cover
Contact Name
-
Contact Email
journal@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
journal@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Gunung Pati, Semarang, Provinsi Jawa Tengah, 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana
ISSN : -     EISSN : 26866404     DOI : -
Core Subject : Education,
Seminar nasional Pascasarjana merupakan kegiatan rutin yang dilakasanakan oleh Pascasarjana UNNES. Tahun 2018 adalah kali ke 5 pelaksanan yang diselenggarakan oleh Kampus yang telah berubah alamat dari lokasi di Kampus Bendan Ngisor berpindah di Kampus Kelud Utara III Kecamatan Gajahmungkur kota Semarang. Kegiatan akademik ini merupakan kerjasama yang sinergi antar enam Kampus Pascasarjana LPTK di Indonesia.
Articles 84 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2021)" : 84 Documents clear
Strategi Guru dalam Melaksanakan Penilaian Pembelajaran pada Masa Pandemi Covid-19 Di Kelas Tinggi Sekolah Dasar Parwati Dewi Jatiningtyas; Supriyadi Supriyadi
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan strategi guru dalam melakukan penilaian kelas selama pandemi covid 19 di sekolah dasar. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 1 Baler Bale Agung dari Mei hingga Juni 2021. Pengumpulan data untuk penelitian ini dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Setelah data terkumpul, selanjutnya dilakukan analisis kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru memiliki strategi untuk menerapkan pelajaran matematika untuk memberikan gambaran yang realistis tentang kemampuan siswa, karena pendidikan hanya berfokus pada penilaian kemampuan kognitif siswa selama pandemi COVID-19. Strategi pengajaran yang digunakan oleh guru adalah pengajaran tatap muka; penilaian berdasarkan tugas harian siswa; penilaian berdasarkan pengalaman siswa; merujuk pada transkrip nilai semester sebelumnya. Karena guru memiliki kebebasan untuk terlibat dengan siswa selama pandemi Covid19, guru membutuhkan strategi pengajaran yang dapat membantu guru melakukan penilaian holistik yang mencerminkan kemampuan dunia nyata siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru untuk mencapai hasil belajar di masa pandemi saat ini efektif ketika mengetahui kapasitas siswa yang sebenarnya, dengan syarat siswa tidak harus mengerjakan tugas yang diberikan guru melalui bentuk jarak, tetapi juga dapat dilakukan oleh siswa. Abstract. This study aims to explain teacher strategies in conducting classroom assessments during the Covid 19 pandemic in elementary schools. This research was conducted at SD Negeri 1 Baler Bale Agung from May to June 2021. Data collection for this study was carried out through observation, interviews, and documentation. After the data is collected, qualitative analysis is then carried out. The results of this study indicate that teachers have strategies to apply mathematics lessons to provide a realistic picture of students' abilities, because education only focuses on assessing students' cognitive abilities during the COVID-19 pandemic. The teaching strategy used by the teacher is face-to-face teaching; assessment based on students' daily assignments; assessment based on student experience; refer to the transcript of the previous semester. Because teachers have the freedom to engage with students during the Covid19 pandemic, teachers need teaching strategies that can help teachers conduct holistic assessments that reflect students' real-world abilities. which is actually on the condition that students do not have to do the tasks given by the teacher through the form of distance but can also be done by students.
Pengembangan Media Multi Interaktif Flash Player pada Pembelajaran Zakat untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Muhammad Reza; Supriyadi Supriyadi
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Era globalisasi kemajuan keilmuan dan teknologi menghadirkan manfaat guru dalam proses belajar mengajar. Zakat merupakan pembelajaran yang membutuhkan metode khusus agar dapat memberikan pemahaman kepada siswa. Artikel ini membahas pengembangan media interaktif flash player untuk mendeteksi pemahaman siswa pada pelajaran zakat. Hasil akhir dari artikel ini adalah menghasilkan media pembelajaran interaktif flash player pada pembelajaran zakat valid dalam meningkatkan pemahaman siswa. Jenis penelitian ini adalah Research and Development dengan menggunakan model penelitian ADDIE dengan tahapan Analyze (Analisis), Design (Perancangan), Development (Pengembangan), Implementasi dan Evaluation (Evaluasi). Teknik analisis data dengan menggunakan kuantitatif dan deskriptif kualitatif melalui angket dan wawancara. Instrumen yang digunakan berupa lembar validasi dan lembar angket respon dan format wawancara. Subjek penelitian adalah 3 tim ahli, 1 guru dan 12 siswa kelas VII sekolah menengah pertama. Data yang diperoleh merupakan data kualitatif kemudian diubah menjadi data kuantitatif dengan menggunakan teknik Method of Summated Ratings. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangkan dinyatakan layak dengan persentase N-gian 3,94, segi kepraktisan media interaktif flash player mendapat nilai N-gian 4,3 dan segi efektifan memperoleh N-gian . Kesimpulan akhir menunjukan bahwa siswa mengalami peningkatan pemahaman dengan N-gian 0,67 yang dikategorikan dalam kategori sedang setelah pembelajaran menggunakan media interaktif flash player. Abstract. The era of globalization of scientific and technological progress presents the benefits of teachers in the teaching and learning process. Zakat is learning that requires special methods in order to provide understanding to students. This article discusses the development of interactive media flash player to detect students' understanding of zakat lessons. The final result of this article is to produce an interactive flash player learning media on zakat learning that is valid in improving students' understanding. This type of research is Research and Development using the ADDIE research model with the stages of Analyze (Analysis), Design (Design), Development (Development), Implementation and Evaluation (Evaluation). Data analysis techniques using quantitative and qualitative descriptive through questionnaires and interviews. The instruments used are validation sheets and questionnaire responses and interview formats. The research subjects were 3 expert teams, 1 teacher and 12 grade VII junior high school students. The data obtained is qualitative data and then converted into quantitative data using the Method of Summated Ratings technique. The results showed that the developed media was declared feasible with an N-gian percentage of 3.94, in terms of practicality of interactive flash player media, it got an N-gian value of 4.3 and in terms of effectiveness it obtained an N-gian. The final conclusion shows that students experience an increase in understanding with an N-gian of 0.67 which is categorized in the moderate category after learning using the interactive flash player media.
Penerapan Kearifan Lokal dalam Pelestarian Gumuk Mochamad Ainul Yaqin; Suyahmo Suyahmo; Hamdan Tri Atmaja
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Gumuk merupakan istilah khusus yang diberikan masyarakat pada suatu bukit di Jember. Dengan ketinggian berkisar antara 1 meter sampai 57,7 meter, unsur utama gumuk adalah batuan dan tanah. Namun, seiring berjalannya waktu gumuk banyak yang di eksploitasi oleh warga sekitar terutama pemilik gumuk tersebut yang berdampak pada kerusakan lingkungan. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pentingnya keberadaan gumuk perlu diberi pendidikan untuk pelestarian yang berbasis kearifan lokal masyarakat Jember. Jadi, bagaimana menerapkan kearifan lokal dalam pelestarian gumuk?. Abstract. Gumuk is a special term given by the community to a hill in Jember. With a height ranging from 1 meter to 57.7 meters, the main elements of the dune are rock and soil. However, over time many dunes have been exploited by residents, especially the owners of the dunes, which have an impact on environmental damage. The lack of public knowledge about the importance of the existence of dunes needs to be given education for conservation based on the local wisdom of the Jember community. So, how to apply local wisdom in the preservation of the dune?.
Peran Pendidikan Formal, Keluarga, dan Masyarakat dalam Pendidikan Bencana Nur Hamid; Dewi Liesnoor Setyowati; Juhadi Juhadi; Agustinus Sugeng Priyanto; Nur Rohmah Wijayanti; Elvara Norma Aroyandini
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Pendidikan bencana merupakan salah satu upaya mitigasi bencana yang penting untuk diberikan kepada masyarakat, utamanya kepada masyarakat Indonesia, mengingat Indonesia merupakan negara yang rawan akan bencana alam. Pendidikan bencana utamanya diberikan oleh pemerintah, tetapi pemerintah juga memerlukan dukungan dari berbagai pihak demi terwujudnya pendidikan bencana bagi seluruh masyarakat Indonesia. Dukungan dari berbagai pihak seperti instansi pendidikan formal, keluarga, dan diri masyarakat sendiri sangat diperlukan. Melalui penelitian pustaka dengan mengkaji berbagai referensi yang mendukung tujuan penelitian, penelitian ini akan mengungkap tentang peran ketiga pihak tersebut dalam penyelenggaraan pendidikan bencana di masyarakat. Hasil menunjukkan bahwa pendidikan formal berperan melalui pendidikan bencana di sekolah dan universitas, dimana siswa dan mahasiswa berperan sebagai perantara yang menyampaikan informasi dari atau menjadi perantara antara pendidikan formal dengan masyarakat. Peran keluarga dilakukan melalui transfer informasi dan pengalaman dari generasi yang lebih tua ke generasi yang lebih muda. Adapun peran masyarakat dilakukan melalui adanya “community leader” di masyarakat serta peran aktif pemuda. Abstract. Disaster education is one of the vital disaster mitigation efforts to be given to the community, especially to the people of Indonesia, considering that Indonesia is a country that is prone to natural disasters. The government mainly provides disaster education, but the government also needs support from various parties to realize disaster education for all Indonesian people. Support from various parties such as formal education institutions, families, and the community is needed. Through library research by reviewing various references that support the research objectives, this research will reveal the role of these three parties in implementing disaster education in the community. The results show that formal education plays a role through disaster education in schools and universities, where students and students act as intermediaries that convey information from or become intermediaries between formal education and the community. The role of the family is carried out through the transfer of information and experience from the older generation to the younger generation. The role of the community is carried out through the existence of "community leaders" in the community and the active role of youth.
Design Model Environmentally Friendly Smokeless Household Waste Burning Stoves: Reality And Perceptions Rabeea Mohammed Mansour Imleesha; Wasino Wasino; Rusdarti Rusdarti; Eko Handoyo; Meli Adriani Hotma Hasibuane
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. Garbage is one of the most common environmental issues in the neighbourhoods. This issue is not limited to villages or towns; even industrialized countries are not immune to it. Several issues, such as the requirement for land for landfills, which has a severe influence on local inhabitants' health owing to smoke from open garbage burning, but whose onset is extremely dangerous to one's health. However, these findings have not been included in global illness burden estimations. Household air pollution is a key environmental risk factor that leads to more fatalities across the world. A garbage incinerator is equipment or machine for burning rubbish using combustion technology that is supposed to be ecologically beneficial and smoke-free in order to reduce air pollution. The objectives of this paper are 1) assess the forms of trash that are discarded in the home, 2) investigate the public understanding of environmental awareness in order to predict dangerous air pollution, and 3) develop an environmental care education model and create a smokeless waste burner stove.). In this mixed-methods design research, the researcher gives priority to main data collection (quantitative) and supporting data collection (qualitative).
Kendala Pendidikan Nilai Pada Anak Usia Dini di Era Pandemi Covid 19 Supriyanto Supriyanto
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Studi ini digunakan untuk menggali penanaman nilai moral pada siswa pada pandemi covid 19. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana Pendidikan nilai pada anak usia dini pada era pandemic Covid 19. Metode yang digunakan kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan: Kendala pendidikan nilai moral anak usia dini pada era pandemi covid 19 di TK Al Hidayah IV yaitu kendala kognitif, sosial dan budaya. Kesimpulan: Konsep, kendala dan dampak pendidikan nilai moral pada anak usia dini pada era pandemi covid 19 mencakup kognitif, emosional dan budaya siswa. Abstract. This study explored the cultivation of moral values ​​in students during the covid 19 pandemic. The purpose of this study was to examine how to value education was given to early childhood during the Covid 19 pandemic era. The method used was qualitative with a phenomenological approach. The results showed: The obstacles to education in early childhood moral values ​​in the era of the COVID-19 pandemic at Al Hidayah IV Kindergarten were cognitive, social and cultural barriers. Conclusion: The concepts, constraints and impact of moral value education in early childhood in the era of the covid 19 pandemic include students' cognitive, emotional and cultural aspects.
Pengembangan Model Pembelajaran Kewirausahaan berbasis Kemandirian terhadap Keterampilan Berwirausaha Yulina Ismiyanti; Sucihatiningsih Dian Wisika Prajanti; Cahyo Budi Utomo; Eko Handoyo; Andarini Permata Cahyaningtyas
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Pemerintah menekankan kewirausahaan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi abad ke-21. Akibat terjadinya perubahan sistem pendidikan berbasis kewirausahaan, tidak hanya Jurusan Ekonomi dan Manajemen saja yang memberikan mata kuliah kewirausahaan, hampir semua jurusan di berbagai universitas membekali mahasiswa dengan mata kuliah kewirausahaan. Langkah Kemdikbud dalam memberdayakan pendidikan menuai tantangan guna menciptakan model pembelajaran yang sesuai permintaan pasar. Desain penelitian ini yaitu R&D menggunakan 10 langkah sebagai berikut: potensi masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk, revisi produk, uji coba pemakaian, revisi produk, produksi massal. Metode yang digunakan dalam uji skala kecil dan luas yaitu one group pre test post test design. Subjek penelitian yaitu UNISSULA yang menempuh mata kuliah kewirausahaan uji skala kecil 6 orang dan 1 dosen uji skala besar 20 orang dan 1 dosen diambil dengan purposive sampling. Alat pengumpulan data yang digunakan yaitu angket. Analisis data melalui persentase dan uji-t. Desain model kewirausahaan berbasis kemandirian yaitu identifikasi potensi dan peluang usaha, peningkatan mutu produksi, perluasan pemasaran hasil produksi, pengadministrasian kegiatan usaha, peningkatan jaringan. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan model kewirausahaan berbasis kemandirian valid, efektif, dan praktis. Abstract. The government emphasizes entrepreneurship to meet the needs of the 21st-century economy. As a result of the change in the entrepreneurship-based education system, not only the Department of Economics and Management provides entrepreneurship courses, almost all majors at various universities provide students with entrepreneurship courses. The Ministry of Education and Culture's steps in empowering education have faced challenges in creating learning models that are in line with market demand. This research design is R&D using ten steps as follows: potential problems, data collection, product design, design validation, design revision, product trial, product revision, use trial, product revision, mass production. The method used in the small and wide-scale test is one group pre-test post-test design. The research subjects were UNISSULA, who took the small-scale test entrepreneurship course of six people and one lecturer on the large-scale test 20 people and one lecturer was taken by purposive sampling. The data collection tool used is a questionnaire—data analysis through percentage and t-test. The design of the self-reliance-based entrepreneurship model is identification of business potential and opportunities, improvement of production quality, expansion of product marketing, business activity administration, network improvement. Based on the study results, it was concluded that the self-reliance-based entrepreneurship model was valid, effective, and practical.
Peran Kepala Sekolah dalam Manajemen Bimbingan dan Konseling untuk Meningkatkan Kinerja Konselor Sekolah Yohanes Yohanes
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak.Kesalahpahaman tentang fungsi layanan bimbingan dan konseling (BK) di sekolah serta persepsi negatif terhadap konselor sekolah menyebabkan program bimbingan dan konseling di sekolah tidak dapat berjalan optimal sehingga gagal mencapai hasil yang telah ditetapkan. Akibatnya kinerja konselor sekolah dianggap jelek oleh kepala sekolah dan rekan-rekan guru. Artikel ini dibuat dengan tujuan untuk memberikan gambaran tentang penyebab terjadinya kesalahpahaman yang mengakibatkan persepsi negatif terhadap konselor sekolah dan peran kepala sekolah dalam mengatasi hal tersebut. Artikel ini merupakan kajian teoretis dan analisis terhadap hasil penelitian-penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Sejumlah penelitian membuktikan bahwa kegagalan program bimbingan dan konseling serta buruknya kinerja konselor sekolah terjadi karena kurangnya pemahaman kepala sekolah terhadap tugas pokok dan fungsi konselor sekolah dan pelaksanaan manajemen sekolah yang tidak memadai. Hasil kajian menyimpulkan bahwa kepala sekolah selaku manajer dan administrator sekolah dapat berperan secara aktif dalam manajemen bimbingan dan konseling secara aktif dengan cara: 1) Memahami tugas pokok dan fungsi konselor sekolah secara tepat; 2) Berkolaborasi dengan konselor dalam mengimplementasikan program bimbingan dan konseling di sekolah; 3) Memastikan ratio konselor sekolah dan peserta didik adalah 1:150; dan 4) Melakukan pengembangan profesional bagi konselor sekolah secara terus-menerus. Peran aktif kepala sekolah dalam implementasi manajemen tersebut diharapkan dapat meningkatkan kinerja konselor sekolah dan menghilangkan persepsi negatif atas kehadiran konselor sekolah di sekolah. Abstract. Misunderstandings about the functioning of guidance and counseling services (BK) in schools as well as negative perceptions of school counselors cause guidance and counseling programs in schools to be unable to run optimally so as to fail to achieve predetermined results. As a result the performance of school counselors is considered poor by the principal and fellow teachers. This article was created with the aim of providing an overview of the causes of misunderstandings that result in negative perceptions of school counselors and the role of principals in addressing them. This article is a theoretical study and analysis of the results of previously conducted studies. A number of studies prove that the failure of guidance and counseling programs as well as poor performance of school counselors occur due to the lack of understanding of the counselor's duties and functions and inadequate implementation of school management by the principal. The results of the study concluded that the principal as manager and school administrator can play an active role in the management of guidance and counseling actively in the way of: 1) Understanding the main tasks and functions of the school counselors appropriately; 2) Collaborate with counselors in implementing guidance and counseling programs in schools; 3) Ensure the ratio of school counselors and students is 1:150; and 4) Conduct professional development for school counselors continuously. The role of the principal in the implementation of management is expected to improve the performance of school counselors and eliminate negative concerns over the presence of school counselors in schools.
Potensi Google Classroom dalam Meningkatkan Keterampilan Abad 21 pada Pembelajaran Daring Abdul Arif
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Satuan pendidikan di semua jenjang memberlakukan pembelajaran dalam jaringan (daring) merespons situasi Covid-19. Penggunaan platform digital seperti WhatsApp, Google Classroom, dan Zoom menjadi tren dalam pelaksanaan pembelajaran daring. Dari ketiga platform tersebut, Google Classroom memiliki keunggulan dari berbagai aspek. Mulai dari fitur hingga integrasi dengan platform lain. Karenanya, Google Classroom banyak digunakan di satuan Pendidikan. Di sini lain, pembelajaran daring di saat pandemi menjadi tumpuan utama dalam menjawab tantangan pembelajaran abad 21. Makalah ini mencoba mengkaji lebih mendalam tentang potensi Google Classroom dalam meningkatkan keterampilan abad 21 pada pembelajaran daring. Hasil kajian ini diharapkan dapat memberikan gambaran untuk pelaksanaan pembelajaran daring menggunakan Google Classroom secara optimal. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dari buku dan hasil penelitian yang relevan. Hasil kajian menunjukkan, Google Classroom sangat mendukung untuk meningkatkan keterampilan abad 21, meliputi berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi dan kreativitas. Abstract. Education units at all levels apply online learning in response to the Covid-19 situation. The use of digital platforms such as WhatsApp, Google Classroom, and Zoom has become a trend in the implementation of online learning. Of the three platforms, Google Classroom has advantages in various aspects. From features to integration with other platforms. Therefore, Google Classroom is widely used in Education units. Here, on the other hand, online learning during a pandemic is the main focus in responding to the challenges of 21st century learning. This paper tries to examine more deeply the potential of Google Classroom in improving 21st century skills in online learning. The results of this study are expected to provide an overview for the optimal implementation of online learning using Google Classroom. The method used is a literature review from books and relevant research results. The results of the study show that Google Classroom is very supportive to improve 21st century skills, including critical thinking, communication, collaboration and creativity.
Reformasi Pembelajaran Abad 21: Implementasi Merdeka Bermain melalui Model Pembelajaran ABCD5E di TK Labschool UNNES Sri Wiji Handayani; Lita Latiana; Yuli Kurniawati Sugiyono Pranoto
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Pendidikan itu pada hakikatnya adalah hak setiap individu. Dalam hak itu ada sebuah kemerdekaan yang berarti manusia sebagai ciptaan Tuhan memiliki hak untuk mengembangkan diri sesuai dengan kodratnya. Ada sebuah kemandirian dalam kemerdekaan artinya mandiri dalam menentukan keputusan untuk pengembangan atas diri manusia. Sekalipun kemerdekaan merupakan kebebasan namun tetap memperhatikan aturan aturan yang berlaku dalam kehidupan masyarakat. Makalah disusun dari hasil penelitian untuk mengetahui arti dari sebuah kemerdekaan anak didik usia dini dalam belajar melalui bermain yang dikemas melalui konsep merdeka bermain dalam model Pembelajaran ABCD5E di TK Labschool Unnes. Sebuah model yang diciptakan oleh Sri Wiji Handayani dkk untuk melakukan sebuah reformasi pembelajaran di lembaga TK Labschool Unnes pada ABAD 21. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik penelitian Observasi dan wawancara. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara bahwa dengan dengan melalui merdeka bermain dalam model pembelajaran ABCD5E dapat mereformasi pembelajaran sebelumnya sehingga capaian kompetensi abad 21 dapat dicapai secara optimal. Abstract. Education is essentially the right of every individual. In that right there is an independence which means that humans as God's creation have the right to develop themselves according to their nature. There is an independence in independence which means being independent in making decisions for the development of human beings. Even though independence is freedom, it still pays attention to the rules that apply in people's lives. The paper is compiled from the results of research to find out the meaning of an independence for early childhood students in learning through play which is packaged through the concept of independent play in the ABCD5E Learning model at the Unnes Labschool Kindergarten. A model created by Sri Wiji Handayani et al to carry out a learning reform at the TK Labschool Unnes in the 21st century. The research method used was descriptive qualitative research with observation and interview techniques. Based on the results of observations and interviews, by being free to play in the ABCD5E learning model, you can reform previous learning so that the achievement of 21st century competencies can be achieved optimally.