cover
Contact Name
Ni Luh Gede Meilantari
Contact Email
meilantari@unmas.ac.id
Phone
+6285600221981
Journal Mail Official
jurnaldaruma@unmas.ac.id
Editorial Address
Jalan Kamboja 11A Denpasar, Bali, Indonesia
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Daruma : Linguistik, Sastra dan Budaya Jepang
ISSN : -     EISSN : 27769100     DOI : -
Jurnal DARUMA merupakan jurnal ilmiah mengambil kajian bidang Linguistik, Sastra dan Budaya Jepang, yang diterbitkan oleh Program Studi Sastra Jepang Fakultas Bahasa Asing Universitas Mahasaraswati Denpasar. Jurnal ini memuat artikel-artikel yang ditulis oleh para mahasiswa untuk dipublikasikan agar diketahui oleh khalayak umum dan para mahasiswa di Program Studi sastra Jepang khususnya. Jurnal DARUMA terbit sebanyak 2 kali dalam setahun, pada bulan April dan September
Articles 78 Documents
TAHAPAN PLOT DALAM FILM SPIRITED AWAY KARYA HAYAO MIYAZAKI August, Gemilang; Anak Agung Dian Andriyani; Betty Debora Aritonang
Jurnal Daruma : Linguistik, Sastra dan Budaya Jepang Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Daruma: Linguistik, Sastra dan Budaya Jepang
Publisher : Program Studi Sastra Jepang Fakultas Bahasa Asing Unmas Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Film Spirited away memiliki lima tahapan plot yaitu eksposisi, rising action, klimaks, falling action, dan resolusi. Eksposisi adalah tahap pengenalan, memperkenalkan tokoh Chihiro yang memiliki sifat penakut, Haku yang suka menolong, dan Yubaba yang jahat. Rising action adalah munculnya konflik yaitu saat orang tua Chihiro berubah menjadi babi yang membuat Chihiro harus tinggal dan mencari cara untuk mengembalikan orang tuanya. Klimaks adalah puncak dari konflik klimaks di film ini terjadi saat Chihiro harus pergi ketempat saudari kembar Yubaba untuk mengembalikan barang yang di curi oleh Haku agar Haku bisa selamat. Resolusi atau ending film terjadi saat Chihiro berhasil menang dari tantangan yang di berikan Yubaba dan berhasil mengembalikan orang tuanya seperti semula.
PENGGUNAAN BERSINONIM BUJI DAN ANZEN DALAM KORPUS DIGITAL Siahaan, Bastian Wiryo Prakoso; Ni Wayan Meidariani; Ni Luh Gede Meilantarii
Jurnal Daruma : Linguistik, Sastra dan Budaya Jepang Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Daruma: Linguistik, Sastra dan Budaya Jepang
Publisher : Program Studi Sastra Jepang Fakultas Bahasa Asing Unmas Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengkaji makna buji dan anzen ditinjau dari penggunaan kalimat bahasa Jepang pada korpus digital. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori semantik kontekstual H. Abdul Chaer. Data yang digunakan dalam penulisan artikel diperoleh dari situs kumpulan wacana online berbahasa Jepang. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa buji memiliki leksem 'selamat' ketika menunjukkan kekhawatiran dan kelegaan seorang pada benda hidup atau benda mati yang telah mengalami sesuatu, Kemudian leksem anzen dapat berarti 'aman' bila digunakan untuk menerangkan dan mendeskripsikan suatu objek berupa benda dalam penggalan suatu kalimat.
AFIKSASI VERBA TRANSITIF BAHASA AINU I Made Vikananda Satrya Wibawa; Ni Wayan Meidariani; Anak Agung Ayu Dian Andriyani
Jurnal Daruma : Linguistik, Sastra dan Budaya Jepang Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Daruma: Linguistik, Sastra dan Budaya Jepang
Publisher : Program Studi Sastra Jepang Fakultas Bahasa Asing Unmas Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas mengenai proses-proses morfologis afiksasi yang terjadi pada verba transitif bahasa Ainu dan makna verba transitif bahasa Ainu sebelum dan sesudah mengalami proses afiksasi. Teori yang digunakan dalam artikel ini adalah teori proses morfologis afiksasi yang menyatakan bahwa Afiks merupakan bentukan linguistik yang terikat baik secara morfologis maupun secara semantis. Keberadaan afiksasi pada sebuah kalimat biasanya selalu melekat pada bentuk dasar. Proses morfologis afiksasi melibatkan komponen (1) Bentuk dasar, (2) alat pembentuk, (3) makna gramatikal, (4) hasil proses pembentukan. Menurut chaer jenis-jenis afiks dibagi menjadi 4, yaitu prefiks, infiks, sufiks dan konfiks. Metode dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode kepustakaan dan teknik simak kemudian di catat dan mengklasifikasikan data. Metode dan teknik analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dan teknik 1) menganalisis data, 2) pendeskripsian dan 3) penarikan kesimpulan. Serta metode penyajian hasil analisis data adalah secara informal. Analisis data pada 24 cerita rakyat suku Ainu baik berupa naskah maupun rekaman suara oleh museum dan taman nasional suku Ainu upopoi ini menghasilkan total 18 data mengenai verba transitif bahasa Ainu
MAJAS PERBANDINGAN LAGU BERBAHASA JEPANG Wamafma, Dance; Iriantini, Sri; Sutanto, Jennifer
Jurnal Daruma : Linguistik, Sastra dan Budaya Jepang Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Daruma: Linguistik, Sastra dan Budaya Jepang
Publisher : Program Studi Sastra Jepang Fakultas Bahasa Asing Unmas Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the function of languages are to express emotion. The statement, emotion, the way of thinking is not often poured into a literature especially in songs, poetry, novel, and other literature. In making song, language that is often used is more beautiful, because it is focuses on an emotional aspect, so that the meaning of the song is delivered accurately. This research raises the theme of comparative learning in songs popularized by Ayumi Hamasaki using semantic studies. The problem in this research will be discussed with the stylistic theory, so that the reader can capture the feelings and goals set forth by the author. While semantic theory is used to understand the meanings implied in the lyrics of her songs. In a musical piece, surely song writer has their own colors and shape or characteristic that make the piece unique and liked and also makes the listener feel the power of the language in it.   Keywords: language, stylistic, songs, theme, semantics  
REPRESENTASI OJIGI DALAM FILM HUJAN BULAN JUNI KARYA HESTU SAPUTRA (KAJIAN SEMIOTIKA ROLAND BARTHES) Damayanti, Erika Selphie; Imron, Ali
Jurnal Daruma : Linguistik, Sastra dan Budaya Jepang Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Daruma: Linguistik, Sastra dan Budaya Jepang
Publisher : Program Studi Sastra Jepang Fakultas Bahasa Asing Unmas Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tahun 2017, Hestu Saputra sebagai sutradara mengadopsi novel Hujan Bulan Juni menjadi film dengan judul yang sama berdurasi 96 menit. Film tersebut bercerita tentang kisah cinta Pingkan dan Sarwono. Tokoh pendamping lainnya bernama Katsuo, dihadirkan sebagai pemuda asal Jepang yang menyukai Pingkan. Dalam film, terdapat budaya Jepang sebab kehadiran tokoh Katsuo dan latar tempat di Jepang yaitu Hokkaido. Berangkat dari hal tersebut, penulis tertarik untuk menganalisis dan merepresentasikan makna ojigi atau budaya membungkuk Jepang pada film Indonesia Hujan Bulan Juni. Teori yang digunakan untuk analisis adalah semiotika Roland Barthes tentang makna denotasi, konotasi, dan mitos. Sementara teori ojigi yang digunakan berdasarkan penelitian Piri dan Mulyadi tentang ojigi. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan metode simak-catat dokumentasi dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan ada 9 adegan dengan 21 tanda ojigi yang dilakukan oleh Pingkan, Katsuo, dan beberapa tokoh figuran lain berupa ojigi 5̊, 15̊, 20̊, 30̊, dan 45̊. Makna denotasi-konotasi berupa salam sapa atau perpisahan, adat saat memasuki kuil, ungkapan terima kasih, kesan akrab, menghargai dan menghormati, persembahan terhadap dewa, sopan santun, penyambutan tamu, dan sikap rendah hati. Penemuan makna mitos secara tersirat yaitu berupa sikap ramah dan bersahabat, keakraban berdasarkan konsep uchi-soto Jepang yang menyebabkan interaksi secara informal, memberi tanpa pamrih, hubungan timbal balik antara agama dan budaya Jepang, menghargai dan menaati budaya tempat yang didiami atau dikunjungi, serta mau selalu belajar (prinsip Shokunin).
Rosana Pranadila Nilai Moral Dalam Film Fukushima 50 Karya Youichi Maekawa : Artikel Jurnal Pranadila, Rosana; Ni Wayan Meidariani; Betty Debora Aritonang
Jurnal Daruma : Linguistik, Sastra dan Budaya Jepang Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Daruma: Linguistik, Sastra dan Budaya Jepang
Publisher : Program Studi Sastra Jepang Fakultas Bahasa Asing Unmas Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk nilai moral menurut teori James Rachels dalam film Fukushima 50 karya Youichi Maekawa yang mengutamakan nilai moral keberanian, nilai moral kemurahan hatian, nilai moral kejujuran, serta nilai moral kesetiaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yaitu dengan mengobservasi data kemudian mengumpulkan data dengan cara mendengar dan menonton film Fukushima 50 kemudian mengamati, menganalisis, menggambarkan, dan mencatat situasi dan kondisi dari sumber data tersebut untuk menekankan hubungan yang akan diteliti. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis isi untuk menjelaskan data yang sudah ditemukan. Data dalam penelitian ini berupa kutipan dialog antar tokoh dan tingkah laku yang menggambarkan nilai moral yang berkaitan dengan permasalahan dalam penelitian. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa film Fukushima 50 karya Youichi Maekawa terdapat nilai moral yang diutamakan oleh teori moral James Rachels. Nilai moral kesetiaan menjadi nilai yang mendominasi dalam film Fukushima 50 karya Youichi Maekawa. Tokoh utama yaitu Izaki menunjukan nilai moral kesetiaan dengan jumlah paling banyak. Kata Kunci: Moral, film Fukushima 50, James Rachel
ANALISIS KARAKTER TOKOH OKAASAN SEBAGAI TOKOH UTAMA DALAM ANIME ATASHINCHI Kemala Dewi, Ni Luh Gede Diah; Ni Wayan Meidariani; Ni Luh Gede Meilantari
Jurnal Daruma : Linguistik, Sastra dan Budaya Jepang Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Daruma: Linguistik, Sastra dan Budaya Jepang
Publisher : Program Studi Sastra Jepang Fakultas Bahasa Asing Unmas Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas mengenai karakter tokoh Okaasan sebagai tokoh utama dalam anime Atashinchi yang ditayangkan pada laman youtube. Teori yang digunakan dalam artikel ini adalah pendekatakan karya sastra menggunakan teknik pelukisan tokoh dari Abrams dan teori karakterisasi melalui penampilan tokoh dalam buku Albertine Minderop. Karakteri tokoh dapat di analisis menggunakan teknik ekspositori dan teknik dramatik serta melalui penamilan tokoh. Metode dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode dan teknik simak. Metode dan teknik analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dan teknik 1) menganalisis data, 2) pendeskripsian dan 3) penarikan kesimpulan. Serta metode penyajian hasil analisis data adalah secara informal. Analisis data pada tokoh Okaasan sebagai tokoh utama dalam anime Atashinchi meliputi episode 1 hingga episode 9, ditemukan 6 data yang menunjukkan karakter dari tokoh Okaasan.
MAKNA KESEDIHAN PADA KUMPULAN LIRIK LAGU KARYA GRUP MUSIK YOASOBI (KAJIAN SEMANTIK) : Bahasa Indonesia Sugiarto, Alvin Jonathan; Anak Agung Ayu Dian Andriyani; Betty Debora Aritonang
Jurnal Daruma : Linguistik, Sastra dan Budaya Jepang Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Daruma: Linguistik, Sastra dan Budaya Jepang
Publisher : Program Studi Sastra Jepang Fakultas Bahasa Asing Unmas Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa digunakan untuk mengungkapkan ekspresi manusia baik dalam sebuah tulisan maupun lisan. Ungkapan ekspresi tersebut berdasarkan pada pemikiran, pendapat, perasaan, juga pengalaman yang berbentuk imajinatif yang disebut sebuah karya sastra. Contoh dari karya sastra adalah: mite, dongeng, dan lagu. Lagu merupakan bagian karya sastra yang memiliki unsur keindahan pada liriknya, memiliki pesan baik secara implisit maupun eksplisit kepada para pendengar. Pada penelitian ini penulis hanya memfokuskan pembahasan pada unsur kesedihan pada 5 judul lagu yang dibawakan oleh grup musik Yoasobi, antara lain: Yoru ni Kakeru, Tabun, Ankooru, Harujion, dan Gunjou melalui kajian semantik. Penelitian semantik dapat dikatakan sebagai ilmu yang mempelajari tentang makna dan perubahan makna antara makna satu dengan lainnya yang terdapat pada suatu karya sastra. Dalam penelitian ini penulis dapat menemukan makna kesedihan pada lagu tersebut dengan kajian semantik, yang dapat di tarik kesimpulan, setiap karya sastra memiliki ekspresi dalam penciptaannya, baik dari pengalaman penyair, imajinasi, dan buah fikiran. Kata kunci: Bahasa, Lagu, Makna Kesedihan, Kajian Semantik
STRUKTUR PUISI DAN KETIDAKLANGSUNGAN EKSPRESI DALAM LIRIK LAGU KARYA FUNKY MONKEY BABYS Susila, I Putu Dipa Pranata; Anak Agung Ayu Dian Andriyani; Made Henra Dwikarmawan Sudipa
Jurnal Daruma : Linguistik, Sastra dan Budaya Jepang Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Daruma: Linguistik, Sastra dan Budaya Jepang
Publisher : Program Studi Sastra Jepang Fakultas Bahasa Asing Unmas Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 This study aims to describe the structure and indirectness of any expressions contained in the lyrics of the song Funky Monkey Babys. The theory used in this study is a theory related to research, including the theory of the structure of poetry and the theory of semiotics. The research method used is a qualitative descriptive method. In this thesis the data are in the form of song lyrics Ato Hiotsu, Mou Kimi Ga Inai, Tabidachi, Namida, and Taisetsu. The data were analyzed using the theory of poetry structure and the theory of indirectness of expression. The results obtained from this research are; in the structure of the poetry of the songs Ato Hiotsu, Mou Kimi Ga Inai, Tabidachi, Namida, and Taisetsu found diction, figure of speech, and imagery with the theme of love, and the message don't give up. In the discontinuity of the expressions in the songs Ato Hiotsu, Mou Kimi Ga Inai, Tabidachi, Namida, and Taisetsu found a change in meaning and the Blank symbol which is more widely used. Keywords: Structure, Song, Lyrics, Unsustainability of Expression
KETIDAKLANGSUNGAN EKSPRESI PADA LIRIK LAGU NAMONAI HANA KARYA SATO MIKI Widhiantara, Oka; Anak Agung Ayu Dian Andriyani; Ni Luh Gede Meilantari
Jurnal Daruma : Linguistik, Sastra dan Budaya Jepang Vol. 4 No. 01 (2024): Jurnal Daruma: Linguistik, Sastra dan Budaya Jepang
Publisher : Program Studi Sastra Jepang Fakultas Bahasa Asing Unmas Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menbahas tentang ketidaklangsungan ekspresi pada lirik lagu Namonai Hana karya Sato Miki. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori semiotika Michael Riffaterre. Hasil penelitian ditemukan empat penggantian arti yang menggunakan majas metafora dan majas simbolik. Pada kategori penyimpangan arti yang berupa ambiguitas, kontradiksi dan nonsense tidak ditemukan dalam lirik Namonai Hana. Pada kategori teakhir dalam ketidaklangsungan ekspresi yakni ditemukan satu penciptaan arti. Makna dari lagu Namonai Hana karya Sato Miki adalah perasaan cinta yang tak tersampaikan.