cover
Contact Name
Betty Masruroh
Contact Email
flourishing.journal@um.ac.id
Phone
+62341-552115
Journal Mail Official
flourishing.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jln. Semarang 5 Malang 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Flourishing Journal
ISSN : -     EISSN : 27979865     DOI : -
Core Subject : Social,
Flourishing Journal is an open-access and peer-reviewed journal dedicated to publishing research articles in the field of psychology. Flourishing Journal accepts research articles that have the potential to make a significant contribution to the exploration and development of psychology and behavioral sciences. Articles submitted to this journal must display a well-thought-out study design, appropriate data analysis, and interpretation.
Articles 202 Documents
PENGARUH PSYCHOLOGICAL CAPITAL TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI KARYAWAN PT. ASURANSI ALLIANZ LIFE INDONESIA CABANG KOTA MALANG Albertina Hilariani Dambuk; Yudi Tri Harsono
Flourishing Journal Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.621 KB) | DOI: 10.17977/um070v2i22022p83-90

Abstract

Abstract This study aims to determine the effect of psychological capital on organizational commitment of employees of PT. Allianz Life Indonesia Insurance Malang City branch. The hypothesis of this research is that there is an influence of psychological capital on the organizational commitment of PT. Allianz Life Indonesia Insurance Malang City branch. The subjects of this study were 55 employees of PT. Allianz Life Indonesia Insurance Malang City branch. The data collection method in this study used a questionnaire adapted from 2 scales, namely the psychological capital scale and the organizational commitment scale. The psychological capital scale consists of 21 items adapted by the researcher based on the psychological capital questionnare by Luthans and Avolio (2007), the organizational commitment scale consists of 22 items adapted by the researcher based on the Three-Component Model (TCM) Employee Commitment Survey by Meyer and Allen (1990). Analysis of research data for hypothesis testing using linear regression, the result is that there is an influence of psychological capital on the organizational commitment of PT. Asuransi Allianz Life Indonesia Malang branch of 20.5% with a significance value (p) 0.011 <0.05. Of the four dimensions that have the greatest and most significant influence on organizational commitment is optimism. Keywords: psychological capital, organizational commitment, employee Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh psychological capital terhadap komitmen organisasi jaryawan PT. Asuransi Allianz Life Indonesia cabang Kota Malang. Hipotesis penelitian ini adalah terdapat pengaruh psychological capital terhadap komitmen organisasi karyawan PT. Asuransi Allianz Life Indonesia cabang Kota Malang. Subjek penelitian ini adalah 55 karyawan PT. Asuransi Allianz Life Indonesia cabang Kota Malang. Metode pengambilan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner yang di adaptasi dari 2 skala, yakni skala psychological capital dan skala komitmen organisasi. Skala psychological capital terdiri dari 21 aitem yang didaptasi oleh peneliti berdasarkanberdasarkan psychological capital questionnare oleh Luthans dan Avolio (2007), skala komitmen organisasi terdiri dari 22 aitem yang diadaptasi oleh peneliti berdasarkan skala Three-Component Model (TCM) Employee Commitment Survey oleh Meyer dan Allen (1990). Analisis data penelitian untuk pengujian hipotesis menggunakan regresi linier, hasilnya terdapat pengaruh psychological capital terhadap komitmen organisasi karyawan PT. Asuransi Allianz Life Indonesia cabang Kota Malang. sebesar 20,5% dengan nilai signifikansi (p) 0,011 < 0,05. Dari keempat dimensi yang memiliki pengaruh paling besar dan signifikan terhadap komitmen organisasi adalah optimism. Hasil menunjukkan optimism memiliki sumbangan pengaruh sebesar 8% kepada komitmen organisasi dan signifikansi sebesar 0,029 yang menujukkan adanya pengaruh yang signifikan Kata kunci: psychological capital, komitmen organisasi, karyawan
PENGARUH KEPUASAN KERJA DAN JOB INSECURITY TERHADAP TURNOVER INTENTION KARYAWAN OUTSOURCING PT X Diyah Ayu Indarwati; Yudi Tri Harsono
Flourishing Journal Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.129 KB) | DOI: 10.17977/um070v2i22022p91-96

Abstract

Abstract This study aimed to determine the effect of job satisfaction and job insecurity on the turnover intention of PT. X’s outsourcing employees. This research hypothesis is that job satisfaction and job insecurity affect the turnover intention of outsourcing employees of PT X. The subjects of this study are 54 PT. X’s outsourcing employees. The data collection method used in this study is a questionnaire consisting of 3 scales, namely job satisfaction scale, job insecurity scale and turnover intention scale. The job satisfaction scale consists of 16 items constructed by the researcher based on the job satisfaction aspect proposed by Luthans et al. (2021), the job insecurity scale consists of 10 items constructed by the researcher based on the job insecurity aspect proposed by Rowntree (2005), and the turnover intention scale consists of 10 items constructed by the researcher based on the turnover intention aspect proposed by Mobley (2011). The result of the analysis of research data for hypothesis testing using multiple linear regression is that there is a simultaneous and significant effect of job satisfaction and job insecurity on the turnover intention of PT. X’s outsourcing employees of 56.2% with a significance value of (p) <0.05. Keywords: job satisfaction; job insecurity; turnover intention; outsourcing employee Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepuasan kerja dan job insecurity terhadap turnover intention karyawan outsourcing PT X. Hipotesis penelitian ini adalah terdapat pengaruh kepuasan kerja dan job insecurity terhadap turnover intention karyawan outsourcing PT X. Subjek penelitian ini adalah 54 karyawan outsourcing PT X. Metode pengambilan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner yang terdiri dari 3 skala, yakni skala kepuasan kerja, skala job insecurity dan skala turnover intention. Skala kepuasan kerja terdiri dari 16 butir aitem yang dikonstruksikan oleh peneliti berdasarkan aspek kepuasan kerja yang dikemukakan oleh Luthans et al., (2021), skala job insecurity terdiri dari 10 butir aitem yang dikonstruksikan oleh peneliti berdasarkan aspek job insecurity yang dikemukakan oleh Rowntree (2005), dan skala turnover intention terdiri dari 10 butir aitem yang dikonstruksikan oleh peneliti berdasarkan aspek turnover intention yang dikemukakan oleh Mobley (2011). Analisis data penelitian untuk pengujian hipotesis menggunakan regresi linier berganda, hasilnya terdapat pengaruh simultan dan signifikan kepuasan kerja dan job insecurity terhadap turnover intention karyawan outsourcing PT X sebesar 56,2% dengan nilai signifikansi (p) < 0,05. Kata kunci: kepuasan kerja; job insecurity; turnover intention; karyawan outsourcing
Meningkatkan Perilaku Pro-Lingkungan Melalui Sosialisasi Pengelolaan Sampah Catherine Agnesia Putri; Dhiya Fauziyyah Sudirman; Diah Puspita Sari; Fina Alfiah Wulandari; Tutut Chusniyah
Flourishing Journal Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v3i12023p1-9

Abstract

Increasing population growth will indirectly impact the emergence of various problems, including environmental problems, especially waste problems. One alternative solution for dealing with waste issues is to employ waste management. Pro-Environmental Dissemination to residents who live on Jalan KH. Ahmad Dahlan, Oebobo District, Kupang City, aims to increase knowledge about good waste management. This study used a one-group pretest and posttest experimental design. There were 12 participants (n=12) aged 20-24 years old. The experiment was conducted by giving a pretest related to the knowledge of managing waste, that is the urgency of waste problems, pro-environmental behavior, waste utilization, and waste management. Next, participants were given treatment through pro-environmental socialization through materials delivery and discussions on waste problems and management. After treatment, each participant was given a posttest containing the same questions as the previous pretest. The outcomes of this exercise show that spreading pro-environmental behavior can raise public awareness of trash management and utilization. Abstrak Jumlah penduduk yang terus meningkat akan berdampak tidak langsung pada munculnya berbagai masalah, salah satunya adalah masalah lingkungan, khususnya masalah sampah. Pengelolaan sampah menjadi alternatif yang dapat digunakan untuk menangani permasalahan sampah. Sosialisasi Pro-Lingkungan kepada warga yang bermukim di Jalan KH. Ahmad Dahlan, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pengelolaan sampah yang baik. Penelitian ini menggunakan desain ekperimen pre-test dan post-test satu kelompok. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 12 orang (n=12) yang berumur 20-24 tahun. Eksperimen dilakukan dengan memberi partisipan pretest yang berkaitan dengan pengetahuan pengelolaan sampah, yaitu urgensi permasalahan sampah, perilaku pro-lingkungan, pemanfaatan sampah, dan pengelolaan sampah. Selanjutnya, partisipan diberikan perlakuan berupa sosialisasi pro-lingkungan melalui penyampaian materi serta diskusi mengenai permasalahan sampah dan pengelolaan sampah. Setelah diberikan perlakuan, kepada masing-masing partisipan diberikan posttest, posttest berisi pertanyaan yang sama dengan pretest sebelumnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sosialisasi perilaku pro-lingkungan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pemanfaatan dan pengelolaan sampah.
Collective Cyberbullying Ditinjau dari Psikologi Sosial Yasmin Sahnaz Almuntaha; Ikhwanul Ihsan Armalid
Flourishing Journal Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v3i12023p10-16

Abstract

With the development of communication technology, the use of social media in Indonesia is also increasing. The high use of social media has led to an increase in various criminal behaviors, such as cyberbullying. Cyberbullying is the act of insulting or hurting others through social media. This widespread social media influence can turn the influence of behavioral transmission on other users into collective behavior (collective cyberbullying). This case has had a very negative impact on aspects of the victim’s life. Therefore, literature review research is carried out in order to know the specific factors and impact of collective cyberbullying from the perspective of social psychology. The results of this study show that there are several key factors, including technological development, individual psychology, community understanding, and social and environmental influences. This form of cyberbullying behavior can also be explained based on the transmission theory of Gustav Le Bon, where there are three mechanisms that influence the formation of collective behavior: anonymity, transmission, and ease of being influenced. The impact on victims was then categorized into four categories: psychological, psychosocial, academic, and physical.Abstrak Seiring berkembangnya teknologi komunikasi semakin tingginya juga penggunaan media sosial di masyarakat Indonesia. Tingginya penggunaan media sosial mengakibatkan meningkatnya berbagai perilaku kejahatan seperti cyberbullying. Cyberbullying merupakan perilaku menghina atau menyakiti orang lain melalui media sosial. Pengaruh media sosial yang luas ini dapat menimbulkan pengaruh penularan perilaku pada pengguna lain menjadi sebuah perilaku kolektif (collective cyberbullying). Kasus ini membawa dampak buruk yang sangat berpengaruh pada aspek kehidupan korban. Oleh karena itu, penelitian literature review dilakukan agar dapat mengetahui faktor dan dampak spesifik pada collective cyberbullying yang ditinjau dari perspektif Psikologi Sosial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor utama antara lain perkembangan teknologi, psikologis individu, pemahaman masyarakat, dan pengaruh lingkungan sosial. Bentuk perilaku cyberbullying ini juga dapat dijelaskan berdasarkan Teori Penularan milik Gustav Le Bon, dimana terdapat tiga mekanisme yang mempengaruhi pembentukkan perilaku kolektif, yaitu anonimitas, penularan, dan kemudahan untuk dipengaruhi. Kemudian dampak pada korban dikategorikan menjadi empat kategori, yakni dampak psikologis, psikososial, akademik, dan fisik.
Social Media Campaign: Thrifting sebagai Pencegahan Limbah Tekstil Fast Fashion Ayu Dear Pangesti; Bernadet Cahyanintyas A; Ria Mareta Yulfan; Tutut Chusniyah
Flourishing Journal Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v3i12023p17-21

Abstract

Indonesia is the fourth most populous country, as one of the biggest waste contributors in the world. Textile waste itself has become a serious problem, around 2.3 million tons of fabric waste will be collected in 2021. Therefore, a thrifting campaign has been carried out as an effort to tackle this textile waste. With the hope that thrifting can minimize the amount of existing textile waste. The campaign was carried out on social media for one week by distributing posters about the dangers of fast fashion for the environment and thrifting as a solution to textile waste. This program is evaluated based on the number of likes, number of viewers, and testimonials given by viewers. Based on the comments, it can be seen the target's response to this program. This response is used as material for program evaluation. In conclusion, there are still many people who do not know the use of thrifting for the environment, especially as a reduction of textile waste.Abstrak Indonesia merupakan negara dengan penduduk terbanyak keempat, sebagai salah satu penyumbang sampah terbesar di dunia. Sampah tekstil sendiri sudah menjadi permasalahan yang serius, sekitar 2,3 juta ton limbah kain terkumpul di tahun 2021. Oleh karenanya dilakukan kampanye mengenai thrifting sebagai upaya dari penanggulangan limbah tekstil tersebut. Dengan harapan thrifting dapat meminimalisir jumlah sampah tekstil yang ada. Kampanye dilakukan pada sosial media selama satu minggu dengan menyebarkan poster mengenai bahaya fast fashion untuk lingkungan dan thrifting sebagai solusi dari limbah tekstil. Program ini dievaluasi didasarkan pada jumlah like, jumlah viewer, dan testimoni yang diberikan oleh para viewer. Berdasarkan komentar-komentar dapat diketahui respon target terhadap program ini. Respon ini digunakan sebagai bahan evaluasi program. Kesimpulannya masih banyak masyarakat yang belum mengetahui kegunaan thrifting untuk lingkungan terutama sebagai pengurangan limbah tekstil.
Cyberbulllying pada Remaja Ditinjau dari Berbagai Tipe Kepribadian Doni Irawan; Tri Atika Melya. B; Raissa Dwifandra Putri
Flourishing Journal Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v3i12023p22-32

Abstract

The rapid of technological developments has brought many changes in society, including the development of information and communication technology. This also bring many impact to society, not only positive impact but also a negative impact, such as cyberbullying behavior which is increasingly prevalent, especially during adolescence. This happens because the adolescent phase is a phase where many changes are experienced by humans. In addition, the existence of various personalities in many people makes this act of cyberbullying easier to understand from various perspectives. The purpose of this study is to review cyberbullying behavior from various personality perspectives in adolescents. The method used in this study is a literature study in which this method aims to elaborate various opinions or previous studies regarding cyberbullying. So that various theories or perspectives are obtained which explain that the emergence of cyberbullying behavior can arise from various aspects that exist in humans.Abstrak Pesatnya perkembangan teknologi banyak membawa perubahan di masyarakat, termasuk juga perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Hal ini turut membawa berbagai dampak bagi masyarakat, tidak hanya dampak baik tetapi juga dampak buruk seperti adanya perilaku cyberbullying yang semakin marak terjadi, khususnya pada masa remaja. Hal ini terjadi karena fase remaja merupakan fase dimana banyak sekali perubahan yang dialami oleh manusia. Selain itu, adanya berbagai kepribadian pada setiap orang banyak menyebabkan tindakan cyberbullying ini menjadi lebih mudah untuk dipahami dari berbagai macam perspektif. Tujuan dari studi ini ialah untuk meninjau perilaku cyberbullying dari berbagai perspektif kepribadian pada remaja. Metode yang digunakan dalam studi ini ialah studi literatur yang mana metode ini bertujuan mengelaborasikan berbagai pendapat atau studi terdahulu mengenai cyberbullying. Sehingga didapat berbagai teori atau perspektif yang menjelaskan bahwa munculnya perilaku cyberbullying dapat muncul dari berbagai aspek yang ada pada diri manusia.
Happinimal Project: Kampanye Kebebasan Hewan agar Sejahtera Zayyana Khairunnisa Lubis; Banna Rosyid Madani; Rizky Satya Reswara; Tutut Chusniyah
Flourishing Journal Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v3i12023p33-38

Abstract

The Happinimal Project program is a social-based Animal Freedom campaign that aims to maintain animal welfare. The term "Animal Welfare" itself is increasingly being used by companies, consumers, veterinarians, politicians and others. The term focuses on the animal's body and physical environment. This research examines the aspects of animals that are measured from the results of different behaviors. The implementation of this campaign is to use the author's Instagram story and the social media campaigns that have been carried out do not always go as expected because there is a decrease in the number of impressions. This is due to various other factors such as upload hours and the attractiveness of other Instastories outside of the project. However, the conclusion from the posttest results after giving the material shows an increase in percentage. The increase in the percentage of correct answers shows the effectiveness of delivering the initial material to the last material. The target community has received education regarding Animal Welfare and can remember it, this can be seen from the results of the answers that have increased in the posttest. The conclusion of this program is that the target community already knows in general about the principles of animal welfare, and the Happinimal Project program can increase the percentage of people's knowledge of animal welfare.Abstrak Program Happinimal Project adalah kampanye Animal Freedom berbasis sosial yang bertujuan untuk menjaga kesejahteraan hewan. Istilah “Kesejahteraan Hewan” sendiri, dewasa ini semakin banyak digunakan oleh perusahaan, konsumen, dokter hewan, politisi, dan lainnya. Istilah tersebut berfokus pada tubuh dan lingkungan fisik hewan. Penelitian ini mengkaji tentang aspek hewan yang diukur dari hasil perilaku yang berbeda-beda. Penerapan kampanye ini adalah menggunakan story Instagram penulis dan dalam kampanye sosial media yang telah dilakukan tidak selalu berjalan sesuai harapan karena terdapat penurunan jumlah tayangan. Hal ini dikarenakan berbagai faktor lain seperti jam upload dan daya tarik dari Instastory lain di luar projek. Namun deminikan, kesimpulan dari hasil posttest setelah pemberian materi menunjukan kenaikan persentase. Kenaikan persentase jawaban yang benar menunjukkan efektifitas dari penyampaian materi awal hingga materi terahir. Masyarakat target sudah mendapatkan edukasi terkait kesejahteraan hewan dan dapat mengingatnya, hal ini dapat dilihat dari hasil jawaban yang meningkat pada posttest. Kesimpulan dari program ini adalah masyarakat target sudah mengetahui secara umum tentang prinsip kesejahteraan pada hewan, dan dengan diadakannya program Happinimal Project dapat meningkatkan persentase pengetahuan mayarakat akan kesejahteraan hewan.
Fenomena Inferiority Complex Terhadap Bahasa Inggris Afifah Shafa Salsabil; Indah Kurnia Herliani; Trista Rossa Azzahra; Faliha Muthmainah
Flourishing Journal Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v3i22023p56-60

Abstract

The phenomenon of the inferiority complex in Indonesian society towards English or known as linguistic inferiority is a phenomenon that can be found in everyday life. Unfortunately, studies related to this matter written in Indonesian are still difficult to find. Due to the limited study on the topic of linguistic inferiority, this paper is intended to analyze the existing problems to gain a deeper understanding. The method used is literature review, namely reviewing journal articles that have relevance related to the topic. The results show that an inferiority complex in language or linguistic inferiority occurs due to external aspects such as social, cultural and economic disparities, as well as internal aspects such as the cognitive processes of each individual to technical difficulties during the learning process. Through this review process, the solution is the reflection process of English teachers in Indonesia and the making of significant efforts to foster self-confidence in individual students, such as providing adequate and targeted learning support. Abstrak Fenomena inferiority complex pada masyarakat Indonesia terhadap bahasa Inggris atau yang bisa dikenal sebagai inferioritas linguistik (linguistic inferiority) merupakan fenomena yang dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Sayangnya, studi terkait hal ini yang ditulis dalam bahasa Indonesia masih sulit ditemukan. Dikarenakan terbatasnya studi terhadap topik inferioritas linguistik, tulisan ini dimaksudkan untuk mengurai masalah yang ada untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam. Metode yang digunakan adalah literature review yaitu mengulas artikel jurnal yang memiliki relevansi terkait topik. Hasilnya menunjukkan bahwa inferiority complex dalam berbahasa atau linguistic inferiority terjadi karena aspek eksternal seperti kesenjangan sosial, budaya, dan ekonomi, sekaligus aspek internal seperti proses kognitif masing-masing individu hingga kesulitan-kesulitan teknis selama proses belajar. Melalui proses telaah yang dilakukan ini, solusi yang dapat dianjurkan ialah proses refleksi para pengajar bahasa Inggris di Indonesia serta dilakukannya upaya-upaya yang signifikan dalam menumbuhkan rasa percaya diri pada individu pelajar, seperti memberikan penunjang belajar yang cukup dan tepat sasaran.
Promosi Melalui Media Digital untuk Meningkatkan Perilaku Sehat dalam Mencegah Stunting Muhammad Rayhan I’tisham; Muhammad Wildan; Lola Maria; Debby Ayu; Tutut Chusniyah
Flourishing Journal Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v3i22023p39-43

Abstract

Stunting is a condition in which toddlers aged 0-5 years experience failure to thrive as a result of chronic malnutrition which results in smaller child dimensions than normal for their age. The program that is considered appropriate to implement is a program to increase understanding and awareness of a clean and healthy lifestyle in the community. This understanding of a clean lifestyle includes good sanitation management, good domestic waste management, a culture of hand washing, and also pollution related to external waste such as living environments close to industrial areas etc. The method used in this program is an educational program using pamphlets and/or brochures that are distributed digitally in order to reach more widely and efficiently. The program we created aims to help and play a role in increasing awareness and understanding regarding a clean and healthy lifestyle as a program to reduce stunting rates in children with prevention methods using early education in the community through digital media (health promotion through digital media). AbstrakStunting adalah kondisi yang terjadi pada balita usia 0-5 tahun yang mengalami gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis yang berdampak pada dimensi anak yang lebih kecil daripada dimensi normal di usianya. Program yang tepat untuk diterapkan adalah program untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran akan pola hidup bersih dan sehat di masyarakat. Pemahaman tentang pola hidup bersih ini mencakup pengelolaan sanitasi yang baik, pengelolaan limbah domestik yang baik, budaya mencuci tangan, dan juga polusi-polusi terkait limbah eksternal seperti lingkungan hidup yang dekat dengan kawasan industri dan lain-lain. Metode yang digunakan dalam program ini adalah program edukasi dengan media pamflet dan/atau brosur yang disebarkan secara digital guna menjangkau dengan lebih luas dan efisien. Program ini bertujuan untuk membantu dan berperan pada peningkatan kesadaran dan pemahaman terkait pola hidup bersih dan sehat sebagai program penurunan angka stunting pada anak dengan metode prevensi menggunakan edukasi dini pada masyarakat melalui media digital (promosi kesehatan melalui media digital).
Kampanye Media Sosial tentang “Air Pollution Awareness” Biji Bintang Binarani; Dewi Zahara; Dinda Dewi Auni; Firdha Rizki Nurulit; Tutut Chusniyah
Flourishing Journal Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v3i22023p44-47

Abstract

The campaign related to "air pollution awareness" on social media accounts aims to instill public awareness about the impact caused by air pollution. One of the media that can be used in implementing social campaigns is social media, which is online and fast. This social media campaign is expected to raise public awareness about the dangers of air pollution caused by motorized vehicles and make efforts to reduce air pollution that occurs in the surrounding environment. Results from the implementation of “air pollution awareness” that the researchers have carried out in conveying messages to the public regarding public awareness of air pollution for two days, the researchers conducted a survey at the end of the campaign by asking what and how they differed in their thoughts regarding before the campaign was carried out and after the campaign which is conducted. During one week of the air pollution awareness campaign carried out on social media, it can be seen that individuals have several opinions regarding air pollution. With this, it can be seen that social media campaign programs can provide understanding and awareness regarding the dangers of air pollution due to motorized vehicles to the community. AbstrakKampanye terkait "air pollution awareness" pada akun media sosial bertujuan untuk menanamkan kesadaran masyarakat mengenai dampak yang ditimbulkan dari polusi udara. Salah satu media yang dapat digunakan dalam pelaksanaan kampanye sosial adalah media sosial, yang memiliki sifat online dan cepat. Kampanye media sosial ini diharapkan dapat menimbulkan kesadaran masyarakat dalam mengetahui bahaya polusi udara akibat kendaraan bermotor dan melakukan upaya mengurangi polusi udara yang terjadi di lingkungan sekitar. Hasil dari pelaksanaan "air pollution awareness" yang telah peneliti lakukan dalam menyampaikan pesan kepada publik mengenai kesadaran masyarakat terhadap polusi udara selama dua hari didapatkan dengan melakukan survei di akhir kampanye dengan menanyakan apa dan bagaimana perbedaan pemikiran mereka terkait sebelum adanya kampanye yang dilakukan dengan setelah adanya kampanye yang dilakukan. Selama satu minggu kampanye mengenai kesadaran polusi udara dilakukan pada media sosial, dapat terlihat bahwa individu memiliki beberapa pendapat mengenai polusi udara. Dengan ini dapat diketahui bahwa program social media campaign dapat memberikan pemahaman dan kesadaran terkait bahayanya polusi udara akibat kendaraan bermotor pada masyarakat.

Page 8 of 21 | Total Record : 202