cover
Contact Name
Yannice Luma
Contact Email
jurnalmedian2021@gmail.com
Phone
+628114825372
Journal Mail Official
median@ustj-jayapura.ac.id
Editorial Address
Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) Jln. Raya Sentani, Padang Bulan, Heram, Kota Jayapura 99351, Papua, Indonesia
Location
Kota jayapura,
P a p u a
INDONESIA
Jurnal Median Arsitektur dan Planologi
ISSN : 23030410     EISSN : 28085655     DOI : https://doi.org/10.58839/jmap.v12i2.1094
Jurnal MEDIAN Arsitektur dan Planologi merupakan jurnal ilmiah gabungan dari dua program studi, yaitu Arsitektur dan PWK (Perencanaan Wilayah dan Kota) Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) - Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) yang dikelola di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM). Jurnal MEDIAN terbit pertama kali pada tahun 2011 dan diterbitkan dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Juni dan Desember mulai tahun 2023 (sebelumnya terbit pada bulan Februari dan Oktober). Disiplin ilmu yang dapat menerbitkan artikelnya melalui jurnal ini adalah yang berkaitan dengan ilmu-ilmu Arsitektur, Perencanaan Wilayah dan Kota serta berkaitan dengan pembangunan yang berkelanjutan.
Articles 112 Documents
KEARIFAN LOKAL DALAM ARSITEKTUR VERNAKULAR RUMOH ACEH Nova Purnama Lisa
Jurnal MEDIAN Arsitektur dan Planologi Vol 2 No 02 (2012): Jurnal Median
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1572.946 KB)

Abstract

Vernacular Architecture is an area of architectural theory that studies the structures made by empirical builders without the intervention of professional architects. There exist many areas of non-professional architectural practice, from primitive shelter in distant communities to urban adaptations of building types that are imported from one country to another. Because of that, vernacular architecture is a very open, comprehensive concept. It is in fact used as a shortcut and a synonymous for several different practices, and theoretical stands on those practices. There is a unique technology in the house of Aceh (Indonesia : Rumoh Aceh) to save homes from fire danger. As we know, the biggest risk in the traditional tropical houses made almost entirely of buildings from nature such as wood, bamboo, thatch, leaves. All are highly flammable. The Traditional Aceh house has a fairly basic designs consisting of a rectangular platform resting on piles with a longitudinal gabled roof. Aceh houses are usually divided into three with the central area reserved for sleeping. The entrance is usually in the middle of one of the long sides and gable end are often decorated with geometric or other non representational design. Aceh Houses is Islamic building design.
Kajian Brak Sebagai Bangunan Vernakular yang Berkelanjutan Studi Kasus: Wilayah Kabupaten Kudus dan Sleman (Study Brak as Vernacular Sustainable Bulding Study: Kudus and Sleman Region) Mochamad Hilmy
Jurnal MEDIAN Arsitektur dan Planologi Vol 2 No 02 (2012): Jurnal Median
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.383 KB)

Abstract

Bangunan vernacular memiliki kebijakan pembangunan dalam menyesuaikan dengan lingkungan masing-masing daerahnya. Beraneka ragamnya bentuk, dan teknik pengerjaan yang dilakukan pada beberapa daerah yang berbeda, sehingga perlu dilakukan pengkajian lebih lanjut pada tingkat vernacular dan keberlanjutan bangunan tersebut. Kajian ini bertujuan untuk melakukan pengujian bahwa brak merupakan bangunan vernacular sustainable building. Metode yang dilakukan pada pengkajian kali ini adalah dengan metode deduktif dengan dasar-dasar teori yang ada sebagai landasannya. Penggalian data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil yang didapatkan dilakukan analisa dan pembahasan meliputi verifikasi antara teori terhadap kondisi yang terjadi pada kedua wilayah yang dianggap mewakili perbedaan tersebut disebabkan perbedaan tempat dan budaya yang berbeda meliputi bahan dan teknik pengerjaan. Dapat ditarik kesimpulan bahwa brak yang ada di Kabupaten Kudus maupun Sleman memiliki kesamaan mendasar sebagai bangunan vernakular serta bangunan-bangunan tersebut juga dapat dikatakan sebagai sustainable building. Tingkat keberlanjutan brak di Kabupaten Sleman lebih tinggi karena selain bahan-bahan alami dan cepat tumbuh yang dimanfaatkan, mereka juga mengenal reuse pada bahan bangunan utamanya.
STRATEGI PENGELOLAAN KAWASAN EKOWISATA MANGROVE DI PANTAI HAMADI KOTA JAYAPURA Min Adii; Basa T Rumahorbo; Janviter Manalu
Jurnal MEDIAN Arsitektur dan Planologi Vol 13 No 1 (2023): Jurnal Median
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58839/jmap.v13i1.1224

Abstract

Konsep pengelolaan ekowisata mulai dipandang penting mengingat banyaknya kerusakan lingkungan akibat aktivitas wisata. Ekowisata menjadi salah satu pilihan untuk memperkenalkan lingkungan yang terjaga alamnya, sekaligus sebagai kawasan kunjungan wisata dan pengembangan lingkungan berbasis pemeliharaan dan konservasi alam. Saat ini hutan mangrove di Pantai Hamadi dan Kampung Tobati, sebagai destinasi ekowisata di Kota Jayapura, belum dikelola dengan baik sehingga diperlukan suatu strategi pengelolaan kawasan ekowisata mangrove pada lokasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun strategi pengelolaan kawasan ekowisata mangrove di Pantai Hamadi Kota Jayapura dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif dan analisis SWOT. Sejalan dengan konsep pengembangan ekowisata berbasis masyarakat maka strategi pengembangan yang disusun difokuskan pada penguatan potensi daerah dan kapasitas masyarakat setempat serta mengurangi atau meminimalisir kekurangan yang ada di daerah tersebut. Strategi dalam pengelolaan kawasan ekowisata mangrove di Pantai Hamadi Kota Jayapura adalah pengembangan ekowisata berbasis masyarakat dengan dukungan pemerintah melalui instansi terkait, menyediakan sarana dan prasarana pendukung yang memadai, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berbagai kegiatan kegiatan yang berhubungan dengan hutan mangrove dan pariwisata, serta sosialisasi kegiatan ekowisata bagi masyarakat.
PENANGANAN BANJIR BERBASIS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI KELURAHAN YABANSAI, DISTRIK HERAM, KOTA JAYAPURA Christine M W Yarangga; Joko Purcahyono; Yannice L M Sitorus
Jurnal MEDIAN Arsitektur dan Planologi Vol 13 No 1 (2023): Jurnal Median
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58839/jmap.v13i1.1225

Abstract

Kawasan permukiman di Kelurahan Yabansai mengalami banjir saat terjadi hujan deras di Kota Jayapura pada awal tahun 2022. Bencana banjir dan diikuti longsor ini menyebabkan korban jiwa di Kota Jayapura, tetapi di Kelurahan Yabansai, hanya menimbulkan kerugian material bagi warga setempat. Kelurahan Yabansai terletak di kawasan berbukit hingga landai dengan permukiman yang relatif padat penduduknya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesiapsiagaan masyarakat dan menyusun strategi penanganan banjir berbasis pemberdayaan masyarakat di Kelurahan Yabansai, Distrik Heram, Kota Jayapura. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dan kualitatif serta menggunakan metode analisis deskriptif. Identifikasi kapasitas warga Kelurahan Yabansai dalam menangani banjir dilakukan lewat penyebaran kuesioner, dan informasi lainnya diperoleh lewat observasi dan wawancara dengan tokoh masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada lima titik lokasi potensial banjir di kawasan permukiman Kelurahan Yabansai dan sebagian besar masyarakat belum siap siaga dalam menghadapi bencana banjir. Penyebab banjir antara lain: drainase belum berfungsi dengan baik akibat sedimentasi, adanya sampah serta ditumbuhi oleh rerumputan, dan ada beberapa tempat belum memiliki saluran drainase. Strategi penanganan banjir berbasis pemberdayaan masyarakat lebih ditekankan pada upaya mitigasi nonstruktural, yaitu: sosialisasi atau penyuluhan kepada masyarakat tentang penanganan bencana banjir.
PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN PERKEBUNAN DI KOTA JAYAPURA Christian Aldy Nugroho; Normalia Ode Yanthy; Yannice L M Sitorus
Jurnal MEDIAN Arsitektur dan Planologi Vol 13 No 1 (2023): Jurnal Median
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58839/jmap.v13i1.1226

Abstract

Terjadi perubahan tutupan lahan pada kawasan peruntukan perkebunan di Kota Jayapura. Hal tersebut diperkirakan akan berdampak antara lain pada tingkat kesejahteraan warganya yang bekerja sebagai petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi laju perubahan luas lahan perkebunan di Kota Jayapura, khususnya Distrik Abepura dan Muara Tami, dan faktor penyebab alih fungsi lahan tersebut. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dan kualitatif serta data penelitian dianalisis dengan metode deskriptif. Data diperoleh antara lain lewat overlay peta tutupan lahan Kota Jayapura selang waktu lima tahun terakhir, observasi lapangan, serta wawancara dengan warga, tokoh masyarakat, dan pihak pemerintah yang terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan luas kawasan perkebunan terjadi akibat pesatnya pembangunan di Kota Jayapura yang membutuhkan sejumlah besar lahan dan kurang produktifnya sektor perkebunan pada kawasan tersebut. Pada tahun 2017, luas kawasan perkebunan sebesar 2.365 Ha dari seharusnya 2.482 Ha sesuai RTRW Kota Jayapura. Pada tahun 2020, luas lahan perkebunan sebesar 2.342 Ha, dan pada tahun 2021, berkurang menjadi 2.333 Ha. Lahan perkebunan berubah menjadi jalan, perkuburan, penambangan galian C, tambak, dan permukiman.
REDESAIN RUSUNAWA UNIVERSITAS SAINS DAN TEKNOLOGI JAYAPURA DENGAN PENDEKATAN KONSEP SMART BUILDING Cakra Putra Pamungkas; Anggia Riani Nurmaningtyas; Indah Sari Zulfiana
Jurnal MEDIAN Arsitektur dan Planologi Vol 13 No 1 (2023): Jurnal Median
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58839/jmap.v13i1.1227

Abstract

Setiap perumahan termasuk rusunawa membutuhkan kenyamanan yang terdiri dari beberapa kategori, yaitu: kenyamanan visual, kenyamanan termal, kenyamanan spasial, dan kenyamanan lingkungan. Kenyamanan tempat tinggal bisa didapatkan melalui sistem smart building yaitu sebuah integrasi teknologi dengan instalasi bangunan yang memungkinkan seluruh perangkat fasilitas gedung dapat dirancang dan diprogram sesuai kebutuhan, keinginan, dan kontrol otomatis terpusat. Rusunawa USTJ di Perumahan Dosen USTJ, Organda, Padang Bulan, berada dalam kondisi yang kurang nyaman, mulai dari penghawaan, keamanan, serta utilitas dalam bangunan sehingga redesain gedung diperlukan agar bangunan mampu memberikan kelayakan bagi penghuninya. Redesain Rusunawa USTJ dengan konsep bangunan pintar adalah usaha menciptakan bangunan hunian yang mampu memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi penghuninya dari segi penghawaan, keamanan, dan utilitas dengan menggunakan teknologi aktif maupun pasif.
STRATEGI PENGELOLAAN WILAYAH PESISIR KABUPATEN SARMI DALAM UPAYA MITIGASI TSUNAMI Danang Pamuji; Prihananto Setiadji; Enos Karapa
Jurnal MEDIAN Arsitektur dan Planologi Vol 13 No 1 (2023): Jurnal Median
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58839/jmap.v13i1.1248

Abstract

Distrik Sarmi merupakan ibukota Kabupaten Sarmi yang mempunyai tatanan tektonik cukup kompleks. Letak geografis yang berada dekat dengan zona subduksi utara Papua di Samudera Pasifik membuat Distrik Sarmi terindikasi ancaman tinggi bencana tsunami. Kepadatan penduduk serta aktivitas perekonomian di Distrik Sarmi akan menambah tingkat kerentanan jika suatu saat terjadi bencana tsunami. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kerentanan bahaya tsunami dan menentukan strategi pengelolaan pesisir untuk mitigasi tsunami di Distrik Sarmi dengan menggunakan metode AHP. Perangkat lunak COMCOT (Cornell Multi-grid Coupled Tsunami Model) digunakan untuk melakukan pemodelan tsunami dengan sumber data sekunder dari historis kejadian gempa bumi dan tsunami di Papua. Dengan skenario sumber gempa bumi kekuatan maksimal M8,7, COMCOT memodelkan waktu tiba gelombang tsunami di pesisir antara 5 – 20 menit dan jarak landaan dapat mencapai maksimum 3 Km ke daratan. Dari hasil peta bahaya tsunami di Distrik Sarmi, 4 kampung/kelurahan berpotensi terkena landaan gelombang tsunami dengan run up sampai dengan 6 meter dan strategi pengelolaan pesisir dalam mitigasi tsunami di Distrik Sarmi harus berwawasan lingkungan dengan alternatif strategi berupa penanaman hutan mangrove.
STRATEGI PENGURANGAN RISIKO BANJIR DI DISTRIK ABEPURA, KOTA JAYAPURA Syawal, Muhammad; Manalu, Janviter; Siallagan, Johnson
Jurnal MEDIAN Arsitektur dan Planologi Vol 13 No 02 (2023): Jurnal Median
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58839/jmap.v13i02.1250

Abstract

Kota Jayapura sering mengalami banjir yang memiliki dampak signifikan, seperti yang terjadi pada tanggal 06 Januari 2022. Penyebab banjir tersebut antara lain adalah cuaca ekstrem dan topografi daerah yang rentan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi pengurangan risiko banjir dengan mengkaji persepsi masyarakat terhadap bencana banjir dan upaya mitigasi yang ada, dengan menggunakan metode skala Likert, serta menentukan strategi pengurangan risiko banjir dengan menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP). Hasil analisis menunjukkan bahwa masyarakat memiliki pemahaman yang baik tentang kejadian bencana banjir dan pentingnya tindakan mitigasi. Namun upaya prabencana masih perlu ditingkatkan agar masyarakat selalu siap siaga. Hasil penelitian lain dengan metode AHP menyatakan bahwa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memiliki peran kunci dalam strategi pengurangan risiko banjir, terutama dalam aspek ekonomi. Salah satu alternatif strategi yang diperoleh adalah penguatan atau pembaruan peraturan sebagai langkah pengurangan risiko banjir. Dengan upaya yang terpadu, diharapkan risiko banjir dapat dikelola secara efektif dan berkelanjutan, sehingga mengurangi dampak negatif bagi masyarakat dan lingkungan Kota Jayapura.
PENINGKATAN LAYANAN PENERANGAN JALAN DALAM KOTA DI KABUPATEN WAROPEN Aronggear, N Epson; Rante, Harmonis; Bachtiar, Petrus
Jurnal MEDIAN Arsitektur dan Planologi Vol 13 No 02 (2023): Jurnal Median
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58839/jmap.v13i02.1291

Abstract

Kota Waropen sebagai pusat pelayanan di Kabupaten Waropen telah berkembang sejak pemekaran tahun 2003 akan tetapi sarana prasarana transportasi yang mendukung aktivitas di daerah perkotaan belum tersedia lengkap di sana, salah satunya adalah Lampu Penerangan Jalan Umum, sehingga mengurangi kenyamanan pengguna jalan pada malam hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat layanan lampu penerangan pada ruas-ruas jalan di Kota Waropen dan faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas layanan lampu penerangan jalan umum di sana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan menggunakan metode analisis deskriptif. Data diperoleh lewat observasi, dokumentasi, dan wawancara informan, yang kemudian dideskripsikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan Penerangan Jalan Umum di Kota Waropen masih memerlukan peningkatan pada berbagai dimensi pelayanan publik. Faktor yang mempengaruhi layanan penerangan jalan umum adalah anggaran dan tenaga teknisi yang terbatas. Suatu injeksi pengeluaran pemerintah dalam pembangunan infrastruktur, termasuk kelengkapannya seperti PJU yang mendukung keamanan dan kenyamanan dalam berkendara di malam hari, selain demi keselamatan warga, juga dapat mendorong lamanya waktu aktivitas ekonomi hingga malam hari.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DI KABUPATEN LANNY JAYA Hattu, Jacky; Poli, Agustina Ivonne; Julison, Bernathius
Jurnal MEDIAN Arsitektur dan Planologi Vol 13 No 02 (2023): Jurnal Median
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58839/jmap.v13i02.1292

Abstract

Jumlah masyarakat yang mengikuti musyawarah perencanaan pembangunan daerah pada setiap distrik di Kabupaten Lanny Jaya mengalami penurunan dari tahun ke tahun, padahal masyarakat memiliki peran penting dalam setiap program pemerintah termasuk proses penentuan kebijakan di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk partisipasi masyarakat, tingkatan partisipasi masyarakat, serta mengetahui faktor penentu partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan melalui musyawarah perencanaan pembangunan daerah di Kabupaten Lanny Jaya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan menggambarkan keadaan yang sebenarnya dari objek penelitian dan data diperoleh melalui penyebaran kuesioner serta pengamatan di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk partisipasi masyarakat berupa solidaritas dalam diskusi kelompok, khususnya saat dalam pengambilan keputusan. Tingkat partisipasi masyarakat di Kabupaten Lanny Jaya, khususnya pada saat mengikuti musrenbang, berada pada kategori tinggi. Dalam musrenbang daerah, lebih banyak partisipan laki-laki (99,2 %), mayoritas responden berusia 31 – 40 tahun (53,3%), dan sebagian besar memiliki pendidikan SMA sederajat (45,8%). Rendahnya tingkat partisipasi perempuan dalam musrenbang disebabkan oleh faktor budaya patriarki yang masih erat dipegang di Kabupaten Lanny Jaya.

Page 9 of 12 | Total Record : 112