cover
Contact Name
Yannice Luma
Contact Email
jurnalmedian2021@gmail.com
Phone
+628114825372
Journal Mail Official
median@ustj-jayapura.ac.id
Editorial Address
Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) Jln. Raya Sentani, Padang Bulan, Heram, Kota Jayapura 99351, Papua, Indonesia
Location
Kota jayapura,
P a p u a
INDONESIA
Jurnal Median Arsitektur dan Planologi
ISSN : 23030410     EISSN : 28085655     DOI : https://doi.org/10.58839/jmap.v12i2.1094
Jurnal MEDIAN Arsitektur dan Planologi merupakan jurnal ilmiah gabungan dari dua program studi, yaitu Arsitektur dan PWK (Perencanaan Wilayah dan Kota) Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) - Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) yang dikelola di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM). Jurnal MEDIAN terbit pertama kali pada tahun 2011 dan diterbitkan dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan Juni dan Desember mulai tahun 2023 (sebelumnya terbit pada bulan Februari dan Oktober). Disiplin ilmu yang dapat menerbitkan artikelnya melalui jurnal ini adalah yang berkaitan dengan ilmu-ilmu Arsitektur, Perencanaan Wilayah dan Kota serta berkaitan dengan pembangunan yang berkelanjutan.
Articles 123 Documents
PERANCANGAN KONSERVATORI DAN LABORATORIUM ANGGREK BERBASIS ARSITEKTUR BERKELANJUTAN DI JAYAPURA Rumayomi, Djenny M.S; Nurmaningtyas, Anggia Riani; Utomo, Sugito
Jurnal MEDIAN Arsitektur dan Planologi Vol 15 No 01 (2025): Jurnal Median
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58839/jmap.v15i01.1536

Abstract

Konservasi anggrek sebagai tanaman endemik Papua membutuhkan dukungan infrastruktur arsitektur yang responsif terhadap iklim, ekologis, dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan merancang konservatori dan laboratorium anggrek yang terintegrasi dengan fungsi edukatif dan ilmiah di Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura. Metode pendekatan yang digunakan adalah studi tapak, analisis iklim, serta integrasi prinsip arsitektur berkelanjutan. Hasil perancangan menunjukkan bahwa pemanfaatan panel surya, sistem rainwater harvesting, ventilasi silang, dan pemilihan material lokal mampu menciptakan sistem bangunan yang efisien dan kontekstual. Selain itu, zonasi fungsi ruang yang terdiri dari ruang kultur jaringan, nursery, aklimatisasi, dan ruang edukasi publik menjadi inovasi utama dalam mendukung siklus hidup anggrek secara menyeluruh. Konservatori ini tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas pelestarian tanaman, tetapi juga sebagai laboratorium terbuka yang mendukung pembelajaran lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Integrasi antara desain arsitektural dan strategi konservasi menjadikan proyek ini sebagai model konservasi tropis berkelanjutan yang dapat direplikasi di wilayah lain dengan karakter serupa.
REKONSTRUKSI KARIWARI SETELAH TSUNAMI 2011: PELESTARIAN ARSITEKTUR VERNAKULAR PAPUA DI TELUK YOUTEFA JAYAPURA Salipu, Muhammad Amir; Nurmaningtyas, Anggia Riani; Utomo, Sugito; Amir, Auryn Lusda
Jurnal MEDIAN Arsitektur dan Planologi Vol 15 No 01 (2025): Jurnal Median
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58839/jmap.v15i01.1549

Abstract

Bencana tsunami besar yang melanda pesisir timur Jepang pada tanggal 11 Maret 2011 berdampak hingga ke wilayah pantai utara Papua, termasuk Teluk Youtefa, Kota Jayapura. Gelombang tsunami ini merusak banyak infrastruktur penting, seperti jalan jerambah dan bangunan adat Kariwari di Kampung Enggros, kawasan Teluk Youtefa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dampak tsunami Jepang tahun 2011, yang dianggap sebagai penyebab utama kerusakan struktur Kariwari di Teluk Youtefa, mempelajari kearifan lokal suku Enggros tentang standar spasial tradisional untuk penempatan Kariwari. dan menyarankan teknik rekonstruksi untuk struktur Kariwari yang tahan terhadap gelombang laut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan data diperoleh lewat observasi lapangan. Dampak gelombang tsunami terhadap kegagalan struktural Kariwari dinilai, bersama dengan pengetahuan tradisional masyarakat Enggros tentang tempat konstruksi yang aman. Penelitian ini menghasilkan tiga temuan penting, yaitu: resonansi tsunami meningkatkan ketinggian gelombang laut di Teluk Youtefa yang menghancurkan Kariwari; lokasi revitalisasi Kariwari yang dibangun pada tahun 2010 melanggar aturan spasial konvensional karena berada di paling luar jalur jerambah yang membuatnya rentan terhadap gelombang langsung; dan rekonstruksi yang disarankan adalah bangunan Kariwari ditempatkan kembali di tengah jalur jerambah, seperti yang dilakukan secara konvensional, dengan perkuatan pada tiang pondasi bangunan.
KAJIAN TINGKAT KENYAMANAN JALUR PEDESTRIAN PADA JALAN IMAM BONJOL KOTA SEMARANG BERDASARKAN PERSEPSI PENGGUNA Mukti, Dhatu Dinar; Wahjoerini, Wahjoerini
Jurnal MEDIAN Arsitektur dan Planologi Vol 15 No 01 (2025): Jurnal Median
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58839/jmap.v15i01.1497

Abstract

Jalan Imam Bonjol merupakan salah satu jalan protokol yang merupakan akses utama untuk menuju pusat pemerintahan di Kota Semarang. Pada kawasan sepanjang jalan Imam Bonjol terdapat berbagai macam aktivitas seperti perumahan, pendidikan, perkantoran, dan komersial antara lain: pertokoan, restoran, dan hotel yang padat serta berdekatan. Hal ini membuat kawasan Jalan Imam Bonjol memiliki intensitas kegiatan lalu lintas, baik kendaraan bermotor maupun pejalan kaki, cukup tinggi. Beragamnya aktivitas yang ada di kawasan Jalan Imam Bonjol harus didukung dengan jalur pedestrian sebagai wadah aktivitas pejalan kaki yang berfungsi sesuai Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009. Hal ini penting untuk menjaga agar ruang publik khususnya jalur pedestrian dapat berfungsi sebagai prasarana transportasi jarak pendek yang efektif dan nyaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kenyamanan jalur pedestrian di Jalan Imam Bonjol berdasarkan persepsi pengguna. Metode analisis yang gunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis kuantitatif deskriptif. Kajian ini mengacu pada 8 aspek penting dari kenyaman jalur pedestrian yaitu aspek: sirkulasi, iklim dan kekuatan alam, kebisingan, bau-bauan, bentuk, keamanan, kebersihan, dan keindahan. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini adalah jalur pedestrian Jalan Imam Bonjol Kota Semarang memiliki tingkat kenyamanan yang tergolong Nyaman, dengan perolehan persentase sebesar 70%. Perolehan tingkat kenyamanan jalur pedestrian yang tergolong nyaman tersebut menunjukkan bahwa pengguna tidak merasa terganggu akan tetapi terkadang masih mengharapkan sebuah perbaikan. Hal dasar yang paling mempengaruhi nilai tersebut ialah aspek bentuk yang terkait dengan kondisi perkerasan jalur pedestrian dan ketersediaan fasilitas pendukung.
KARAKTERISTIK TRANSPORTASI UDARA DI KABUPATEN PEGUNUNGAN BINTANG PROVINSI PAPUA PEGUNUNGAN Apintamon, Panuel; Sitorus, Yannice Luma Marnala; Hartopo, Agus; Pearlyn, Maria P
Jurnal MEDIAN Arsitektur dan Planologi Vol 15 No 02 (2025): Jurnal Median
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58839/jmap.v15i02.1518

Abstract

Kabupaten Pegunungan Bintang, sebagai salah satu daerah di Provinsi Papua Pegunungan, menghadapi tantangan dalam pengembangan infrastruktur akibat kondisi geografisnya yang bergunung-gunung dan terpencil. Mayoritas penduduknya adalah suku asli Papua yang sangat bergantung pada transportasi udara sebagai moda transportasi utama. Terdapat beberapa bandara perintis dengan kondisi masih sederhana, landasan pacu tanah dan fasilitas terbatas, serta frekuensi penerbangan yang rendah akibat kurangnya minat maskapai beroperasi di sana. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik layanan transportasi udara di wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menggambarkan situasi aktual transportasi udara di Kabupaten Pegunungan Bintang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan akses udara berkontribusi pada tingginya harga barang dan kesulitan dalam mendapatkan kebutuhan pokok. Faktor alam, seperti: kondisi topografi, cuaca, suhu, dan kelembaban, merupakan faktor dominan yang mempengaruhi layanan transportasi udara di Kabupaten Pegunungan Bintang dan untuk mengatasinya perlu dukungan sumber daya manusia yang handal. Perlu juga suatu kebijakan di bidang transportasi yang berpihak pada kepentingan masyarakat Kabupaten Pegunungan Bintang agar terwujud pemerataan akses mobilitas bagi penduduk di sana mengingat mahalnya biaya angkutan transportasi udara.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN KAYO PULAU DI KAMPUNG TAHIMA SOROMA DISTRIK JAYAPURA SELATAN KOTA JAYAPURA Flassy, Gabriel Frits D; Yanthy, Normalia Ode; Musfira, Musfira; Labok, Anna M; Wally, Johanes F
Jurnal MEDIAN Arsitektur dan Planologi Vol 15 No 01 (2025): Jurnal Median
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58839/jmap.v15i01.1520

Abstract

Kampung Tahima Soroma merupakan kampung adat pesisir di Kayo Pulau, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, yang dihuni oleh masyarakat asli Port Numbay. Permukiman kampung ini didominasi oleh rumah panggung di atas perairan, dengan akses terbatas terhadap infrastruktur dasar seperti air bersih, sanitasi, dan pengelolaan sampah. Meskipun letaknya strategis dan dekat dengan pusat kota, kampung ini menghadapi tantangan serius terkait kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan permukiman, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan campuran (mixed methods) dan metode analisis deskriptif serta memperoleh data primer melalui penyebaran kuesioner, observasi lapangan, dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat masih tergolong rendah hingga sedang, dengan indeks rata-rata 38%. Partisipasi tertinggi terlihat pada pemeliharaan jalan lingkungan yang berbasis norma adat, namun rendah pada aspek konservasi, pengelolaan sanitasi, dan pemanfaatan air bersih. Minimnya fasilitas dasar, rendahnya pendapatan warga, rendahnya kesadaran lingkungan, dan kurangnya pelibatan dalam perencanaan menjadi faktor penghambat utama. Penelitian ini merekomendasikan strategi peningkatan partisipasi melalui penyediaan sarana-prasarana, edukasi lingkungan, dan pendekatan berbasis budaya lokal.
PERENCANAAN PASAR PELELANGAN IKAN HAMADI DI KOTA JAYAPURA Zebua, Mercyana Trianne; Buntu, Erwin
Jurnal MEDIAN Arsitektur dan Planologi Vol 15 No 01 (2025): Jurnal Median
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58839/jmap.v15i01.1522

Abstract

Pasar Pelelangan Ikan (PPI) Hamadi merupakan pusat kegiatan perikanan laut di Kota Jayapura, yang terletak di pinggir Pantai Hamadi dan merupakan salah satu pasar ikan yang direncanakan menjadi kawasan minapolitan tangkap, sehingga akan dibutuhkan penambahan fasilitas pendukungnya. Aktivitas perdagangan di PPI Hamadi saat ini meningkat seiring dengan meningkatnya hasil tangkapan ikan, yang menyebabkan kondisi pasar menjadi kotor serta ruang parkir yang sempit dan tidak tertata dengan baik. Akan dibutuhkan perbaikan dan penambahan fasilitas fisik pasar ikan yang juga sesuai standar pasar sehat. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan pengembangan PPI Hamadi sesuai dengan kebutuhan akan fasilitas pasar yang meningkat. Metode penelitian yang digunakan ialah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan melihat kondisi eksisting pasar saat ini dengan penggunaan teori yang dipaparkan secara kualitatif. Tahapan analisis dan sintesis dilakukan dengan metode programatik yang merupakan metode penyelesaian suatu masalah secara sistematis dan berurutan hingga mendapatkan konsep perencanaan sesuai standar. Hasil dari kajian menunjukkan bahwa perlu penataan ulang atau redesain pada bangunan dengan fungsi utama pasar pelelangan ikan sesuai parameter dan kriteria desain yang telah ditetapkan.
SEBARAN LOKASI PEDAGANG KAKI LIMA (PKL) DI DISTRIK HERAM KOTA JAYAPURA Wanimbo, Ronald; Sitorus, Yannice L M; Purcahyono, Joko
Jurnal MEDIAN Arsitektur dan Planologi Vol 15 No 01 (2025): Jurnal Median
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58839/jmap.v15i01.1534

Abstract

Pedagang kaki lima (PKL) sering dikaitkan dengan dampak negatif bagi lingkungan perkotaan, antara lain: kotor, kumuh dan tidak tertib, akan tetapi keberadaannya masih dibutuhkan masyarakat. Pemerintah Kota Jayapura telah berupaya untuk mengatur PKL, yang antara lain dengan menetapkan lokasi berdagangnya namun masih belum efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan preferensi PKL terhadap lokasi berdagang serta persepsi masyarakat terhadap keberadaan PKL pada lima lokasi di Distrik Heram, Kota Jayapura. Berdasarkan perilaku PKL ini, dapat dibuat perencanaan dan pengaturan ruang lokasi berdagang yang paling tepat dan kemudian dapat diimplementasikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif serta metode analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PKL merupakan salah satu alternatif mata pencaharian bagi warga Kota Jayapura di Distrik Heram, yang tidak dapat memasuki sektor formal. PKL cenderung mengelompok menurut jenis dagangannya dan jenis usaha yang paling banyak diminati adalah makanan. Dari kelima lokasi observasi di Distrik Heram, Perumnas IV Padang Bulan dan Kampung Yoka merupakan lokasi dengan tingkat kunjungan masyarakat masih rendah, sedangkan Mega Waena, Expo Waena dan Perumnas III Kampwolker merupakan lokasi yang sangat diminati oleh masyarakat dan PKL walaupun bukan merupakan lokasi formal sesuai ketetapan Pemerintah Kota Jayapura. Kegiatan PKL pada ruang informal ini tidak didukung dengan sarana dan prasarana pendukung aktivitas berdagang di sana. Kebijakan yang dapat diambil oleh pemerintah adalah antara lain menetapkan lokasi-lokasi PKL menjadi lokasi formal setelah dikaji secara teknis, melengkapinya dengan fasilitas layanan publik, serta mengawasi setiap lokasi tersebut agar tidak berkembang menjadi kumuh dan semrawut.
PERANCANGAN KONSERVATORI DAN LABORATORIUM ANGGREK BERBASIS ARSITEKTUR BERKELANJUTAN DI JAYAPURA Rumayomi, Djenny M.S; Nurmaningtyas, Anggia Riani; Utomo, Sugito
Jurnal MEDIAN Arsitektur dan Planologi Vol 15 No 01 (2025): Jurnal Median
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58839/jmap.v15i01.1536

Abstract

Konservasi anggrek sebagai tanaman endemik Papua membutuhkan dukungan infrastruktur arsitektur yang responsif terhadap iklim, ekologis, dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan merancang konservatori dan laboratorium anggrek yang terintegrasi dengan fungsi edukatif dan ilmiah di Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura. Metode pendekatan yang digunakan adalah studi tapak, analisis iklim, serta integrasi prinsip arsitektur berkelanjutan. Hasil perancangan menunjukkan bahwa pemanfaatan panel surya, sistem rainwater harvesting, ventilasi silang, dan pemilihan material lokal mampu menciptakan sistem bangunan yang efisien dan kontekstual. Selain itu, zonasi fungsi ruang yang terdiri dari ruang kultur jaringan, nursery, aklimatisasi, dan ruang edukasi publik menjadi inovasi utama dalam mendukung siklus hidup anggrek secara menyeluruh. Konservatori ini tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas pelestarian tanaman, tetapi juga sebagai laboratorium terbuka yang mendukung pembelajaran lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Integrasi antara desain arsitektural dan strategi konservasi menjadikan proyek ini sebagai model konservasi tropis berkelanjutan yang dapat direplikasi di wilayah lain dengan karakter serupa.
REKONSTRUKSI KARIWARI SETELAH TSUNAMI 2011: PELESTARIAN ARSITEKTUR VERNAKULAR PAPUA DI TELUK YOUTEFA JAYAPURA Salipu, Muhammad Amir; Nurmaningtyas, Anggia Riani; Utomo, Sugito; Amir, Auryn Lusda
Jurnal MEDIAN Arsitektur dan Planologi Vol 15 No 01 (2025): Jurnal Median
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58839/jmap.v15i01.1549

Abstract

Bencana tsunami besar yang melanda pesisir timur Jepang pada tanggal 11 Maret 2011 berdampak hingga ke wilayah pantai utara Papua, termasuk Teluk Youtefa, Kota Jayapura. Gelombang tsunami ini merusak banyak infrastruktur penting, seperti jalan jerambah dan bangunan adat Kariwari di Kampung Enggros, kawasan Teluk Youtefa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dampak tsunami Jepang tahun 2011, yang dianggap sebagai penyebab utama kerusakan struktur Kariwari di Teluk Youtefa, mempelajari kearifan lokal suku Enggros tentang standar spasial tradisional untuk penempatan Kariwari. dan menyarankan teknik rekonstruksi untuk struktur Kariwari yang tahan terhadap gelombang laut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan data diperoleh lewat observasi lapangan. Dampak gelombang tsunami terhadap kegagalan struktural Kariwari dinilai, bersama dengan pengetahuan tradisional masyarakat Enggros tentang tempat konstruksi yang aman. Penelitian ini menghasilkan tiga temuan penting, yaitu: resonansi tsunami meningkatkan ketinggian gelombang laut di Teluk Youtefa yang menghancurkan Kariwari; lokasi revitalisasi Kariwari yang dibangun pada tahun 2010 melanggar aturan spasial konvensional karena berada di paling luar jalur jerambah yang membuatnya rentan terhadap gelombang langsung; dan rekonstruksi yang disarankan adalah bangunan Kariwari ditempatkan kembali di tengah jalur jerambah, seperti yang dilakukan secara konvensional, dengan perkuatan pada tiang pondasi bangunan.
INTEGRASI PETA ADAT KE RTRW SERTA KEBIJAKAN SATU PETA DI KABUPATEN SARMI Ruwayari, Daniel Ronaldo
Jurnal MEDIAN Arsitektur dan Planologi Vol 15 No 02 (2025): Jurnal Median
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58839/jmap.v15i02.1563

Abstract

Peta wilayah adat memegang peran strategis dalam perlindungan hak masyarakat hukum adat dan perencanaan pembangunan yang berkeadilan. Di Kabupaten Sarmi, wilayah adat dari lima suku besar telah dipetakan dan dilampirkan dalam Peraturan Daerah tentang Masyarakat Hukum Adat. Namun statusnya masih bersifat indikatif dan belum memenuhi standar teknis sesuai Peraturan BIG No. 12 Tahun 2017, sehingga belum dapat diintegrasikan ke dalam dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi prosedur penyusunan peta wilayah adat di Kabupaten Sarmi. Kajian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif dengan studi pustaka, wawancara, dan analisis spasial untuk menilai kesiapan integrasi peta adat ke dalam RTRW. Hasil kajian menunjukkan bahwa hambatan utama terletak pada belum adanya sistem validasi spasial, lemahnya koordinasi kelembagaan, serta keterbatasan kapasitas teknis pemerintah dan masyarakat adat. Meskipun partisipasi masyarakat meningkat, tanpa dukungan administrasi dan kebijakan yang sistematis, peta adat belum dapat dijadikan acuan dalam tata ruang. Studi ini merekomendasikan pembentukan Tim Validasi Wilayah Adat, penguatan Forum Multi Pihak (MSF), serta percepatan penyesuaian data spasial dengan Kebijakan Satu Peta agar pengakuan wilayah adat dapat berjalan legal, teknis, dan partisipatif.

Page 12 of 13 | Total Record : 123