cover
Contact Name
HAMAM BURHANUDDIN
Contact Email
rumahjurnal@unugiri.ac.id
Phone
+6281330496000
Journal Mail Official
attuhfah@unugiri.ac.id
Editorial Address
https://journal.unugiri.ac.id/index.php/at-tuhfah/about/editorialTeam
Location
Kab. bojonegoro,
Jawa timur
INDONESIA
At-Tuhfah : Jurnal Studi Keislaman
ISSN : 20890060     EISSN : 2614493X     DOI : https://doi.org/10.32665/attuhfah
Core Subject : Religion, Education,
Jurnal At-Tuhfah adalah jurnal yang khusus membahas kajian keislaman. Lingkup jurnal At Tuhfah antara lain: Pendidikan Agama Islam, Studi Hukum Islam, dan Budaya Islam
Articles 114 Documents
PUJIAN SETELAH ADZAN UNTUK PERKEMBANGAN KECERDASAN SPIRITUAL ANAK Tutik, Tutik; Ulfa, Ulfa; Tsaqibul Fikri, Mohammad
At-Tuhfah : Jurnal Studi Keislaman Vol. 9 No. 1 (2020): At-Tuhfah: Jurnal Keislaman
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.145 KB) | DOI: 10.32665/attuhfah.v9i1.635

Abstract

Praise readings after the call to prayer as one method to be used as a guide for children in stimulating spiritual intelligence. This method is effective if used for early childhood. With praise, children can memorize the obligatory nature of God, prayer, and prayers. In it, there is a moral message so that the reading of praise can inspire children to be applied in everyday life. Praise readings have a high religious meaning in which there are meanings of monotheism, tawakal, istigfar, and worship to the Prophet. Praise also contains remembrance, exhortation, and advice. Living up to its meaning, it is very beneficial and has a role for children's spiritual intelligence. This research took place in the Madin Ula Al Huda Institute, Sumbertlaseh Village, Dander District, Bojonegoro Regency. This paper describes the spiritual intelligence of children in the Madin Ula Al Huda institution Sumbertlaseh Village, Dander District, Bojonegoro Regency. It can be concluded that praise can lead children to get to know the Attributes of God, to be prepared, pray so that it makes it easier for children to memorize them. This effort to instill spiritual intelligence through praise in Madin Ula Al Huda Sumbertlaseh Village is categorized as effective so that children can apply these habits not only in madrasas and children are motivated to implement those in the praise.
TEORI KONFLIK DIALEKTIKA RALF DAHRENDORF izza, yogi prana
At-Tuhfah : Jurnal Studi Keislaman Vol. 9 No. 1 (2020): At-Tuhfah: Jurnal Keislaman
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.037 KB) | DOI: 10.32665/attuhfah.v9i1.636

Abstract

This paper focuses on discussing how to structure society according to Dahrendorf, how he built his theory; from where the building theory came from, and what new thesis Daherendorf produced. Dahrendorf sees social reality as having two faces (conflict and consensus). Therefore, the theory of sociology is divided into two parts; conflict theory and consensus theory. Here it is seen that Daherndorf in theory tried to perfect Marx and Weber's opinions on social reality. The final aspect of Dahrendorf's conflict theory is the link between conflict and social change. Conflict, according to him, leads to change and development. In conflict situations, the groups involved take actions that make changes in the social structure.
ANALISIS PENDIDIKAN SOSIAL ANAK PERSPEKTIF ABDULLAH NASIH ULWAN DALAM KITAB TARBIYAH AL-AWLAD FI AL-ISLAM badi, ulva; Atiyatul Mahfudoh, Sitti
At-Tuhfah : Jurnal Studi Keislaman Vol. 9 No. 1 (2020): At-Tuhfah: Jurnal Keislaman
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.515 KB) | DOI: 10.32665/attuhfah.v9i1.637

Abstract

era globalisasi adalah era kemajuan. Diantaranya adalah kemajuan teknologi. Hal ini pasti akan banyak berimbas kepada kehidupan manusia. Utamanya kehidupan dalam bermasyarakat. Tidak dapat dipungkiri kemajuan teknologi sangat memberi dampak kepada kehidupan manusia. Disatu sisi membawa kemajuan, disisi lain membawa perubahan dalam kehidupan bermasyarakat. Pengaruh globalisasi dengan ditandai keterbukaan media semakin membanjiri anak-anak. Anak-anak lebih tertarik dengan gadget dibanding bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya. Padahal masyarakat merupakan salah satu tempat berlangsungnya Pendidikan. Maka bermasyarakat merupakan suatu keniscayaan. Sudah sepatutnya tanggung jawab pendidikan sosial anak amat penting bagi orang tua dan guru dalam mendidik anak agar menjadi anggota masyarakat yang baik. Terdapat banyak sekali konsep pendidikan sosial anak, Salah satu konsep pendidikan sosial untuk anak tertuang dalam kitab Tarbiyah Al-Awlad Fi Al-Islam karya Abdullah Nasih Ulwan. Menurut Abdullah Nasih Ulwan, Pendidikan sosial adalah mendidik anak sejak dini untuk komit dengan etika sosial yang baik dan dasar-dasar jiwa yang luhur, yang bersumber dari akidah islam yang abadi dan perasaan iman yang dalam. Dengan demikian si anak dapat hidup di masyarakat dengan pergaulan dan adab yang baik, pemikiran yang matang, dan bertindak secara bijaksana.
REVITALISASI PERAN KONSELOR DALAM KINERJA BIMBINGAN KONSELING DI PESANTREN NURUL JADID Hasanah, Kutlatul
At-Tuhfah : Jurnal Studi Keislaman Vol. 9 No. 1 (2020): At-Tuhfah: Jurnal Keislaman
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.222 KB) | DOI: 10.32665/attuhfah.v9i1.638

Abstract

seiring berkembangnya sosial dan budaya, bimbingan konseling sangat urgen membentuk karakter dalam memahami diri (self understanding), menerima diri, mengarahkan diri, dan merealisasikan diri terhadap lingkungan. Bimbingan konseling ternyata tidak hanya dibutuhkan pada level pendidikan formal, melainkan juga dibutuhkan dalam pendidikan nonformal, seperti halnya pondok pesantren yang menyediakan bimbingan konseling sebagai wadah bagi santri untuk menghadapi dan menyelesaikan problematika kehidupan sehari-hari. Konselor pesantren memiliki peran untuk melayani dan membantu para santri dalam menyelesaikan masalah. Konselor juga berfungsi sebagai motivator serta sebagai evaluator dari tindak lanjut masalah yang sesuai dengan penilaian dan keberhasilan layanan yang diberikan oleh konselor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan berdasarkan data hasil observasi dan wawancara yang dilakukan di Wilayah Az-Zainiyah Pondok Pesantren Nurul Jadid untuk mengetahui peran konselor dalam kinerja bimbingan konseling. Dari hasil penelitian tersebut diperoleh beberapa hal penting mengenai peran konselor dalam kinerja bimbingan konseling pesantren. Pertama, membantu para santri dalam menghadapi problematika kehidupan sehari-hari. Kedua, memberi motivasi kepada santri dan pengurus dalam rangka membangun gairah dalam pengabdian. Ketiga, mengimplementasikan hasil pembinaan untuk masa yang akan datang.
URGENSI DAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM NIAT Ma'arif, M. Jauharul
At-Tuhfah : Jurnal Studi Keislaman Vol. 9 No. 1 (2020): At-Tuhfah: Jurnal Keislaman
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.899 KB) | DOI: 10.32665/attuhfah.v9i1.639

Abstract

Based on the many verses of the Qur'a>n and the H{adi>th concerning the intentions and management of the heart, we can conclude that these two things are very important. One should not be surprised if there are many scholars who compile books on the topic of special discussion about the two. Starting something with the intention of causing interest and focus on a charity that affects the readiness of the heart to do it. This readiness is important because the heart is a place where ikhla>s{ as the mouth of all worship is. With the heart ready it is expected that a ‘charity can be carried out to the maximum. The intention is not just a ritual of worship, but if worship is carried out with full appreciation, there will appear a lot of Islamic religious education values ​​obtained. Among them are submission and obedience to religious orders, obeying regulations, growing enthusiasm to achieve good goals, determination and enthusiasm towards goodness, patience and a strong willingness to do something good even though heavy and difficult, awareness to improve the quality of faith and devotion, concern for self and the environment, vigilance to avoid or deal with liver disease, discipline, wisdom, love and obedience to religious orders.
PEMBAURAN AKADWADI Robbani, Shofa
At-Tuhfah : Jurnal Studi Keislaman Vol. 9 No. 2 (2020): At-Tuhfah: Jurnal Studi Keislaman
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.441 KB) | DOI: 10.32665/attuhfah.v9i2.640

Abstract

Currently, deposits in a Sharia Financial Institution are increasingly diverse, including at BMT NU Ngasem. There is one excellent product called education savings. There are four different practices, one of which is to use the ?savings box? program. This practice is highly recommended by means of cash waqf, this savings is known as ?Si Galis?. The results of the study indicate that the first practice is between BMT and students, the second practice is between BMT and schools where the MoU and bonuses are fully owned by the school, the third practice is between BMT and schools with MoU and the bonus is divided by 50% for schools and 50 % for students while the fourth practice is between BMT and students using the ?savings box? program and it is recommended that cash waqf be used. In addition, the first, second and third practices are in accordance with the wadi>'ah yad al-d}ama>nah theory and the concept of guardianship, both terms and conditions. The fourth practice, apart from using that theory, also uses the concept of productive waqf. In terms of fiqh, the fourth practice is also in accordance with the terms and conditions of wadi>'ah and waqaf istithma>ry.
GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH PEREMPUAN DALAM MENGEMBANGKAN LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM : (Studi Kasus di MTsN Tuban dan MTs Salafiyah Merakurak Tuban) FATIMAH, SITI
At-Tuhfah : Jurnal Studi Keislaman Vol. 9 No. 2 (2020): At-Tuhfah: Jurnal Studi Keislaman
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.256 KB) | DOI: 10.32665/attuhfah.v9i2.641

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan gaya kepemimpinan kepala sekolah perempuan untuk mengembangkan Lembaga Pendidikan Islam di dua lembaga Pendidikan Islam di kabupaten Tuban yaitu MTsN Tuban dan MTs Salafiyah Merakurak Tuban dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini meliputi dua masalah yaitu Bagaimana gaya kepemimpinan kepala sekolah perempuan dalam mengembangkan lembaga pendidikan Islam ditinjau dari pengembangan sumber daya manusia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan datanya menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan gaya kepemimpinan kepala sekolah perempuan di MTsN Tuban menggunakan gaya kepemimpinan demokratis religius dan di MTs Salafiyah Merakurak Tuban menggunakan gaya kepemimpinan situasional. Gaya tersebut dapat dilihat dari komunikasi, partisipasi dan motivasi yang dilakukan oleh kepala sekolah perempuan dalam mempengaruhi setiap anggota dalam organisasi untuk mencapai tujuan lembaga. Pengembangan sumberdaya manusia di dua sekolah dilakukan melalui 1)Rekrutmen 2) Kompensasi 3)Pelatihan dilakukan dengan cara pendelegasian sesuai dengan kebutuhan pelatihan 4) Promosi jabatan dengan cara melakukan putaran dan penilaian dari kinerja.
PERKEMBANGAN EKONOMI ISLAM ERA KLASIK (BANI UMAYYAH DAN BANI ABBASIYAH) aminatul, lisa
At-Tuhfah : Jurnal Studi Keislaman Vol. 9 No. 2 (2020): At-Tuhfah: Jurnal Studi Keislaman
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.838 KB) | DOI: 10.32665/attuhfah.v9i2.642

Abstract

Pemikiran tentang ekonomi Islam telah muncul sejak Islam diturunkan melalui Nabi Muhammad Saw yang kemudian dilanjutkan pada masa kepemimpinan khulafaur Rasyidin. Saat itulah Islam mulai memberi pengaruh kepada dunia, karena para khalifah sudah melakukan perluasan wilayah keluar daerah Arab. Setelah masa Khulafaur Rasyidin muncullah daulah Bani Umayyah dan Abbasiyah. Berdasarkan catatan sejarah, Islam mengalami kemajuan yang sangat pesat saat kepemimpinan bani Umayyah dan Abbasiyah. Sehigga peradaban Islam memberi pengaruh yang besar ke pada dunia saat itu. Para sejarawan menyebut saat itu dengan “The Golden Age”. Islam mengalami kemajuan yang sangat pesat di berbagai bidang peradaban, ilmu pengetahuan, politik, pemerintahan, sains dan teknolgi Termasuk di bidang Ekonomi. Berangkat dari uraian tersebut di atas, artikel ini akan membahas perkembangan ekonomi Islam pada masa Bani Umayyah dan Bani Abbasiyah dengan menggunakan penelilian kualitataif berbasis kepustakaan dengan pendekatan deskriptif analisis hasil penelitian memperlihatkan bahwa pada masa Umayyah dan Abbasiyah mengalami kemajuan di beberapa bidang peradaban salah satunya adalah dalam bidang pemikiran ekonomi. Dinasti Abbasiyah menjadikan Islam sebagai pusat perkembangan ilmu pengetahuan dan hal itu menjadi faktor berkembangnya perekonomian Islam pada masa itu. Dapat dikatakan bahwa, ada suatu kisah yang tak terharga nilainya dari peninggalan sejarah Dinasti Abbasiyah. Hal ini harus menjadi motivasi untuk membangun visi umat dalam mengembangkan perekonomian dunia. Lebih dari 750 tahun, pemerintahan Islam berkibar sejak Bani Umayyah sampai Abbasiyah, dua system pemerintahan yang belum pernah ada tandingannya di dunia manapun hingga saat ini dan merupakan suatu masa yang panjang dan luas.
PENGARUH HAFALAN AL-QUR’AN TERHADAP PRESTASI AKADEMIK SISWA KELAS VIII MTs. HIDAYATUN NAJAH TUBAN Achoita, Ana
At-Tuhfah : Jurnal Studi Keislaman Vol. 9 No. 2 (2020): At-Tuhfah: Jurnal Studi Keislaman
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.68 KB) | DOI: 10.32665/attuhfah.v9i2.643

Abstract

Al Qur’an memiliki fungsi yang sangat penting dalam kehidupan. Penanaman terhadap pembelajaran al-Qur’an perlu diajarkan kepada anak sejak dini, mulai dari membaca, memahami, ataupun menghafalkan al-Qur’an. Menghafal al-Qur’an selama ini dianggap menjadi beban. Banyak orang tua yang berasumsi bahwa dengan menghafal al-Qur’an anak-anak akan cenderung susah untuk fokus dalam belajar pelajaran yang lainnya, sehingga nilai akademik mereka akan menurun. Mereka akan disibukkan dengan setoran hafalan yang harus dipenuhi sesuai target yang telah ditetapkan. Berdasarkan hal teresbut, pnelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh hafalan al-Qur’an terhadap prestasi akademik siswa kelas VIII MTs. Hidayatun Najah Tuban.. Data penelitian dikumpulkan dengan beberapa teknik, seperti observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kuantitatif melalui teknik analisis korelasi product moment. Secara kuantitatif adalah untuk mengolah, menganalisis, dan menginterpretasikan data yang telah dikumpulkan melalui studi dokumentasi nilai rapot hafalan al-Qur’an dan nilai rapot akademik. Hasil penelitian antara hafalan al-Qur’an dengan prestasi akademik adalah saling berpengaruh. Hafalan al-Qur’an siswa kelas VIII MTs. Hidayatun Najah Tuban tergolong cukup baik, sedangkan prestasi akademiknya masuk pada kriteria atas. Berdasarkan perhitungan korelasi product moment sebesar 0,573 menunjukkan hubungan yang cukup kuat antara hafalan al-Qur’an terhadap prestasi akademik siswa kelas VIII MTs. Hidayatun Najah Tuban. Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala madrasah, ada faktor lain yaitu minat dan motivasi dari orang tua juga berpengaruh terhadap prestasi akademik anak.
STRATEGI MENDIDIK ANAK USIA DINI UNTUK CINTA KEPADA NABI Kusna, Siti Labiba
At-Tuhfah : Jurnal Studi Keislaman Vol. 9 No. 2 (2020): At-Tuhfah: Jurnal Studi Keislaman
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.439 KB) | DOI: 10.32665/attuhfah.v9i2.644

Abstract

Anak merupakan amanah dari Allah SWT yang mana tugas orangtua, guru, dan lingkungan mendidiknya dengan sebaik-baiknya agar potensi yang dimiliki dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal. Beragam stimulasi yang dapat diberikan selama proses tumbuh kembang baik lahir maupun batin. Di antaranya mengenalkan kepada anak tentang agamanya, Tuhannya, amalan-amalan baik sebagai seorang muslim, dan mengenal Nabinya. Mengenalkan anak tentang Nabi semenjak dini, dapat menumbuhkan cinta kepada Nabi melalui keterikatannya dengan sejarah, baik perasaan, kejayaan, kebanggaan dan menjadikannya sebagai teladan. Dalam rangka mendidik anak untuk mengenal dan mencintai Nabi, maka pendidik dapat menerapkan beberapa strategi pembelajaran bermain, bernyanyi, berkisah, dan penggunaan media tentang Nabi yang semuanya disesuaikan dengan karakteristik anak. Dengan strategi-strategi tersebut, kecintaan anak terhadap para Nabinya dapat meningkat. Wujud cinta anak dapat ditunjukkan melalui kecintaanya bersholawat, menyimak dan membaca cerita Nabi, serta meneladani perilaku Nabi.

Page 4 of 12 | Total Record : 114