cover
Contact Name
Daru Estiningsih
Contact Email
daru_estiningsih@almaata.ac.id
Phone
+6281328739496
Journal Mail Official
bangundesa@almaata.ac.id
Editorial Address
LPPM Universitas Alma Ata Jl. Brawijaya 99, Yogyakarta 55183 Telp : (0274) 434 2288,(0274) 434 2270 Email: pengabmas@almaata.ac.id
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Bangun Desa : Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 29884225     DOI : http://dx.doi.org/10.21927/jbd
Bagun Desa adalah Jurnal yang memuat hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat dikelola oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Alma Ata. Bangun Desa merupakan jurnal pengabdian yang mencakup kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat yang terkait dengan kesehatan, ekonomi, pendidikan, agama, informasi dan teknologi serta sosial humaniora dipertimbangkan dan disetujui oleh Tim Editorial. Bangun Desa terbit sebanyak dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Juni dan Desember.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 58 Documents
Pendampingan Kader Posyandu pada Pelaksanaan Program Investigasi Kontak Erat Pasien Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Margahayu Raya Kota Bandung Triyani, Yani; Achmad, Sadiah; Ekowati, RA Retno
Bangun Desa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/jbd.2024.3(1).29-34

Abstract

Berdasarkan hasil survey tahun 2022 cakupan penemuan pasien baru penderita Tuberkulosis (TB) hanya 52,6%. Pengabdian ini bertujuan melakukan pelatihan kader posyandu tentang investigasi kontak erat dan dampak buruk keluarga sebagai penular atau yang tertular TB dapat segera ditangani dengan baik. Metode pelaksanaan PKM ini terdiri dari 3 tahap, ke-1 dengan metode talk show interaktif tentang program kontak erat pasien TB,  dengan sebelum dan sesudah tahap-1 dilakukan pre dan post tes. Tahap ke-2 dilakukan analisis data hasil pre test dan post test. Tahap ke-3 dilakukan pendampingan langsung di lapangan saat pelaksanaan posyandu. Hasil PKM adalah tersosialisasikannya definisi, alur pelaporan dan tindak lanjutnya kontak erat pasien TB  kepada para kader posyandu. Terjadi peningkatan pengetahuan para kader kesehatan tentang investigasi kontak erat yang terlihat  dari peningkatan skor minimun 10 menjadi 60, dan skor maksimun dari 90 menjadi 100 dari nilai pre test dan post test. Berhasil dilakukan penjaringan terhadap 13 anak dan 22 orang dewasa dari 4 pasien baru TB, dan ditemukan 1 orang anak positif dengan tes Mantoux dan 1 orang dewasa yang positif dengan pemeriksaan dahak menggunakan tes cepat molekuler TB. Kesimpulan kegiatan ini akan dapat membantu dalam penemuan dini pasien baru TB sehingga pengobatan bisa lebih cepat dan mencegah penularan lebih lanjut.
Sosialisasi Pencegahan Stunting Melalui Program Bantar Sejajar dan Peningkatan Kesedaran Masyarakat dengan Pemenuhan Gizi di Desa Danurejo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang Maulana, Muhammad Amin; Nurjanah, Raudah; Astutik, Revani Dwi Putri; Permana, Yogi; Susanti, Efri; Qomaruzzaman, Salis Nizar; Alfiani, Vini; Fajrin, Syilvia; Merindyasakly, Ratna; Qutratuaini, Nabila Hasna; Fatika M, Nivia; Sinai, Aldea Mulia
Bangun Desa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/jbd.2024.3(1).1-7

Abstract

Masalah status gizi anak yang dikenal dengan stunting ditandai dengan PB/U atau TB/U, dimana hasil pengukurannya berada dalam ambang batas (Z-Score) <-2 SD sampai dengan -3 SD (pendek/stunted) dan <-3 SD (sangat pendek/sangat kerdil) dalam standar antropometri penilaian status gizi anak. Berdasarkan temuan Kajian Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan (Kemenkes), sebanyak 24,4% balita di Indonesia mengalami stunting pada tahun 2021. Pada tahun 2024, Indonesia diharapkan dapat menurunkan angka stunting sebesar 14%. Berdasarkan hasil observasi pada balita di desa Danurejo, Mertoyudan, Magelang  pola makan masih kurang baik dalam pemberian makan sehingga anak beresiko mengalami stunting. Masalah yang dialami di Desa Danurejo ini yaitu balita yang sulit dan tidak mau mengkonsumsi sayuran serta adanya distraksi dalam pemberian makan seperti saat memasuki waktu makan anak diberikan gadget agar anak tidak rewel. serta anak dibiarkan untuk jajan sembarangan tanpa ada pembatasan. Mendidik masyarakat untuk meningkatkan informasi dan kesadaran mengenai pencegahan stunting merupakan salah satu strategi yang digunakan untuk memerangi stunting pada balita. Pendekatannya terdiri dari pengenalan visual, ceramah, dan sesi tanya jawab dengan audiens. Peserta yang berasal dari TK Pratiwi sebanyak 50 orang dan SD Danurejo sebanyak 50 orang, sasaran program ini adalah orang tua, wali kelas, dan siswa.Kata kunci : stunting, upaya pencegahan, Magelang, status gizi
Sosialisasi Cegah Stunting dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pada Balita di Desa Bojong, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang Cahya, Rahmawati Dwi; Rosnaeni, Febriana; Safitri, Safitri; Sandi, Amalia; Zulyarti, Zulyarti; Sukmaningtias, Nanda; Soleha, Maratus; Idayanti, Idayanti; Titasari, Ilma Silvia; Muqoddas, Muhammad Faqih; Rafly, M.; Pasha, Aldi Hakim; Salim, Ahmad
Bangun Desa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/jbd.2023.2(2).77-82

Abstract

Stunting atau pendek merupakan suatu kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekuranan gizi kronis terutama dalam 1000 hari pertama kehidupan (HPK) sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Prevalensi stunting di indonesia sebanyak 21,6%. Target penurunan stunting di Indonesia ditetapkan sebesar 14% pada tahun 2024. Salah satu upaya penanggulangan stunting pada balita adalah dengan edukasi kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan kesadaran akan pencegahan stunting, serta edukasi dalam pemberian makanan tambahan (PMT) dengan memanfaatkan bahan makanan berasal dari lokal, metode yang digunakan adalah ceamah dan tanya jawab antara peserta dan narasumber. Keberhasilan kegiatan sosialisasi terlihat dari antusiasme dari peserta yang turut hadir dalam kegiatan sosialisasi. Masyarakat di Desa Bojong aktif berpartisipasi dalan kegiatan yang dilakukan yang mana peserta melakukan feedback (diskusi tanya jawab) terkait dengan materi yang telah disampaikan oleh narasumber. Kata kunci: Sosialisasi, Stunting, PMT
Pembukuan Online Menggunakan Aplikasi di Smartphone Pada UMKM di Tegalsari Yendrawati, Reni; Mariani, Hesti
Bangun Desa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/jbd.2023.2(2).89-95

Abstract

Di beberapa desa di wilayah indonesia khususnya desa yang letaknya jauh dari perkotaan terdapat  beberapa pelaku UMKM yang masih  minim akan  pengetahuan dan pemahaman tentang akuntansi khususnya tentang pencatatan dan pembukuan penyusunan laporan keuangan. Pemahaman mereka sebelumnya bahwa pencatatan dan pembukuan itu sulit, merepotkan, dan menyita waktu menjadi penghambat untuk belajar akuntansi. Untuk itu pencatatan akuntansi berbasis teknologi menjadi penting terutama pada UMKM. Permasalahan yang dihadapi pelaku UMKM adalah belum adanya pelatihan pengelolaan keuangan usaha menggunakan aplikasi secara langsung. Solusi yang dibutuhkan adalah penyuluhan dan pendampingan bagi pelaku UMKM dalam mengelola keuangan menggunakan aplikasi sepran. Tujuannya agar pelaku UMKM mau dan disiplin menggunakan aplikasi sepran yang mudah digunakan secara mobile dengan menggunakan media gadget. Kata Kunci : Aplikasi, UMKM, Pembukuan
Edukasi Literasi Digital bagi Siswa Sekolah Dasar Negeri 01 Sukamulya di Desa Sukamulya, Kecamatan Semendawai Suku III, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Provinsi Sumatera Selatan Kania, Sherlyna Tea; Sari, Kadek Muktiana; Muthia, Kiki; Sakinah, Vanessa Olivia; Alamsyah, Alamsyah
Bangun Desa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/jbd.2024.3(1).52-73

Abstract

AbstrakData BPS 2022 menunjukkan bahwa hampir sebagian anak usia dini di Indonesia dapat menggunakan ponsel (33,44%) dan mengakses internet (24,96%). Kondisi ini menyebabkan anak usia dini rentan terhadap gadget, termasuk populasi anak usia dini di Desa Sukamulya, Kecamatan Semendawai Suku III, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Provinsi Sumatera Selatan, yang mulai mengenal beragam gadget meski belum merata. Situasi ini mendorong penulis menginisiasi edukasi literasi digital di Desa Sukamulya yang melibatkan siswa, guru, dan orang tua murid di Sekolah Dasar Negeri 01 Sukamulya. Materi edukasi literasi digital (misalnya, bullying, phishing, dan lain-lain) disampaikan kepada peserta melalui teknik ceramah, presentasi, tanya-jawab, dan diskusi. Kegiatan yang berlangsung selama dua tahap ini (sosialisasi dan evaluasi) berhasil meningkatkan pengetahuan para peserta tentang penggunaan gadget secara pintar dan sehat. Penulis memberi izin agar pemerintah dapat mengintegrasikan literasi digital ke dalam kurikulum serta meningkatkan fasilitas dan akses yang diperlukan untuk pembelajaran. Pelatihan guru untuk meningkatkan keterampilan mereka dalam dunia teknologi, serta pelibatan orang tua untuk membimbing dan membimbing anak-anak dalam penggunaan gadget, juga menjadi hal yang perlu direalisasikan untuk menghadapi tantangan di era digital. Dukungan dari pemerintah dan kolaborasi multipihak akan mewujudkan keinginan dan tercapainya program ini.Kata kunci : edukasi, literasi digital, teknologi, gadget AbstrakData BPS tahun 2022 menunjukkan hampir separuh anak usia dini di Indonesia sudah bisa menggunakan handphone (33,44%) dan mengakses internet (24,96%). Kondisi tersebut membuat anak usia dini rentan mengalami kecanduan gadget, tak terkecuali anak usia dini di Desa Sukamulya, Kecamatan Semendawai Suku III, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Provinsi Sumatera Selatan yang mulai mengenal berbagai macam gadget meski belum merata. Inilah yang mendorong penulis untuk menginisiasi Pendidikan literasi digital di Desa Sukamulya dengan melibatkan siswa, guru dan orang tua di Sekolah Dasar Negeri 01 Sukamulya. Materi edukasi literasi digital (misalnya bullying, phising, dan lain-lain) disampaikan kepada peserta dengan menggunakan teknik ceramah, presentasi, tanya jawab, dan diskusi. Kegiatan dua tahap (sosialisasi dan evaluasi) ini berhasil meningkatkan pengetahuan peserta tentang penggunaan gadget yang cerdas dan sehat. Penulis merekomendasikan agar pemerintah dapat mengintegrasikan literasi digital ke dalam kurikulum dan meningkatkan fasilitas serta akses yang diperlukan untuk pembelajaran. Melatih guru untuk meningkatkan keterampilannya dalam dunia teknologi, serta melibatkan orang tua untuk membimbing dan membimbing anak dalam penggunaan gadget, juga menjadi hal yang perlu diwujudkan untuk menghadapi tantangan di era digital. Dukungan pemerintah dan kolaborasi multipihak akan menjamin keinginan dan keberhasilan program ini.Kata Kunci : pendidikan, literasi digital, teknologi, gadget
Pelaksanaan Sosialisasi Isi Piringku dan Plating Competition Sebagai Bentuk Edukasi Pencegahan Stunting Oleh Mahasiswa KKNt 14 Universitas Alma Ata Yogyakarta di Desa Podosari Nuranissa, Tiyas Marcella; Ariani, Rizki Dwi; Berliana Putri, Sely Nanda; Athari, Dhea Azra; Wijiarto, Wenang Yusuf; Fataa, Ahmad Ainul; Khasanah, Ika Nurul; Putri, Sabilla Amalia; Mustaqim, Nadiyah Alimah; Wibowo, Ardy
Bangun Desa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/jbd.2023.2(2).96-103

Abstract

Stunting adalah suatu kondisi gagal tumbuh pada anak dimana tinggi badan anak <-2SD menurut tabel Z-Score WHO. Terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya masalah stunting pada anak, salah satunya adalah tidak optimalnya praktik pemberian makan pada anak. Tujuan dilaksanakannya Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini yaitu sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu mengenai cara pencegahan stunting melalui edukasi dengan program sosialisasi dan perlombaan mengenai praktik pemberian makan yang tepat berdasarkan acuan isi piringku dan AKG pada anak. Sebanyak ±30 ibu yang memiliki anak balita ikut dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Metode pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat yaitu sosialisasi yang dikombinasikan dengan perlombaan Isi Piringku yang menerapkan mengenai praktik pemberian porsi dan komponen makanan yang dilakukan oleh ibu berdasarkan indikator praktik pemberian makan menurut acuan isi piringku dan Angka Kecukupan Gizi (AKG) oleh Kemenkes.
Edukasi Pola Konsumsi Gizi Seimbang dan Penerapan Sanitasi 6 Langkah Mencuci Tangan sebagai Upaya Penurunan Risiko Stunting di Desa Cepiring Kec. Cepiring-Kendal Rahmawati, Eli
Bangun Desa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/jbd.2023.2(2).111-120

Abstract

Stunting adalah pertumbuhan yang terhambat akibat kekurangan asupan gizi dalam jangka waktu yang lama. Stunting menjadi isu serius di Indonesia, terutama di daerah perdesaan, salah satunya Desa Cepiring. Faktor-faktor terjadinya stunting dipengaruhi oleh pola asuh yang tidak memadai, terutama selama periode 1.000 hari pertama kehidupan. Tujuan kegiatan edukasi pola konsumsi gizi seimbang dan penerapan sanitasi 6 langkah mencuci tangan dilakukan sebagai salah satu upaya pencegahan dan penekanan risiko stunting. Metode yang digunakan berupa sosialisasi dan edukasi yang dilaksanakan dalam dua lokasi. Pertama, tanggal 15 Agustus 2023 di SDN 1 Cepiring diikuti oleh 24 peserta dan lokasi kedua dilaksanakan pada tanggal 28 Agustus 2023 di SDN 2 Cepiring diikuti oleh 30 peserta. Untuk mengetahui tingkat pengetahuan anak tentang gizi seimbang dan peneraparan sanitasi 6 langkah cuci tangan dilakukan dengan cara memberikan pre-test yang kemudian menghasilkan rata - rata pengetahuan anak untuk  pola gizi seimbang sebesar 73,25 % dan untuk sanitasi 6 langkah cuci tangan sebesar 82,67 %. Hasil yang didapat setelah kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan peserta terhadap pola konsumsi gizi seimbang dan keterampilan dalam penerapan sanitasi 6 langkah mencuci tangan. Hasilnya adalah Peningkatan pengetahuan dan keterampilan ditunjukkan dengan praktik, presentasi, dan tanya jawab secara langsung dengan presentase untuk pola konsumsi gizi seimbang menjadi 89,58 % sedangkan untuk sanitasi 6 langkah mencuci tangan menjadi 98,67%. Hal ini membuktikan bahwa sosialiasi dan edukasi yang dilakukan berhasil untuk meningkatkan pengetahuan tentang pola konsumsi gizi seimbang dan sanitasi 6 langkah cuci tangan yang baik.Kata kunci: stunting, gizi seimbang, penerapan sanitasi
Gerakan Pencegahan Stunting Melalui Sosialiasi Bersama Pemuda IPNU DAN IPPNU Desa Tengki Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes Solihah, Siti Warkhatun; Krisdiyanto, Ahmad; Dwi Rahayu Lestari, Lia Kholifah; Hasbi, M.Zidny Nafi'
Bangun Desa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/jbd.2024.3(1).17-21

Abstract

Abstract Stunting is a condition where growth failure in children occurs due to chronic malnutrition over a long period of time, thus hampering growth and development. In this research we used an observation method where we went directly into the field with health workers to see what conditions were in the community of Tengki Village, Brebes. . The population and sample in this research were all Tengki residents. Efforts to prevent stunting that can be made are by providing adequate nutritional intake from the fertilization of the egg until the child is 2 years old,providing exclusive breast milk until the baby is 6 months old, and ensuring that the child receives complete immunization. The conclusion of this research is the prevention of stunting in the Tengki Village area, Kab. Brebes can be done through the observation and socialization stages. This activity started with observations carried out by all members of KKNT group 6 of Tengki Village, Brebes Regency, counseling activities regarding stunting prevention were attended by 50% of Tengki Village teenagers and education on the provision of additional food was provided by 80% of the Tengki Village community.Key words: stunting, KKN-T, prevention.
Edukasi Kesehatan Reproduksi Masa Pra-konsepsi sebagai Upaya Pencegahan Stunting pada Kader Posyandu Remaja di Desa Tegalrejo, Kecamatan Gedangsari, Gunung Kidul, Yogyakarta Purnamasari, Sintha Dewi; Pratiwi, Arantika Meidya; Hositanisita, Hastrin
Bangun Desa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/jbd.2023.2(2).47-53

Abstract

Stunting pada anak masih menjadi masalah diseluruh dunia. Pada tahun 2016, didapatkan 22,9% atau 15,8 juta anak balita menderita stunting. Hasil RISKESDAS 2018 menunjukkan prevalensi stunting di Indonesia 30,8%. Artinya tiga dari sepuluh anak di bawah usia lima tahun mengalami gangguan pertumbuhan yang akan mengakibatkan gangguan berpikir dan berkurangnya kecerdasan. Stunting disebabkan oleh faktor multi dimensi, salah satunya karena kurangnya pengetahuan. Kegiatan pengabdian ini berupa pemberian edukasi kesehatan terkait kesehatan reproduksi masa prakonsepsi kepada 30 kader posyandu remaja di Desa Tegalrejo. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini melalui ceramah, tanya jawab, pemberian modul, dan pemberian soal pretest dan post test untuk mengukur perubahan pengetahuan kader posyandu remaja. Hasil kegiatan ini, terjadi peningkatan pengetahuan kader yang diketahui dari peningkatan skor rerata pengetahuan peserta dari rerata nilai 64,48 pada saat sebelum edukasi, menjadi 84,83 setelah edukasi diberikan. Hasil analisis statsitik menggunakan paired t-test didapatkan nilai p-value 0,000 yang artinya ada perbedaan yang signifikan antara tingkat pengetahuan kader sebelum edukasi dengan setelah edukasi
Penyuluhan dan Demonstrasi Pembuatan Puding Daun Kelor untuk Pencegahan Stunting pada Anak di Kelurahan Cabawan Ardhiani, Tri Artika; iswidiasepti, Falisa; Setiyawati, Jelena Ika; Sari, Arinda Yunita; Kumalasari, Ani Desy; Khaeriyah, Siti; Tono, Luwistono; Ikhsan, Nurul; Sumbodho, Cahya Alim; Pitria, Santi; Rachman, Alfan Alfian; Adawiyyah, Andi Rabiatul; Susilowati, Ika Tri
Bangun Desa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/jbd.2024.3(2).121-128

Abstract

Stunting merupakan sebuah masalah yang serius di Indonesia yang diakibatkan karena kurangnya asupan gizi pada anak, hal terserbut dapat berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan otak. Pemerintah selalu berupaya untuk menurunkan angka stunting, termasuk di Kelurahan Cabawan yang masih terdapat kasus stunting. Salah stau langkah yang dilakukan untuk mengurangi angka stunting adalah memanfaatkan daun kelor sebagai tambahan nutrisi pada makanan, karena daun kelor kaya akan nutrisi dan mudah didapatkan dimana saja. Kegiatan ini dilaksanakan di kantor Kelurahan Cabawan dan melibatkan 11 ibu kader posyandu. Metode yang digunakan yaitu edukasi mengani pemanfaatan dan kandungan daun kelor sebagai alternatif pencegahan stunting, serta demonstrasi pembuatan puding daun kelor. Sebelum dan sesudah dilakukannya edukasi, peserta mengisi kuesioner terkait materi yang diberikan. Hasil kegiatan ini menunjukan peningkatan pengetahuan peserta, dengan 45% peserta memiliki pengetahuan baik sebelum edukasi dan meningkat menjadi 55% setelah diberikannya edukasi. Selama kegiatan, peserta terlihat antusias dan mengikuti acara dengan baik.