cover
Contact Name
Eko Nur Hermansyah
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6285728009536
Journal Mail Official
janacitta@gmail.com
Editorial Address
Jl. Diponegoro no 186 Gedanganak - Ungaran Timur, Kab. Semarang Jawa Tengah
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JANACITTA: Journal of Primary and Children's Education
ISSN : -     EISSN : 26156598     DOI : 10.35473
Core Subject : Education,
Janacitta this is a scientific publication that contains about the works in the world of education by teachers, lecturers, and society. Scientific work in this published journal is an article of research or innovative and progressive ideas in the field of formal education. Articles of research are scientific publications containing reports of research conducted on the field of education that has been implemented teachers, lecturers and the community in educational units according tupoksinya. Innovative and progressive ideas are progressive ideas in the effort to address the various problems of formal education and learning that exist in the unit of education
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 2 (2025): Janacitta" : 25 Documents clear
Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Uno Stacko terhadap Membaca Pemahaman Bahasa Indonesia Peserta Didik Sekolah Dasar Chalista Alfakhomatun Mabruroh; Vevy Liansari
JANACITTA Vol. 8 No. 2 (2025): Janacitta
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/janacitta.v8i2.4053

Abstract

Abstract This study aims to determine the effect of using Uno Stacko learning media on elementary school students' reading comprehension skills. The method used is quantitative with a one-group pretest-posttest pre-experimental research design. The subjects of the study were 30 fifth grade students of SD Muhammadiyah 1 Wringinanom. The instrument used was an essay test to measure reading comprehension skills given before and after treatment. The results of the descriptive analysis showed an increase in the average pretest score of 31.97 to 87.30 in the posttest. The Shapiro-Wilk normality test showed that the data was normally distributed. The paired-samples T-Test test showed a significance value of 0.000 (p <0.05) which means that there is a significant difference between the pretest and posttest scores. These results indicate that the use of Uno Stacko has a positive and significant effect on improving students' reading comprehension skills. This media is considered effective because it can create a pleasant learning atmosphere, encourage active participation of students, and facilitate understanding of concepts through a concrete approach and educational games. Therefore, Uno Stacko is worth considering as an alternative and innovative educational media for learning Indonesian in elementary schools. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajaran Uno Stacko terhadap keterampilan membaca pemahaman peserta didik sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain penelitian one-group pretest-posttest pre-experimental. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SD Muhammadiyah 1 Wringinanom yang berjumlah 30 orang. Instrumen yang digunakan adalah tes essay untuk mengukur keterampilan membaca pemahaman yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil analisis deskriptif menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata skor pretest sebesar 31,97 menjadi 87,30 pada posttest. Uji normalitas Shapiro-Wilk menunjukkan data berdistribusi normal. Uji Paired Samples T-Test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05) yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penggunaan Uno Stacko berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan keterampilan membaca pemahaman siswa. Media ini dinilai efektif karena dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, mendorong partisipasi aktif peserta didik, serta memudahkan pemahaman konsep melalui pendekatan konkret dan permainan edukatif. Oleh karena itu, Uno Stacko layak dipertimbangkan sebagai media pendidikan alternatif dan inovatif untuk pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar.
Analisis Kesulitan Membaca Permulaan Siswa Kelas III Sekolah Dasar Berdasarkan Teori Belajar Decoding Putri Lestari; Erna Zumrotun; Dwiana Asih Wiranti
JANACITTA Vol. 8 No. 2 (2025): Janacitta
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/janacitta.v8i2.4258

Abstract

Abstract Early reading difficulties remain a common problem in elementary schools. Many lower-grade students struggle with recognizing similar letters, pronouncing vowels and consonants accurately, and understanding combined sounds such as digraphs and diphthongs. These conditions affect reading fluency and text comprehension, which in turn hinder academic achievement. This study aims to analyze the forms of early reading difficulties and their contributing factors among third-grade students at SD Negeri 2 Bawu, using decoding learning theory as the analytical framework. This research employed a qualitative case study approach through observation, interviews, and documentation. The findings reveal that students experienced difficulties in distinguishing vowels, visually similar consonants, and digraphs and diphthongs. Contributing factors include psychological aspects, phonological development, family environment, and limited school teaching strategies. These findings highlight the importance of implementing phonological and multisensory-based learning strategies as well as parental involvement in supporting children’s reading development. This study contributes by providing empirical evidence on early reading difficulties and offering a foundation for developing relevant intervention models in elementary schools. Abstrak Kesulitan membaca permulaan masih menjadi persoalan umum di sekolah dasar. Banyak siswa kelas rendah menunjukkan hambatan dalam mengenali huruf mirip, melafalkan vokal dan konsonan dengan tepat, serta memahami bunyi gabungan seperti digraf dan diftong. Kondisi ini berdampak pada rendahnya kelancaran membaca dan pemahaman teks, sehingga menghambat pencapaian akademik. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk kesulitan membaca permulaan serta faktor-faktor penyebabnya pada peserta didik kelas III SD Negeri 2 Bawu dengan menggunakan teori belajar decoding sebagai landasan analisis. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif jenis studi kasus melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik mengalami kesulitan dalam membedakan huruf vokal, konsonan yang mirip secara visual, serta huruf digraf dan diftong. Faktor penyebab kesulitan meliputi aspek psikologis, perkembangan fonologis, lingkungan keluarga, dan strategi pembelajaran di sekolah yang kurang bervariasi. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan strategi pembelajaran berbasis fonologis dan multisensori serta keterlibatan orang tua dalam mendampingi anak membaca. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan gambaran empiris mengenai kesulitan membaca permulaan sekaligus menawarkan dasar pengembangan model intervensi yang relevan bagi sekolah dasar.
Strategi Kurikulum Islam dan Kurikulum Merdeka untuk Pendidikan Berkualitas Abad 21 Erma Windu Susanti; Sudari; Tri Ani Setiorini; Devi Nuraeni; Tri Eni Widiyawati; Ngurah Ayu Nyoman Murniati
JANACITTA Vol. 8 No. 2 (2025): Janacitta
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/janacitta.v8i2.4003

Abstract

Abstract This article discusses curriculum development from two main perspectives: Islamic education and Independent Curriculum. The purpose of this study is to identify principles, approaches, and best practices in curriculum management to answer the challenges of the 21st century. The method used is a literature review of eleven scientific articles published in reputable journals. The findings show that curriculum development must be based on Islamic values, principles of educational management, technology integration, and competency-oriented. An Independent Curriculum that is adaptive to the needs of students and the world of work is also a key factor in the success of education. This article recommends a holistic approach in planning and implementing a curriculum based on values ​​and science and technologysectors. Abstrak Artikel ini membahas pengembangan kurikulum dari dua perspektif utama yaitu pendidikan Islam dan Kurikulum Merdeka. Tujuan kajian ini adalah mengidentifikasi prinsip, pendekatan, dan praktik terbaik dalam manajemen kurikulum untuk menjawab tantangan abad ke-21. Metode yang digunakan adalah telaah pustaka terhadap sebelas artikel ilmiah yang diterbitkan di jurnal-jurnal bereputasi. Temuan menunjukkan bahwa pengembangan kurikulum harus berbasis nilai-nilai Islam, prinsip manajemen pendidikan, integrasi teknologi, serta berorientasi pada kompetensi. Kurikulum Merdeka yang adaptif terhadap kebutuhan peserta didik dan dunia kerja juga menjadi faktor kunci keberhasilan pendidikan. Artikel ini merekomendasikan pendekatan holistik dalam perencanaan dan implementasi kurikulum berbasis nilai dan IPTEK.
Evaluasi Program Gerakan Literasi Sekolah di SD Negeri Dukuh 02 Salatiga Menggunakan Model CIPP Galuh Helen; Endang Indarini
JANACITTA Vol. 8 No. 2 (2025): Janacitta
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/janacitta.v8i2.4012

Abstract

Abstract This study describes the Implementation, Obstacles and Challenges as well as the Recommendations of the School Literacy Movement Program at Dukuh 02 Public Elementary School, Salatiga. This study uses descriptive qualitative research using the CIPP model. Data collection techniques used through interviews, observations, and document studies conducted with supervisors, principals, teachers, and students. The results of the study indicate that the implementation of the School Literacy Movement Program has been running quite well with routine activities of 15-minute learning habits as pre-learning activities, the provision of reading corners, the use of digital books. However, several obstacles were still found such as limited digital access and low interest in reading in some students. The recommendation given is to have a daily journal that helps students to more easily understand the content of the reading. The results of the study show that all data collection instruments (Interviews, Observations, and Document Studies) have been validated with very valid criteria with a percentage value of 97%.  Abstrak Penelitian ini mendeskripsikan mengenai Implementasi, Hambatan dan Tantangan serta Hasil Rekomendasi dari Program Gerakan Literasi Sekolah di SD Negeri Dukuh 02 Salatiga. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif menggunakan model CIPP. Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen yang dilakukan terhadap pengawas, kepala sekolah, guru, dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Program Gerakan Literasi Sekolah sudah berjalan cukup baik dengan kegiatan rutin pembiasaan pembelajaran 15 menit sebagai kegiatan pra-pembelajaran, penyediaan pojok baca, penggunaan buku digital. Namun masih ditemukan beberapa kendala seperti keterbatasan akses digital dan rendahnya minat baca pada sebagian siswa. Rekomendasi yang diberikan yaitu dengan adanya jurnal harian yang membantu siswa untuk dapat lebih mudah memahami isi bacaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh instrumen pengumpulan data (Wawancara, Observasi, dan Studi Dokumen) telah tervalidasi dengan kriteria sangat valid dengan nilai persentase 97%.
Inovasi dan Pengembangan Kurikulum dalam Berbagai Konteks Pendidikan Azizah Muslikhatun; Windah Lestari; Tutik Poncowati; Bebet Adi Wibawa; Ngurah Ayu Nyoman Murniati
JANACITTA Vol. 8 No. 2 (2025): Janacitta
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/janacitta.v8i2.4020

Abstract

Abstract This study aims to examine various forms of curriculum innovation and development in different educational contexts in Indonesia, including early childhood education, basic education, Islamic schools, and inclusive education. The research employed a literature study by analyzing nationally accredited journal articles published between 2018 and 2024. Article selection was based on keywords such as curriculum innovation, Merdeka Curriculum, Islamic education, inclusive education, and early childhood education. The findings indicate that curriculum innovation in Indonesia is highly contextual. In inclusive education, innovations include the application of the 4D model and curriculum modification through cooperative learning for students with special needs. In early childhood education, flexible play-based curriculum is the main innovation. In basic education, innovation appears in the implementation of the Merdeka Curriculum and the integration of national curriculum with Islamic values through KPPM and tahfidz programs. In Madrasah Tsanawiyah, curriculum innovation is realized through anti-radicalism approaches that promote religious moderation. In conclusion, the identified innovations focus on curriculum flexibility, integration of local and religious values, character development, and inclusive education access. However, challenges such as limited resources, teacher readiness, and policy–practice gaps must be addressed through sustainable, collaborative, and contextual implementation strategies.  Abstrak  Penelitian ini bertujuan mengkaji bentuk-bentuk inovasi dan pengembangan kurikulum dalam berbagai konteks pendidikan di Indonesia, mulai dari PAUD, pendidikan dasar, madrasah, hingga pendidikan inklusif. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis artikel dari jurnal nasional terakreditasi yang diterbitkan pada periode 2018–2024. Pemilihan artikel didasarkan pada kata kunci inovasi kurikulum, Kurikulum Merdeka, pendidikan Islam, pendidikan inklusif, dan pendidikan anak usia dini. Hasil telaah menunjukkan bahwa inovasi kurikulum di Indonesia bersifat kontekstual. Pada pendidikan inklusif, inovasi berupa penerapan model 4D dan modifikasi kurikulum berbasis cooperative learning untuk anak berkebutuhan khusus. Pada PAUD, fleksibilitas kurikulum berbasis bermain menjadi inovasi utama. Pada sekolah dasar, inovasi tampak pada penerapan Kurikulum Merdeka serta integrasi kurikulum nasional dengan nilai-nilai keislaman melalui KPPM dan program tahfidz. Di Madrasah Tsanawiyah, inovasi dilakukan melalui kurikulum anti-radikalisme yang menanamkan moderasi beragama. Kesimpulannya, inovasi kurikulum yang ditemukan berfokus pada fleksibilitas pembelajaran, integrasi nilai lokal dan religius, penguatan karakter, serta akses pendidikan inklusif. Namun, tantangan berupa keterbatasan sumber daya, kesiapan guru, dan kesenjangan kebijakan masih perlu diatasi dengan strategi implementasi yang berkelanjutan, kolaboratif, dan kontekstual.
Transformasi Pendidikan: Kebutuhan dan Tantangan Kompetensi Guru dalam Menghadapi Era Digital Abad-21 Wiwik; Sri Murniyati
JANACITTA Vol. 8 No. 2 (2025): Janacitta
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/janacitta.v8i2.4197

Abstract

Abstract 21st century learning requires mastery of knowledge, skills and abilities in the technological/digital field. This demand requires a significant increase in teacher competence to become effective agents of change. In fact, most teachers still face difficulties in mastering technology and integrating it optimally, so they risk being left behind by technological disruption. This literature study article aims to identify new competency needs and the main challenges faced by teachers in the digital era. The method used is a qualitative literature review by analyzing and synthesizing findings from various journals and related references. The results of the study show that teacher competency in the 21st century must include three main aspects: Character (moral and professional), Skills (critical, creative, collaborative), and Literacy (especially digital literacy), plus Digital Competence for designing learning. The main challenges faced are significant infrastructure gaps, moral and social crises, and the complexity of the demands of the teacher's role. By addressing these gaps and challenges through systemic training and institutional support, teachers can transform into effective facilitators in preparing students to face the demands of a digital society Abstrak Pembelajaran abad ke-21 menuntut penguasaan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan dalam bidang teknologi/digital. Tuntutan ini memerlukan peningkatan kompetensi guru secara signifikan untuk menjadi agen perubahan yang efektif. Faktanya, sebagian besar guru masih menghadapi kesulitan dalam menguasai teknologi dan mengintegrasikannya secara optimal, sehingga berisiko tertinggal oleh disrupsi teknologi. Artikel studi pustaka ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan kompetensi baru dan tantangan utama yang dihadapi guru di era digital. Metode yang digunakan adalah studi literatur (literature review) kualitatif dengan menganalisis dan menyintesis temuan dari berbagai jurnal dan referensi terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa kompetensi guru di abad ke-21 harus mencakup tiga aspek utama: Karakter (moral dan profesional), Keterampilan (kritis, kreatif, kolaboratif), dan Literasi (khususnya literasi digital), ditambah dengan Kompetensi Digital untuk mendesain pembelajaran. Tantangan utama yang dihadapi adalah kesenjangan infrastruktur yang signifikan, krisis moral dan sosial, serta kompleksitas tuntutan peran guru. Dengan mengatasi kesenjangan dan tantangan ini melalui pelatihan yang sistemik dan dukungan institusional, guru dapat bertransformasi menjadi fasilitator yang efektif dalam mempersiapkan siswa menghadapi tuntutan masyarakat digital.
Penggunaan Model Pembelajaran Buzz Group dengan Media Quiziz dalam Pembelajaran PPKn untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas X 7 di SMA Negeri 1 Bergas Semester Genap Tahun Ajaran 2023/2024 Alcaesar Ash Pahlevi; Nani Mediatati
JANACITTA Vol. 8 No. 2 (2025): Janacitta
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/janacitta.v8i2.4294

Abstract

Abstract This study aims to improve the learning outcomes of class X7 students of SMA Negeri 1 Bergas in PPKn subjects through the application of the Buzz Group learning model with Quizizz media. This type of research is classroom action research. This classroom action research was conducted in two cycles. With data collection techniques of observation, documentation, and tests. The data analysis technique uses qualitative and quantitative description techniques to describe the improvement in student learning outcomes in cycles I and II. The results showed a significant increase in student learning outcomes. In the pre-cycle, only 58.33% of students achieved KKM ≥75, in cycle I it increased to 72.22% and in cycle II it reached 88.89%. This increase in learning outcomes shows that the use of the Buzz Group learning model with Quizizz media is effective in improving students' PPKn learning outcomes. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas X7 SMA Negeri 1 Bergas dalam mata pelajaran PPKn melalui penerapan model pembelajaran Buzz Group dengan media Quizizz. Jenis  penelitian ini adalah  penelitian tindakan kelas (clasroom action research).Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam dua siklus. Dengan teknik pengumpulan data observasi, dokumentasi, dan tes. Teknik analisis data menggunakan teknik deskripsi kualitatif dan kuantitatif untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar siswa pada tahap siklus I dan II. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada hasil belajar siswa. Pada pra siklus, hanya 58,33% siswa yang mencapai KKM ≥75, pada siklus I meningkat menjadi 72,22% dan pada siklus II mencapai 88,89%. Peningkatan hasil belajar ini menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran Buzz Group dengan media Quizizz efektif dalam meningkatkan hasil belajar PPKn siswa.
Pengembangan Media Pembelajaran Bermuatan Kearifan Lokal Berbasis Google Sites Materi Warisan Budaya Kelas V Athiyyah Maharani; Sukriadi; Makmun; Tri Wahyuningsih
JANACITTA Vol. 8 No. 2 (2025): Janacitta
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/janacitta.v8i2.4299

Abstract

Abstract Determining the development process, viability, and student response to the developed medium is the aim of this research and development. Learning materials based on google sites that integrate local knowledge are created using ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation) research methodologies. The study's subjects are grade V students at SD Negeri 009 Sungai Kunjang. Users and experts have assessed this media's viability. For their feasibility study, two media experts scored an average of 87.33% in the extremely practicable category, while two material experts scored an average of 91.33% in the same area. When students' responses were evaluated in small-scale trials, the very feasible group received a score of 96.86%, whereas in large-scale trials, the very feasible category received a score of 92.36%. Both small-scale and large-scale trials clearly show these results. This learning resource, which integrates local knowledge from google sites, can be used as a teaching tool in the cultural heritage curriculum of class V of elementary school, according to the results of the user response feasibility test. Abstrak Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini adalah untuk memahami proses pengembangan, menilai kelayakan, serta mengumpulkan tanggapan siswa terhadap media yang telah dibuat. Proses pengembangan media pembelajaran yang mengintegrasikan kearifan lokal ini menggunakan metode penelitian Research & Development (R&D) dengan model ADDIE, yang terdiri dari lima tahap: Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V di SD Negeri 009 Sungai Kunjang. Media pembelajaran ini telah dievaluasi oleh para ahli dan mendapatkan umpan balik dari pengguna. Penilaian kelayakan dari dua ahli media menunjukkan rata-rata nilai sebesar 87,33%, yang termasuk dalam kategori sangat layak. Di sisi lain, penilaian dari dua ahli materi memperoleh rata-rata nilai 91,33%, juga dalam kategori sangat layak. Tanggapan siswa terhadap media ini terlihat dari hasil uji coba yang dilakukan dalam dua skala. Pada uji coba skala kecil, media ini mendapatkan nilai 96,86% dengan kategori sangat layak, sedangkan pada uji coba skala besar, nilai yang diperoleh adalah 92,36%, juga dalam kategori sangat layak. Berdasarkan hasil evaluasi kelayakan dan tanggapan pengguna, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran berbasis google sites bermuatan kearifan lokal ini sangat layak digunakan untuk mengajarkan materi warisan budaya pada siswa kelas V Sekolah Dasar.
Pengembangan Media Pop-Up Book Digital Bermuatan Lokal Kalimantan Timur pada Materi IPAS Kelas V Siti Mutmainah Iis Yuliani; Sukriadi; Taufik Hidayat; Iksam
JANACITTA Vol. 8 No. 2 (2025): Janacitta
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/janacitta.v8i2.4303

Abstract

Abstract The background of this research is the lack of modern and interactive learning resources that integrate technology into the learning process. As a solution, a digital Pop-Up Book about natural wealth was created for fifth-grade elementary school students in the IPAS subject. This media is based on the local wisdom of East Kalimantan. The main objective of this development is to enhance students' appreciation of local culture and make the material easier to understand. Analysis, design, development, implementation, and evaluation are the five steps in the research and development (R&D) method using the ADDIE model. The subjects of the research are fifth-grade students of SD Negeri 008 Samarinda Ilir. Data collection was conducted through observation, interviews, and questionnaires. The trial participants, including teachers, students, media experts, language experts, and content experts, were involved in the data collection process. The validation results indicate that this learning media falls into the "Very Valid" category, with scores of 88.33% from Subject Matter Expert 1, 93.33% from Subject Matter Expert 2, 86.15% from Media Expert 1, 92.30% from Media Expert 2, and 96% from Language Expert. Additionally, the practicality test results were excellent, with a 94% response rate from teachers, 91.27% from the large group trial, and 89.25% from the small group trial. The results show that the digital Pop-Up Book, based on the local wisdom of East Kalimantan, is valid and suitable for use as a learning tool for fifth-grade elementary school IPAS. Abstrak  Latar belakang penelitian ini adalah kurangnya sumber belajar modern dan interaktif yang mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran. Sebagai solusi, sebuah Pop-Up Book digital tentang kekayaan alam dibuat untuk peserta didik kelas V SD dalam mata pelajaran IPAS. Media ini didasarkan pada kearifan lokal Kalimantan Timur. Tujuan utama pengembangan ini adalah untuk meningkatkan apresiasi peserta didik terhadap budaya lokal dan membuat materi lebih mudah dipahami. Analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi adalah lima langkah dalam metode penelitian dan pengembangan (R&D) dengan model ADDIE. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas V SD Negeri 008 Samarinda Ilir. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan angket. Para peserta uji coba, termasuk guru, peserta didik, ahli media, ahli bahasa, dan ahli materi, terlibat dalam proses pengumpulan data. Hasil validasi menunjukkan bahwa media pembelajaran ini termasuk dalam kategori "Sangat Valid,” dengan skor ahli materi 1 sebesar 88,33%, ahli materi 2 sebesar 93,33%, ahli media 1 sebesar 86,15%, ahli media 2 sebesar 92,30%, dan ahli bahasa sebesar 96%. Selain itu, uji coba kepraktisan menunjukkan hasil yang sangat baik, dengan respons guru sebesar 94%, uji coba kelompok besar sebesar 91,27%, dan uji coba kelompok kecil sebesar 89,25%. Hasilnya menunjukkan bahwa Pop-Up Book digital, yang didasarkan pada kearifan lokal Kalimantan Timur, valid dan cocok untuk digunakan sebagai alat pembelajaran untuk IPAS kelas V SD.
Efektivitas Penerapan Model STAD berbantuan Quizizz terhadap Kemampuan Numerasi Matematika Materi Perkalian Siswa SD Elda Olivia Rossalia; Wulan Sutriyani
JANACITTA Vol. 8 No. 2 (2025): Janacitta
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/janacitta.v8i2.4309

Abstract

Abstract This study aims to examine the differences in students' numerical abilities before and after the implementation of the Student Teams Achievement Division (STAD) cooperative learning model, as well as the effectiveness of integrating the model with the digital Quizizz platform in improving students' numerical abilities in elementary schools.  This study uses a quantitative approach with a pre-experimental design, namely the one-group pretest-posttest model. The instruments used include a learning module and 20 validated questions to assess students' abilities through initial and final exams. The results of data analysis show a significant increase in students' numeracy abilities, with an average pretest score of 44.80 and a posttest score of 79.20. The t-test shows that the calculated t-value of 8.684 is greater than the t-table value of 2.064, with a p-value of 0.000, which is below the significance threshold of 0.05. The calculated t value of 8.684 is greater than the t-table value of 2.064, with a p-value of 0.000, which means it is below the significance value of 0.05. Based on these results, the null hypothesis (H₀) is rejected and the alternative hypothesis (Hₐ) is accepted. It can be concluded that the application of the STAD model based on the Quizizz platform is able to significantly improve the mathematical numeracy skills of elementary school students. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perbedaan kemampuan numerasi siswa sebelum dan sesudah diterapkannya model pembelajaran kooperatif Student Teams Achievement Division (STAD ), serta efektivitas integrasi model tersebut dengan platform Quizizz digital dalam meningkatkan kemampuan numerasi siswa di sekolah dasar.​​​​ Populasi dalam penelitian ini adalah siswa/siswi kelas II SDN 1 Tahunan yang berjumlah 25 peserta didik dan sampel yang digunakan sampel jenuh dalam pengambilan sampel. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimental, yaitu model one group pretest-posttest. Instrumen yang digunakan meliputi modul pembelajaran dan 20 soal yang telah divalidasi untuk menilai kemampuan siswa melalui ujian awal dan akhir. Hasil analisis data menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam kemampuan numerasi siswa, dengan rata-rata skor pretest sebesar 44,80 dan skor posttest sebesar 79,20. Uji-t menunjukkan nilai t-hitung sebesar 8,684, lebih besar dari nilai t-tabel sebesar 2,064, dengan nilai p sebesar itu​ yang berada di bawah ambang signifikansi 0,05. Nilai t-hitung sebesar 8,684 lebih besar dibandingkan dengan nilai t-tabel sebesar 2,064, dengan nilai p sebesar 0,000 yang berarti berada di bawah nilai signifikansi 0,05. Berdasarkan pada hasil tersebut hipotesis nol (H₀) ditolak dan hipotesis alternatif (Hₐ) diterima. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model STAD yang berbasis platform Quizizz mampu meningkatkan kemampuan numerasi matematika siswa sekolah dasar secara signifikan.​​​​​​

Page 2 of 3 | Total Record : 25