cover
Contact Name
Betty Masruroh
Contact Email
flourishing.journal@um.ac.id
Phone
+62341-552115
Journal Mail Official
flourishing.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jln. Semarang 5 Malang 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Flourishing Journal
ISSN : -     EISSN : 27979865     DOI : -
Core Subject : Social,
Flourishing Journal is an open-access and peer-reviewed journal dedicated to publishing research articles in the field of psychology. Flourishing Journal accepts research articles that have the potential to make a significant contribution to the exploration and development of psychology and behavioral sciences. Articles submitted to this journal must display a well-thought-out study design, appropriate data analysis, and interpretation.
Articles 202 Documents
Tinjauan Pola Asuh Otoriter dari Perspektif Teori Baumrind pada Remaja dan Kaitannya dengan Perilaku Agresif Sandra Fauziyah Zahra Febrina; Nadia Khairina
Flourishing Journal Vol. 4 No. 6 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i62024p265-273

Abstract

Parents play a big role in providing parenting patterns for children. This parenting pattern can affect one of the child's attitudes, namely aggressive behavior. Aggressive behavior includes physical aggression, verbal aggression, angry aggression, and hostility. This study aims to examine authoritarian parenting, which based on many previous studies, is one of the factors that trigger aggressive behavior in adolescents. The method used is through qualitative methods including observation of subjects with authoritarian parenting patterns and interviews. In this study, two samples consisting of subjects and informants were used as supporting data... The data obtained were then analyzed descriptively. The interviews were semi-structured and conducted by means of a series of closed themes and some prepared questions; from the results of this study, it was found that authoritarian parenting encourages aggressive attitudes in adolescents. This is concluded from the subject's parenting pattern which meets the criteria of authoritarian parenting, as well as the subject's tendency to commit aggressive acts as a consequence of the parenting pattern. AbstrakOrang tua berperan besar dalam memberikan pola pengasuhan pada anak. Pola pengasuhan ini dapat berpengaruh ke salah satu sikap anak, yaitu perilaku agresif. Perilaku agresif yang dimaksud meliputi agresi fisik, agresi verbal, agresi marah, dan sikap permusuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola asuh otoriter, yang berdasarkan banyak penelitian sebelumnya, menjadi salah satu faktor pemicu perilaku agresif pada remaja. Metode yang digunakan adalah melalui metode kualitatif meliputi observasi terhadap partisipan dengan pola pengasuhan otoriter dan wawancara. Dalam penelitian ini, digunakan dua sampel yang terdiri atas partisipan dan informan sebagai data pendukung.. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif. Wawancara dilakukan secara semi-struktur, dilakukan dengan cara serangkaian tema tertutup dan beberapa pertanyaan yang telah disiapkan, Dari hasil penelitian ini, ditemukan bahwa pola asuh otoriter mendorong sikap agresif pada remaja. Hal ini disimpulkan dari pola pengasuhan partisipan yang memenuhi kriteria dari pola pengasuhan otoriter, serta kecenderungan partisipan untuk melakukan tindakan-tindakan agresif sebagai konsekuensi dari pola pengasuhan tersebut.
Penyesuaian Diri Mahasiswa Batak yang Merantau di Malang Septiawan, Doni; Meddina, Naura; Amanda, Ashifa; Dewi Fatmasari Edy
Flourishing Journal Vol. 4 No. 5 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i52024p210-224

Abstract

Adjustment is essential when transitioning to a new place. This research aims to investigate the experience of adjustment and ways to overcome problems in the adjustment of Batak students who have migrated to Malang. This study utilized qualitative methods, employing a phenomenological approach. Data was obtained through semi-structured interviews conducted with three participants. The participants are students from the Batak tribe, North Sumatra and currently studying in Malang. The data results were analyzed using thematic analysis techniques with data validity testing carried out through credibility and transferability techniques. The research results show that Batak students face challenges in terms of language difficulties, food problems, and social culture. Batak students overcome this problem by mingling, learning Javanese, asking their friends to use standard language or Indonesian, adapting to the style of local people, and controlling their emotional level with the surrounding environment. Past experience is a supporting factor that is very influential in terms of adjustment for Batak students who migrate to Malang. AbstrakPenyesuaian diri merupakan hal penting ketika merantau. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengalaman penyesuaian diri dan cara untuk melalui permasalahan dalam penyesuaian diri mahasiswa Batak yang merantau di Malang. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur yang dilakukan kepada tiga partisipan. Ketiga partisipan penelitian ini merupakan mahasiswa yang berasal dari suku Batak, Sumatera Utara dan sedang berkuliah di Malang. Hasil data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik dengan uji keabsahan data dilakukan melalui teknik kredibilitas dan transferabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa batak menemui tantangan dalam hal kesulitan bahasa, masalah makanan, dan sosial budaya. Mahasiswa batak mengatasi masalah tersebut dengan berbaur, belajar bahasa jawa, meminta temannya menggunakan bahasa yang baku atau bahasa Indonesia, menyesuaikan gaya orang lokal, dan mengontrol tingkat emosi dengan lingkungan sekitarnya. Pengalaman masa lalu merupakan faktor pendukung yang sangat berpengaruh dalam hal penyesuaian diri pada mahasiswa batak yang merantau di Malang.
Penerimaan Diri Korban Investasi Bodong pada Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang Silfia, Irka; Adi Putra, Randi Raharja; Frisqi Fatihah, Imelda Rasasti; Edy, Dewi Fatmasari
Flourishing Journal Vol. 4 No. 7 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i72024p304-314

Abstract

The rapid development of technology in the economic sector makes it easier for people to invest. Investments are now increasingly easy to do and promise instant high profits. Unfortunately, the public's minimal knowledge makes them vulnerable to being caught in fraud and fraudulent investments. The impact of this fraud is in the form of financial, emotional, and psychological losses. Victims of financial fraud have higher levels of depression than people who have not experienced it. To overcome this, self-acceptance can be used to anticipate negative impacts and the psychological stability of victims. This research aims to show self-acceptance in victims of fraudulent investments so that similar victims do not experience worse impacts and can even accept the events they experienced. The research method used is a qualitative method using a case study approach. Data collection in this research was semi-structured interviews. Based on the research results, it was found that the time needed for victims to accept themselves varies but has the same stages. Apart from that, the three participants showed positive self-acceptance and made this event an experience. Abstrak Perkembangan teknologi yang pesat dalam bidang ekonomi, memudahkan orang untuk melakukan investasi. Investasi saat ini semakin mudah dilakukan dan menjanjikan keuntungan yang tinggi dengan cara instan. Sayangnya, pengetahuan masyarakat yang minim menjadikan mereka rentan terjerat penipuan dan investasi bodong. Dampak dari penipuan ini berupa kerugian finansial, emosional, dan psikologis. Korban penipuan finansial memiliki tingkat depresi yang lebih tinggi dibandingkan orang yang tidak mengalaminya, untuk menanggulangi hal tersebut penerimaan diri dapat digunakan untuk mengantisipasi dampak negatif serta kestabilan psikologis korban. Penelitian ini bertujuan untuk mengemukakan penerimaan diri pada korban investasi bodong sehingga korban serupa tidak mengalami dampak yang lebih buruk bahkan dapat menerima peristiwa yang dialaminya. Metode penelitian yang digunakan berupa metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Partisipan pada penelitian ini berjumlah 3 orang yang terdiri dari mahasiswa aktif Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang, kemudian data yang diperoleh dianalisis menggunakan tematik. Penggalian data pada penelitian ini adalah wawancara semi-terstruktur. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa waktu yang dibutuhkan untuk penerimaan diri korban berbeda-beda namun memiliki tahapan yang sama serta ketiga partisipan menunjukkan penerimaan diri yang positif serta menjadikan peristiwa ini sebagai pengalaman.
Kualitas Pemimpin Perempuan dalam Organisasi Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang ditinjau dari Gaya Kepemimpinan Transformasional Al Furqon, Naufal Arzak; Rokhim, Ishmatul Maula Rokhim; Ashar, Aurum Prima Ashar; Dewi Fatmasari Edy
Flourishing Journal Vol. 4 No. 5 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i52024p191-200

Abstract

Women leaders in an organization are still often considered undervalued and of low quality by society. However, the quality of a leader is not determined by who the leader is but rather what influence the leader has on its members. This research aims to determine the quality of female leaders of student organizations at the Faculty of Psychology, State University of Malang in terms of transformational leadership style. The method used in this research is qualitative with thematic data analysis techniques. The results obtained in this research show that female leaders of student organizations at the Faculty of Psychology, State University of Malang, have adequate leadership abilities in terms of transformational leadership style. The number of participants used in this research was three female leaders who chaired an organization at the psychology faculty at the State University of Malang. Data collection used was by using semi-structured interviews, with questions that had been prepared in accordance with transformational leadership theory. The type of qualitative research used is a case study, where the researcher will examine an event with various information to find out a description of the event. AbstrakPemimpin perempuan dalam sebuah organisasi masih sering dianggap remeh dan kurang berkualitas oleh masyarakat. Meskipun demikian, kualitas seorang pemimpin tidak ditentukan oleh siapa pemimpin tersebut melainkan apa pengaruh dari pemimpin tersebut terhadap para anggotanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas pemimpin perempuan organisasi mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang ditinjau dari gaya kepemimpinan transformasional. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik analisis data tematik. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini adalah pemimpin perempuan organisasi mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang memiliki kemampuan yang mumpuni sebagai seorang pemimpin ditinjau dari gaya kepemimpinan transformasional. Jumlah partisipan yang digunakan dalam penelitian kali ini berjumlah tiga orang pemimpin wanita atau yang mengetuai sebuah organisasi di fakultas psikologi Universitas Negeri Malang. Pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakan wawancara semi terstruktur, dengan pertanyaan yang sudah disusun sesuai dengan teori kepemimpinan transformasional. Jenis penelitian kualitatif yang digunakan adalah studi kasus, dimana peneliti akan mengkaji sebuah peristiwa dengan berbagai informasi dengan tujuan untuk mengetahui gambaran peristiwa tersebut.
Dampak Penggunaan Media Sosial pada Mahasiswa yang Mengalami Depresi Nadia Khairina; Ragil Wahyu Hernawati; Rahma Rasyida
Flourishing Journal Vol. 4 No. 6 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i62024p279-287

Abstract

The term depression is not something new today. Depression is an emotional disorder characterized by an individual's reduced interest in something. One of the causes of depression is related to social media. This research aims to examine the role of social media use in students who have experienced depression. This research uses a qualitative approach with in-depth interview methods. The selection of research participants was carried out using a purposive sampling technique. The criteria for participants were 1) students at the State University of Malang, 2) who had a history of depression, and 3) who were willing to be interviewed based on the criteria obtained by two research subjects. The data analysis technique used is thematic data analysis. Thematic analysis is one way to analyze data to identify patterns or find themes through data that has been collected by researchers. The interview process was carried out with participant 1 and participant 2 on Wednesday, November 22 2023. The research results showed that 1) social media has an impact on depression and 2) There is no definite pattern of relationship between the intensity of social media use and depression.
Glass Child dalam Kerangka Teori Locus of Control Moza A. Fadilah; Nauroh N.A.T. Elsifa; Ragil W. Hernawati; Ulfa Masfufah
Flourishing Journal Vol. 3 No. 11 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v3i112023p486-495

Abstract

Glass child, is a child who lives and grows up with siblings with disabilities or chronic illnesses. Glass child behavior is influenced by external and internal factors. External factors come from stimulus from outside that encourages the glass child to respond, while internal factors include the perceptions and emotional turmoil that the glass child is feeling. The aim of this research is to examine the glass child phenomenon through the locus of control theory by Rotter, by analyzing the dynamics of behavior in glass children. The method used in this research is a literature study. Through the analysis of eight journals, it can be seen that the locus of control in glass children tends to lead to an external locus of control. Namely, the glass child believes that as an individual has no control over her or his behavior, but is controlled by things outside himself such as other people, fate, in this case, such as parents, and other family members, who have high expectations, as well as environmental perceptions. Belief in fate, namely having a sibling with a disability. In addition, individuals with an extremely external locus of control tend to be more easily stressed and experience depression. AbstrakGlass child, anak yang tinggal dan tumbuh bersama dengan saudara dengan disabilitas maupun penyakit kronis. Perilaku glass child dipengaruhi oleh faktor eksternal dan faktor internal. Faktor eksternal yaitu ketika ada stimulus dari luar yang mendorong glass child untuk memberikan respon, sedangkan faktor internal mencakup persepsi dan gejolak emosi yang dirasakan glass child selama tumbuh dengan saudara disabilitas dan memiliki penyakit kronis. Tujuan dari penelitian ini adalah menelaah fenomena glass child melalui teori locus of control oleh Julian B. Rotter, dengan menganalisis dinamika perilaku pada glass child. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur. Melalui analisis delapan jurnal dan artikel dapat diketahui bahwa locus of control pada glass child cenderung mengarah ke locus of control eksternal. Yaitu, bahwa glass chlid percaya bahwa sebagai individu ia tidak memiliki kendali atas perilakunya, melainkan dikendalikan oleh hal hal diluar dirinya seperti orang lain, dan nasib. Orang lain, dalam hal ini seperti orang tua, dan anggota keluarga yang lain, yang berekspektasi yang tinggi, serta persepsi lingkungan terhadap saudara. Kepercayaan terhadap nasib yaitu nasib memiliki saudara kandung dengan disabilitas sebagai alasan yang akan menentukan diri dan perilakunya dimasa depan. Selain itu, individu dengan locus of control eksternal yang ekstrim cenderung lebih mudah stress.
Gambaran Perilaku Perundungan dan Dampak terhadap Korban Perundungan Prisca Livania Do Rego Tilman; Amelia, Riska; Nadia Khairina
Flourishing Journal Vol. 4 No. 6 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i62024p245-254

Abstract

Bullying is a social phenomenon because it has become a prevalent issue among adolescents and society at large. It is characterized by aggressive behavior, often in the form of repeated and intentional oppression by an individual or group using their power to harm those perceived as weaker. This phenomenon has detrimental consequences for victims, both physically and psychologically. Most bullying victims experience more psychological effects, such as anxiety, decreased self-esteem, and impaired interpersonal relationships. Therefore, this study explores the characteristics of bullying behaviors and their impact on victims. The qualitative research method was employed, utilizing in-depth interviews for data collection. Subjects in this study were 2 people. The findings reveal that the bullying experiences of the participants originated during their school years and were perpetrated by their peers. These experiences hurt both participants, causing physical and psychological harm, leading to decreased self-esteem and difficulties or lingering fear in establishing social relationships, particularly friendships. AbstrakFenomena perundungan/bullying sering sekali terjadi dikalangan remaja dan masyarakat. Perilaku perundungan sendiri merupakan tindakan agresif, atau dikenal dengan bentuk penindasan yang dilakukan berulang dan sengaja oleh seseorang maupun sekelompok orang dengan menggunakan kekuasan mereka untuk menyakiti orang yang lemah. Adanya fenomena perundungan ini, akan memberikan dampak negatif terhadap korban baik itu dampak fisik maupun dampak secara psikologis. Kebanyakan dari korban bullying mengalami dampak psikologis lebih banyak seperti kecemasan, kepercayaan diri yang menurun, serta berpengaruh pada hubungan interpersonalnya dengan orang lain. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran perilaku perundungan dan dampaknya terhadap korban perundungan. Adapun metode penelitian ini adalah metode kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara. Partisipan penelitian ini terdiri dari dua orang. Hasil penelitian menyatakan bahwa pengalaman perundungan dialami oleh korban sejak sekolah dan itu dilakukan oleh teman sebayanya. Selain itu, hal ini membawa dampak negatif bagi kedua narasumber yakni dampak fisik dan psikologis yang membuat korban mengalami penurunan kepercayaan diri dan sulit ataupun masih takut untuk melakukan relasi sosial terutama dalam relasi pertemanan.
Coping Mechanism terhadap Stress Akademik pada Mahasiswa Ismi Aisya Saptyaning Ambarwati; Sabila Jannati; Khairina, Nadia
Flourishing Journal Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i22024p47-58

Abstract

Studying and carrying out academic activities undertaken by students is inseparable from academic stress. Academic problems, such as many assignments, pressure during exams, and a low GPA, cause this academic stress. Stress experienced by students will cause various responses that cause individuals to have different coping mechanisms. This study aims to discover the importance of coping mechanisms when facing stressful situations and the difference between problem-focused and emotional-focused coping. This research uses qualitative methods through observation and interviews, and then data analysis is carried out using descriptive analysis techniques. This research includes two aspects, in the first aspect, namely problem-focused coping, the subject uses coping strategies actively, seeking instrumental support, releasing behavior, making positive meaning, and planning. Meanwhile, in the second aspect, namely emotion-focused coping, the subject expresses emotions, distracts himself, goes into denial, uses substances, and seeks emotional support, entertainment, acceptance, religiosity, and self-blame. The research results provide an understanding that there are various coping strategies used by students in dealing with academic stress situations, where each student has different strategies and cannot be the same. AbstrakProses menuntut ilmu dan melaksanakan aktivitas akademik yang dijalani oleh mahasiswa tidak terlepas dari yang namanya stress akademik. Stress akademik ini dikarenakan beberapa permasalahan akademik, seperti tugas yang banyak, tertekan saat akan menjalani ujian, dan IPK yang rendah. Stress yang dialami mahasiswa nantinya menimbulkan berbagai respon yang menyebabkan individu mempunyai coping mechanism yang berbeda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pentingnya memiliki coping mechanism ketika menghadapi situasi stres dan mengetahui perbedaan antara problem-focused coping dan emotion-focused coping. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui observasi dan wawancara yang kemudian dilakukan analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif. Penelitian ini meliputi dua aspek, pada aspek pertama yaitu problem-focused coping, subjek menggunakan strategi coping secara aktif, mencari dukungan instrumental, pelepasan perilaku, memaknai secara positif, dan perencanaan. Sedangkan pada aspek kedua yaitu emotion-focused coping, subjek meluapkan emosi, mengalihkan diri, melakukan penyangkalan, penggunaan zat, mencari dukungan emosional, hiburan, penerimaan, religius, dan menyalahkan diri. Hasil penelitian memberikan pemahaman bahwa terdapat beragam strategi coping yang digunakan oleh mahasiswa dalam menghadapi situasi stres akademik, dimana setiap mahasiswa memiliki strategi yang berbeda-beda dan tidak dapat disamakan.
Kecemasan pada Dewasa Awal Akibat Fear of Missing Out (FoMO) Nadia Khairina; Dyah Septi Ruli Rahmawati; Friska Indriani
Flourishing Journal Vol. 4 No. 7 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i72024p296-303

Abstract

New challenges due to major changes in early adulthood such as changing environments, academic demands, and pressures in building personal identity are the main triggers for intense feelings of fear of missing out (FoMO). FoMO creates anxiety about being left behind from important experiences in social life, triggering feelings of anxiety and lack of life satisfaction because individuals feel marginalized from valuable moments that are considered important by their social environment. The urge to engage in various activities and expand social networks becomes a source of pressure if unable to participate in these moments. This study aims to identify and understand FoMO in relation to anxiety in early adulthood and the factors that influence it. This study uses a descriptive qualitative approach with a structured interview method on two early adult subjects who have experienced FoMO. The results of this study indicate that dependence on social media among 19-25 year olds gives rise to fear of missing out (FoMO), which creates feelings of anxiety, self-comparison, and fear of missing out on information, with the impact of feelings of loneliness and psychological stress. AbstrakTantangan baru karena perubahan besar pada dewasa awal seperti pergantian lingkungan, tuntutan akademis, dan tekanan dalam membangun identitas pribadi menjadi pemicu utama perasaan fear of missing out (FoMO) yang intens. FoMO menciptakan kecemasan akan tertinggal dari pengalaman-pengalaman penting dalam kehidupan sosial, memicu perasaan cemas dan kurangnya kepuasan hidup karena individu merasa terpinggirkan dari momen-momen berharga yang dianggap penting oleh lingkungan sosial mereka. Dorongan untuk terlibat dalam berbagai kegiatan dan memperluas jejaring sosial menjadi sumber tekanan jika tidak mampu ikut serta dalam momen-momen tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memahami FoMO kaitannya dengan kecemasan pada dewasa awal dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode wawancara terstruktur pada dua subjek dewasa awal yang pernah mengalami FoMO. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketergantungan pada media sosial di kalangan usia 19-25 tahun memunculkan fear of missing out (FoMO), yang menciptakan rasa cemas, perbandingan diri, dan ketakutan ketinggalan informasi, dengan dampak berupa perasaan kesepian dan tekanan psikologis.
Pengaruh Mindful Parenting dalam Menurunkan Stres Pengasuhan: Tinjauan Sistematik Nazlah Hasni; Diah Karmiyati
Flourishing Journal Vol. 3 No. 12 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v3i122023p526-535

Abstract

Having children and becoming parents is the dream of most couples. Children are a gift, the apple of one's eye, a soulmate, and a source of hope. However, on the other hand, without denying the gratitude, it is undeniable that raising children is a significant task with all the complexities that follow. Without proper knowledge, the process of raising children can bring about pressure that can lead to stress. Certainly, this stress can have a negative impact on the well-being of parents and the growth of children. Mindful parenting is an awareness-based approach. Simply put, the main motivation of this approach is to enhance parents' abilities to fulfill their roles as primary caregivers and educators, both in terms of mind, emotions, and responses to their children. This systematic review aims to determine the influence of mindful parenting as an effective approach to dealing with parental stress in Indonesia. The method used is a literature review, where articles were obtained through the collection from the Publish and Perish 8 database of Google Scholar using inclusion and exclusion criteria. Keywords used in literature search include "mindful parenting," "parental stress," "happy parents," and "systematic review." The results indicate that out of the 16 scientific articles found, there is a significant influence between the implementation of mindful parenting and the reduction of parental stress levels. AbstrakMemiliki anak dan menjadi orang tua adalah impian sebagian besar pasangan. Anak adalah anugerah, buah hati, belahan jiwa, dan tumpuan harapan. Tapi di sisi lain, tanpa menafikan kesyukuran, tak dipungkiri jika mengasuh anak merupakan tugas besar dengan segala kompleksitas yang mengikuti. Bila tidak disertai ilmu yang baik, proses mengasuh putra-putri bisa saja mendatangkan tekanan yang dapat menciptakan stres. Tentu, stres ini akan berdampak negatif pada kesejahteraan orang tua dan tumbuh kembang anak. Mindful parenting adalah sebuah pendekatan berbasis kesadaran. Secara sederhana, motivasi utama pendekatan ini adalah untuk menaikkan kesanggupan orang tua dalam melakoni peran sebagai pengasuh dan pendidik utama, baik secara pikiran, emosi, dan respons terhadap buah hati. Tinjauan sistematik ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mindful parenting sebagai pendekatan yang efektif untuk mengatasi stres pengasuhan orang tua di Indonesia. Metode yang digunakan adalah systematic review yang mana artikel didapatkan dari pengumpulan melalui Publish and Perish 8 dari database Google Scholar dengan menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian literatur: “mindful parenting”, “stress pengasuhan” “orang tua bahagia” dan “tinjauan sistematik”. Hasil menunjukkan bahwa dari 16 artikel ilmiah yang ditemukan menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara penerapan mindful parenting terhadap penurunan tingkat stres pengasuhan.