cover
Contact Name
Ali Hamdan
Contact Email
rumahjurnal@unugiri.ac.id
Phone
+6282234444954
Journal Mail Official
almaqashidi@unugiri.ac.id
Editorial Address
https://journal.unugiri.ac.id/index.php/almaqashidi/about/editorialTeam
Location
Kab. bojonegoro,
Jawa timur
INDONESIA
Al Maqashidi : Jurnal Hukum Islam Nusantara
ISSN : 26205084     EISSN : 26230399     DOI : https://doi.org/10.32665/almaqashidi
Al Maqashidi adalah Jurnal Hukum Islam Nusantara berbasis maqashid syariah yang diterbitkan oleh Fakultas Syariah Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri. Jurnal ini mengkhususkan pada kajian ilmu hukum Islam dan terbit dua kali dalam setahun yaitu bulan Januari-Juni dan Juli-Desember.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 100 Documents
STANDAR PEMBERIAN MAHAR MINIMAL PADA PERKAWINAN DALAM TINJAUAN HUKUM ISLAM : (Studi Pada Masyarakat Adat Ogan Kecamatan Bumiratu Nuban Lampung Tengah) Ali Fauzi
Al Maqashidi : Jurnal Hukum Islam Nusantara Vol. 3 No. 2 (2020): Al Maqashidi : Jurnal Hukum Islam Nusantara
Publisher : UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SUNAN GIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1013.062 KB) | DOI: 10.32665/almaqashidi.v3i2.869

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan tentang praktek pemberian maharminimal pada masyarakat adat Ogan Kecamatan Bumiratu Nuban Lampung Tengah yangditinjau dari perspektif hukum Islam. Hasil penelitian menunjukkan : Pertama, tradisiperkawinan di kalangan masyarakat adat suku Ogan Kecamatan Bumiratu Nuban LampungTengah masih melaksanakan adanya adat istiadat, tidak bisa mengabaikan bentukpermintaan, jika hendak meminang perempuan yang berasal dari suku Ogan.Permintaan dimaksud adalah tuntutan sejumlah materi untuk dijadikan sebagai mahardan lainnya dari pihak perempuan kepada pihak laki-laki yang ingin meminangnya.Kedua, adanya adat permintaan ini ternyata ada sebagian masyarakat yang merasakeberatan untuk melaksanakan karena diluar kemampuan yang dimiliki oleh masyarakatyang ekonominya rendah. Oleh sebab itu, masyarakat suku Ogan Kecamatan BumiratuNuban Lampung Tengah mempunyai tradisi untuk pemberian mahar kepada istri minimalsebesar seratus ribu rupiah. Apabila pihak laki-laki memberi mahar di bawah seratusribu rupiah, maka dianggap tidak memuliakan pihak perempuan dan merendahkanstatus sosial keluarga dalam pandangan masyarakat. Ketiga, pelaksanaan pemberianmahar minimal dalam tradisi masyarakat suku Ogan Kecamatan Bumiratu Nuban LampungTengah jika ditinjau dari hukum Islam, maka hukumnya boleh, karena tidakbertentangan dengan hukum Islam dan sejarah pemberian mahar dalam Islam adalahuntuk menghalalkan seorang perempuan. Keempat, apabila dibandingkan dengan harusmemenuhi adat permintaan yang dinilai sangat memberatkan disebagian masyarakatyang kurang mampu, maka mahar dengan uang sebesar seratus ribu rupiah sebagai batasminimal sangatlah memperingan untuk melaksanakan pernikahan dalam lingkunganmasyarakat masyarakat suku Ogan Kecamatan Bumiratu Nuban Lampung Tengah.
PEREMPUAN PERSPEKTIF PEMIKIRAN HUKUM ISLAM MODERN RIRIN FAUZIYAH; Burhanatut Dyana
Al Maqashidi : Jurnal Hukum Islam Nusantara Vol. 3 No. 2 (2020): Al Maqashidi : Jurnal Hukum Islam Nusantara
Publisher : UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SUNAN GIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (812.574 KB) | DOI: 10.32665/almaqashidi.v3i2.870

Abstract

Before Islam came, in many parts of the world women are subjected to humiliation andabuse. Women are considered as goods that can be traded, transferred, and inherited.Islam comes to improve the condition of women by elevating their status, giving themrights as men have rights over themselves and their assets, even women are no longerconsidered as inheritance assets, but as heirs who are also entitled to inherited property.Over time and the increasing education and knowledge possessed by women resulted inthe desire for women to get the same or equal rights as men. This condition seems tohave received support from many parties. This can be seen frome the emergence offemale warrior figures who passionately fight for women’s rights, such as: AminaWadud, Fatima Mernissi, Riffat Hasan, Rifa’ah Thahthawi, Qasim Amin and others.Among the few that are being discussed is: the creation of women, the concept ofnusyuz, distribution of inheritance, the existence of historical material control, lack ofwomen experts, very strong male hegemony, and against the developmentalismparadigm.
ANALISIS MASLAHAT TERHADAP PUTUSAN NO. 1/Pdt.G/2018/PA.Kras TENTANG PERMOHONAN POLIGAMI KARENA CALON ISTRI KEDUA HAMIL Aliyun Aliyun
Al Maqashidi : Jurnal Hukum Islam Nusantara Vol. 3 No. 2 (2020): Al Maqashidi : Jurnal Hukum Islam Nusantara
Publisher : UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SUNAN GIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1163.328 KB) | DOI: 10.32665/almaqashidi.v3i2.871

Abstract

STUDI KOMPARASI PENDAPAT MAZHAB HANAFI DAN MAZHAB SYAFI’I TENTANG HUKUM ISTRI PASCA MULA’ANAH Bambang Kuswanto
Al Maqashidi : Jurnal Hukum Islam Nusantara Vol. 3 No. 2 (2020): Al Maqashidi : Jurnal Hukum Islam Nusantara
Publisher : UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SUNAN GIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1161.352 KB) | DOI: 10.32665/almaqashidi.v3i2.872

Abstract

ASAS-ASAS HUKUM ISLAM DALAM HUKUM MODERN Khurul Anam; Inna Qomariyah
Al Maqashidi : Jurnal Hukum Islam Nusantara Vol. 3 No. 2 (2020): Al Maqashidi : Jurnal Hukum Islam Nusantara
Publisher : UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SUNAN GIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1079.991 KB) | DOI: 10.32665/almaqashidi.v3i2.873

Abstract

Asas atau prinsip hukum merupakan sesuatu yang sangat penting sebab adanya asasdipergunakan untuk tumpuan berfikir dalam pelaksanaan dan penegakan hukum. Dalampandangan Islam, Al-Qur‟an adalah sumber utama dan sempurna yang mencakupseluruh aspek kehidupan (universal). Secara substantif, Islam memiliki nilai-nilai yangsama dengan asas-asas dalam bernegara dan berhukum. Adanya “kalimatun sawa” ataukesamaan pandangan menjadikan nilai-nilai dalam Islam dapat berlaku dan diterimapada hukum modern.
APLIKASI AKAD MURABAHAH PADA PEMBIAYAAN USAHA TOKO KLONTONG DI PASAR KALITIDU PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI SYARIAH (Studi Kasus BMT UAS Cabang Kalitidu Kab.Bojonegoro): (Studi Kasus BMT UAS Cabang Kalitidu Kab.Bojonegoro) EKO ARIEF CAHYONO
Al Maqashidi : Jurnal Hukum Islam Nusantara Vol. 3 No. 2 (2020): Al Maqashidi : Jurnal Hukum Islam Nusantara
Publisher : UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SUNAN GIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (813.61 KB) | DOI: 10.32665/almaqashidi.v3i2.874

Abstract

Pembiayaan dengan akad murabahah merupakan pembiayaan suatu barang denganmenegaskan harga belinya kepada pembeli dan pembeli membayarnya dengan hargayang lebih sebagai keuntungan yang disepakati. Isu yang berkembang pada praktikpembiayaan dengan akad murabahah di BMT UAS Cabang Kalitidu di indikasikantidak sesuai dengan prinsip syariah. Penelitian yang digunakan adalah penelitiankualitatif melalui studi kasus interpretive, yaitu analisis sistematis untuk memahamisecara mendalam tentang organisasi atau objek yang diteliti. Penelitian ini dilakukanpada BMT UAS Cabang Kalitidu dengan metode pengumpulan data berupa wawancarakepada manajer dan nasabah BMT UAS serta melakukan analisis dokumen yangdiperoleh peneliti dari dokumen atau sumber tertulis yang disediakan oleh BMT UASCabang Kalitidu. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa 1) Praktik pembiayaandengan akad murabahah pada toko klontong yang dilakukan oleh BMT UAS CabangKalitidu ditemukan adanya syarat dan rukun yang tidak terpenuhi yaitu objek dankriteria yang tidak jelas. 2) Ketidaktepatan akad murabahah sebagai instrumenpenambah modal usaha pada toko klontong.
TINJAUAN MAQOSHID AL-SYARI’AH TERHADAP PERJANJIAN PERKAWINAN MASYARAKAT ADAT LAMPUNG : (Studi di Kecamatan Anak Tuha Kabupaten Lampung Tengah) Diah Ayu Lestari
Al Maqashidi : Jurnal Hukum Islam Nusantara Vol. 3 No. 2 (2020): Al Maqashidi : Jurnal Hukum Islam Nusantara
Publisher : UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SUNAN GIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1086.503 KB) | DOI: 10.32665/almaqashidi.v3i2.875

Abstract

Masyarakat di Kecamatan Anak Tuha yang bersuku Lampung memahami bahwapernikahan merupakan suatu ikatan yang sakral. Masyarakat adat Lampung diKecamatan Anak Tuha telah menjalankan adat larangan bercerai secara turun temurun.Faktor yang menyebabkan masyarakat adat Lampung taat terhadap aturan ini adalahmenjaga harga dirinya dihadapan masyarakat. Selain menjaga harga dirinya jugamenjaga harga diri keluarga besar dan juga penyimbangnya. Keluarga besar ini tidakhanya meliputi keluarga yang masih hidup akan tetapi sampai naik kepada nenekmoyang asal-usul keturunan suku tersebut. Sehingga akan berimbas kepada keturunan,aib dari tidak bisa menjaga martabat akan secara turun-temurun diwariskan sebagaiakibat dari orang tua yang tidak dapat menjaga harga diri (pi‟il pesenggiri). Penelitianini merupakan penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif kualitatif.Dalam penelitian ini, peneliti mewawancarai Tokoh Adat di beberapa kampung diKecamatan Anak Tuha yang sudah memahami dan mengerti seluk beluk tentangperjanjian perkawinan adat sedangkan untuk analisis data, peneliti menggunakan teknikberfikir deduktif. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa perjanjian perkawinanpada masyarakat adat Lampung di Kecamatan Anak Tuha Kabupaten Lampung Tengahsesuai dengan maqāṡid asy-syarī’ah dari segi hifz ad-din (menjaga agama), hifz an-nasl(menjaga keturunan), dan hifz nafs (menjaga jiwa).
IMPLEMENTASI PERATURAN MAHKAMAH AGUNG NO. 3 TAHUN 2017 TENTANG PEDOMAN MENGADILI PERKARA PEREMPUAN BERHADAPAN DENGAN HUKUM TERHADAP PERKARA CERAI GUGAT DI PENGADILAN AGAMA TANJUNG KARANG Rizky Silvia Putri; Amar Ma’ruf
Al Maqashidi : Jurnal Hukum Islam Nusantara Vol. 4 No. 1 (2021): Al Maqashidi : Jurnal Hukum Islam Nusantara
Publisher : UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SUNAN GIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1013.567 KB) | DOI: 10.32665/almaqashidi.v4i1.904

Abstract

Perempuan mempunyai hak atas adanya perlakuan adil pada setiap masalah yang sedang dihadapinya. Dalam penyelesaian masalah perempuan, harus diimbangi dengan adanya keadilan dalam pelaksanaanya, karena keadilan itu sendiri merupakan suatu upaya untuk melindungi kaum perempuan dari diskriminasi kaum laki-laki atau golongan yang menilai bahwa perempuan hanya sebagai makhluk yang lemah. Semua orang sama di depan hukum dan berhak atas perlindungan hukum yang sama tanpa diskriminasi, kalimat tersebut merupakan prinsip dasar dalam hukum dan hak asasi manusia. Perlindungan dan kepastian hukum yang adil dan perlakuan yang sama didepan hukum juga menjadi salah satu hal yang dijamin dalam Undang-Undang Dasar Republik Indonesia sebagaimana diatur dalam pasal 28 huruf D ayat (1). Penelitian ini membahas mengenai Implementasi Peraturan Mahkamah Agung No. 3 Tahun 2017 Tentang Pedoman Mengadili Perkara Perempuan Berhadapan Dengan Hukum Terhadap Perkara Cerai Gugat di Pengadilan Agama Tanjung Karang. Penelitian ini merupakanpenelitian lapangan (kancah atau field research) dengan data primer yakni data yang diperoleh dari sumber pertama, dalam penelitian ini yang menjadi data primer yaitu hasil wawancara, hasil observasi dan hasil dokumentasi. Hasil dari penelitian ini bahwa implementasi Peraturan Mahkamah Agung No. 3 Tahun 2017 Tentang Pedoman Mengadili Perkara Perempuan Berhadapan dengan Hukum Terhadap Perkara Cerai Gugat di Pengadilan Agama Kelas 1A Tanjung Karang masih sangat minim, dapat dibuktikan dengan belum adanya putusan perkara cerai gugat yang berperspektif gender.
ZAKAT PRODUKTIF SEBAGAI UPAYA PENGENTASAN KEMISKINAN : (Studi Kasus BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat Ditinjau Dari Perspektif Human Securty) Kawakib Kawakib
Al Maqashidi : Jurnal Hukum Islam Nusantara Vol. 4 No. 1 (2021): Al Maqashidi : Jurnal Hukum Islam Nusantara
Publisher : UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SUNAN GIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1210.185 KB) | DOI: 10.32665/almaqashidi.v4i1.905

Abstract

Zakat produktif dan pendistribusian dana zakat pada Program Zakat Perspektif Human Securty di Baznas Provinsi Kalimantan salah satu trobosan yang dilakukan untuk menentaskan kemiskinan yang komunitas secara komprehensif dengan mengintegrasikan aspek ekonomi dan aspek sosial yang pendanaan utamanya bersumber dari zakat, infak, dan sedekah sehingga terwujud masyarakat sejahtera dan mandiri. Hasil penelitian ini meliputi, pertama program Zakat Produktif ini merupakan pilot projek yang bersifat holistik integtatif bagi Baznas Provinsi Kalimantan Barat, untuk memperolehnya harus melalui beberapa tahapan, verifikasi juga suvey lapangan. Kedua, distribusi dana zakat yang dilakukan oleh Baznas Provinsi Kalimantan Barat secara umum terbagi menjadi dua, yaitu pemberdayaan ekonomi masyarakat miskin yang bersifat konsumtif dan barsifat produktif. Ketiga, ada dua kendala yang dialami oleh Baznas Provinsi Kalimantan Barat dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat miskin, yaitu dana zakat yang dikumpulkan oleh Baznas Provinsi Kalimantan Barat tidak mencapai target dari beberapa intansi terkait dan kurangnya SDM
MANAJEMEN KONFLIK DALAM KELUARGA RELEVANSINYA DALAM MEMBENTUK KELUARGA SAKINAH Abdul Jalil
Al Maqashidi : Jurnal Hukum Islam Nusantara Vol. 4 No. 1 (2021): Al Maqashidi : Jurnal Hukum Islam Nusantara
Publisher : UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SUNAN GIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1031.312 KB) | DOI: 10.32665/almaqashidi.v4i1.906

Abstract

Perbedaan adalah fitrah setiap manusia. Konflik dalam keluarga timbul karena adanya berbedaan antara suami istri yang dibiarkan dan tidak dikelola serta diselesaikan dengan baik. Jika sebuah konflik tidak dimanej dengan baik maka berakibat terjadinya kekerasan rumah tangga dan berujung penceraian. Artikel ini mendeskripsikan tentang sebab dan timbulnya konflik dalam keluarga, membahas bagaimana manajemen konflik dalam keluarga dalam membentukan keluarga sakinah, bagaimana Islam memberikan panduan cara mengelola permasalahan atau perselisihan suami istri dalam sebuah rumah tangga, membahas bagaimana strategi yang dapat digunakan dalam manajeman konflik keluarga. Artikel ini bertujuan memberikaan sumbangsih pemikiran dalam membina rumah tangga, sebuah ikatan lahir batin antara suami istri sebagai modal untuk menciptakan rumah tangga dan terwujudnya keluarga sakinah, mawadah wa rahmah yaitu keluarga bahagia dan diridhai Allah SWT.

Page 3 of 10 | Total Record : 100