cover
Contact Name
-
Contact Email
kopula@unram.ac.id
Phone
+6287865122881
Journal Mail Official
kopula@unram.ac.id
Editorial Address
Jalan Majapahit No 62 Mataram Nusa Tenggara Barat
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan
Published by Universitas Mataram
ISSN : 29878446     EISSN : 29875307     DOI : https://doi.org/10.29303/kopula
Core Subject : Education,
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan adalah suatu jurnal terbit dua kali setahun (Maret dan Oktober) yang dipublikasikan oleh Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram. Kopula pertama diterbitkan pada tahun 2019 sebagai wadah untuk mempublikasi hasil pemikiran dan penelitian tentang Bahasa, Sastra, dan Pendidikan. Jurnal ini menerapkan sistem open access peer-reviewed journal baik untuk artikel yang berbahasa Indonesia maupun Inggris dalam versi cetak dan elektronik yang masing-masing memiliki ISSN
Articles 241 Documents
Sistem Penamaan Pepadu dalam Permainan Tradisional Peresean Masyarakat Sasak di Lombok Masdarul Amni; Burhan Burhan; Khairul Paridi
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v5i1.2728

Abstract

Abstrak Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimanakah sistem penamaan pepadu dalam permainan tradisional peresean pada masyarakat sasak di Lombok. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini, yaitu untuk menjelaskan bagaimana sistem penamaan pepadu dalam permainan tadisional peresean pada masyarakat sasak di Lombok. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Objek penelitian ini berupa nama-nama pepadu dalam permainan peresean ketika bertarung di lapangan. Metode dan teknik pengumpulan data yang digunakan, yaitu metode simak dengan teknik catat, metode cakap (wawancara) dengan tehnik pancing dan tehnik cakap semuka, sedangkan metode analisis data yang digunakan adalah metode padan intralingual dan padan ekstralingual. Hasil dalam penelitian ini (1)penamaan pepadu berdasarkan sifat khas secara fisik. (2), penamaan berdasatkan tempat asal. (3)penamaan dengan tokoh fiktif. (4), penamaan dengan tokoh legenda. (5), penamaan dengan nama benda Abstract The problem discussed in this study is how is the pepadu naming system in the traditional Peresean game in the Sasak community in Lombok. The aim of this research is to explain how the pepadu naming system is used in traditional peresean games in the Sasak community in Lombok. The type of research used in this research is descriptive qualitative. The object of this research is the unified names in the game peresean when fighting in the field. The data collection methods and techniques used were the listening method with the note-taking technique, the conversational method (interview) with the fishing line and the face-to-face technique, while the data analysis method used was the intralingual equivalent and the extralingual equivalent method. The results in this study (1) naming cohesive based on its physical characteristics. (2), naming based on the place of origin. (3) naming with fictitious characters. (4), naming with legendary figures. (5), naming with the name of the object..
Peningkatan Hasil Belajar Menulis Puisi dengan Teknik Model Definisi Media Gambar Siswa Kelas VIIIF SMPN 1 Mataram Tahun 2008/2009 Eka Sutirta
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v5i1.2729

Abstract

Abstrak Permasalahan utama yang dihadapi siswa kelas VIII F SMPN 1 Mataram 2008/2009 dalam pembelajaran bahasa Indonesia adalah rendahnya hasil belajar menulis puisi. Hal ini dapat dilihat dari hasil belajar menulis puisi saat prasiklus. Dari 43 siswa yang mendapat nilai 75 ke atas hanya 19 siswa atau 44% yang tuntas. Penyebabnya adalah teknik pembelajaran yang kurangnya latihan menulis, perasaan malu, dan kurang motivasi. Penerapan teknik model definisi dan penggunaan media gambar pada saat pembelajaran menulis puisi merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan hasil belajar menulis puisi siswa. Dengan diterapkannya model ini, hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan aktivitas guru dan siswa dalam pembelajaran serta peningkatan hasil belajar menulis puisi. Pada siklus I, aktivitas guru mendapatkan skor aktivitas sebanyak 35, aktivtas siswa mendapatkan skor aktivitas sebanyak 30, dan nilai hasil belajar dari 43 siswa ternyata 40 siswa mendapat nilai 75 ke atas atau sebanyak 93% dan terdapat 3 siswa yang mendapat nilai kurang dari 75 atau sebanyak 7% saja. Hal ini menunjukkan bahwa siklus I ini telah mengalami ketuntasan belajar. Pada siklus II, aktivitas guru mendapatkan skor aktivitas sebanyak 38, aktivitas siswa mendapatkan skor aktivitas sebanyak 38, dan nilai hasil belajar dari 43 siswa ternyata kesemuanya mendapat nilai 75 ke atas atau sebanyak 100%, maka PTK yang dilakukan dianggap telah mencapai target penelitian. Dengan demikian, pembelajaran menulis puisi dengan teknik model definisi media gambar siswa kelas VIII F SMPN 1 Mataram tahun 2008/2009 dapat meningkatkan hasil belajar menulis puisi. Absract The main problem faced by class VIII F students of SMPN 1 Mataram 2008/2009 in learning Indonesian was the low achievement in learning to write poetry. This can be seen from the results of learning to write poetry during pre-cycle. Of the 43 students who scored 75 and above, only 19 students or 44% completed. The causes are learning techniques that lack writing practice, feelings of embarrassment, and lack of motivation. The application of the definition model technique and the use of media images when learning to write poetry is an alternative to improve the learning outcomes of students' poetry writing. With the implementation of this model, the results of the study showed an increase in the activity of teachers and students in learning and an increase in the learning outcomes of writing poetry. In cycle I, teacher activities get an activity score of 35, student activities get an activity score of 30, and the learning outcomes of 43 students turn out to be 40 students score 75 and above or as much as 93% and there are 3 students who score less than 75 or as much as 7%. This shows that the first cycle has experienced mastery learning. In cycle II, teacher activities get an activity score of 38, student activities get an activity score of 38, and the learning outcomes of 43 students all get a score of 75 and above or as much as 100%, then the PTK carried out is considered to have reached the research target. Thus, learning to write poetry using the image media definition model technique for class VIII F students of SMPN 1 Mataram in 2008/2009 can improve learning outcomes in writing poetry
Citra Perempuan pada Novel Cinta dalam Diam Karya Shineeminka: Kajian Kritik Sastra Feminis Liberal Ana Rohana; Johan Mahyudi; khairussibyan khairussibyan
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2020): Maret
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v2i1.2732

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan citra perempuan yang terdapat pada novel Cinta dalam Diam karya Shineeminka menggunakan kajian kritik sastra feminis liberal. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif bersifat deskriptif. Data yang dikumpulkan berupa teks novel yang memuat citra perempuan dalam novel Cinta dalam Diam. Data dikumpulkan menggunakan metode observasi dan studi Pustaka Teknik catat. Tahapannya adalah mengidentifikasi, mengklasifikasi, menganalisis, dan mendeskripsikan citra perempuan pada novel Cinta dalam Diam menggunakan kajian kritik sastra feminis liberal. Hasil penelitian ini, yaitu citra perempuan meliputi citra diri dan citra sosial. Citra diri perempuan terdiri atas aspek fisik dan psikis, sedangkan citra sosial terdiri atas citra perempuan dalam keluarga dan citra dalam masyarakat. Gambaran citra perempuan dari aspek fisik didasarkan pada ciri muka, keadaan tubuh dan perempuan dewasa dalam novel ini digambarkan sebagai sosok yang cantik dan sudah dewasa. Gambaran citra perempuan dari aspek psikis yaitu sebagai makhluk yang berperasaan, berpikir, dan beraspirasi. Gambaran citra dari aspek sosial, yaitu perempuan dalam keluarga sebagai anak, istri, ibu, dan anggota keluarga. Adapun Gambaran citra perempuan dalam masyarakat, yaitu yang berpendidikan, dalam bidang pekerjaan, serta sebagai anggota masyarakat Abstract This study aims to describe the image of women found in Shineeminka's novel Cinta Dalam Diam using liberal feminist literary criticism. The method used is descriptive qualitative method. The data collected is in the form of novel texts that contain the image of women in the novel Cinta Dalam Diam. Data was collected using the method of observation and the study of technical literature notes. The stages are identifying, classifying, analyzing, and describing the image of women in the novel Cinta Dalam Diam using liberal feminist literary criticism. The results of this study, namely the image of women includes self-image and social image. The self-image of women consists of physical and psychological aspects, while the social image consists of the image of women in the family and the image in society. The image of women from the physical aspect is based on facial features, body condition and adult women in this novel are described as beautiful and mature. The description of the image of women from the psychological aspect is as beings who feel, think, and have aspirations. Image description from the social aspect, namely women in the family as children, wives, mothers, and family members. As for the description of the image of women in society, namely those who are educated, in the field of work, as well as members of society
Kesalahan Penggunaan Ejaan Bahasa Indonesia dalam Teks Persuasif Siswa Kelas VIII F SMP Negeri 8 Mataram Tahun Pelajaran 2022/2023 Rahmawati Rahmawati; Siti Rohana Hariana; Rahmat Hidayat
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2020): Oktober
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v2i2.2733

Abstract

Abstrak Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimanakah bentuk kesalahan penggunaan ejaan pada teks persuasif siswa kelas VIII F SMP Negeri 8 Mataram. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk kesalahan penggunaan ejaan pada teks persuasif siswa kelas VIII F SMP Negeri 8 Mataram. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode simak, metode observasi, teknik catat, dan metode dokumentasi. Data yang terkumpulkan kemudian dianalisis menggunakan instrumen penelitian. Penyajian data menggunakan metode informal. Hasil penelitian ini menemukan 56 kasus kesalahan penulisan ejaan pada karangan teks persuasif siswa kelas VIII F SMP Negeri 8 Mataram yang meliputi: (1) kesalahan penggunaan huruf berjumlah 29 kesalahan berupa kesalahan penggunaan huruf kapital atau huruf besar, (2) kesalahan penulisan kata berjumlah 15 kasus kesalahan berupa 4 kasus kesalahan penulisan kata berimbuhan, 3 kasus kesalahan penulisan kata depan, 1 kasus kesalahan penulisan singkatan dan akronim, dan 3 kasus kesalahan penulisan bentuk ulang, dan (3) kesalahan pemakaian tanda baca berjumlah 11 kasus kesalahan berupa 9 kasus kesalahan pemakaian tanda titik (.), dan 1 kasus kesalahan pemakaian tanda koma (,).
Kosakata Bahasa Gaul dalam Novel Dignitate dan Kaitannya dengan Pembelajaran Bahasa di SMA Tiara Putri Suciana; Saharudin Saharudin; Sukri Sukri
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2020): Oktober
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v2i2.2734

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsian bentuk-bentuk kosakata bahasa gaul dalam novel Dignitate karya Hana Margaretha, mengetahui fungsi dari bentuk-bentuk bahasa gaul di dalamnya, dan berupaya mengetahui relevansi bentuk-bentuk kosakata bahasa gaul dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMA kelas XII. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Teknik penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik baca. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) bentuk-bentuk kosakata bahasa gaul terdiri dari tiga belas kategori, namun dalam hasil penelitian ini ditemukan enam yaitu kategori adverbia, adjektiva, verba, fatis, pronominal, dan introgativa, (2) selanjutnya adalah fungsi dan konteks kosakata bahasa gaul yang ditemukan dalam penelitian ini, terdapat 5 kategori yaitu fungsi informatif, ekspresif, direktif, estetis, dan fatis, (3) relevansi bentuk-bentuk kosakata bahasa gaul dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMA kelas XII dapat dihubungkan dengan kurikulum 2013 dengan kompetensi isi dan kebahasa novel
Bentuk Patologi Sosial Kemiskinan, Korupsi dan Pembunuhan dalam Novel The Bloody Rose Karya Daras Resviandira Vina Melysa; Sapiin Sapiin; Johan Mahyudi
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2020): Oktober
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v2i2.2735

Abstract

Penelitian ini berfokus pada bentuk-bentuk patologi sosial. Novel The Bloody Rose mengangkat cerita yang menyuguhkan kejadian-kejadian yang berkaitan dengan patologi sosial yang dekat dengan kehidupan sehari-hari seperti kemiskinan, korupsi dan pembunuhan. Kemiskinan yang digambarkan penulis dalam novel The Bloody Rose ditandai dengan si tokoh kekurangan materi, hidup minimum, status kesehatan, pendapatan rendah, dan harga diri. Korupsi dilakukan dengan memonopoli kekuasaan dan mementingkan kepentingan pribadi. Pembunuhan dilakukan secara sengaja, berencana, kekesalan dan cemburu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi sastra yang berfokus pada teori patologi sosial Soejono Soekanto. Pengumpulan data menggunakan metode kepustakaan. Metode analisis data terdiri dari tiga yaitu tahap reduksi data, tahap penyajian data, dan tahap verifikasi atau kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel the bloody rose menggambarkan bentuk patologi sosial kemiskinan dengan ciri-ciri kekurangan materi, hidup minimum status kesehatan, pendapatan rendah, dan rendah diri. Bentuk patologi sosial korupsi digambarkan dengan memonopoli kekuasaan dan mementingkan kepentingan pribadi, serta bentuk patologi sosial pembunuhan dibagi menjadi pembunuhan sengaja, berencana, serta kekesalan dan kecemburuan. Berdasarkan hasil penelitian ini, saran yang disampaikan kedepannya untuk lebih mengembangkan penelitian patologi sosial diantaranya dengan mengganti objek penelitian yang awalnya novel menjadi lingkungan peserta didik yakni sekolah ataupun masyarakat
Kepribadian Tokoh Nyonya Komala dalam Naskah Drama Peti Mati Karya Yessi Anwar: Kajian Psikologi Perspektif Abraham Maslow Muhammad Hadriansyah; Syahbudin Syahbudin; khairussibyan Syahbudin
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2020): Oktober
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v2i2.2736

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kepribadian tokoh Nyonya Komala dalam naskah drama Peti Mati karya Yessi Anwar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif naratif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunkan dua metode, yaitu metode studi pustaka dan metode dokumentasi. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan kajian teori psikologi humanistik perspektif Abraham Maslow, yaitu pada bagian hierarki kebutuhan dan teori kepribadian. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, terdapat 59 (lima puluh sembilan) data dari berbagai kutipan prolog, dialog, dan epilog. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepribadian tokoh Nyonya Komala dibagi menjadi dua jenis kepribadian, yaitu kepribadian yang sehat (Metaneeds) dan kepribadian yang tidak sehat (Metapologis). Dua jenis kepribadian ini dianalisis berdasarkan lima kebutuhan dasar manusia, yaitu kebutuhan fisiologis, kebutuhan rasa aman, kebutuhan sosial, kebutuhan penghargaan, dan kebutuhan aktualisasi diri. Dari kelima kebutuhan tersebut, dapat diketahui bahwa kepribadian sehat (Metaneeds) yang dimiliki oleh tokoh Nyonya Komala lebih dominan kepada tokoh Mbok, Pak Mardi, teman-teman arisan, dan seorang dukun. Sedangkan kepribadian tidak sehat (Metapologis) yang dimiliki oleh tokoh Nyonya Komala, yaitu lebih dominan kepada tokoh Tuan Urip. Berdasarkan dari dua teori kepribadian Abraham Maslow dan dari lima kebutuhan dasar tersebut, bahwa tokoh Nyonya Komala memiliki jenis kepribadian yang disebut sebagai kepribadian Neuroticism. Jenis kepribadian Neuroticism mempengaruhi positif tokoh Nyonya Komala. Neuroticism merefleksikan kepribadian pada pengalaman emosi yang negatif, seperti kemarahan, ketakutan, kesedihan, kecemburuan, ketidakpastian, dan emosi buruk lainnya. Tokoh Nyonya Komala memiliki jenis kepribadian Neuroticism bahwa ia tidak stabil mengatur emosi ketika menghadapi kenyataan rumah tangga.
Karakter Tokoh Meira dalam Novel I’mperfect: A Journey To Self-Acceptance Karya Meira Anastasia (Teori Psikologi Individual Alfred Adler) Fitrianingsih Fitrianingsih; Syahbudin Syahbudin; Syahrul Qodri
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v4i1.2737

Abstract

Masalah utama dalam penelitian ini adalah bagaimanakah karakter tokoh Meira berdasarkan keenam prinsip kepribadian Alfred Adler dalam novel I’mperfect: A Journey To Self-Acceptance Karya Meira Anastasia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendiskripsikan karaker tokoh Meira dalam novel I’mperfect: A Journey To Self-Acceptance Karya Meira Anastasia menggunakan keenam prinsip kepribadian Alfred Adler. Data penelitian ini berupa data kutipan-kutipan dalam novel yang mengandung enam prinsip kepribadian. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik studi pustaka dan teknik catat dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Metode analisis data yang digunakan yaitu deskriptif, identifikasi, klasifikasi, dan analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa karakter tokoh Meira berdasarkan keenam prinsip kepribadian yaitu Prinsip rasa rendah diri yang menunjukkan bahwa Meira memiliki karakter yang tidak percaya diri atau minder dengan kondisi tubuh yang ia miliki, cenderung menyendiri dan selalu menyalahkan diri sendiri. Prinsip superior yang menunjukkan bahwa Meira memilki karakter yang ambisius, pantang menyerah, dan bangkit dari keterpurukan untuk meninggalkan rasa tidak percaya diri. Prinsip gaya hidup yang menunjukkan bahwa Meira memiliki karakter yang mandiri, rajin, dan berani untuk memulai gaya hidup baru dari sebelumnya. Prinsip diri kreatif yang menunjukkan bahwa Meira memiliki karakter yang cerdas, kreatif, pantang menyerah dan bertanggung jawab dalam memakai pengalamannya untuk mencapai tujuan akhir. Prinsip tujuan semu yang menunjukkan bahwa Meira memiliki karakter yang gigih dalam mencapai masa depan yang ia harapkan. Dan Prinsip minat sosial yang menunjukkan bahwa Meira memiliki karakter yang mudah bergaul, senang menolong sesama, bijaksana, dan penyayang
Variasi Sosiolek dalam Isolek Mbawa di Kabupaten Bima Nurhayati Nurhayati; Sukri Sukri; Burhan Burhan
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2020): Maret
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v2i1.2738

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan variasi sosiolek dalam isolek Mbawa di Kabupaten Bima. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode Observasi, rekam, transkripsi, terjemahan, dan dokumentasi. Adapun analisis deskriptif kualitatif dengan langkah identifikasi, klasifikasi dan interprestasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat variasi sosiolek dalam isolek Mbawa di Kabupaten Bima. Berdasarkan jenis usia, berdasarkan strata pendidikan, dan kelas sosial dari para penuturnya seperti pada pemakaian kata kasama ‘sedang apa’ dan kancore ‘bersama’ yang dalam bahasa Indonesia berarti ‘bersama’ pemakaian kedua bentuk tersebut komunikasi antara penutur muda dengan lawan tutur sebaya, pemakaian kata maita ‘ayo kesini’ dan maio ‘ayo kesini’ yang dalam bahasa Indonesia berarti ‘ayo kesini’ pemakaian kedua bentuk tersebut komunikasi antara penutur tua dengan lawan tutur muda, dan Pemakaian kata iyota ‘iya’ dan iyora ‘iya’ yang dalam bahasa Indonesia berarti ‘iya’ pemakaian kedua bentuk tersebut komunikasi antara penutur berpendidikan menengah keatas dengan lawan tutur berpendidikan menengah ke bawah
Metafora Dalam Kumpulan Puisi Setitis Air Mata, Seulas Senyum Karya Kahlil Gibran Haliza Haliza; Johan Mahyudi; Mahmudi Efendi
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v5i1.2761

Abstract

Penelitian ini berfokus pada penggunaan Metafora yang terdapat dalam kumpulan puisi Setitis Air Mata, Seulas Senyum karya Kahlil Gibran. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini yaitu bagaimana penggunaan metafora dalam kumpulan puisi Setitis Air Mata, Seulas Senyum karya Kahlil Gibran. Berdasarkan permasalahan tersebut, tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penggunaan metafora dalam kumpulan puisi Setitis Air Mata, Seulas Senyum karya Kahlil Gibran. Penelitian ini adalah penelitian yang bersifat kualitatif yaitu penelitian yang tidak melakukan atau mengadakan perhitungan dengan objek penelitian kumpulan puisi Setitis Air Mata, Seulas Senyum karya Kahlil Gibran. Metode pengumpulan data yang di gunakan adalah metode dokumentasi dan metode simak. Metode analisis data yang di gunakan adalah deskriptif. Berdasarkan analisis data, diperoleh kesimpulan bahwa Metafora yang telah di temukan pada kumpulan puisi Setitis Air Mata, Seulas Senyum berjumlah 82 data di antaranya yaitu metafora antropomorfis berjumlah 26 data, metafora hewan berjumlah 10 data, metafora dari abstrak ke konkret berjumlah 31 data, dan metafora sinestesia berjumlah 15 data

Page 5 of 25 | Total Record : 241