cover
Contact Name
-
Contact Email
kopula@unram.ac.id
Phone
+6287865122881
Journal Mail Official
kopula@unram.ac.id
Editorial Address
Jalan Majapahit No 62 Mataram Nusa Tenggara Barat
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan
Published by Universitas Mataram
ISSN : 29878446     EISSN : 29875307     DOI : https://doi.org/10.29303/kopula
Core Subject : Education,
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan adalah suatu jurnal terbit dua kali setahun (Maret dan Oktober) yang dipublikasikan oleh Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram. Kopula pertama diterbitkan pada tahun 2019 sebagai wadah untuk mempublikasi hasil pemikiran dan penelitian tentang Bahasa, Sastra, dan Pendidikan. Jurnal ini menerapkan sistem open access peer-reviewed journal baik untuk artikel yang berbahasa Indonesia maupun Inggris dalam versi cetak dan elektronik yang masing-masing memiliki ISSN
Articles 228 Documents
NILAI-NILAI KESANTUNAN BERBAHASA TUTURAN DALANG KI ANOM SUROTO PADA JEJERAN LAKON PARTO KRAMA: KE ARAH PENDIDIKAN KARAKTER Edi Sunarko; Mahyuni Mahyuni; Sudirman Willian
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2019): Maret
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.939 KB) | DOI: 10.29303/kopula.v1i1.2563

Abstract

Penelitian bermaksud menjelaskan nilai kesantuan berbahasa pada tuturan Dalang Ki AnomSuroto pada jejeran lakon Parto Krama. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan dataadalah metode observasi, sedangkan analisis data menggunakan prinsip-prinsip dalampenelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa khas DalangKi Anom Suroto pada jejeran Lakon Parto Krama analog dengan kondisi sosial suatumasyarakat terutama yang berkenaan dengan pembentukan karakter. Kemampuan seseorangdalam berbahasa Jawa ragam krama dan krama inggil berkaitan erat dengan kesantunanberbahasa, budi pekerti, kehalusan rasa, dan tata krama dalam pergaulan sehari-hari. BahasaDalang Ki Anom Suroto pada jejeran Lakon Parto Krama memperlihatkan adanyakesantunan pragmatik imperatif perintah, kesantunan pragmatik imperatif permintaan,kesantunan pragmatik imperatif bujukan, kesantunan pragmatik imperatif perrmintaan izin,kesantunan pragmatik imperatif persilaan, dan kesantunan pragmatik imperatif larangan
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN NARASI DENGAN MODEL KOOPERATIF MEMBACA DAN MENULIS TERPADU (CIRC) PADA SISWA KELAS VIID SMPN 2 MATARAM 2008/2009 Sutarno Sutarno; Syamsinas Syamsinas; Siti Rohana Hariana
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2019): Maret
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.439 KB) | DOI: 10.29303/kopula.v1i1.2564

Abstract

enelitian ini bertujuan menjelaskan aktivitas guru dalam meningkatkan kemampuan menuliskarangan narasi siswa Kelas VII D SMPN 2 Mataram melalui pendekatan kooperatif teknik CIRC,termasuk aktivitas dan hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatifkarena dalam penelitian ini data hasil penelitian dideskripsikan berupa kata-kata. Penelitian inimenggunakan rancangan PTK, karena bertujuan memperbaiki dan meningkatkan layananpembelajaran siswa dengan mengikuti empat tahapan, yaitu perencanaan, implementasi dan observasi,refleksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengisian lembar observasi aktivitassiswa, aktivitas guru, tes hasil belajar siswa, sedangkan teknik analisis data yang digunakan untukmenghitung lembar observasi adalah rumus presentase jenis aktivitas guru dan aktivitas siswa. Teshasil belajar siswa diolah dengan menggunakan mean (nilai rata-rata) dan indeks keberhasilan siswa.Hasil pelaksanaan tindakan, dilakukan dalam dua siklus dengan hasil sebagai berikut. Aktivitas gurumengalami penigkatan mulai dari prapembelajaran, kegiatan inti pembelajaran strategi dan metodepembelajaran, pemenfaatan media pembelajaran, penilaian proses dan hasil belajar, penggunaanbahasa, penutup. Aktivitas siswa mengalami peningkatan mulai dari memperhatikan penjelasan dariguru, berdiskusi antara siswa mengenai tugas materi, menyajikan hasil diskusi, memberikankesempatan orang lain berbicara, mempraktikkan pendekatan kooperatif teknik CIRC, pendalamansiswa terhadap materi menulis karangan narasi, Tanya-jawab antara guru dengan siswa (aktivitas yangdiamati adalah aktivitas bertanya, berpendapat dan mengerjakan tugas), merefleksikan materipelajaran. Adapun hasil belajar siswa mengalami peningkatan pada setiap siklusnya. Peningkatantersebut dapat dilihat dari skor siswa mulai dari siklus 1 sampai siklus 2. Adapun mean (nilai rata-rata) skor siklus I adalah 63,32, siklus II mengalami peningkatan dari siklus sebelumnya menjadi76,53. Indeks keberhasilan siswa pada siklus 1: 26,32 % dan siklus 2 78,95%
31 SISTEM SAPAAN PADA MASYARAKAT SASAK DESA TELAGAWARU KECAMATAN LABUAPI, KABUPATEN LOMBOK BARAT Maya Rizkiani; I Nyoman Sudika; Yuniar Nuri
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2019): Maret
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.501 KB) | DOI: 10.29303/kopula.v1i1.2565

Abstract

Masalah yang dibahas dalam penelitian ini yaitu bagaimanakah sistemsapaan pada masyarakat Sasak Desa Telagawaru khususnya berkaitan denganbentuk, fungsi, dan factor yang mempengaruhinya. Pengumpulan data dilakukandengan menggunakan metode introspeksi, metode simak, dan metode cakap.Penganalisisan data dilakukan menggunakan metode padan intralingual kemudianmenggunakan teknik lanjutan yaitu teknik hubung banding menyamakan (HBS)dan teknik hubung banding membedakan (HBB). Penyajian hasil analisis datadilakukan dengan metode formal dan informal. Berdasarkan hasil analisis dataditemukan bahwa (1) bentuk sistem sapaan untuk orang yang lebih tua di dalamhubungan kekerabatan, bentuk sapaan untuk orang sebaya, dan bentuk sapaanuntuk orang yang lebih muda di luar hubungan kekerabatan. Fungsi perhatiandengan lawan bicara dan fungsi alat kontrol interaksi. Adapun faktor yangmempengaruhi pemilihan sapaan adalah faktor status sosial, faktor pendidikan,faktor usia dan faktor keakraban.
ALIH GAYA BAHASA DALAM PERCAKAPAN ACARA BUKAN EMPAT MATA DI TRANS 7 Ni Made Anggita; Syamsinas Syamsinas; Baiq Wahidah
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2019): Maret
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.813 KB) | DOI: 10.29303/kopula.v1i1.2566

Abstract

Penelitian ini difokuskan pada fenomena alih gaya dan fungsi alih gayabahasa dalam percakapan acara Bukan Empat Mata di Trans7. Data yangdimaksud dalam penelitian ini, yaitu berupa gejala variasi bahasa yang digunakandalam percakapan acara Bukan Empat Mata di Trans 7, yang diperoleh denganmenggunakan metode simak dan dianalisis menggunakan metode padanintralingual dan ekstralingual. Hasil penelitian menunjukkan terdapat dua jenisalih bahasa, yaitu alih gaya bahasa intern dan ekstern. Alih gaya bahasa internmeliputi: alih gaya bahasa antar ragam, yaitu dari ragam formal ke ragam formaldan dari ragam informal ke ragam informal (seperti yang telah dinyatakan dalamdiglosia, yaitu dari ragam tinggi ke ragam tinggi atau dari ragam rendah ke ragamrendah). Alih gaya bahasa ekstern yang ditemukan adalah alih gaya bahasa dariragam formal ke ragam informal, dari ragam informal ke ragam formal, dan dariragam alay ke ragam formal (seperti yang telah dinyatakan dalam diglosia, yaitudari ragam tinggi ke ragam rendah atau dari ragam rendah ke ragam tinggi).Fungsi alih gaya bahasa dalam percakapan acara Bukan Empat Mata di Trans 7,adalah pokok pembicaraan (topik). Patut dikemukakan bahwa fenomena alih gayabahasa ekstern lebih dominan dijumpai.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS LAPORAN PERJALANAN MENGGUNAKAN METODE PETA KONSEP SISWA KELAS VIIIA SMP NEGERI 12 MATARAM TAHUN 2016/2017 Yuni Fardiah; Sapiin Sapiin; Siti Rohana Hariana
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2019): Maret
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.108 KB) | DOI: 10.29303/kopula.v1i1.2567

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan menulis laporansiswa kelas VIIIA di SMP Negeri 12 Mataram karena guru tidak menemukan metodeyang sesuai untuk mengajar siswa dalam menulis laporan perjalanan, sedangkansiswa tidak tertarik dengan dunia tulis menulis. Penelitian ini bermaksud menjelaskanproses dan hasil peningkatan kemampuan menulis laporan perjalanan siswa kelasVIII.A SMP Negeri 12 Mataram Tahun Pembelajaran 2016/2017. Pemecahanmasalah dilakukan dengan langkah perencanaan, pelaksanaan, analisis, dan refleksi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode peta konsep telah berhasilmeningkatkan kemampuan menulis laporan perjalanan siswa kelas VIII.A. Padasiklus I aktivitas pembelajaran guru mencapai 89% meningkat menjadi 100% padasiklus II. Pada siklus I aktivitas belajar siswa mencapai 59% dan perolehan hasilbelajar rata-rata siswa mencapai 71 dengan ketuntasan belajar 61%. Pada siklus IIaktifitas belajar mengalami peningkatan menjadi 92% dan perolehan hasil belajarrata-rata siswa mencapai 85 dengan ketuntasan belajar 94%.
Nilai-Nilai Pendidikan Cerita Rakyat Lelampak Lendong Kao dan Relevansinya dengan Pembelajaran Sastra di SMA fitri fitri; Johan Mahyudi; Murahim
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2020): Oktober
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v2i2.2658

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan dalam cerita rakyat Lelampak Lendong Kao dan relevansinya dengan pembelajaran sastra di SMA. Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode kualitatif. Objek yang akan diteliti yaitu buku cerita rakyat Lelampak Lendong Kao. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan studi kepustakaan dan teknik catat. Teknik analisis data yang digunakan terdiri dari lima tahap yang meliputi: pengumpulan data, penyajian data, klasifikasi data, analisis data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan antara lain: nilai dari asas kodrat alam (bersyukur, dan berdoa kepada Tuhan), nilai dari asas kemerdekaan (menolak kekerasan), nilai dari asas kebudayaan (gemar bergotong royong dan ramah tamah), nilai dari asas kebangsaan (menjaga perdamaian dan menjalin persahabatan), nilai dari asas kemanusiaan (sabar, pantang menyerah, dan saling menyayangi) dan relevansi nilai-nilai pendidikan tersebut dengan pembelajaran sastra di SMA terdapat pada mata pelajaran bahasa Indonesia kelas X semester I pada kompetensi dasar 3.7 mengidentifikasi nilai-nilai dan isi yang terkandung dalam cerita rakyat baik lisan maupun tulis, dan 4.7 menceritakan kembali isi cerita rakyat yang didengar maupun dibaca
Analisis Suspense Pada Cerita Bersambung "Layangan Putus" Karya Mom ASF Yenita Herdikkayanti; Marii Marii; Siti Rohana Hariana Intiana
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2020): Oktober
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v2i2.2659

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan dalam cerita rakyat Lelampak Lendong Kao dan relevansinya dengan pembelajaran sastra di SMA. Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode kualitatif. Objek yang akan diteliti yaitu buku cerita rakyat Lelampak Lendong Kao. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan studi kepustakaan dan teknik catat. Teknik analisis data yang digunakan terdiri dari lima tahap yang meliputi: pengumpulan data, penyajian data, klasifikasi data, analisis data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan antara lain: nilai dari asas kodrat alam (bersyukur, dan berdoa kepada Tuhan), nilai dari asas kemerdekaan (menolak kekerasan), nilai dari asas kebudayaan (gemar bergotong royong dan ramah tamah), nilai dari asas kebangsaan (menjaga perdamaian dan menjalin persahabatan), nilai dari asas kemanusiaan (sabar, pantang menyerah, dan saling menyayangi) dan relevansi nilai-nilai pendidikan tersebut dengan pembelajaran sastra di SMA terdapat pada mata pelajaran bahasa Indonesia kelas X semester I pada kompetensi dasar 3.7 mengidentifikasi nilai-nilai dan isi yang terkandung dalam cerita rakyat baik lisan maupun tulis, dan 4.7 menceritakan kembali isi cerita rakyat yang didengar maupun dibaca
Gaya Bahasa Pertentangan dalam Novel Mawar Hitam Karya Fajar Dwi Putra nurhasnah nurhasnah; Aswandikari Aswandikari; khairussibyan khairussibyan
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v3i1.2685

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gaya bahasa pertentangan dalam novel Mawar Hitam karya Fajar Dwi Putra. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah novel Mawar Hitam karya Fajar Dwi Putra. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah teknik baca, dan teknik catat. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 47, terdiri dari : hiperbola terdapat 11, litotes 10, ironi 2, oksimoron 10, paronomasia 1, paralepsis 2, zeugma 1, satire 1, inuendo 1, antifrasis 1, paradoks 1, klimaks 1, antiklimaks 2, apostrof 1, anastrof 1, apofasis 1, histeron, hipalase 1, sinisme 1, sarkasme 1.
Deiksis Dalam Novel Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah Karya Tere Liye Burhanuddin Burhanuddin; Mahmudi Efendi; Nurhayati nurhayati
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v3i1.2687

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan deiksis persona, ruang dan waktu dalam novel Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yaitu berupa mendeskripsikan kalimat hasil analisis data yang berupa kalimat dalam novel yang telah dianalisis dalam unsur deiksis kajian pragmatik. Sumber data penelitian ini adalah novel Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah karya Tere Liye diterbitkan pertama kali oleh penerbit PT Gramedia Pustaka Utama Jakarta januari 2012 dengan jumlah halaman sebanyak 512. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah teknik studi pustaka, teknik baca/ simak, dan teknik catat. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat bentuk deiksis persona pertama yaitu bentuk aku, -ku, ku-, saya, kita, dan kami. Bentuk deiksis persona kedua yaitu bentuk kau, kamu, -mu, dan kalian. Bentuk persona ketiga yaitu bentuk dia, -nya, dan mereka. Bentuk deiskis ruang/tempat yaitu bentuk ini, itu, ke sana, ke sini, di sana, di sini. Bentuk deiksis waktu yaitu bentuk waktu lampau, waktu sekarang (sedang terjadi), dan waktu mendatang.
Nilai Moral Yang Terkendung Dalam Lirik Lagu Karya Ikhsan Ad Talu Perspektif (Burhanuddin Salam) Siti Rafiah; Johan Mahyudi; Syahbuddin Syahbuddin
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v3i1.2690

Abstract

Penelitian ini mengkaji nilai moral yang terkandung dalam lirik Lagu karya Ikhsan Ad Talu. Lagu sebagai salah satu jenis karya sastra yang dapat memberikan manfaat kepada pendengar. Dalam lirik lagu ini terkandung tentang kisah cinta, keluarga dan nilai moral dalam hidup bersosial. Dalam menganalisis nilai moral dalam Lagu maka digunakan perspektif Burhanuddin Salam sebagai acuan peneliti. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif dengan sumber data yaitu lagu karya Ikhsan Ad Talu. Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan nilai moral yang terkandung dalam Lirik Lagu karya Ikhsan Ad Talu perspektif Burhanuddin Salam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: Studi pustaka, Menyimak dan Mencatat. Analisis data dilakukan secara bertahap yaitu: Identifikasi, Deskripsi, Klasifikasi, dan Kesimpulan. Hasil analisis menunjukkan bahwa dalam Lagu Karya Ikhsan Ad Talu perspektif Burhanuddin Salam terdapat lima nilai moral Pertama bersifat sabar, Kedua bersifat kasih sayang, Ketiga bersifat berani, Keempat bersifat benar, dan Kelima bersifat amanah.

Page 2 of 23 | Total Record : 228