cover
Contact Name
Betty Masruroh
Contact Email
flourishing.journal@um.ac.id
Phone
+62341-552115
Journal Mail Official
flourishing.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jln. Semarang 5 Malang 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Flourishing Journal
ISSN : -     EISSN : 27979865     DOI : -
Core Subject : Social,
Flourishing Journal is an open-access and peer-reviewed journal dedicated to publishing research articles in the field of psychology. Flourishing Journal accepts research articles that have the potential to make a significant contribution to the exploration and development of psychology and behavioral sciences. Articles submitted to this journal must display a well-thought-out study design, appropriate data analysis, and interpretation.
Articles 202 Documents
Kelekatan di Masa Dewasa Awal pada Individu yang Menjalin Hubungan tanpa Komitmen Jundiyana, Haniyah; Rakhmaditya Dewi Noorizki
Flourishing Journal Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i12024p21-30

Abstract

The need for love and affection is a basic human need. In fulfilling these needs, humans will try to find an attachment figure by building romantic relationships, especially in early adulthood. Not all romantic relationships are based on strong commitment, which raises many questions about attachment in individuals who are in relationships without commitment. This study aims to determine whether there is attachment in romantic relationships built without commitment. The method used in this research is descriptive quantitative by distributing questionnaires to 20 participants in a relationship without commitment with the age range of 18-30. The results show that 3 out of 4 attachment indicators are successfully fulfilled by individuals who undergo relationships without commitment in early adulthood, so it cannot be proven that the absence of commitment will cause the absence of attachment to the relationship. The data results also indicate that attachment will still exist, especially in the aspects of satisfaction, trust, and self-disclosure, even though the relationship is built without based on formal commitment. The findings of this study are expected to be useful in developing the study of psychology, especially social psychology, regarding the discussion of problems in relationships and their relation to mental health. AbstrakKebutuhan cinta dan kasih sayang merupakan kebutuhan dasar manusia sebagai makhluk sosial. Manusia akan berupaya mencari sosok lekat dengan membangun relasi romantis untuk memenuhi kebutuhan tersebut, khususnya pada masa dewasa awal. Namun, tidak semua hubugan romantis dilandasi oleh komitmen kuat, hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai kelekatan pada individu yang menjalin hubungan tanpa komitmen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat kelekatan pada hubungan romantis yang dibangun tanpa adanya komitmen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif deskriptif dengan menyebarkan kuisioner pada 20 partisipan yang menjalani hubungan tanpa komitmen dari rentang usia 18-30 tahun. Perolehan hasil data menunjukkan bahwa 3 dari 4 indikator attachment berhasil dipenuhi oleh individu yang menjalani hubungan tanpa komitmen pada masa dewasa awal, sehingga tidak dapat dibuktikan bahwa ketiadaan komitmen akan menyebabkan ketiadaan kelekatan pada hubungan. Hasil data juga mengindikasikan bahwa kelekatan akan tetap ada terutama pada aspek kepuasan, kepercayaan, dan self-disclosure, walaupun hubungan tersebut dibangun tanpa didasari komitmen formal. Temuan dari penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dalam mengembangkan kajian ilmu psikologi khususnya terhadap psikologi sosial mengenai pembahasan permasalahan dalam hubungan dan kaitannya dengan kesehatan mental pada individu.
Gambaran Perilaku Pro Lingkungan pada Mahasiswa Hasan Asyhuri; Rakhmaditya Dewi Noorizki
Flourishing Journal Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i42024p153-162

Abstract

Environmental pollution is one of the problems facing society today, especially in Indonesia. Students have a big role in maintaining pro-environmental behavior. Pro-environmental behavior is behavior aimed at minimizing all potential negative impacts on the environment. However, data shows a lack of public awareness, especially among college students, of pro-environmental behavior. This problem is often found in littering and single-use plastic packaging, which causes plastic waste to accumulate. Factors such as level of education, government support, social norms, and the role of peers influence pro-environmental behavior. The research aims to determine pro-environmental behavior carried out by students using descriptive statistical methods. Researchers' results are that students must improve their waste recycling behavior, use materials that can be used many times, and use environmentally friendly transportation. However, students are quite good at energy conservation and knowledge of more environmentally friendly vehicles. Pencemaran lingkungan menjadi salah satu masalah pelik yang dihadapi oleh masyarakat saat ini, khususnya di Indonesia. Mahasiswa memiliki andil besar dalam menjaga perilaku pro-lingkungan. Perilaku pro-lingkungan adalah sebuah perilaku yang ditujukan untuk memperkecil segala dampak buruk yang berpotensi muncul terhadap lingkungan. Namun data menunjukkan bahwa masih kurangnya kesadaran masyarakat, khususnya mahasiswa akan perilaku pro-lingkungan. Masalah tersebut paling banyak ditemukan pada membuang sampah sembarangan dan penggunaan kemasan plastik sekali pakai yang menimbulkan menumpuknya sampah plastik. Faktor seperti tingkat pendidikan, dukungan pemerintah, norma sosial, dan peran teman sebaya memiliki pengaruh terhadap perilaku pro-lingkungan tersebut. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perilaku pro lingkungan yang telah dilakukan oleh mahasiswa dengan metode statistik deskriptif. Hasil yang didapat oleh peneliti yakni mahasiswa perlu meningkatkan perilaku pengolahan kembali sampah, menggunakan bahan yang dapat digunakan berkali kali, serta dalam penggunaan transportasi ramah lingkungan. Namun, mahasiswa sudah cukup baik dalam sisi konservasi energi dan pengetahuan akan kendaraan yang lebih ramah lingkungan.
Perilaku Pro Lingkungan pada Masyarakat Lingkungan Wisata Pantai Nila Shofy Nihayah; Rakhmaditya Dewi Noorrizkki
Flourishing Journal Vol. 4 No. 5 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i52024p225-231

Abstract

Coastal areas are vulnerable to damage, many surrounding communities feel the impact because they depend on their economic conditions on coastal resources. The behavior of tourists and coastal communities who litter is widely found on the coast of Indonesia and has become a serious problem. Pro-environmental behavior in coastal tourism communities is influenced by several factors, namely internal and external. People who carry out pro-environmental behavior will feel the impact of the behavior applied in the beach environment. It is hoped that by knowing pro-environmental behavior in the coastal environment community, the community can apply and improve pro-environmental behavior. The approach taken by the author is a literature study with secondary data, collecting scientific articles and other scientific sources through Google Scholar. Data collection is taken in full text from journals and articles related to pro-environmental behavior in coastal tourism communities. Until the results obtained the pro-environmental behavior of coastal tourism communities in Indonesia mostly has not been implemented properly, causing tourists to also not behave pro-environmentally. Socialization to the community and the application of behavior starting from the provision of waste can be the first step for applying good pro-environmental behavior for the sustainability of the beach tourism environment. AbstrakWilayah pantai rentan akan kerusakan, banyak masyarakat sekitar yang merasakan dampaknya karena menggantungkan kondisi perekonomian mereka pada sumber daya pesisir. Perilaku wisatawan dan masyarakat lingkungan pantai yang membuang sampah sembarangan sudah banyak ditemukan di pesisir pantai Indonesia dan menjadi masalah yang serius. Perilaku pro lingkungan pada masyarakat lingkungan wisata pantai dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu internal dan eksternal. Masyarakat yang melakukan perilaku pro lingkungan akan merasakan dampak dari perilaku yang diterapkan di lingkungan pantai. Diharapkan dengan mengetahui perilaku pro lingkungan pada masyarakat lingkungan pantai, masyarakat bisa menerapkan dan meningkatkan perilaku pro lingkungan. Pendekatan yang dilakukan penulis adalah studi literatur dengan data sekunder, pengumpulan artikel-artikel ilmiah serta sumber ilmiah lainnya melalui Google Scholar. Pengumpulan data diambil secara full text dari jurnal dan artikel yang terkait dengan perilaku pro lingkungan pada masyarakat lingkungan wisata pantai. Hingga diperoleh hasil bahwa perilaku pro lingkungan masyarakat lingkungan wisata pantai di Indonesia kebanyakan belum diterapkan dengan baik sehingga menimbulkan wisatawan juga tidak berperilaku pro lingkungan. Sosialisasi kepada masyarakat dan penerapan perilaku mulai dari penyediaan sampah bisa menjadi langkah awal untuk penerapan perilaku pro lingkungan yang baik untuk keberlangsungan lingkungan wisata pantai.
Gambaran Kesehatan Mental pada Remaja Korban Toxic Parenting di Sidoarjo Sanjaya, Frisca Aulia Permata; Wanesti, Nabilah Silvania; Lestari, Orchida Adi; Edy, Dewi Fatmasari
Flourishing Journal Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i22024p71-83

Abstract

Parents become the main foundation for children in the formation and development of children's character. Still, sometimes, there are children who grow up in conditions of parents who treat children harshly and arbitrarily to "poison" their mental and psychological conditions of children. This study aims to examine more deeply the picture of mental health in adolescents who are victims of toxic parenting. Qualitative research method with a case study approach. Determination of informant criteria using purposive sampling, such as adolescents with toxic parents in Sidoarjo. Data analysis used Miles and Huberman's interactive analysis. The results of the study can describe how mental health in adolescents who have toxic parents can vary depending on how adolescents perceive and deal with problems with their parents. The difference in adolescent mental health lies in the experiences and environmental conditions that can influence it. Toxic parenting impacts adolescents such as feelings of fear, shutting down, and difficulty in expressing emotions. The impact faced by adolescents is overcome by listening to music and going out for fresh air. AbstrakOrang tua menjadi landasan utama anak dalam pembentukan dan pengembangan karakter anak, namun terkadang terdapat anak yang tumbuh di dalam kondisi orang tua yang memperlakukan anak secara kasar, semena-mena hingga “meracuni” kondisi mental dan psikis anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih dalam mengenai gambaran kesehatan mental pada remaja yang menjadi korban dari toxic parenting. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penentuan kriteria informan menggunakan purposive sampling seperti remaja dengan orang tua toxic di Sidoarjo. Analisis data menggunakan analisis interaktif milik Miles dan Huberman. Hasil penelitian dapat menggambarkan kesehatan mental pada remaja yang memiliki orang tua yang toxic dapat berbeda-beda tergantung pada cara remaja memandang dan menghadapi permasalahan dengan orang tuanya. Perbedaan kesehatan mental remaja terletak pada pengalaman dan kondisi lingkungan sekitar dapat mempengaruhi. Toxic parenting memberikan dampak kepada remaja seperti perasaan takut, menutup diri, dan kesulitan dalam mengekspresikan emosi. Dampak yang dihadapi oleh remaja diatasi dengan mendengarkan musik dan keluar mencari udara segar.
Gambaran Coping Stress pada Mahasiswa Semester Akhir di Universitas Negeri Malang Galuh Octa Rastika; Sabrina Qaanitah Putri; Dedi Setiawan; Dewi Fatmasari Edy
Flourishing Journal Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i42024p153-162

Abstract

Stress is a reaction of the body to respond to a situation considered a threat. A person who experiences stress often faces burdens that are too heavy or beyond individual capacity, such as physical demands, the environment, and social situations beyond one's control. The aim of this research is to determine the description of stress coping applied by final-year students at the State University of Malang in dealing with pressure or other problems they are facing during the final semester. This research is in the form of descriptive qualitative research with a case study research model related to stress-coping mechanisms applied by final-year students at the State University of Malang. In collecting data, researchers conducted in-depth informant interviews with students in semester 7 and above studying at the State University of Malang. Next, the interview results will be stated verbatim, analyzed thematically, and interpreted descriptively. The participants used in this research were four final year students at the State University of Malang from various faculties. After conducting an analysis based on participants' answers, the results showed that there were several ways for participants to deal with stress, including decision-making, courage to take risks, responsibility, coping, and survival. AbstrakStres merupakan suatu reaksi tubuh untuk merespon keadaan yang dianggap ancaman. Seseorang yang mengalami stres seringkali menghadapi beban yang terlalu berat atau yang diluar kapasitas individu, seperti tuntutan fisik, lingkungan, dan situasi sosial yang diluar kendali seseorang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran coping stress yang diterapkan oleh mahasiswa tingkat akhir di Universitas Negeri Malang dalam menghadapi tekanan atau problematika lain yang tengah dihadapi selama semester akhir. Penelitian ini berbentuk kualitatif deskriptif dengan model penelitian studi kasus berkaitan dengan mekanisme coping stress yang diterapkan oleh mahasiswa tingkat akhir di Universitas Negeri Malang. Dalam mengumpulkan data, peneliti melakukan in-depth interview informan kepada mahasiswa semester 7 keatas yang berkuliah di Universitas Negeri Malang. Selanjutnya, hasil dari wawancara tersebut akan dituang dalam verbatim dan dianalisis dengan cara tematik serta diinterpretasikan secara deskriptif. Partisipan yang digunakan dalam penelitian ini adalah empat mahasiswa tingkat akhir Universitas Negeri Malang dengan berbagai fakultas. Setelah dilakukan analisis berdasarkan jawaban pasrtisipan, didapatkan hasil bahwa terdapat beberapa cara dari partisipan dalam menghadapi stres, diantaranya yakni: pengambilan keputusan, berani mengambil resiko, bertanggung jawab, coping, dan usaha bertahan.
Empati: Jalan Mengurangi Konflik pada Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden 2024 Faiz Yunsar Hammam; Rakhmaditya Dewi Noorizki
Flourishing Journal Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i42024p183-190

Abstract

Indonesia is a country based on the democracy of Pancasila. Elections are one of the important pillars in the world of politics in a democratic country. Election, especially the election of president and vice president, gives the right to all Indonesian citizens who already have the right to vote, both within the country and abroad, to choose suitable candidate pairs to lead Indonesia in the future. The large voting population allows for a variety of voters for each existing candidate, and it is not uncommon for conflicts to arise from partiality towards one of the presidential and vice presidential candidate pairs. Such a conflict is based on a lack of empathy between the two supporters of the two presidential and vice presidential candidates. By writing this article, the researcher wants to describe how empathy can minimize or even prevent societal conflict with differences in the interests of the 2024 presidential and vice presidential candidates. This article was prepared using descriptive qualitative methods. The result shows that empathy can reduce the possibility of conflict in the 2024 presidential and vice presidential general elections, which are viewed from 4 aspects of empathy, namely the affective dimension, moral dimension, cognitive dimension, and behavioral dimension. AbstrakIndonesia adalah negara yang berdasarkan demokrasi pancasila. Pemilu menjadi salah satu pilar penting di dunia politik dalam negara demokrasi. Pemilu, khususnya pada pemilihan presiden dan wakil presiden, memberikan hak kepada suluruh warga Negara Indonesia yang sudah memiliki hak pilih, baik yang di dalam negeri maupun di luar negeri untuk memilih pasangan calon yang pantas untuk memimpin Indonesia kedepannya. Banyaknya populasi pemilih memungkinkan beragamnya pemilih untuk setiap calon yang ada dan tidak jarang akan timbul konflik dari adanya keberpihakan kepada salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden. Konflik seperti itu didasari atas kurangnya empati antar kedua pendukung kedua calon presiden dan wakil presiden tersebut. Dengan penulisan artikel ini peneliti ingin mengetahui gambaran empati dalam meminimalisir atau bahkan mencegah konflik masyarakat dengan perbedaan minat pasangan calon presiden dan wakil presiden 2024. Artikel ini disusun dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan empati dapat mengurangi kemungkinan adanya konflik di pemilihan umum presiden dan wakil presiden 2024 yang ditinjau dari 4 aspek empati yaitu dimensi afektif, dimensi moral, dimensi kognitif, dan dimensi perilaku.
Dampak Bullying terhadap Konsep Diri Pelajar: Sebuah Kajian Literatur Novian Arif Ramadhan; Rakhmaditya Dewi Noorizki
Flourishing Journal Vol. 4 No. 6 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i62024p274-278

Abstract

Self-concept becomes the most important thing for students. Because self-concept can determine what kind of behavior will be shown by a person. A positive self-concept will make individuals avoid negative behavior, while a negative self-concept can make individuals take deviant actions. One of the factors that affects self-concept is bullying. This is worth discussing because bullying is one of the cases that are often found in school environments. The purpose of this research is to examine the impact of bullying on student self-concept. This research uses a literature review method with descriptive analysis. The results of this study found that bullying has an impact on student self-concept. The impacts that arise are low self-esteem, having negative self-evaluation, hating oneself, having no self-respect, stress, and a tendency to withdraw from the social environment. The suggestion from this research is that it is necessary to further examine the impact of bullying on the self-concept of female and male students. AbstrakKonsep diri menjadi hal yang terpenting bagi seorang pelajar. Sebab konsep diri dapat menentukan perilaku seperti apa yang akan diperlihatkan oleh seseorang. Konsep diri yang positif akan membuat individu terhindar dari perilaku negatif, sedangkan konsep diri negatif dapat membuat individu melakukan tindakan menyimpang. Salah satu faktor yang mempengaruhi konsep diri adalah bullying. Hal ini patut menjadi pembahasan dikarenakan bullying merupakan salah satu kasus yang sering dijumpai di lingkungan sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji dampak bullying terhadap konsep diri pelajar. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur dengan analisis deskriptif. Hasil dari penelitian ini menemukan hasil bahwasannya bullying membawa dampak kepada konsep diri pelajar. Dampak yang timbul adalah harga diri yang rendah, memiliki evaluasi diri yang negatif, membenci diri sendiri, tidak memiliki rasa hormat kepada dirinya sendiri, stress, dan kecenderungan menarik diri dari lingkungan sosial. Saran dari penelitian ini adalah perlunya diteliti lebih dalam mengenai dampak bullying konsep diri pelajar perempuan dan laki-laki.
Organizational Commitment pada Mahasiswa yang Mengikuti Unit Kegiatan Mahasiswa Doni Irawan; Rakhmaditya Dewi Noorizki
Flourishing Journal Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i32024p119-126

Abstract

Learning is something important and needed by humanity. Gaining knowledge can not only be done through conventional activities such as teaching and learning in class but can also be done within an organization. In an organization, it is also important to prioritize coordination and cooperation to achieve the vision and mission of an organization. However, many problems arise, including many members of the organization who slowly abandon their responsibilities, causing problems in the organization itself. A similar thing happened at UKM X State University of Malang, where many UKM members handed over their responsibilities. Therefore, the author wants to conduct research to see how much value organizational commitment has in UKM X, because commitment is an important aspect in determining member involvement in an organization. This research uses a quantitative descriptive method using organizational commitment instruments. The result is that the organizational commitment of UKM X members is in the range of 60% -70%. AbstrakBelajar ialah suatu hal yang penting dan dibutuhkan oleh umat manusia. Menuntut ilmu tidak hanya bisa dilakukan dengan aktivitas konvensional seperti belajar mengajar di kelas, akan tetapi juga bisa berada di dalam sebuah organisasi. Di dalam sebuah organisasi, penting halnya untuk mengedepankan koordinasi dan kerjasama dalam tujuan mencapai visi dan misi sebuah organisasi. Akan tetapi, banyak sekali masalah yang muncul, diantaranya banyak anggota di organisasi yang secara perlahan meninggalkan tanggung jawabnya sehingga menimbulkan permasalahan di organisasi itu sendiri. Hal Seperti halnya yang terjadi di UKM X Universitas Negeri Malang dimana banyak anggota UKM yang meninggalkan tanggung jawabnya. Oleh karena itu, penulis ingin melakukan penelitian untuk melihat seberapa besar nilai komitmen organisasi di UKM X, karena komitmen adalah salah satu aspek penting dalam menentukan keterlibatan anggota dalam sebuah organisasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif yang menggunakan instrument komitmen organisasi. Hasilnya ialah komitmen organisasi anggota UKM X berada di rentang 60%-70%.
Stres pada Mahasiswa yang sedang Menyelesaikan Skripsi: Sebuah Kajian Literatur Dwi Anjarwati; Rakhmaditya Dewi Noorrizkki
Flourishing Journal Vol. 4 No. 5 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i52024p201-209

Abstract

Stress is a problem that happens to everyone; it’s just the level of stress they have that differentiates them from other people. The stress felt by students who are completing their thesis also varies at different levels. This article aims to find out how much stress levels there are among students who are completing their thesis, where this stress level is greatly influenced by various external factors that exist outside of us, but it cannot be denied that internal factors within ourselves also have an important influence. This study uses a literature review method in which the author combines and analyzes 7 scientific journals and 1 news about stress levels in students who have completed their theses over the last ten years. The results of the literature study show that factors that can reduce stress levels in students who are completing their thesis are religious activities by carrying out the five daily prayers on time, fasting sunnah, performing sunnah prayers, and praying seriously. This research plays a role in helping students to better prepare themselves to work on their thesis so that there are minimal problems in the completion process. AbstrakStres adalah suatu permasalahan yang terjadi pada setiap orang, hanya saja tingkat stres yang dimiliki yang membedakannya dengan orang lain. Stres yang dirasakan oleh mahasiwa yang sedang menyelesaikan skripsi juga berbeda-beda tingkatan. Artikel ini memiliki tujuan untuk mengetahui seberapa besar tingkatan stres oleh mahasiswa yang sedang menyelesaikan skripsi, yang mana tingkat stres ini sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal yang ada di luar diri kita, namun tak dipungkiri bahwa faktor internal dalam diri juga berpengaruh penting. Studi ini menggunakan metode tinjauan literatur yang mana penulis menggabungkan dan menganalisis dari 7 jurnal ilmiah dan 1 berita tentang tingkat stres pada mahasiswa yang sedang menyelesaikan skripsi selama sepuluh tahun terakhir. Hasil studi literatur memperlihatkan bahwa faktor yang dapat menurunkan tingkat stres pada mahasiswa yang sedang menyelesaikan skripsi yaitu aktivitas religius dengan melaksanakan sholat lima waktu tepat waktu, berpuasa sunnah, melakukan sholat sunnah, dan berdoa dengan sungguh-sungguh. Penelitian ini berperan untuk mahasiswa agar bisa lebih menyiapkan dirinya lagi untuk mengerjakan skripsi supaya minim permasalahan-permasalahan dalam proses penyelesaiannya.
Gambaran Social Skills Mahasiswa dengan Bipolar Disorder Nadia Khairina; Fritamarcelin Baranandita Asriliantya
Flourishing Journal Vol. 4 No. 8 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i82024p375-385

Abstract

Social skills are indispensable in building social relationships between people. Because social relationships are a fundamental indicator of social beings. This study aims to find out the picture of students who experience bipolar disorder, solutions in overcoming it, and the influence on their social behavior relationships in the campus environment. This study has criteria in determining the subject or participant of the research, namely at least 18 years old, diagnosed bipolar, and having the status of a student. The research uses qualitative research methods, with data collection in the form of literature studies and interviews with FS participants and validity using method triangulation techniques and source triangulation. As well as to analyze the data that has been collected using qualitative content analysis techniques. Based on interviews and observations show that individuals with bipolar disorder show changes in their social interactions in the campus environment when bipolar appears, and experience obstacles in improving their social skills so that they tend to stay away from their social environment. This study also shows a strong indication if individuals with bipolar disorder have a desire to harm themselves (self-harm). AbstrakKeterampilan sosial sangat diperlukan dalam membangun hubungan sosial antar manusia. Disebabkan hubungan sosial merupakan indikator fundamental sebagai makhluk sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran mahasiswa yang mengalami kondisi gangguan bipolar, solusi dalam mengatasi tersebut, dan pengaruh bagi hubungan perilaku sosialnya dalam lingkungan kampus. Penelitian ini memiliki kriteria dalam menentukan subjek atau partisipan penelitian, yaiu berusia minimal 18 tahun, terdiagnosis bipolar, serta berstatus sebagai mahasiswa. Adapun penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan pengumpulan data berupa studi literatur dan wawancara kepada partisipan FS dan melakukan validitas menggunakan teknik triangulasi metode dan triangulasi sumber. Serta untuk menganalisis data yang telah terkumpul menggunakan teknik analisis isi kualitatif. Berdasarkan wawancara dan observasi menunjukkan bahwa individu dengan kondisi gangguan bipolar menunjukan perubahan interaksi sosialnya di lingkungan kampus pada saat bipolar itu muncul, serta mengalami hambatan dalam meningkatkan keterampilan sosialya sehingga cenderung menjauh dari lingkungan sosialnya. Dalam penelitian ini juga memperlihatkan indikasi yang kuat jika individu yang mengalami gangguan bipolar memiliki keinginan untuk melukai dirinya sendiri (self-harm).