cover
Contact Name
Betty Masruroh
Contact Email
flourishing.journal@um.ac.id
Phone
+62341-552115
Journal Mail Official
flourishing.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jln. Semarang 5 Malang 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Flourishing Journal
ISSN : -     EISSN : 27979865     DOI : -
Core Subject : Social,
Flourishing Journal is an open-access and peer-reviewed journal dedicated to publishing research articles in the field of psychology. Flourishing Journal accepts research articles that have the potential to make a significant contribution to the exploration and development of psychology and behavioral sciences. Articles submitted to this journal must display a well-thought-out study design, appropriate data analysis, and interpretation.
Articles 202 Documents
Terapi Kognitif dalam Pengelolaan Gangguan Kecemasan Illona G. Fachtyan; Izika Genio W. Sholihah; Isma W. Khoir; Nadia Khairina
Flourishing Journal Vol. 3 No. 12 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v3i122023p504-511

Abstract

Anxiety disorders are serious challenges that can affect a person's psychological and emotional well-being. This issue is further complicated by the emergence of unique challenges such as academic pressure, social relationships, and the influence of social media, all of which can influence or worsen a person's anxiety. This anxiety disorder arises due to many factors, both internal and external factors. Cognitive therapy is an approach used to help overcome various types of anxiety. This article aims to evaluate the effectiveness of cognitive therapy in treating a person's anxiety. The method used is a literature review method using a cognitive therapy approach, which involves someone who experiences a level of anxiety. The therapy process involves identifying negative thought patterns, developing positive cognitive strategies, strengthening adaptive behavior, and replacing negative beliefs about the self, as well as promoting positive behavior. The results of this study show that cognitive therapy can reduce a person's anxiety level. Individuals show significant improvements in overcoming negative beliefs and developing more positive thought patterns, creating a more solid foundation for their psychological well-being. AbstrakGangguan kecemasan merupakan tantangan serius yang dapat mempengaruhi kesejahteran psikologis dan emosional seseorang. Masalah ini semakin kompleks dengan munculnya tantangan unik seperti tekanan akademis, hubungan sosial, dan pengaruh media sosial yang semuanya dapat mempengaruhi atau memperburuk kecemasan seseorang. Gangguan kecemasan ini muncul karena banyak faktor baik faktor internal maupun faktor eksternal. Terapi kognitif menjadi metode pendekatan yang digunakan untuk membantu mengatasi berbagai jenis kecemasan. Artikel ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas terapi kognitif dalam mengatasi kecemasan seseorang. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan menggunakan tinjauan Pustaka atau literature review, sebuah pendekatan sistematis, jelas, dan dapat di reproduksi untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan menyintesis karya-karya penelitian serta gagasan yang sudah ada dari peneliti dan praktisi yang membahas tentang terapi kognitif dalam mengatasi gangguan kecemasan dengan menggunakan pendekatan terapi kognitif, yang melibatkan seseorang yang mengalami tingkat kecemasan. Proses terapi melibatkan identifikasi pola pikir negatif, pengembangan strategi kognitif positif, penguatan perilaku adaptif, dan mengganti kepercayaan negatif tentang diri, serta mempromosikan perilaku positif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terapi kognitif dalam mengurangi tingkat kecemasan seseorang. Seseorang menunjukkan perbaikan signifikan dalam mengatasi keyakinan negatif dan mengembangkan pola pikir yang lebih positif, menciptakan dasar yang lebih kokoh untuk kesejahteraan psikologis mereka.
Analisis Dampak Konformitas bagi Perilaku Konsumtif Remaja Masa Kini Halim Maulana Adhiatma; Mutia Husna Avezahra
Flourishing Journal Vol. 3 No. 12 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v3i122023p512-517

Abstract

Analysis of the impact of conformity on the consumer behavior of today's teenagers is a complex and important topic in the field of psychology. In this context, qualitative research can provide in-depth insight into individuals' experiences and perceptions related to their social conformity and consumer behavior. Qualitative research methods that can be used include in-depth interviews, participant observation, focus groups, and qualitative content analysis. In this impact analysis, there are arguments showing that social conformity has a significant effect on adolescent consumer behavior. Factors such as the influence of family, peers, and mass media can influence teenagers' conformity in adopting consumer behavior. The psychological impacts of conformity can include uncontrolled spending, emotional influence, and disregard for personal values. It is important to reduce the negative impacts of conformity with strategies that include raising awareness, education about responsible consumption, strengthening personal values, and building social and emotional skills. It is also important to consider cross-cultural approaches, considering variations in cultural norms and values and the influence of globalization on adolescent consumer behavior. However, this research has limitations in terms of sample, cultural context, subjectivity, internal and external validity, as well as limitations of qualitative research methods. Therefore, the results of this study need to be interpreted carefully and paying attention to the limitations of existing research. AbstrakAnalisis dampak konformitas bagi perilaku konsumtif remaja masa kini merupakan topik yang kompleks dan penting dalam bidang psikologi. Dalam konteks ini, penelitian kualitatif dapat memberikan wawasan yang mendalam tentang pengalaman dan persepsi individu terkait dengan konformitas sosial dan perilaku konsumtif mereka. Metode penelitian kualitatif yang dapat digunakan meliputi wawancara mendalam, pengamatan partisipatif, fokus kelompok, dan analisis konten kualitatif. Dalam analisis dampak ini, terdapat argumen yang menunjukkan bahwa konformitas sosial berpengaruh signifikan terhadap perilaku konsumtif remaja. Faktor-faktor seperti pengaruh keluarga, teman sebaya, dan media massa dapat mempengaruhi konformitas remaja dalam mengadopsi perilaku konsumtif. Dampak psikologis konformitas dapat mencakup pengeluaran yang tidak terkendali, pengaruh emosional, dan pengabaian nilai pribadi. Penting untuk mengurangi dampak negatif konformitas dengan strategi yang meliputi peningkatan kesadaran, pendidikan tentang konsumsi yang bertanggung jawab, penguatan nilai pribadi, dan pembangunan keterampilan sosial dan emosional. Penting juga untuk mempertimbangkan pendekatan lintas budaya, mengingat variasi norma dan nilai budaya serta pengaruh globalisasi terhadap perilaku konsumtif remaja. Namun, penelitian ini memiliki batasan dalam hal sampel, konteks budaya, subjektivitas, validitas internal dan eksternal, serta keterbatasan metode penelitian kualitatif. Oleh karena itu, hasil penelitian ini perlu diinterpretasikan dengan hati-hati dan memperhatikan batasan penelitian yang ada.
Perilaku Konsumtif dalam Komunitas Game Genshin Impact Arva Itqiya Dahlan; Rakhmaditya Dewi Noorrizki
Flourishing Journal Vol. 3 No. 12 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v3i122023p518-525

Abstract

Online games are increasingly popular among people, especially teenagers and adults, because of the various challenges they provide. Some online games can be played for free but have a top-up feature so players can buy characters or weapons in the game. This can then lead to a tendency towards consumer behavior in online game players, one of the online games being played is Genshin Impact. This research aims to find out the description of consumer behavior carried out in the Genshin Impact community and how the influence of this community on individuals carrying out consumptive behavior is described. This research uses quantitative research methods with a descriptive research design. Data was collected via Google form which was filled in by 19 respondents. The results of this study showed that participants did not engage in consumptive behavior. However, only spend money on top-ups to get the weapons or characters they want and don't waste money. Likewise, it was found that the Genshin Impact game community did not have a big influence on respondents to carry out consumptive behavior. AbstrakGame online semakin digemari oleh kalangan masyarakat, khususnya remaja hingga dewasa karena beragam tantangan yang diberikan didalamnya. Beberapa game online dapat dimainkan gratis namun memiliki fitur top-up agar para pemain bisa membeli karakter atau senjata yang berada di dalam game tersebut. Hal ini kemudian dapat menimbulkan kecenderungan perilaku konsumtif pada pemain game online, salah satu game online yang dimainkan ialah Genshin Impact. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui gambaran perilaku konsumtif yang dilakukan dalam komunitas Genshin Impact dan bagaimana gambaran pengaruh komunitas tersebut untuk individu melakukan perilaku konsumtif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui google form yang diisi oleh 19 responden. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa partisipan didapatkan tidak melakukan perilaku konsumtif. Namun, hanya mengeluarkan uang untuk top-up demi mendapatkan senjata atau karakter yang mereka inginkan dan tidak sampai ke tahap pemborosan. Begitu pula komunitas game Genshin Impact didapatkan tidak memberikan pengaruh besar pada responden untuk melakukan perilaku konsumtif.
Hubungan Komunikasi Interpersonal Pelatih dengan Motivasi Pemain Enjis Argi Prayugi Prisswigstya; Rakhmaditya Dewi Noorizki
Flourishing Journal Vol. 3 No. 12 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v3i122023p536-543

Abstract

Coach interpersonal communication is an important factor in player motivation. The role of the coach is not only to train the performance of the players but also to be able to communicate well so that they can become an external driver for the players. The purpose of this research is to determine the relationship between coach communication and player motivation. This research uses a literature review research design. There are five journals with a minimum publication year of 2018. The results of the data analysis show that there is a significant relationship between coach interpersonal communication and player motivation. The subjects studied were table tennis athletes, badminton women's doubles athletes, club woodball players, futsal athletes, and UKM athletes. Good interpersonal communication gives players the opportunity to increase their motivation when competing. Apart from that, based on the results of intervention in the form of effective communication training, it also shows a significant influence on player success. Effective communication can increase the sense of trust between players and coaches so that it can improve player performance. AbstrakKomunikasi interpersonal pelatih menjadi faktor penting dalam motivasi pemain. Peran pelatih tidak hanya melatih performa pemain tetapi harus mampu berkomunikasi dengan baik sehingga mampu menjadi salah satu pendorong eksternal bagi pemain. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya hubungan komunikasi pelatih dengan motivasi pemain. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tinjauan pustaka. Terdapat lima jurnal dengan minimal pernerbitan tahun 2018. Hasil analisis data menunjukkan apabila ada hubungan yang signifikan antara komunikasi interpersonal pelatih dan motivasi pemain. Subjek yang dikaji yaitu atlet tenis meja, atlet ganda putri bulutangkis, pemain club woodball, atlet futsal, dan atlet UKM. Komunikasi interpersonal yang baik memberi peluang pemain untuk meningkatkan motivasi mereka saat bertanding. Selain itu berdasarkan hasil intervensi berupa pelatihan komunikasi efektif juga menunjukan pengaruh yang signifikan pada keberhasilan pemain. Komunikasi efektif dapat meningkatkan rasa percaya antara pemain dan pelatih sehingga mampu meningkatkan performa pemain.
Hubungan antara Perbandingan Sosial dan Harga Diri Pengguna Instagram Dewasa Awal di Kota Makassar sam, Muhammad Ma’shum Sam; Nurdin, Muhammad Nur Hidayat; Piara, Muh Rajan
Flourishing Journal Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i32024p111-118

Abstract

Social media is a need for information and entertainment facilities, especially the Instagram application. Instagram is currently the most popular social media platform. Instagram has many interesting features, such as photo and video sharing, that allow users to present themselves on social media to increase self-esteem. The purpose of this research is to determine the difference in self-esteem of Instagram users who make upward and downward social comparisons. This study used quantitative methods, and there were 334 subjects with 87 people (26%) men and 247 people (74%) women, most individuals who were part of the survey sample were within the age range of 18 to 34 years. This research found that early adult Instagram users in Makassar had differences in self-esteem regarding upward and downward, with a significance of 0.00 with women having higher self-esteem than men. In addition, the results of this study found that men and women have differences in self-esteem, with women having higher self-esteem compared to men. This research also found that women more often compare themselves based on both aspects, namely opinions, and abilities, compared to men. AbstrakMedia sosial merupakan kebutuhan akan informasi dan sarana hiburan. Instagram merupakan platform media sosial yang paling banyak digunakan. Instagram memungkinkan penggunanya dapat menampilkan diri mereka di media sosial untuk meningkatkan harga diri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan harga diri pengguna Instagram yang melakukan perbandingan sosial ke atas dan ke bawah. Studi ini menggunakan metode kuantitatif, dan subjek berjumlah 334 dengan 87 orang (26%) laki-laki dan 247 orang (74%) perempuan, yang berada dalam rentang usia 18 hingga 34 tahun. Penelitian ini menemukan bahwa pengguna Instagram dewasa awal di Kota Makassar memiliki perbedaan harga diri terhadap perbandingan sosial ke atas dan ke bawah, dengan signifikansi 0,00 dengan perempuan memiliki harga diri yang lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Selain itu, hasil penelitian ini menemukan bahwa laki-laki dan perempuan memiliki perbedaan dalam harga diri, dengan perempuan memiliki harga diri yang lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki. Penelitian ini juga menemukan bahwa perempuan lebih sering membandingkan diri mereka berdasarkan kedua aspek, yaitu pendapat dan kemampuan, dibandingkan dengan laki-laki.
Benarkah Faktor Budaya sebagai Biang Normalisasi Fenomena Pernikahan Dini? Queen Kusuma Berliana; Mutia Husna Avezahra
Flourishing Journal Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i12024p11-20

Abstract

Marriage needs to be prepared carefully to create an ideal marriage, such as physical, psychological and financial readiness. Therefore, it is important not to enter into early marriage because it has a high risk for various aspects of well-being in life. Unfortunately, the phenomenon of early marriage is still considered normal and the number is recorded to continue to increase. This article was prepared with the aim of discussing and identifying factors that cause the persistence of early marriage based on previous research. This article was written using the literature review method. Articles were selected based on the criteria for the research method used, namely quantitative methods with questionnaires and qualitative methods in the form of interviews and observations. Based on the literature review analysis, it is known that socio-cultural factors play an important role in creating people's mindset towards early marriage. Marriage is considered a solution to problems such as financial problems, promiscuity, and conformity. However, this can be overcome by increasing educational factors, thereby increasing awareness of the risks of early marriage. However, collaboration is needed between these two factors so that there is no overlap in dominance which hinders the process of alleviating the problem of early marriage. AbstrakPernikahan perlu disiapkan secara matang untuk menciptakan pernikahan yang ideal, seperti kesiapan fisik, kesiapan psikologis, dan kesiapan finansial. Oleh karena itu, penting untuk tidak melakukan pernikahan dini karena memiliki risiko yang tinggi terhadap berbagai aspek kesejahteraan dalam kehidupan. Nahas, fenomena pernikahan dini masih dianggap normal dan jumlahnya tercatat terus meningkat. Artikel ini disusun dengan tujuan untuk membahas dan mengidentifikasi faktor penyebab langgengnya pernikahan dini berdasarkan penelitian-penelitian sebelumnya. Penulisan artikel ini menggunakan metode literature review. Artikel dipilih dengan kriteria metode penelitian yang digunakan ialah metode kuantitatif dengan kuesioner dan metode kualitatif berupa wawancara dan observasi. Berdasarkan analisis literature review diketahui bahwa faktor sosial budaya berperan penting menciptakan pola pikir masyarakat terhadap pernikahan dini. Pernikahan dianggap sebagai solusi keluar dari masalah, seperti masalah finansial, pergaulan bebas, dan konformitas. Namun, hal tersebut dapat diatasi dengan peningkatan faktor pendidikan, sehingga meningkatkan kesadaran tinggi terhadap risiko pernikahan dini. Akan tetapi, diperlukan kolaborasi antara kedua faktor tersebut agar tidak ada tumpang tindih dominasi yang menghambat proses pengentasan masalah pernikahan dini.
Strategi Adaptasi Mahasiswa Rantau dari Berbagai Negara Alfiona Nafa Ivana Suhartono
Flourishing Journal Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i12024p31-40

Abstract

Culture is something that determines how each individual behaves in living life. Most students undergo lectures in overseas areas, even willing to be far from their home areas to pursue education according to their wishes. Based on the explanation above, the author is interested in writing a symptomatic literature review that discusses the adaptation strategies of overseas students from various countries. The literature review method was carried out on ten journal articles published in the last 10 to 15 years, both from within and outside the country. In addition, some of these journal articles were obtained from three databases: Google Scholar, Springer Link, and Repository. Some of these articles discuss adaptation strategies carried out by overseas students from several regions who undergo lectures at home and abroad. The purpose of this literature review is to find out how adaptation strategies are carried out by overseas students from various countries. The results of this Systematic Literature Review are dominant students establish relationships by adjusting their culture, using the language of the majority of the destination area, looking for the same food in the destination area and often consumed by them, and the last is often contacting family. AbstrakBudaya merupakan hal yang menentukan bagaimana perilaku setiap individu dalam menjalani kehidupan. Banyak mahasiswa menjalani perkuliahan di wilayah perantauan, bahkan rela jauh dari daerah asal hanya untuk menempuh pendidikan sesuai keinginan mereka. Dari pemaparan di atas, penulis tertarik untuk menulis systhematic literature review yang membahas strategi adaptasi mahasiswa rantau dari berbagai negara. Metode literature review dilakukan terhadap10 jurnal artikel yang diterbitkan 10 sampai 15 tahun terakhir baik dari dalam maupun luar negeri. Selain itu beberapa artikel jurnal tersebut diperoleh dari tiga database yaitu Google Scholar, Springer Link, Dan Repository. Beberapa artikel tersebut membahas mengenai strategi adaptasi yang dilakukan oleh mahasiswa rantau dari beberapa daerah yang menjalani perkuliahan di dalam maupun luar negeri. Tujuan dari literature review ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi adaptasi yang dilakukan oleh mahasiswa perantauan dari berbagai negara. Hasil dari systhematic literatur review ini adalah mahasiswa dominan menjalin hubungan relasi dengan menyesuaikan budaya-nya, menggunakan bahasa mayoritas daerah tujuan, mencari di daerah tujuan makanan yang sama dan sering dikonsumsi oleh mereka, dan yang terakhir adalah sering menghubungi keluarga.
Peningkatan Adiksi Internet Selama Pandemi COVID-19 Ditinjau Dari Perspektif Psikologi Sosial Annisyah Rahmania Rayhan; Alvania Claresta Sarah Christian; Afi Rizqi Zakaria; Mochammad Sa’id
Flourishing Journal Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i22024p64-70

Abstract

Pemberlakuan berbagai kebijakan sebagai respon dari penyebaran pandemi COVID-19 di seluruh dunia yang bertujuan untuk mencegah bertambahnya angka pasien positif COVID-19 ini menimbulkan berbagai macam dampak. Salah satunya adalah naiknya angka adiksi atau kecanduan internet. Tujuan dari penelitian ini adalah guna mengetahui bagaimana pandangan ilmu psikologi sosial dalam melihat kenaikan angka kecanduan internet yang terjadi selama pandemi COVID-19. Metode yang digunakan adalah eksplanasif dengan pendekatan kualitatif. Hasil analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa faktor penyebab yang berkorelasi dengan kenaikan angka kecanduan internet ini adalah faktor psikologis dan tujuan serta motivasi dari penggunaan internet itu sendiri. Teori lainnya yang dapat menjelaskan kenaikan tersebut adalah social exchange and interdependence theory, fearful attachment style, dan social comparison theory. Agar angka kecanduan internet ini tidak semakin bertambah, kita dapat menekannya dengan melakukan usaha kontrol diri baik secara mandiri maupun dengan bantuan orang lain di mana upaya tersebut akan semakin maksimal apabila dibarengi dengan motivasi yang kuat dan efikasi diri yang positif. AbstractThe implementation of various policies in response to the spread of the COVID-19 pandemic around the world was carried out to prevent an increase in the number of positive COVID-19 patients from causing various kinds of impacts, one of which is increasing the number of internet addictions. The purpose of this research was to find out how social psychology considered the increasing number of internet addictions. The method is used for explanatory purposes with a qualitative approach. The analysis results show that the causative factors that correlate with the increase in the number of internet addictions are psychological factors and the purpose and motivation of using the internet. Other theories that can explain the increase are social exchange and interdependence theory, fearful attachment theory, and social comparison theory. We can prevent an increase in the number of Internet addictions by exercising self-control, both independently and with the assistance of others. If there is strong motivation and positive self-efficacy, these efforts will be maximized.
Pengembangan Aktualisasi Diri: Kajian Pustaka tentang Faktor Penghambat dan Strategi Pendukung Fahmida Azzahra; Nur Amin Barokah Asfari
Flourishing Journal Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i22024p84-92

Abstract

According to Maslow, every person has five basic needs, one of which is the need for self-actualization, which occupies the highest position in the level of needs. This article aims to determine the importance of self-actualization and the factors that influence self-actualization through a literature review method. The literature was selected based on research articles published in journals over the last five years, which were then analyzed based on aspects of the five levels of human needs according to Abraham Maslow. The analysis results show that the driving factors for self-actualization are motivation, failure, belief or mindset, courage, social relationships, and self-acceptance. There are two inhibiting factors, namely internal factors, which include not knowing one's potential, feelings of doubt and fear, and looking too simply at life, while external factors include community culture, environmental factors, and bullying. Self-actualization can be achieved through strategies such as knowing yourself, building self-confidence and self-compassion, building a growth mindset, maintaining mental health (psychological well-being), being oriented toward others (client-centered), as well as carrying out various positive activities. AbstrakMenurut Maslow, setiap orang memiliki lima kebutuhan dasar, Salah satunya kebutuhan aktualisasi diri, yang menduduki posisi tertinggi dalam tingkatan kebutuhan. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui pentingnya aktualisasi diri beserta faktor-faktor yang memengaruhi aktualisasi diri melalui metode literature review. Pustaka dipilih berdasarkan artikel penelitian yang diterbitkan pada jurnal selama lima tahun terakhir, yang kemudian dianalisis berdasarkan aspek lima tingkat kebutuhan manusia menurut Abraham Maslow. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor pendorong aktualisasi diri adalah motivasi, kegagalan, keyakinan atau mindset, keberanian, hubungan sosial, dan penerimaan diri. Faktor penghambatnya terdapat dua yaitu faktor internal, yang meliputi ketidak-tahuan akan potensi yang dimilikinya, perasaan ragu dan takut, serta terlalu memandang sederhana kehidupan, sedangkan faktor eksternal meliputi budaya masyarakat, faktor lingkungan, dan bullying. Aktualisasi diri dapat dicapai melalui strategi seperti mengenali diri sendiri, membangun kepercayaan diri, mencintai diri (self-compassion), membangun pola pikir yang berkembang (growth mindset), menjaga kesehatan mental (psychological well-being), berorientasi pada orang lain (client centered), serta melakukan berbagai kegiatan positif.
Pengaruh Pola Asuh terhadap Kematangan Emosi Remaja Hayus, Zuhaimi Santari; Iswinarti
Flourishing Journal Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i42024p163-169

Abstract

Emotional maturity is the tendency to understand and deal with emotions. Emotional maturity determines an individual's ability to deal with complex situations. Emotional changes are often seen in the teenage phase. Adolescence is a transition period from childhood to independent adulthood characterized by physical, psychological, social, and emotional changes. Healthy changes can only be achieved if parents choose the right parenting style to raise their children. The mental construct that shows the standard approach in the treatment chosen by parents in raising children is the parenting style. Adolescents develop and become emotionally stable when parents communicate respectfully and pay attention before reacting, provide consistent, realistic rules and expectations, and offer opportunities that encourage independence. This article explores the types of parenting styles parents use and their influence on development in the adolescent phase. The results of the literature review show that there is a significant correlation between emotional maturity and parenting style. Parenting patterns and family environment also help teenagers become more resilient in facing challenges. AbstrakKematangan emosional adalah kecenderungan untuk memahami dan mengatasi emosi. Tingkat kematangan emosional menentukan kemampuan individu untuk menghadapi situasi kompleks. Perubahan emosional sering terlihat pada fase remaja. Remaja adalah periode transisi dari masa kanak-kanak menjadi dewasa mandiri ditandai dengan perubahan fisik, psikologis, sosial, dan emosional. Perubahan yang sehat hanya dapat dicapai jika orang tua memilih gaya pengasuhan yang tepat untuk mengasuh anak-anak mereka. Konstruksi mental yang menunjukkan pendekatan standar berupa perlakuan yang dipilih orang tua dalam mengasuh anak disebut gaya pengasuhan. Remaja berkembang dan menjadi stabil secara emosional ketika orang tua berkomunikasi dengan penuh hormat dan memberikan perhatian sebelum bereaksi, memberikan aturan dan harapan yang konsisten, realistis dan menawarkan kesempatan yang mendorong kemandirian. Artikel ini mengeksplorasi jenis gaya pengasuhan yang digunakan orang tua dan pengaruhnya terhadap perkembangan pada fase remaja. Hasil tinjauan literatur menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara kematangan emosi dan gaya pengasuhan. Pola asuh dan lingkungan keluarga juga membantu remaja menjadi lebih tangguh dalam menghadapi tantangan.