cover
Contact Name
Deddy Yususf
Contact Email
inhealth.journal@gmail.com
Phone
+6285342010331
Journal Mail Official
inhealth.journal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Mappala Blok A4/3 Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Indonesian Health Journal
ISSN : 28290542     EISSN : 28282663     DOI : 10.56314
Core Subject : Health,
Welcome to the official INHEALTH: Indonesian Health Journal website. INHEALTH: Indonesian Health Journal has the content of research results and reviews in the field of selected studies covering various branches of health science. This journal is published Twice (2 Kali) within a year of February and August, submitted and ready-to-publish scripts will be published online gradually and the printed version will be released at the end of the publishing period. INHEALTH : Indonesian Health Journal is a journal developed to disseminate and discuss among stake holders on health research such as researchers, educators, students, practitioners of Health Office, Department of Health, Public Health Service center, as well as the general public who have an interest in the matter of the areas of: 1. Nursing Science 2. Midwifery Science 3. Public health 4. Medicine 5. Pharmacy 6. Biochemistry 7. Molecular biology related drug design 8. Nutrition Science 9. Dental 10. Optometric 11. Cardiovascular 12. Medical Laboratory Technology and 13. Health science in general
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 91 Documents
Hubungan Jenis Pembedahan dengan Kejadian Post Operative Cognitive Dysfunction (POCD) pada Pasien Lanjut Usia Pasca Anestesi Umum M.Wahyu Daffa; Nia Handayani; Niken Anggraini Sri Saputri
INHEALTH : INDONESIAN HEALTH JOURNAL Vol. 5 No. 1 (2026): INHEALTH JOURNAL
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56314/inhealth.v5i1.329

Abstract

Post Operative Cognitive Dysfunction (POCD) merupakan gangguan halus berupa penurunan proses berpikir, yang mungkin mempengaruhi domain kognisi yang terisolasi, seperti memori verbal, memori visual, pemahaman bahasa, abstraksi visuospasial, perhatian, atau konsentrasi. Penelitian ini bertujuan ntuk mengetahui hubungan jenis pembedahan dengan kejadian Post Operative Cognitive Dysfunction (POCD) pada pasien lanjut usia pasca anestesi umum. Metode yang digunakan yaitu observasional analitik, Analisa univariat disajikan dalam distribusi frekuensi, bivariat menggunakan Chi Square, penelitian dilaksanakan pada bulan April-Mei 2025 di ruang bangsal. Jumlah sampel 44 pasien lanjut usia yang akan menjalankan operasi dengan anestesi umum. Hasil Analisa bivariat menunjukkan nilai signifikan p value 0,000 > 0,05, artinya Ha diterima, maka pada penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara jenis pembedahan dengan kejadian POCD pada pasien lanjut usia pasca anestesi umum.
Hubungan Status Gizi dan Tingkat Stres dengan Siklus Menstruasi pada Siswi SMA Aling Allo Bua'; Irmawati; Apdiyani Toalu
INHEALTH : INDONESIAN HEALTH JOURNAL Vol. 5 No. 1 (2026): INHEALTH JOURNAL
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56314/inhealth.v5i1.361

Abstract

Siklus menstruasi yang teratur merupakan salah satu indikator kesehatan reproduksi pada remaja putri. Siklus menstruasi yang tidak normal pada remaja dapat menunjukkan masalah kesehatan, seperti gangguan hormonal, kekurangan gizi, obesitas, atau stres berlebihan. Jika dibiarkan, dapat berdampak pada kesuburan di masa depan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara status gizi dan tingkat stres dengan siklus menstruasi pada siswi SMA Negeri 5 Toraja Utara Kabupaten Toraja Utara, menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling dengan jumlah responden sebanyak 78 orang. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi kuesioner, untuk mengukur status gizi menggunakan microtoise, untuk tinggi badan, dan timbangan digital untuk berat badan. Data yang diperoleh dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa 91% siswi memiliki status gizi baik, sedangkan 9% siswi tergolong gizi kurang. Dari sisi tingkat stres, 43,6% siswi berada pada kategori stres normal dan 56,4% siswi pada kategori stres sedang. Berdasarkan data siklus menstruasi, 53,8% siswi memiliki siklus menstruasi normal, sedangkan 46,2% siswi mengalami siklus menstruasi tidak normal. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara status gizi dengan siklus menstruasi (p-value = 0,003). Sementara itu, tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan siklus menstruasi (p-value = 0,130). Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara status gizi dengan siklus menstruasi, sedangkan tingkat stres tidak memiliki hubungan dengan siklus menstruasi pada siswi SMA Negeri 5 Toraja Utara Kabupaten Toraja Utara.
Evaluasi Pelayanan Informasi Obat dan Konseling pada Pasien Penderita Penyakit Kusta di RSUP Dr. Tadjuddin Chalid Makassar Saparuddin Latu; wardani; Mansur; Asnany; Muh. Idris Patarai; Andi Muh. Yaqkin P
INHEALTH : INDONESIAN HEALTH JOURNAL Vol. 5 No. 1 (2026): INHEALTH JOURNAL
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56314/inhealth.v5i1.376

Abstract

Latar belakang: Pelayanan informasi obat dan konseling merupakan faktor penting dalam meningkatkan pengetahuan pasien dan kepatuhan pengobatan, terutama bagi penderita kusta yang menjalani terapi jangka panjang. Tujuan: untuk mengevaluasi pelayanan informasi obat dan konseling yang diberikan kepada pasien kusta di RSUP Dr. Tadjuddin Chalid Makassar. Metode: Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan observasi terhadap proses pelayanan dan wawancara langsung dengan pasien kusta sebanyak 18 orang sebagai responden utama. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa pelayanan informasi obat kepada pasien  kusta telah dilakukan, namun pelaksanaannya belum konsisten dan belum merata.  Informasi yang diberikan sebagian besar masih bersifat umum sehingga banyak pasien yang belum memperoleh penjelasan mendalam terkait obat yang mereka konsumsi, seperti dosis, cara penggunaan, efek samping, dan interaksi obat. Pelayanan konseling kepada pasien kusta juga sudah dilaksanakan, namun sifatnya belum rutin dan tidak  berkelanjutan. Konseling umumnya hanya diberikan pada awal pengobatan dan belum menjadi bagian dari layanan yang terintegrasi. Kesimpulan:  perlunya peningkatan kualitas serta konsistensi dalam pemberian pelayanan informasi obat dan konseling.
Uji Aktivitas Antiinflamasi Nanopartikel Ekstrak Etanol Daun Limpasu (Baccaurea Ianceolata) Secara In Vitro Dengan Metode Denaturasi Protein Tenri Ayu Adri; Jihan Aulya; Nurmala Sari; Mutmainnah Sirajuddin; Prayitno Setiawan
INHEALTH : INDONESIAN HEALTH JOURNAL Vol. 5 No. 1 (2026): INHEALTH JOURNAL
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56314/inhealth.v5i1.447

Abstract

Inflamasi merupakan respons protektif sistem pembuluh darah terhadap infeksi dan kerusakan jaringan, yang berperan memfasilitasi perpindahan sel serta mediator sistem imun dari sirkulasi sistemik menuju lokasi cedera atau infeksi guna menetralisir dan mengeliminasi agen penyebab gangguan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antiinflamasi nanopartikel ekstrak daun limpasu (Baccaurea lanceolata) dengan metode denaturasi protein. Mekanisme uji didasarkan pada kemampuan senyawa aktif dalam ekstrak untuk mencegah kerusakan struktur protein akibat pemanasan, yang dianalisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 660 nm. Hasil menunjukkan bahwa nanopartikel ekstrak daun limpasu (Baccaurea lanceolata) memiliki aktivitas antiinflamasi yang kuat, dengan nilai IC50 sebesar 33,52 ppm yang mendekati natrium diklofenak 34,5 ppm sebagai kontrol positif. Temuan ini menegaskan potensi nanopartikel ekstrak daun limpasu (Baccaurea lanceolata) sebagai agen antiinflamasi alami dengan efektivitas yang setara dengan obat standar.
Efektivitas Edukasi Konseling Laktasi Dalam Meningkatkan Pemberian Kolostrum Pada Ibu Nifas di Puskesmas Kassi Kassi Fadjriah Ohorella; Asmirati Yakob
INHEALTH : INDONESIAN HEALTH JOURNAL Vol. 5 No. 1 (2026): INHEALTH JOURNAL
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56314/inhealth.v5i1.451

Abstract

Masa nifas merupakan periode krusial bagi ibu dan bayi, terutama dalam keberhasilan pemberian Air Susu Ibu (ASI) awal berupa kolostrum. Kolostrum memiliki kandungan gizi dan imunologis yang tinggi sehingga berperan penting dalam perlindungan awal bayi terhadap infeksi. Namun, praktik pemberian kolostrum masih rendah akibat kurangnya pengetahuan, sikap negatif, mitos budaya, serta minimnya dukungan keluarga dan tenaga kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas edukasi dan konseling laktasi dalam meningkatkan pemberian kolostrum pada ibu nifas di Puskesmas Kassi-Kassi. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan rancangan pre-test dan post-test with control group design. Sampel penelitian berjumlah 30 ibu nifas yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi berupa edukasi dan konseling laktasi diberikan kepada kelompok intervensi, sedangkan kelompok kontrol mendapatkan pelayanan rutin. Instrumen penelitian meliputi kuesioner pengetahuan, kuesioner sikap, dan lembar observasi praktik pemberian kolostrum. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu nifas dengan pemberian kolostrum (p < 0,001; n = 30) serta antara sikap ibu nifas dengan pemberian kolostrum (p < 0,001; n = 30). Edukasi dan konseling laktasi terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan, membentuk sikap positif, dan mendorong praktik pemberian kolostrum pada ibu nifas. Oleh karena itu, edukasi dan konseling laktasi perlu dioptimalkan sebagai bagian dari pelayanan kebidanan berkelanjutan untuk meningkatkan cakupan pemberian kolostrum dan mendukung keberhasilan ASI eksklusif.
Dampak Faktor Psikologis Terhadap Lama Dan Intensitas Persalinan Kala I Hasbiah Wardani; Rahmawati; Marliah
INHEALTH : INDONESIAN HEALTH JOURNAL Vol. 5 No. 1 (2026): INHEALTH JOURNAL
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56314/inhealth.v5i1.487

Abstract

Persalinan merupakan proses fisiologis yang kompleks dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik fisik maupun psikologis. Faktor psikologis seperti kecemasan, ketakutan, dan stres terbukti berperan penting dalam memperlambat kemajuan persalinan kala I serta memengaruhi intensitas kontraksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak faktor psikologis terhadap lama dan intensitas persalinan kala I pada ibu bersalin. Desain penelitian yang digunakan adalah studi observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian terdiri dari ibu bersalin kala I yang memenuhi kriteria inklusi, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi kuesioner tingkat kecemasan (HARS/State Anxiety Scale) serta lembar observasi proses persalinan. Data dianalisis menggunakan uji korelasi dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden mengalami kecemasan sedang (52%), dengan rata-rata lama persalinan kala I lebih panjang dibandingkan responden dengan kecemasan ringan (p < 0,05). Selain itu, terdapat hubungan signifikan antara tingkat kecemasan dengan intensitas kontraksi (r = 0,46; p < 0,05), di mana semakin tinggi kecemasan, semakin tidak teratur dan lebih nyeri kontraksi yang dirasakan. Analisis multivariat juga mengindikasikan bahwa faktor psikologis memberikan kontribusi sebesar 38% terhadap variasi lama persalinan kala I. Kesimpulan dari penelitian ini adalah faktor psikologis berpengaruh signifikan terhadap lama dan intensitas persalinan kala I. Oleh karena itu, intervensi kebidanan yang bersifat psikologis, seperti dukungan emosional, teknik relaksasi, dan pendampingan persalinan, perlu ditingkatkan untuk membantu ibu bersalin menghadapi proses persalinan secara optimal.
Case Report: Pengaruh Pemberian Latihan Chin Tuck dan TENS Pada Kasus CRS Bunga Tiara Adsa; Agus Widodo; Yunita Nur Rochman
INHEALTH : INDONESIAN HEALTH JOURNAL Vol. 5 No. 1 (2026): INHEALTH JOURNAL
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56314/inhealth.v5i1.496

Abstract

Latar Belakang: Cervical Root Syndrome (CRS) merupakan kondisi akibat iritasi atau kompresi akar saraf servikal yang menimbulkan nyeri menjalar, keterbatasan lingkup gerak, serta penurunan kemampuan fungsional. Intervensi fisioterapi seperti Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) dan latihan chin tuck sering digunakan untuk mengurangi nyeri dan meningkatkan stabilitas segmen servikal. Tujuan: Mengetahui efek kombinasi TENS dan latihan chin tuck terhadap penurunan nyeri, peningkatan range of motion (ROM), dan perbaikan fungsi pada pasien dengan CRS. Metode: Penelitian ini menggunakan desain case report dengan pendekatan single-subject research model ABA (baseline–intervensi–baseline). Satu pasien dengan diagnosis CRS mendapatkan kombinasi intervensi TENS dan latihan chin tuck selama tiga sesi terapi. Evaluasi dilakukan pada fase baseline, selama intervensi, dan follow up menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) untuk nyeri, pengukuran ROM servikal, dan Neck Disability Index (NDI) untuk fungsi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan perubahan skor antar fase pengukuran. Hasil: Terjadi penurunan intensitas nyeri yang ditunjukkan oleh penurunan NRS nyeri diam dari 2 menjadi 0, nyeri saat gerak dari 7 menjadi 4, serta nyeri tekan dari 6 menjadi 1. ROM servikal meningkat pada seluruh arah gerak. Skor NDI menurun dari 18% pada sesi pertama menjadi 8% pada sesi ketiga, menunjukkan adanya perbaikan kemampuan fungsional. Kesimpulan: Kombinasi TENS dan latihan chin tuck memberikan efek positif terhadap penurunan nyeri, peningkatan ROM, dan perbaikan fungsi pada pasien CRS dalam desain single-subject ini. Intervensi tersebut dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari penatalaksanaan fisioterapi pada kasus CRS, dengan tetap memperhatikan keterbatasan desain studi.
Penatalaksanaan Fisioterapi Pasca Stroke dengan Gangguan Motorik dan Gait Abnormal Dheonita Marsyanda Rofifah; Umi Budi Rahayu; Muhammad Fauzan
INHEALTH : INDONESIAN HEALTH JOURNAL Vol. 5 No. 2 (2026): INHEALTH JOURNAL
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56314/inhealth.v5i2.510

Abstract

Latar Belakang: Stroke merupakan gangguan neurologis yang menyebabkan disabilitas jangka panjang, dengan manifestasi utama berupa gangguan motorik, keseimbangan, dan pola berjalan. Gangguan tersebut berdampak pada penurunan kemampuan aktivitas sehari-hari serta kualitas hidup pasien. Fisioterapi berperan penting dalam rehabilitasi pasien stroke melalui pendekatan komprehensif. Tujuan: Mengetahui hasil penatalaksanaan fisioterapi dalam menurunkan nyeri, meningkatkan keseimbangan, dan memperbaiki kemampuan fungsional pada pasien post stroke. Metode: Penelitian ini menggunakan desain case report pada pasien Ny. T, perempuan usia 58 tahun dengan diagnosis sequela cerebral infarct di RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang. Intervensi yang diberikan meliputi Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS), Infra Red (IR) selama 10 menit, serta terapi latihan berupa stretching, strengthening, dan balance training dengan frekuensi 2 kali per minggu. Evaluasi dilakukan menggunakan Numeric Rating Scale (NRS), Barthel Index, serta pemeriksaan keseimbangan dan pola berjalan. Hasil: Setelah pemberian intervensi fisioterapi, terjadi penurunan nyeri dari nyeri tekan 7/10, nyeri gerak 4/10, dan nyeri diam 2/10 menjadi lebih ringan, peningkatan keseimbangan, serta perbaikan kemampuan fungsional dengan nilai Barthel Index 85 (kemandirian ringan). Kesimpulan: Penatalaksanaan fisioterapi berupa kombinasi TENS, Infra Red, dan terapi latihan mampu meningkatkan keseimbangan, menurunkan nyeri, serta memperbaiki kemampuan fungsional pasien post stroke.
Efektivitas Stretching dan Scar Massage terhadap Peningkatan ROM pada Kontraktur Pasca Luka Bakar Presinta Dewi; Arin Supriyadi; Nilam Nur Hamidah
INHEALTH : INDONESIAN HEALTH JOURNAL Vol. 5 No. 2 (2026): INHEALTH JOURNAL
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56314/inhealth.v5i2.512

Abstract

Luka bakar sering menyebabkan pembentukan jaringan parut yang berujung pada kontraktur dan keterbatasan lingkup gerak sendi (Range of Motion/ROM), terutama pada ekstremitas atas. Kontraktur pasca luka bakar dapat menimbulkan gangguan fungsi dan menurunkan kualitas hidup, sehingga diperlukan intervensi rehabilitasi yang efektif untuk memulihkan mobilitas sendi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas kombinasi stretching dan scar massage terhadap peningkatan lingkup gerak sendi pada pasien dengan kontraktur pasca luka bakar. Penelitian ini menggunakan desain case report berdasarkan CARE Guidelines. Subjek penelitian adalah seorang laki-laki berusia 23 tahun dengan kontraktur pasca luka bakar listrik pada jari ke-IV tangan kiri. Intervensi berupa kombinasi latihan stretching dan scar massage diberikan selama tiga minggu dengan frekuensi satu kali per hari. Stretching dilakukan dengan intensitas sedang selama 10 detik sebanyak tiga set, sedangkan scar massage diberikan selama 15 menit menggunakan teknik effleurage, kneading, dan friction. Pengukuran lingkup gerak sendi dilakukan menggunakan goniometer sebelum dan sesudah intervensi. Setelah tiga minggu intervensi, lingkup gerak sendi jari ke-IV meningkat dari 10° menjadi 20°, yang menunjukkan peningkatan mobilitas sendi yang bermakna secara klinis. Pasien juga melaporkan penurunan kekakuan dan peningkatan fleksibilitas jari. Hasil evaluasi tindak lanjut menunjukkan bahwa peningkatan ROM tetap stabil setelah jeda latihan. Kombinasi stretching dan scar massage efektif dalam meningkatkan dan mempertahankan lingkup gerak sendi pada pasien dengan kontraktur pasca luka bakar. Pendekatan ini dapat dipertimbangkan sebagai intervensi fisioterapi yang aman dan bermanfaat dalam program rehabilitasi pasca luka bakar.
Penatalaksanaan Fisioterapi pada Pasien Pasca Rekonstruksi ACL dan Meniscus Repair Fase 1: Case Report Longgar Atiningsih; Suryo Saputro Perdana; Sigit Saputro
INHEALTH : INDONESIAN HEALTH JOURNAL Vol. 5 No. 2 (2026): INHEALTH JOURNAL
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56314/inhealth.v5i2.538

Abstract

Latar belakang: Cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL) dan meniskus sering menyebabkan gangguan stabilitas dan fungsi lutut, sehingga membutuhkan rehabilitasi fisioterapi yang optimal pada fase awal pascaoperasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas intervensi fisioterapi pada fase awal pasca rekonstruksi ACL dan meniscus repair terhadap peningkatan fungsi lutut. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan intervensi fisioterapi yaitu TENS, latihan Range of Motion (ROM), penguatan otot, latihan proprioseptif, dan gait training dengan prinsip Weight Bearing As Tolerated (WBAT). Evaluasi dilakukan menggunakan VAS, goniometer, dan Manual Muscle Testing (MMT). Hasil menunjukkan penurunan nyeri dari VAS ≤3/10 menjadi ≤1/10, peningkatan ROM fleksi hingga ≥110° dengan ekstensi penuh, serta peningkatan kekuatan otot dari MMT ≥3/5 menjadi ≥4/5. Stabilitas dan kemampuan fungsional juga meningkat ditandai dengan kemampuan berjalan lebih dari 150 meter dan aktivitas naik-turun tangga secara aman. Kesimpulan: Intervensi fisioterapi pada fase awal efektif dalam meningkatkan fungsi lutut secara progresif pasca rekonstruksi ACL dan meniscus repair.

Page 9 of 10 | Total Record : 91