology dimaksudkan sebagai media kajian ilmiah hasil penelitian, pemikiran, dan kajian kritis-analitik mengenai penelitian di bidang Multidisiplin Sosial dan Teknologi. Hal ini merupakan bagian dari semangat menyebarluaskan ilmu yang dihasilkan dari penelitian dan pemikiran untuk pengabdian kepada masyarakat luas. Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology menerbitkan makalah secara berkala tiga kali setahun, pada bulan Februari, Juni, dan Oktober. Semua publikasi di jurnal IJMST bersifat terbuka, memungkinkan artikel tersedia online secara gratis tanpa berlangganan. Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology menerima artikel ilmiah dengan ruang lingkup penelitian pada: Ekonomi Akutansi Manajemen Ekonomi Islam Perbankan Islam Ilmu Komputer Teknik Informatika Sistem Informasi Teknologi Informasi Kewirausahaan Teknik Elektro Teknik Industri Topik kajian lain yang relevan Catatan: Artikel memiliki kutipan utama dan belum pernah dipublikasikan secara online atau cetak sebelumnya.
Articles 1,531 Documents
Peningkatan Aksesibilitas Penjualan UD.Thynus melalui Website E-Commerce Berbasis Metode Waterfall Anniwarni Nazara; Ahmad Ahmad
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13875

Abstract

Perkembangan perdagangan elektronik (e-commerce) di Indonesia masih terpusat di Pulau Jawa, sementara wilayah terpencil seperti Kecamatan Namehalu Esiwa, Kabupaten Nias Utara, masih menghadapi keterbatasan aksesibilitas akibat ketergantungan pada toko fisik konvensional. Kendala geografis, tingginya biaya transportasi, serta sistem operasional manual pada UMKM setempat seperti Toko UD. Thynus.com menyebabkan inefisiensi transaksi dan terbatasnya jangkauan pasar. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan website e-commerce yang mengintegrasikan layanan transaksi digital dan manajemen pelanggan guna meningkatkan aksesibilitas perdagangan serta efisiensi operasional. Metode pengembangan yang digunakan adalah System Development Life Cycle (SDLC) model Waterfall, yang mencakup tahapan analisis kebutuhan, perancangan sistem berbasis Unified Modeling Language (UML) dan Entity Relationship Diagram (ERD), pengodean menggunakan bahasa PHP dan basis data MySQL, serta pengujian sistem. Pengujian dilakukan melalui Black Box Testing, uji kompatibilitas lintas browser, dan User Acceptance Testing (UAT) yang melibatkan 25 responden dari kalangan konsumen dan pengelola. Hasil pengujian Black Box menunjukkan bahwa seluruh fungsionalitas sistem berjalan 100% tanpa malfungsi, serta kompatibel pada peramban Google Chrome dan Microsoft Edge. Evaluasi UAT terhadap 18 indikator menghasilkan skor kepuasan sebesar 92,13% dengan kategori Sangat Puas. Website e-commerce ini terbukti efektif mengatasi kendala jarak dan waktu, memangkas biaya transportasi konsumen, serta mendorong adopsi teknologi digital pada sektor UMKM di daerah terpencil.
Does Downstreaming Create Value the Market Can See? A Blind Discrimination Test of Fermented Versus Unfermented Cocoa Nibs Among Food and Beverage Buyers Rizky Abdilah; Siti Balqis; M Febry Hardiansyah; Muhammad Rafli
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.13879

Abstract

Downstreaming (hilirisasi) is a central pillar of Indonesian industrial policy and is increasingly applied to agricultural commodities at the village level. This study examines whether value added through cocoa fermentation can be detected by potential buyers and translated into demand. Cocoa nibs from a single farm and harvest lot were divided into fermented and unfermented portions, then roasted and winnowed identically. Twenty-five food and beverage businesses in Aceh Tamiang—15 coffee shops, 5 bakeries, and 5 micro cocoa enterprises—received both samples blindly in coded containers and were asked to identify the fermented sample. All respondents identified it correctly (p < 0.001), with a 95% confidence interval for the underlying detection rate of 86.3–100%. Identification was primarily attributed to the fermented sample’s sweeter taste, stronger aroma, and drier texture. Detection translated into purchase among 15 outlets (60%). However, demand modeling based on observed offtake indicates that all 25 outlets would absorb only approximately 5.6 tons of dry beans annually, equivalent to about 3% of the cocoa volume currently sold unfermented in the regency. The findings confirm that fermentation creates detectable quality value but demonstrate that processing capacity alone is insufficient. Without deliberate market expansion beyond local channels, downstreaming can validate quality without generating sufficient market absorption.
Pengaruh Beban Kerja terhadap Tingkat Stres Kerja Karyawan Mixue Medan Amani Rahmatika; Ira Kesuma Dewi
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13880

Abstract

Restoran cepat saji umumnya memiliki ritme kerja yang padat, tuntutan pelayanan yang serba cepat, serta kondisi kerja yang mengharuskan karyawan menangani beberapa tugas secara bersamaan. Kondisi tersebut dapat meningkatkan beban kerja dan berkaitan dengan munculnya stres pada karyawan operasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beban kerja terhadap tingkat stres kerja karyawan Mixue Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 85 karyawan operasional yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dengan skala Likert lima poin. Beban kerja diukur berdasarkan aspek fisik, mental, dan waktu, sedangkan stres kerja diukur melalui gejala fisiologis, psikologis, dan perilaku. Data dianalisis menggunakan regresi linier sederhana dengan bantuan SPSS setelah instrumen memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas serta data memenuhi asumsi normalitas dan linearitas. Hasil analisis menghasilkan persamaan regresi Y = 11,420 + 0,542X. Koefisien regresi beban kerja menunjukkan arah positif dan signifikan dengan t = 7,124 dan p < 0,001. Koefisien determinasi R² = 0,380 menunjukkan bahwa beban kerja mampu menjelaskan 38,0% variasi stres kerja, sedangkan 62,0% variasi lainnya belum dapat dijelaskan oleh model penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan beban kerja berkaitan dengan meningkatnya tingkat stres kerja pada karyawan Mixue Medan. Oleh karena itu, pembagian tugas, kecukupan tenaga kerja, pengaturan jadwal dan shift, serta waktu istirahat dan pemulihan perlu diperhatikan agar tuntutan kerja tetap berada pada tingkat yang dapat dikelola.
Pengaruh Kualitas Pelayanan, Brand Image dan Word of Mouth terhadap Keputusan Pembelian Konsumen pada Batik Saraswati Kauman di Surakarta Erna Widayani; Marjam Desma Rahadhini
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13881

Abstract

Fluktuasi penjualan Batik Saraswati Kauman di Surakarta selama tahun 2025, yang ditunjukkan oleh adanya kenaikan dan penurunan jumlah penjualan pada periode tertentu, mengindikasikan bahwa keputusan pembelian konsumen belum terbentuk secara konsisten. Studi ini dilaksanakan dengan maksud untuk menganalisis signifikansi pengaruh kualitas pelayanan, brand image, dan word of mouth terhadap keputusan pembelian konsumen pada Batik Saraswati Kauman di Surakarta. Penelitian kuantitatif ini mengambil objek konsumen yang berbelanja pada Batik Saraswati Kauman Surakarta. Populasi penelitian tidak diketahui secara pasti, Oleh karena itu, metode penarikan sampel menerapkan teknik accidental sampling yang melibatkan 100 partisipan. Proses penghimpunan data dieksekusi dengan cara membagikan angket, meninjau langsung ke lapangan, dan mengkaji literatur. Alat ukur dievaluasi menggunakan pengujian validitas dan reliabilitas. Serangkaian uji asumsi klasik—yang meliputi uji multikolinearitas, autokorelasi, heteroskedastisitas, dan normalitas—dijalankan guna menjamin model regresi terbebas dari bias. Metode pengolahan data mengaplikasikan pendekatan deskriptif dan induktif, yang di dalamnya terdapat regresi linear berganda, pengujian t (parsial), pengujian F (simultan), serta analisis koefisien determinasi (R^2). Temuan studi membuktikan bahwa variabel Kualitas Pelayanan, Brand Image, serta Word Of Mouth memberikan dampak yang positif sekaligus signifikan, baik secara individu maupun bersama-sama, terhadap Keputusan Pembelian di Batik Saraswati Kauman Surakarta. Fakta tersebut bermakna bahwa pelayanan yang cekatan, penguatan identitas merek, serta perluasan komunikasi antarkonsumen secara optimal mampu menstimulasi naiknya Keputusan Pembelian pelanggan.
PLS-SEM: Strategi Pemasaran dan Kualitas Pelayanan terhadap Pembelian Ulang Skincare Nabila Nurul Fathiyya
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13882

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh strategi pemasaran dan kualitas pelayanan terhadap keputusan pembelian ulang produk skincare pada aplikasi Shopee dengan kepuasan pelanggan sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui perangkat lunak SmartPLS. Sampel penelitian berjumlah 100 responden yang merupakan pengguna Shopee dan telah melakukan pembelian produk skincare minimal satu kali dalam tiga bulan terakhir. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert lima poin dan dianalisis melalui evaluasi outer model, inner model, serta pengujian pengaruh langsung dan tidak langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan dengan koefisien jalur 0,334 dan p-value 0,000. Kualitas pelayanan juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan dengan koefisien 0,559 dan p-value 0,000. Strategi pemasaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian ulang dengan koefisien 0,245 dan p-value 0,016, sedangkan kualitas pelayanan tidak berpengaruh langsung secara signifikan dengan koefisien 0,238 dan p-value 0,068. Kepuasan pelanggan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian ulang dengan koefisien 0,414 dan p-value 0,001. Selain itu, kepuasan pelanggan memediasi pengaruh strategi pemasaran dan kualitas pelayanan terhadap keputusan pembelian ulang. Temuan ini menunjukkan bahwa kepuasan pelanggan merupakan mekanisme penting dalam mendorong pembelian ulang skincare melalui Shopee
Pengaruh Perencanaan Pajak, Tata Kelola Perusahaan dan Komisaris Independen terhadap Penghindaran Pajak Ahmad Arief Fadhilah; Lodang Prananta Widya Sasana
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13883

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji dan menganalisis pengaruh perencanaan pajak, tata kelola perusahaan dan komisaris independen terhadap penghindaran pajak baik secara parsial maupun secara simultan. Penelitian ini menggunakan metode desktiptif kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode Purposive Sampling berdasarkan kriteria yang telah ditentukan dengan jumlah 16 perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2020-2024 dan analisis data di olah menggunakan Eviews 12. Hasil uji hipotesis pertama dapat disimpulkan bahwa secara parsial perencanaan pajak berpengaruh terhadap penghindaran pajak. Hal ini dibuktikan dari nilai thitung > ttabel atau 4.020052 > 1.99085 diperkuat dengan nilai Sig 0.0001< 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil uji hipotesis kedua dapat disimpulkan bahwa secara parsial Tata Kelola Perusahaan tidak berpengaruh terhadap Penghindaran Pajak. Hal ini dibuktikan dari nilai thitung < ttabel atau 0.340387 < 1.99085 diperkuat dengan nilai Sig. 0.7345 > 0,05 maka H0 diterima dan H2 ditolak. Hasil uji hipotesis ketiga dapat disimpulkan bahwa secara parsial Komisaris Independen tidak berpengaruh terhadap Penghindaran Pajak. Hal ini dibuktikan dari nilai thitung < ttabel atau -0.089520 < 1.99085 diperkuat dengan nilai Sig. 0.9289 > 0,05 maka H0 diterima dan H3 ditolak. Hasil uji hipotesis keempat dapat disimpulkan bahwa secara simultan Perencanaan Pajak, Tata Kelola Perusahaan dan Komisaris Independen berpengaruh signifikan terhadap Penghindaran Pajak. Hal ini dibuktikan dari nilai fhitung > ftabel atau 5.476659 > 2,72 diperkuat dengan nilai Sig. < 0,05 atau 0.001842 < 0,05. Dengan demikian maka H0 ditolak dan H4 diterima.
Perancangan Sistem Informasi Pemantauan Harga Pangan TPID Kerinci Menggunakan Metode RAD Kalvin Prasetyo; M. Yusuf
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13888

Abstract

Tim pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Kerinci masih mengandalkan sistem pengolahan data manual berbasis Microsoft Excel dalam pemantauan harga komoditas pangan, yang menyebabkan keterlambatan data dan lambatnya respons kebijakan, kondisi ini semakin krusial mengingat Kabupaten Kerinci mencatat inflasi year-on-year tertinggi di Provinsi Jambi pada Desember 2024 sebesar 2,07% berdasarkan data BPS. Peneliti selanjutnya melakukan analisis pada sistem pemantauan harga saat ini, dengan menggunakan data yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan studi pustaka. Kemudian peneliti menawarkan sistem yang baru berbasis website. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan merancang sistem informasi pemantauan harga komoditas pangan berbasis website menggunakan metode Rapid Application Development (RAD) yang dilandasi kajian teoritis mencakup sistem informasi, pemantauan harga, inflasi, serta teknologi web seperti PHP, MySQL, dan Laravel. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan tahapan RAD meliputi Requirements Planning, User Design, Construction, dan Cutover, serta pengujian melalui Blackbox Testing. Hasil penelitian menunjukkan sistem mampu memantau 48 komoditas pangan secara real-time, dilengkapi fitur input harga harian, visualisasi grafik tren harga, rekap laporan PDF dan Excel, serta dashboard informatif, dengan seluruh fungsi sistem terbukti berjalan sesuai spesifikasi. Disimpulkan bahwa sistem ini berhasil menggantikan proses pengolahan data manual dan mendukung pengambilan keputusan pengendalian inflasi daerah secara lebih responsif dan efisien.
Penerapan Akuntansi Keperilakuan pada Pengelolaan Keuangan untuk Stabilitas Keuangan Influencer Pemula Sidoarjo Puput July Tri Virnanda; Rika Yuliastuti; Agus Sumarnadi Nugroho
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13890

Abstract

Perkembangan media sosial telah mendorong munculnya profesi influencer sebagai salah satu bentuk pekerjaan dalam ekonomi digital. Pendapatan influencer yang cenderung fluktuatif menuntut adanya pengelolaan keuangan yang baik agar mampu menjaga stabilitas keuangan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari maupun kebutuhan yang berkaitan dengan aktivitas sebagai influencer. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan akuntansi keperilakuan dalam pengelolaan keuangan untuk membentuk stabilitas keuangan influencer pemula di Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi terhadap beberapa influencer pemula di Sidoarjo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan akuntansi keperilakuan tercermin dalam kebiasaan influencer rutin melakukan pencatatan keuangan dengan cara perencanaan pendapatan, mengelompokkan serta mengendalikan pengeluaran, menabung, menyediakan dana darurat, mengelola utang, dan merencanakan investasi sesuai dengan kemampuan finansial. Perilaku tersebut dipengaruhi oleh beberapa hal yaitu, behavioral belief, normative belief, dan control belief dalam Theory of Planned Behavior, yang menjadi faktor pendorong influencer mengambil keputusan keuangan secara lebih rasional dan bertanggung jawab. Meskipun menghadapi pendapatan yang tidak tetap dan dapat dikatakan fluktuatif serta tekanan sosial dari lingkungan media sosial, influencer tetap berupaya menyesuaikan pola pengeluaran dengan kondisi keuangan. Dengan demikian, penerapan akuntansi keperilakuan berperan dalam membentuk stabilitas keuangan melalui kemampuan menjaga likuiditas, meningkatkan tabungan, mengendalikan utang, serta memenuhi kewajiban keuangan secara berkelanjutan.
Analisis Pengelolaan Layanan Dukungan Teknis Teknologi Informasi dan Komunikasi pada SI TIK Polrestabes Palembang Viona Violetta; Sri Rahayu
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13892

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan pengelolaan layanan dukungan teknis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang mampu menyesuaikan kebutuhan kegiatan operasional pada SI TIK Polrestabes Palembang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pengelolaan layanan dukungan teknis TIK, mengetahui pelaksanaan layanan pada setiap tahapan, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta merumuskan upaya perbaikan yang sesuai dengan kondisi aktual. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan alur pengelolaan layanan dimodelkan menggunakan Business Process Model and Notation (BPMN). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan layanan terdiri atas enam tahapan, yaitu penerimaan permohonan, koordinasi dan penugasan personel, persiapan perangkat, pelaksanaan layanan, pengecekan dan pengembalian perangkat, serta pengarsipan administrasi. Terdapat tiga kendala utama, yaitu permohonan mendadak yang dapat membatasi waktu persiapan personel dan perangkat, keterbatasan personel ketika beberapa kegiatan berlangsung secara bersamaan, serta belum tersedianya rekap layanan berbasis digital yang terstruktur meskipun pencatatan dan pengarsipan administrasi telah dilakukan. Upaya perbaikan diarahkan pada penguatan pencatatan permintaan dan koordinasi, pemetaan kebutuhan personel dan perencanaan penugasan, serta pengembangan rekap layanan berbasis digital sebagai pelengkap administrasi yang telah berjalan. Pengembangan sistem helpdesk dapat dipertimbangkan sebagai alternatif lanjutan sesuai dengan kebutuhan dan kesiapan SI TIK untuk mendukung pencatatan, pemantauan, dan penelusuran riwayat layanan secara lebih terstruktur.
Analisis Sistem Pencatatan Data Inventaris Handy Talky (HT) pada Seksi TIK Polrestabes Palembang Nickytha Nunik Rindi Aryani; Sri Rahayu
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13893

Abstract

Pencatatan data inventaris Handy Talky (HT) pada Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Polrestabes Palembang masih dilakukan secara semi-manual dengan memanfaatkan dokumen fisik dan Microsoft Word. Kondisi tersebut menimbulkan permasalahan berupa ketidaksesuaian antara data pada dokumen sumber dengan data yang telah dicatat, termasuk ketidaksesuaian nomor seri HT dan pengguna yang tercatat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem pencatatan data inventaris HT yang berjalan pada Seksi TIK, mengidentifikasi permasalahan dan faktor penyebab ketidaksesuaian data, serta memberikan rekomendasi perbaikan terhadap proses pencatatan dan pengelolaan inventaris. Metode yang digunakan adalah PIECES yang meliputi aspek Performance, Information, Economy, Control, Efficiency, dan Service. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi terhadap proses pencatatan serta pengelolaan data inventaris HT. Hasil analisis menunjukkan bahwa kelemahan utama terdapat pada aspek Performance, Information, Control, dan Efficiency. Ketidaksesuaian data disebabkan oleh belum adanya format pencatatan yang terstandar, validasi data secara otomatis, mekanisme pencatatan riwayat perubahan, serta pembaruan data yang belum dilakukan secara konsisten. Berdasarkan hasil analisis, perbaikan dapat dilakukan melalui standardisasi format pencatatan, penyusunan prosedur operasional, penggunaan media pencatatan yang mendukung validasi dan pencarian data, verifikasi data secara berkala, serta penerapan kode unik dan pencadangan data untuk meningkatkan ketepatan dan keteraturan pengelolaan data inventaris HT serta mendukung ketersediaan informasi yang lebih sesuai untuk kebutuhan pemantauan dan pelaporan inventaris.