cover
Contact Name
Nurzainah Ginting
Contact Email
nurzainah@usu.ac.id
Phone
+6281376062405
Journal Mail Official
jpi@usu.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof Sofyan No.3 Kampus USU Padang Bulan, Medan, Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Peternakan Integratif
Published by TALENTA PUBLISHER
ISSN : 23033207     EISSN : 28082753     DOI : https://doi.org/10.32734
Jurnal Peternakan Integratif is a scientific journal covering animal science aspects published since 2012, is consistently published three times a year in April, August, and December by Animal Production Study Program, Universitas Sumatera Utara. Jurnal Peternakan Integratif is a peer reviewed journal. Jurnal Peternakan Integratif has been indexed and abstracted in Google Scholar, and other scientific databases. The journal also used Turnitin Check to prevent any suspected plagiarism in the manuscripts. Jurnal Peternakan Integratif receives manuscripts encompass a broad range of research topics in tropical animal sciences: nutrition, breeding and genetics, reproduction and physiology, feed sciences, agrostology, animal products, biotechnology, energy, behaviour, welfare, health, livestock farming system, socio-economic, and policy. Jurnal Peternakan Integratif is published by Talenta Publisher under Universitas Sumatera Utara, Medan 20155, Indonesia.
Articles 337 Documents
PENGEMBANGAN MODEL PITA UKUR DAN RUMUS PENDUGAAN BOBOT BADAN BERDASARKAN LINGKAR DADA PADA TERNAK KERBAU: Development of Tape Measure Models and Body Weight Estimation Formula Based on Chest Size on The Buffalo Tigor Naibaho; Hasnudi; Hamdan
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 4 No. 2 (2106): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.943 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v4i2.2793

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji keandalan atau keakuratan berbagai jenis pita ukur danmengembangkan model pita ukur dan rumus pendugaan bobot badan berdasarkan ukuran lingkar dadakerbau Murrah dan kerbau Rawa. Penelitian ini dilaksanakan diBPTU-HPT Siborong – Borong dandi Peternakan rakyat yang terdapat di kabupaten Deli Serdang. Dari bulan April sampai Mei 2015.Pita ukur yang adalah pita ukur Agrotech, kemudian menggunakan rumus Schoorl dan Smith sebagaiperbandingan, serta menggunakan analisa korelasi sederhana. Hasil penelitian diperoleh bahwapendugaan bobot badan untuk kerbau Sungai dan kerbau Lumpur dengan menggunakan pita ukurAgrotech diperoleh penyimpangan 23,94% untuk ternak jantan dan 34,22% untuk ternak betina.Persamaan regresi untuk ternak jantan Y = -266,456 + 3,703X dan ternak betina Y = -351,218 +4,169X dengan nilai penyimpangan regresi 1,74% (jantan) dan 3,49% (betina). Kesimpulan,pendugaan bobot badan yang paling mendekati pada ternak kerbau Murrah dan kerbau Rawa adalahmenggunakan rumus regresi dengan rincian setiap pertambahan 1cm lingkar dada kerbau dapatmenaikkan berat badan 4 kg.
PEMANFAATAN TEPUNG KULIT BUAH MARKISA (Passiflora edulis var. edulis) FERMENTASI Phanerochaete chrysosporium DALAM RANSUM BENTUK PELET TERHADAP PERFORMANS KELINCI REX JANTAN LEPAS SAPIH: The Utilization of Passiflora Edulis Var.Edulis Fermented by Phanerochaete Chrysosporium in Pellet Diet on Performances of Weaning Male Rex Rabbits Maeika Putri Sitepu; Tri Hesti Wahyuni; Nevy Diana Hanafi
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 4 No. 2 (2106): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.046 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v4i2.2794

Abstract

Kulit buah markisa merupakan limbah dari buah markisa yang dapat dimanfaatkan sebagai pakanternak dalam ransum bentuk pelet. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh dari pemanfaatan tepungkulit buah markisa (KBM) fermentasi Phanerochaete chrysosporium dalam ransum bentuk pelet terhadapperformans kelinci rex jantan lepas sapih. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancanganacak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan terdiri dari berbagai level yaitu P0 (0%); P1(10%); P2 (20%) dan P3 (30%). Hasil penelitian menunjukan rataan konsumsi (g/ekor/hari)(71.07;69.34;71.18;71.28), pertambahan bobot badan (14.96; 17.00; 17.04;17.36), konversi ransum sebesar(4.78; 4.28; 4.28;4.03). Hasil analisis ragam menunjukan bahwa perlakuan tidak memberikan pengaruh berbedanyata (P>0.05) terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan dan konversi ransum. Kesimpulannyaadalah penggunaan tepung kulit buah markisa fermentasi dan tanpa fermentasi dapat digunakan sebagai pakanalternatif sampai level 30% dalam ransum kelinci rex jantan.
KECERNAAN SERAT KASAR DAN PROTEIN KASAR RANSUM YANG MENGANDUNG PELEPAH DAUN KELAPA SAWIT DENGAN PERLAKUAN FISIK, BIOLOGIS, KIMIA DAN KOMBINASINYA PADA DOMBA: Digestibility of Crude Fiber and Crude Protein Diet Containing Oil Palm Frond Treated by Physical, Biological and Chemical on Sheep Edidis Periasantana Gultom; Tri Hesti Wahyuni; Ma’ruf Tafsin
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 4 No. 2 (2106): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.786 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v4i2.2795

Abstract

Pelepah daun kelapa sawit diperlukan perlakuan untuk meningkatkan kandungan nutrisinya. Penelitian inibertujuan untuk menguji pemanfaatan ransum yang mengandung pelepah daun kelapa sawit dengan perlakuan fisik,biologi, kimiawi dan kombinasinya terhadap kecernaan serat kasar dan protein kasar. Penelitan ini dilaksanakan diLaboratorium Biologi Ternak, Departemen Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Medanyang dilaksanakan pada bulan Juni-Agustus 2013. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL)dengan empat perlakuan dan empat ulangan, menggunakan domba lokal jantan sebanyak 16 ekor dengan rataanbobot badan awal 10 ±1,16 kg. Perlakuan yang diuji terdiri atas pelepah daun kelapa sawit dengan perlakuan fisik(P0); biologi (P1); kimia (P2) dan kombinasi (P3). Parameter yang diamati adalah konsumsi serat kasar dankonsumsi protein kasar, kecernaan serat kasar dan kecernaan protein kasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwakonsumsi serat kasar (g/ekor/hari) pada perlakuan fisik dan biologi (78.94 dan 79.98) nyata lebih tinggi dibandingperlakuan kimia dan kombinasi (66.93 dan 59.92), konsumsi protein kasar (g/ekor/hari) pada perlakuan biologi(59,45) nyata lebih tinggi disbanding perlakuan fisik, kimia dan kombinasi (39.21, 39.86 dan 45,13). Kecernaanserat kasar (%) pada perlakuan kombinasi (68.97) nyata lebih tinggi disbanding perlakuan fisik, biologi dan kimia(50.29, 64.38 dan 59.93), kecernaan protein kasar (%)pada perlakuan biologi, kimia dan kombinasi (79.97, 79.32dan 81.03) nyata lebih tinggi dibanding perlakuan fisik (71.31). Kesimpulan hasil penelitian ini adalah pemberianransum yang mengandung pelepah daun kelapa sawit dengan perlakuan kombinasi dari perlakuan fisik, biologi dankimia meningkatkan kecernaan serat kasar dan kecernaan protein kasar pada domba.
SUPLEMENTASI CHITOSAN DERIVAT KARAPAS UDANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KADAR TOTAL KOLESTEROL DARAH PADA ITIK LOKAL: Supplementation of Chitosan as the Shrimp Shell Derivatives In rations on Growth and Blood Total Cholesterol Levels in Local Duck Pretti Sitompul; Ma’ruf Tafsin; Sayed Umar
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 4 No. 2 (2106): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.938 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v4i2.2796

Abstract

Kadar total kolesterol yang tinggi menjadi faktor pembatas yang menyebabkan konsumsisecara bebas terhadap daging maupun telur itik dihindari oleh masyarakat. Untuk itu telah dilakukansuatu penelitian pada Mei _ September 2015 untuk mengamati suplementasi chitosan derivat karapasudang di dalam ransum terhadap pertumbuhan dan kadar total kolesterol darah pada itik lokalmenggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Keempat perlakuan terdiriatas T0 = ransum basal tanpa suplementasi; T1 = ransum basal + 9,05% tepung karapas udang; T2 =ransum basal + 1,5% chitosan derivat karapas udang; T3 = ransum basal + 1,5% chitosan BiotechSurindo. Peubah yang diteliti terdiri atas konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, konversiransum dan kadar total kolesterol darah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi tepungkarapas udang, chitosan derivat karapas udang maupun chitosan komersial di dalam ransum dapatmenurunkan kadar total kolesterol darah dan performans itik (P<0.05). Total kolesterol darah (mg/dL)pada perlakuan T1; T2: T3; T4 adalah 252,4; 224; 153; 185,4. Sedangkan rata-rata pertambahan bobotbadan menurun 6,55%; 22,18%; dan 14,02% dibandingkan terhadap perlakuan kontrol. Hasil terbaikdiperoleh pada suplementasi 1,5% chitosan derivat karapas udang.
PEMANFAATAN TEPUNG LIMBAH IKAN GABUS PASIR (Butis amboinensis) SEBAGAI SUBSTITUSI TEPUNG IKAN KOMERSIAL DALAM RANSUM TERHADAP FERTILITAS, DAYA TETAS DAN MORTALITAS EMBRIO ITIK LOKAL: UTILIZATION OF GABUS PASIR(BUTIS AMBOINENSIS) WASTE FISH MEAL FOR SUBSTITUTION OF COMMERCIAL FISH MEAL IN DIET ON FERTILITY, HATCHABILITY AND EMBRYO MORTALITY OF EGG LAYING DUCK Dian Syahputra; Tri Hesti Wahyuni; R. Edhy Mirwandhono; Tati Vidiana Sari
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 4 No. 3 (2106): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.939 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v4i3.2798

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Biologi Ternak Fakultas Pertanian UniversitasSumatera Utara dari bulan Maret sampai dengan Juli 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipengaruh pemberian tepung limbah ikan gabus pasir (Butis amboinensis) dalam ransum terhadapfertilitas, daya tetas dan mortalitas embrio itik petelur. Rancangan yang digunakan dalam penelitianini adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan menggunakanperbandingan tepung limbah ikan gabus pasir dengan tepung ikan komersil antara 0:10 (P0), 5:5 (P1)dan 10:0 (P2). Penelitian ini menggunakan 134 butir telur yang berasal dari 52 ekor betina dan 18ekor pejantan. Hasil penelitian menunjukan persentase fertilitas secara berturut turut sebesar 97,92;100 dan 100, daya tetas (%) 76,63; 79,50 dan 84,17, mortalitas embrio (%) 23,37; 20,45 dan 15,83.Hasil menunjukan bahwa perlakuan tidak memberikan pengaruh nyata terhadap fertilitas, daya tetasdan mortalitas embrio (P>0,05). Kesimpulannya adalah bahwa tepung limbah ikan gabus pasir dapatmenggantikan tepung ikan komersil.
ANALISIS PENDAPATAN DAN EFISIENSI PEMASARAN USAHA SAPI POTONG DI KABUPATEN LANGKAT: The Income Analysis and Marketing Efficiency of Beef Cattle Business in Langkat District Achmad Syahdani; Hasnudi; Nevy Diana Hanafi
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 4 No. 3 (2106): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.988 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v4i3.2799

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis pendapatan dan efisiensi pemasaran usahasapi potong. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Langkat mulai bulan Juni sampai September2014. Penelitian ini menggunakan proportional stratified random sampling dan diperoleh 219responden, yaitu kecamatan Batang Serangan (111 responden), Besitang (69 responden) dan Sirapit(39 responden). Efisiensi pemasaran didapat melalui metode wawancara terhadap peternak,pengumpul, rumah potong hewan, pedagang pasar dan konsumen akhir mengenai harga jual sapipotong.Hasil penelitian menujukkan bahwa skala usaha berpengaruh nyata (P<0,05) terhadappendapatan peternak, sedangkan umur peternak, tingkat pendidikan, pengalaman beternak, jumlahtanggungan keluarga dan biaya prduksi berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap pendapatanpeternak. Terdapat 3 pola saluran pemasaran sapi potong dimana pola I (peternak, pedagang pasar dankonsumen akhir) adalah saluran pemasaran yang paling efisien. Kesimpulan penelitian ini adalahskala usaha memberikan pengaruh positif terhadap pendapatan dan semakin pendek saluranpemasaran maka meningkatkan efisiensi pemasaran sapi potong.
PENGGUNAAN TEPUNG LIMBAH UDANG DENGAN PENGOLAHAN FILTRAT AIR ABU SEKAM FERMENTASI EM-4 DAN KAPANG Trichoderma viride PADA RANSUM TERHADAP KARKAS DAN LEMAK ABDOMINAL AYAM BROILER: Utilization of Shrimp Shell Mills with the Processing of Rice Husk Ash Filtrate, Fermentation EM-4 and Trichoderma Viride in Died on the Percentage of Carcasses, Slaughter Weight and Abdominal Fat of Broiler Chicken Eko Putra; R. Edhy Mirwandhono; Hasnudi
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 4 No. 3 (2106): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.966 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v4i3.2800

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung limbah udang (TLU)dengan pengolahan filtrat air abu sekam (FAAS), fermentasi EM-4 dan kapang Trichoderma viride (TV)dalam ransum terhadap persentase karkas, bobot potong, bobot karkas dan bobot lemak abdominal ayambroiler. Rancangan yang dipakai adalah rancangan acak lengkap dengan 8 perlakuan dan 3 ulanganselanjutnya dianalisis dengan pembanding ortogonal kontras. Perlakuan terdiri dari Poa (Ransumkomersil), Pob(0% TLU), P1 (5% TLU FAAS), P2 (5% TLU EM-4), P3 (5% TLU TV), P4( 10% TLUFAAS), P5 (10% TLU EM-4), P6 (10% TLU TV). Parameter yang diteliti adalah persentase karkas,bobot potong, bobot karkas dan bobot lemak abdominal. Hasil penelitian menunjukkan rataan persentasekarkas (%) Poa :71,63, Pob :66,37, P1 :65,87, P2 :66,41, P3 :6681, P4 :64,79, P5 :65,11, P6 :65,87.Rataan bobot potong (g/ekor) Poa :1768,00, Pob :1473,11, P1:1462,22, P2 :1471,67, P3:1486,89, P4:1402,33, P5:1416,44, P6:1449,78. Rataan bobot karkas (g/ekor) Poa:1269,11, Pob:980,2, P1:96,33,P2:979,35, P3:994,58, P4:909,99, P5:923,02, P6:957,56. Rataan bobot lemak abdominal (g/ekor)Poa:42,33, Pob:23,56, P1:22,56, P2:22,89, P3:21,89, P4:22,44, P5:22,67, P6:22,33. Kesimpulan daripenelitian ini adalah penggunaan tepung limbah udang dengan pengolahan filtrat air abu sekam,fermentasi EM-4 dan Kapang Trichoderma viride dapat menggantikan tepung ikan komersil pada levelpemakaian 5% pada ransum.
ANALISIS USAHA PEMANFAATKAN TEPUNG LIMBAH IKAN GABUS PASIR (Butis amboinensis) PADA ITIK PEKING UMUR 1 HARI SAMPAI 8 MINGGU: Utilization of Business Analysis Meal Fish Waste Cork Sand (Butis amboinensis) to Peking Duck Age 1-8 Sunday Heri Nirwanto; Armyn Hakim Daulay; Hasnudi; T. Vidiana Sari
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 4 No. 3 (2106): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.256 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v4i3.2801

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis usaha pemanfaatan tepung limbah ikan gabuspasir terhadap biaya produksi, hasil produksi, laba/rugi, income over feed cost (IOFC) dan revenuecost ratio (R/C ratio). Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Biologi Ternak Fakultas PertanianUniversitas Sumatera Utara, yang berlangsung pada bulan Agustus sampai Oktober 2014. Metodepenelitian yang digunakan adalah metode survey dan analisis ekonomi. Penelitian tediri dari 3perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan menggunakan perbandingan tepung ikan komersial dengantepung limbah ikan gabus pasir antara P0 (10%:0%), P1 (5%:5%), P2 (0%:10%). Hasil penelitianmenunjukkan bahwa pada perlakuan P0, P1 dan P2 memberikan hasil yang berbeda terhadap rataantotal biaya produksi (Rp/ekor/periode): 45.905,52; 45.092,33 dan 44.857,98, total hasil produksi(Rp/ekor/periode): 46.188,33; 46.779,83 dan 47.868,33, laba / rugi (Rp/ekor/periode): 282,80;1.687,50 dan 3.010,34, income over feed cost (IOFC) (Rp/ekor/periode): 17.673,12; 19.077,81 dan20.400,88 dan R / C ratio : 1.01; 1.04 and 1.07. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwaPenggunaan tepung limbah ikan gabus pasir dengan level 10% dapat meningkatkan total hasilproduksi, R/C Ratio, analisis laba rugi dan IOFC (Income Over Feed Cost). Dan dapat menurunkanharga pakan, biaya konsumsi dan total biaya produksi pada pemeliharaan itik peking. Penggunaantepung limbah ikan gabus pasir dengan level 10% dapat meningkatkan pendapatan dan menggantikantepung ikan komersil dalam ransum ternak itik peking.
PENDUGAAN PARAMETER GENETIK DAN KOMPONEN RAGAM SIFAT PERTUMBUHAN PADA BANGSA BABI YORKSHIRE: ESTIMATION OF GENETIC PARAMETER AND VARIANCE COMPONENTS OF GROWTH TRAITS IN YORKSHIRE SWINE Morina Girsang; Ekani Putri Gurusinga; Hamdan; Sayed Umar
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 4 No. 3 (2106): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.668 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v4i3.2802

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengestimasi nilai parameter genetik dan komponenragam dari sifat pertumbuhan pada Babi Yorkshire. Penelitian dilakukan di BPTU-HPTSiborongborong pada bulan Juni 2015. Materi penelitian terdiri dari catatan produksi babiYorkshire selama satu generasi sebanyak 249 ekor yang berasal dari 4 ekor pejantan dan37 ekor induk babi Yorkshire. Variabel yang diamati adalah bobot lahir, bobot sapih danjumlah anak sekelahiran. Heritabilitas dan korelasi genetik diestimasi menggunakanmetode pola tersarang (nested design) model unbalanced dan nilai pemuliaan dihitungmenggunakan pengukuran tunggal dirinya sendiri. Hasil penelitian menunjukan nilaikoefisen keragaman sifat bobot lahir, bobot sapih dan jumlah anak sekelahiran berturutturutadalah 21,8%, 20,5% dan 22%. Nilai heritabilitas sifat bobot lahir dan bobot sapihberturut-turut adalah 0,21 dan 0,13. Nilai korelasi genetik bobot lahir dengan bobot sapih,jumlah anak sekelahiran dengan bobot lahir dan jumlah anak sekelahiran dengan bobotsapih berturut-turut adalah 0,264, 0,050 dan -0,110. Kesimpulan penelitian adalah nilaikoefisien keragaman dari sifat pertumbuhan termasuk kategori tinggi, nilai heritabilitastermasuk kategori sedang, dan nilai korelasi genetik termasuk kategori rendah sampaisedang.
PENDUGAAN PARAMETER GENETIK DAN KOMPONEN RAGAM SIFAT PERTUMBUHAN PADA BANGSA BABI LANDRACE: ESTIMATION OF GENETIC PARAMETERS AND VARIAN COMPONENT OF GROWING UP CHARACTER FOR LANDRACE SWINE Vierman; Marida S. Nababan; Armyn Hakim Daulay; Hamdan
Jurnal Peternakan Integratif Vol. 4 No. 3 (2106): Jurnal Peternakan Integratif
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.394 KB) | DOI: 10.32734/jpi.v4i3.2804

Abstract

Informasi genetik babi Landrace menentukan strategi pemuliaan di masamendatang. Penelitian ini bertujuan mengetahui nilai heritabilitas, korelasi genetik, dannilai pemuliaan babi Landrace. Penelitian dilakukan di Balai Pembibitan Ternak Ungguldan Hijauan Pakan Ternak Desa Siaro Kecamatan Siborongborong Kabupaten TapanuliUtara pada bulan Juni 2015. Rancangan yang digunakan adalah pola tersarang data tidakseimbang. Materi penelitian merupakan data produksi dari 465 ekor Babi Landracedengan jantan sebanyak 245 ekor dan betina sebanyak 220 ekor. Hasil penelitianmenunjukkan nilai heritabilitas bobot lahir dan bobot sapih berturut-turut adalah 0.14 dan0.36. Nilai korelasi genetik (bobot lahir-bobot sapih) (jumlah anak sekelahiran-bobotlahir) (jumlah anak sekelahiran-bobot sapih) dengan nilai masing-masing adalah: 0.24%;-0.06% dan -0.14%. Kesimpulan penelitian adalah nilai koefisien keragaman sifatpertumbuhan pada babi Landrace memiliki keragaman yang tinggi namun korelasigenetiknya rendah. Kriteria terhadap seleksi sifat pertumbuhan pada babi Landracedidasarkan pada bobot lahir dan bobot sapih.

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 4 No. 3 (2106): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 4 No. 2 (2106): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 13 No. 01 (2025): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 12 No. 3 (2024): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 12 No. 1 (2024): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 11 No. 3 (2023): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 11 No. 2 (2023): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 11 No. 1 (2023): Jurnal Perternakan Integratif Vol. 10 No. 3 (2022): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 10 No. 2 (2022): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 10 No. 1 (2022): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 9 No. 3 (2021): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 9 No. 2 (2021): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 9 No. 1 (2021): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 8 No. 3 (2020): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 8 No. 2 (2020): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 8 No. 1 (2020): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 7 No. 3 (2019): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 7 No. 2 (2019): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 7 No. 1 (2019): jurnal peternakan integratif Vol. 6 No. 3 (2018): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 6 No. 2 (2018): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 6 No. 1 (2018): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 5 No. 3 (2017): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 5 No. 2 (2017): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 5 No. 1 (2017): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 4 No. 1 (2015): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 3 No. 3 (2015): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 3 No. 2 (2015): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 3 No. 1 (2014): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 2 No. 3 (2014): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 2 No. 2 (2014): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 2 No. 1 (2013): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 1 No. 2 (2013): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 1 No. 3 (2012): Jurnal Peternakan Integratif Vol. 1 No. 1 (2012): Jurnal Peternakan Integratif More Issue