cover
Contact Name
Abdul Jalil
Contact Email
abduljalil@unmuhjember.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
p3di@unmuhjember.ac.id
Editorial Address
Jl. Karimata No. 49 Sumbersari Jember
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
National Multidisciplinary Sciences
ISSN : -     EISSN : 28096959     DOI : https://doi.org/10.32528/nms
Discover the diverse processes in National Multidisciplinary Sciences, with prospective papers from researchers and Community Service who are productive in their respective fields. Research and service reports support study demonstrations in current trends in society and observations through field research and Community Service that contribute to the development of studies. Psychology Philosophy and Behavioral Studies Sociology Law and Legal Studies Economics Language and Literature History Political Studies Islamic Studies Religion and Cultural Studies Art Tourism Remote Sensing Computer Science Civil engineering Material Science Applied Mathematics Aquaculture Plant Science Horticulture Soil Plant Science Agroforestry Forest Science Plant Protection Aquatic Processing Diversification MicrobiologyAstronomy Medical-surgical nursing Pediatric nursing Maternity nursing Community nursing Family nursing Gerontic nursing Psychiatric nursing Nursing management and palliative nursing Public health science Midwifery
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 6 (2025): Proceeding SEMARTANI 4" : 13 Documents clear
Pengaruh Pemberian Pupuk NPK Dan Pupuk Organik Cair (POC) Guano Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Pare Tanjung, Rafif Jauhar; Umarie, Iskandar; Oktarina, Oktarina
National Multidisciplinary Sciences Vol. 4 No. 6 (2025): Proceeding SEMARTANI 4
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk anorganik NPK dan pupuk organik cair (POC) guano terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman pare (Momordica charantia L.). Penelitian dilaksanakan di Desa Karangrejo, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor, yaitu dosis pupuk NPK (0, 10, 15, dan 20 g/tanaman) serta dosis POC guano (0, 100, 150, dan 200 ml/liter per tanaman) dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, diameter batang, jumlah cabang, umur berbunga, persentase bunga menjadi buah, panjang buah, berat basah dan kering buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk NPK berpengaruh nyata hingga sangat nyata terhadap beberapa parameter pertumbuhan dan produksi, terutama pada perlakuan N3 (20 g/tanaman) yang menghasilkan pertumbuhan dan produksi terbaik. Pemberian POC guano juga berpengaruh nyata hingga sangat nyata terhadap sebagian besar parameter, dengan perlakuan G3 (200 ml/liter) memberikan hasil terbaik. Interaksi antara pupuk NPK dan POC guano tidak berpengaruh nyata pada sebagian besar parameter, namun kombinasi perlakuan N3G3 menghasilkan respon terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman pare. Dengan demikian, penggunaan pupuk NPK dosis 20 g/tanaman dan POC guano 200 ml/liter merupakan kombinasi yang direkomendasikan untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman pare.
Pengaruh Variasi Suhu dan Waktu Destilasi Terhadap Karakteristik Kimia dan Rendemen Asap Cair dari Limbah Batang Tembakau Ramadhani, Hamry Nur; Wardhana, Danu Indra; Setiawan, Andika Putra
National Multidisciplinary Sciences Vol. 4 No. 6 (2025): Proceeding SEMARTANI 4
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asap cair dapat dibuat dari limbah pertanian atau perkebunan yang mengandung selulosa, hemiselulosa, dan lignin. Bahan-bahan ini dibakar dalam mesin yang dilengkapi pendingin untuk membantu mengembunkan uap, yang kemudian berubah menjadi cairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik rendemen dan kimia asap cair grade 1 dari hasil proses destilasi. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan mengunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk memcoba 3 perlakuan proses destilasi asap cair hasil dari proses pirolisis batang tembakau yang terdiri dari: P1 (100oC, 40 menit), P2 (110oC, 30 menit), P3 (120oC, 20 menit). Hasil menunjukkan bahwa suhu 120°C selama 20 menit menghasilkan rendemen tertinggi, yaitu 30,9% untuk Grade 2 dan 16,6% untuk Grade 1, dengan kecenderungan pH lebih rendah, kadar fenol menurun, dan kadar asam meningkat seiring kenaikan suhu, optimasi suhu dan waktu destilasi berperan penting dalam menentukan kualitas asap cair. Asap cair dari limbah tembakau berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan tambahan alami pada industri pangan untuk menggantikan pengawet sintetis.
Pengaruh Dosis Poc Bonggol Pisang Dan Pupuk Kandang Ayam Dalam Meningkatkan Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Kacang Panjang (Vigna sinensis L.) Agustian, Andre Leo; Widiarti, Wiwit; Suroso, Bejo
National Multidisciplinary Sciences Vol. 4 No. 6 (2025): Proceeding SEMARTANI 4
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kacang panjang (Vigna sinensis L.) merupakan salah satu jenis sayuran yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan digemari masyarakat karena kandungan gizinya yang lengkap, seperti protein, vitamin A, B, C, zat besi, kalsium, dan serat. Sayuran ini tidak hanya penting sebagai sumber protein nabati, tetapi juga bermanfaat dalam menyuburkan tanah dan memperbaiki nutrisi masyarakat. Produksi kacang panjang di Kabupaten Jember turun lebih dari 40% (dari 55.150 kwintal pada 2022 menjadi 30.935 kwintal pada 2023), sehingga diperlukan perbaikan praktik pemupukan organik. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh pupuk kandang ayam (0; 15; 30; 45 ton/ha) dan pupuk organik cair (POC) dari bonggol pisang (0; 67,5; 135; 202,5 ml/L) terhadap pertumbuhan dan hasil kacang panjang. Percobaan dilaksanakan di Desa Wirowongso Kecamatan Ajung, Jember (Desember 2024–Maret 2025) dengan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dan tiga ulangan; parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah dan panjang daun, diameter batang, umur berbunga, jumlah, panjang dan bobot polong per tanaman, serta bobot per plot. Analisis menggunakan ANOVA dan uji lanjutan DMRT (α = 5%). Hasil utama menunjukkan bahwa pupuk kandang ayam berpengaruh sangat nyata pada hampir semua parameter pertumbuhan dan hasil, sedangkan POC bonggol pisang berpengaruh signifikan pada beberapa parameter utama; selain itu terdapat interaksi positif antara kedua perlakuan. Kombinasi terbaik adalah POC 135 ml dengan pupuk kandang ayam 15 ton/ha, yang menghasilkan bobot polong rata-rata per tanaman 745,000 gram (≈111% lebih tinggi dibanding kontrol A0B0 = 405,000) dan bobot per plot 9210,000 g (≈121% lebih tinggi dibanding kontrol 4920,000g). Dengan demikian, aplikasi POC bonggol pisang 45 ml/L dikombinasikan dengan pupuk kandang ayam 15 ton/ha terbukti mampu meningkatkan produktivitas kacang panjang secara signifikan dan berkelanjutan.
Pengaruh Penambahan Bubuk Kacang Hijau Terhadap Kualitas Organoleptik dan Kandungan Protein Nugget Ikan Kembung Setiawan, Andi; Wardhana, Danu Indra; Setiawan, Andika Putra
National Multidisciplinary Sciences Vol. 4 No. 6 (2025): Proceeding SEMARTANI 4
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inovasi nugget sangat diperlukan untuk meningkatkan nilai gizi dan memenuhi permintaan konsumen akan makanan sehat. Umumnya nugget berbahan dasar ayam dan kurang variasi terutama varian berbasis ikan, maka penelitian ini untuk mendukung ketahanan pangan, meningkatkan pemanfaatan hasil perikanan lokal, serta menyediakan alternatif pangan fungsional yang lebih sehat. Tujuan dari penelitian ini untuk menguji kualitas organoleptik dan kadar protein nugget ikan kembung dengan penambahan bubuk kacang hijau. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan terdiri dari 3 formulasi penambahan bubuk kacang hijau. Parameter yang diamati meliputi uji organoleptik dan kadar protein. Uji organoleptik dilakukan oleh panelis kemudian dilakukan uji prosikmat, hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa perlakuan dengan penambahan bubuk kacang hijau 25% memperoleh nilai tertinggi. Analisis kadar protein menunjukkan pada nugget dengan penambahan bubuk kacang hijau 25% yaitu 17,40% sehingga kadar protein pada nugget ikan kembung dengan penambahan bubuk kacang hijau sebesar 25% sudah memenuhi syarat standar nasional. Hasil menunjukkan bahwa penambahan bubuk kacang hijau secara signifikan mempengaruhi karakteristik mutu pada produk. Formulasi 25% memberikan hasil terbaik dalam hal penerimaan panelis dan kandungan gizi. Penambahan bubuk kacang hijau 25% memberikan pengaruh yang signifikan terhadap mutu organoleptik dan kadar protein nugget ikan kembung (p<0,05).
Strategi Pengembangan Agroindustri Bawang Goreng Pada Umkm Sayuni Dengan Metode Swot (Strength, Weakness, Opportunity, Threat) Dan Ahp (Analytical Heirarchy Process) Saputra, Royhansyah; Setiawan, Andika Putra; Wardhana, Danu Indra
National Multidisciplinary Sciences Vol. 4 No. 6 (2025): Proceeding SEMARTANI 4
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Agroindustri bawang goreng memiliki potensi besar dalam mendukung perekonomian daerah serta memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat, terutama pada produk berbasis lokal yang autentik. Sejak berdiri pada tahun 2021, UMKM Sayuni telah memproduksi bawang goreng dengan kapasitas produksi 1 kuintal per hari, yang dikemas dalam bungkus 30 kg. UMKM Sayuni masih menghadapi sejumlah tantangan serius, di antaranya adalah masalah ketidakpastian pasokan bawang kupas untuk produksi, serta kelangkaan bahan baku yang kerap menghambat kelancaran operasional, promosi yang kurang optimal. Kabupaten Probolinggo, merupakan salah satu penghasil bawang merah terbesar di Provinsi Jawa Timur, menunjukkan potensi besar dalam produksi komoditas ini. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi pengembangan agroindustri bawang goreng di UMKM Sayuni, (2) menentukan strategi alternatif yang dapat diterapkan, dan (3) menetapkan strategi prioritas untuk pengembangan usaha tersebut. Metode yang digunakan adalah analisis SWOT untuk mengidentifikasi faktor internal, eksternal, dan strategi alternatif, serta metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan strategi prioritas. Penelitian ini melibatkan pengumpulan data melalui wawancara dan kuesioner dengan para ahli, pengusaha, dan stakeholder terkait. Hasil analisis SWOT menunjukkan terdapat lima alternatif strategi, yaitu: (1) mengoptimalkan produksi bawang goreng dengan skala besar dengan melakukan kerjasama dengan petani dan pemasok bawang merah, (2) pemasaran berbasis keunggulan lokasi dan keaslian produk lokal, (3) menggunakan keahlian untuk membentuk brand yang kuat Promosi berbasis edukasi kuliner, (4) promosi berbasis edukasi kuliner, dan (5) mengembangkan produk dengan strategi pemasaran berbasis rekomendasi konsumen. Selanjutnya, berdasarkan hasil analisis SWOT dan AHP, dihasilkan bahwa strategi 1 sangat direkomendasikan untuk diimplementasikan sebagai prioritas utama, karena menawarkan dampak terbesar dalam mendukung keberhasilan operasional dan pencapaian tujuan.
Strategi Peningkatan Efektivitas Dan Efisiensi Manajemen Rantai Pasok Agroindustri Buah Naga: Studi Kasus PT. Oreng Osing Banyuwangi Parsetyo, Lucky Wahyu; Wardhana, Danu Indra; Setiawan, Andika Putra
National Multidisciplinary Sciences Vol. 4 No. 6 (2025): Proceeding SEMARTANI 4
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Banyuwangi merupakan sentra utama produksi buah naga di Indonesia yang dapat mendukung tumbuhnya berbagai agroindustri berbasis buah naga, salah satunya adalah PT. Oreng Osing. Tetapi, efektivitas dan efisiensi manajemen rantai pasok pada industri ini masih menghadapi sejumlah kendala, yaitu belum optimalnya koordinasi antar pelaku rantai pasok, ketidak seimbangan nilai tambah, serta minimnya strategi perbaikan rantai pasok yang terintegrasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur dan kinerja rantai pasok, menghitung nilai tambah pada setiap pelaku rantai pasok, serta merumuskan strategi peningkatan efektivitas dan efisiensi manajemen rantai pasok pada PT. Oreng Osing. Metode yang digunakan meliputi pendekatan Supply Chain Operations Reference (SCOR) untuk analisis kinerja, metode Hayami untuk perhitungan nilai tambah, dan Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk perumusan strategi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur rantai pasok terdiri dari petani, pengepul, PT. Oreng Osing, retailer, dan konsumen. Kinerja rantai pasok berada pada kategori Sangat baik yaitu dengan bobot 95,09, sementara nilai tambah pada PT. Oreng Osing dari petani didapat dengan rasio nilai 44,73% hal ini dapat dibilang baik. Sedangkan, nilai tambah pada PT. Oreng Osing dari pengepul didapat dengan rasio nilai 46,40% hal ini dapat dibilang baik. Tetapi jika dibandingkan dengan rasio nilai tambah dari pengepul, nilai tambah dari petani lebih sedikit dan dari pengepul lebih banyak. Strategi prioritas yang direkomendasikan mencakup peningkatan koordinasi antar pelaku rantai, optimalisasi sumber daya, dan penguatan sistem logistik. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengambilan keputusan strategis untuk mendorong daya saing agroindustri buah naga secara berkelanjutan.
Optimalisasi Produksi Dan Vigor Benih Tanaman Mentimun (Cucumis Sativus L.) Melalui Teknik Pemangkasan Dan Pemberian Pupuk MAP Nugraha, Achmad Adithya Arya; Suroso, Bejo; Wijaya, Insan
National Multidisciplinary Sciences Vol. 4 No. 6 (2025): Proceeding SEMARTANI 4
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi mentimun di Jawa Timur mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir, yang salah satunya disebabkan oleh rendahnya mutu benih. Banyak petani masih menggunakan benih hasil tanam sendiri yang kualitasnya kurang terjamin, sehingga berdampak pada produktivitas. Upaya peningkatan mutu dan hasil dapat dilakukan melalui penerapan teknik budidaya yang tepat, seperti pemangkasan dan pemberian pupuk. Pemangkasan berfungsi mengatur distribusi assimilate agar pertumbuhan generatif lebih optimal, sedangkan pupuk Monoammonium Phosphate (MAP) dipilih karena mengandung nitrogen dan fosfor yang berperan penting dalam pembentukan bunga, buah, serta pengisian biji. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemangkasan dan pupuk MAP terhadap produksi dan vigor benih mentimun (Cucumis sativus L.). Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial 2 faktor dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah pemangkasan (P0: tanpa pemangkasan, P1: pemangkasan cabang ruas 1–5, P2: pemangkasan pucuk ruas ke-12, dan P3: kombinasi P1 dan P2), sedangkan faktor kedua adalah dosis pupuk MAP (M0: tanpa MAP, M1: 5 g/tanaman, M2: 15 g/tanaman, M3: 25 g/tanaman). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemangkasan berpengaruh sangat nyata (p<0,01) terhadap umur berbunga, jumlah buah per tanaman, dan bobot 100 benih, serta berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap panjang buah dan berat buah per tanaman. Pemberian pupuk MAP berpengaruh sangat nyata (p<0,01) terhadap berat buah per tanaman dan bobot 100 benih, serta nyata (p<0,05) terhadap umur berbunga dan jumlah buah per tanaman. Tidak ditemukan interaksi signifikan antarperlakuan. Secara praktis, pemangkasan yang tepat dan pemberian pupuk MAP dosis 15 g/tanaman dapat meningkatkan produktivitas serta mutu benih mentimun, sehingga mendukung ketersediaan benih bermutu bagi petani dan industri benih
Preferensi Konsumen Terhadap Pembelian Buah Melon Golden Aroma Hidroponik di DCM Farm House Desa Tambaksari Kidul, Kecamatan Kembaran Anggraeni, Nasha Nur; Utami, Pujiati; Watemin, Watemin
National Multidisciplinary Sciences Vol. 4 No. 6 (2025): Proceeding SEMARTANI 4
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Preferensi konsumen merupakan faktor penting dalam menentukan keberhasilan suatu produk di pasar. Meskipun minat terhadap produk hortikultura seperti melon golden aroma hidroponik terus meningkat, belum banyak studi yang secara spesifik mengkaji pengaruh atribut produk seperti rasa, aroma, tekstur, ukuran, warna, dan harga terhadap preferensi konsumen. Penelitian ini dilaksanakan di DCM Farm House Desa Tambaksari Kidul Kecamatan Kembaran. Penelitian ini bertujuan untuk : 1.) Mengetahui atribut yang paling dipertimbangkan konsumen 2.) Mengetahui atribut yang menjadi kesukaan atau preferensi konsumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode pengambilan sampel non-probability sampling melalui teknik accidental sampling. Jumlah responden sebanyak 50 orang. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui pengaruh atribut terhadap preferensi konsumen, serta metode Multiatribut Fishbein untuk mengukur tingkat sikap konsumen terhadap masing-masing atribut produk. Hasil penelitian ini yaitu : 1) Atribut buah melon golden aroma hidroponik yang paling dipertimbangkan yaitu rasa buah dan tidak terlalu dipertimbangkan yaitu harga buah. 2.) Hasil analisis Chi Square yaitu semuanya atribut signifikan atau berbeda nyata terhadap preferensi konsumen, nilai X2 hitung lebih besar dari X2 tabel, Kemudian untuk hipotesisnya yaitu H0 ditolak dan H1 diterima yang artinya terdapat pengaruh yang signifikam terhadap preferensi konsumen dari berbagai atribut.
Risiko Produksi Usahatani Padi Di Desa Kembang Kecamatan Tlogosari Kabupaten Bondowoso Mikala, Kawakibi Ahmad Fadhil; Untari, Wiwik Sri; Puryantoro, Puryantoro
National Multidisciplinary Sciences Vol. 4 No. 6 (2025): Proceeding SEMARTANI 4
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usahatani padi merupakan kegiatan pertanian yang berkontribusi besar terhadap ketahanan pangan nasional,. Penduduk di wilayah pedesaan seperti Desa Kembang, Kecamatan Tlogosari, Kabupaten Bondowoso mayoritas petani. Tantangan dalam produksi usahatani padi tersebut antara lain faktor benih, luas lahan, hama dan penyakit, ketersediaan pupuk, tenaga kerja, dan kurangnya penerapan teknologi yang dapat berdampak pada pendapatan petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat risiko produksi serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif pada 93 petani sebagai responden yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Data dikelompokkan pada tiga katagori luas lakan, yaitu 0,01-0,50 Ha, 0,501-1,00 Ha, dan 1.01-2,00 Ha. Analisis data dilakukan menggunakan koefisien variasi sebagai tolok ukur tingkat risiko pada masing-masing katagori dan penerimaan usahatani padi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko produksi pada kategori luas lahan 0,01-0,50 Ha sebesar 0,28 dengan penerimaan Rp. 2.557.070 ; luas lahan 0,501-1,00 Ha sebesar 0,13 dengan penerimaan Rp. 5.591.104 dan pada luas lahan 1,01-2,00 Ha sebesar 0,05 dengan penerimaan Rp. 8.010.780, berarti ketiga katagori berada pada tingkat resiko rendah, dimana tingkat resiko produksi menurun seiring dengan kenaikan katagori luas lahan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan manajemen risiko dalam pertanian sebagai dasar penyusunan strategi pembinaan petani secara lebih terarah, salah satu diantaranya dengan membuat sistem informasi petani. dengan melibatkan aspek kelembagaan dan akses pasar secara lebih komprehensif, serta pemantauan risiko secara berkala.
Respon Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Buncis (Phaseolus Vulgaris L.) Terhadap Pemberian Berbagai Dosis Poc Azolla Dan Pupuk Kandang Kambing Setiawan, Muhammad Bilal Akbar
National Multidisciplinary Sciences Vol. 4 No. 6 (2025): Proceeding SEMARTANI 4
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pupuk organik seperti Azolla dan pupuk kandang kambing berpotensi meningkatkan produktivitas tanaman buncis (Phaseolus vulgaris L.), namun dosis optimal dan interaksinya perlu dikaji lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh berbagai dosis pupuk organik cair (POC) Azolla dan pupuk kandang kambing serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan produksi buncis. Percobaan dilakukan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jember menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 16 kombinasi perlakuan (dosis POC Azolla: 240, 250, 260, 270 ml/tanaman; pupuk kandang kambing: 0, 3, 6, 9 kg/plot) dan 3 ulangan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, cabang primer, panjang buah, serta jumlah dan berat buah. POC Azolla 270 ml/tanaman signifikan meningkatkan jumlah daun dan cabang primer, sedangkan pupuk kandang kambing berpengaruh sangat nyata terhadap seluruh parameter vegetatif dan produksi, dengan dosis optimal 4,5 kg/m² (pertumbuhan) dan 3 kg/m² (produksi). Interaksi nyata teramati pada jumlah cabang primer 35 HST, dengan kombinasi A4K2 (270 ml Azolla + 3 kg/m² pupuk kandang) memberikan hasil terbaik. Kombinasi POC Azolla dan pupuk kandang kambing dapat meningkatkan produktivitas buncis, dengan rekomendasi dosis spesifik untuk target pertumbuhan atau hasil panen.

Page 1 of 2 | Total Record : 13