cover
Contact Name
Eko Nur Hermansyah
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6287747996725
Journal Mail Official
ijm.bidanunw@gmail.com
Editorial Address
Jl. Diponegoro no 186 Gedanganak - Ungaran Timur, Kab. Semarang Jawa Tengah
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Midwifery (IJM)
ISSN : 26561506     EISSN : 26155095     DOI : 10.35473/ijm
Core Subject : Health,
This journal received midwifery research articles and literature reviews on the results of previous midwifery research.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2: September 2019" : 10 Documents clear
Korelasi Pola Makan dengan Kejadian Anemia pada Kehamilan di Puskesmas Kecamatan Ciputat Timur Tangerang Selatan Provinsi Banten Reni Nofita; Dorsinta Siallagan; Yuliyanti Yuliyanti
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 2 No. 2: September 2019
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.22 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v2i2.260

Abstract

Anemia pada kehamilan berpotensial membahayakan ibu dan anak. Berdasarkan Riskesdas 2013 prevalensi anemia pada ibu hamil di Indonesia sebesar 37,1%, ini menunjukkan angka kejadian anemia kehamilan di Indonesia masih cukup tinggi penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola makan dengan kejadian resiko tinggi anemia pada ibu hamil di puskesmass Kec, Ciputat timur. Metode penelitian ini adalah kuantitatif  dengan rancangan penelitian cross sectional study. Lokasi penelitian dilakukan di Puskesmas kec, Ciputat timur, Rengas, Pisangan, Pondok ranji. Sampel pada penelitian ini sebanyak 84 ibu hamil Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data menggunakan Chi Square Hasil penelitian dari 84 ibu hamil, didapatkan 20,9% mengalami anemia Terdapat hubungan yang signifikan antara keteraturan pola makan dengan kejadian anemia. Terdapat hubungan yang signifikan antara cara pengolahan bahan makanan dengan anemia. Terdapat hubungan yang signifikan antara jenis makanan yang di konsumsi dengan kejadian anemia pada kehamilan.  
Hubungan Berat Badan Lahir dengan Pertumbuhan dan Perkembangan Yulia Nur Khayati; Sundari Sundari
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 2 No. 2: September 2019
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.581 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v2i2.266

Abstract

Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) merupakan penyebab ke dua kematian bayi di Jawa tengah. Bayi yang lahir dengan BBLR perlu mendapatkan penanganan yang serius, karena pada kondisi tersebut bayi mudah sekali mengalami gangguan. Bayi dengan BBLR memiliki resiko untuk mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan dimasa depan (Kemenkes RI, 2016 ; Dinkes Jateng, 2016; Surami, 2003). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan berat badal lahir dengan pertumbuhan dan perkembangan balita.Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan crosssectional. Penelitian dilaksanakan  tanggal 11 Juli -21 Agustus 2019 diwilayah kerja Puskesmas Ungaran, Leyangan dan Banyubiru. Sampel penelitian ini adalah balita usia 0 – 5 tahun yang berjumlah 137 responden.Teknik pengumpulan data dengan pengukuran pertumbuhan dan perkembangan balita. Hasil Penelitian dianalisis bivariat menggunakan uji chi Square. Hasil penelitian menunjukkan responden dengan riwayat berat lahir normal 86 (62,8%), riwayat berat lahir rendah 51 (37,2%). Status pertumbuhan Normal 83 (60.6%), sangat pendek 45 (32,8%), dan pendek 9 (6,6%) responden. Status perkembangan dengan kategori normal 78 (56,9%) dan kategori suspect 59 (43,1%) responden. Berdasarkan hasil analisis statistik  denganchi square didapatkan hasil bahwa terdapat hubungan antara berat badan lahir dengan pertumbuhan balita dengan p value = 0.025 dan OR = 0.415, dan terdapat hubungan secara statistik antara berat badan lahir dengan perkembangan balita dengan p value = 0.000 dan OR = 4.880.Terdapat hubungan antara berat badan lahir dengan pertumbuhan balita. Terdapat hubungan yang kuat dan signifikan antara berat badan lahir dengan perkembangan balita. Penelitian ini menyarankan kepada orang tua untuk lebih maksimal dalam melakukan stimulasi perkembangan anak dan bagi petugas kesehatan untuk melakukan deteksi dini prenatal untuk mencegah terjadinya BBLR.
Penerapan Hypnobreastfeeding pada Ibu Menyusui Ida Sofiyanti; Fitria Primi Astuti; Hapsari Windayanti
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 2 No. 2: September 2019
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.994 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v2i2.267

Abstract

Angka Kematian Bayi masih tinggi di Indonesia. Menyusui eksklusif dapat mengurangi morbiditas dan mortalitas pada bayi. Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan yang mencukupi seluruh kebutuhan bayi secara fisik, psikologi, sosial dan spiritual. ASI mengandung nutrisi, hormon, unsur kekebalan, faktor pertumbuhan serta anti alergi. Produksi ASI kurang merupakan keluhan paling sering diungkapkan oleh ibu menyusui dan penyebab kegagalan pemberian ASI eksklusif. Kegagalan yang dirasakan ibu dapat menyebabkan stres yang memengaruhi hipotalamus dan kelenjar hipofisis dalam mengekspresikan Adreno Corticotropic Hormone (ACTH). Hal ini memengaruhi hormon adrenalin dan kortisol. Ketika jumlahnya hormon kortisol tinggi, produksi ASI akan terhambat. Hypnobreastfeeding merupakan teknik relaksasi membantu kelancaran proses menyusui secara holistik yang memperhatikan mind, body and soul ibu menyusui.  Hypnobreastfeeding membuat ibu lebih rileks, tenang, dan nyaman selama menyusui sehingga muncul umpan balik positif yaitu peningkatan pelepasan oksitosin dan prolaktin oleh hipofisis. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan kadar hormon prolaktin sebelum dan sesudah penerapan hypnobreastfeeding pada ibu menyusui. Penelitian eksperimen semu (Quasi Experimental) dengan One Group Pre-test dan Post-test Design. Sampel dalam penelitian adalah 10 ibu menyusui. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan kadar prolaktin sebelum dan sesudah hypnobreastfeeding. Berdasarkan hasil penelitian hypnobreastfeeding dapat menjadi intervensi untuk ibu menyusui agar berhasil dalam menyusui secara eksklusif.
Hubungan Penggunaan Kontrasepsi Hormonal dengan Disfungsi Seksual di Wilayah Kerja Puskesmas Lerep Isfaizah Isfaizah; Ari Widyaningsih
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 2 No. 2: September 2019
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.839 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v2i2.270

Abstract

Kontrasepsi hormonal menduduki peringkat pertama pada penggunaan kontrasepsi di Indonesia. Kandungan kontrasepsi hormonal terdiri dari hormon estrogen, progesteron memiliki efek negatif pada kehidupan seksual wanita. Puskesmas Lerep merupakan puskesmas dengan akseptor KB hormonal yang tinggi di Kab.Semarang.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan kontrasepsi hormonal dengan disfungsi seksual di Wilayah Kerja Puskesmas Lerep.Desain penelitian analitik observasional dengan pendekatan crossectional. Populasi adalah seluruh akseptor KB hormonal di Poli KIA-KB dan Praktek Mandiri Bidan (PMB) di Wilayah Kerja Puskesmas Lerep yang meliputi kontrasepsi pil kombinasi, suntikan 1 bulan (kombinasi), suntikan 3 bulan, dan implant Tahun 2019. Sampel penelitian ini sebanyak 200 akseptor KB hormonal yang terbagi 4 kelompok yaitu 50 akseptor KB suntik 3 bulan, 50 akseptor KB implant, 50 akseptor KB pil dan 50 akseptor KB suntik 1 bulan dengan menggunakan purposive sampling. Alat yang digunakan dalam penilaian disfungsi seksual menggunakan Female Sexual Function Index (FSFI) dan untuk karakteristik responden menggunakan ceklist. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariate dengan Chi-Square.Analisis univariat didapatkan sebagian besar akseptor KB kombinasi (KB pil kombinasi) memiliki fungsi seksual yang normal sebesar 60%, akseptor KB suntik 1 bulan (kombinasi)mengalami disfungsi seksual sebesar 58%, akseptor KB DMPA (Depo Medroksi Progesterone Asetat) berupa suntik 3 bulan dan implant mengalami disfungsi seksual sebesar 62% dan 60%. Analisis bivariat tidak ada hubungan yang signifikans antara penggunaan kontrasepsi hormonal dengan disfungsi seksual di Wilayah Kerja Puskesmas Lerep (p=0.101). Efek kontrasepsi hormonal terhadap fungsi seksual berbeda-beda sesuai dengan individu masing-masing. Perlunya peningkatan pengetahuan tentang efek samping kontrasepsi hormonal pada akseptor KB hormonal.
Pengaruh Kombinasi Prenatal Yoga dan Senam Hamil Terhadap Tingkat Kecemasan dan Lama Persalinan Kala I pada Ibu Hamil Trimester III Puji Lestari; Risma Aliviani Putri; Moneca Diah Listiyaningsih
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 2 No. 2: September 2019
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.157 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v2i2.271

Abstract

Kecemasan ibu hamil adalah reaksi ibu hamil terhadap perubahan dirinya dan lingkungan yang membawa perasaan tidak senang atau tidak nyaman. Kecemasan  pada ibu bersalin kala I bisa berdampak meningkatnya sekresi adrenalin menyebabkan lemahnya kontraksi rahim dan berakibat memanjangnya proses persalinan lama. Metode relaksasi yang dapat diterapkan pada ibu hamil yaitu dengan prenatal yoga dan senam hamil yang dapat menurunkan hormon kortisol dan meningkatkan hormon endorphin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi prenatal yoga dan senam hamil terhadap tingkat kecemasan dan lama persalinan kala I pada Ibu hamil Trimester III. Metode penelitian menggunakan eksperimen semu (Quasi Experimental) dengan rancangan Non-Equivalen Control Group Desain. Populasi dalam penelitian berjumlah 30 ibu hamil TM III yang terbagi menjadi 2 kelompok, 15 ibu hamil TM III dengan perlakuan dan 15 ibu  hamil TM III sebagai kontrol. Hasil penelitian pada analisa univariat didapatkan lama persalinan kala I pada kelompok experimen dan kontrol didapatkan hasil bahwa rata-rata lama persalinan kala I pada kelompok eksperimen (yang melakukan prenatal yoga dan senam hamil) yaitu 3,7 jam dan pada kelompok kontrol yaitu rata-rata yaitu 5,9 jam. Hasil penelitian gambaran tingkat kecemasan pada kelompok eksperimen dan kontrol didapatkan hasil rata-rata skor kecemasan 21,7, sedangkan kontrol 32,2. Analisa bivariat kombinasi prenatal yoga dan senam hamil terhadap lama persalinan kala I menggunakan uji T-Test Independent karena berdistribusi normal. Artinya terdapat pengaruh kombinasi prenatal yoga dan senam hamil terhadap kecemasan pada ibu hamil Trimester  yang menghadapi persalinan.  Analisis pengaruh prenatal yoga dan senam hamil terhadap kecemasan pada  ibu  hamil  TM  III dalam menghadapi  proses  persalinan  menggunakan  menggunakan uji T-Test Independent karena data berdistribusi normal. Artinya terdapat pengaruh kombinasi prenatal yoga dan senam hamil terhadap kecemasan pada ibu hamil Trimester  yang menghadapi persalinan.
Pengaruh Hipnoterapi dan Healing Touch Terhadap Perilaku Hiperaktif pada Anak Autis di SLB N Ungaran ari andayani; Ninik Christiani
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 2 No. 2: September 2019
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.852 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v2i2.284

Abstract

Anak autis kerap memiliki masalah terhadap perilakunya salah satunya hiperaktif. Anak autis dan hiperaktif sama sama memiliki permasalahan pada gangguan konsentrasi. Anak autis dan hiperaktif kerap mengalami kesulitan di sekolah, dirumah, serta lingkungan. Anak kerap dipandang nakal dan tidak jarang mengalami penolakan baik dari keluarga maupun teman dan sulit melakukan komunikasi timbal balik. Hipnoterapi dan healing touch merupakan salah satu terapi dengan memberikan sugesti dikombinasikan dengan terapi sentuhan diharapkan dapat menurunkan tingkat hiperaktif pada anak autis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh  hipnoterapi dan touch healing terhadap  perilaku hiperaktif pada anak autis di SLBN Ungaran. Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen semu (Quasi eksperiment) dengan rancangan one group pre test-post test design. Sampel pada penelitian ini 15 anak autis dan waktu perlakuan masing-masing sampel 30 menit dalam sehari. Ada perbedaan yang signifikan perilaku hiperaktif sebelum dan sesudah dilakukan hipnoterapi dan healing touh terhadap perilaku hiperaktif anak autis di SLB N Ungaran dengan p value = 0,000 (α=0,05). Diharapkan sekolah dapat menerapkan teknik hipnoterapi dan healing touch untuk menurunkan perilaku hiperaktif pada anak yang berkebutuhan khusus,
Perbedaan Kadar Hormion Chorionic Gonadotrophine (Hcg) Pada Ibu Hamil Trimester I Yang Mengalami Hiperemesis Gravidarum Sebelum Dan Setelah Dilakukan Hipnotherapi Di Rumah Sakit Umum Ungaran Kabupaten Semarang Ninik Christiani; Ari Andayani
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 2 No. 2: September 2019
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.008 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v2i2.286

Abstract

Anak autis kerap memiliki masalah terhadap perilakunya salah satunya hiperaktif. Anak autis dan hiperaktif sama sama memiliki permasalahan pada gangguan konsentrasi. Anak autis dan hiperaktif kerap mengalami kesulitan di sekolah, dirumah, serta lingkungan. Anak kerap dipandang nakal dan tidak jarang mengalami penolakan baik dari keluarga maupun teman dan sulit melakukan komunikasi timbal balik. Hipnoterapi dan healing touch merupakan salah satu terapi dengan memberikan sugesti dikombinasikan dengan terapi sentuhan diharapkan dapat menurunkan tingkat hiperaktif pada anak autis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh  hipnoterapi dan touch healing terhadap  perilaku hiperaktif pada anak autis di SLBN Ungaran. Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen semu (Quasi eksperiment) dengan rancangan one group pre test-post test design. Sampel pada penelitian ini 15 anak autis dan waktu perlakuan masing-masing sampel 30 menit dalam sehari. Ada perbedaan yang signifikan perilaku hiperaktif sebelum dan sesudah dilakukan hipnoterapi dan healing touh terhadap perilaku hiperaktif anak autis di SLB N Ungaran dengan p value = 0,000 (α=0,05). Diharapkan sekolah dapat menerapkan teknik hipnoterapi dan healing touch untuk menurunkan perilaku hiperaktif pada anak yang berkebutuhan khusus,
Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil dengan Jumlah Kunjungan Antenatal Care di Wilayah Kerja Puskesmas Sikur Kabupaten Lombok Timur Nurul Hikmah Annisa; Susilia Idyawati; Yadul Ulya
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 2 No. 2: September 2019
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.409 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v2i2.287

Abstract

Antenatal Care selama kehamilan sangat penting, karena Antenatal Care dapat mendeteksi secara dini komplikasi kehamilan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu hamil tentang Antenatal Care dengan jumlah kunjungan Antenatal Care. Desain pada penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi 53 orang sampel dilakukan dengan teknik total sampling. Analisa data dengan chi-square. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh dari 53 orang responden mayoritas berumur 20-25 tahun yaitu 25 orang (47,25%) berpendidikan SMU 29 orang (24,7%) belum memiliki anak 17 orang (32,1%) dan usia kehamilan berada pada trimester 3 sebanyak 23 orang (24,4%) dan berpengetahuan baik 31 orang (58,5%). Jumlah kunjungan mayoritas sesuai dengan usia kehamilan yaitu 40 orang (75,5%). Berdasarkan hasil uji statistik tidak ada hubungan antara pengetahuan ibu hamil tentang Antenatal Care dengan jumlah kunjungan Antenatal Care dengan p=0,108>0,05. Dengan demikian tingkat kepatuhan ibu untuk datang melakukan kunjungan setiap dianjurkan oleh bidan merupakan faktor pendukung alasan melakukan kunjugan tanpa mengetahui makna di setiap kunjungan.Untuk itu bidan diharapkan dapat memberikan pendidikan kesehatan tentang Antenatal Care, tujuan Antenatal Care serta jadwal kunjungan Antenatal Care sehingga setiap kunjungan yang dilakukan ibu hamil bermanfaat. Dengan kunjungan kehamilan dapat dipantau kemajuan kehamilan serta menghasilkan ibu dan bayi yang sehat.
Perbedaan Kunjungan Pertama Ibu Hamil Berdasarkan Usia di Poskesdes Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Gunungsari Kabupaten Lombok Barat Kusniyati Utami; Irni Setyawati
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 2 No. 2: September 2019
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.279 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v2i2.288

Abstract

Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat (2017) menyebutkan jumlah kematian ibu dari tahun 2015 sampai dengan tahun 2017 terus mengalami penurunan yaitu dari 95 kasus ke 92 kasus sampai 85 kasus. Kematian ibu saat hamil dapat dicegah dengan pelayanan antenatal oleh tenaga kesehatan sesuai dengan frekuensi kunjungan antenatal minimal empat kali. Kunjungan pertama dilakukan saat usia kehamilan ibu < 16 minggu (Kemenkes RI, 2013), namun masih dijumpai ibu hamil yang melakukan kunjungan pertama antenatal pada trimester kedua dan bahkan trimester ketiga. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan kunjungan pertama ibu hamil berdasarkan usia di Poskesdes wilayah kerja UPTD Puskesmas Gunungsari.Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik secara potong lintang di delapan Poskesdes wilayah kerja UPTD Puskesmas Gunungsari kabupaten Lombok Barat pada bulan November 2018 sampai dengan Januari 2019. Sampel diambil menggunakan tehnik total sampling sebanyak 1042 orang. Data sekunder dikumpulkan dari buku register kohort ibu di delapan Poskesdes wilayah kerja UPTD Puskesmas Gunungsari berupa usia ibu saat kunjungan pertama dan usia kehamilan ibu saat kunjungan pertama. Data diolah secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Terdapat perbedaan bermakna kunjungan pertama ibu hamil antara ibu yang berusia <20 tahun, 20-35 tahun, dan >35 tahun yang ditunjukkan dengan nilai p 0,00001 (<0,05). Diharapkan bidan di Poskesdes lebih meningkatkan peran kader dalam menjaring ibu hamil trimester pertama khususnya yang berusia <20 tahun dan >35 tahun.
Hubungan Pengetahuan Ibu Terhadap Status Imunisasi pada Bayi Usia 12-24 Bulan di Perumahan Lingkar Asri Kelurahan Bajur Kecamatan Labu Api Lombok Barat Baiq Ricca Afrida; Nurul Hikmah Annisa; Gladeva Yugi Antari
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 2 No. 2: September 2019
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.041 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v2i2.289

Abstract

Imunisasi merupakan suatu tindakan pemberian kekebalan kepada anak terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi sebelum berusia 12 bulan yaitu tuberkulosis, polio, hepatitis B, difteri, pertusis, tetanus, dan campak. Imunisasi dasar dengan lengkap dan teratur dengan mendapat semua jenis imunisasi dasar pada waktu anak berusia kurang dari 11 bulan dapat mengurangi angka kesakitan dan kematian balita sekitar 80-95%. Imunisasi dasar yang tidak lengkap, maksimum hanya dapat memberikan perlindungan 25-40%. Peran seorang ibu pada program imunisasi sangat penting, pengetahuan ibu berkaitan dengan imunisasi dasar bayi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya hubungan antara pengetahuan ibu terhadap status imunisasi dasar pada bayi usia 12-24 bulan. Penelitian ini menggunakan desain korelasi deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 40 orang. Pengambilan sampel dengan menggunakan total population. Penelitian ini dilakukan di Perumahan Lingkar Asri Kelurahan Bajur Kecamatan Labu Api Lombok Barat pada Februari-Maret 2018. Instrumen dalam penelitian ini berupa kuesioner. Analisa data yang digunakan chi-square. Dari hasil penelitian disimpulkan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan nilai p=0,000 terhadap status imunisasi dasar. Dari penelitian ini diharapkan agar tenaga kesehatan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, upaya promosi kesehatan berupa support sosial, yakni peningkatan kualitas penyuluhan kesehatan, memberikan motivasi dalam memanfaatkan pelayanan kesehatan terutama imunisasi.

Page 1 of 1 | Total Record : 10