cover
Contact Name
Deddy Yususf
Contact Email
inhealth.journal@gmail.com
Phone
+6285342010331
Journal Mail Official
inhealth.journal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Mappala Blok A4/3 Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Indonesian Health Journal
ISSN : 28290542     EISSN : 28282663     DOI : 10.56314
Core Subject : Health,
Welcome to the official INHEALTH: Indonesian Health Journal website. INHEALTH: Indonesian Health Journal has the content of research results and reviews in the field of selected studies covering various branches of health science. This journal is published Twice (2 Kali) within a year of February and August, submitted and ready-to-publish scripts will be published online gradually and the printed version will be released at the end of the publishing period. INHEALTH : Indonesian Health Journal is a journal developed to disseminate and discuss among stake holders on health research such as researchers, educators, students, practitioners of Health Office, Department of Health, Public Health Service center, as well as the general public who have an interest in the matter of the areas of: 1. Nursing Science 2. Midwifery Science 3. Public health 4. Medicine 5. Pharmacy 6. Biochemistry 7. Molecular biology related drug design 8. Nutrition Science 9. Dental 10. Optometric 11. Cardiovascular 12. Medical Laboratory Technology and 13. Health science in general
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2023): INHEALTH JOURNAL" : 9 Documents clear
Pelaksanaan Keselamatan Dan Kesehatan Keja (K3) di Area Kerja Produksi Precast di PT. Bosowa Beton Indonesia Aril Alfian; Irmawati; Asrijun Juhanto
INHEALTH : INDONESIAN HEALTH JOURNAL Vol. 2 No. 1 (2023): INHEALTH JOURNAL
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.56 KB) | DOI: 10.56314/inhealth.v2i1.71

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan bidang yang terkait dengan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan manusia yang bekerja di sebuah institusi maupun di sebuah lokasi proyek. Bertujuan untuk memelihara kesehatan dan keselamatan lingkungan kerja, serta melindungi rekan kerja, keluarga pekerja, konsumen, dan orang lain yang juga mungkin terpengaruh kondisi lingkungan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pelaksanaan Keselamatan Dan Kesehatan Keja (K3) di Area Kerja Produksi Precast di PT. Bosowa Beton Indonesia. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, dan Dokumentasi pada pekerja PT. Bosowa Beton Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan K3 di PT.Bosowa beton Indonesia disusun oleh head of department dari masing-masing departemen, dan diputuskan oleh direktur sebagai pengambil keputusan. Sasaran K3 yaitu tidak ada terjadi kecelakaan kerja, sasaran tersebut sudah tercapai dengan adanya pemberian induksi kepada setiap pekerja. Sedangkan untuk pengetahuan K3, semua pekerja sudah mengetahui betapa pentingnya pelaksanaan K3 di area kerja khususnya di area Kerja produksi precast. Oleh Sebab itu dapat ditarik kesimpulan bahwa pelaksanaan K3 dapat dilakukan jika kebijakan, sasaran, dan pengetahuan K3 dilakukan dengan baik oleh Perusahaan.
Deteksi Entamoeba coli Pada Anak Balita Stunting Menggunakan Metode Polymerase Chain Reaction (PCR) Nur Laela Alydrus; Rugayyah Alyidrus; Welna Souhuwat
INHEALTH : INDONESIAN HEALTH JOURNAL Vol. 2 No. 1 (2023): INHEALTH JOURNAL
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.87 KB) | DOI: 10.56314/inhealth.v2i1.100

Abstract

Stunting pada anak merupakan masalah kekurangan gizi kronis karena pemberian makanan yang kurang sesuai dengan gizi seimbang mengakibatkan asupan gizi berkurang, sehingga menyebabkan terhambatnya pertumbuhan mental dan pekembangan motorik. Entamoeba coli hidup sebagai komensial di rongga usus besar. Dalam daur hidupnya terdapat stadium vegetatif dan stadium kista. Morfologinya mirip Entamoeba histolytica namun Entamoeba coli  tidak bersifat pathogen sehingga jarang menyebabkan insiden. Akan tetapi, jumlah yang melebihi ambang  batas maka bisa menyebabkan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat Entamoeba coli pada feses balita anak stunting menggunakan metode PCR. Jenis penelitian yang digunakan adalah desain penelitian deskriptif. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa dari 16 sampel feses anak balita stunting tidak terdapat Entamoeba coli pada visualisasi Gel doc dengan target 550 bp. Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat Entamoeba coli pada sampel feses anak balita stunting dengan metode PCR (Polymerase Chain Reaction) dengan target 550 bp.
Perilaku Penggunaan Kelambu Berinsektisida Dalam Upaya Pencegahan Penyakit Malaria Gregorius Bace Mukin; Diana Mirza Togubu; Muh. Khadafi
INHEALTH : INDONESIAN HEALTH JOURNAL Vol. 2 No. 1 (2023): INHEALTH JOURNAL
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.174 KB) | DOI: 10.56314/inhealth.v2i1.101

Abstract

Malaria merupakan penyakit parasit tropis yang masih menjadi masalah kesehatan utama di dunia. Penyakit malaria disebabkan parasit yang di bawa oleh nyamuk Anopheles. Indonesia merupakan salah satu Negara endemis malaria dan sekitar 80% kabupaten/kota di Indonesia termasuk dalam kategori endemis malaria. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui secara mendalam perilaku penggunaan kelambu berinsektisida dalam pencegahan penyakit malaria. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik yang di gunakan adalah  wawancara secara mendalam dan dokumentasi. Hasil penelitian di Desa Nawokote yaitu bahwa niat masyarakat terkait perilaku pnggunaan kelambu berinsektisida di mana sebagian masyarakat sudah tau manfaat dari kelambu berinsektisida, dan ada juga masyarakat yang mengapresiasi pemerintah dengan dikeluarkan kelambu berinsektisida karena dengan pemakaian kelambu tersebut mereka dijauhkan dari  gigitan nyamuk malaria. Di samping itu masih ada juga masyarakat yang lalai pada saat tidur tidak menggunakan kelambu di karenakan ada beberapa kendala yang di alami oleh masyarakat seperti nafas sesak, bau menyengat pada kelambu maupun terasa panas. Ini yang mengakibatkan adanya peningkatan kasus secara terus menerus. Sebaiknya peran petugas puskesmas dan pemerintah desa lebih aktif lagi dan mencari solusi dalam mengatasi masyarakat yang tidur tidak menggunakan kelambu  berinsektisida dalam upaya penanganan kasus malaria agar tidak adanya peningkatan kasus di tahun yang akan mendatang.
Persepsi Kader Tentang Upaya Penanggulangan HIV/AIDS Dan Pencegahan Penularan HIV Dari Ibu Ke Anak Lusa Rochmawati; Ina Kuswanti
INHEALTH : INDONESIAN HEALTH JOURNAL Vol. 2 No. 1 (2023): INHEALTH JOURNAL
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.504 KB) | DOI: 10.56314/inhealth.v2i1.106

Abstract

Penularan infeksi HIV terbanyak melalui hubungan seksual dengan orang yang terinfeksi tanpa menggunakan kondom. Peningkatan kasus HIV/AIDS pada perempuan disebabkan jumlah laki-laki yang melakukan hubungan seksual tidak aman. Kader kesehatan HIV/AIDS melakukan upaya promotif dan preventif sebagai bagian community health care as partners (CHCP). Keberhasilan kemitraan kader dengan stakeholder melalui akses komunikasi dan peran masing-masing dilaksanakan dengan baik. Peran transformatif berpotensi meningkatkan layanan di masyarakat untuk mengurangi stigma ODHA sehingga tercapai tujuan eliminasi HIV. Tujuan penelitian: untuk mengetahui persepsi kader tentang upaya penanggulangan HIV/AIDS dan pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak. Metode: penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling menggunakan accidental sampling dengan sampel kader yang hadir pada saat kegiatan “Workshop Promosi Kesehatan Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak (PPIA) Bagi Kader” sejumlah 17 orang. Sumber data primer dengan instrumen berupa kuesioner. Analisa data univariat disajikan dalam bentuk prosentase distribusi frekuensi. Hasil: Karakteristik responden berdasarkan usia terbanyak di atas 50 tahun sejumlah 8 orang (47,08%); pendidikan terbanyak SMA sejumlah 11 orang (64,71%). Persepsi kader tentang upaya penanggulangan HIV/AIDS dalam kategori sangat positif sejumlah 15 orang (88,24%), dan persepsi kader tentang pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak dalam kategori sangat positif sejumlah 16 orang (94,12%). Simpulan: Secara umum persepsi kader dalam kategori sangat positif.
Uji Aktivitas Antibakteri Fraksinasi Kombinasi Daun Kirinyuh (Chromolaena odorata L) dan Tapak Dara (Catharantus roseus) Terhadap Streptococcus mutans Jhon Rouberd Yomilena; Muhammad Yusuf; Andi Meinar Dwi Rantisari
INHEALTH : INDONESIAN HEALTH JOURNAL Vol. 2 No. 1 (2023): INHEALTH JOURNAL
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.454 KB) | DOI: 10.56314/inhealth.v2i1.108

Abstract

Tanaman kirinyuh dan tapak dara merupakan  tanaman yang mengandung senyawa kimia yang berfungsi sebagai antibakteri, sehingga  dapat digunakan untuk menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans penyebab karies gigi. Karies gigi merupakan penyakit infeksi yang dapat menyebabkan kerusakan pada gigi, Karies disebabkan oleh asam yang dihasilkan dari mikroorganisme pada karbohidrat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri pada fraksinasi kombinasi daun kirinyuh (Chromolaena odorata L.) dan tapak dara (Catharanthus roseus) dengan mengetahui zona hambat yang diperoleh dengan menggunakan metode Cakram kertas terhadap Streptococcus mutans. Hasil pengujian menunjukan bahwa fraksinasi kedua tanaman yang dikombinasikan dapat menghambat pertumbuhan bakteri dengan diameter rata – rata konsentrasi 10% 13,99 mm, 15% 12,02 mm, 20% 13,98 mm dan K(-) tidak memiliki zona hambat, sedangkan K(+) memiliki zona hambat sebesar 18,23 mm pengujian ini dilakukan dengan hasil fraksinasi N-heksan sedangkan pengujian dengan hasil etil asetat diameter rata – rata zona hambatnya sebesar 10% 11,54 mm, 15% 12,77 mm, 20% 13,94 mm dan K(-) tidak memiliki zona hambat sedangkan K(+) memiliki zona hambat sebesar 15,52 mm. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kedua tanaman yang dikombinasikan dengan kosentrasi 10%, 15%, dan 20% dari hasil fraksinasi N-heksan dan etil asetat memiliki aktivitas antibakteri dengan kategori kuat.
Penerapan Pelayanan Farmasi Klinik Dalam Proses Pelayanan Informasi Obat di RSUD Saparuddin Latu; Andi Muh. Yaqkin P; Mansur; Nining Ade Ningsih
INHEALTH : INDONESIAN HEALTH JOURNAL Vol. 2 No. 1 (2023): INHEALTH JOURNAL
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.847 KB) | DOI: 10.56314/inhealth.v2i1.109

Abstract

Pelayanan farmasi klinik adalah pelayanan kesehatan yang berinteraksi langsung dengan pasien bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kualitas  kesehatan masyarakat. Pelayaan informasi obat adalah pelayanan kesehatan yang berkaitan dengan edukasi mengenai cara penggunaan, dosis, dan jenis obat serta hal lain yang berkaitan dengan obat. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana penerapan pelayanan farmasi klinik khususnya pelayanan informasi obat di RSUD Siwa Kabupaten Wajo berdasarkan Permenkes Nomor 72 Tahun 2016. Penelitian ini bersifat deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawacara langsung. Wawancara dilakukan pada a poteker yang bekerja di RSUD Siwa Kabupaten Wajo dan pasien yang menerima obat pada apotek rawat jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pelayanan farmasi klinik di RSUD Siwa Kabupaten Wajo belum sepenuhnya  menerapkan keseluruhan aspek yang terdapat di Permenkes Nomor 72 Tahun 2016, namun untuk aspek Pelayanan Informasi Obat sudah dilaksanakan secara menyeluruh. Dapat diperoleh kesimpulan bahwa penerapan pelayanan informasi obat di RSUD Siwa kabupaten Wajo sudah dilaksanakan dengan bagus serta berdasarkan keperluan pasien.
Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Pengetahuan Tentang Keputihan di Puskesmas Pasitallu Kepulauan Selayar Marfiani; Sitti Saleha; Kursih Sulistyaningsih
INHEALTH : INDONESIAN HEALTH JOURNAL Vol. 2 No. 1 (2023): INHEALTH JOURNAL
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.792 KB) | DOI: 10.56314/inhealth.v2i1.110

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana factor yg mempengaruhi tingkat pengetahuan ibu hamil tentang keputihan di Puskesmas Pasitallu. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif yaitu suatu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama untuk mengetahui gambaran yang jelas tentang keputihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan penelitian yang dilakukan pada wanita hamil tentang definisi keputihan dalam kategori baik. Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada wanita hamil tentang penyebab keputihan dalam kategori baik. Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada wanita hamil tentang pencegahan keputihan dalam kategori baik. Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada wanita hamil tentang pengobatan keputihan dalam kategori kurang baik. Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada wanita hamil tentang komplikasi keputihan dalam kategori baik. Dapat disimpulkan bahwa wanita hamil tentang komplikasi keputihan dalam kategori baik di Puskesmas Pasitallu.
Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Terhadap Tingkat Pengetahuan Tentang Pencegahan Keputihan Pada Remaja Di SMA Sidrap Hairuddin K.; Hasnawati S
INHEALTH : INDONESIAN HEALTH JOURNAL Vol. 2 No. 1 (2023): INHEALTH JOURNAL
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.617 KB) | DOI: 10.56314/inhealth.v2i1.111

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, Pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap tingkat pengtahuan tentang pencegahan keputihan pada remaja Di SMA Negeri 2 Sidrap Kabupaten Sidenreng Rappang Tahun 2018. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Eksperimental Quasi. Populasinya adalah semua siswi putri kelas XI yang berjumlah 180 siswi, adapun sampel dalam penelitian ini sebanyak 64 responden dengan pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling dan menggunakan rumus slovin. Dari hasil penelitian ini diperoleh nilai ρ=0,000. Maka dari itu nilai ρ =0 ,000 < 0.05 (α) sehingga  ada pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan tentang pencegahan keputihan pada remaja di SMA Negeri 2 Sidrap kelas XI di SMA Negeri 2 Sidrap tahun 2018. Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan tentang pencegahan keputihan pada remaja.
Peran Public Relation Dalam Penanganan Complain Terhadap Loyalitas Pasien Di Instalasi Rawat Jalan Dinda Zalsabila; Besse Nurul Kafilawaty; Abdul Rahman
INHEALTH : INDONESIAN HEALTH JOURNAL Vol. 2 No. 1 (2023): INHEALTH JOURNAL
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.333 KB) | DOI: 10.56314/inhealth.v2i1.112

Abstract

Ketidakpuasan pelanggan terhadap pelayanan jasa yang diterimanya akan menimbulkan keluhan. Akibat banyaknya keluhan membuat kualitas layanan Rumah Sakit ikut menurun dan berpengaruh terhadap loyalitas pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan peran publik relations dalam penanganan complain terhadap loyalitas pasien di instalasi rawat jalan RSUD Labuang Baji Makassar. Jenis Penelitian ini ialah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien instalasi rawat jalan RSUD Labuang Baji Makassar yang berjumlah 100 orang. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji chi square. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa variabel identifkikasi masalah berhubungan loyalitas pasien (p value=0,014<00,05), bahwa variabel respon time berhubungan loyalitas pasien (pvalue=0,003<00,05), bahwa variabel aksi dan komunikasi berhubungan loyalitas pasien (pvalue=0,005<00,05) dan bahwa variabel keadilan berhubungan loyalitas pasien (pvalue=0,009<0,005). Kesimpulan terdapat hubungan keempat peran public relation dalam penanganan complain. Akantetapi masih ada responden yang berpendapat bahwa pada variable respon time, aksi dan komunikasi masih kurang. Diharapkan untuk pihak rumah sakit RSUD Labuang Baji Makassar merespon dengan cepat terhadap pasien yang mengeluh serta menginformasikan solusi dengan jelas kepada pasien.

Page 1 of 1 | Total Record : 9