Indonesian Health Journal
Welcome to the official INHEALTH: Indonesian Health Journal website. INHEALTH: Indonesian Health Journal has the content of research results and reviews in the field of selected studies covering various branches of health science. This journal is published Twice (2 Kali) within a year of February and August, submitted and ready-to-publish scripts will be published online gradually and the printed version will be released at the end of the publishing period. INHEALTH : Indonesian Health Journal is a journal developed to disseminate and discuss among stake holders on health research such as researchers, educators, students, practitioners of Health Office, Department of Health, Public Health Service center, as well as the general public who have an interest in the matter of the areas of: 1. Nursing Science 2. Midwifery Science 3. Public health 4. Medicine 5. Pharmacy 6. Biochemistry 7. Molecular biology related drug design 8. Nutrition Science 9. Dental 10. Optometric 11. Cardiovascular 12. Medical Laboratory Technology and 13. Health science in general
Articles
9 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 4 No. 1 (2025): INHEALTH JOURNAL"
:
9 Documents
clear
Pengamatan Anatomi dan Fisiologi Jantung Pada Mencit (Mus musculus) dan Korelasinya Terhadap Tubuh Manusia
Kifli, Zul;
Haryanto;
Izzah, Aqila Nurul;
Nurfadilah;
felisa;
Aqila, Jihan
INHEALTH : INDONESIAN HEALTH JOURNAL Vol. 4 No. 1 (2025): INHEALTH JOURNAL
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56314/inhealth.v4i1.284
Jantung merupakan sistem kardiovaskuler yang kompleks dan sangat penting untuk mempertahankan kehidupan. Penelitian ini membahas anatomi dan fisiologi jantung, termasuk struktur, fungsi, dan regulasi sistem kardiovaskuler dan kolerasinya terhadap tubuh manusia. Tinjauan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang sistem kardiovaskuler dan implikasinya dalam bidang kesehatan. Maksud dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagian-bagian jantung dan mengetahui fungusi serta detak jantung pada manusia melalui model hewan uji mencit (Mus musculus). Metode yang digunakan yaitu viviseksi mayor atau metode pembedahan organ dalam. Parameter yang di nilai pada penelitian ini adalah berat badan dan detak jantung per-menit selama tiga menit. Pengukuran berat badan dilakukan menggunakan bantuan neraca analitik sedangkan pengukuran detak jantung dilakukan dengan menghitung secara manual dibantu dengan menggunakan stopwatch dan tasbih digital sebagai pewaktu masing-masing per menit. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa frekuensi detak jantung pada mencit adalah ≥ 200 kali per tiga menit.
Hubungan Pengetahuan Tentang Gizi Seimbang Remaja Dengan Perilaku Pencegahan Stunting
Rochmawati, Lusa;
Nurjanah, Lia Ayu
INHEALTH : INDONESIAN HEALTH JOURNAL Vol. 4 No. 1 (2025): INHEALTH JOURNAL
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56314/inhealth.v4i1.286
Latar Belakang: Stunting merupakan gangguan pertumbuhan linear yang diakibatkan multifaktor dapat mengganggu metabolisme, salah satunya kurangnya asupan zat gizi. Pengetahuan gizi seimbang memberikan bekal pada remaja untuk memberikan pemahaman bahwa makanan berhubungan erat dengan gizi dan kesehatan. Upaya pemeliharaan kesehatan remaja untuk mempersiapkan menjadi orang dewasa yang sehat fisik dan mental serta produktif dalam rangka menjalani kehidupan reproduksi sehat. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang gizi seimbang remaja dengan perilaku pencegahan stunting. Metode: Penelitian deskriptif kuantitatif, pendekatan cross sectional. Populasi remaja putri Kampung Surokarsan berjumlah 50 remaja. Teknik pengambilan sampel secara random sampling, dengan jumlah sampel 34 responden. Instrumen berupa kuesioner. Analisa univariat disajikan dalam distribusi frekuensi, bivariat menggunakan Kendall”s Tau. Hasil: Sebagian besar remaja memiliki pengetahuan tentang gizi seimbang baik sejumlah 24 orang (70,6%) dan sebagian besar perilaku pencegahan stunting dalam kategori positif sejumlah 33 orang (79,1%). Analisa bivariat menunjukkan nilai signifikan p value 0,254<α=0,140, artinya Ha tidak diterima, maka tidak ada hubungan antara pengetahuan remaja tentang gizi seimbang dengan perilaku pencegahan stunting. Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara pengetahuan remaja tentang gizi seimbang dengan perilaku pencegahan stunting.
Studi Kasus Tindakan Radiofrequency Ablation Pada Ventricular Tachycardia Monomorphic Dengan Teknik 3D Electroanatomical Mapping RS Wahidin Sudirohusodo Makassar
Purnamawan, Nurminsyah;
Apriyanti Anas, Citra
INHEALTH : INDONESIAN HEALTH JOURNAL Vol. 4 No. 1 (2025): INHEALTH JOURNAL
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56314/inhealth.v4i1.288
Ventrikel takikardia monomorfik merupakan salah satu penyakit jantung yang paling sering terjadi, umumnya pasien dengan ventrikel takikardi disertai dengan penyakit jantung koroner. Untuk menegakkan diagnosis dan pengobatan dibutuhkan pemeriksaan penunjang berupa elektrofisiologi studi dan radiofrekuensi ablasi yang merupakan salah satu tindakan intervensi yang efektif dalam mengatasi aritmia jantung. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana tindakan radiofrekuensi ablasi dengan teknik 3D elektroanatomikal mapping pada ventrikel takikardia monomorfik. Menggunakan metode penelitian deskriptif dengan jumlah sampel sebanyak satu pasien yang memiliki gambaran ekg elektrofisiologi dan ablasi 3D elektroanatomikal mapping. Hasilnya menunjukkan bahwa dilakukan ablasi pada pasien dengan posisi anteroposterior pada titik ablasi di Left Ventricular Outflow Tract dengan daya 50 watt, suhu 60 0C, selama 20 menit dengan mekanisme pacing yang memperlihatkan retrograde konduksi. Maka dapat disimpulkan Tindakan radiofrekuensi ablasi 3D elektroanatomikal mapping berhasil tanpa komplikasi.
Tindakan Primary Percutaneous Coronary Intervention Pada Pasien Recent St-Elevation Myocardial Infarction Inferior Wall Pusat Jantung Terpadu RS Wahidin Sudirohusodo Makassar
Marlina, Marlina;
Marwono, Marwono;
Asrul Apris, Muhammad
INHEALTH : INDONESIAN HEALTH JOURNAL Vol. 4 No. 1 (2025): INHEALTH JOURNAL
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56314/inhealth.v4i1.289
ST-Elevation myocardial infarction merupakan penyakit jantung dapat menyebabkan kematian sel jantung akibat oklusi koroner akut. Kasus infark miokard akut paling banyak disebabkan oleh ST- Elevation Myocardial Infarction inferior. Primary Percutaneous Coronary Intervention merupakan strategi reperfusi yang paling efektif pada pasien infark miokard dengan elevasi segmen ST. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana tindakan primary percutaneous coronary intervention pada ST- Elevation Myocardial Infarction Inferior Wall. Metode yang digunakan yaitu deskriptif dengan pendekatan studi kasus menggunakan dua sampel penelitian yang memiliki gambaran hasil angiografi pre dan post PPCI. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa didapatkan gambaran angiografi koroner yang sama pada Pasien Tn. A dan Tn. I yaitu TIMI 3 Flow tetapi adanya perbedaan perlakuan, pada pasien Tn. A sebelum tindakan pasien dipasangi temporary pacemaker dikarenakan kondisi syok kardiogenik dengan tekanan darah 80/50 mmHg, TAVB dan HR 40x/menit dan pada pasien Tn. I dilakukan aspirasi thrombus karena didapatkan adanya white thrombus sehingga pada saat evaluasi aliran masih TIMI 1 Flow. Maka dapat disimpulkan terdapat perubahan signifikan mengenai gambaran angiografi pre dan post PPCI
Analisis Nilai Fraksi Ejeksi Pada Pasien PJK Menggunakan Echocardiography (Teich dan Biplane) di RSUP Dr. Tadjuddin Chalid Makassar
Fara, Guntur Roryngosan;
Patarai, Muhammad Idris;
Asnany, Asnany
INHEALTH : INDONESIAN HEALTH JOURNAL Vol. 4 No. 1 (2025): INHEALTH JOURNAL
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56314/inhealth.v4i1.290
Pemeriksaan ekokardiografi transtorakal pada PJK digunakan untuk menilai fungsi ventrikel kiri atau LVEF, fungsi diastolik ventikel kiri, menilai kelainan struktur jantung, katup jantung atau menyingkirkan penyebab nyeri dada yang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perbandingan efektivitas parameter Teich dan Biplane dalam pengukuran ejeksi fraksi pada pasien PJK. Menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Jumlah sampel sebanyak 2 pasien PJK yang diperiksa menggunakan ekokardiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kedua pasien yang melakukan pemeriksaan ekokardiografi dengan metode EF (Teich dan Biplane) pasien satu menunjukkan adanya penurunan fungsi ventrikel kiri yang ringan dan pada pasien dua menunjukkan adanya penurunan fungsi ventrikel kiri yang sangat signifikan. Dapat disimpulkan bahwa Metode Biplane lebih sensitif dalam mendeteksi deformitas ventrikel, terutama pada pasien dengan infark miokard atau remodeling ventrikel pasca-iskemia.
Analisis Sedimen Urine Pada Penduduk Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang
Rantisari Thayeb, Andi Meinar Dwi;
Kesrianti, Andi Maya;
Saleh, Adriandy
INHEALTH : INDONESIAN HEALTH JOURNAL Vol. 4 No. 1 (2025): INHEALTH JOURNAL
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56314/inhealth.v4i1.291
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indikasi kontaminasi lingkungan yang dapat memengaruhi kesehatan penduduk di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) berdasarkan hasil analisa pemeriksaan sedimen urine. Jenis penelitian yang digunakan adalah Deskripstif observasional untuk mendeteksi sampel urine penduduk Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang menggunakan metode mikroskopik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 50 sampel urine yang diperiksa, ditemukan beberapa responden mengalami kelainan pada parameter sedimen urine, dengan persentase abnormalitas tertinggi pada kristal oksalat (20%), eritrosit (16%), dan leukosit (10%). Hal ini dapat mengindikasikan adanya gangguan kesehatan, seperti infeksi saluran kemih atau gangguan fungsi ginjal, yang mungkin dipengaruhi oleh faktor lingkungan di sekitar TPA. Keberadaan bakteri dalam urine (2%) juga mengisyaratkan potensi infeksi yang dapat berhubungan dengan sanitasi yang kurang baik. Oleh karena itu, diperlukan upaya lebih lanjut dalam pemantauan kualitas lingkungan serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan guna mengurangi risiko penyakit akibat paparan limbah.
Pengaruh Pengetahuan Kesehatan Masa Nifas Berbasis Video Terhadap Kemampuan Perawatan Mandiri Ibu Nifas di TPMB Narfin Makassar
Syamsuriyati, Syamsuriyati;
febiola, Febi;
Syarief, Sutrani;
Husnah, Ridni
INHEALTH : INDONESIAN HEALTH JOURNAL Vol. 4 No. 1 (2025): INHEALTH JOURNAL
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56314/inhealth.v4i1.292
Masa nifas masih dinyatakan masa yang kritis bagi ibu setelah melahirkan. Diperkirakan 60% kematian ibu terjadi setelah persalinan dan 50% diantaranya terjadi dalam selang waktu 24 jam pertama. Penanganan komplikasi nifas sering terlambat karena masih banyak ibu tidak mengetahui kemampuan perawatan mandiri ibu nifas yang dapat di deteksi secara dini. Untuk mengetahui Pengaruh pendidikan kesehatan masa nifas berbasis video terhadap kemampuan perawatan mandiri ibu nifas di TPMB Narfin Sudiang Kota Makassar Tahun 2023Tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, desain penelitian yang digunakan quasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest- posttest design. Purposive sampling digunakan untuk menentukan sampel sebanyak 30 pada ibu nifas yang berkujung ke TPMB. Rata-rata pengetahuan ibu nifas terhadap kemampuan perawatan mandiri sebelum diberikan pendidikan kesehatan berbasis video yaitu 73.23 dengan standar deviasi 8.060 nilai terendah 50,00 dan tertinggi 10,00. Sedangkan rata-rata sesudah diberikan pendidikan kesehatan berbasis video untuk Post-Test sebesar 79.41 dengan standar deviasi 10.714. Nilai terendah 60,00 dan tertinggi 80,00. Hasil dari penelitian ini menunjukkan ada pengaruh signifikan pengetahuan ibu nifas sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan masa nifas berbasis video dilihat dari p=0,000 lebih kecil dari α=0,05 sehingga diputuskan Ho ditolak dan Ha diterima yang bermakna bahwa terdapat pengaruh yang singnifikan Pengaruh pendidikan kesehatan masa nifas berbasis video terhadap kemampuan perawatan mandiri ibu nifas.
The Pathogenesis of Liver Cirrhosis
Nur Aifiah Binti Ibrahim
INHEALTH : INDONESIAN HEALTH JOURNAL Vol. 4 No. 1 (2025): INHEALTH JOURNAL
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56314/inhealth.v4i1.293
Bile is the final product in the liver digestion system. It is a highly toxic substance called a carcinogen produced after the consumption of alcohol. The esophagus varices occur by the burning sensation from the drop of ether within the drink. Any drinkable beverages will undergo the metabolism for breaking down by the liver. Chronic alcohol consumption intoxicates the bloodstream with harmful substances in the coating process of the scarring tissue covering the liver surfactant. Fat globules and other oxidative stress have increased the bleeding site and worsened the skin condition of the liver. The secretion of bile salts in a regulated number will break down the fat particles from forming a getaway for the gallstones. Atheroma plaque is another condition that enlarges a connective tissue to make it smaller for liver cells to regenerate into its original form.
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Metanol Buah Pare (Momordica charantia L.) Terhadap Pertumbuhan Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA)
Basmiati, Basmiati;
Taufiq, Nuramaniyah;
Firdaus, Sirajul
INHEALTH : INDONESIAN HEALTH JOURNAL Vol. 4 No. 1 (2025): INHEALTH JOURNAL
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56314/inhealth.v4i1.294
Obat tradisional adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan, dan dapat diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat. Salah satu dari obat tradisional tersebut adalah buah pare. Buah pare merupakan anggota keluarga Cucurbitaceae yaitu tanaman tropis yang saat ini didistribusikan di seluruh dunia dan memiliki sifat terapeutik seperti antibakteri, anti diabetes, antioksidan, antiviral dan aktivitas antineoplastik. Kandungan kimia ekstrak buah pare adalah flavonoid, alkaloid, saponin, streoid/terpenoid, dan glikosida. Salah satu zat kimia yang berfungsi sebagai antibakteri adalah flavonoid. Senyawa flavonoid berkerja sebagai antibakteri dengan cara membentuk senyawa kompleks terhadap protein extraseluler yang mengganggu intergritas membran sel bakteri Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya antibakteri ekstrak metanol buah pare terhadap MRSA dan untuk mengetahui Kadar Hambat Minimum (KHM) dan Kadar Bunuh Minimum (KBM) ekstrak metanol buah pare terhadap MRSA. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode dilusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak metanol buah pare (Momordica charantia L.) memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Methicillin Resistant Stapylococcus aureus (MRSA) dengan KHM pada konsentrasi 2% dan KBM pada konsentrasi 4%.