Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development adalah jurnal multidisiplin ilmiah yang diterbitkan oleh inasti Research di bawah naungan Yayasan Dharma Indonesia Tercinta (DINASTI). Perbitan jurnal ini 4 kali dalam setahun yaitu November, Februari, Mei, dan Agustus. Ruang lingkup dan fokus terkait dengan penelitian dengan pendekatan Multidisipliner, yang meliputi: Ilmu Manajemen, Manajemen SDM, Manajemen Pemasaran & Manajemen Keungan, Ilmu Ekonomi, dan Akuntansi, Ilmu Komputer, Teknologi Informasi Teknik Informatika & Manajemen Informatika, Perdagangan, Manajemen Perhotelan, Pariwisata, Perjalanan, Seni & Budaya, Manjemen Pendidikan, Pendidikan Dasar, Pendidikan Islam & Pendidikan Olahraga, Ilmu Politik, Ilmu Hukum & Ilmu Sosial, Administrasi public & Administrai Pemerintahan, Ilmu Olah Raga, Sejarah & Humaniora, Sosiologi, Psikologi, Ilmu Kesehatan, Kedoteran & Kebidanan, Media & Komunikasi, Ilmu Lingkungan, Ilmu Perpustakaan, Ilmu Pertanian, Perbankan, Manajemen proyek, Manajemen Portofolio, Analisis Keamanan, Kewiraswastaan & Manajemen Retail, Manajemen Tranportasi, Logistik & Expesdidi, Medis, Kesehatan, Kedokteran, Bilogi, Fisika, Kimia, Agoronomi & Pertambangan, dan Teknik Mesin, Teknik Industi & Teknik Perkapalan.
Articles
1,115 Documents
Analisis Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pasien di Instalasi Rawat Jalan RSUD Pringsewu Tahun 2024
Prihantini, Ika Swastika;
Irianto, Sugeng Eko;
Budiati, Endang;
Karyus, Aila;
Rahayu, Dewi
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 6 No. 5 (2024): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development (Juli 20
Publisher : Dinasti Research
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38035/rrj.v6i5.1048
Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator penting dalam menilai kualitas pelayanan kesehatan. Di RSUD Pringsewu, survey kepuasan dilakukan 6 bulan sekali, adapun, waktu tunggu dan kepuasan pasien belum memenuhi target indikator nasional sebesar 100%. Waktu tunggu mencapai 85,77%. Tujuan penelitian yaitu menganalisis hubungan akses, proses penerimaan, waktu tunggu, lingkungan fisik, konsultasi dokter, informasin pada pasien dengan kepuasan pasien di Instalasi Rawat Jalan RSUD Pringsewu. Jenis penelitian, kuantitatif, dengan desain cross sectional. Adapun jumlah sampel sebanyak 146 responden dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Metode pengambilan data menggunakan kuesioner. Hasil analisis statistik menunjukan ada hubungan akses (p-value 0,042), proses penerimaan (p-value 0,017), waktu tunggu (p-value 0,005), lingkungan fisik (p-value 0,026), konsultasi dokter (p-value 0,022), informasi untuk pasien (p-value 0,018) dengan kepuasan pasien. Variabel waktu tunggu dominan berhubungan dengan kepuasan pasien di Instalasi Rawat Jalan dengan (p-value 0,006 dan OR 7,269). Diharapkan manajemen melakukan evaluasi rutin terhadap kinerja staf serta memberikan pelatihan yang diperlukan untuk meningkatkan efisiensi pelayanan dan kemampuan manajemen waktu
Analisis Pengukuran Kinerja dengan Menggunakan Metode Balanced Scorecard Pada PT X
Niki, Ni Nyoman;
Ayu Sista Dewi, Desak
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 6 No. 5 (2024): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development (Juli 20
Publisher : Dinasti Research
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38035/rrj.v6i5.1049
PT X is a company engaged in corporate vehicle rental that still uses the traditional method of measuring the company's performance, namely by measuring the financial aspect only, even though the performance measurement only by looking at the financial aspects still has a weakness, so it is needed to measure the company's performance effectively, one of which is using the balanced scorecard method. There are four balanced scorecard perspectives, namely: (1) financial perspective, (2) customer perspective, (3) internal business process perspective, (4) learning and growth perspective. The purpose of this research to determine the performance of PT X is reviewed from four perspectives. Data collection in this research is carried out by interview and observation, then the data collected is analyzed by the balanced scorecard method. The results of this study showed that the performance of PT X which was measured with four perspectives in the balanced scorecard considered to be quite good while still needing to be improved
Karakterisasi Geokimia Overburden Tambang Batubara Dengan Metode NAPP Di Area PT. Bukit Asam, Tanjung Enim, Sumatera Selatan
Rizkie, Dania;
Ibrahim, Eddy;
Setiawan, Budhi
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 6 No. 5 (2024): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development (Juli 20
Publisher : Dinasti Research
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38035/rrj.v6i5.1050
Material timbunan dari overburden dapat menyebabkan pembentukan air asam tambang (AAT), tujuan dari penelitian ini untuk pencegahan pembentukan AAT pada overburden dari tambang batubara, karakterisasi geokimia memberikan informasi batuan yang berpotensi membentuk AAT dengan menggunakan uji statik sehingga diperoleh nilai Net Acid Generation (NAG) dan Net Acid Producing Potency (NAPP), selanjutnya pH NAG dan NAPP diklasifikasikan menjadi Potential Acid-Forming (PAF) dan Non Acid Forming (NAF). Hasil dari penelitian ini menunjukkan material overburden dengan litologi claystone memiliki pH NAG 3,73 dan NAPP 55,49 Kg H2SO4/ton dan litologi Carbonaceous Claystone dengan pH NAG 3,45 dan NAPP 49,58 Kg H2SO4/ton, litologi sandstone dengan pH NAG 4,46 dan NAPP 59,69 Kg H2SO4/ton, ketiga jenis batuan ini diklasifikasikan menjadi lapisan PAF karena memiliki pH NAG yang rendah dan NAPP yang tinggi, material overburden dengan litologi siltstone memiliki pH NAG 4,66 dan NAPP -34,71 Kg H2SO4/ton. Batuan ini diklasifikasikan menjadi NAF karena memiliki pH NAG diatas 4,5 dan NAPP yang rendah.
Dinamika Hukum Pencalonan Presiden dan Wakil Presiden di Indonesia: Analisis Terhadap Perubahan Peraturan – Peraturan Terkait Pemilu Presiden Tahun 2024
Indra Pratama Putra, Dirga;
Sadino, Sadino;
Rifai, Anis
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 6 No. 6 (2024): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development (Septemb
Publisher : Dinasti Research
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38035/rrj.v6i6.1051
Penelitian ini menginvestigasi dinamika hukum terkait syarat pencalonan presiden dan wakil presiden di Indonesia setelah serangkaian putusan Mahkamah Konstitusi yang kontroversial, khususnya dalam konteks pemilu presiden tahun 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif literatur, dengan fokus pada interpretasi keputusan Mahkamah Konstitusi dan konseptualisasi tentang keadilan dan etika politik. Analisis literatur yang kritis menghasilkan kerangka konseptual yang mendalam, menggambarkan interaksi kompleks antara keputusan hukum dan implikasinya terhadap stabilitas politik dan kepercayaan publik. Hasil penelitian menyoroti pergeseran signifikan dalam regulasi pemilihan umum, mempertanyakan konsistensi dan legitimasi Mahkamah Konstitusi sebagai penjaga konstitusi. Studi ini memberikan wawasan yang berharga bagi pemahaman dinamika hukum dan perkembangan demokrasi di Indonesia.
Perbedaan Durasi Waktu Pembakaran Mixing Foundation pada Make Up Akad Nikah Pengantin
Auralia, Cindy;
Irta Widjajanti, Sri;
Jubaedah, Lilis
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 6 No. 6 (2024): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development (Septemb
Publisher : Dinasti Research
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38035/rrj.v6i6.1052
Dalam industri kecantikan, terutama dalam riasan pengantin, teknik pembakaran foundation sering digunakan untuk mendapatkan hasil yang optimal. Namun, durasi pembakaran yang tepat sering menjadi pertanyaan bagi para make-up artist. Foundation akan dibakar selama 15 detik dan 25 detik kemudian dianalisis hasilnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan hasil make up akad nikah pengantin dengan durasi waktu pembakaran foundation 15 detik dan 25 detik setelah diaplikasikan ke wajah. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuasi eksperimen. Kuasi eksperimen adalah rancangan eksperimen yang dilakukan tanpa pengacakan dan subjek penelitian ditempatkan secara langsung pada masing- masing perlakuan. Teknik pengambilan sampel atau sampling adalah suatu proses dan cara mengambil sampel untuk menduga keadaan suatu populasi. Jenis teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah purposive sampling technique. Pelaksanaan penelitian dilakukan di Gedung H, Universitas Negeri Jakarta pada bulan Mei tahap pelaksanaan diawali dengan menyiapkan alat yang akan digunakan untuk merias model. Setiap perlakuan akan dilakukan terhadap masing- masing lima orang. Penelitian ini menggunakan uji perbandingan yaitu uji t tidak berpasangan (independent t-test). Hasil penelitian memberikan kesimpulan bahwa penggunaan durasi waktu pembakaran foundation selama 15 detik pada make up akad nikah pengantin memberikan hasil yang sama jika dibandingkan dengan durasi 25 detik, berdasarkan hasil penilaian juri. Sehingga hasil ini penting untuk dipertimbangkan oleh make-up artist dalam memilih durasi waktu pembakaran yang optimal untuk mencapai hasil terbaik.
The Effect of Workload on Concentration Disorders With Work Stress in PT Oragon Technology Indonesia
Nawawi, Yusuf;
M Zainul, L.;
Rusba , Komeyni;
Khatami Fahmi Putra, Muhammad;
Zulfikar, Iwan
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 6 No. 5 (2024): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development (Juli 20
Publisher : Dinasti Research
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38035/rrj.v6i5.1055
This study examines the impact of workload on concentration disorders, with work stress as a mediating variable at PT Oragon Teknologi Indonesia. High workload is linked to increased work stress, which can impair concentration. The research uses a qualitative approach, collecting data through in-depth interviews, participatory observation, and document analysis. Results show a significant relationship between high workload and increased work stress, which directly affects employee concentration. Interviews with 20 employees reveal that time pressure, excessive tasks, and lack of support from superiors are key factors increasing workload and stress. The study suggests that PT Oragon Teknologi Indonesia should implement effective workload management strategies, such as task balancing, enhanced support from superiors, and stress management programs, to reduce concentration disorders. These findings contribute to human resource management literature and industry practices in managing employee workload and stress.
Inovasi K3: Integrasi AI dan IoT untuk Meningkatkan Keselamatan Kerja
Khatami Fahmi Putra, Muhammad;
M Zainul, L.;
Rusba, Komeyni;
Nawawi, Yusuf;
Hardiyono, Hardiyono
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 6 No. 5 (2024): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development (Juli 20
Publisher : Dinasti Research
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38035/rrj.v6i5.1056
This research explores innovations in occupational safety and health (OSH) through AI and IoT integration. The study aims to examine how combining AI and IoT can enhance safety across industries. Using a qualitative analytical descriptive method with an empirical normative approach, data were gathered from journals, documentation, and literature reviews. Results indicate that AI and IoT can identify hazards early, monitor real-time conditions, and provide early warnings. Applications include IoT sensors for detecting hazardous gases and AI for predicting accidents based on historical data. These systems improve incident response and reduce corrective action time, boosting productivity and efficiency. The study recommends broader adoption of AI and IoT in OSH strategies to enhance safety and health in various sectors
Teori Turut Serta Melakukan (Medeplegen) Pejabat Pemerintah Dalam Tindak Pidana Korupsi Bantuan Sosial
Saraswaty, Kiki
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 6 No. 6 (2024): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development (Septemb
Publisher : Dinasti Research
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38035/rrj.v6i6.1057
Korupsi kerap berkaitan dengan penyalahgunaan wewenang. Diskursus mengenai wewenang atau kewenangan tidak bisa dilepaskan dari domain hukum administrasi dan/atau hukum tata negara. Dalam mengkaji Ajaran Penyertaan Pidana dalam KUHP dan UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dalam upaya memberantas tuntas tindak pidana korupsi harus mengelaborasi sedalam mungkin tentang ajaran penyertaan dimana di dalam pasal 55 dan 56 KUHP ditentukan bahwa semua adalah sebagai pelaku (als dader). Dalam hal pelaku biasanya tindak pidana korupsi dilakukan oleh orang yang memiliki keahlian khusus atau mempunyai kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan. Penelitian ini menggunakan metode yurudis normatif. Pengertian tindak pidana korupsi menurut Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002, Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, disebutkan : “Setiap orang baik pejabat pemerintah maupun swasta yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan atau denda paling sedikit Rp. 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp. 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).” Perbuatan tindak pidana korupsi merupakan pelanggaran terhadap hak- hak-hak sosial dan hak-hak ekonomi masyarakat, sehingga tindak pidana korupsi tidak dapat lagi digolongkan sebagai kejahatan biasa (ordinary- crimes) melainkan telah menjadi kejahatan luar biasa (extra-ordinary crimes). Sehingga dalam upaya pemberantasannya tidak lagi dapat dilakukan ”secara biasa”, tetapi “dituntut cara-cara yang luar biasa” (extra ordinary enforcement). Sedangkan Perihal Dana Bansos, dalam Pasal 1 angka 15 Peraturan Menteri Dalam Negeri kemudian disingkat Permendagri Nomor 32 Tahun 2011 tentang Dana Bansos Dan Hibah disebutkan bahwa yang dimaksud dengan Dana Bansos adalah “pemberian bantuan berupa uang/barang dari pemerintah daerah kepada individu, keluarga, kelompok dan/atau masyarakat yang sifatnya tidak secara terus-menerus dan selektif yang bertujuan untuk melindungi dari kemungkinan terjadinya resiko sosial”.
Tanggung Jawab Pidana Bagi Pelaku Terhadap Kejahatan Pemalsuan Pita Cukai Menurut Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 Tentang Cukai
Rafles Situmorang, Martinus
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 6 No. 6 (2024): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development (Septemb
Publisher : Dinasti Research
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38035/rrj.v6i6.1058
Cukai merupakan pungutan negara yang berfungsi menyekat penyebaran barang yang harus melunasi cukai, dengan konsekuensi bahwa cukai memberikan kontribusi terhadap pendapatan negara yang berarti. Cukai dapat dikenakan pada semua tahap produksi atau distribusi. Biasanya cukai dinilai berdasarkan karakteristik tertentu dengan mengacu pada nilai, berat, kekuatan, atau jumlah produk. Tindak Pidana dibidang cukai seperti pemalsuan pita cukai rokok akan memberi dampak, yaitu merugikan penghasilan negara. Pelanggaran/kejahatan di bidang ekonomi, perdagangan dan pemenuhan kebutuhan dasar manusia juga semakin meningkat, hal ini membuktikan adanya kebutuhan manusia yang terus berkembang. Tujuan untuk menganalisis Tanggung Jawab Pidana Bagi Pelaku Terhadap Kejahatan Pemalsuan Pita Cukai Menurut Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 Tentang Cukai. Menggunakan metode yuridis normatif yang mengkajidan menganalisis berdsarkan undang-undang dan referensi buku dan jurnal. Hasil penelitianDasar sanksi pada pemalsuan cukai yaitu terdapat dalam Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai. Tahap aplikasi, yaitu pada tahap ini dilihat dalam penerapan pidana yang dilakukan sebagaimana terdakwa diancam pidana yang diatur dalam Pasal 54 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai. Faktor hambatan Penerapan sanksi pada UU Cukai dilakukan melalui dua jenis sanksi yaitu sanksi administrasi dan sanksi pidana.
Penegakan Hukum Tindak Pidana Kepabeanan Berupa Pemalsuan Dokumen Barang Ekpor oleh Penyidik Bea Cukai Tanjung Perak
Musadar Situmorang, Andi
Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 6 No. 6 (2024): Ranah Research : Journal Of Multidisciplinary Research and Development (Septemb
Publisher : Dinasti Research
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38035/rrj.v6i6.1059
Tindak pidana pemalsuan dokumen pabean yang terjadi di wilayah KPPBC Tanjung perak yang semakin meningkat setiap tahunnya maka diperlukannya pengawasan yang lebih ketat terhadap lalu lintas barang yang masuk atau keluar daerah pabean, karena dengan adanya pengawasan yang baik terhadap lalu lintas barang yang masuk atau keluar daerah pabean akan mencegah terjadinya tindak pidana kepabeanan, seperti dokumen pelengkap pabean yang harus selalu melalui tahap pemeriksaan dan pengecekan terlebih dahulu tanpa terkecuali oleh petugas bea cukai sehingga apabila terdapat tindak pidana pemalsuan dokumen harus segera dilakukan tindakan tegas agar pelaku pemalsuan dokumen tidak mengulangi perbuatannya. Menggunakan metode yuridis normatif yaitu menganalisis permasalahan dengan menggunakan undang-undang dan buku-buku serta referensi yang lain. Pemalsuan dokumen adalah praktik yang melibatkan tindakan manipulasi atau mengubah dokumen palsu dengan maksud menipu atau mengelabui pihak lain. Dokumen yang sering kali menjadi sasaran pemalsuan yakni surat-surat resmi, kontrak bisnis, dokumen identitas, tagihan, dokumen barang ekspor-impor di kepabeanan serta berbagai bentuk dokumen lain yang memiliki nilai atau kepentingan hukum.Tindakan ini telah menjadi ancaman serius di berbagai sektor dan merugikan individu, perusahaan, bahkan negara. Undang-Undang Tentang Kepabeanan yakni UU No. 17 Tahun 2006 dalam pasal 103 dimaksud guna menghindari terjadinya pemanipulasian data di dalam dokumen pelengkap pabean, seperti invoicePasal pemalsuan dokumen diatur dalam KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana) Indonesia. Pasal-pasal yang terkait dengan pemalsuan dokumen mencakup Pasal 263 dan Pasal 264.Secara garis besar, Pasal 263 KUHP mengatur bahwa siapa pun yang sengaja mengubah isi surat atau melakukan pemalsuan pada dokumen lainnya dengan niat untuk menipu orang lain, dapat dikenakan hukuman penjara maksimal selama 6 tahun. Upaya preventif yang dilakukan Penyidik PNS adalah dengan cara moralistik yakni dengan melakukan seminar, sosialisasi dan talk show, penyuluhan kepada pelaku usaha dan para pagwai bea cukai, adanya kegiatan kunjungan kampus yang dilakukan oleh mahasiswa, serta dilakukannya upaya pelatihan-pelatihan khusus yang dilaksanakan oleh penyidik PNS di Bea Cukai Tanjung Perak untuk meningkatkan kualitas dan kinerja penyidik itu sendiri.