cover
Contact Name
-
Contact Email
asghar@iainpekalongan.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
asghar@iainpekalongan.ac.id
Editorial Address
Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Program, Faculty of Education and Teacher Training, Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Indonesia
Location
Kota pekalongan,
Jawa tengah
INDONESIA
Asghar: Journal of Children Studies
ISSN : 27975630     EISSN : 28073479     DOI : https://doi.org/10.28918/asghar
Core Subject : Education,
Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Program, Faculty of Education and Teacher Training, Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Indonesia
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2022): Desember 2022" : 8 Documents clear
Media Pembelajaran Bahasa Arab bagi Anak Usia Dini di Era Digital Pasca Covid-19 Akhmad Aufa Syukron; Taufiqul Rahman Syarif; Joko Susilo
Asghar: Jurnal of Children Studies Vol 2 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : PIAUD Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/asghar.v2i2.6547

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sistem pembelajaran bahasa Arab bagi anak usia dini dan mengetahui media pembelajaran bahasa Arab bagi anak usia dini di era digital pasca covid-19. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan kualitatif deskriptif. Data yang digunakan berbasis library research, dengan menelaah dan menelusuri berbagai literatur kepustakaan. Hasil Penelitian menunjukan bahwa Pada pembelajaran bahasa Arab bagi anak usia dini, guru harus berperan aktif menjaga suasana hati anak agar mau belajar bahasa Arab. Pembelajaran bahasa Arab merupakan hal yang penting untuk diajarkan sebagai sarana mengenal Islam dan khazanah keilmuannya bagi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), dan ditemukan beberapa platform digital yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran bahasa arab bagi anak usia dini seperti youtube, aplikasi/game, e-book dan situs online bahasa Arab bagi anak usia 4-10 tahun.
Urgensi Pendidikan Agama Islam Bagi Anak Usia Dini di Era Revolusi Industri 4.0 Arlinda
Asghar: Jurnal of Children Studies Vol 2 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : PIAUD Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/asghar.v2i2.6503

Abstract

Era revolusi industri 4.0 semua orang mulai tergantung akan kecanggihan teknologi. Bukan hanya kalangan orang remaja dan kalangan orang dewasa, melainkan anak usia dini pun nampak lihai memanfaatkan teknologi seperti gadget. Anak-anak sudah menggunakan gadget-nya bukan hanya semata-mata untuk bermain game, tetapi menggunakan aplikasi tertentu seperti YouTube. Kendati demikian, penggunaan teknologi untuk anak usia dini rupanya mengundang problematika baru seperti karakter anak yang kurang, tingkat sosial anak kurang bahkan adanya tindakan seksual akibat melihat foto maupun video tidak pantas. Tentunya semua itu tidak akan terjadi apabila adanya pendidikan dan pengajaran agama Islam. Oleh karenanya, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui urgensi Pendidikan Agama Islam (PAI) bagai Anak Usia Dini (AUD) di era revolusi industri 4.0. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tinjauan literatur. Pengumpulan data dilakukan dengan menganalisis kasus, dokumentasi data, jurnal-jurnal relevan. Hasil menunjukan bahwa pendidikan agama islam bagi anak usia dini sangatlah urgent ditengah melesatnya kecanggihan teknologi. Ada beberapa metode yang digunakan untuk mengajarkan pendidikan agama Islam seperti menggunakan kisah Quran dan Nabawi, menggunakan perumpamaan, dengan teladan serta pendidikan dengan latihan dan pengalaman, metode pembiaasaan, metode nasihat, metode motivasi dan metode montessori
Sastra Anak Cerita Rakyat Nusantara dalam Pembentukan Pondasi Karakter Moderat Puspitaningrum, Diah
Asghar: Jurnal of Children Studies Vol 2 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : PIAUD Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/asghar.v2i2.6262

Abstract

Perkembangan zaman dan teknologi memunculkan beberapa dampak buruk dalam perubahan karakter anak. Banyak kasus anak-anak sudah dapat berbicara kasar atau tidak sopan kepada orang lain yang dianggapnya berbeda dengan dirinya. Untuk itu, pondasi karakter moderat atau karakter yang menempatkan dirinya berada di tengah-tengah dan mampu menerima serta menghargai perbedaan perlu ditanamkan dan dikembangkan sejak dini. Sastra anak menjadi salah satu cara dan perantara menumbuhkan karakter moderat. Penelitian ini menjelaskan tentang pesan yang ada dalam cerita rakyat nusantara sesuai dengan indikator karakter moderat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yang menganalisis sastra anak dari cerita rakyat nusantara untuk mencari pesan yang ada dalam cerita disesuaikan dengan indikator karakter moderat. Data yang dipilih yaitu 10 cerita rakyat nusantara dari berbagai daerah di Indonesia. Tidak semua cerita mengandung pesan sesuai 4 indikator karakter moderat. Setiap cerita memiliki pesan yang menonjol dan sesuai dengan indikator. Ketika menceritakan cerita rakyat nusantara kepada anak, orang tua dapat membimbing untuk mengartikan setiap pesan yang ada agar dapat diterima anak dengan baik.
Pengembangan Aspek Kognitif dan Bahasa Anak Usia 4-5 Tahun Melalui Permainan Puzzle Nazwa Putri Rieuwpassa; Aulia Tazkia Kariim; Iklima; Siti Nurmania Najwa
Asghar: Jurnal of Children Studies Vol 2 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : PIAUD Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/asghar.v2i2.6086

Abstract

Permainan dapat membantu anak untuk menghilangkan kejenuhan dalam belajar di kelas. Anak belajar melalui bermain dengan memanfaatkan media puzzle dapat melatih kemampuan berpikir dan dapat mengembangkan aspek bahasa anak. Anak usia dini (AUD) masih berada dalam tahap belajar mengenal lingkungan di sekitarnya, ada beberapa anak yang bahasa nya masih tergolong belum jelas saat berbicara. Maka dari itu tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan media permainan puzzle terhadap pengembangan aspek kognitif dan bahasa. Rancangan pada penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan informasi melalui observasi dan metode kualitatif. Penelitian ini diterapkan di KB/TKIT Az-Zahroh Kecamatan Serang dengan sampel sebanyak 4 orang anak. Dapat disimpulkan bahwa permainan puzzle berpengaruh dalam meningkatkan aspek bahasa dan kognitif pada anak usia dini.
Upaya Peningkatan Kemampuan Baca Tulis Al Qur’an Dengan Metode A Ba Ta Tsa di Kelompok TK A TKIT Permata Hati Batang Tahun Ajaran 2019/2020 Adin Setiani
Asghar: Jurnal of Children Studies Vol 2 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : PIAUD Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/asghar.v2i2.6302

Abstract

Kemampuan baca tulis Al Qur’an merupakan salah satu perkembangan bahasa anak usia dini yaitu bahasa arab. Dalam perkembangannya dibutuhkan upaya untuk mendukung kemampuan berbahasanya, diantaranya adalah mengembangkan strategi untuk mempermudah penguasaan bahasa dengan cara memudahkan untuk mengingat, meniru, mengalami langsung serta bermain. Peneliti menemukan bahwa pencapaian kemampuan baca tulis Al Qur’an anak dari 22 anak masih 1 anak saja yang perkembangannya sudah berkembang sangat baik (BSB). Dengan hasil tersebut, peneliti mencoba untuk menerapkan metode A Ba Ta Tsa yang diharapkan dapat meningkatkan jumlah siswa yang belum mencapai indicator berkembang sangat baik (BSB) juga sebagai pengenalan metode A Ba Ta Tsa dalam pembelajaran Baca Tulis Al Qur’an. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Apakah metode A Ba Ta Tsa dapat meningkatkan kemampuan baca tulis Al Qur’an di kelompok A2 TKIT Permata Hati Batang Tahun Ajaran 2019/2020 ?. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan baca tulis Al Qur’an dengan metode A Ba Ta Tsa di kelompok TK A TKIT Permata Hati Batang Tahun Ajaran 2019/2020. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi dan dokumentasi. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan mengumpulkan data lapangan (field research) yang dituangkan dalam bentuk angka. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research) yaitu penelitian yang diarahkan pada mengadakan pemecahan masalah atau perbaikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui metode A Ba Ta Tsa dapat meningkatkan kemampuan baca tulis Al Qur’an anak. Peningkatan dapat dilihat pada hasil penelitian awal 3 anak sudah berkembang sangat baik (BSB) dengan prosentase 13,63 %, siswa yang sudah berkembang sesuai harapan (BSH) ada 7 anak dengan prosentase 31,81 %, siswa yang mulai berkembang (MB) sebanyak 9 anak dengan 40,91%, dan sisanya siswa yang belum berkembang (BB) sebanyak 3 anak dengan posentase 13,63%. pada Siklus II terlihat kemampuan baca tulis Al Qur’an anak semakin meningkat dari siswa 22 anak yang tingkat kemampuannya berkembang sangat baik (BSB) mengalami peningkatan sebanyak 7 anak (31,81 %), siswa yang sudah berkembang sesuai harapan (BSH) mengalami peningkatan sebanyak 11 anak (50 %), siswa yang mulai berkembang (MB) mengalami peningkatan sebanyak 4 anak (18,18 %), dan siswa yang belum berkembang (BB) sebanyak 0 anak (0,0 %).
Penerapan Metode Pembelajaran Langsung untuk Mengembangkan Karakter Tanggung Jawab Anak Usia Dini Rossi Mustika Afiatun Putri
Asghar: Jurnal of Children Studies Vol 2 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : PIAUD Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/asghar.v2i2.6518

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan penerapan metode pembelajaran langsung, mendeskripsikan kendala dan solusi untuk mengembangkan karakter tanggung jawab anak pada metode pembelajaran langsung. Metode penelitian yang digunakan metode observasi, metode wawancara dan metode dokumentasi. Hasil penelitianya bahwa untuk mengembangkan karakter tanggung jawab anak pada metode pembelajaran langsung menggunakan komponen karakter penting yaitu moral knowing, moral feeling dan moral action. Pertama, penjelasan moral knowing yaitu guru memberikan pengetahuan atau definisi dari karakter tanggung jawab. Kedua, moral feeling yaitu metode yang dilakukan dengan cara guru memberikan cerita kepada anak-anak tentang karakter yang akan dipelajari. Ketiga, moral action yaitu tindakan yang dilakukan anak dalam pembelajaran langsung sesuai apa yang dilihat dan dirasakan. Kendalanya adalah pembelajaran kurang mengena, adanya pola asuh orang tua yang berbeda-beda, Untuk solusinya, guru selalu mengingatkan anak tentang arti tanggung jawab itu apa sampai anak tau dan mau menunjukan karakternya dan orang tua harus selalu memberikan bimbingan kepada anaknya.
Peningkatan Konsep Pengukuran pada Anak Usia 4-5 Tahun Menggunakan Media Donat Susun Siti Salwa; Aisyah Amalia Khoirul Amini,; Alfina Fatwa Khasanah; Lathipah Hasanah
Asghar: Jurnal of Children Studies Vol 2 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : PIAUD Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/asghar.v2i2.6731

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memvalidasi bahwa metode pengukuran pada anak usia dini sangat penting, namun banyak lembaga yang tidak mengajarkan metode ini. Kami mencoba untuk menggunakan media donat susun untuk membuktikan bahwa pengajaran pengukuran anak usia dini penting untuk mereka. Pokok pokok yang menjadi penelitianya adalah anak dengan problem solvingnya, dan juga akurat media donat susun sebagai media pengajaran pengukuran terkait besar kecil dari donat itu sendiri. Dan juga penyusunan donat tersebut dari yang terbesar hingga yang terkecil. Metode yang kami gunakan adalah metode tindak kelas dan hasil penelitianya menunjukan bahwa anak usia 4-6 tahun sudah mampu untuk mempelajari dan memahami besar kecil dari media donat susun, sedangkan untuk anak usia 1-3 tahun masih membutuhkan arahan dan bimbingan akan perintah dari media donat susun tersebut.
Pengaruh Stimulasi Alat Permainan Edukatif Terhadap Perkembangan Kognitif pada Anak Usia 5-6 Tahun Alifia Nabila Sausan; Bulan Cantika; Ercindy Nuralif; Yana Muzayyana Haqi
Asghar: Jurnal of Children Studies Vol 2 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : PIAUD Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/asghar.v2i2.6306

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini adalah pendekatan pembinaan yang mempersiapkan anak-anak untuk pendidikan dengan menginspirasi mereka sejak lahir hingga usia 6 tahun. Taman kanak-kanak merupakan tahapan pendidikan anak usia dini yang berperan penting dalam mengukur kemampuan kognitif. Masa anak usia dini ini berusia 5-6 tahun dan memiliki ciri khas tersendiri. Oleh karena itu, peran guru haruslah menilai secara objektif berbagai aspek yang berbeda. Pada masa ini, sangat penting untuk merangsang perkembangan anak, salah satunya adalah aspek perkembangan kognitif. Melalui permainan dengan menggunakan objek favorit anak, keterampilan kognitif mereka berkembang secara pesat. Kisaran perkembangan kognitif anak usia 5-6 tahun terdiri dari pengetahuan umum dan sains serta matematika. Seiring berkembangnya kemampuan anak dalam mengenal dan memahami konsep bilangan dengan cara yang menyenangkan, salah satunya ialah dapat dilakukan dengan alat permainan edukatif yaitu stick hitung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Stick Berhitung dengan perkembangan kognitif anak usia dini di TK Kemala Bhayangkari 05 Serang. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dan teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi dan dokumentasi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa satu dari empat anak yang kami teliti terdapat anak dengan kemampuan berpikir yang lambat daya pikirnya untuk memahami pembelajaran, sehingga dapat membantu guru dalam memberikan materi pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak usia dini. Oleh karena itu, perlu diperhatikan pertumbuhan dan perkembangan otak dan kemampuan kognitif anak usia 5-6 tahun pada masa keemasan (golden age). Dampak dari penelitian ini adalah memungkinkan para pendidik untuk menyesuaikan pembelajaran dengan tahapan perkembangan anak sehingga perkembangan kognitifnya lebih baik dan optimal.

Page 1 of 1 | Total Record : 8