cover
Contact Name
Betty Masruroh
Contact Email
flourishing.journal@um.ac.id
Phone
+62341-552115
Journal Mail Official
flourishing.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jln. Semarang 5 Malang 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Flourishing Journal
ISSN : -     EISSN : 27979865     DOI : -
Core Subject : Social,
Flourishing Journal is an open-access and peer-reviewed journal dedicated to publishing research articles in the field of psychology. Flourishing Journal accepts research articles that have the potential to make a significant contribution to the exploration and development of psychology and behavioral sciences. Articles submitted to this journal must display a well-thought-out study design, appropriate data analysis, and interpretation.
Articles 302 Documents
Hubungan Antara Efikasi Diri Akademik dan Kesejahteraan Psikologis Pada Mahasiswa Universitas Negeri Malang Kuserawati, Selvia; Farida, Ika Andrini
Flourishing Journal Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i42022p277-290

Abstract

Abstract: Psychological well-being becomes an important factor for college students to carry out their taskand responsibility to achieve success at university. Compare to the previous research which showsa positive correlation between self-efficacy and psychological well-being of high school students ingeneral way, this study focused on academic self-efficacy in college students which aimed todiscover the correlation between academic self-efficacy and psychological well-being of the MalangState University’s students. The sampling technique used is cluster sampling with a total sample of259 students from the Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Faculty of Engineering, andFaculty of Psychology at the State University of Malang. The Academic Self-Efficacy (TASES) andpsychological well-being are used to collect the data. The methodes used are descriptive andcorrelational analysis. The results of this study indicate 67,2% of the Malang State University’sstudents have a high level of academic self-efficacy and 55,6% of them have a high level ofpsychological well-being. The results of correlation test showed a coefficient of 0,643 which meansthat there is a significant positive correlation between academic self-efficacy and psychologicalwell-being in Malang State University’s students. Through this research, it’s hoped that the MalangState University’s Students can improve their academic self-efficacy to achieve better psychologicalwell-being Abstrak: Kesejahteraan psikologis menjadi faktor penting bagi mahasiswa dalam melaksanakan tugas dantanggung jawab untuk mencapai kesuksesan di universitas. Temuan penelitian terdahulumenunjukkan bahwa ada hubungan positif efikasi diri dengan kesejahteraan psikologis pada siswasekolah menengah atas. Penelitian terdahulu cenderung meneliti efikasi diri secara umum padasiswa sedangkan penelitian ini berfokus pada efikasi diri akademik pada mahasiswa yang bertujuanuntuk mengetahui hubungan antara efikasi diri akademik dan kesejahteraan psikologis padamahasiswa Universitas Negeri Malang. Teknik sampling yang digunakan adalah cluster samplingdengan jumlah sampel sebesar 259 mahasiswa yang berasal dari Fakultas MIPA, Fakultas Teknik,dan Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang. Pengumpulan data menggunakan adaptasi dariThe Academic Self-Efficacy Scale (TASES) dan skala kesejahteraan psikologis. Analisis data yangdigunakan adalah analisis deskriptif dan korelasional. Hasil penelitian ini menunjukkan sebanyak67,2% mahasiswa Universitas Negeri Malang memiliki tingkat efikasi diri akademik yang tinggi dansebanyak 55,6% mahasiswa Universitas Negeri Malang memiliki tingkat kesejahteraan psikologisyang tinggi. Hasil uji korelasi menunjukkan koefisien sebesar 0,643 yang berarti ada hubunganpositif yang signifikan antara efikasi diri akademik dan kesejahteraan psikologis pada mahasiswaUniversitas Negeri Malang. Melalui penelitian ini diharapkan mahasiswa Universitas Negeri Malangdapat meningkatkan efikasi diri akademik untuk mencapai kondisi kesejahetraan psikologis yanglebih baik.
HUBUNGAN KEPRIBADIAN BIG FIVE DENGAN PERILAKU BERKENDARA BERISIKO PENGENDARA MOTOR SISWA SMA Fatmawiyati, Jati; Al Farizi, Reza Hanif; Chusniyah, Tutut
Flourishing Journal Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i42022p291-297

Abstract

Abstract: This research aims to determine the role of personality on risky driving behavior of high school students. This study is important to do, because the attitude of the motorbike rider causes a lot of traffic accidents. Data collection using the risky driving behavior scale from Iversen (2004) which has been adapted into Indonesian by Alfazi (2018) consists of 24 items. All items are valid with a validity value of 0.309–0.778 and a reliability of 0.688. Personality instrument uses Extra-Short Big Five Iventory-2 by Soto and John (2017) which has been adapted by Tresnawaty and Izdihar (2020) which consists of 15 items. The validity shows a value of 0.318–0.47 with a reliability of 0.611. The sample is 119 students of SMAN 1 Ngunut Tulungagung, grades 10-12 who rode motorbikes and distributed questionnaires using google form. Data analysis using multiple regression, previously tested for normality, linearity, and heteroscedasticity. The results of hypothesis testing show that personality is a predictor of risky driving behavior. However, when viewed pertrait, only agreeableness and neuroticism significantly affect risky driving behavior. Meanwhile, openness to experience, conscientiousness and extraversion are not significant. Abstrak: Tujuan pelaksanaan penelitiaan ini yakni untuk mengetahui peran kepribadian terhadap perilaku berkendara yang beresiko siswa SMAN. Penelitian ini penting untuk dilakukan, karena sikap pengemudi motor mengakibatkan banyak terjadi kecelakaan lalu lintas. Pengambilan data menggunakan skala risk driving behavior dari Iversen (2004) yang telah diadaptasi kedalam bahhasa Indonesia oleh Alfazi (2018) terdiri dari 24 aitem. Semua aitem valid dengan nilai validitas 0.309–0.778 dan reliabilitas 0.688. Instrumen kepribadian menggunakan Extra-Short Big Five Iventory-2 oleh Soto dan John (2017) yang telah diadaptasi oleh Tresnawaty dan Izdihar (2020) yang terdiri dari 15 aitem. Uji validitas menunjukkan nilai 0.318–0.47 dengan reliabilitas sebasar 0.611. Sampel 119 siswa SMAN 1 Ngunut Tulungagung, kelas 10-12 yang mengendarai sepeda motor dan penyebaran kuesioner menggunakan google form. Analisis data menggunakan Spearman Brown, karena saat dilakukan uji normalitas data tidak normasl. Hasil uji hipotesis menunjukkan tingkat signifikansi dibawah 0.05 (0.04<0.05), maka ada hubungan positif antara perilaku berkendara beresiko dengan neuroticism dan agreeableness, sedangkan hubungan opennes to experience, conscientiousness dan extraversion dengan perilaku berkendara beresiko tidak signifikan
Hubungan Tujuan Hidup Dan Resiliensi Pada Remaja Yang Kehilangan Orang Tua Karena Meninggal Mendadak Elya, Elya; Widyatno, Aryudho
Flourishing Journal Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i42022p298-314

Abstract

Abstract: One of the developmental tasks that teenagers must go through is an identity crisis. Parents play a role in directing adolescents towards self-identity, but there are adolescents who lose their parents due to death. The resilience needed to help teens deal with these difficult situations. So this is important to do, especially for teenagers who have lost their parents because they died directly. Factors that play an important role in resilience, namely the purpose of life, the purpose of life will affect how to think and interpret certain events. This study aims to determine the relationship between life goals and resilience in adolescents who lost their parents due to murder. This study uses a quantitative approach with a correlational method. Participants in the study were 99 people with purposive sampling technique in accordance with the criteria determined by the researcher. The instrument used to measure consists of two scales, the life goals scale which was developed based on the theory of Crumbaugh and Maholik (1964) (α=0.961) and the resilience scale which was developed based on the theory of Conor-Davidson (2003) (α = 0.959). The data analysis technique used is the person product moment, the correlation coefficient value is 0.877 with a significance of 0.001 (α 0.05) which can be said that there is a relationship between life and resilience with a very strong degree of relationship, the direction of the relationship is positive, which means the higher the purpose of life, the higher the resilience Abstrak: Tugas perkembangan yang harus dilalui remaja salah satunya yaitu krisis identitas. Orang tua berperan untuk mengarahkan remaja menuju identitas diri yang positif, namun terdapat remaja yang kehilangan orang tua karena meninggal dunia. Resiliensi dibutuhkan untuk membantu remaja bangkit dalam menghadapi situasi sulit tersebut. Sehingga penelitian ini penting dilakukan, khususnya pada remaja yang kehilangan orang tua karena meninggal secara mendadak. Faktor yang berperan penting dalam resiliensi yaitu, tujuan hidup akan mempengaruhi bagaimana cara berpikir dan memaknai peristiwa tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tujuan hidup dan resiliensi pada remaja yang kehilangan orang tua karena meninggal mendadak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Partisipan dalam penelitian sebanyak 99 orang dengan teknik purposive sampling sesuai dengan kriteria yang ditentukan oleh peneliti. Instrumen yang digunakan untuk mengukur terdiri dari dua skala, skala tujuan hidup dikembangkan berdasarkan teori Crumbaugh dan Maholik (1964) (α=0.961) dan skala resiliensi dikembangkan peneliti berdasarkan teori milik Conor-Davidson (2003) (α = 0,959). Teknik analisis data yang digunakan yaitu person product moment didapatkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,877 dengan signifikansi 0,001 (α ≤ 0,05) yang dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara tujuan hidup dengan resiliensi dengan derajat hubungan yang sangat kuat, arah hubungan pada variabel positif yang berarti semakin tinggi tujuan hidup maka semakin tinggi pula resiliensi
Burnout Sebagai Variabel Moderator Konflik Peran Ganda dengan Kepuasan Pernikahan pada Perempuan yang Bekerja Umaroh, Rikza Fitrotul; Hapsari, Ayu Dyah
Flourishing Journal Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i42022p315-331

Abstract

Abstract: Dual role conflict is a conflict between roles that occurs due to an imbalance in carrying out two roles at once, namely roles in family and work more often experienced by women who are wives and mothers. This study aims to determine the relationship of dual role conflict with marital satisfaction in working women and to moderate the relationship with the burnout variable . The population in this study are women who work in Klojen District, Malang City. Sampling used purposive sampling and amounted to 114 people. The scale used in the study includes a modified ENRICH (Evaluation and Nurturing Relationship Issues, Communication and Happiness) Marital Satisfaction Scale (EMS Scale ) (α=0.967, n=50), modified Work-Family Conflict scale (α=0.875, n=50), and modified The Maslach Burnout Inventory (MBI) (α=0.889, n=50 ). Data analysis used Spearmen's rho correlation and Moderated Regression Analysis (MRA). The results showed that dual role conflict had a significant negative relationship with marital satisfaction, the higher the dual role conflict, the lower the marital satisfaction of working women. In addition, burnout was able to moderate significantly by strengthening the relationship between dual role conflict and marital satisfaction. If the marital satisfaction is higher, the dual role conflict and burnout will be lower. Abstrak: Konflik peran ganda merupakan konflik antar peran yang terjadi akibat ketidak seimbangan di dalam menjalankan dua peran sekaligus, yakni peran dalam keluarga dan pekerjaan yang lebih sering dialami oleh perempuan dengan status sebagai istri dan ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konflik peran ganda dengan kepuasan pernikahan pada perempuan yang bekerja dan memoderasi hubungan tersebut dengan variabel burnout. Populasi dalam penelitian adalah perempuan yang bekerja di Kecamatan Klojen, Kota Malang. Pengambilan sampel menggunakan sampling purposive dan berjumlah 114 orang. Skala yang digunakan dalam penelitian meliputi modifikasi ENRICH (Evaluation and Nurturing Relationship Issues, Communication and Happiness) Marital Satisfaction Scale (EMS Scale) (α=0,967, n=50), modifikasi skala Work-Family Conflict (α=0,875, n=50), dan modifikasi The Maslach Burnout Inventory (MBI) (α=0,889, n=50). Analisis data menggunakan korelasi Spearmen’s rho dan Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik peran ganda memiliki hubungan negatif yang signifikan dengan kepuasan pernikahan, apabila konflik peran ganda semakin tinggi maka semakin rendah kepuasan pernikahan pada perempuan yang bekerja. Selain itu, burnout mampu memoderasi secara signifikan dengan memperkuat hubungan antara konflik peran ganda dengan kepuasan pernikahan. Apabila kepuasan pernikahan semakin tinggi maka konflik peran ganda dan burnout yang dimiliki akan semakin rendah
Pengaruh Media Bercerita Terhadap Pengembangan Nilai Moral Anak di Kelompok B TK Amanah Irma Dian Tristanti; Rizka Fibria Nugrahani
Flourishing Journal Vol. 3 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v3i42023p152-161

Abstract

Morals and education are crucial in relation to human life. Literature studies explain that education is a step toward developing each person's potential. One of the unique ways that can be done to teach moral values in early childhood is through the media of storytelling. This research was conducted to see the effect of storytelling media on the development of moral values of children in group B of Amanah Kindergarten. This research emphasizes an approach on a quantitative basis with an experimental method and related design, namely a non-randomized pretest-posttest control group. The population involved was 14 students who were divided into a control group and an experimental group. Based on the results of the study, there was a good change in the experimental group which was given the treatment and storytelling media, where storytelling media showed a significant relationship (p < .001) with the development of moral values in early childhood. AbstrakMoral dan pendidikan merupakan hal yang krusial dalam kaitannya dengan hidup manusia. Studi literatur menjelaskan jika pendidikan merupakan langkah atas upaya pengembangan potensi tiap orang sehingga dapat memaksimalkan potensi individu, di samping itu, juga menjadi wujud usaha atas pengembangan nilai moral yang baik khususnya untuk anak usia dini. Anak usia dini berada pada masa emas dari perkembangannya, sehingga penting dalam menggunakan cara yang unik untuk membuat anak memahami sesuatu hal, seperti nilai-nilai moral. Salah satu cara unik dapat dilakukan untuk mengajarkan nilai moral pada anak usia dini ialah dengan media bercerita. Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh media bercerita pada pengembangan nilai moral anak-anak di kelompok B TK Amanah. Riset ini menekankan pendekatan dengan basis kuantitatif dengan metode eksperimen dan terkait desainnya yakni non-randomized pretest-posttest control group. Populasi yang dilibatkan sebanyak 14 siswa yang dibagi terbagi menjadi kelompok kontrol dan kelompok eksperiemen. Berdasarkan dari hasil penelitian, terdapat perubahan yang baik pada kelompok eksperimen yang diberikan perlakuan dan media bercerita, dimana media bercerita menunjukkan hubungan yang signifikan (p < .001) dengan perkembangan nilai moral pada anak usia dini.
Kampanye lewat Media Sosial Mengenai Pentingnya Daerah Resapan Air Chandeni Dwi; Dimas Anggi; Fitriatul Khasanah; Tutut Chusniyah
Flourishing Journal Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v3i32023p74-78

Abstract

The land conversion that is carried out will be very beneficial for the community, but unfortunately a lot of development is being carried out on catchment land that is not in accordance with existing regulations and does not pay attention to the capabilities of the land. If the development is not in accordance with the existing provisions regarding land conversion in catchment areas, then negative things such as annual flooding that occurs in the lower plains will have a negative impact on the community and also the government. Therefore, one of the efforts to raise public awareness about water catchment areas is to provide a basic understanding of water catchment areas, and also how to protect water catchment areas. Implementation of a social media campaign by uploading posts about water catchment areas is one of the intervention efforts that can be implemented by the community to protect the environment. Then the results of the social media campaign program are very effective because they can reach all levels of society who read them. So as to increase public understanding about water catchment areas and also move in preventing negative impacts from the conversion of water catchment areas. AbstrakAlih fungsi tanah yang di jalankan akan sangat dapat bermanfaat bagi masyarakat namun sayangnya banyak pembangunan yang di lakukan di tanah resapan yang tidak sesuai dengan ketentuan yang ada dan tidak memperhatikan kemampuan tanah. Jika pembangunan pada alih fungsi lahan pada daerah tanah resapan tidak sesuai dengan ketentuan yang ada maka hal negatif seperti banjir tahunan yang terjadi di dataran yang lebih rendah akan menjadi dampak yang buruk bagi masyarakat dan juga pemerintah. Maka dari itu salah satu upaya utuk menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai daerah resapan air adalah dengan memberikan pemahaman dasar tentang daerah resapan air dan juga cara menjaga daerah resapan air. Pelaksanaan kampanye media sosial dengan cara mengunggah postingan mengenai daerah resapan air menjadi salah satu upaya intervensi yang dapat di terapkan oleh masyarakat untuk menjaga lingkungan. Hasil dari program kampanye media sosial inu menjadi sangat efektif karena dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat yang membacanya. Sehingga menambah pemahaman masyarakat mengenai daerah resapan air dan juga bergerak dalam mencegah dampak negatif dari alih fungsi daerah resapan air.
Lanskap Dinamika Skizofrenia: Studi Literatur Terkait Perilaku Pengidap Skizofrenia Aditya Putra Harwanto; Engki Triwahyudi; Raissa Dwifandra Putri
Flourishing Journal Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v3i32023p79-89

Abstract

Schizophrenia is a mental disorder involving all psychological aspects that are quite difficult to observe. One of the factors that can cause this disorder is genetic factors. People with schizophrenia have an increased risk of aggressive behavior. Most people with schizophrenia have behavioral disorder impulses in childhood and brain disorders that indicate abnormal neurological development. The purpose of this study is to examine how the landscape dynamics of behavior occur in schizophrenia sufferers with the aim of readers being able to understand symptoms, impacts, patterns of behavior, to intervention steps for people with schizophrenia disorders. Behavior patterns that usually arise in people with schizophrenia are aggressive, impulsive behavior that begins with the appearance of hallucinations and delusions. People with schizophrenia also have apathetic behavior and tend to be anti-social, they prefer to close themselves to their surroundings. Support from family and the surrounding environment is needed by people with schizophrenia. Based on the results of a literature review, it was found that expressive writing therapy also can be used by people with schizophrenia to deal with stress. AbstrakSkizofrenia merupakan suatu gangguan mental yang melibatkan seluruh aspek psikologis yang cukup sulit diamati. Salah satu faktor yang dapat menyebabkan gangguan ini ialah faktor genetik. Orang dengan gangguan skizofrenia memiliki peningkatan risiko untuk berperilaku agresif. Sebagian besar dari orang pengidap skizofrenia memiliki impuls gangguan perilaku pada masa kanak-kanak dan gangguan otak yang menunjukkan perkembangan neurologis abnormal. Adapun tujuan dari penelitian ini ialah mengkaji mengenai bagaimana lanskap dinamika perilaku yang terjadi pada penderita Skizofrenia dengan tujuan pembaca dapat memahami gejala, dampak, pola perilaku, hingga langkah intervensi pada pengidap gangguan skizofrenia. Pola perilaku yang biasa timbul pada pengidap skizofrenia adalah adanya perilaku agresif, impulsif yang diawali dari munculnya halusinasi serta delusi. Pengidap skizofrenia juga memiliki perilaku apatis serta cenderung anti-sosial, mereka lebih suka menutup diri pada lingkungan sekitarnya. Dukungan dari keluarga dan lingkungan sekitar sangat dibutuhkan oleh pengidap skizofrenia. Berdasarkan hasil kajian literatur juga didapatkan bahwa terapi expressive writing dapat digunakan para pengidap skizofrenia dalam mengatasi stres.
Regulasi Belajar Mahasiswa Rantau Jurusan Psikologi Semester 5 Universitas Negeri Malang yang Bekerja Ardha Reza Anabillah; Azzahra Fancika Putri Kurniawan; Mutia Husna Avezahra
Flourishing Journal Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v3i32023p90-103

Abstract

Working while in college or studying while working is not a new thing to be found in the world of lectures. There are many reasons for students. The challenge for students who also work is the division of time between study and work. One of the main competencies for successfully living life as a worker and a student is self-regulation learning. The purpose of this research is to find out how self-regulation learning is aimed at students at State University of Malang majoring in Psychology in semester 5 who live a life of migrating and working in terms of students' ability to regulate and monitor their thoughts, feelings, and behavior in carrying out their assignments. as a student who has responsibility as an academic scientist on campus and as a working person. This study uses a qualitative approach method. This study uses 5 people as informants. Using a phenomenological research type, research data were obtained by conducting participant observation, document analysis, in-depth interviews, and Focus Group Discussion (FGD). The results of the study show that the motivation behind them is studying while working because they want to live independently. AbstrakBekerja sambil kuliah atau kuliah sambil bekerja bukanlah hal baru ditemui dalam dunia perkuliahan. Ada banyak hal yang menjadi alasan bagi mahasiswa. Tantangan bagi mahasiswa yang juga bekerja adalah pembagian waktu antara kuliah dan bekerja. Salah satu kompetensi utama untuk sukses manjalani kehidupan sebagai seorang pekerja dan seorang mahasiswa ialah self-regulation learning. Tujuan dari diadakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana self-regulation learning yang ditujukan kepada mahasiswa Universitas Negeri Malang jurusan Psikologi pada semester 5 yang menjalani kehidupan merantau dan bekerja dalam kaitannya dalam hal kemampuan mahasiswa ketika mengatur dan memonitor pikiran, perasaan, dan perilakunya dalam menjalankan tugas sebagai mahasiswa yang mempunyai tanggung jawab sebagai ilmuwan akademik dikampus dan sebagai orang yang bekerja. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan 5 orang sebagai narasumber. Menggunakan tipe penelitian fenomenologi, data penelitian didapat dengan melakukan observasi partisipan, analisis dokumen, wawancara mendalam, dan Focus Group Discussion (FGD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi yang melatarbelakangi mereka berkuliah sambil bekerja karena ingin hidup secara mandiri
Keterkaitan Demensia dan Penyakit Parkinson pada Manusia Fadli Kamuli; Faiz Yunsar Hammam; Haikal Al Hafidz; Iqlima Pratiwi
Flourishing Journal Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v3i32023p104-109

Abstract

Dementia is a disease that can have lasting effects on sufferers. The vulnerable group for dementia is the elderly. Based on the scale, the elderly aged 70 years and over occupy the second highest position at 5.4%. Dementia has a progressive nature for the sufferer, where this can cause disturbances to the sufferer, such as cognitive decline to disturbances in the motor system so that in the end it will cause a disease called Parkinson's. The purpose of this study is to examine the relationship between dementia and Parkinson's in individuals. The method used is through a literature review. The results show that Parkinson's itself is a disease caused by a disturbance of the brain's nerves which triggers motor disturbances which are triggered by a dead or disrupted neuron system. Usualy Parkinson's disease is synonymous with symptoms of tremor when resting, rigidity, bradykinesia, and reduced or even loss of reflexes from body posture. The patient's risk of dementia and PD (Parkinson Disease) can be predicted by reviewing the visual size and retinal GCL (glion cell layer) and IPL (inner plexiform layer) volume. This examination includes an eye examination, retinal imaging with optical coherence tomography, visual assessments such as acuity and contrast sensitivity, visuoperception measures high levels of tilt tolerance and biologic movements. AbstrakDemensia merupakan suatu penyakit yang dapat menyebabkan efek berkelanjutan pada penderitanya. Kelompok rentan terhadap penyakit demensia ialah lansia. Lansia berdasarkan skala di usia 70 tahun ke atas menduduki posisi kedua tertinggi senilai 5,4%. Demensia memiliki sifat progresif bagi para penderitanya yang di mana hal ini dapat memberikan gangguan pada penderitanya seperti adanya penurunan kognitif hingga gangguan terhadap sistem motorik sehingga pada akhirnya nanti akan menyebabkan salah satu penyakit bernama Parkinson. Adapun tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengkaji keterkaitan antara demensia dan parkinson pada individu. Metode yang digunakan ialah melalui kajian literatur. Hasil menunjukkan bahwa Parkinson sendiri merupakan sebuah penyakit yang disebabkan adanya gangguan saraf otak yang memicu adanya gangguan motorik yang dipicu karena adanya sistem neuron yang mati atau terganggu. Biasanya penyakit Parkinson identik dengan gejala tremor ketika beristirahat, rigiditas, bradikinesia, dan berkurang atau bahkan hilangnya refleks dari postural tubuh. Risiko demensia dan PD (Parkinson Disease) pasien dapat diprediksi melalui peninjauan ukuran visual dan GCL (lapisan sel glion) retina dan volume IPL (lapisan pleksiform dalam). Pemeriksaan ini dilalui dengan diantaranya pemeriksaan mata, pencitraan retina dengan tomografi koherensi optik, penilaian visual seperti ketajaman dan sensitivitas kontras, ukuran visuoperception tingkat tinggi toleransi miring dan gerakan biologis.
Pengembangan Skala Kecemasan Korban Kekerasan Seksual: Modifikasi Skala Zung pada Kecemasan Aida Annisa Nur Kamila; Risky Nosa Pratami; Kara Lea Nata Duwi Anggraeni; Raissa Kumala Mumtaz; Femmi Nurmalitasari
Flourishing Journal Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v3i32023p110-119

Abstract

The self-rating anxiety scale by Zung is still widely used by researchers. However, there is no definite measurement tool for measuring anxiety in victims of sexual violence, both verbal and non-verbal. In fact, many studies conducted by researchers to test the anxiety of victims of sexual violence. Because of this, this study aims to modify the Zung scale as a development of the anxiety scale for victims of sexual violence. This study attempted to modify the item by adding context and updating the definition of anxiety according to the DSM-V. The content validity test was carried out by expert judgment, and trials were carried out to measure the item's discriminatory power, validity, and reliability. Validity was measured using three expert judgments. Discrimination power was measured using Corrected Item-Total Correlation, while reliability was measured using Cronbach's Alpha. The subjects in this study were 32 subjects. The results show that the items that successfully meet the validity and reliability are 20 items that represent 20 aspects consisting of affective and somatic symptoms. AbstrakSkala kecemasan self-rating anxiety scale oleh Zung masih banyak digunakan peneliti. Namun, skala kecemasan yang dikhususkan untuk mengukur kecemasan pada korban kekerasan seksual belum terdapat alat ukur yang pasti hingga saat ini, baik verbal maupun non-verbal. Padahal, banyak penelitian yang dilakukan untuk menguji kecemasan korban kekerasan seksual. Oleh karena hal tersebut penelitian inibertujuan untuk memodifikasi skala Zung sebagai pengembangan skala kecemasan korban kekerasan seksual. Penelitian ini berusaha untuk melakukan modifikasi aitem dengan menambahkan konteks dan memperbarui definisi kecemasan menyesuaikan dengan DSM-V. Uji validitas isi dilakukan dengan expert judgement, dan uji coba dilakukan untuk mengukur daya deskriminasi aitem, validitas, dan reliabilitas. Validitas diukur menggunakan tiga expert judgement. Daya diskriminasi diukur menggunakan Corrected Item-Total Correlation, sedangkan reliabilitas diukur menggunakan Alpha Cronbach. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 32 subjek. Hasilnya menunjukkan aitem yang berhasil memenuhi validitas dan reliabilitas 20 aitem yang mewakili 20 aspek yang terdiri dari gejala afektif dan somatik.

Page 10 of 31 | Total Record : 302