cover
Contact Name
Betty Masruroh
Contact Email
flourishing.journal@um.ac.id
Phone
+62341-552115
Journal Mail Official
flourishing.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jln. Semarang 5 Malang 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Flourishing Journal
ISSN : -     EISSN : 27979865     DOI : -
Core Subject : Social,
Flourishing Journal is an open-access and peer-reviewed journal dedicated to publishing research articles in the field of psychology. Flourishing Journal accepts research articles that have the potential to make a significant contribution to the exploration and development of psychology and behavioral sciences. Articles submitted to this journal must display a well-thought-out study design, appropriate data analysis, and interpretation.
Articles 302 Documents
Kampanye Media Sosial tentang “Air Pollution Awareness” Biji Bintang Binarani; Dewi Zahara; Dinda Dewi Auni; Firdha Rizki Nurulit; Tutut Chusniyah
Flourishing Journal Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v3i22023p44-47

Abstract

The campaign related to "air pollution awareness" on social media accounts aims to instill public awareness about the impact caused by air pollution. One of the media that can be used in implementing social campaigns is social media, which is online and fast. This social media campaign is expected to raise public awareness about the dangers of air pollution caused by motorized vehicles and make efforts to reduce air pollution that occurs in the surrounding environment. Results from the implementation of “air pollution awareness” that the researchers have carried out in conveying messages to the public regarding public awareness of air pollution for two days, the researchers conducted a survey at the end of the campaign by asking what and how they differed in their thoughts regarding before the campaign was carried out and after the campaign which is conducted. During one week of the air pollution awareness campaign carried out on social media, it can be seen that individuals have several opinions regarding air pollution. With this, it can be seen that social media campaign programs can provide understanding and awareness regarding the dangers of air pollution due to motorized vehicles to the community. AbstrakKampanye terkait "air pollution awareness" pada akun media sosial bertujuan untuk menanamkan kesadaran masyarakat mengenai dampak yang ditimbulkan dari polusi udara. Salah satu media yang dapat digunakan dalam pelaksanaan kampanye sosial adalah media sosial, yang memiliki sifat online dan cepat. Kampanye media sosial ini diharapkan dapat menimbulkan kesadaran masyarakat dalam mengetahui bahaya polusi udara akibat kendaraan bermotor dan melakukan upaya mengurangi polusi udara yang terjadi di lingkungan sekitar. Hasil dari pelaksanaan "air pollution awareness" yang telah peneliti lakukan dalam menyampaikan pesan kepada publik mengenai kesadaran masyarakat terhadap polusi udara selama dua hari didapatkan dengan melakukan survei di akhir kampanye dengan menanyakan apa dan bagaimana perbedaan pemikiran mereka terkait sebelum adanya kampanye yang dilakukan dengan setelah adanya kampanye yang dilakukan. Selama satu minggu kampanye mengenai kesadaran polusi udara dilakukan pada media sosial, dapat terlihat bahwa individu memiliki beberapa pendapat mengenai polusi udara. Dengan ini dapat diketahui bahwa program social media campaign dapat memberikan pemahaman dan kesadaran terkait bahayanya polusi udara akibat kendaraan bermotor pada masyarakat.
Sustainable Diet sebagai Intervensi Pengurangan Konsumsi Fast Food Berlebihan Nadhifa Salsabillah Riyadi; Tb Farhan Muhammad; Trisna Aulia Nur Rakhmah; Tutut Chusniyah
Flourishing Journal Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v3i22023p48-55

Abstract

This article was created based on concern for the impact of consumption fast food excess which can disrupt the health of the body, mental and even the environment The study aims to encourage people to take better care of themselves and the environment by reducing fast food consumption and adopting a healthy lifestyle through sustainable diet through a social media campaign on Instagram.. Sustainable diet chosen as a way to overcome this, because sustainable diet is a sustainable diet that has a low impact and contributes to food security, nutrition and health for future generations. This article uses literature review as the main method of writing. The references used are relevant literature, either in the form of books, book chapter, review article (review article), as well as research articles (research article). With counselling sustainable diet through social media, especially Instagram, is expected to be able to provide awareness and care for the health of the body and the environment. The results of the literature review show that a sustainable diet can be beneficial for health, food security, and environmentally friendly. AbstrakArtikel ini dibuat berdasarkan kepedulian terhadap dampak pengkonsumsian fast food secara berlebih yang mampu menganggu kesehatan tubuh, mental bahkan lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengajak masyarakat agar lebih peduli terhadap diri sendiri dan lingkungan dengan mengurangi konsumsi makanan cepat saji dan menerapkan pola hidup sehat dengan penerapan sustainable diet melalui kampanye yang dilakukan di media sosial yaitu Instagram. Sustainable diet dipilih sebagai cara untuk mengatasi hal tersebut, karena sustainable diet (diet berkelanjutan) memiliki dampak rendah dan memberikan kontribusi pada ketahanan pangan, gizi, dan kesehatan bagi generasi di masa depan. Artikel ini menggunakan literature review sebagai metode utama dalam penulisan. Referensi yang digunakan adalah literatur yang relevan, baik berupa buku, book chapter, artikel telaah (review article), maupun artikel penelitian (research article). Dengan adanya kampanye terkait diet berkelanjutan melalui media sosial khususnya Instagram, diharapkan dapat menimbulkan awareness dan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan tubuh dan lingkungan. Hasil literatur reviu menunjukan bahwa diet berkelanjutan merupakan salah satu jenis diet yang dapat bermanfaat tidak hanya untuk kesehatan, namun juga dapat bermanfaat bagi ketahanan pangan serta ramah lingkungan.
Ujaran Kebencian dalam Perspektif Teori Kepribadian dalam Psikologi Amelia; Nafidatul Mauliyah; Raissa Dwifandra Putri
Flourishing Journal Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v3i22023p61-73

Abstract

The development of social media makes it easy to communicate remotely. Apart from making it easier, social media is often used by some individuals to express anger in the form of utterances of hate towards others. Hate speech is a derogatory speech about personal or group characteristics, such as race, religion, gender, or even sexual orientation. Various factors can underlie this behavior. Meanwhile, the purpose of this study is to examine hate speech from the perspective of personality theory in psychology. The method used for data collection is a literature study. The results of this study indicate that hate speech can occur as a form of expression of emotions and conflicts that are not resolved in a person's subconscious mind. These unresolved conflicts and emotions lead to anxiety and psychological distress. Hate speech can appear as a form of a defense mechanism known as displacement. In addition, hate speech can also be done only for personal pleasure (trolling). This is used by individuals because their basic needs to feel safe and valued in everyday life are not met so individuals will develop basic anxiety which eventually leads to compulsive, neurotic, or aggressive behavior patterns, like trolling. Abstrak Perkembangan media sosial memberikan kemudahan untuk berkomunikasi dengan jarak jauh. Selain memudahkan, media sosial sering kali digunakan oleh beberapa individu untuk meluapkan kemarahan dalam bentuk ujaran kebencian kepada orang lain. Ujaran kebencian atau hate speech adalah ucapan yang menghina tentang karakteristik pribadi atau kelompok, seperti ras, agama, jenis kelamin, atau bahkan orientasi seksual. Beragam faktor dapat mendasari perilaku ini. Adapun, tujuan penelitian ini adalah mengkaji ujaran kebencian dalam perspektif teori kepribadian dalam psikologi. Metode yang digunakan untuk pengumpulan data yaitu studi literatur. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ujaran kebencian dapat terjadi sebagai bentuk ekspresi dari emosi dan konflik yang tidak selesai dalam pikiran bawah sadar seseorang. Konflik dan emosi yang tidak terselesaikan ini menyebabkan kecemasan dan tekanan psikologis. Ujaran kebencian dapat muncul sebagai bentuk mekanisme pertahanan yang disebut sebagai pelampiasan (displacement). Selain itu, ujaran kebencian dapat juga dilakukan hanya untuk kesenangan pribadi (trolling). Hal ini digunakan individu sebab kebutuhan dasar mereka akan rasa aman dan dihargai di kehidupan sehari-hari tidak terpenuhi sehingga individu akan mengembangkan kecemasan dasar yang akhirnya memunculkan pola perilaku kompulsif, neurotik, atau agresif salah satunya seperti trolling.
Hubungan Self-Esteem dan Impulsive Buying pada Produk Skincare Pengikut Akun Mention Confession di Twitter Michelle Thalia Roteng; Yudi Tri Harsono
Flourishing Journal Vol. 2 No. 11 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i112022p704-712

Abstract

With the development of beauty standards in Indonesia, the popularity of skincare and its purchasing interest has also increased. Technological advancements have made it easier to share and receive information related to skincare products, which influences their purchasing decisions, such as through the mention confession account on Twitter. There are various types of mentions confession account created for different discussion topics and information, the one that relevant with skincare products is @ohmybeautybank. This study aimed to explore the relationship between self-esteem and impulsive buying of skincare products among followers of the mention confession account on Twitter. Data was collected using questionnaire using incidental sampling with the following criteria: 1) followers of the @ohmybeautybank Twitter account, and 2) buyers and users of skincare products. A total of 201 respondents obtained. Data were analyzed using Spearman Rank correlation with SPSS Statistics version 25 for Windows. The results showed that 1) there was a significant negative correlation between the self-liking dimension and impulsive buying of skincare products among followers of the @ohmybeautybank account on Twitter, and 2) there was a significant negative correlation between the self-competence dimension and impulsive buying of skincare products among followers of the @ohmybeautybank account on Twitter. AbstrakSeiring dengan berkembangnya standar kecantikan di Indonesia, popularitas skincare dan minat pembeliannya juga semakin meningkat. Perkembangan teknologi kemudian memberikan kemudahan bagi individu dalam menyebarkan dan menerima informasi terkait produk skincare yang kemudian berpengaruh dalam pembelian, salah satunya melalui akun mention confession di Twitter. Terdapat beragam jenis mention confession yang dibuat untuk topik diskusi dan informasi yang berbeda-beda, terkait produk skincare akun yang berkaitan adalah akun @ohmybeautybank. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara self-esteem dan impulsive buying pada produk skincare pengikut akun mention confession di Twitter. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan teknik incidental sampling berdasarkan pada kriteria berikut, 1) pengikut akun Twitter @ohmybeautybank, dan 2) pembeli dan pengguna produk skincare. Dari penyebaran kuesioner didapatkan sebanyak 201 responden. Data dianalisis menggunakan teknik korelasi spearman rank dengan bantuan SPSS Statistics versi 25 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, 1) terdapat hubungan negatif yang signifikan antara dimensi self-liking dan impulsive buying pada produk skincare pengikut akun mention confession @ohmybeautybank di Twitter, dan 2) terdapat hubungan negatif signifikan antara dimensi self-competence dan impulsive buying pada produk skincare pengikut akun mention confession @ohmybeautybank di Twitter.
Hubungan antara Dukungan Sosial dan Burnout pada Mahasiswa Program Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (PKMI) Hidayat, Endi Dwi Prahyuono; Harsono, Yudi Tri
Flourishing Journal Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i42022p215-228

Abstract

Abstract: This study aims to determine the relationship between social support and burnout in students of the Indonesian Student Entrepreneurship Program (PKMI). The hypothesis of this study is the relationship between social support and burnout in PKMI students. The subjects of this study were 229 students participating in PKMI. The data collection in this study used questionnaires from two scales, namely the social support scale and the burnout scale. The social support scale is measured by the Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) consisting of 12 aitems belonging to Zimet.et al (1990) adapted by Eva and Bisri (2018) and the burnout scale, namely the Maschlach burnout inventory general survey (MBI-GS) consisting of 16 aitems made by Maslach and Jackson (1986) and adapted by Rizky (2021). Analysis of research data using Spearman Rank, and obtained a correlation coefficient between two variables of -0.191 with p≤0.05 which are in the weak category with a negative correlation direction. The results of this study showed a significant negative relationship between social support and burnout in PKMI students. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dan burnout pada mahasiswa Program Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (PKMI). Hipotesis penelitian ini adalah adanya hubungan antara dukungan sosial dan burnout pada mahasiswa PKMI. Subjek penelitian ini yaitu 229 mahasiswa peserta PKMI. Pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dari dua skala, yaitu skala dukungan sosial dan skala burnout. Skala dukungan sosial diukur dengan Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) terdiri dari 12 aitem milik Zimet. dkk (1990) yang di adaptasi oleh Eva dan Bisri (2018) dan skala burnout yaitu Maschlach burnout inventory general survei (MBI-GS) terdiri dari 16 aitem yang dibuat oleh Maslach dan Jackson (1986) dan diadaptasi oleh Rizky (2021). Analisis data penelitian menggunakan Spearman Rank, dan didapat koefisien korelasi antara dua variabel sebesar -0,191 dengan p≤0,05 yang masuk kategori lemah dengan arah korelasi yang negatif. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara dukungan sosial dan burnout pada mahasiswa PKMI.
HUBUNGAN PEER ATTACHMENT DENGAN SCHOOL CONNECTEDNESS PADA MAHASISWA ANGKATAN 2020 DI KOTA MALANG PADA MASA PANDEMI COVID-19 Rochmaniyah, Kharismatika; Tantiani, Farah Farida
Flourishing Journal Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i42022p229-238

Abstract

Abstract: The modification in learning methods due to the covid-19 pandemic can affect student school connectedness. Whereas school connectedness is needed because it has an impact on student learning motivation. One of the factors that support school connectedness is their peers. Therefore, this study aims to determine whether there is a relationship between peer, especially peer attachment, and school connectedness in the class of 2020 students in Malang City during the Pandemic Period. The population of this study was 34,704 students with a sample of 374 students obtained by incidental sampling technique. This study uses two measuring instruments: the school connectedness scale (α = 0.877) and the peer attachment scale (α = 0.906). The results of Pearson's product moment correlation analysis show that peer attachment has a positive relationship with School connectedness (p < 0.05) with a correlation coefficient of 0.314. Based on this research, It was concluded that there was a positive relationship between peer attachment and school connectedness among the class of 2020 students in Malang City during the Covid-19 pandemic. Abstrak: Perubahan metode pembelajaran dari luar jaringan (luring) ke metode pembelajaran dalam jaringan (daring) akibat pandemi covid-19 dapat mempengaruhi keterhubungan mahasiswa dengan kampusnya, atau disebut school connectedness. Padahal school connectedness dibutuhkan agar mahasiswanya tetap terhubung dengan kampus dan berdampak pada motivasi belajar mahasiswa. Salah satu faktor yang dapat mendukung school connectedness adalah hubungan teman sebaya yang positif. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara teman sebaya yang positif, khususnya peer attachment dengan school connectedness pada mahasiswa angkatan 2020 di Kota Malang pada Masa Pandemi. Populasi penelitian ini sejumlah 34.704 mahasiswa angkatan 2020 di Kota Malang dengan sampel berjumlah 374 diperoleh dengan teknik incidental sampling. Penelitian ini menggunakan dua alat ukur yaitu skala school connectedness (α= 0,877) dan skala peer attachment (α = 0,887). Hasil analisis korelasi product moment pearson menunjukkan bahwa peer attachment memiliki hubungan yang positif dengan School connectedness (p < 0,05) dengan nilai koefisien korelasi 0,314. Berdasarkan penelitian disimpulkan bahwa ada hubungan positif antara peer attachment dengan school connectedness pada mahasiswa angkatan 2020 di Kota Malang pada masa pandemi Covid-19.
Negara dan Kediktatoran: Perspektif Psikologi Sosial Utami, Masita; Sa’id, Mochammad
Flourishing Journal Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i42022p239-246

Abstract

Abstract: Leaders are almost always needed in a group or organizational situation, including a state, which has the purpose of making decisions. One style of leadership is authoritarian leadership. Leaders who embrace this leadership style are called dictators and the state or government led by dictators is called the dictatorship. However, empirical researches in psychology on dictatorship phenomena are still rarely done. Therefore, we expect this paper will encourage more empirical researches on this phenomenon in the field of psychology, especially social psychology. This article was written with a literature review approach from a variety of relevant sources: books, book chapters, review articles, and research articles. The perspective used is social psychological perspective because in our opinion it is more precise and comprehensive. The results of literature review show that dictatorship consists of three types: monarchic dictatorship, military dictatorship, and civilian dictatorship. The figure of a dictator in dictatorship state has narcissism trait classified in the Dark Triad characteristics. The dictatorship state has two main problems namely power-sharing and authoritarian control. Empirically, dictatorship practices have more negative than positive impacts on a state. In addition, dictatorship practices are also contrary to the nature of leadership should be played by a state leader. Abstrak: Pemimpin hampir selalu dibutuhkan dalam situasi kelompok atau organisasi, termasuk dalam sebuah negara, yang memiliki tujuan untuk membuat keputusan. Salah satu gaya kepemimpinan adalah kepemimpinan otoriter yang identik dengan kepemimpinan sewenang-wenang. Pemimpin yang menganut gaya kepemimpinan ini disebut dengan diktator dan negara atau pemerintahan yang dipimpin oleh diktator disebut dengan kediktatoran. Namun demikian, penelitian empiris di bidang psikologi mengenai fenomena kediktatoran masih jarang dilakukan. Oleh karena itu, tulisan ini diharapkan dapat mendorong lahirnya riset-riset empiris di bidang psikologi, khususnya psikologi sosial, mengenai fenomena kediktatoran. Artikel ini ditulis dengan pendekatan telaah literatur (literature review) dari berbagai sumber yang relevan, baik itu berupa buku, book chapter, artikel telaah, maupun artikel penelitian. Perspektif yang digunakan adalah perspektif psikologi sosial karena dianggap lebih tepat dan komprehensif. Hasil telaah literatur menunjukkan bahwa kediktatoran terdiri dari tiga jenis, yaitu monarchic dictatorship, military dictatorship, dan civilian dictatorship. Sosok diktator dalam negara kediktatoran biasanya memiliki trait kepribadian narsisisme yang tergolong dalam karakteristik Dark Triad. Negara kediktatoran memiliki dua masalah utama yaitu power-sharing dan authoritarian control. Secara empiris, praktik kediktatoran memiliki lebih banyak dampak negatif daripada positif bagi sebuah negara. Selain itu, praktik kediktatoran juga bertentangan dengan hakikat kepemimpinan yang harusnya diperankan oleh seorang pemimpin negara.
Hubungan Self Awareness dan Kematangan Karir Siswa SMK “X” Blitar Fortuna, Nirma Dewi; Bisri, Mohammad; Priyambodo, Aji Bagus; Hapsari, Ayu Dyah
Flourishing Journal Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i42022p247-256

Abstract

Abstract: The purpose of this study was to determine whether there is a relationship between self-awareness and career maturity of SMK "X" Blitar students. This study uses a quantitative research approach with a correlational research design. The population of this study was 137 students majoring in hospitality at SMK "X" Blitar with a sample of 102 students aged 15-20 years who were determined using accidental sampling technique. This study uses two instruments, namely the self-awareness scale and the career maturity scale. The self-awareness scale was adapted from Arabsharhangi & Noorozi (2014). The self-awareness scale consists of 39 items that are tested with the item discriminating power test with a correlation coefficient range of 0.30-0.819 and has a reliability of 0.923. The career maturity scale was constructed by researchers based on Donald E. Super's career maturity aspect. The maturity scale consists of 42 items that were tested with the item discriminating power test with a correlation coefficient range of 0.301-0.753 and has a reliability of 0.926. The results of data analysis show that the highest level of career maturity and self-awareness of students is in the high category. The hypothesis was tested using the Pearson's product moment technique and obtained a correlation coefficient of 0.465 with p = 0.000 (p 0.05). The test results show that there is a significant positive relationship between self-awareness and career maturity. These results indicate that the higher self-awareness, the higher the level of career maturity, where students are able to realize all the strengths, weaknesses, talents, interests and potentials that have an impact on students. Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya hubungan self awareness dan kematangan karir siswa SMK “X” Blitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Populasi penelitian ini adalah 137 siswa jurusan perhotelan di SMK “X” Blitar dengan jumlah sampel 102 siswa berusia 15-20 tahun yang ditentukan menggunakan teknik accidental sampling. Penelitian ini menggunakan dua instrumen yaitu skala self awareness dan skala kematangan karir. Skala self awarness diadaptasi dari Arabsharhangi & Noorozi (2014). Skala self awareness terdiri dari 39 item yang diuji dengan uji daya beda item dengan rentang nilai koefisien korelasi item-total 0,30-0,819 dan memiliki reliabilitas 0,923. Skala kematangan karir dikonstruksikan peneliti berdasarkan aspek kematangan karir Donald E. Super. Skala kematangan karir terdiri dari 42 item yang diuji dengan uji daya beda item dengan rentang nilai koefisien korelasi item-total 0,301-0,753 dan memiliki reliabilitas 0.926. Hasil analisis data menunjukan bahwa tingkat kematangan karir dan self awareness siswa mayoritas berada pada kategori tinggi. Hipotesis diuji menggunakan teknik pearson’s product moment dan diperoleh koefisien korelasi sebesar 0,465 dengan p=0,000 (p ≤ 0,05). Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara self awareness dan kematangan karir. Hasil ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat self awareness maka semakin tinggi pula tingkat kematangan karir siswa, dimana siswa mampu menyadari segala kekuatan, kelemahan, bakat, minat dan potensi yang berdampak pada kematangan karirnya.
HUBUNGAN ANTARA SELF REGULATED LEARNING DAN KONFLIK PERAN PADA MAHASISWA PENGURUS UNIT KEGIATAN MAHASISWA (UKM) UNIVERSITAS NEGERI MALANG Liza, Nur; Farida, Ika Andrini; Priyambodo, Aji Bagus; Harsono, Yudi Tri
Flourishing Journal Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i42022p257-266

Abstract

Abstract: Students are obliged to complete their studies, but this is easy because students have a lot of activities to do both academic and non-academic (extracurricular), so students who join the unit often experience role conflicts between students and academic activities. The purpose of this study was to describe self-regulated learning and the role conflict of student administrators of the student activity unit of the State University of Malang and to determine the relationship between self-regulated learning and the conflict of roles of student administrators of the Student Activity Unit of the State University of Malang. The type of this research is quantitative research with correlational research design. Data collection in this study used a combination sampling technique between cluster random sampling and incidental sampling which obtained a subject of 123 students. The instruments used in this study are the self-regulated learning scale from Eva (2018) and the role conflict scale based on the definition according to Greenhaus & Beutell. This study uses product moment correlation data analysis. From data analysis obtained correlation coefficient -0.207 with p 0.022 (p < 0.05). It is recommended that students who experience role conflict can do independent learning by planning activities, making priority scales, making fun strategies to maintain motivation. Abstrak: Mahasiswa berkewajiban untuk menyelesaikan studinya, namun tidaklah mudah karena mahasiswa memiliki banyak aktivitas yang dilakukan baik aktivitas akademik maupun non akademik (ekstrakurikuler), sehingga mahasiswa yang mengikuti unit kegiatan mahasiswa sering mengalami konflik peran antara kegiatan organisasi dan kegiatan akademik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran self regulated learning dan konflik peran mahasiswa pengurus unit kegiatan mahasiswa Universitas Negeri Malang serta mengetahui hubungan antara self regulated learning dan konflik peran mahasiswa pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa Universitas Negeri Malang. Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian korelasioal. Pengambilan data pada penelitian ini menggunakan teknik sampling kombinasi antara cluster random sampling dan insidental sampling yang memperoleh subjek sebesar 123 mahasiswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala self regulated learning dari Eva (2018) dan skala konflik peran yang berdasarkan definisi menurut Greenhaus & Beutell. Penelitian ini menggunakan analisis data korelasi product moment. Dari analisis data diperoleh koefisien korelasi -0,207 dengan p 0,022 (p < 0,05). Disarankan bagi mahasiswa yang mengalami konflik peran dapat melakukan self regulated learning dengan cara membuat perencanaan aktivitas, membuat skala prioritas, membuat strategi yang menyenangkan untuk mempertahankan motivasi.
HUBUNGAN ANTARA HARGA DIRI DAN OPTIMISME DALAM MENGHADAPI DUNIA KERJA PADA MAHASISWA Safitri, Nurmala; Farida, Ika Andrini; Eva, Nur; Puspitasari, Dwi Nikmah
Flourishing Journal Vol. 2 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v2i42022p267-276

Abstract

Abstract: The high competition in entering the world of work requires optimism in prospective job seekers, 8th semester undergraduate students are one of them. The optimism variable has often been studied before, but research on optimism in the context of facing the world of work has not been done much. So far, no research has been found that examines the relationship between self-esteem and optimism in the world of work. This study aims to determine the relationship between self-esteem and optimism in facing the world of work in final year students. The research participants were 134 undergraduate students from the 2018 class who were taking semester 8 at the State University of Malang who were selected using cluster random sampling and accidental sampling techniques. The data collection method used a questionnaire consisting of a self-esteem scale with a reliability of 0.8587 and a scale of optimism in facing the world of work with a reliability of 0.936. The hypothesis was tested using Pearson's product moment correlation with a coefficient correlation of 0.620 (p < klo0.05). The results of this study indicate that there is a positive relationship between self-esteem and optimism in facing the world of work in 8th semester undergraduate students, State University of Malang, which means that the higher a person's self-esteem, the higher the level of optimism in facing the world of work. In order to have high optimism in facing the world of work, students are advised to increase their self-esteem. Abstrak: Tingginya persaingan dalam memasuki dunia kerja membutuhkan optimisme dalam diri para calon pencari kerja, mahasiswa S1 yang sedang menempuh semester 8 adalah salah satunya. Variabel optimisme sudah sering diteliti sebelumnya, namun penelitian tentang optimisme dalam konteks menghadapi dunia kerja masih belum banyak dilakukan. Sejauh ini belum didapati penelitian yang meneliti hubungan harga diri dan optimisme menghadapi dunia kerja. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan harga diri dan optimisme menghadapi dunia kerja pada mahasiswa tingkat akhir. Partisipan penelitian berjumlah 134 mahasiswa S1 angkatan 2018 yang sedang menempuh semester 8 di Universitas Negeri Malang yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling dan accidental sampling. Metode pengambilan data menggunakan kuesioner yang terdiri dari skala harga diri dengan reliabilitas sebesar 0,8587 dan skala optimisme menghadapi dunia kerja dengan reliabilitas sebesar 0,936. Hipotesis diuji menggunakan Pearson’s product moment correlation dengan hasil koefisien korelasi sebesar 0,620 (p < 0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan positif harga diri dengan optimisme menghadapi dunia kerja pada mahasiswa S1 semester 8 Universitas Negeri Malang yang artinya semakin tinggi harga diri seseorang maka semakin tinggi pula tingkat optimismenya dalam menghadapi dunia kerja. Guna memiliki optimisme menghadapi dunia kerja yang tinggi, mahasiswa disarankan untuk meningkatkan harga dirinya.

Page 9 of 31 | Total Record : 302