cover
Contact Name
Betty Masruroh
Contact Email
flourishing.journal@um.ac.id
Phone
+62341-552115
Journal Mail Official
flourishing.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jln. Semarang 5 Malang 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Flourishing Journal
ISSN : -     EISSN : 27979865     DOI : -
Core Subject : Social,
Flourishing Journal is an open-access and peer-reviewed journal dedicated to publishing research articles in the field of psychology. Flourishing Journal accepts research articles that have the potential to make a significant contribution to the exploration and development of psychology and behavioral sciences. Articles submitted to this journal must display a well-thought-out study design, appropriate data analysis, and interpretation.
Articles 207 Documents
Sustainable Diet sebagai Intervensi Pengurangan Konsumsi Fast Food Berlebihan Nadhifa Salsabillah Riyadi; Tb Farhan Muhammad; Trisna Aulia Nur Rakhmah; Tutut Chusniyah
Flourishing Journal Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v3i22023p48-55

Abstract

This article was created based on concern for the impact of consumption fast food excess which can disrupt the health of the body, mental and even the environment The study aims to encourage people to take better care of themselves and the environment by reducing fast food consumption and adopting a healthy lifestyle through sustainable diet through a social media campaign on Instagram.. Sustainable diet chosen as a way to overcome this, because sustainable diet is a sustainable diet that has a low impact and contributes to food security, nutrition and health for future generations. This article uses literature review as the main method of writing. The references used are relevant literature, either in the form of books, book chapter, review article (review article), as well as research articles (research article). With counselling sustainable diet through social media, especially Instagram, is expected to be able to provide awareness and care for the health of the body and the environment. The results of the literature review show that a sustainable diet can be beneficial for health, food security, and environmentally friendly. AbstrakArtikel ini dibuat berdasarkan kepedulian terhadap dampak pengkonsumsian fast food secara berlebih yang mampu menganggu kesehatan tubuh, mental bahkan lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengajak masyarakat agar lebih peduli terhadap diri sendiri dan lingkungan dengan mengurangi konsumsi makanan cepat saji dan menerapkan pola hidup sehat dengan penerapan sustainable diet melalui kampanye yang dilakukan di media sosial yaitu Instagram. Sustainable diet dipilih sebagai cara untuk mengatasi hal tersebut, karena sustainable diet (diet berkelanjutan) memiliki dampak rendah dan memberikan kontribusi pada ketahanan pangan, gizi, dan kesehatan bagi generasi di masa depan. Artikel ini menggunakan literature review sebagai metode utama dalam penulisan. Referensi yang digunakan adalah literatur yang relevan, baik berupa buku, book chapter, artikel telaah (review article), maupun artikel penelitian (research article). Dengan adanya kampanye terkait diet berkelanjutan melalui media sosial khususnya Instagram, diharapkan dapat menimbulkan awareness dan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan tubuh dan lingkungan. Hasil literatur reviu menunjukan bahwa diet berkelanjutan merupakan salah satu jenis diet yang dapat bermanfaat tidak hanya untuk kesehatan, namun juga dapat bermanfaat bagi ketahanan pangan serta ramah lingkungan.
Ujaran Kebencian dalam Perspektif Teori Kepribadian dalam Psikologi Amelia; Nafidatul Mauliyah; Raissa Dwifandra Putri
Flourishing Journal Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v3i22023p61-73

Abstract

The development of social media makes it easy to communicate remotely. Apart from making it easier, social media is often used by some individuals to express anger in the form of utterances of hate towards others. Hate speech is a derogatory speech about personal or group characteristics, such as race, religion, gender, or even sexual orientation. Various factors can underlie this behavior. Meanwhile, the purpose of this study is to examine hate speech from the perspective of personality theory in psychology. The method used for data collection is a literature study. The results of this study indicate that hate speech can occur as a form of expression of emotions and conflicts that are not resolved in a person's subconscious mind. These unresolved conflicts and emotions lead to anxiety and psychological distress. Hate speech can appear as a form of a defense mechanism known as displacement. In addition, hate speech can also be done only for personal pleasure (trolling). This is used by individuals because their basic needs to feel safe and valued in everyday life are not met so individuals will develop basic anxiety which eventually leads to compulsive, neurotic, or aggressive behavior patterns, like trolling. Abstrak Perkembangan media sosial memberikan kemudahan untuk berkomunikasi dengan jarak jauh. Selain memudahkan, media sosial sering kali digunakan oleh beberapa individu untuk meluapkan kemarahan dalam bentuk ujaran kebencian kepada orang lain. Ujaran kebencian atau hate speech adalah ucapan yang menghina tentang karakteristik pribadi atau kelompok, seperti ras, agama, jenis kelamin, atau bahkan orientasi seksual. Beragam faktor dapat mendasari perilaku ini. Adapun, tujuan penelitian ini adalah mengkaji ujaran kebencian dalam perspektif teori kepribadian dalam psikologi. Metode yang digunakan untuk pengumpulan data yaitu studi literatur. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ujaran kebencian dapat terjadi sebagai bentuk ekspresi dari emosi dan konflik yang tidak selesai dalam pikiran bawah sadar seseorang. Konflik dan emosi yang tidak terselesaikan ini menyebabkan kecemasan dan tekanan psikologis. Ujaran kebencian dapat muncul sebagai bentuk mekanisme pertahanan yang disebut sebagai pelampiasan (displacement). Selain itu, ujaran kebencian dapat juga dilakukan hanya untuk kesenangan pribadi (trolling). Hal ini digunakan individu sebab kebutuhan dasar mereka akan rasa aman dan dihargai di kehidupan sehari-hari tidak terpenuhi sehingga individu akan mengembangkan kecemasan dasar yang akhirnya memunculkan pola perilaku kompulsif, neurotik, atau agresif salah satunya seperti trolling.
Pengaruh Media Bercerita Terhadap Pengembangan Nilai Moral Anak di Kelompok B TK Amanah Irma Dian Tristanti; Rizka Fibria Nugrahani
Flourishing Journal Vol. 3 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v3i42023p152-161

Abstract

Morals and education are crucial in relation to human life. Literature studies explain that education is a step toward developing each person's potential. One of the unique ways that can be done to teach moral values in early childhood is through the media of storytelling. This research was conducted to see the effect of storytelling media on the development of moral values of children in group B of Amanah Kindergarten. This research emphasizes an approach on a quantitative basis with an experimental method and related design, namely a non-randomized pretest-posttest control group. The population involved was 14 students who were divided into a control group and an experimental group. Based on the results of the study, there was a good change in the experimental group which was given the treatment and storytelling media, where storytelling media showed a significant relationship (p < .001) with the development of moral values in early childhood. AbstrakMoral dan pendidikan merupakan hal yang krusial dalam kaitannya dengan hidup manusia. Studi literatur menjelaskan jika pendidikan merupakan langkah atas upaya pengembangan potensi tiap orang sehingga dapat memaksimalkan potensi individu, di samping itu, juga menjadi wujud usaha atas pengembangan nilai moral yang baik khususnya untuk anak usia dini. Anak usia dini berada pada masa emas dari perkembangannya, sehingga penting dalam menggunakan cara yang unik untuk membuat anak memahami sesuatu hal, seperti nilai-nilai moral. Salah satu cara unik dapat dilakukan untuk mengajarkan nilai moral pada anak usia dini ialah dengan media bercerita. Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh media bercerita pada pengembangan nilai moral anak-anak di kelompok B TK Amanah. Riset ini menekankan pendekatan dengan basis kuantitatif dengan metode eksperimen dan terkait desainnya yakni non-randomized pretest-posttest control group. Populasi yang dilibatkan sebanyak 14 siswa yang dibagi terbagi menjadi kelompok kontrol dan kelompok eksperiemen. Berdasarkan dari hasil penelitian, terdapat perubahan yang baik pada kelompok eksperimen yang diberikan perlakuan dan media bercerita, dimana media bercerita menunjukkan hubungan yang signifikan (p < .001) dengan perkembangan nilai moral pada anak usia dini.
Kampanye lewat Media Sosial Mengenai Pentingnya Daerah Resapan Air Chandeni Dwi; Dimas Anggi; Fitriatul Khasanah; Tutut Chusniyah
Flourishing Journal Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v3i32023p74-78

Abstract

The land conversion that is carried out will be very beneficial for the community, but unfortunately a lot of development is being carried out on catchment land that is not in accordance with existing regulations and does not pay attention to the capabilities of the land. If the development is not in accordance with the existing provisions regarding land conversion in catchment areas, then negative things such as annual flooding that occurs in the lower plains will have a negative impact on the community and also the government. Therefore, one of the efforts to raise public awareness about water catchment areas is to provide a basic understanding of water catchment areas, and also how to protect water catchment areas. Implementation of a social media campaign by uploading posts about water catchment areas is one of the intervention efforts that can be implemented by the community to protect the environment. Then the results of the social media campaign program are very effective because they can reach all levels of society who read them. So as to increase public understanding about water catchment areas and also move in preventing negative impacts from the conversion of water catchment areas. AbstrakAlih fungsi tanah yang di jalankan akan sangat dapat bermanfaat bagi masyarakat namun sayangnya banyak pembangunan yang di lakukan di tanah resapan yang tidak sesuai dengan ketentuan yang ada dan tidak memperhatikan kemampuan tanah. Jika pembangunan pada alih fungsi lahan pada daerah tanah resapan tidak sesuai dengan ketentuan yang ada maka hal negatif seperti banjir tahunan yang terjadi di dataran yang lebih rendah akan menjadi dampak yang buruk bagi masyarakat dan juga pemerintah. Maka dari itu salah satu upaya utuk menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai daerah resapan air adalah dengan memberikan pemahaman dasar tentang daerah resapan air dan juga cara menjaga daerah resapan air. Pelaksanaan kampanye media sosial dengan cara mengunggah postingan mengenai daerah resapan air menjadi salah satu upaya intervensi yang dapat di terapkan oleh masyarakat untuk menjaga lingkungan. Hasil dari program kampanye media sosial inu menjadi sangat efektif karena dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat yang membacanya. Sehingga menambah pemahaman masyarakat mengenai daerah resapan air dan juga bergerak dalam mencegah dampak negatif dari alih fungsi daerah resapan air.
Lanskap Dinamika Skizofrenia: Studi Literatur Terkait Perilaku Pengidap Skizofrenia Aditya Putra Harwanto; Engki Triwahyudi; Raissa Dwifandra Putri
Flourishing Journal Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v3i32023p79-89

Abstract

Schizophrenia is a mental disorder involving all psychological aspects that are quite difficult to observe. One of the factors that can cause this disorder is genetic factors. People with schizophrenia have an increased risk of aggressive behavior. Most people with schizophrenia have behavioral disorder impulses in childhood and brain disorders that indicate abnormal neurological development. The purpose of this study is to examine how the landscape dynamics of behavior occur in schizophrenia sufferers with the aim of readers being able to understand symptoms, impacts, patterns of behavior, to intervention steps for people with schizophrenia disorders. Behavior patterns that usually arise in people with schizophrenia are aggressive, impulsive behavior that begins with the appearance of hallucinations and delusions. People with schizophrenia also have apathetic behavior and tend to be anti-social, they prefer to close themselves to their surroundings. Support from family and the surrounding environment is needed by people with schizophrenia. Based on the results of a literature review, it was found that expressive writing therapy also can be used by people with schizophrenia to deal with stress. AbstrakSkizofrenia merupakan suatu gangguan mental yang melibatkan seluruh aspek psikologis yang cukup sulit diamati. Salah satu faktor yang dapat menyebabkan gangguan ini ialah faktor genetik. Orang dengan gangguan skizofrenia memiliki peningkatan risiko untuk berperilaku agresif. Sebagian besar dari orang pengidap skizofrenia memiliki impuls gangguan perilaku pada masa kanak-kanak dan gangguan otak yang menunjukkan perkembangan neurologis abnormal. Adapun tujuan dari penelitian ini ialah mengkaji mengenai bagaimana lanskap dinamika perilaku yang terjadi pada penderita Skizofrenia dengan tujuan pembaca dapat memahami gejala, dampak, pola perilaku, hingga langkah intervensi pada pengidap gangguan skizofrenia. Pola perilaku yang biasa timbul pada pengidap skizofrenia adalah adanya perilaku agresif, impulsif yang diawali dari munculnya halusinasi serta delusi. Pengidap skizofrenia juga memiliki perilaku apatis serta cenderung anti-sosial, mereka lebih suka menutup diri pada lingkungan sekitarnya. Dukungan dari keluarga dan lingkungan sekitar sangat dibutuhkan oleh pengidap skizofrenia. Berdasarkan hasil kajian literatur juga didapatkan bahwa terapi expressive writing dapat digunakan para pengidap skizofrenia dalam mengatasi stres.
Regulasi Belajar Mahasiswa Rantau Jurusan Psikologi Semester 5 Universitas Negeri Malang yang Bekerja Ardha Reza Anabillah; Azzahra Fancika Putri Kurniawan; Mutia Husna Avezahra
Flourishing Journal Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v3i32023p90-103

Abstract

Working while in college or studying while working is not a new thing to be found in the world of lectures. There are many reasons for students. The challenge for students who also work is the division of time between study and work. One of the main competencies for successfully living life as a worker and a student is self-regulation learning. The purpose of this research is to find out how self-regulation learning is aimed at students at State University of Malang majoring in Psychology in semester 5 who live a life of migrating and working in terms of students' ability to regulate and monitor their thoughts, feelings, and behavior in carrying out their assignments. as a student who has responsibility as an academic scientist on campus and as a working person. This study uses a qualitative approach method. This study uses 5 people as informants. Using a phenomenological research type, research data were obtained by conducting participant observation, document analysis, in-depth interviews, and Focus Group Discussion (FGD). The results of the study show that the motivation behind them is studying while working because they want to live independently. AbstrakBekerja sambil kuliah atau kuliah sambil bekerja bukanlah hal baru ditemui dalam dunia perkuliahan. Ada banyak hal yang menjadi alasan bagi mahasiswa. Tantangan bagi mahasiswa yang juga bekerja adalah pembagian waktu antara kuliah dan bekerja. Salah satu kompetensi utama untuk sukses manjalani kehidupan sebagai seorang pekerja dan seorang mahasiswa ialah self-regulation learning. Tujuan dari diadakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana self-regulation learning yang ditujukan kepada mahasiswa Universitas Negeri Malang jurusan Psikologi pada semester 5 yang menjalani kehidupan merantau dan bekerja dalam kaitannya dalam hal kemampuan mahasiswa ketika mengatur dan memonitor pikiran, perasaan, dan perilakunya dalam menjalankan tugas sebagai mahasiswa yang mempunyai tanggung jawab sebagai ilmuwan akademik dikampus dan sebagai orang yang bekerja. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan 5 orang sebagai narasumber. Menggunakan tipe penelitian fenomenologi, data penelitian didapat dengan melakukan observasi partisipan, analisis dokumen, wawancara mendalam, dan Focus Group Discussion (FGD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi yang melatarbelakangi mereka berkuliah sambil bekerja karena ingin hidup secara mandiri
Keterkaitan Demensia dan Penyakit Parkinson pada Manusia Fadli Kamuli; Faiz Yunsar Hammam; Haikal Al Hafidz; Iqlima Pratiwi
Flourishing Journal Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v3i32023p104-109

Abstract

Dementia is a disease that can have lasting effects on sufferers. The vulnerable group for dementia is the elderly. Based on the scale, the elderly aged 70 years and over occupy the second highest position at 5.4%. Dementia has a progressive nature for the sufferer, where this can cause disturbances to the sufferer, such as cognitive decline to disturbances in the motor system so that in the end it will cause a disease called Parkinson's. The purpose of this study is to examine the relationship between dementia and Parkinson's in individuals. The method used is through a literature review. The results show that Parkinson's itself is a disease caused by a disturbance of the brain's nerves which triggers motor disturbances which are triggered by a dead or disrupted neuron system. Usualy Parkinson's disease is synonymous with symptoms of tremor when resting, rigidity, bradykinesia, and reduced or even loss of reflexes from body posture. The patient's risk of dementia and PD (Parkinson Disease) can be predicted by reviewing the visual size and retinal GCL (glion cell layer) and IPL (inner plexiform layer) volume. This examination includes an eye examination, retinal imaging with optical coherence tomography, visual assessments such as acuity and contrast sensitivity, visuoperception measures high levels of tilt tolerance and biologic movements. AbstrakDemensia merupakan suatu penyakit yang dapat menyebabkan efek berkelanjutan pada penderitanya. Kelompok rentan terhadap penyakit demensia ialah lansia. Lansia berdasarkan skala di usia 70 tahun ke atas menduduki posisi kedua tertinggi senilai 5,4%. Demensia memiliki sifat progresif bagi para penderitanya yang di mana hal ini dapat memberikan gangguan pada penderitanya seperti adanya penurunan kognitif hingga gangguan terhadap sistem motorik sehingga pada akhirnya nanti akan menyebabkan salah satu penyakit bernama Parkinson. Adapun tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengkaji keterkaitan antara demensia dan parkinson pada individu. Metode yang digunakan ialah melalui kajian literatur. Hasil menunjukkan bahwa Parkinson sendiri merupakan sebuah penyakit yang disebabkan adanya gangguan saraf otak yang memicu adanya gangguan motorik yang dipicu karena adanya sistem neuron yang mati atau terganggu. Biasanya penyakit Parkinson identik dengan gejala tremor ketika beristirahat, rigiditas, bradikinesia, dan berkurang atau bahkan hilangnya refleks dari postural tubuh. Risiko demensia dan PD (Parkinson Disease) pasien dapat diprediksi melalui peninjauan ukuran visual dan GCL (lapisan sel glion) retina dan volume IPL (lapisan pleksiform dalam). Pemeriksaan ini dilalui dengan diantaranya pemeriksaan mata, pencitraan retina dengan tomografi koherensi optik, penilaian visual seperti ketajaman dan sensitivitas kontras, ukuran visuoperception tingkat tinggi toleransi miring dan gerakan biologis.
Pengembangan Skala Kecemasan Korban Kekerasan Seksual: Modifikasi Skala Zung pada Kecemasan Aida Annisa Nur Kamila; Risky Nosa Pratami; Kara Lea Nata Duwi Anggraeni; Raissa Kumala Mumtaz; Femmi Nurmalitasari
Flourishing Journal Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v3i32023p110-119

Abstract

The self-rating anxiety scale by Zung is still widely used by researchers. However, there is no definite measurement tool for measuring anxiety in victims of sexual violence, both verbal and non-verbal. In fact, many studies conducted by researchers to test the anxiety of victims of sexual violence. Because of this, this study aims to modify the Zung scale as a development of the anxiety scale for victims of sexual violence. This study attempted to modify the item by adding context and updating the definition of anxiety according to the DSM-V. The content validity test was carried out by expert judgment, and trials were carried out to measure the item's discriminatory power, validity, and reliability. Validity was measured using three expert judgments. Discrimination power was measured using Corrected Item-Total Correlation, while reliability was measured using Cronbach's Alpha. The subjects in this study were 32 subjects. The results show that the items that successfully meet the validity and reliability are 20 items that represent 20 aspects consisting of affective and somatic symptoms. AbstrakSkala kecemasan self-rating anxiety scale oleh Zung masih banyak digunakan peneliti. Namun, skala kecemasan yang dikhususkan untuk mengukur kecemasan pada korban kekerasan seksual belum terdapat alat ukur yang pasti hingga saat ini, baik verbal maupun non-verbal. Padahal, banyak penelitian yang dilakukan untuk menguji kecemasan korban kekerasan seksual. Oleh karena hal tersebut penelitian inibertujuan untuk memodifikasi skala Zung sebagai pengembangan skala kecemasan korban kekerasan seksual. Penelitian ini berusaha untuk melakukan modifikasi aitem dengan menambahkan konteks dan memperbarui definisi kecemasan menyesuaikan dengan DSM-V. Uji validitas isi dilakukan dengan expert judgement, dan uji coba dilakukan untuk mengukur daya deskriminasi aitem, validitas, dan reliabilitas. Validitas diukur menggunakan tiga expert judgement. Daya diskriminasi diukur menggunakan Corrected Item-Total Correlation, sedangkan reliabilitas diukur menggunakan Alpha Cronbach. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 32 subjek. Hasilnya menunjukkan aitem yang berhasil memenuhi validitas dan reliabilitas 20 aitem yang mewakili 20 aspek yang terdiri dari gejala afektif dan somatik.
Perilaku Phubbing pada Remaja dalam Hubungan Keluarga Faizah Rizqika Sugma Putri; Edwin Rochmad Mendiota; Fiola Rosa Anggela; Mutia Husna Avezahra
Flourishing Journal Vol. 3 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v3i42023p120-124

Abstract

The process of developing times makes the development of technology and the internet also become more sophisticated. This is in line with the many conveniences offered for everyday life, such as the growing development of communication tools such as Smartphones. But even so, the existing developments also have more or less negative impacts. One of the negative impacts is the emergence of phubbing behavior in the community. This study describes the background behind the emergence of phubbing behavior in adolescence, especially in family relationships. This study uses a qualitative approach with data collection techniques using semi-structured interviews and participant observation as a whole. The study results show that the cause of phubbing behavior in adolescents during family events is due to an obsession with smartphones and FoMO (Fear of Missing Out). The obsession with smartphones found in the participants indicated that they felt left behind in all forms of information when not using smartphones, which was done because the participants had been used to playing smartphones since childhood and were not involved in conversations when gathering with family. AbstrakProses berkembangnya zaman membuat perkembangan teknologi dan internet juga menjadi semakin canggih. Hal ini sejalan dengan banyaknya kemudahan yang ditawarkan untuk kehidupan sehari-hari, seperti semakin berkembangnya alat komunikasi seperti smartphone. Namun meskipun begitu, perkembangan yang ada juga sedikit banyak memiliki dampak negatif. Salah satu dampak negatif tersebut adalah munculnya perilaku phubbing pada masyarakat. Penelitian ini mendeskripsikan latar belakang di balik munculnya perilaku phubbing pada masa remaja, terutama dalam hubungan keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara semi-terstruktur dan observasi partisipan secara menyeluruh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab perilaku phubbing yang terjadi pada remaja saat acara keluarga adalah karena obsesi terhadap smartphone dan FoMO (Fear of Missing Out). Obsesi terhadap smartphone yang ditemukan dalam partisipan menunjukkan bahwa mereka merasa tertinggal akan segala bentuk informasi bila tidak menggunakan smartphone, yang mana hal tersebut dilakukan karena partisipan sudah dibiasakan bermain smartphone sejak kecil dan tidak dilibatkan dalam obrolan saat berkumpul dengan keluarga.
PMO dan Kaitannya dengan Otak dan Perilaku: Sebuah Kajian Literatur Melia Rahma Syafitri; Mochamad Rafianto Syahputra; Muhamad Yudha Nugraha; Iqlima Pratiwi
Flourishing Journal Vol. 3 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v3i42023p125-132

Abstract

PMO (Porn, Masturbation, and Orgasm) is an activity related to self-gratification through various sexual activities, such as watching pornography, masturbating, or imagining a certain person in order to satisfy sexual arousal. The number of news reports about sexual harassment cases and sexual activities or those related to pornography and the adverse effects caused are factors in conducting this research. The purpose of this literature review on PMO (Porn, Masturbation, and Organism) is to collect, synthesize, present, and include a comprehensive summary of existing research findings, identify emerging impacts, and be able to obtain newer information in existing research. The method used in this research is a literature review. A literature review is a literature search and research by reading books, journals, and other publications related to the research topic. The results showed that higher pornography consumption indicates smaller right caudate striatum GM volume. This has the possibility of a person having slowness in responding to motor stimuli. This study also produces several ways to avoid pornography, among others, by using information technology information media as well as possible, supporting government programs in implementing positive internet and applying the principle that pornography is a mistake. Abstrak PMO (Porn, Masturbation, dan Orgasm) merupakan sebuah aktivitas yang berhubungan dengan kepuasan diri melalui berbagai aktivitas seksual, seperti menonton pornografi, masturbasi, ataupun dengan membayangkan seorang tertentu guna untuk memuaskan gairah seksual. Banyaknya pemberitaan tentang kasus pelecehan seksual serta aktivitas seksual atau yang berkaitan dengan pornografi serta dampak buruk yang disebabkan menjadi faktor dilakukannya penelitian ini. Tujuan dari adanya literatur review mengenai PMO (Porn, Masturbation, dan Orgasm) ini adalah guna untuk mengumpulkan, menyintensis, dan menyajikan serta mencakup ringkasan yang komprehensif tentang temuan penelitian yang ada, mengidentifikasi dampak yang muncul, serta dapat memperoleh informasi yang lebih baru dalam penelitian yang ada. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian literatur. Kajian literatur merupakan penelusuran dan penelitian kepustakaan dengan cara membaca buku, jurnal, dan terbitan lainnya yang berkaitan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi pornografi yang lebih tinggi mengindikasikan volume GM kaudat kanan striatum lebih kecil. Hal ini memiliki kemungkinan seseorang untuk memiliki kelambatan dalam merespon rangsangan motorik. Penelitian ini juga menghasilkan beberapa cara untuk terhindar dari pornografi antara lain, dengan menggunakan media informasi teknologi informasi sebaik-baiknya, dukung program pemerintah dalam penerapan internet positif, dan menerapkan prinsip bahwa pornografi adalah sebuah kesalahan.

Page 9 of 21 | Total Record : 207