cover
Contact Name
Betty Masruroh
Contact Email
flourishing.journal@um.ac.id
Phone
+62341-552115
Journal Mail Official
flourishing.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jln. Semarang 5 Malang 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Flourishing Journal
ISSN : -     EISSN : 27979865     DOI : -
Core Subject : Social,
Flourishing Journal is an open-access and peer-reviewed journal dedicated to publishing research articles in the field of psychology. Flourishing Journal accepts research articles that have the potential to make a significant contribution to the exploration and development of psychology and behavioral sciences. Articles submitted to this journal must display a well-thought-out study design, appropriate data analysis, and interpretation.
Articles 207 Documents
Gambaran Job Engagement pada Anggota Organisasi Artpsium Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang Charisma Septian Wiweka; Charaka Bintang Nararya; Robi Ilyasa; Jati Fatmawiyati
Flourishing Journal Vol. 3 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v3i42023p133-144

Abstract

An organization must have members who have good job engagement or work engagement in it so that they will carry out their work more actively and enthusiastically and are accompanied by positive thoughts. This research was conducted to find out the description of job engagement in the Artpsium organization so that it is hoped that it can become an evaluation and reference material to further advance the Artpsium organization itself. The method used in this study is a qualitative approach with a structured interview method so that researchers and participants can meet face-to-face in order to obtain more accurate data. The results of the study show that the job engagement of Artpsium administrators and members is influenced by several things including internal factors and external factors. Then, the higher the position held in the organization, the greater the job engagement, conversely, the lower the position or role, the smaller the job engagement. Another problem that exists is that several other parts of Artpsium, especially those that join other organizations and don't have an important role, tend to have low job engagement, both in their management and membership. AbstrakSuatu organisasi harus memiliki anggota yang mempunyai job engagement atau keterikatan kerja yang baik di dalamnya sehingga akan menjalani pekerjaannya dengan lebih giat dan antusias serta diiringi dengan pikiran yang positif. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran job engagement yang ada di organisasi Artpsium. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode wawancara terstruktur agar peneliti dan partisipan dapat bertemu langsung secara tatap muka sehingga didapatkan data yang lebih akurat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa job engagement pengurus maupun anggota Artpsium dipengaruhi oleh beberapa hal meliputi faktor internal dan faktor eksternal. Kemudian, semakin tinggi jabatan yang dimiliki dalam organisasi maka job engagement akan cenderung semakin besar, sebaliknya jika jabatan atau peran yang dimiliki semakin rendah maka job engagement-nya juga cenderung semakin kecil. Masalah lain yang ada adalah karena beberapa bagian Artpsium lain, khususnya yang mengikuti organisasi lain dan tidak memiliki peran penting, cenderung untuk memiliki job engagement yang rendah, baik dalam kepengurusan atau keanggotaannya.
Kelainan Down Syndrome Ditinjau dari Aspek Neurobiological dan Intelligence Nasywa Achmad; Putri Damayanti Sulistyo; Ranita Arindra Rosanti; Iqlima Pratiwi
Flourishing Journal Vol. 3 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v3i42023p145-151

Abstract

Down syndrome is a disorder caused by the presence of trisomy on the 21st chromosome. People with this disorder show differences in physical characteristics, general intelligence, and other aspects. Research shows that the risk factors for Down syndrome vary between regions and demographic characteristics. Genetic disorders are one of the causes of intellectual disability, which can also lead to the risk of developing infections, autoimmune disorders, and hematological and oncological abnormalities. This study aims to explore more deeply related to Down syndrome from a neurobiological and intelligence perspective. By writing this research, it is hoped that the general public will be able to understand Down syndrome, starting from the causes and effects. The method used in making this article is a literature review, by searching on Google Scholar with several keywords that match the research objectives. The results of the data collection show that neurobiologically, Down syndrome has many dysfunctions in the organs of the body that impact many aspects, one of which is an abnormality in the aspect of intelligence. AbstrakDown syndrome merupakan kelainan yang disebabkan oleh adanya trisomi pada kromosom ke-21. Penderita kelainan ini menunjukkan perbedaan ciri fisik, kecerdasan secara umum, dan aspek-aspek lainnya. Penelitian menunjukkan bahwa faktor risiko dari kelainan down syndrome ini beragam antarwilayah dan karakterisitik demografis. Kelainan genetik menjadi salah satu penyebab dari adanya disabilitas intelektual, yang juga dapat berisiko akan perkembangan infeksi, gangguan autoimun, dan abnormalitas hematologi serta onkologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi lebih dalam terkait down syndrome jika ditinjau dari aspek neurobiologis dan intelegensi. Dengan dituliskannya penelitian ini, diharapkan bahwa khalayak umum mampu memahami terkait down syndrome mulai dari penyebab dan akibat. Metode yang digunakan dalam pembuatan artikel ini ialah literature review, melalui pencarian pada Google Scholar dengan beberapa kata kunci yang sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil dari pengumpulan data menunjukkan bahwasanya secara neurobiologis, down syndrome memiliki banyak disfungsi pada organ-organ tubuh yang berdampak pada banyak aspek, salah satunya kelainan pada aspek inteligensi.
Motivasi Hidup Lansia Yang Kehilangan Pasangan Di Kabupaten Malang Shita Resti Maheswari; Zahwa Maghfirotul Wahyudi; Chariesma Amelia Putri; Riyan Rahmat Aminullah Basith; Edy, Dewi Fatmasari
Flourishing Journal Vol. 3 No. 5 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v3i52023p175-187

Abstract

Elderly is a final human development process that is vulnerable to physical, cognitive, and emotional changes so it is necessary to increase motivation in life. Life motivation can be developed through oneself and family social support, especially partners. If there is no partner as social support, then the elderly can experience a decrease in motivation to live which has an impact on mental health and well-being. This study aims to determine the level of motivation of the elderly who have lost their spouse because their partner has passed away. This study uses Goal Setting Motivation. This research method uses qualitative methods with a phenomenological approach. Methods of data collection using the approach of observation and semi-structured interviews. The number of participants in this study were four people in the category of two elderly widows and two elderly widowers who live in Kabupaten Malang. The results obtained are that motivation in the elderly is based on the existence of children and grandchildren and optimism to live longer.
Faktor Risiko Terjadinya Perilaku Bunuh Diri pada Remaja: Sebuah Kajian Literatur Hardinata, Jesicha Ramadhani Puteri; Ulfa Masfufah
Flourishing Journal Vol. 3 No. 7 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v3i72023p286-292

Abstract

Adolescence is a transition period from childhood to adulthood. One aspect of development in adolescents is socio-emotional. If teenagers do not adapt to the changes that occur, they will have difficulty making choices, so when faced with problems, teenagers are unable to solve them. This article uses a research design that uses a literature review method from journal articles. The object of this research is the risk factors for suicidal behavior experienced by adolescents. The literature review was carried out from national journal articles. Searching for journal articles published in the 2018-2023 period using Google Scholar with several keywords, filtering was carried out using several criteria, namely articles showing a match with teenage suicidal behavior, the presence of suicidal behavior described in the article, and showing the underlying factors. Adolescents have suicidal behavior. Based on the results of literature studies, it is known that the risk factors for suicidal behavior in adolescents consist of three main factors: family, peers, and psychology. Low parental attention contributes to the risk of suicidal behavior in adolescents. Peer relationships and psychological factors such as mental disorders also play an important role. AbstrakRemaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanan menuju dewasa. Salah satu aspek perkembangan pada remaja, yaitu sosio-emosional. Jika remaja tidak berhasil beradaptasi dengan perubahan yang terjadi, remaja akan mengalami kesulitan untuk menentukan pilihan sehingga ketika menghadapi permasalahan remaja tidak mampu untuk menyelesaikannya. Artikel ini menggunakan desain penelitian yang digunakan adalah metode kajian literatur (literature review) dari artikel jurnal. Objek penelitian ini adalah faktor-faktor risiko perilaku bunuh diri yang dialami oleh remaja. Literature review dilakukan berasal dari artikel jurnal nasional. Pencarian artikel jurnal yang digunakan terbit pada rentan tahun 2018-2023 menggunakan Google Scholar dengan beberapa kata kunci, dilakukan penyaringan dengan beberapa kriteria, yakni artikel menunjukkan kecocokan dengan perilaku bunuh diri remaja, adanya perilaku bunuh diri yang dijelaskan pada artikel, dan menunjukkan faktor yang mendasari remaja memiliki perilaku bunuh diri. Berdasarkan hasil studi literatur, diketahui bahwa faktor risiko terjadinya perilaku bunuh diri pada remaja terdiri dari tiga faktor utama, yaitu keluarga, teman sebaya, dan psikologis. Perhatian orang tua yang rendah, berkontribusi terhadap risiko perilaku bunuh diri pada remaja. Hubungan teman sebaya dan faktor psikologis seperti gangguan mental juga memainkan peran penting.
Analisis Remaja yang Memiliki Perilaku Narsistik Retno Palupi, Anugrah Galuh; Rakhmaditya Dewi Noorizki
Flourishing Journal Vol. 3 No. 7 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v3i72023p293-303

Abstract

Adolescence is a time when individuals seek their identity and tend to want to show their identity to those around them. However, if an individual is excessive in showing his identity, then it is known as narcissism. This article aims to analyze the characteristics and factors of adolescents who have narcissistic behavior using a descriptive qualitative approach and a type of literature review. The samples obtained were 5 journal articles that were relevant to the topic of discussion. From these articles, it was found that the characteristics of adolescents who have narcissistic behavior are feeling unique, having fantasies about an ideal life, having difficulty empathizing with others, being arrogant, and feeling the most special self. In addition, the main factors for the emergence of narcissistic behaviour in adolescents are difficulties in socializing with others, resulting in feelings of loneliness, improper upbringing in childhood, and low self-esteem, causing adolescents to expect validation and praise from others. AbstrakMasa remaja adalah masa dimana seorang individu mengalami proses pencarian jati dirinya dan cenderung berkeinginan untuk menunjukkan identitasnya dirinya pada sekitarnya. Namun, jika seorang individu berlebihan dalam menunjukkan identitas dirinya maka hal tersebut dikenal sebagai narsis. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis ciri-ciri dan faktor-faktor dari remaja yang memiliki perilaku narsistik dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan memiliki jenis kajian literatur. Sampel yang didapatkan sebanyak 5 artikel jurnal yang relevan dengan topik pembahasan. Dari artikel-artikel tersebut didapatkan hasil bahwa ciri-ciri remaja yang memiliki perilaku narsisme adalah merasa memiliki keunikan, memiliki fantasi akan kehidupan yang ideal, sulit berempati terhadap orang lain, angkuh, merasa diri paling istimewa. Selain itu, yang menjadi factor utama timbulnya perilaku narsisme pada remaja adalah karena kesulitan untuk bersosialisasi dengan orang lain sehingga menimbulkan perasaan kesepian, pola didikan yang kurang tepat pada masa kecil, dan self-esteem (harga diri) yang rendah sehingga menyebabkan remaja cenderung mengharapkan validasi dan pujian dari orang lain.
Dampak Adiksi Pornografi pada Remaja Faida, Siti Ahmada; Rakhmaditya Dewi Noorrizki
Flourishing Journal Vol. 3 No. 7 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v3i72023p278-285

Abstract

Pornography can be defined as writing or images of the human body that are sexual or open with the aim of fulfilling sexual desires. The impact of pornography itself can damage the PFC (Pre Frontal Cortex) in teenagers who are experiencing a period of growth where the brain is still developing or processing to regulate emotions and cognition. Teenagers who continuously view pornographic content will experience addiction. Addiction is a condition where individuals are dependent both physically and mentally. The purpose of writing this article is to explain the impact of pornography addiction on teenagers who are still growing. The method used in this research is a descriptive qualitative approach by collecting data through search engines in the form of Google Scholar and Academia.edu. The relevant articles produced were six journal articles related to the impact of pornography addiction on teenagers psychologically, mentally, and medically. It can be concluded that there are three impacts, namely psychological, social, and medical impacts. Among the psychological impacts are changing a person to be more aggressive, impulsive, and always thinking dirty thoughts. AbstrakPornografi dapat diartikan sebagai tulisan atau gambar tubuh manusia yang secara seksual atau terbuka dengan tujuan memenuhi hasrat seksual. Dampak dari pornografi sendiri dapat merusak PFC (Pre Frontal Cortex) pada remaja yang mengalami masa pertumbuhan dimana otak masih berkembang atau berproses untuk mengatur emosi dan kognitif. Remaja yang secara terus menerus melihat konten pornografi akan mengalami adiksi. Adiksi merupakan suatu kondisi dimana individu memiliki ketergantungan baik secara fisik maupun mental. Tujuan penulisan artikel ini untuk menjelaskan dampak adiksi pornografi pada remaja yang masih mengalami masa pertumbuhan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualtatif deskriptif dengan mengumpulkan data melalui search engine berupa google schoolar dan academia.edu. Artikel relevan yang dihasilkan terdapat enam artikel jurnal terkait dengan dampak adiksi pornografi pada remaja baik secara psikologis, mental, dan medis. Dapat disimpulkan bahwa terdapat tiga dampak yaitu dampak psikis, sosial, dan dampak medis, diantara dampak psikis yaitu mengubah seseorang menjadi lebih agresif, implusif, dan selalu berpikir kotor.
Fenomena Fear of Missing Out dalam Partisipasi Konser Musik di Kalangan Masyarakat Indonesia Mukhtar, Amelia Dwi Rahmah; Rakhmaditya Dewi Noorizki
Flourishing Journal Vol. 3 No. 7 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v3i72023p261-268

Abstract

FoMO (Fear of Missing Out) is a psychological phenomenon that arises from curiosity and the urge to keep up with developments in the environment around us. Technology and social media platforms provide opportunities for access to ongoing trend information becoming easier. So it has an impact on the increasing number of individuals suffering from FoMO. This article aims to analyze the phenomenon of FoMO in the participation of music concerts that occurred in Indonesian society. The research method used is the study of literature by examining 1 journal article and 4 news articles that are relevant to the author's research. The data used in this research is secondary data, which is a type of data obtained indirectly. The reference sources used came from search results through the Google and Google Scholar search platforms, which are search systems dedicated to academic research and scientific publications. The data obtained was analyzed thematically to describe findings in the literature and to identify key themes as well as the interrelationship of information. This study revealed that the phenomenon of FoMO in the participation of music concerts in Indonesian society encourages individuals to follow the trend in order to avoid anxiety. AbstrakFoMO (Fear of Missing Out) merupakan fenomena psikologis yang timbul dari keingintahuan dan dorongan untuk terus mengikuti perkembangan yang sedang berlangsung di lingkungan sekitar kita. Teknologi dan platform media sosial memberikan peluang akses terhadap informasi trend yang sedang berlangsung menjadi lebih mudah. Sehingga berdampak pada meningkatnya jumlah individu yang mengalami FoMO. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis fenomena FoMO dalam partisipasi konser musik yang terjadi di kalangan masyarakat Indonesia. Metode penelitian yang digunakan berupa studi literatur menelaah 1 artikel jurnal dan 4 artikel berita yang relevan dengan penelitian penulis. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, merupakan jenis data yang diperoleh secara tidak langsung. Sumber referensi yang digunakan berasal dari hasil penelusuran melalui platform pencarian Google dan Google Scholar, yang merupakan sistem pencarian khusus untuk kajian akademik dan publikasi ilmiah. Data yang diperoleh dianalisis secara tematik untuk menggambarkan temuan dalam literatur dan mengidentifikasi tema-tema utama serta hubungan antar informasi. Penelitian ini mengungkap bahwa fenomena FoMO dalam partisipasi konser musik di kalangan masyarakat Indonesia mendorong individu untuk ikut trend demi menghindari kekhawatiran tertinggal.
Wewenang atau Otoritas dan Kekerasan Seksual Dikaji melalui Teori Kepribadian Mochammad Rafli Aditya Cahyadi; Natasya Azahra; Raissa Dwifandra Putri
Flourishing Journal Vol. 3 No. 5 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v3i52023p162-174

Abstract

Sexual violence is a coercive and harmful sexual activity for the victim. Data shows that sexual violence remains a serious problem in Indonesia and worldwide. Perpetrators of sexual violence often hold higher authority or power than the victims. This research aims to explore the correlation between authority or power and sexual violence, examining it through psychological factors using the framework of personality theories. The research employs a literature review method. The findings indicate that sexual violence is correlated with the authority or power held by the perpetrators. It is influenced by feelings of inferiority and superiority, as well as the perpetrators' failure to manage the principles of pleasure and reality. Perpetrators of sexual violence tend to have low scores in openness, indicating a lack of adherence to social norms. This study identifies new variables closely related to sexual violence, such as gender, culture, and social environment. The feelings of inferiority and superiority arise due to deeply rooted patriarchal cultures and social environments that do not prioritize the well-being of the victims. AbstrakKekerasan seksual merupakan aktivitas seksual yang bersifat memaksa dan merugikan korban. Data menunjukkan bahwa kekerasan seksual masih merupakan masalah serius baik di dunia maupun di Indonesia. Pelaku kekerasan seksual seringkali memiliki wewenang atau otoritas yang lebih tinggi dibandingkan dengan korban. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi korelasi antara wewenang atau otoritas dengan perilaku kekerasan seksual yang ditelaah dari faktor-faktor psikologis menggunakan kerangka teori kepribadian. Penelitian ini menggunakan metode literature review. Berdasarkan studi literatur yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa kekerasan seksual berkorelasi dengan wewenang atau otoritas yang dimiliki oleh pelaku. Kekerasan seksual dipengaruhi oleh perasaan inferior dan perasaan superior yang dimiliki pelaku kekerasan seksual. Perasaan inferior dan superior yang ada timbul karena adanya budaya patriarki yang sudah mengakar, dan lingkungan sosial yang kurang berpihak pada korban. Selain itu, perilaku kekerasan seksual juga dipengaruhi oleh kegagalan pelaku dalam mengelola prinsip kesenangan dan prinsip realitasnya. Pelaku kekerasan seksual didapatkan cenderung memiliki skor openness yang rendah karena kurang terbuka terhadap norma sosial. Selain wewenang atau otoritas, kekerasan seksual juga berhubungan dengan faktor – faktor lain seperti gender, budaya, dan lingkungan sosial.
Reviu Gambaran Perbedaan Perilaku dalam Latar Belakang Multikultural Lintas Budaya Qanita Audrey Apsarini; Mutia Husna Avezahra
Flourishing Journal Vol. 3 No. 5 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v3i52023p188-194

Abstract

The behavior of children and adolescents can vary from the background of the social, cultural, and economic environment where the child is raised. This literature review raises the topic of the behavior of people within different cultural backgrounds and several other aspects, such as socio-economics, from all over the world. This literature review aims to find out about the description of differences in children's backgrounds that can have impacts on certain aspects of children during their development periods that might affect their adult selves. This literature review was compiled by collecting a number of related and relevant articles regarding the differences shown in the development of children from various backgrounds around the world over the past 15 years that have been posted previously through several online journal database pages that the author can freely access. The author categorizes the results of this literature review into three parts, namely differences between cultures in Western countries (America and Europe), in Western versus non-Western countries (Africa versus Africa/America/Europe), and only in between Asian countries (Indonesia, Singapore, and Israel). AbstrakPerilaku anak-anak dan remaja dapat bervariasi dari bagaimana gambaran latar belakang lingkungan sosial, budaya, dan ekonomi dimana anak dibesarkan. Kajian literatur ini mengangkat topik mengenai perilaku manusia dengan latar belakang budaya, dan beberapa aspek lainnya seperti sosioekonomi, dari seluruh penjuru dunia. Kajian literatur ini bertujuan untuk mencari tahu mengenai bagaimana gambaran perbedaan latar belakang anak dapat berdampak pada aspek-aspek tertentu dalam diri anak pada masa perkembangannya sehingga berpengaruh pada diri dewasanya. Kajian literatur ini disusun dengan mengumpulkan sejumlah artikel yang berkaitan dan relevan mengenai perbedaan yang ditunjukkan dalam perkembangan anak dari berbagai latar belakang di penjuru dunia selama 15 tahun terakhir yang telah diunggah sebelumnya lewat beberapa laman online journals database yang dapat secara bebas diakses penulis. Penulis dapat mengkategorikan hasil kajian literatur yang diperoleh menjadi tiga bagian yaitu perbedaan antarkultur dalam negara di Barat (Amerika dan Eropa), dalam negara di Barat versus non-Barat (Afrika/Amerika/Eropa versus Asia), dan hanya dalam antarnegara di Asia saja (Indonesia, Singapura, dan Israel).
Hubungan antara Ketangguhan dan Kesejahteraan Psikologis pada Guru Sekolah Luar Biasa di Kota Malang Dewi Zahara; Yudi Tri Harsono
Flourishing Journal Vol. 3 No. 5 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v3i52023p195-204

Abstract

The purpose of this study was to examine the relationship between hardiness and the psychological well-being of special needs school teachers in Malang City. This study used a quantitative method with a correlational type with a sample of 163 special school teachers in Malang City. The sampling technique used in this study was a non-probability sampling technique with a purposive sampling type. The scale used is Kobasa's Dispositional resilience scale (DRS-45) (1979) which was later modified by Bartone (1995) and adapted by Muhammad Haidar Rizky (2022) to measure hardiness and Ryff's Scales of Psychological Well-Being which has been adapted by Eva & Bisri (2018) to measure psychological well-being. Hypothesis testing in this study used the Pearson correlation test. The results showed that hardiness has a relationship with psychological well-being in special education teachers in Malang City (r = 0.448 and p-value = 0.0000000020754). Based on the results of this study, it can be concluded that the higher the hardiness, the higher the psychological well-being of special education teachers in Malang City. AbstrakTujuan penelitian ini ialah menguji hubungan antara ketangguhan dengan kesejahteraan psikologis pada guru Sekolah Luar Biasa di Kota Malang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis korelasional dengan sampel sebanyak 163 guru SLB di Kota Malang. Teknik sampling yang dipilih di penelitian ini berupa teknik non probability sampling dengan jenis purposive sampling. Skala yang digunakan yaitu Dispositional Resilience Scale (DRS-45) milik Kobasa (1979) yang kemudian dimodifikasi oleh Bartone (1995) dan diadaptasi oleh Muhammad Haidar Rizky (2022) untuk mengukur ketangguhan dan Ryff's Scales of Psychological Well-Being yang telah diadaptasi oleh Eva & Bisri (2018) untuk mengukur kesejahteraan psikologis. Uji hipotesis di penelitian ini memakai uji korelasi pearson. Hasil penelitian membuktikan bahwasanya ketangguhan memiliki hubungan dengan kesejahteraan psikologis pada guru SLB di Kota Malang (r = 0,448 dan p value = 0,0000000020754). Berdasarkan hasil penelitian ini, bisa ditarik kesimpulan bahwasanya semakin tinggi ketangguhan, maka akan semakin tinggi kesejahteraan psikologis pada guru SLB di Kota Malang.

Page 10 of 21 | Total Record : 207