Jurnal Arsitektur
Fokus Jurnal Arsitektur adalah mahasiswa dan dosen pembimbing untuk Mata Kuliah Metodologi Penelitian, Seminar atau Skripsi di Program Studi Arsitektur Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon atau Prodi Arsitektur pada Perguruan Tinggi lain di Indonesia. Ruang lingkup pada Jurnal Arsitektur adalah ilmu kearsitekturan dengan bidang keilmuan diantaranya bidang keilmuan kota, perumahan dan permukiman, bidang keilmuan ilmu sejarah Arsitektur, filsafat dan teori arsitektur, bidang keilmuan teknologi bangunan, manajemen bangunan, building science, serta bidang keilmuan perancangan arsitektur.
Articles
114 Documents
KARAKTERISTIK LINGKUNGAN LAYAK HUNI DI KAWASAN PECINAN KOTA CIREBON
Sinta Rahayu;
Iwan Purnama
Jurnal Arsitektur Vol. 14 No. 2 (2022): Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1940.563 KB)
|
DOI: 10.59970/jas.v14i2.77
Kemunculan kampung kota merupakan fenomena yang banyak terjadi terutama di negara-negara berkembang dan sebenarnya adalah sebuah bentuk asli dari kota-kota di Indonesia. Disisi lain, dalam kampung kota yang padat juga terdapat berbagai masalah yang selanjutnya dapat menyebabkan munculnya pemukiman kumuh dalam kampung kota tersebut. Sehubungan dengan hal tersebut, kondisi yang terjadi di Kampung Pecinan memiliki permasalahan yang menarik untuk dijadikan sebagai obyek penelitian sebagai salah satu Kampung Kota yang memiliki keterkaitan dengan sejarah kota Cirebon. Kemilaunya kota justru membuat mereka terjerumus kedalam kemiskinan yang pada akhirnya harus tinggal dan menetap di tempat yang tidak layak huni. Tingkat pendidikan dan pendapatan di permukiman kumuh secara umum sangat rendah dan dari persentase yang ada bahwa rata-rata. Untuk wilayah penelitian pada Kawasan Pecinan dan Kawasan Panjunan memiliki sisi negative terhadap pengembangan wilayah. Hal seperti ini didasarkan akan latar belakang masyarakat, karena berada di Kawasan padat penduduk, Kawasan tersebut menjadi cenderung kumuh.
SISTEM PENERANGAN BUATAN YANG MENDUKUNG KENYAMANAN VISUAL DAN KONSERVASI ENERGI PADA RUANG PERPUSTAKAAN ITENAS BANDUNG
Nur Laela Latifah
Jurnal Arsitektur Vol. 14 No. 2 (2022): Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2378.401 KB)
|
DOI: 10.59970/jas.v14i2.78
Kenyamanan visual merupakan salah satu aspek yang harus terpenuhi sesuai kerja visual mata dalam melakukan aktivitas. Ruang perpustakaan adalah salah satu fasilitas bangunan pendidikan dimana sistem pencahayaan seharusnya direncanakan dengan baik. Perpustakaan Itenas Bandung memiliki sistem penerangan buatan yang belum berefikasi tinggi/ hemat energi dan belum terintegrasi secara baik dengan layout interiornya, di sisi lain area tengah ruang lantai 1 kurang memperoleh cahaya alami matahari karena terbayang barisan rak buku. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberi usulan perbaikan sistem penerangan buatan pada kasus ruang lantai 1 perpustakaan tersebut, tanpa harus mengubah interiornya, dengan tetap memperhatikan konservasi energi. Metoda analisis adalah deskriptif kuantitatif dan kualitatif menggunakan literatur dan standar, berdasarkan hasil pengamatan dan pengukuran langsung di lapangan serta hasil simulasi model 3D menggunakan software DIALux evo 11.0. Nilai manfaat bagi pembaca adalah masukan langkah kerja dan pengambilan keputusan agar dalam merancang penerapan sistem penerangan buatan terutama pada kasus ruang serupa, dapat memenuhi standar kenyamanan visual dan hemat energi.
PENENTUAN TIPE PINTU PADA DESAIN PERENCANAAN RUANG LABORATORIUM PT. BIO FARMA (PERSERO) BANDUNG
Fadila Rahma Kamila;
Utami .
Jurnal Arsitektur Vol. 15 No. 1 (2023): Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1922.052 KB)
|
DOI: 10.59970/jas.v15i1.79
Bio Farma (Persero) dalam menjalankan perusahaannya seiring berjalannya waktu akan terus mengupayakan perkembangan inovasi terbaru terutama dalam bidang farmasi. Salah satunya untuk mendukung kegiatan tersebut, maka PT. Bio Farma (Persero) membangun sebuah fasilitas baru yang diperuntukkan riset dan pengembangan sebuah produk. Tentunya dalam sebuah fasilitas riset pasti membutuhkan sebuah fasilitas laboratorium yang memadai untuk mewadahi kegiatan tersebut. Fasilitas sebuah laboratorium dikatakan baik ketika dalam operasional kegiatannya dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang baik demi terjaganya keamanan dan keselamatan semua pihak yang terlibat di dalamnya, salah satunya yaitu dapat bersangkutan dengan aspek perencanaan sebuah desain arsitektural berupa penentuan tipe pintu yang baik untuk sebuah laboratorium. Dalam praktiknya penentuan sebuah pintu laboratorium harus mengacu kepada standar yang ada. Di dalam kajian ini bertujuan untuk mengetahui kriteria desain yang relevan untuk sebuah perencanaan laboratorium khususnya pada fasilitas gedung 34 milik PT. Bio Farma (Persero) dengan mengacu kepada standar dan rekomendasi desain yang nantinya akan digunakan sebagai fasilitas laboratorium untuk riset sebuah pengembangan produk. Metoda penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif yaitu dengan melakukan pengumpulan data objek studi penelitian serta literatur yang terkait dengan objek studi dan juga memperhatikan keterkaitan pengaruh standar terhadap rekomendasi yang dikeluarkan untuk menentukan tipe pintu yang tepat dan sesuai. Hasil dari analisis yang dilakukan oleh penulis terdapat 3 jenis desain pintu yang tepat dan relevan dengan berdasar pada standar acuan dan rekomendasi desain.
EFEKTIFITAS PENGGUNAAN SOFTWARE DI KALANGAN MAHASISWA FAKULTAS TEKNIK
Basuki .;
Wita Widyandini;
Dwi Jatilestariningsih
Jurnal Arsitektur Vol. 15 No. 1 (2023): Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2234.482 KB)
|
DOI: 10.59970/jas.v15i1.80
Akhir-akhir ini, perangkat lunak (software) sebagai salah satu alat dalam teknologi pendidikan berkembang pesat terutama di era digital. Kemampuan mahasiswa dalam penggunaan software bukan tujuan akhir, tetapi efektivitas dapat dilihat manfaat dan kemudahan dalam mendukung kualitas pekerjaan seperti dalam perancangan, tugas laporan, representas ide, waktu penyelesaian pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektifitas penggunaan software di kalangan mahasiswa fakultas teknik. Penelitian dilakukan melalui survei online terhadap mahasiswa di program studi Arsitektur dan Teknik Sipil Fakultas Teknik Unwiku Universitas Wijayakusuma Purwokerto. Diskusi kelompok kecil juga dilakukan dengan akademisi terhadap peran perangkat lunak dalam mendukung kegiatan pembelajaran baik saat ini maupun dimasa-masa akan datang. Efektifitas penggunaan software diukur dari manfaat dan kemudahan penggunaan software. Analisis menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menemukan penggunaan software efektif ditinjau dari dari manfaat dan kemudahan. Penggunaan software tidak hanya memberikan manfaat dalam meningkatkan kualitas dan mempercepat waktu penyelesaian pekerjaan, namun juga memudahkan tugas atau pekerjaan untuk di revisi ulang, ditambah, dikurangi, dan dibagikan. Kemampuan adaptif dan rekayasa diperlukan mahasiswa bahkan setelah mahasiswa lulus untuk dapat memanfaatkan teknologi secara optimal tetapi tidak tergantung pada teknologi.
SIMULASI EVAKUASI KEBAKARAN PADA BANGUNAN KATEGORI HIGH-RISE MENGGUNAKAN OASYS MASSMOTION (Studi Kasus : Perencanaan Gedung Kampus PJJ IAIN Cirebon)
Muhammad Hafi Murtaqi;
Erwin Yuniar Rahadian
Jurnal Arsitektur Vol. 15 No. 1 (2023): Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2327.524 KB)
|
DOI: 10.59970/jas.v15i1.81
Gedung bertingkat tinggi (High Rise Building) adalah bangunan yang memiliki jumlah lantai lebih dari 6 lantai dengan tinggi lebih dari 20 m (Mulyono, 2000). Bangunan bertingkat merupakan sebuah respon atas kebutuhan manusia yang tidak terbatas namun ketersediaan lahan yang terbatas. Sehingga memaksa manusia untuk melakukan pembangunan secara vertikal.Perlu direncanakan sirkulasi evakuasi ketika terjadi bencana kebakaran. Sarana proteksi kebakaran pasif khususnya tangga darurat kebakaran akan berperan aktif dalam upaya penyelamatan dalam proses evakuasi ketika terjadi kebakaran. Keberadaan dan kondisi tangga darurat kebakaran mempengaruhi kemudahan dalam proses evakuasi kebakaran serta mampu menjadi hambatan jika tidak adanya perencanaan yang matang. Perkembangan teknologi membuat manusia bisa lebih mudah dalam melakukan tes keilmuan. Oasys MassMotion adalah software simulasi sirkulasi pejalan kaki berbasis agen. Hal ini banyak digunakan dalam evakuasi, kemacetan pejalan kaki, analisis proses dan beberapa bidang lainnya. Oasys MassMotion memberikan arsitek sebuah alat penguji bagaimana respon desain arsitektur dalam sirkulasi yang terjadi didalamnya, termasuk evakuasi kebakaran. Oasys MassMotion ini digunakan penulis sebagai alat simulasi evakuasi kebakaran sebagai bahan penelitian.
PENDEKATAN TEMA ARSITEKTUR EKOLOGI PADA RANCANGAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN PARIWISATA
Luqman Ar Ridha;
Theresia Pynkyawati
Jurnal Arsitektur Vol. 15 No. 1 (2023): Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2554.47 KB)
|
DOI: 10.59970/jas.v15i1.87
Sektor pariwisata berperan besar dalam meningkatkan taraf perekonomian masyarakat khususnya di tempat tujuan wisata. Kabupaten Bandung Barat dikenal sebagai kota wisata yang memiliki berbagai aneka ragam wisata dan memiliki peminat objek wisata yang tiap waktunya semakin meningkat. Upaya dalam memfasilitasi hal tersebut, perlu dilakukan pengadaan fasilitas pendidikan yang dapat menunjang sektor pariwisata. Tujuan dirancangnya sekolah menengah kejuruan pariwisata di Kota Baru Parahyangan adalah agar dapat menjadi wadah kegiatan pendidikan kejuruan yang meliputi usaha perjalanan wisata, perhotelan dan tata boga. Metode perancangan yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif yang diharapkan dapat mendeskripsikan penerapan arsitektur ekologi, adapun penggunaan prinsip arsitektur ekologi sebagai cara menganalisis studi kasus dan menghasilkan suatu deskripsi yang berhubungan dengan tema perancangan. Penerapan tema ekologi arsitektur pada bangunan dapat mencerminkan adanya perhatian terhadap lingkungan alam dan sumber alam yang terbatas. Tema arsitektur ekologi merupakan desain yang diolah dengan cara memperhatikan aspek iklim, rantai bahan, masa pakai material yang dapat menghasilkan keselarasan antara manusia dengan lingkungan alamnya. Penerapan konsep arsitektur ekologi pada desain bangunan smk pariwisata ini berupa pemanfaatan daur ulang air hujan pada bangunan dan penggunaan secondary skin untuk meminimalisir intensitas cahaya matahari siang dan kebisingan agar dapat memberi kenyamanan untuk para pengguna bangunan dalam kegiatan belajar mengajar.
KONSEP ARSITEKTUR MODERN PADA PERANCANGAN SMK PARIWISATA “BRILIANT” DI KOTA BANDUNG
Caessar Kurniawan;
Shirley Wahadamaputera
Jurnal Arsitektur Vol. 15 No. 1 (2023): Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2469.449 KB)
|
DOI: 10.59970/jas.v15i1.88
Lembaga pendidikan formal menyiapkan peserta didik untuk memiliki keunggulan di dalam pendidikan kejuruan. SMK pariwisata merupakan pendidikan yang dapat menghasilkan lulusan profesional di bidang pariwisata juga meningkatkan kualitas pelayanan dalam bidang pariwisata di Indonesia. Perancangan SMK Pariwisata “Briliant” ini menerapkan filosofi kreatif, yang diperlukan untuk membedakan keunggulan SMK dibanding SMA, melalui konsep arsitektur untuk mewakili aspek kreatifitas yang diterapkan pada desain bangunan yaitu desain yang ditandai dengan penerapan teknologi baru, dan penggunaan material yang ramah lingkungan untuk disesuaikan dengan masa kini dan tahun-tahun yang akan datang. Konsep Arsitektur modern pada perancangan SMK Pariwisata “Briliant” ini diterapkan pada desain yang tidak rumit dengan bentuk dasar denah persegi dan memanfaatkan lahan yang mengalami substraktif dan adiktif pada bentukan awal massa bangunan, diikuti dengan desain tanpa ornamen dari bangunan sehingga kesan modern dapat dicapai. Penerapan arsitektur modern ini diharapkan dapat menjadi jawaban terhadap desain bangunan pendidikan yang ramah lingkungan sebagai sarana meningkatkan kreatifitas di lingkungan pendidikan.
PERANCANGAN COMMUNAL SPACE FPIK IPB DRAMAGA SEBAGAI UPAYA PEMANFAATAN LAHAN TERBENGKALAI
Rifa Ayra Sukmawan;
Agung Prabowo Sulistiawan
Jurnal Arsitektur Vol. 15 No. 1 (2023): Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2523.192 KB)
|
DOI: 10.59970/jas.v15i1.90
Sesuai dengan dampak Pandemi Covid-19 banyak infrastruktur rusak yang perlu dibangun dan kembali beroperasi. Gedung FPIK IPB merupakan salah satu Gedung Pendidikan yang dimiliki oleh kampus IPB Dramaga. Setiap kampus memiliki ruang beraktifitas mahasiswa, salah satunya adalah ruang komunal. Ruang lingkup penelitian ini difokuskan pada perancangan ruang komunal yang bersifat interaktif untuk menjadi salah satu indikator terhadap keberlanjutan sosial di Gedung FPIK IPB. Tujuan penelitian ini adalah mendesain ruang komunal pada lahan terbengkalai berdasarkan bentukan-bentukan yang tercipta dari fungsi utama ataupun fungsi-fungsi yang ada dalam ruangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menerapkan Form Follow Function Theory yang erat kaitannya dengan gaya arsitektur modern dalam merancang ruang-ruang komunal pada Gedung FPIK IPB . Hasil penelitian ini adalah rancangan bangunan ruang komunal di Gedung FPIK IPB yang berada pada basement dan amphitheater dengan menerapkan konsep hybrid yaitu penggabungan (adaptif blending) dua atau lebih teori, fungsi dan bentuk yang berbeda menjadi suatu fungsi serta bentuk baru. Perancangan ini memperhatikan kebutuhan untuk bisa menampung beragam aktifitas penggunanya dengan tampilan visual dan fungsional sehingga menjadi daya Tarik dan menciptakan sudut ruang positif
PERUBAHAN ELEMEN FASAD BANGUNAN CAGAR BUDAYA EKS KOLONIAL: Kasus Studi: Bangunan Hunian karya A.F Aalbers di Jalan Prabu dimuntur Kota Bandung
Muhammad Rifqi Fadhlurrohman;
Nurtati Soewarno
Jurnal Arsitektur Vol. 14 No. 2 (2022): Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2561.134 KB)
|
DOI: 10.59970/jas.v14i2.92
Indonesia adalah salah satu Negara koloni Belanda di Asia Tenggara. Lamanya pemerintah Belanda tinggal di Indonesia dapat diidentifikasi dari bangunan-bangunan peninggalannya yang bergaya Indische. Saat ini sebagian besar dari bangunan tersebut telah dinyatakan sebagai bangunan cagar budaya. Sebagai kota yang direncanakan akan menjadi ibu kota Hindia Belanda, Pemerintah kota Bandung meminta para Arsitek Belanda untuk mendesain bangunan dan kawasan, salah satunya adalah A.F Aalbers. Karya-karya Aalbers sangat adaptif terhadap iklim tropis Indonesia, memiliki tipe spesifik, baik yang diterapkan pada desain Hotel, Bank maupun pada bangunan hunian. Makalah ini akan memaparkan tipologi bangunan hunian karya Aalbers yang berlokasi di kawasan Gedung Sate. Apa ciri spesifik dari karya Aalbers dan bagaimana perkembangannya terkait dengan perubahan pada kawasan bekas kolonial menjadi kawasan komersial. Observasi ke lapangan diperlukan untuk mendata keberadaan bangunan karya Aalbers dan mengetahui kondisi terkini. Selain itu untuk mengetahui gaya dan bentuk originalnya dipelajari literatur mengenai karya-karya Aalbers, baik yang berada di Indonesia maupun di Negara lain. Diharapkan perubahan fungsi kawasan tidak mengganggu keberadaan bangunan cagar budaya bahkan keelokan dan potensinya dapat menjadi daya tarik tersendiri. Diharapkan pula bangunan cagar budaya dapat beradaptasi terhadap fungsi baru sehingga bangunan, sebagai warisan bangsa dapat tetap digunakan dan dilestarikan.
IMPLEMENTASI ARSITEKTUR KONTEMPORER TROPIS PADA ISLAMIC CENTER DI KABUPATEN SAMBAS, KALIMANTAN BARAT
Muhammad Fabian Daffa;
Nurtati Soewarno
Jurnal Arsitektur Vol. 14 No. 2 (2022): Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2635.378 KB)
|
DOI: 10.59970/jas.v14i2.93
Kabupaten Sambas merupakan sebuah kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat yang mayoritas penduduknya beragama Islam tetapi belum memiliki sebuah fasilitas yang dapat menampung semua kegiatan peribadatan. Oleh karenanya dinilai perlu untuk merancang sebuah Islamic Center. Islamic Center yang direncanakan menerapkan tema Arsitektur Kontemporer Tropis yang dipadukan dengan konsep pemikiran Islam. Tema tropis dipilih karena lokasi site berada pada kawasan dengan iklim tropis, di pulau Kalimantan yang dilalui Garis Khatulistiwa. Sedangkan pemilihan tema kontemporer diharapkan agar konsep-konsep pemikiran Islam dapat dengan mudah divisualisasikan melalui elemen-elemen arsitektur. Diharapkan elemen-elemen arsitektur tersebut dapat meningkatkan estetika bangunan sehingga dapat menjadi kebanggaan masyarakat setempat. Elemen-elemen arsitektur tersebut diterapkan pada site seperti pada perancangan plaza untuk aktivitas manasik haji dan penempatan sebuah monumen. Selain itu elemen arsitektur diterapkan pula pada fasad bangunan berupa ornamen kaligrafi yang dapat mencerminkan fungsi bangunan sebagai tempat aktivitas masyarakat muslim. Sedangkan pada interior bangunan direncanakan bukaan-bukaan yang memungkinkan tercapainya kenyamanan termal sehingga diharapkan para jamaah dapat lebih khusyuk dalam menjalankan ibadah. Hasil rancangan Islamic Center ini diharapkan dapat mewadahi seluruh aktivitas peribadatan masyarakat muslim di Kabupaten Sambas khususnya tetapi tidak menutup kemungkinan digunakan oleh masyarakat umum, baik masyarakat Kalimantan maupun masyarakat muslim dari luar Kalimantan atau bahkan dari luar Indonesia.