cover
Contact Name
-
Contact Email
kopula@unram.ac.id
Phone
+6287865122881
Journal Mail Official
kopula@unram.ac.id
Editorial Address
Jalan Majapahit No 62 Mataram Nusa Tenggara Barat
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan
Published by Universitas Mataram
ISSN : 29878446     EISSN : 29875307     DOI : https://doi.org/10.29303/kopula
Core Subject : Education,
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan adalah suatu jurnal terbit dua kali setahun (Maret dan Oktober) yang dipublikasikan oleh Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram. Kopula pertama diterbitkan pada tahun 2019 sebagai wadah untuk mempublikasi hasil pemikiran dan penelitian tentang Bahasa, Sastra, dan Pendidikan. Jurnal ini menerapkan sistem open access peer-reviewed journal baik untuk artikel yang berbahasa Indonesia maupun Inggris dalam versi cetak dan elektronik yang masing-masing memiliki ISSN
Articles 291 Documents
Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi pada Materi Pidato Bahasa Indonesia Fase D SMPN 56, Merangin   Arini Dinda Fitriani; Rustam Rustam; Arum Gati Ningsih
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 8 No. 2 (2026): June
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v8i2.10180

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keberagaman karakteristik peserta didik yang menuntut penerapan pembelajaran yang adaptif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran berdiferensiasi dalam materi pidato Bahasa Indonesia pada peserta didik Fase D di SMP Negeri 56 Merangin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi telah diterapkan melalui empat aspek, yaitu diferensiasi konten, proses, produk, dan lingkungan belajar. Guru menyediakan variasi sumber belajar seperti teks dan video pidato, mengelola kegiatan pembelajaran secara fleksibel melalui diskusi dan praktik, serta memberikan pilihan tugas kepada siswa. Penerapan ini berdampak pada meningkatnya keaktifan dan pemahaman siswa terhadap struktur pidato. Namun, masih terdapat kendala berupa kurangnya kepercayaan diri sebagian siswa. Dengan demikian, pembelajaran berdiferensiasi terbukti mampu meningkatkan kualitas pembelajaran pidato secara lebih adaptif dan berpusat pada peserta didik
  Hubungan Komunikatif Guru PAI dan Siswa dalam Proses Pembelajaran di SMAN 04 Kota Bima: Kajian Interaksi Bahasa Faturahman; Suherman; Ruslan
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 8 No. 2 (2026): June
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v8i2.10218

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hubungan komunikatif guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan siswa dalam proses pembelajaran di SMAN 04 Kota Bima melalui kajian interaksi bahasa. Permasalahan penelitian ini difokuskan pada bagaimana bentuk dan pola interaksi bahasa yang digunakan oleh guru dan siswa selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi pada saat proses pembelajaran di kelas. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi bahasa antara guru PAI dan siswa berlangsung secara komunikatif, interaktif, dan edukatif. Guru cenderung menggunakan bahasa yang persuasif, informatif, dan dialogis untuk membangun keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Sementara itu, siswa memberikan respons verbal yang aktif melalui kegiatan bertanya, menjawab, serta menyampaikan pendapat. Interaksi bahasa yang terjalin dengan baik tersebut memberikan dampak positif terhadap terciptanya suasana pembelajaran yang efektif, kondusif, dan mudah dipahami oleh siswa.
Nilai Sosial dalam Naskah  Drama "Mereka yang Selalu Mengikutimu" Karya Teater Adab" Intan Wardani; Nur Lailiyah
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 8 No. 2 (2026): June
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v8i2.10113

Abstract

Penelitian ini mengkaji nilai sosial yang terkandung dalam naskah drama “Mereka Yang Selalu Mengikutimu” karya Teater Adab yang relevan dengan permasalahan perilaku beberapa siswa di Indonesia. Meskipun pendidikan di Indonesia memiliki kualitas yang cukup baik, permasalahan perilaku siswa seperti kenakalan remaja dan kekerasan antar pelajar menjadi perhatian serius dalam dunia pendidikan. Naskah drama dipilih sebagai objek penelitian karena dialog antar tokoh dalam naskah drama dapat merefleksikan interaksi sosial yang bervariatif, serta mengandung nilai-nilai sosial yang penting untuk kegiatan pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan analisis dokumen untuk menggali nilai-nilai sosial seperti kerja sama, kekeluargaan, tolong menolong, dan persabataan dalam naskah drama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai sosial tergambar melalui interaksi antar tokoh dalam dialog naskah drama yang mencerminkan sikap peduli, dukungan, dan empati yang mendalam. Kesimpulannya, naskah drama ini tidak hanya memiliki nilai estetika tetapi juga berpotensi digunakan sebagai media pembelajaran karakter di sekolah, terutama mempelajari nilai sosial.
Penanaman Sikap Sosial-Religius Santri melalui Budaya Bahasa dan Pendidikan Karakter di Pondok Pesantren Al-Ikhlas Kota Bima   Ulfa Dian; Muhammad Fiqri; Ruslan
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 8 No. 2 (2026): June
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v8i2.10285

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh urgensi internalisasi nilai-nilai sosial-religius dalam pembentukan karakter santri di lingkungan pesantren melalui budaya bahasa dan pendidikan karakter. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana budaya bahasa dan pendidikan karakter berkontribusi dalam proses penanaman sikap sosial-religius santri di Pondok Pesantren Al-Ikhlas Kota Bima. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi budaya bahasa serta pendidikan karakter dalam membentuk sikap sosial-religius santri di lingkungan pesantren tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif-kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya bahasa yang diterapkan melalui komunikasi yang santun, religius, dan penuh penghormatan kepada guru berperan signifikan dalam membentuk kebiasaan sosial santri yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. Selain itu, pendidikan karakter yang diwujudkan melalui keteladanan guru, pembiasaan ibadah, serta penguatan literasi religius mampu menginternalisasikan nilai-nilai moral seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan kepedulian sosial. Dengan demikian, budaya bahasa dan pendidikan karakter memiliki peran strategis dalam membentuk sikap sosial-religius santri secara berkelanjutan di lingkungan pesantren.
Tradisi Songgot-Songgot Di Desa Aloban Bair : Kajian Tradisi Lisan Yohana Dwikartika Hutabarat; Castia Stephani Sinaga; Eldawati Limbong; Dion Nardi Pangaribuan; Immanuel Silaban
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 8 No. 2 (2026): June
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v8i2.10290

Abstract

The oral tradition of Songgot-Songgot among the Toba Batak people in Aloban Bair Village, Central Tapanuli, is a secret ritual known as mangupa/mangelek tondi, performed to restore the spirit following a disaster, including the flash flood of November 2025 that claimed 11 lives and triggered a trauma crisis, as well as the TNI’s piping project in April 2026. This qualitative study based on secondary data documents the 7 ritual stages (manggogot—scattering yellow rice and eggs; dekke nai arsik; mandok hata; tangiang; ulos Habonaran), symbolic meanings (reconstruction of the tondi; the duality of life and protection), and a 300% increase in frequency following the disaster. The findings confirm its effectiveness as communal psychospiritual therapy (85% recovery rate among victims), the assimilation of Protestant Christianity (97.65% of GKPI residents), and digital adaptation in the face of globalization and youth migration. Preservation strategies include audiovisual documentation, integration of trauma healing by the Social Services Department, indigenous school curricula, “Songgot Aloban” tourism (potential revenue of Rp500 million/year), and recommendations for a Central Tapanuli Regency Regulation. The research fills a gap in local linguistic anthropology, supports post-disaster policies, and revitalizes Batak Toba identity as a sustainable asset.
Analisis Bahasa Persuasif dalam Konten Promosi di TikTok Afriza Br. Harahap; Anggun Dwi Saskya; Davina Nurul Aisyah; Marsella Simanjuntak; Salwa Farhana; Juni Aysah Br Sembiring
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 8 No. 2 (2026): June
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v8i2.10319

Abstract

Perkembangan pesat media sosial menjadikan TikTok sebagai platform utama penyebaran konten promosi dengan jangkauan pengguna yang sangat luas. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk, jenis, dan makna gaya bahasa persuasif yang digunakan untuk memengaruhi perhatian serta keputusan audiens. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan ragam gaya bahasa persuasif, mengidentifikasi makna yang terkandung, serta menganalisis efektivitas penggunaannya dalam pesan promosi. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi, serta teknik pengumpulan data berupa simak, rekam, dan catat terhadap sepuluh konten promosi terpilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya bahasa yang dominan digunakan meliputi repetisi, retoris, hiperbola, dan personifikasi. Masing-masing gaya bahasa memiliki makna khusus untuk mempertegas pesan, membangkitkan emosi, serta menonjolkan keunggulan produk. Penggunaan gaya bahasa tersebut terbukti efektif memperkuat sifat persuasif pesan dan menarik minat penonton.
Representasi Pengorbanan Perempuan Dalam Kumpulan Cerpen ‘Bila Esok Ibu Tiada’ Karya Nagiga Nur Ayati: Kajian Feminisme Liberal Yulia Handayani; Yundi Fitrah; Dimas Anugrah Adiyadmo
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 8 No. 2 (2026): June
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v8i2.10372

Abstract

Penelitian ini mengkaji representasi pengorbanan perempuan dalam kumpulan cerpen ‘Bila Esok Ibu Tiada’ karya Nagiga Nur Ayati melalui perspektif feminisme liberal. Kumpulan cerpen ini dipilih karena popularitasnya yang masif, dengan lebih dari 10.000 eksemplar terjual dan adaptasi film yang ditonton lebih dari 3,7 juta penonton pada tahun 2024. Penelitian menggunakan pendekatan kritik sastra feminis dengan jenis deskriptif kualitatif dan metode analisis konten (close reading). Data berupa kutipan teks dari sepuluh cerpen dianalisis menggunakan kerangka feminisme liberal Henze et al. (2024), melalui lima indikator, yaitu: kehilangan kesempatan pendidikan (FL1), kehilangan kesempatan karier (FL2), keterbatasan otonomi pribadi (FL3), keterbatasan akses kesehatan (FL4), dan keterbatasan partisipasi sosial-politik (FL5). Hasil penelitian menunjukkan bahwa FL3 dan FL4 merupakan indikator paling dominan, ditemukan pada seluruh sepuluh cerpen dan delapan cerpen. Temuan ini mengonfirmasi bahwa kumpulan cerpen tersebut merepresentasikan pengorbanan perempuan sebagai produk pembatasan struktural yang dibalut sentimentalisasi, sehingga memperkuat urgensi literasi kritis gender dalam konsumsi karya sastra populer.
Pemerolehan Morfologi Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Pertama: Kasus Ngaisia Anak Berusia Tiga Tahun Margaretha Ada
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 8 No. 2 (2026): June
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v8i2.10386

Abstract

Penelitian ini mengkaji pemerolehan morfologi bahasa Indonesia sebagai bahasa pertama oleh Ngaisia, seorang anak berusia tiga tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk morfologis yang telah diperoleh serta urutan pemerolehannya berdasarkan frekuensi kemunculan dan waktu produksi tuturan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif sinkronik-longitudinal selama satu tahun, data dikumpulkan secara naturalistik melalui observasi partisipatif, catatan lapangan, dan rekaman dalam lima tahap, mulai usia 3;1 hingga 3;12. Analisis menggunakan kriteria keterpahaman, yaitu penggunaan satuan gramatikal yang tepat sesuai konteks serta hubungan yang konsisten antara bentuk dan makna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ngaisia telah memperoleh tiga aspek morfologi, yaitu afiksasi, reduplikasi, dan pemajemukan. Dari 377 tuturan, 239 mengandung afiksasi, 98 reduplikasi, dan 40 pemajemukan. Berdasarkan frekuensi, afiksasi merupakan aspek yang paling dominan, diikuti reduplikasi dan pemajemukan. Dalam afiksasi, prefiks muncul paling sering, sedangkan infiks tidak ditemukan; dalam reduplikasi, reduplikasi penuh paling dominan; dan dalam pemajemukan, kategori Nomina+Nomina paling sering muncul. Secara kronologis, afiksasi diperoleh paling awal, khususnya sufiks, diikuti beberapa prefiks, simulfiks, afiks gabungan, reduplikasi penuh, dan pemajemukan sederhana. Temuan ini menegaskan bahwa produktivitas tuturan mencerminkan penguasaan gramatikal anak serta menyoroti pentingnya dukungan lingkungan.
Analisis Pragmatik Tindak Tutur Asertif dan Direktif dalam Unggahan Saluran Whatsapp Ustaz Adi Hidayat Rika Nabila Hanum; Rika Septiani; Alfina Rizkya Wardhani; Tatu Siti Rohbiah
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 8 No. 2 (2026): June
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v8i2.10389

Abstract

Abstrak Penelitian ini membahas penggunaan tindak tutur asertif dan direktif dalam unggahan WhatsApp Ustaz Adi Hidayat sebagai bentuk komunikasi dakwah digital. Kajian ini dilatarbelakangi oleh berkembangnya media digital sebagai sarana penyampaian pesan keagamaan yang tidak hanya berfungsi memberikan informasi, tetapi juga memengaruhi sikap dan perilaku audiens. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk tindak tutur asertif dan direktif serta menjelaskan fungsi penggunaannya dalam unggahan WhatsApp Ustaz Adi Hidayat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan pragmatik, khususnya teori tindak tutur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur direktif lebih dominan dibandingkan tindak tutur asertif. Tindak tutur direktif yang ditemukan meliputi bentuk mengajak, meminta, menyarankan, mengingatkan, memohon, dan menasihati. Sementara itu, tindak tutur asertif meliputi bentuk menyatakan, menjelaskan, dan menginformasikan. Tindak tutur asertif digunakan untuk menyampaikan informasi, keyakinan, dan penjelasan mengenai nilai-nilai keagamaan, sedangkan tindak tutur direktif berfungsi mengarahkan serta mendorong audiens agar menerapkan pesan tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kombinasi tindak tutur asertif dan direktif menjadikan komunikasi dakwah digital lebih efektif, persuasif, dan mudah dipahami oleh masyarakat.  
Analisis Aspek Sintaksis Struktur Naratif dalam "Novel Rahasia Kita" Karya Fira KR Berdasarkan Teori Todorov Alfrida Simanjuntak; Vina Merina Br Sianipar; Reinelda E Hutapea; Lidia Putri Yana Siagian; Selvia Ro Intan Situmeang; Martha Tridesy Gultom
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 8 No. 2 (2026): June
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v8i2.10420

Abstract

Penelitian ini membahas aspek sintaksis struktur naratif dalam novel Rahasia Kita karya Fira KR berdasarkan teori naratif Tzvetan Todorov. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana hubungan sebab-akibat antarperistiwa membangun struktur naratif dalam novel tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis tahapan struktur naratif yang meliputi ekuilibrium awal, gangguan, pengakuan terhadap gangguan, upaya perbaikan, dan ekuilibrium baru. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan naratologi. Data penelitian berupa kutipan-kutipan peristiwa dalam novel Rahasia Kita yang menunjukkan hubungan sintaksis naratif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, teknik simak, dan teknik catat, sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi data, klasifikasi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur naratif dalam novel Rahasia Kita dibangun secara linier melalui hubungan sebab-akibat yang sistematis. Konflik yang muncul akibat pernikahan rahasia tokoh utama berkembang secara bertahap hingga mencapai penyelesaian dan membentuk keseimbangan baru. Selain membangun alur cerita, aspek sintaksis naratif juga memperlihatkan perkembangan emosional dan pendewasaan tokoh utama dalam menghadapi tekanan sosial dan konflik batin.