Medical and Health Journal
Medical and Health Journal (EISSN. 2807-3541) is containing various articles/ manuscripts in the forms of research article, systematic reviews, case reports in the field of medicine focusing on basic medicine, clinical medicine, biomedical sciences, medical biotechnology, and public health. This journal is published by Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Indonesia.
Articles
9 Documents
Search results for
, issue
"Vol 2 No 1 (2022): August"
:
9 Documents
clear
KORELASI ANTARA TINGKAT STRES DENGAN KEJADIAN MUNCULNYA IDE BUNUH DIRI PADA PASIEN HUMAN IMMUNODEFFICIENCY VIRUS (HIV) POSITIF DI RSUD BANYUMAS
Awanis, Nuraida Absharina;
Paramita, Hilma;
Nurlaela, Nurlaela;
Wahyudin, Wahyudin
Medical and Health Journal Vol 2 No 1 (2022): August
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (220.752 KB)
|
DOI: 10.20884/1.mhj.2022.2.1.5822
Kejadian bunuh diri di seluruh dunia mencapai jumlah 800.000 orang setiap tahunnya. Keinginan untuk bunuh diri dapat dipengaruhi oleh berbagai macam faktor, diantaranya yaitu faktor genetik, biologis, psikososial, serta stresor lingkungan. Pasien HIV+ merupakan kelompok yang rentan memiliki ide bunuh diri karena berbagai permasalahan yang dihadapi mereka, baik dari faktor internal maupun eksternal berisiko memicu stres yang berkepanjangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi antara tingkat stres dengan kejadian munculnya ide bunuh diri pada pasien HIV+ di RSUD Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan desain cross sectional. Consecutive sampling digunakan sebagai teknik sampling dengan jumlah sampel sebanyak 36 pasien HIV+. Tingkat stres diukur dengan kuesioner DASS42 (Depression, Anxiety, and Stress Scale 42) dan ide bunuh diri diukur menggunakan kuesioner BSSI (Beck Scale of Suicide Ideation). Uji Spearman digunakan untuk mencari korelasi antar variabel. Penelitian ini mendapatkan hasil bahwa tingkat stres responden secara umum berkategori normal. Tidak didapatkan adanya kemunculan ide bunuh diri pada pasien HIV+ di RSUD Banyumas. Korelasi tingkat stres dengan kemunculan ide bunuh diri yang diperoleh menggunakan uji spearman menunjukkan p value = 0,515 (p > 0,05) dan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,112 yang menunjukkan korelasi positif atau searah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat korelasi antara tingkat stres dengan kejadian munculnya ide bunuh diri pada pasien HIV+ di RSUD Banyumas.
SQUAMOUS CELL CARCINOMA (SCC) TIROID: LAPORAN KASUS
Aulia Jasmine Mukti;
M. Yamsun
Medical and Health Journal Vol 2 No 1 (2022): August
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (409.231 KB)
|
DOI: 10.20884/1.mhj.2022.2.1.7522
Squamous cell carcinoma of the thyroid gland is a rare thyroid tumor accounting for less than 1% of all cases of primary thyroid carcinoma. Squamous cell carcinoma of the thyroid gland is very aggressive and has a poor prognosis. There is no standard management outline that can be used as a guideline for treatment, which is a challenge for the treating team. This case report aims to further examine the pathological features, diagnosis, and treatment of thyroid SCC. We present a 73 years old male with progressive neck swelling, hoarse voice, accompanied by difficulty swallowing for 6 months prior to admission to the hospital who was referred to the oncologist as a suspected case of carcinoma of the thyroid. Computed tomography of the neck showed a 2,1 x 2,3 x 7,7 cm solid mass in the lateral dextra of the larynx and lymphadenopathy. Thorax Rontgen ruled out the possibility of metastasis. Thyroidectomy and debulking were performed on the patient. Anatomy pathological examination revealed squamous cell carcinoma.
THE RELATIONSHIP BETWEEN TEENAGE GIRL ABOUT REPRODUCTIVE HEALTH AND ATTITUDE OF DISMENORRHOEA IN SMA NEGERI 1 PURBALINGGA STUDENTS
Wisnu Budi Pramono;
Iwan Dwi Cahyono;
Nursan Saad
Medical and Health Journal Vol 2 No 1 (2022): August
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (354.89 KB)
|
DOI: 10.20884/1.mhj.2022.2.1.7557
Menstruasi merupakan peristiwa keluarnya darah dari jalan lahir yang terjadi setiap bulan yang berkaitan dengan perubahan hormon dalam tubuh wanita. Nyeri haid ( dismenorrhoea ) adalah istilah untuk rasa sakit waktu menstruasi. Sebanyak 16% wanita yang mengalami dismenorrhoea, tidak bisa diatasi dengan obat - obatan anti sakit dan memerlukan istirahat kerja. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi dengan sikap menghadapi dismenorrhoea di SMA Negeri 1 Purbalingga. Penelitian ini adalah deskriptif survey non eksperimental dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah 68 siswi kelas X sampai XII SMA N 1 Purbalingga yang diambil dengan teknik simple random sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat ( uji korelasi product moment ) dengan bantuan program SPSS for windows release 11.0. Pengetahuan remaja putri tentang kesehatan reproduksi di SMA Negeri 1 Purbalingga pada kategori baik 26 siswi ( 38,2% ), cukup baik 40 siswi ( 58,8% ), kurang baik 1 siswi ( 1,5% ), dan sangat kurang 1 siswi ( 1,5% ). Sikap menghadapi dismenorrhoea paling banyak pada kategori kurang baik 39 siswi ( 57,4% ), cukup baik 24 siswi ( 35,3% ), dan sangat kurang 5 siswi ( 7,4% ). Terdapat hubungan yang signifikan ( rhitung > rtabel ) antara pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi dengan sikap menghadapi dismenorrhoea dengan nilai rhitung sebesar 0,408 dan termasuk kategori sedang. Kesimpulan yang dapat diambil adalah terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan remaja putri tentang kesehatan reproduksi dengan sikap menghadapi dismenorrhoea.
VALIDITY AND RELIABILITY TEST OF NORDIC MUSCULOSCELETAL QUESTIONNAIRE (NMQ) FOR BLUE-COLLAR WORKER
Lily Kusumasita Burkon
Medical and Health Journal Vol 2 No 1 (2022): August
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (306.666 KB)
|
DOI: 10.20884/1.mhj.2022.2.1.7558
Gangguan muskuloskeletal mempengaruhi produktivitas kerja pekerja industri manufaktur, khususnya garmen. Nordic Musculoskeletal Questionnare (NMQ) dapat berfungsi sebagai instrumen identifikasi atau penilaian risiko yang harus penuh dengan persyaratan validitas dan reliabilitas. Validitas dan reliabilitas pekerja kerah biru versi Nordik Muskuloskeletal Questionnare (NMQ) versi Indonesia merupakan kelanjutan dari validitas sebelumnya di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan validitas dan reliabilitas Nordic Musculosceletal Questionnare (NMQ) dalam Bahasa Indonesia yang dapat digunakan untuk pekerja kerah biru. Kuesioner terjemahan menyederhanakan kata-kata dalam kalimat dan bahasa melalui panel diskusi ahli. Kuesioner telah diuji untuk mengetahui uji korelasi dan validitas antar butir, kemudian diuji reliabilitasnya dengan teknik pengukuran yaitu dalam waktu 7 hari untuk mendapatkan nilai Alpha Chronbach. Penelitian ini dianalisis dengan menggunakan SPSS 20 untuk hasil akhir. Penelitian menunjukkan bahwa responden yang memiliki latar belakang pendidikan maksimal SMA memberikan nilai validitas angket adalah mayoritas skor kuat (0,600 – 0,777) dan hasil angket uji reliabilitas pada penelitian pertama dan kedua memiliki nilai Alpha Cronbach yang hampir sama tingginya (0,965 – 0,966) dan berarti sangat reliabel.
PERAN KELUARGA DALAM MENDUKUNG PASIEN DENGAN PENYAKIT TERMINAL: PELAJARAN DARI BANYUMAS – JAWA TENGAH
Dyah Woro Dwi Lestari;
Miko Ferine;
Arfi Nurul Hidayah;
Amalia Muhaimin;
Bagas Wicaksono
Medical and Health Journal Vol 2 No 1 (2022): August
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (250.648 KB)
|
DOI: 10.20884/1.mhj.2022.2.1.7559
Menyampaikan berita buruk dianggap sebagai salah satu bagian tersulit dari komunikasi antara dokter dan pasien. Dengan demikian pasien dan keluarga berhak memahami kondisi kesehatannya yang sebenarnya. Menyampaikan berita buruk dapat menyebabkan situasi yang tidak nyaman ketika pasien dan keluarga mereka menunjukkan reaksi negatif terhadap percakapan tersebut. Selain itu, situasi seperti itu dapat menyebabkan pengalaman negatif dan dapat berkembang menjadi pengalaman emosional yang buruk antara dokter dan pasien. Masalah komunikasi diidentifikasi sebagai faktor utama dalam menyampaikan berita buruk. Di sisi lain, budaya, faktor utama yang menentukan hasil komunikasi, akan memainkan peran penting dalam situasi ini. Tulisan ini bertujuan untuk menggali peran keluarga dalam proses penyampaian kabar buruk dari dokter kepada pasiennya. Metode kualitatif dilakukan dalam makalah ini dengan menggunakan wawancara mendalam dengan 7 anggota keluarga pasien dalam kondisi terminal. Hasil penelitian menunjukkan beberapa tema, yaitu peran keluarga dalam menjaga kondisi emosi dan psikologis pasien, peran keluarga sebagai orang penting untuk diandalkan (dalam hal pengobatan), keluarga sebagai pengambil keputusan yang menentukan terapi bagi pasien dan juga berperan dalam komunikasi antara dokter dan pasien.
HUBUNGAN KADAR TRIGLISERIDA DENGAN KEJADIAN RETINOPATI DIABETIKA PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2
Amanah Sekar Kinasih;
Dwi Arini Ernawati;
Muhamad Rifqy Setyanto
Medical and Health Journal Vol 2 No 1 (2022): August
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (222.01 KB)
|
DOI: 10.20884/1.mhj.2022.2.1.7561
Retinopati diabetika merupakan bentuk komplikasi mikrovaskular dari Diabetes Melitus tipe 2. Retinopati diabetika merupakan penyebab gangguan penglihatan terbanyak kelima di dunia. Faktor risiko yang berpengaruh pada timbulnya retinopati diabetika adalah kadar trigliserida. Diabetes Melitus tipe 2 menempati urutan keempat sebagai penyakit dengan pasien terbanyak di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Klinik Tanjung Purwokerto. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kadar trigliserida dengan kejadian retinopati diabetika pada pasien Diabetes Melitus tipe II di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Klinik Tanjung Purwokerto. Metode penelitian menggunakan metode analitik observasional dengan study cross-sectional. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 34 pasien Diabetes Melitus tipe 2 di PROLANIS FKTP Klinik Tanjung, pengambilan sampel menggunakan metode Consecutive Sampling. Data kadar trigliserida diambil dari pemeriksaan laboratorium darah. Data retinopati diabetika diambil berdasarkan diagnosis dokter spesialis mata. Analisis hipotesis menggunakan Chi Square 2x2. Hasil analisis bivariat antara kadar trigliserida dengan kejadian retinopati diabetika menggunakan Chi-Square 2x2 menunjukan p value : 0,09 . Hal tersebut menunjukan tidak ada hubungan bermakna antara kadar trigliserida dengan kejadian retinopati diabetika (p>0,05). Tidak terdapat hubungan bermakna antara kadar trigliserida dengan kejadian retinopati diabetika di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Tanjung Purwokerto.
REVIEW TIDUR DAN GANGGUAN TIDUR
Rizak Tiara Yusan;
Synta Haqqul Fadlilah
Medical and Health Journal Vol 2 No 1 (2022): August
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (617.899 KB)
|
DOI: 10.20884/1.mhj.2022.2.1.7820
Sleep is a sedentary mental and physical condition. Sleep is necessary for emotional, physical, and cognitive well-being and accounts for approximately one-third of a person's life. Sleep happens in cycles in which the body alternates between two modes: REM sleep and non-REM sleep. Behavioural observation, physiological monitoring, or a mix of the two can be used for the assessment of sleep and wake. Current clinical recommendations for scoring PSGs describe three phases of progressively. The majority of hormones in plasma show strong 24-hour cycles, highlighting the significance of the circadian clock and sleep-related impacts on hormone release and/or metabolism. Lack of sufficient sleep for duration or quality might affect one's ability to function normally and maintain good health. The typical adult requires seven or more hours of sleep each night to be healthy. This report will inform the current state of the science of sleep and sleep deprivation.
EFIKASI DAN KEAMANAN MANAJEMEN PENGOBATAN MEDIS OVERACTIVE BLADDER: A MINI-LITERATURE REVIEW
Dalri Muhammad Suhartomo;
Synta Haqqul Fadlillah;
Indra Yudhawan
Medical and Health Journal Vol 2 No 1 (2022): August
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (289.535 KB)
|
DOI: 10.20884/1.mhj.2022.2.1.7895
Overactive bladder (OAB) is a widespread condition that significantly impairs one's quality of life, yet it often goes undiagnosed and is treated inadequately due to various obstacles such as shame, poor communication, and poor patient compliance. There are several treatment options for OAB, including bladder and behavioural training, medications, and surgical therapies. Oral antimuscarinics are the primary choice for pharmacological treatment of OAB. There are a variety of drugs available to treat bladder storage and voiding issues, and soon, novel compounds with higher specificity for the lower urinary tract receptors will be available. This will help to optimize therapy, reducing side effects and improving adherence, particularly in patients with existing medical conditions and in women. This article provides an overview of the pharmacotherapy of OAB.
THE EFFECT OF USING THE VISITING PATIENT APPLICATION ON THE STRESS LEVEL OF INPATIENTS AT MARGONO SOEKARJO HOSPITAL
Hasnah Mutfii;
Wahyudin Wahyudin;
Lily Kusumawati Burkon;
Yudhi Wibowo;
Thianti Sylviningrum
Medical and Health Journal Vol 2 No 1 (2022): August
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (415.181 KB)
|
DOI: 10.20884/1.mhj.2022.2.1.8020
Latar belakang: Stres adalah perasaan psikologis akibat adanya tekanan mental dan dapat memberi respon negatif terhadap kesehatan. Stres dapat berkurang dengan adanya penambahan pengetahuan melalui suatu informasi dan edukasi yang disampaikan dari media aplikasi. Aplikasi visiting patient adalah aplikasi berbasis android berisi tentang keutamaan orang yang sedang sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan aplikasi visiting patient terhadap tingkat stres pasien rawat inap RS Margono Soekarjo. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis kuantitatif quasi experimental dengan rancangan penelitian pre and post-test with control group design. Teknik pengambilan data secara non random sampling dengan pendekatan consecutive sampling. Jumlah responden 24 kontrol dan 24 intervensi. Pengukuran tingkat stres menggunakan kuesioner Depression and Anxiety Stress Scale (DASS) 21. Hasil: Rerata tingkat stres pre-test pada kelompok kontrol 9.67 dan pada kelompok intervensi 11.92, sedangkan rerata post-test pada kelompok kontrol 10.67 dan pada kelompok intervensi 10.25. Hasil uji Dependent T-Test kelompok intervensi didapatkan p=0.069 (p>0.05) yang berarti tidak ada perbedaan yang bermakna pada kelompok intervensi, sedangkan kelompok kontrol didapatkan p=0.037 (p<0.05) yang berarti ada perbedaan yang bermakna pada kelompok kontrol. Hasil uji Independent T-Test didapatkan p=0.796 (p>0.05) yang berarti tidak ada perbedaan yang bermakna pada kelompok intervensi dan kontrol. Kesimpulan: Penggunaan aplikasi visiting patient tidak mempengaruhi tingkat stres pasien rawat inap di RS Margono Soekarjo, tetapi hanya menambah pengetahuan pasien yang setidaknya mampu merubah sikap dan pola pikir.