cover
Contact Name
Abdul Jalil
Contact Email
abduljalil@unmuhjember.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
p3di@unmuhjember.ac.id
Editorial Address
Jl. Karimata No. 49 Sumbersari Jember
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
National Multidisciplinary Sciences
ISSN : -     EISSN : 28096959     DOI : https://doi.org/10.32528/nms
Discover the diverse processes in National Multidisciplinary Sciences, with prospective papers from researchers and Community Service who are productive in their respective fields. Research and service reports support study demonstrations in current trends in society and observations through field research and Community Service that contribute to the development of studies. Psychology Philosophy and Behavioral Studies Sociology Law and Legal Studies Economics Language and Literature History Political Studies Islamic Studies Religion and Cultural Studies Art Tourism Remote Sensing Computer Science Civil engineering Material Science Applied Mathematics Aquaculture Plant Science Horticulture Soil Plant Science Agroforestry Forest Science Plant Protection Aquatic Processing Diversification MicrobiologyAstronomy Medical-surgical nursing Pediatric nursing Maternity nursing Community nursing Family nursing Gerontic nursing Psychiatric nursing Nursing management and palliative nursing Public health science Midwifery
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 297 Documents
Relayout Tata Letak Fasilitas Pengolahan Kopi Menggunakan SLP dan CPI di Perumda Perkebunan Kahyangan Jember Hidayat, Muhammad Fareza; Wardhana, Danu Indra; Setiawan, Andika Putra
National Multidisciplinary Sciences Vol. 4 No. 5 (2025): Proceeding SEMARTANI 4
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/nms.v4i5.802

Abstract

Tata letak fasilitas produksi adalah pengaturan posisi mesin dan area kerja dengan memperhatikan ruang dan alur pemindahan material agar efisien. Pada dasarnya perancangan layout yang baik penting untuk mendukung kelancaran dan efektivitas proses produksi. Tata letak yang tidak optimal dapat menyebabkan aliran kerja jadi terhambat, jarak perpindahan lebih jauh dan waktu yang dibutuhkan lebih lama, serta menurunkan efisiensi dan produktivitas secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan menghasilkan tata letak optimal dengan mengevaluasi kondisi existing layout yang ada agar alur material sesuai urutan proses. Hasil observasi di Perumda Perkebunan Kahyangan Jember menunjukkan penataan fasilitas dan aliran material belum tepat, sehingga terjadi arus bolak-balik, jarak perpindahan material terlalu jauh,dan terdapat fasilitas produksi yang menutupi pintu aliran produk ke gudang penyimpanan, membuat total perpindahan menjadi tinggi.Untuk itu, metode Systematic Layout Planning, mengumpulkan data lapanganm lalu menganalisis hubungan keterkaitan antar fasilitas, untuk membuat layout usulan dengan digambarkan dengan peta aliran proses dan diagram aliran proses, kemudian Composite Performance Index, sebagai metode perbandingan dengan menentukan faktor pnilaian lalu memberikan bobot kemudian membandingkan hasil, nilai layout tertinggi dipilih sebagai rekomendasi, lalu diverifikasi dengan membandingkan layout lama. Hasilnya, jarak perpindahan berkurang dari 58,56 meter menjadi 38,66 meter (hemat 33,98%), dan waktu pindah dari 446,2 detik turun menjadi 353,2 detik (hemat 20,84%).
Analisis Perilaku Konsumen Sayuran Hidroponik Di Kota Jember Wulandari , Fika Nanda; Hadi, Syamsul; Fauzi, Nurul Fathiyah
National Multidisciplinary Sciences Vol. 4 No. 5 (2025): Proceeding SEMARTANI 4
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/nms.v4i5.803

Abstract

Salah satu tren yang terus berkembang adalah permintaan akan produk sayuran hidroponik, sehingga Kota Jember menjadi pilihan tempat pengambilan sampel pada penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik konsumen serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi perilaku konsumen dalam membeli sayuran hidroponik di Kota Jember. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan secara accidental sampling terhadap 60 responden yang pernah membeli sayuran hidroponik di tiga kecamatan, yaitu Sumbersari, Patrang, dan Kaliwates. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert dan dianalisis menggunakan analisis deskriptif untuk menggambarkan profil responden, serta regresi linier berganda untuk menguji pengaruh faktor internal dan eksternal terhadap jumlah pembelian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumen sayuran hidroponik di Kota Jember didominasi perempuan, berusia 20–29 tahun, berpendidikan SMA/sederajat, dan bekerja sebagai wiraswasta dengan pendapatan antara Rp1.000.000–Rp3.000.000 per bulan. Uji F menunjukkan bahwa seluruh variabel bebas secara simultan berpengaruh signifikan terhadap perilaku konsumen pada taraf signifikansi 10%. Berdasarkan hasil uji t (parsial) bahwa yang berpengaruh secara parsial terhadap jumlah pembelian adalah variable ketersediaan dan variabel sikap Dimana nilai sig dari ke dua variabel ini ≤ 0,1 disimpulkan bahwa variabel sikap dan variabel ketersediaaan berpengaruh secara parsial terhadap jumlah pembelian.
Evaluasi Tingkat Kesuburan Tanah Pada Dua Sistem Budidaya Di Kawasan Pertanian, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo Romadhane , Firdauzy Rizqy; Tripama, Bagus; Hasbi, Hudaini
National Multidisciplinary Sciences Vol. 4 No. 5 (2025): Proceeding SEMARTANI 4
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/nms.v4i5.804

Abstract

Menurunnya kesuburan tanah dapat menjadi faktor utama yang mempengaruhi produktivitas tanah, sehingga penambahan unsur hara dalam tanah melalui proses pemupukan sangat penting dilakukan agar diperoleh produksi pertanian yang menguntungkan. Evaluasi status kesuburan tanah pada lahan pertanian di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo sangat penting dilakukan mengingat belum adanya data terbaru status kesuburan tanah di wilayah tersebut. Data yang diperoleh dapat dimanfaatkan sebagai data dasar dan sebagai acuan dalam pengelolaan kesuburan tanah untuk budidaya tanaman pertanian agar menguntungkan dan berkelanjutan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2024-Februari 2025. Pengambilan sampel tanah dengan teknik purpossive sampling di Kawasan Pertanian Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabuten Probolinggo. Jumlah titik pengambilan sampel yakni sebanyak 8 titik. Pada setiap titik pengambilan sampel dilakukan pengambilan sampel pada kedalaman lapisan olah dengan metode grid sampling dan diulang sebanyak tiga kali. Analisis sifat-sifat tanah dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Jember. Data dari masing-masing parameter sifat tanah pada beberapa sistem budidaya pertanian dianalisis menggunakan Uji-t (Independent) pada taraf kepercayaan 5% untuk mengetahui signifikansi antar sistem budidaya yang diterapkan. Analisis regresi dan korelasi dilakukan untuk mengetahui hubungan antara sifat-sifat tanah terhadap tingkat kesuburan tanah. Hasil penelitian menunjukkkan bahwa Sistem budidaya polikultur memiliki rata-rata kadar air, kadar N, kadar P dan kadar K yang lebih tinggi dibandingkan sistem budidaya monokultur, kecuali pada kandungan bahan organik. Tidak terdapat perbedaan tingkat kesuburan tanah antara sistem budidaya polikultur dan monokultur.
Analisis Tingkat Layanan dan Harapan Penyuluhan Pertanian Pada Usahatani Cabai Merah Besar (Capsicum Annum, L.) Di Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember Pamadi, Fajar; Hadi, Syamsul; Aulia, Anisa Nurina
National Multidisciplinary Sciences Vol. 4 No. 5 (2025): Proceeding SEMARTANI 4
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/nms.v4i5.805

Abstract

Cabai merah besar merupakan komoditas hortikultura yang telah banyak diusahakan oleh petani di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember. Penyuluhan merupakan pendidikan informal bagi petani dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas hidup petani dalam mengelola usahatani nya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) untuk mengetahui tingkat layanan penyuluh pertanian di Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember, (2) untuk mengetahui tingkat kepentingan (harapan) petani cabai merah besar atas layanan penyuluh pertanian di Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder dengan jumlah sampel 49 petani cabai merah besar. Analisis menggunakan deskriptif kualitatif melalui skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) tingkat layanan penyuluh pertanian di Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember dikategorikan baik dengan nilai persentase sebesar 69,47%, (2) tingkat kepentingan (harapan) petani cabai merah besar atas layanan penyuluh di Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember dikategorikan sangat penting dengan nilai persentase sebesar 83,02%. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan antara layanan yang diterima oleh petani dengan harapan petani. Oleh karena itu, perlu peningkatan kualitas bimbingan dari penyuluh guna mendukungkeberhasilan usahatani cabai merah besar di wilayah Kecamatan Ambulu.
Pengaruh Pemberian Pupuk NPK Dan Pupuk Organik Cair (POC) Guano Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Pare Tanjung, Rafif Jauhar; Umarie, Iskandar; Oktarina, Oktarina
National Multidisciplinary Sciences Vol. 4 No. 6 (2025): Proceeding SEMARTANI 4
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk anorganik NPK dan pupuk organik cair (POC) guano terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman pare (Momordica charantia L.). Penelitian dilaksanakan di Desa Karangrejo, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor, yaitu dosis pupuk NPK (0, 10, 15, dan 20 g/tanaman) serta dosis POC guano (0, 100, 150, dan 200 ml/liter per tanaman) dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, diameter batang, jumlah cabang, umur berbunga, persentase bunga menjadi buah, panjang buah, berat basah dan kering buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk NPK berpengaruh nyata hingga sangat nyata terhadap beberapa parameter pertumbuhan dan produksi, terutama pada perlakuan N3 (20 g/tanaman) yang menghasilkan pertumbuhan dan produksi terbaik. Pemberian POC guano juga berpengaruh nyata hingga sangat nyata terhadap sebagian besar parameter, dengan perlakuan G3 (200 ml/liter) memberikan hasil terbaik. Interaksi antara pupuk NPK dan POC guano tidak berpengaruh nyata pada sebagian besar parameter, namun kombinasi perlakuan N3G3 menghasilkan respon terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman pare. Dengan demikian, penggunaan pupuk NPK dosis 20 g/tanaman dan POC guano 200 ml/liter merupakan kombinasi yang direkomendasikan untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman pare.
Pengaruh Variasi Suhu dan Waktu Destilasi Terhadap Karakteristik Kimia dan Rendemen Asap Cair dari Limbah Batang Tembakau Ramadhani, Hamry Nur; Wardhana, Danu Indra; Setiawan, Andika Putra
National Multidisciplinary Sciences Vol. 4 No. 6 (2025): Proceeding SEMARTANI 4
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asap cair dapat dibuat dari limbah pertanian atau perkebunan yang mengandung selulosa, hemiselulosa, dan lignin. Bahan-bahan ini dibakar dalam mesin yang dilengkapi pendingin untuk membantu mengembunkan uap, yang kemudian berubah menjadi cairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik rendemen dan kimia asap cair grade 1 dari hasil proses destilasi. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan mengunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk memcoba 3 perlakuan proses destilasi asap cair hasil dari proses pirolisis batang tembakau yang terdiri dari: P1 (100oC, 40 menit), P2 (110oC, 30 menit), P3 (120oC, 20 menit). Hasil menunjukkan bahwa suhu 120°C selama 20 menit menghasilkan rendemen tertinggi, yaitu 30,9% untuk Grade 2 dan 16,6% untuk Grade 1, dengan kecenderungan pH lebih rendah, kadar fenol menurun, dan kadar asam meningkat seiring kenaikan suhu, optimasi suhu dan waktu destilasi berperan penting dalam menentukan kualitas asap cair. Asap cair dari limbah tembakau berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan tambahan alami pada industri pangan untuk menggantikan pengawet sintetis.
Pengaruh Dosis Poc Bonggol Pisang Dan Pupuk Kandang Ayam Dalam Meningkatkan Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Kacang Panjang (Vigna sinensis L.) Agustian, Andre Leo; Widiarti, Wiwit; Suroso, Bejo
National Multidisciplinary Sciences Vol. 4 No. 6 (2025): Proceeding SEMARTANI 4
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kacang panjang (Vigna sinensis L.) merupakan salah satu jenis sayuran yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan digemari masyarakat karena kandungan gizinya yang lengkap, seperti protein, vitamin A, B, C, zat besi, kalsium, dan serat. Sayuran ini tidak hanya penting sebagai sumber protein nabati, tetapi juga bermanfaat dalam menyuburkan tanah dan memperbaiki nutrisi masyarakat. Produksi kacang panjang di Kabupaten Jember turun lebih dari 40% (dari 55.150 kwintal pada 2022 menjadi 30.935 kwintal pada 2023), sehingga diperlukan perbaikan praktik pemupukan organik. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh pupuk kandang ayam (0; 15; 30; 45 ton/ha) dan pupuk organik cair (POC) dari bonggol pisang (0; 67,5; 135; 202,5 ml/L) terhadap pertumbuhan dan hasil kacang panjang. Percobaan dilaksanakan di Desa Wirowongso Kecamatan Ajung, Jember (Desember 2024–Maret 2025) dengan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dan tiga ulangan; parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah dan panjang daun, diameter batang, umur berbunga, jumlah, panjang dan bobot polong per tanaman, serta bobot per plot. Analisis menggunakan ANOVA dan uji lanjutan DMRT (α = 5%). Hasil utama menunjukkan bahwa pupuk kandang ayam berpengaruh sangat nyata pada hampir semua parameter pertumbuhan dan hasil, sedangkan POC bonggol pisang berpengaruh signifikan pada beberapa parameter utama; selain itu terdapat interaksi positif antara kedua perlakuan. Kombinasi terbaik adalah POC 135 ml dengan pupuk kandang ayam 15 ton/ha, yang menghasilkan bobot polong rata-rata per tanaman 745,000 gram (≈111% lebih tinggi dibanding kontrol A0B0 = 405,000) dan bobot per plot 9210,000 g (≈121% lebih tinggi dibanding kontrol 4920,000g). Dengan demikian, aplikasi POC bonggol pisang 45 ml/L dikombinasikan dengan pupuk kandang ayam 15 ton/ha terbukti mampu meningkatkan produktivitas kacang panjang secara signifikan dan berkelanjutan.
Pengaruh Penambahan Bubuk Kacang Hijau Terhadap Kualitas Organoleptik dan Kandungan Protein Nugget Ikan Kembung Setiawan, Andi; Wardhana, Danu Indra; Setiawan, Andika Putra
National Multidisciplinary Sciences Vol. 4 No. 6 (2025): Proceeding SEMARTANI 4
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inovasi nugget sangat diperlukan untuk meningkatkan nilai gizi dan memenuhi permintaan konsumen akan makanan sehat. Umumnya nugget berbahan dasar ayam dan kurang variasi terutama varian berbasis ikan, maka penelitian ini untuk mendukung ketahanan pangan, meningkatkan pemanfaatan hasil perikanan lokal, serta menyediakan alternatif pangan fungsional yang lebih sehat. Tujuan dari penelitian ini untuk menguji kualitas organoleptik dan kadar protein nugget ikan kembung dengan penambahan bubuk kacang hijau. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan terdiri dari 3 formulasi penambahan bubuk kacang hijau. Parameter yang diamati meliputi uji organoleptik dan kadar protein. Uji organoleptik dilakukan oleh panelis kemudian dilakukan uji prosikmat, hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa perlakuan dengan penambahan bubuk kacang hijau 25% memperoleh nilai tertinggi. Analisis kadar protein menunjukkan pada nugget dengan penambahan bubuk kacang hijau 25% yaitu 17,40% sehingga kadar protein pada nugget ikan kembung dengan penambahan bubuk kacang hijau sebesar 25% sudah memenuhi syarat standar nasional. Hasil menunjukkan bahwa penambahan bubuk kacang hijau secara signifikan mempengaruhi karakteristik mutu pada produk. Formulasi 25% memberikan hasil terbaik dalam hal penerimaan panelis dan kandungan gizi. Penambahan bubuk kacang hijau 25% memberikan pengaruh yang signifikan terhadap mutu organoleptik dan kadar protein nugget ikan kembung (p<0,05).
Strategi Pengembangan Agroindustri Bawang Goreng Pada Umkm Sayuni Dengan Metode Swot (Strength, Weakness, Opportunity, Threat) Dan Ahp (Analytical Heirarchy Process) Saputra, Royhansyah; Setiawan, Andika Putra; Wardhana, Danu Indra
National Multidisciplinary Sciences Vol. 4 No. 6 (2025): Proceeding SEMARTANI 4
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Agroindustri bawang goreng memiliki potensi besar dalam mendukung perekonomian daerah serta memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat, terutama pada produk berbasis lokal yang autentik. Sejak berdiri pada tahun 2021, UMKM Sayuni telah memproduksi bawang goreng dengan kapasitas produksi 1 kuintal per hari, yang dikemas dalam bungkus 30 kg. UMKM Sayuni masih menghadapi sejumlah tantangan serius, di antaranya adalah masalah ketidakpastian pasokan bawang kupas untuk produksi, serta kelangkaan bahan baku yang kerap menghambat kelancaran operasional, promosi yang kurang optimal. Kabupaten Probolinggo, merupakan salah satu penghasil bawang merah terbesar di Provinsi Jawa Timur, menunjukkan potensi besar dalam produksi komoditas ini. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi pengembangan agroindustri bawang goreng di UMKM Sayuni, (2) menentukan strategi alternatif yang dapat diterapkan, dan (3) menetapkan strategi prioritas untuk pengembangan usaha tersebut. Metode yang digunakan adalah analisis SWOT untuk mengidentifikasi faktor internal, eksternal, dan strategi alternatif, serta metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan strategi prioritas. Penelitian ini melibatkan pengumpulan data melalui wawancara dan kuesioner dengan para ahli, pengusaha, dan stakeholder terkait. Hasil analisis SWOT menunjukkan terdapat lima alternatif strategi, yaitu: (1) mengoptimalkan produksi bawang goreng dengan skala besar dengan melakukan kerjasama dengan petani dan pemasok bawang merah, (2) pemasaran berbasis keunggulan lokasi dan keaslian produk lokal, (3) menggunakan keahlian untuk membentuk brand yang kuat Promosi berbasis edukasi kuliner, (4) promosi berbasis edukasi kuliner, dan (5) mengembangkan produk dengan strategi pemasaran berbasis rekomendasi konsumen. Selanjutnya, berdasarkan hasil analisis SWOT dan AHP, dihasilkan bahwa strategi 1 sangat direkomendasikan untuk diimplementasikan sebagai prioritas utama, karena menawarkan dampak terbesar dalam mendukung keberhasilan operasional dan pencapaian tujuan.
Strategi Peningkatan Efektivitas Dan Efisiensi Manajemen Rantai Pasok Agroindustri Buah Naga: Studi Kasus PT. Oreng Osing Banyuwangi Parsetyo, Lucky Wahyu; Wardhana, Danu Indra; Setiawan, Andika Putra
National Multidisciplinary Sciences Vol. 4 No. 6 (2025): Proceeding SEMARTANI 4
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Banyuwangi merupakan sentra utama produksi buah naga di Indonesia yang dapat mendukung tumbuhnya berbagai agroindustri berbasis buah naga, salah satunya adalah PT. Oreng Osing. Tetapi, efektivitas dan efisiensi manajemen rantai pasok pada industri ini masih menghadapi sejumlah kendala, yaitu belum optimalnya koordinasi antar pelaku rantai pasok, ketidak seimbangan nilai tambah, serta minimnya strategi perbaikan rantai pasok yang terintegrasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur dan kinerja rantai pasok, menghitung nilai tambah pada setiap pelaku rantai pasok, serta merumuskan strategi peningkatan efektivitas dan efisiensi manajemen rantai pasok pada PT. Oreng Osing. Metode yang digunakan meliputi pendekatan Supply Chain Operations Reference (SCOR) untuk analisis kinerja, metode Hayami untuk perhitungan nilai tambah, dan Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk perumusan strategi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur rantai pasok terdiri dari petani, pengepul, PT. Oreng Osing, retailer, dan konsumen. Kinerja rantai pasok berada pada kategori Sangat baik yaitu dengan bobot 95,09, sementara nilai tambah pada PT. Oreng Osing dari petani didapat dengan rasio nilai 44,73% hal ini dapat dibilang baik. Sedangkan, nilai tambah pada PT. Oreng Osing dari pengepul didapat dengan rasio nilai 46,40% hal ini dapat dibilang baik. Tetapi jika dibandingkan dengan rasio nilai tambah dari pengepul, nilai tambah dari petani lebih sedikit dan dari pengepul lebih banyak. Strategi prioritas yang direkomendasikan mencakup peningkatan koordinasi antar pelaku rantai, optimalisasi sumber daya, dan penguatan sistem logistik. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengambilan keputusan strategis untuk mendorong daya saing agroindustri buah naga secara berkelanjutan.