cover
Contact Name
Yoel Benyamin
Contact Email
jurnalekklesia@gmail.com
Phone
+6281392368282
Journal Mail Official
jurnalekklesia@gmail.com
Editorial Address
Sekolah Tinggi Teologi Ekklesia Pontianak Jalan Kom.Yos. Sudarso, Gg. Rambutan 2, No.13 Kota Pontianak, Pontianak Barat, Kalimantan Barat Website: https://www.sttekklesiaptk.ac.id Email: office@sttekklesiaptk.ac.id
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
EKKLESIA: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani
ISSN : -     EISSN : 29642639     DOI : -
Focus dari Jurnal ini ialah: 1. Pendidikan Kristiani (PAK) 2. Teologi 3. Missiologi 4. Biblika 5. Dogmatika 6. Historika 7. Pastoral
Articles 41 Documents
STUDI EKSPOSISI TERHADAP AKIBAT PERKAWINAN CAMPUR DAN PERCERAIAN BERDASARKAN MALEAKHI 2:10-16 Ginting, Samuel Sukanta
EKKLESIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 2 No. 2 (2024): Mei 2024
Publisher : STT Ekklesia Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63576/ekklesia.v2i2.64

Abstract

Abstract: The married life desired by the Lord God has been accepted by humans through His Word in Genesis 1 & 2. However, in reality many people cannot achieve this ideal married life. We can see this reality in the lives of the Israelites in the context of Biblical events. Even in today's life. Many marriages are unbiblical and quite a few end in divorce. The author conducted research using qualitative methods in a hermeneutic approach and literature study about the consequences of sin and deviation on the lives of believers in all aspects, even in relation to their relationship with the Lord God. Allam views this as a serious sin so the Bible says God hates divorce and of course also in relation to mixed marriages. Abstrak: Kehidupan Pernikahan yang dikehendaki oleh Tuhan Allah sejak semua telah diterima oleh manusia memlaui FirmanNya dalam Kejadian 1 & 2. Namun Pada kenyataannya banyak orang yang tidak dapat mencapai kehidupan pernikahan yang ideal tersebut. Realita ini dapat kita lihat dalam kehidupan bangsa Israel dan Yehuda sebagai umat Tuhan dalam kitab Maleakhi dalam konteks peristiwa Alkitab. Maupun dalam kehidupan masa kini. Banyak pernikahan yang tidak alkitabiah dan tidak sedikit yang berujung dengan perceraian. Penulis melakukan penelitian dengan menggunakan metode pendekatan hermenutik dan studi pustaka   tentang bagaimana akibat dari dosa dan penyimpangan ini terhadap kehidupan orang percaya dalam semua aspek bahkan dalam kaitannya dengan relasi kepada Tuhan Allah. Allah memandang hal ini sebagai dosa yang serius sehingga Alkitab mengatakan Allah membenci Perceraian dan tentunya juga dalam kaitannya dengan perkawinan campur.
MANIFESTASI KARAKTER ALLAH MELALUI BUAH ROH SEBAGAI IMPLIKASI PENERIMAAN ROH KUDUS OLEH ORANG PERCAYA ANALISIS TEMA PNEUMATOLOGI DALAM KITAB GALATIA 5:22-23 Well Therfine Renward Manurung; Aska Aprilano Pattinaja; Kiamani, Andris
EKKLESIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 2 No. 2 (2024): Mei 2024
Publisher : STT Ekklesia Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63576/ekklesia.v2i2.67

Abstract

Abstract: The Holy Spirit is a gift and serves as a helper for every believer. Through the work of the Holy Spirit, the fruit of the Spirit emerges as a manifestation of God's character in the life of the believer. In many literature studies, research on the Holy Spirit (pneuma) often only focuses on practical contexts, but research on the impact of the Holy Spirit (pneuma) on believers often does not get enough attention. This research uses thematic analysis and literature study as an effort to find a better understanding of how the Holy Spirit works in the life of believers and how it affects the expression of God's character in them. The results of this study show that the acceptance of the Holy Spirit has implications, namely: first, it is a sign or proof of faith in Jesus Christ. The Holy Spirit is seen as a gift from God for those who believe. The consequence of acceptance of the Holy Spirit is that believers will always be led by the Holy Spirit. Second, acceptance of the Holy Spirit will bring about changes (transformation) in line with God’s will, meaning God’s character will be reproduced in the life of the believer. Third, the fruit of the Spirit is God’s character reproduced in the life of believers by Jesus Christ or through the work of the Holy Spirit. These findings are expected to be a reference for scholars and servants of God in learning about the Holy Spirit and also to prepare teaching materials for the congregation. Abstrak: Roh Kudus merupakan anugerah dan berperan sebagai penolong bagi setiap orang percaya. Melalui karya Roh Kudus, buah Roh muncul sebagai manifestasi karakter Allah dalam diri orang percaya. Dalam banyak penelitian literatur, penelitian mengenai Roh Kudus (pneuma) sering kali hanya terfokus pada konteks praktika, namun penelitian terhadap dampak Roh Kudus (pneuma) bagi orang percaya seringkali tidak mendapatkan perhatian yang cukup. Penelitian ini menggunakan analisis tematik dan studi literatur sebagai upaya untuk menemukan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana cara Roh Kudus bekerja dalam kehidupan orang percaya dan bagaimana hal itu mempengaruhi ekspresi karakter Allah dalam diri mereka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerimaan Roh Kudus memiliki implikasi, yaitu: pertama, merupakan tanda atau bukti dari iman kepada Yesus Kristus. Roh Kudus dipandang sebagai hadiah dari Allah bagi mereka yang percaya. Penerimaan Roh Kudus akan menimbulkan konsekuensi bahwa orang beriman akan selalu dipimpin oleh Roh Kudus. Kedua, penerimaan Roh Kudus akan membuat perubahan (transformasi) yang sejalan dengan kehendak Allah, artinya karakter Allah akan direproduksi dalam kehidupan orang percaya. Ketiga, buah Roh merupakan karakter Allah yang direproduksi dalam kehidupan orang percaya oleh Yesus Kristus maupun melalui pekerjaan Roh Kudus. Temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi para sarjana dan pelayan Tuhan dalam pembelajaran mengenai Roh Kudus (pneuma) dan juga untuk mempersiapkan materi pengajaran bagi jemaat.
RITUAL MA’NENE’: PEMAHAMAN TEOLOGI KONTEKSTUAL TENTANG HUBUNGAN ANTARA HIDUP, KEMATIAN, DAN KEPERCAYAAN TRADISIONAL Sarira, Arnicha Rante Allo
EKKLESIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 2 No. 2 (2024): Mei 2024
Publisher : STT Ekklesia Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63576/ekklesia.v2i2.69

Abstract

Abstract: The Ma'nene' ritual tradition is a tradition originating from North Toraja, South Sulawesi, this Ma'nene' traditional ritual is a reburial of the deceased. Which is done to honor and remember the person who has died. This research will analyze the Ma'nene' ritual event in North Toraja about the form of the procession and meaning, how it is implemented and what is part of or done in this ritual event. In this case there are several stages carried out in this ma'nene' ritual event, namely; Ma'bukka Liang (opening the grave), Masseroi kaburu' (cleaning the grave), Ma' Popepanggan (bringing siri leaves, food, flowers and cigarettes), Manggallo Batang Rabuk (drying the body), Ma' Palobo' (changing wrappers, chests and clothes), Mangrapa (putting back), Ma' Pakande (giving food), Ma'tutu' Liang (closing the grave again). From here we can see the uniqueness of Toraja culture regarding Ma'nene' which has several stages that certainly have meaning and are carried out on certain and different days. The implementation of the ma'nene' ritual event is carried out in accordance with the collective decision of the local community's collective agreement, which is carried out when the local community has finished harvesting. Ma'nene' rituals are held for a maximum of 2 weeks and a maximum of 3 days. The purpose of this research is to reveal the meaning of the Ma'nene' traditional ritual and see how contextual theology can be applied to the Ma'nene' ritual. Abstrak : Tradisi ritual Ma’nene’ ialah sebuah tradisi yang berasal dari Toraja Utara Sulawesi Selatan, ritual adat Ma’nene’ ini merupakan penguburan kembali terhadap orang yang telah meninggal. Yang dilakukan untuk menghormati dan mengingat kembali orang yang telah meninggal. Dalam penelitian ini akan menganalisis acara ritual Ma’nene’ yang ada di Toraja Utara tentang bentuk prosesi dan makna,  bagaimana pelaksanaaan dan apa-apa saja yang menjadi bagian atau yang dilakukan dalam acara ritual ini. Dalam hal ini ada beberapa tahapan yang dilakukan dalam acara ritual ma’nene ini yakni; Ma’bukka Liang (membuka kuburan), Masseroi kaburu’ (membersikan kuburan), Ma’ Popepanggan (membawa daun siri, makanan, bungan dan rokok), Manggallo Batang Rabuk (menjemur jasad), Ma’ Palobo’ (mengganti pembungkus, peti dan pakaian), Mangrapa (memasukkan kembali), Ma’ Pakande (memberi makanan), Ma’tutu’ Liang (menutup kembali kuburan). Dari sini kita dapat melihat keunikan budaya Toraja mengenai Ma’nene’ yang terdapat beberapa tahapan yang tentunya memiliki makna dan dilakukan dihari yang tertentu dan berbeda. Pelaksanaan acara ritual ma’nene’ ini dilaksanakan sesuai dengan keputusan bersama dari kesepakatan bersama masyarakat setempat, yang pelaksaannya dilakukan ketika masyarakat setempat telah selesai panen. Ritual adat Ma’nene’ dilaksanakan paling lama 2 minggu dan paling cepat 3 hari. Tujuan penelitian ini untuk memngungkapkan makna dalam ritual adat Ma’nene’ dan melihat bagaimana teologi Kontekstual dalam hubungan antara hidup, kematian, dan kepercayaan tradisional. Dalam teologi Kontekstual menekankan bahwa dalam memahami bagaimana hubungan antara hidup, kematian, dan kepercayaan tradisional  harus melihat dan mempertimbangkan bagaimana konteks budaya dalam masyarakat tersebut, karena dalam konteks budaya masyarakat masing-masing memilki perbedaan, yang dapat dilihat dari pandangan dan tindakan serta praktik dalam kehidupan masyarakat tersebut. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif untuk menganalisis setiap masalah yang diteliti, pendekatan deskriptif untuk memperoleh dan mengunpulkan data dan wawancara kepada beberapa tokoh adat dan masyarakat setempat.
PERANAN KOMISI PENDIDIKAN DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM SEKOLAH MINGGU DI GKII DAERAH 1 SINTANG KALIMANTAN BARAT Wagena, Agustina Ace; Evendi, Yuliono
EKKLESIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 3 No. 1 (2024): November 2024
Publisher : STT Ekklesia Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63576/ekklesia.v3i1.72

Abstract

Abstract: The Education Commission plays a vital role in the development of the Sunday School curriculum, essential for the spiritual growth and education of children in the Gereja Kemah Injil Indonesia Daerah 1 Sintang, Kalimantan Barat. This study aims to evaluate the contributions and effectiveness of the Education Commission in the curriculum development process. Using qualitative research methods, the study explores the commission's involvement in planning, implementing, and evaluating the Sunday School curriculum. The research underscores the strategic roles of the commission in designing a curriculum aligned with the church's vision and mission. It also examines the challenges faced during development, such as resource limitations, teacher competencies, and parental involvement. The findings indicate that despite these challenges, the curriculum developed by the Education Commission has been effective in enhancing children's understanding of Christian teachings and shaping their character. Nonetheless, continuous improvement is necessary, particularly in making teaching methods more interactive and diversifying teaching materials. This study highlights the importance of collaboration between the Education Commission, teachers, parents, and the broader church community to create a comprehensive and contextually relevant Sunday School curriculum. Addressing the identified challenges and leveraging existing strengths can further improve the quality and impact of Sunday School education in GKII Daerah 1 Sintang. This research contributes to the broader discourse on religious education and curriculum development in faith-based institutions, providing insights that may be applicable to similar contexts. Abstrak: Komisi Pendidikan memiliki peran penting dalam pengembangan kurikulum Sekolah Minggu, yang esensial untuk pertumbuhan spiritual dan pendidikan anak-anak di Gereja Kemah Injil Indonesia Daerah 1 Sintang, Kalimantan Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kontribusi dan efektivitas Komisi Pendidikan dalam proses pengembangan kurikulum. Menggunakan metode penelitian kualitatif, studi ini mengeksplorasi keterlibatan komisi dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kurikulum Sekolah Minggu. Penelitian ini menyoroti peran strategis komisi dalam merancang kurikulum yang sesuai dengan visi dan misi gereja. Penelitian ini juga mengkaji tantangan yang dihadapi selama pengembangan, seperti keterbatasan sumber daya, kompetensi guru, dan keterlibatan orang tua. Temuan menunjukkan bahwa meskipun ada tantangan-tantangan ini, kurikulum yang dikembangkan oleh Komisi Pendidikan efektif dalam meningkatkan pemahaman anak-anak tentang ajaran Kristen dan membentuk karakter mereka. Namun, perbaikan berkelanjutan diperlukan, terutama dalam membuat metode pengajaran lebih interaktif dan mendiversifikasi materi ajar. Penelitian ini menekankan pentingnya kolaborasi antara Komisi Pendidikan, guru, orang tua, dan komunitas gereja yang lebih luas untuk menciptakan kurikulum Sekolah Minggu yang komprehensif dan relevan dengan konteks lokal. Mengatasi tantangan yang diidentifikasi dan memanfaatkan kekuatan yang ada dapat lebih meningkatkan kualitas dan dampak pendidikan Sekolah Minggu di GKII Daerah 1 Sintang. Penelitian ini berkontribusi pada diskursus yang lebih luas tentang pendidikan agama dan pengembangan kurikulum di lembaga berbasis agama, memberikan wawasan yang dapat diterapkan dalam konteks serupa.
KETERKAITAN “TAKUT AKAN TUHAN” DAN “MEMBENCI KEJAHATAN” TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER: KAJIAN HERMENEUTIK BERDASARKAN AMSAL 8:13 Pattinaja, Aska Aprilano
EKKLESIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 3 No. 1 (2024): November 2024
Publisher : STT Ekklesia Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63576/ekklesia.v3i1.73

Abstract

Abstract: The purpose of this study is to examine the interrelationship between 'fear of God' and 'hatred of evil' as they relate to individual character development. This research focuses on answering two questions, firstly, is the meaning of fearing God the same as hating evil, and secondly, can hating evil be a guarantee of commitment to fearing God? There is a gap in research that explores character formation based on the nature of the fear of the Lord in Proverbs 8:13 as an answer to the questions posed. Therefore, based on the qualitative research method and the hermeneutic approach of the sub-genre of wisdom literature, this study was carried out to argue that: first, hating evil is a manifestation of the choice to fear God; second, there are three serious commitments in hating evil that have implications for character building, namely 1). Not to be arrogant and haughty; 2) Not to commit evil deeds; and 3) Not to speak misleading words. The results of this study show that the fear of God is an important foundation for character development.  Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji keterkaitan dari "takut akan Tuhan" dan “membenci kejahatan” sebagai implikasi terhadap pembentukan karakter individu. Penelitian ini difokuskan untuk menjawab dua pertanyaan, yakni pertama, apakah makna takut akan Tuhan itu sama dengan membenci kejahatan? dan kedua, apakah dengan membenci kejahatan dapat menjadi jaminan bahwa komitmen takut akan Tuhan dapat dilakukan? Terdapat kesenjangan penelitian yang mengeksplorasi pembentukan karakter berdasarkan esensi takut akan Tuhan dalam Amsal 8:13, sebagai jawaban atas pertanyaan yang telah dipaparkan. Untuk itulah, berdasarkan metode penelitian kualitatif dan pendekatan hermeneutik sub genre sastra hikmat, maka studi ini diakukan untuk Penelitian ini menemukan, dua hal yaitu: pertama, membenci kejahatan merupakan perwujudan dari pilihan takut akan Tuhan; kedua, ada tiga komitmen serius dalam membenci kejahatan yang berimplikasi terhadap pembentukan karakter, yakni 1). Tidak sombong dan angkuh; 2) tidak melakukan perbuatan jahat; dan 3) tidak mengucapkan perkataan yang menyesatkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa takut akan Tuhan merupakan landasan penting dalam pembentukan karakter.
RELASI INTERSUBJEKTIF BERSAMA ALLAH MENURUT PAULUS DALAM KOLOSE 2:6-7 Landele, James Andris; Kumowal, Royke Lantupa
EKKLESIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 3 No. 1 (2024): November 2024
Publisher : STT Ekklesia Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63576/ekklesia.v3i1.75

Abstract

Abstract: In this article, the author discusses the relationship between humans and God from the perspective of Martin Buber, a modern Jewish philosopher. Buber emphasizes the importance of the concept of intersubjective relationship (I and Thou). This concept serves as evidence that humans are relational beings and that God is referred to as an intersubjective relationship. The article employs a qualitative literature review research method. The author will gather data from various sources, such as books, literature searches, notes, and reports related to Martin Buber's views on Intersubjective Relations, and the biblical perspective on building a relationship with God according to Colossians 2:6-7. Martin Buber develops the concept of intersubjective relations through the relationships of "I-it", "I-thou", and "I-Thou Absolute" as the foundation for spiritual growth and connection with God. The Epistle of Paul to the Colossians also emphasizes living in Christ as a strong foundation for a close relationship with God. Both assert that a strong relationship with God and others is key to a meaningful life and spiritual growth in faith.  Abstrak: Dalam artikel ini, penulis membahas tentang hubungan manusia dengan Allah berdasarkan sudut pandang Martin Buber, seorang filsuf Yahudi modern. Buber mengajukan pentingnya konsep hubungan intersubjektif (I and Thou). Konsep ini menjadi bukti bahwa manusia adalah makhluk relasional dan Allah disebut sebagai hubungan intersubjektif. Penulisan artikel ini menggunakan metode penelitian kulitatif studi pustaka. penulis akan mengumpulkan data dari berbagai sumber, seperti buku, pencarian literatur, catatan, dan laporan yang berhubungan dengan . Studi pustaka merupakan teknik untuk mengumpulkan data dari buku, pencarian literatur, catatan, dan laporan yang berhubungan dengan pendangan Martin Buber mengenai Relasi Intersubjektif, dan perspektif Alkitab tentang membangun relasi bersama Allah menurut kolose 2:6-7. Martin Buber membangun konsep relasi intersubjektif melalui hubungan "aku-sesuatu", "aku-engkau", dan "aku-Engkau Absolut" sebagai dasar pertumbuhan spiritual dan koneksi dengan Allah. Surat Paulus kepada Jemaat di Kolose juga menekankan hidup dalam Kristus sebagai fondasi kuat untuk hubungan yang erat dengan Tuhan. Keduanya menegaskan bahwa relasi yang kokoh dengan Allah dan sesama adalah kunci untuk kehidupan yang bermakna dan pertumbuhan rohani dalam iman.
KARAKTER KRISTEN YANG BERTUMBUH MENURUT PERSPEKTIF PETRUS SEBAGAI AJARAN APOSTOLIK UNTUK ZAMAN POSTMODERN Boboy, Yuni Marsalina; Sakey, Jenet Selfiani; Borrong, Robert Patannang
EKKLESIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 3 No. 1 (2024): November 2024
Publisher : STT Ekklesia Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63576/ekklesia.v3i1.78

Abstract

Abstract: The theme of character is a crucial discussion for Christians, as it is closely related to daily behavior. However, it cannot be denied that, in reality, there are still Christians who live contrary to God's Word, indulging in the pleasures of sin, immorality, lust, anger, envy, and selfishness, failing to reflect the righteous behavior of Christ in their daily lives. This research will focus on the nature of the growing Christian character from Peter's perspective, as an apostolic teaching relevant for today. Using a qualitative method with a literature study approach, the results of this research explain that the growing Christian character according to Peter is without blemish and stain before God, submissive to the authority of leaders, and living in brotherly love. Thus, it provides a correct understanding to believers so that in any situation, as those who have received God's grace, they should continue to reflect the character of Christ. Abstrak : Tema karakter adalah diskusi yang sangat penting bagi umat Kristen, karena erat kaitannya dengan perilaku sehari-hari. Akan tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa pada kenyataanya masih ditemukan adanya orang Kristen yang hidup menyimpang dari firman Tuhan dengan hidup di dalam kenikmatan dosa kenajisan, hawa nafsu, amarah, iri hati, mementingkan diri sendiri dan tidak mencerminkan perilaku hidup yang benar serupa Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini akan berfokus seperti apakah karakater Kristen yang bertumbuh menurut perspektif Petrus. Sebagai ajaran apostolik untuk zaman postmodern. Dengan mempergunakan metode kualitatif melalui pendekatan studi pustaka. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa karakter Kristen yang bertumbuh menurut Petrus adalah tidak bercacat dan bernoda di hadapan Allah, tunduk pada otoritas pemimpin dan hidup dalam kasih persaudaraan. Dengan demikian memberikan pemahaman yang benar kepada orang percaya sehingga dalam situasi apa pun, sebagai orang yang telah menerima anugerah Tuhan, harus tetap dan terus mencerminkan karakter Kristus.
KEMAMPUAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL GURU AGAMA KRISTEN DALAM MEMBENTUK PERILAKU KRISTIANI SISWA Safatulus Giawa; Resti Damai Yanti Zai; Gulo, Sadile Asrani; Hulu, Aperius El Putra; Gulo, Deti Rosmeidar
EKKLESIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 3 No. 1 (2024): November 2024
Publisher : STT Ekklesia Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63576/ekklesia.v3i1.79

Abstract

Abstract: Christian religious teachers in the learning process often ignore interpersonal communication in shaping students' Christian behavior through Christian religious education. This happens because Christian religious teachers only focus on information or messages through knowledge understood by students and focus on explaining learning materials and learning material targets. The purpose of this study was to determine how the interpersonal communication skills possessed by Christian religious education teachers in shaping students' Christian behavior. This study uses a literature study research method, with the implementation steps being first; collecting literature related to the research. Second; selecting and selecting valid and renewable sources. Third; conducting source analysis and fourth; presenting the results of data analysis. Based on the results of data analysis and presentation, it was found that interpersonal communication of Christian religious teachers needs to be carried out actively and routinely, because interpersonal communication is a means to convey messages appropriately, therefore Christian religious teachers need to create safe learning for students in shaping students' Christian behavior. Abstrak: Guru agama Kristen dalam proses pembelajaran sering mengabaikan komunikasi interpersonal dalam membentuk perilaku kristiani siswa melalui pendidikan agama Kristen. Hal ini terjadi karena guru agama Kristen hanya fokus pada informasi atau pesan melalui pengetahuan yang dipahami oleh siswa dan fokus pada penjelasan materi pembelajaran serta target materi pembelajaran. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana kemampuan komunikasi interpersonal yang dimiliki oleh guru pendidikan agama Kristen dalam membentuk perilaku kristiani siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian studi pustaka, dengan langkah-langkah pelaksanaannya adalah pertama; mengumpulkan literatur yang berkaitan dengan penelitian. Kedua; memilih dan menyeleksi sumber yang valid dan terbarukan. Ketiga; melakukan analisis sumber dan keempat; menyajikan hasil analisis data. Berdasarkan hasil analisis dan penyajian data, maka ditemukan bahwa komunikasi interpersonal guru agama Kristen perlu dilakukan secara aktif dan rutin, karena komunikasi interpersonal merupakan sarana untuk menyampaikan pesan secara tepat, oleh karena itu guru agama Kristen perlu menciptakan pembelajaran yang aman bagi peserta didik dalam membentuk perilaku kristiani siswa.
MEDIATISASI IMAN: DAMPAK TEKNOLOGI KOMUNIKASI TERHADAP GEREJA KONTEMPORER MENURUT AMSAL 1:5 Dyna R D, Hildegardis; Simon, Simon; Zacheus, Soelistiyo Daniel
EKKLESIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 3 No. 1 (2024): November 2024
Publisher : STT Ekklesia Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63576/ekklesia.v3i1.83

Abstract

Abstract: New technology, especially artificial intelligence (AI), is changing how churches work and connect with people. This study looks at the good and bad ways AI affects churches, focusing on the need for knowledge and understanding to deal with these changes. AI can make church work more efficient and help churches reach more people online. But it also brings ethical and theological challenges, like the possibility of less face-to-face interaction and weaker relationships. Churches in Indonesia and around the world are using social media and apps to connect with people who are far apart, which helps keep communities close even when they are physically distant. This study uses a qualitative approach with a literature review to analyze how communication technology affects religious practices from both theological and sociological perspectives. Proverbs 1:5 serves as a guiding principle, emphasizing wisdom and understanding as churches embrace technological advancements while maintaining their spiritual integrity. The findings show that with a careful approach, churches can use new technology to support their spiritual mission and keep their faith communities strong. Abstrak: Kemajuan teknologi komunikasi, khususnya kecerdasan buatan (AI), telah membawa perubahan signifikan pada cara gereja beroperasi dan berinteraksi dengan jemaatnya. Studi ini mengeksplorasi dampak Artificial intelligence (AI) pada gereja, baik yang konstruktif maupun yang menantang, dengan penekanan pada pentingnya pengetahuan dan pemahaman dalam menavigasi perubahan. AI menawarkan peluang untuk meningkatkan efisiensi pelayanan dan memperluas jangkauan misi gereja melalui media digital. Namun, tantangan etika dan teologis muncul terkait penggunaan AI dalam konteks spiritual, seperti potensi berkurangnya interaksi tatap muka dan kedalaman hubungan interpersonal. Gereja-gereja di Indonesia dan secara global memanfaatkan media sosial dan aplikasi digital untuk menjangkau jemaat yang tersebar, membantu memperkuat ikatan komunitas meskipun ada keterbatasan geografis. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tinjauan pustaka untuk menganalisis dampak teknologi komunikasi pada praktik keagamaan dari perspektif teologis dan sosiologis. Amsal 1:5 berfungsi sebagai prinsip panduan, yang menekankan hikmat dan pemahaman saat gereja merangkul kemajuan teknologi sambil menjaga integritas spiritual mereka. Temuan tersebut menunjukkan bahwa dengan pendekatan yang bijaksana, gereja dapat memanfaatkan kemajuan teknologi untuk mendukung misi rohani mereka sambil menjaga integritas komunitas iman.
INTEGRASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN (PAK) DAN PROYEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5) SISWA SMK KESEHATAN REFORMASI PONTIANAK Rosnamita; Sampaleng, Dona; Marbun, Merdiati
EKKLESIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 3 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : STT Ekklesia Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63576/ekklesia.v3i2.88

Abstract

Abstract: This research aimed to identify the implementation, optimization, empowerment of technology, to evaluation of the implementation of the integration of Christian Religious Education Learning (PAK) and the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) in the formation of student character at SMK Kesehatan Reformasi Pontianak. The method in this study is qualitative with a descriptive approach, conducting the interview toward related parties such as Head Master, PAK Teacher, and P5 Teacher. The results of the study indicate that the implementation of the integration of PAK and P5 that meets students' needs in fulfilling knowledge of divinity and nationality are Worship Together and Reading the Bible, celebrating the Independence Day of the Republic of Indonesia and the Anniversary of Pontianak City, carrying out independent assignments with the substance of divinity and nationality values, holding a Clean Friday agenda, carrying out presentation and group discussion agendas, and implementing a three-dimensional wall magazine and poster making agenda. In addition, the aspect of technology empowerment needs to be optimized in various moments including the creation of digital-based posters and wall magazines as a representation of the agenda that describes the implementation of digitalization elements holistically, and the evaluation of the effectiveness of the integration of PAK and P5 learning is not carried out on a scheduled and regular basis based on there’s no supporting administration related about that, however, intensive communication and coordination between P5 and PAK teachers in order to integrate divinity and national values ​​are carried out, including together with school management. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi mplementasi, optimalisasi, pemberdayaan teknologi, hingga evaluasi dari pelaksanaan integrasi Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK) dan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam pembentukan karakter siswa di SMK Kesehatan Reformasi Pontianak. Metode dalam penelitian ini yakni kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan melakukan proses wawancara dengan pihak terkait yakni Kepala Sekolah, Guru PAK, dan Guru P5 yang outputnya sebagai data primer dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi integrasi PAK dan P5 yang memenuhi kebutuhan siswa dalam memenuhi pengetahuan ketuhanan dan kebangsaan yakni Ibadah Bersama dan Membaca Alkitab, perayaan HUT RI dan HUT Kota Pontianak, dilakukan penugasan mandiri dengan substansi nilai ketuhanan dan kebangsaan, diadakannya agenda Jumat Bersih, dilakukannya agenda presentasi dan diskusi kelompok, dan implementasi agenda pembuatan mading tiga dimensi dan poster. Di samping itu aspek pemberdayaan teknologi perlu dioptimalisasi dalam berbagai momentum termasuk pembuatan poster dan mading berbasis digital sebagai representasi agenda yang menggambarkan penerapan unsur digitalisasi secara holistik, serta evaluasi efektivitas integrasi pembelajaran PAK dan P5 tidak dilakukan secara terjadwal dan berkala hal ini didukung dengan tidak adanya administrasi pendukung terkait hal tersebut, namun demikian komunikasi intensif dan koordinasi antara guru P5 dan PAK dalam rangka mengintegrasikan nilai ketuhanan dan kebangsaan dilakukan, termasuk bersama dengan manajemen sekolah