cover
Contact Name
Yoel Benyamin
Contact Email
jurnalekklesia@gmail.com
Phone
+6281392368282
Journal Mail Official
jurnalekklesia@gmail.com
Editorial Address
Sekolah Tinggi Teologi Ekklesia Pontianak Jalan Kom.Yos. Sudarso, Gg. Rambutan 2, No.13 Kota Pontianak, Pontianak Barat, Kalimantan Barat Website: https://www.sttekklesiaptk.ac.id Email: office@sttekklesiaptk.ac.id
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
EKKLESIA: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani
ISSN : -     EISSN : 29642639     DOI : -
Focus dari Jurnal ini ialah: 1. Pendidikan Kristiani (PAK) 2. Teologi 3. Missiologi 4. Biblika 5. Dogmatika 6. Historika 7. Pastoral
Articles 41 Documents
MISI DAN PELAYANAN KEPADA ANAK-ANAK BERDASARKAN PERSPEKTIF ESKATOLOGIS Kisara, Randa; Wesly, John; Krisnoni, Marlina
EKKLESIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 3 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : STT Ekklesia Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63576/ekklesia.v3i2.94

Abstract

Abstract: This research aims to explore the church's mission and ministry to children based on an eschatological perspective. Eschatology, as a branch of theology that explores the end times and the afterlife, plays a crucial role in shaping children's understanding of life's purpose and their hopes for the future. This research emphasizes the importance of teaching faith, hope and eternal life to children from an early age. The method used in this research is descriptive qualitative, which includes observation, interviews and case studies in various children's service institutions. The research results show that a holistic and sustainable approach is needed to meet children's spiritual and mental needs. With the right strategy, it is hoped that children can understand their identity and God's plan for their lives, as well as internalize eschatological values ​​in everyday life. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi misi dan pelayanan gereja kepada anak-anak berdasarkan perspektif eskatologis. Eskatologi, sebagai cabang teologi yang mempelajari akhir zaman dan kehidupan setelah kematian, memiliki peranan penting dalam membentuk pemahaman anak-anak tentang tujuan hidup dan harapan akan masa depan. Penelitian ini menekankan pentingnya mengajarkan iman, pengharapan, dan kehidupan kekal kepada anak-anak sejak usia dini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, yang meliputi observasi, wawancara, dan studi kasus di berbagai lembaga pelayanan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan yang holistik dan berkelanjutan sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan spiritual dan mental anak-anak. Dengan strategi yang tepat, diharapkan anak-anak dapat memahami identitas diri mereka dan rencana Tuhan dalam hidup mereka, serta menginternalisasi nilai-nilai eskatologis dalam kehidupan sehari-hari.
EFEKTIVITAS PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN BAGI PERTUMBUHAN ROHANI REMAJA DI GEREJA KRISTUS RAHMANI INDONESIA JEMAAT DIASPORA CAWANG Ratu Eda, Yohanes
EKKLESIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 3 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : STT Ekklesia Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63576/ekklesia.v3i2.98

Abstract

ABSTRACT: Christian religious education plays a crucial role in shaping and fostering the spiritual growth of teenagers in the church. This study aims to analyze the effectiveness of Christian Religious Education in supporting the spiritual growth of teenagers at Gereja Kristus Rahmani Indonesia Jemaat Diaspora Cawang. The research employs a quantitative descriptive method with a survey approach, where data is collected through questionnaires distributed to church teenagers and interviews with Christian religious education teachers and church leaders. The results indicate a significant positive correlation between the effectiveness of Christian religious education and teenagers' spiritual growth, as evidenced by an increased understanding of the Bible, discipline in worship, and active involvement in church ministry. Factors that contribute to the effectiveness of Christian religious education include interactive teaching methods, parental involvement, and the role of church leaders in guiding teenagers. However, several challenges remain, such as the lack of teenagers’ interest in Christian religious education and the influence of secular culture affecting their spiritual commitment. This study concludes that structured and relevant Christian religious education is highly effective in supporting teenagers' spiritual growth. Therefore, churches are encouraged to continuously improve the quality of Christian religious education through more innovative methods and by fostering a conducive spiritual environment for teenagers' faith development. ABSTRAK: Pendidikan Agama Kristen memegang peran krusial dalam membentuk dan mendukung pertumbuhan rohani remaja di gereja. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas Pendidikan Agama Kristen terhadap pertumbuhan rohani remaja di Gereja Kristus Rahmani Indonesia Jemaat Diaspora Cawang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Populasi dan sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 15 orang. Instrumen yang dipakai yaitu melalui kuesioner yang diberikan kepada remaja gereja serta wawancara dengan pengajar Pendidikan Agama Kristen dan pemimpin gereja. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi positif yang signifikan antara efektivitas Pendidikan Agama Kristen dan pertumbuhan rohani remaja. Hal ini tercermin dalam peningkatan pemahaman Alkitab, kedisiplinan dalam ibadah, serta keterlibatan aktif dalam pelayanan gereja. Faktor-faktor yang mendukung efektivitas pendidikan ini meliputi metode pengajaran yang interaktif, dukungan dari orang tua, serta bimbingan yang diberikan oleh pemimpin gereja. Namun, terdapat beberapa tantangan yang dihadapi, seperti rendahnya minat remaja dalam mengikuti pembelajaran Pendidikan Agama Kristen dan pengaruh budaya sekuler yang dapat memengaruhi komitmen spiritual mereka. Selain itu, penelitian ini menegaskan bahwa Pendidikan Agama Kristen yang terstruktur dan sesuai dengan kebutuhan remaja sangat efektif dalam mendukung pertumbuhan rohani mereka. Oleh karena itu, gereja diharapkan terus meningkatkan kualitas pendidikan ini dengan metode yang lebih inovatif serta menciptakan lingkungan rohani yang kondusif bagi perkembangan iman remaja.
KRITERIA KEPENATUAAN MENURUT 1 TIMOTIUS 3:1-7 DAN RELEVANSINYA DENGAN PELAYANAN MASA KINI DI GEREJA SANTAPAN ROHANI INDONESIA Rusmanto, Ayub
EKKLESIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 3 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : STT Ekklesia Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63576/ekklesia.v3i2.99

Abstract

Abstract: The dynamics of church ministry today show the phenomenon of the younger generation not being interested in becoming elders, due to the many rules and requirements. In this case, the researcher examines the criteria for eldership according to 1 Timothy 3: 1-7 and the relevance of the criteria to today's ministry which is still based on Biblical values. Researchers used an investigative descriptive qualitative approach to find understanding and meaning of views or perspectives on the criteria for proper eldership in the midst of Independent Congregations and in the Indonesian Spiritual Sustenance Church Synod and the relevance of the criteria for today's ministry. The purpose of this research is to examine the criteria for eldership according to the text of 1 Timothy 3: 1-7. Because elders and church officials are representations that are exemplified in proportion to the Biblical criteria mentioned by Paul according to the context of the church in Ephesus but are still relevant for the church today. In addition, this research provides findings or novelty, decisions and policies that have an impact on the ministry in the midst of the Indonesian Spiritual Feeding Church congregation that are relevant in today's ministry. Abstrak: Dinamika pelayanan gereja saat ini menunjukkan fenomena generasi muda tidak tertarik untuk menjadi penatua, didisebabkan banyaknya aturan dan persyaratan. Dalam hal ini peneliti menelaah kriteria kepenatuaan menurut 1 Timotius 3:1-7 dan relevansi kriteria dengan pelayanan masa kini yang tetap berlandaskan nilai-nilai Alkitabiah. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif investigasi untuk menemukan pemahaman dan pemaknaan pandangan atau perspektif tentang krietria penatua yang tepat di tengah-tengah Jemaat Mandiri dan di Sinode Gereja Santapan Rohani Indonesia dan relevansi kriteria pelayanan masa kini. Tujuan penelitian ini mengkaji kriteria kepenatuaan menurut teks 1 Timotius 3:1-7. Sebab penatua dan pejabat gereja merupakan representasi yang diteladani secara proporsional dengan kriteria Alkitbiah yang disebutkan oleh Paulus sesuai dengan konteks jemaat di Efesus namun masih relevan untuk jemaat masa kini. Selain itu, penelitian ini memberikan temuan-temuan atau kebaruan, keputusan-keputusan dan kebijakan-kebijakan yang berdampak bagi pelayanan di tengah-tengah Jemaat Gereja Santapan Rohani Indonesia yang relevan dalam pelayanan masa kini.
PENTINGNYA PENGGUNAAN METODE HISTORIS KRITIS DALAM MENELAAH ALKITAB Kusmanto, Fransius; Mendrofa, Peter Enos
EKKLESIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 3 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : STT Ekklesia Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63576/ekklesia.v3i2.103

Abstract

Abstract: The critical Historical Method is a crucial approach to exploring and understanding the Bible, bringing together history, culture, and textual analysis to reveal the deeper meaning of the texts and their context. However, the historical critical method is often overlooked because it emphasizes the historical rather than the theological. However, it is necessary to know that to see the theological meaning of a text in the Bible, the historical side should not be ignored. Therefore, this research is to see and know “the importance of using critical history in analyzing the Bible.” The method used in this research is qualitative research, literature or literature study. This research reviews the important aspects of using the critical historical method in examining the Bible. Firstly, it requires a deep understanding of the relevant historical and cultural context. Secondly, this method can produce diverse interpretations, becoming a source of debate within religious communities. Thirdly, the critical historical method provides valuable insights into the development of theological thought over time and social change. This research makes an important contribution to understanding the use of the critical historical method in examining the Bible, showing how it enriches everyone’s understanding of the Bible as a classic text and religious foundation that influences various aspects of human life. Abstrak: Metode Historis Kritis adalah pendekatan krusial dalam eksplorasi dan pemahaman Alkitab, menyatukan sejarah, budaya, dan analisis teks untuk menyingkap makna yang lebih dalam dari teks-teks tersebut beserta konteksnya. Namun sering kali penggunaan metode historis kritis ini di abaikan oleh karena metode ini lebih menekankan sejarah ketimbang teologisnya. Namun sebenarnya perlu untuk diketahui bahwa sesungguhnya untuk melihat makna teologis suatu nats dalam Alkitab tidak mengesampingkan sisi sejarahnya. Oleh sebab itu penelitian ini untuk melihat dan mengetahui “Pentingnya penggunaan historis kritis dalam menelaah Alkitab.” Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kualitatif, literature atau studi literatur. Penelitian ini mengulas aspek penting dalam menggunakan Metode Historis Kritis dalam menelaah Alkitab. Pertama, diperlukan pemahaman yang mendalam tentang konteks sejarah dan budaya yang relevan. Kedua, metode ini dapat menghasilkan interpretasi yang beragam, menjadi sumber perdebatan di dalam komunitas agama. Ketiga, Metode Historis Kritis memberikan wawasan berharga tentang perkembangan pemikiran teologis seiring waktu dan perubahan sosial. Penelitian ini memberikan kontribusi penting untuk memahami penggunaan Metode Historis Kritis dalam menelaah Alkitab, menunjukkan bagaimana metode ini memperkaya pemahaman setiap orang tentang Alkitab sebagai teks klasik dan landasan agama yang memengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia.
PERAN KONSELING KRISTEN DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER MAHASISWA IAKN DI PALANGKA RAYA Urbanus; Sari, Komala; Anita Sari, Flory
EKKLESIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 3 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : STT Ekklesia Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63576/ekklesia.v3i2.104

Abstract

Abstract: Character building is a fundamental aspect in developing the personality of students as future leaders. In the midst of the challenges of the modern era that is experiencing a moral crisis and value degradation, character education becomes very crucial, especially in a religious-based higher education environment such as the Palangka Raya State Institute of Christian Religion. This study aims to examine the role of Christian counseling in supporting the character building process of students at IAKN Palangka Raya. The approach used is descriptive qualitative, with data collection techniques through observation and interviews with students, counselors, and academic supervisors. The results showed that Christian counseling makes a significant contribution in shaping student character, especially in the aspects of spirituality, responsibility, honesty, empathy, and resilience. Christian counselors act as spiritual and emotional guides who instill Christian values through pastoral approaches, Biblical reflection, and empathic relationships. In addition, counseling has also proven to be a means of personal restoration and motivation in facing academic and daily life problems. In conclusion, Christian counseling at IAKN Palangka Raya is not only a supporting service, but also a strategic instrument in shaping student character holistically. Abstrak: Pembentukan karakter merupakan aspek fundamental dalam pengembangan kepribadian mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan. Di tengah tantangan era modern yang sedang mengalami krisis moral dan degradasi nilai, pendidikan karakter menjadi hal yang sangat krusial, khususnya di lingkungan pendidikan tinggi berbasis keagamaan seperti Institut Agama Kristen Negeri Palangka Raya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran konseling Kristen dalam mendukung proses pembentukan karakter mahasiswa di IAKN Palangka Raya. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara terhadap mahasiswa, konselor, dan dosen pembimbing akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling Kristen memberikan kontribusi signifikan dalam membentuk karakter mahasiswa, terutama dalam aspek spiritualitas, tanggung jawab, kejujuran, empati, dan ketahanan diri. Konselor Kristen berperan sebagai pembimbing spiritual dan emosional yang menanamkan nilai-nilai Kristiani melalui pendekatan pastoral, refleksi Alkitabiah, dan relasi yang empatik. Selain itu, konseling juga terbukti mampu menjadi sarana restorasi pribadi dan motivasi dalam menghadapi permasalahan akademik maupun kehidupan sehari-hari. Kesimpulannya, konseling Kristen di IAKN Palangka Raya bukan hanya sebagai layanan pendukung, melainkan sebagai instrumen strategis dalam membentuk karakter mahasiswa secara holistik.
MELAYANI DI TENGAH KEBERAGAMAN: KETAHANAN DAN TRANSFORMASI KEPEMIMPINAN KRISTEN DALAM RESPONS TERHADAP TOLERANSI Elen; Hadi, Tan
EKKLESIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 4 No. 1 (2025): November 2025
Publisher : STT Ekklesia Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63576/ekklesia.v4i1.117

Abstract

Abstract: This study examines how Christian leadership at GBI WTC Serpong has undergone transformation and demonstrated resilience in dealing with intolerance and cross-cultural challenges. In addition, it explores the church's outreach efforts through social services such as the establishment of a clinic, social work, and agricultural and livestock projects in Suka Mulya village. Using a qualitative approach with interviews, observations, and document studies, the research found that leadership at GBI WTC Serpong has transformed into an inclusive, adaptive, and resilient contextual ministry model. The church employs strategies such as community involvement, interfaith dialogue, and needs-based services. Abstrak: Penelitian ini mengkaji transformasi dan ketahanan kepemimpinan Kristen di GBI WTC Serpong dalam menghadapi intoleransi dan tantangan lintas budaya di Indonesia. Selain itu, penelitian ini juga mengeksplorasi upaya gereja dalam menjangkau masyarakat melalui pelayanan sosial seperti pendirian klinik, kegiatan bakti sosial, serta proyek peternakan dan pertanian di Desa Suka Mulya Rumpin - Kabupaten Bogor. Melalui pendekatan kualitatif dengan wawancara, observasi, dan studi dokumen, ditemukan bahwa kepemimpinan GBI WTC Serpong bertransformasi menjadi model pelayanan kontekstual yang inklusif, adaptif, dan tangguh. Strategi pendekatan yang digunakan mencakup keterlibatan masyarakat, dialog lintas agama, dan pelayanan berbasis kebutuhan lokal. Temuan ini menyoroti pentingnya kepemimpinan hamba yang transformatif dan berorientasi pada keadilan sosial dalam konteks pluralistik
KAJIAN TEOLOGIS DAN PRAKTIS: PENERAPAN KEPEMIMPINAN TUHAN YESUS BAGI TERANG DUNIA BERDASARKAN FILIPI 2:5-8 Pinondang Siregar; Hadi, Tan
EKKLESIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 4 No. 1 (2025): November 2025
Publisher : STT Ekklesia Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63576/ekklesia.v4i1.122

Abstract

Abstract: This study thoroughly examines the leadership model of Jesus Christ, which is rooted in the theological principles found in Philippians 2:5-8. The study then formulates practical guidelines for contemporary leadership based on these principles. Often referred to as the "Christ Hymn," these verses present a foundation of leadership based on kenosis (self-emptying) and radical humility. This foundation contrasts with worldly leadership models based on power and domination. Using a qualitative approach that incorporates biblical exegesis and comparative literature studies between theology and management theory, the study identifies three main pillars of Christ's leadership: willingness to relinquish privileges, absolute obedience, and self-sacrifice. The study's results show that adopting Christ's attitude transforms leadership from a position of authority into a ministry focused on the well-being and growth of those being led. Practical implications include developing an empathetic, collaborative, and highly ethical organizational culture that challenges leaders in churches and secular organizations to prioritize the common good over personal ambition. Abstrak: Penelitian ini mengkaji secara mendalam model kepemimpinan Tuhan Yesus Kristus yang berakar pada prinsip-prinsip teologis dalam Filipi 2:5-8, untuk merumuskan panduan praktis bagi kepemimpinan kontemporer. Ayat-ayat ini, sering disebut sebagai "Himne Kristus", menyajikan landasan kepemimpinan yang bertumpu pada kenosis (pengosongan diri) dan kerendahan hati radikal, yang kontras dengan model kepemimpinan duniawi yang berasaskan kekuasaan dan dominasi. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode eksegesis biblikal dan studi literatur komparatif antara teologi dan teori manajemen, penelitian ini mengidentifikasi tiga pilar utama kepemimpinan Kristus: kerelaan melepaskan hak istimewa, ketaatan mutlak, dan pengorbanan diri. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan sikap Kristus ini mentransformasi kepemimpinan dari sekadar posisi otoritas menjadi pelayanan yang berfokus pada kesejahteraan dan pertumbuhan orang yang dipimpin. Implikasi praktisnya mencakup pengembangan budaya organisasi yang empatik, kolaboratif, dan berintegritas tinggi, menantang para pemimpin di gereja dan organisasi sekuler untuk mengedepankan kepentingan bersama di atas ambisi pribadi.
MENGGEMBALAKAN DARI RUANG IBADAH KE LADANG KEHIDUPAN: KEPEMIMPINAN SEPERTI KRISTUS YANG AUTENTIK DAN BERDAMPAK Sengkey, Juwita; Ratag, Linda Patricia
EKKLESIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 4 No. 1 (2025): November 2025
Publisher : STT Ekklesia Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63576/ekklesia.v4i1.142

Abstract

Abstract: Church leadership in the modern era often falls into hierarchical and administrative patterns, losing the living and contextual shepherding touch. The main problem of this research is the gap between leadership exercised within the worship setting and the presence of the shepherd in the daily lives of the congregation. The purpose of this study is to explore, formulate, and affirm a model of church leadership rooted in the example of Jesus Christ as the Great Shepherd, leadership that is authentic in sincerity, humble in service, and impactful through acts of love. This research employs the library research method with a biblical study and pastoral literature approach. The results show that Christlike leadership is able to connect the Word proclaimed in worship with the practice of faith in everyday life. The contribution of this research lies in affirming a model of church leadership that is contextual, holistic, and transformative for the life of the congregation and the wider community.  Abstrak: Kepemimpinan gereja di era modern sering kali terjebak dalam pola hierarkis dan administratif, sehingga kehilangan sentuhan gembalaan yang hidup dan kontekstual. Masalah utama penelitian ini adalah terjadinya kesenjangan antara kepemimpinan di ruang ibadah dengan kehadiran gembala di tengah kehidupan jemaat sehari-hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali, merumuskan, dan menegaskan model kepemimpinan gereja yang berakar pada teladan Yesus Kristus sebagai Gembala Agung, kepemimpinan yang autentik dalam keaslian hati, rendah hati dalam pelayanan, dan berdampak nyata dalam tindakan kasih. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan pendekatan studi biblis dan literatur pastoral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan yang meneladani Kristus mampu menghubungkan firman dalam ruang ibadah dengan praktik iman dalam kehidupan sehari-hari. Kontribusi penelitian ini terletak pada penegasan model kepemimpinan gereja yang kontekstual, holistik, dan transformatif bagi kehidupan jemaat dan masyarakat luas.
PENDEKATAN MISI MELALUI PLATFORM YOUTUBE BAGI GENERASI Z Momongan, Henni Diane; Rumengan, Arthur Reinhard
EKKLESIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 4 No. 1 (2025): November 2025
Publisher : STT Ekklesia Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63576/ekklesia.v4i1.153

Abstract

Abstract: This article aims to examine a mission approach based on digital theology through the YouTube platform as a means of reaching Generation Z. This generation lives in a digital context heavily influenced by technological advancement, the internet, and social media, which challenges the church to innovate in carrying out its mission. The purpose of this study is to analyze how YouTube can be utilized as a creative, interactive, and contextual medium for evangelism among Generation Z, enabling them to understand the Gospel and live out Christian spirituality in their daily lives. This research employs a descriptive qualitative method with a missiological analytical approach, grounded in a literature review on mission theology, digital theology, and various studies related to Generation Z and the use of digital media. The findings reveal that YouTube holds significant potential as a medium for the church’s mission due to its accessibility, audio-visual nature, and relevance to the characteristics of young people. The implementation of contextual digital strategies allows the church to reach Generation Z more effectively while fostering faith and cultivating a Christ-centered life.  Abstrak: Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pendekatan misi berbasis teologi digital melalui platform YouTube dalam menjangkau Generasi Z. Generasi ini hidup dalam konteks digital yang sangat dipengaruhi oleh perkembangan teknologi, internet, dan media sosial, sehingga gereja dituntut untuk melakukan inovasi dalam pelaksanaan misi. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis bagaimana YouTube dapat dimanfaatkan sebagai media penginjilan yang kreatif, interaktif, dan kontekstual bagi Generasi Z sehingga mereka dapat memahami Injil dan menghidupi spiritualitas Kristen dalam keseharian. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis misiologis, yang didasarkan pada kajian literatur mengenai teologi misi, teologi digital, serta berbagai studi terkait Generasi Z dan pemanfaatan media digital. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa YouTube memiliki potensi yang signifikan sebagai sarana misi gereja karena kemudahannya diakses, bersifat audio-visual, serta relevan dengan karakter generasi muda. Penerapan strategi digital yang kontekstual memungkinkan gereja menjangkau Generasi Z secara lebih efektif, sekaligus menumbuhkan iman dan membentuk kehidupan yang berpusat pada Kristus.
PEMULIHAN HOLISTIK DALAM LUKAS 8:40–48: TAFSIR TEOLOGIS ATAS MISI YESUS BAGI KAUM TERMARGINALKAN Pontoh, Andrew Otto Sergius; Tewu, Peggy Sandra
EKKLESIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 4 No. 1 (2025): November 2025
Publisher : STT Ekklesia Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63576/ekklesia.v4i1.155

Abstract

Abstract: This article analyzes Luke 8:40–48 with a focus on Jesus’ act of restoring the woman who had suffered from chronic bleeding for twelve years as a form of holistic restoration encompassing physical, social, and spiritual dimensions. In the context of first-century Jewish society, the woman was considered unclean and experienced both social and religious exclusion. Using a qualitative approach with narrative-critical and socio-historical methods, this study highlights how Luke presents Jesus as the Messiah who transcends social and religious boundaries to manifest God’s saving love in its fullness. Drawing on modern interpretive theories from Stephen D. Moore, Joel B. Green, Barbara E. Reid, Mary H. Schertz, and Dedi Bili Laholo, this research demonstrates that the healing event is not merely a physical miracle but a theological symbol of liberation and inclusivity within the Kingdom of God. Theologically and pastorally, this study affirms the church’s calling to embody Jesus’ love through inclusive, empathetic, and holistic ministry one that not only proclaims spiritual salvation but also restores human dignity and builds solidarity with the marginalized. Abstrak: Artikel ini menganalisis Lukas 8:40–48 dengan fokus pada tindakan Yesus yang memulihkan perempuan yang menderita pendarahan selama dua belas tahun sebagai bentuk pemulihan holistik yang mencakup dimensi fisik, sosial, dan spiritual. Dalam konteks masyarakat Yahudi abad pertama, perempuan tersebut dianggap najis dan mengalami keterasingan sosial serta religius. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode kritik naratif dan sosio-historis, penelitian ini menyoroti bagaimana Lukas menampilkan Yesus sebagai Mesias yang melampaui batas-batas sosial dan religius untuk menghadirkan kasih Allah yang menyelamatkan secara utuh. Dengan memanfaatkan teori-teori tafsir modern dari Stephen D. Moore, Joel B. Green, Barbara E. Reid, Mary H. Schertz, dan Dedi Bili Laholo, kajian ini menunjukkan bahwa peristiwa penyembuhan tersebut tidak sekadar mukjizat fisik, tetapi simbol teologis pembebasan dan inklusivitas Kerajaan Allah. Secara teologis dan pastoral, penelitian ini menegaskan panggilan gereja masa kini untuk meneladani kasih Yesus melalui pelayanan yang inklusif, empatik, dan holistik yang tidak hanya berfokus pada keselamatan rohani, tetapi juga memulihkan martabat manusia dan membangun solidaritas dengan kaum termarginalkan.