cover
Contact Name
Jauhar Ali
Contact Email
jauhar.ali@uingusdur.ac.id
Phone
+628811463763
Journal Mail Official
lp2m@uingusdur.ac.id
Editorial Address
Jl. Kusuma Bangsa No. 9, Kota Pekalongan
Location
Kota pekalongan,
Jawa tengah
INDONESIA
ISJOUST
ISSN : 26151286     EISSN : 26860619     DOI : https://doi.org/10.28918/isjoust
Islamic Studies Journal for Social Transformation, published by Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UIN K.H Abdurrahman Wahid Pekalongan. The journal accepts articles from various perspective of theology, history, sociology, anthropology, philosophy, mysticism, and much more related to Islamic studies and social transformation. Islamic Studies Journal for Social Transformation, published twice a year, places Islam and Muslim as a central focus and discourse to encourage social transformation. This journal is in collaboration with the Asosiasi Peneliti Kajian Keislaman (APKK) Pekalongan.
Articles 158 Documents
THE ROLE OF INTERNATIONAL LAW IN PROMOTING GLOBAL ISLAMIC ECONOMIC BALANCE: CHALLENGES AND OPPORTUNITIES IN OIC COUNTRIES Adinugraha, Hendri Hermawan; Achmad Tubagus Surur; Rizky Andrean
Islamic Studies Journal for Social Transformation Vol 9 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/isjoust.v9i1.12275

Abstract

This research aims to comprehensively investigate the preparation for implementing mandatory halal regulations for food and beverage products in Indonesia. This research also examines the role of international law in promoting the balance of the Islamic global economy in member countries of the Organization of Islamic Cooperation. This research employs a normative legal research method, utilizing a statutory approach. The primary legal materials used include the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia, Law No. 23 of 1992, Law No. 7 of 1996, Law No. 6 of 1967, Law No. 8 of 1999, Law No. 33 of 2014, Government Regulation No. 31 of 2019, and Law No. 39 of 2021. Data collection techniques used literature studies, and data analysis was carried out using qualitative descriptive methods. The results showed that the regulation of mandatory halal certification for food and beverage products in Indonesia is regulated in Law Number 33 of 2014, Government Regulation Number 31 of 2019, and Law Number 39 of 2021. Preparation for the implementation of this mandatory halal regulation is a legal requirement to ensure peace and comfort for the public when consuming or using halal products. This study also found that, when implemented appropriately, international legal policies can foster Islamic economic growth in OIC countries. Some countries, such as Malaysia and Turkey, have successfully adopted and enforced international law, thereby improving banking stability and attracting foreign investment. This study concludes that Law No. 33/2014 guarantees the availability of halal products, and the government is obligated to foster and supervise the guarantee of halal products. On October 17, 2024, the first phase of halal obligation for food products, beverages, slaughter services, and slaughter products will be enforced throughout Indonesia. Therefore, support from the public and businesses in Indonesia is needed to increase public awareness of the importance of halal certificates. Furthermore, while there are challenges in harmonizing domestic policies with international standards, international law offers immense opportunities. With an inclusive and collaborative approach, OIC countries can capitalize on these opportunities to achieve a sustainable and inclusive Islamic economic equilibrium. Support from international and regional organizations is crucial in strengthening the capacity of OIC countries to implement international law effectively.
THE ROLE OF MUSLIM TOURISTS’ ECOTHEOLOGICAL AWARENESS IN SHAPING PREFERENCES AND NATURE-BASED TOURISM BEHAVIOR IN PEKALONGAN Adinugraha, Hendri Hermawan; M. Sugeng Solehuddin; Moh. Nasrudin
Islamic Studies Journal for Social Transformation Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/isjoust.v9i2.12443

Abstract

Nature-based tourism in Pekalongan has shown rapid growth as Muslim tourists’ awareness of the importance of environmental sustainability as part of Islamic values increases. This study aims to analyze the role of ecotheological awareness in shaping the preferences and behavior of Muslim tourists towards nature-based tourism destinations. Using a qualitative approach, this study explores the relationship between theological understandings of the concepts of caliphate, trust, and tawhid and destination selection patterns, as well as responsible tourism behavior, through a literature review and descriptive survey data from 120 respondents. The results show that Muslim tourists with high levels of ecotheological awareness tend to choose destinations that are sustainable, tranquil, and provide spiritual value. They also demonstrate ethical tourism behavior, such as refraining from damaging nature, bringing their trash bags, and participating in conservation programs. The correlation between ecotheological awareness and tourism preferences was significant, with an r-value of 0.512, while the correlation with tourism behavior reached an r-value of 0.643. This study concludes that ecotheological awareness plays a vital role in promoting more sustainable, value-based tourism. These findings provide a conceptual basis for developing a nature tourism model that is not only environmentally friendly but also spiritually nuanced, while encouraging tourism policies that integrate Islamic and ecological values.
Kearifan Islam dalam Mengelola Adat Hutan Wonosadi Kontemporer Mu'minin, Nashrul
Islamic Studies Journal for Social Transformation Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/isjoust.v9i2.12575

Abstract

Abstrak Pengelolaan Hutan Adat Wonosadi, Yogyakarta menghadapi berbagai tantangan kontemporer, termasuk tekanan lingkungan, perubahan sosial, dan pengaruh modernisasi. Nilai-nilai kearifan lokal yang dipadukan dengan prinsip Islam diyakini dapat menjadi pedoman dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus membimbing masyarakat dalam praktik kehidupan sehari-hari. Namun integrasi kearifan Islam dan adat lokal dalam konteks modern masih kurang dipahami secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan prinsip-prinsip Islam dalam pengelolaan Hutan Adat Wonosadi, mengidentifikasi strategi masyarakat menghadapi tantangan kontemporer, serta memberikan kontribusi kearifan Islam terhadap kelestarian lingkungan dan kehidupan sosial komunitas. Pendekatan penelitian yang digunakan bersifat deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumen lokal. Responden penelitian meliputi tokoh adat, pengelola hutan, dan masyarakat sekitar. Data dianalisis melalui triangulasi reduksi, penyajian, dan verifikasi untuk memastikan keabsahan informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip Islam seperti amanah, keadilan, dan ihsan diterapkan dalam aturan adat terkait pemanfaatan hutan, pelestarian flora dan fauna, serta pengelolaan sumber daya alam. Masyarakat mengadaptasi kearifan lokal untuk menghadapi isu-isu kontemporer, termasuk perubahan iklim, pergeseran nilai sosial, dan perkembangan teknologi. Integrasi nilai Islam dan adat lokal memperkuat kesadaran kolektif serta aktivitas di Hutan Wonosadi. Kesimpulannya, kearifan Islam yang berpadu dengan hutan adat mendorong pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan, memperkuat kohesi sosial, dan menjadi model adaptasi yang efektif terhadap tantangan zaman modern. Temuan ini menegaskan bahwa harmonisasi nilai-nilai keagamaan dan kearifan lokal dapat menjadi strategi penting dalam melestarikan lingkungan dan membina masyarakat yang berketahanan. Kata Kunci: Kearifan Islam, Adat Hutan, Kelestarian Lingkungan Abstrak Pengelolaan Hutan Adat Wonosadi di Yogyakarta menghadapi berbagai tantangan kontemporer, termasuk tekanan lingkungan, perubahan sosial, dan pengaruh modernisasi. Kearifan lokal yang dipadukan dengan prinsip-prinsip Islam diyakini dapat memandu pengelolaan hutan lestari sekaligus mendorong praktik kehidupan masyarakat. Namun, integrasi kearifan Islam dan adat istiadat lokal dalam konteks modern masih kurang dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip-prinsip Islam dalam pengelolaan Hutan Adat Wonosadi, mengidentifikasi strategi masyarakat dalam menghadapi tantangan kontemporer, dan mengevaluasi kontribusi kearifan Islam terhadap keberlanjutan lingkungan dan kehidupan sosial masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumen lokal. Responden meliputi tokoh adat, pengelola hutan, dan warga setempat. Data dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan verifikasi triangulasi untuk memastikan keabsahannya. Temuan penelitian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip Islam seperti amanah (kepercayaan), keadilan, dan ihsan (keunggulan) diterapkan dalam aturan adat terkait pemanfaatan hutan, konservasi flora dan fauna, serta pengelolaan sumber daya alam. Masyarakat mengadaptasi kearifan lokal untuk merespons isu-isu kontemporer, termasuk perubahan iklim, pergeseran nilai sosial, dan perkembangan teknologi. Integrasi nilai-nilai Islam dan adat istiadat setempat memperkuat kesadaran kolektif dan praktik-praktik berkelanjutan di Hutan Wonosadi. Kesimpulannya, perpaduan antara kearifan Islam dan pengelolaan hutan adat mendorong pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, memperkuat kohesi sosial, dan menjadi model yang efektif untuk beradaptasi dengan tantangan modern. Temuan-temuan ini menggarisbawahi bahwa harmonisasi nilai-nilai agama dan kearifan lokal dapat menjadi strategi penting bagi pelestarian lingkungan dan pembangunan masyarakat yang tangguh. Kata Kunci: Hikmah Islam, Hutan Adat, Keberlanjutan Lingkungan
DISPENSASI MENIKAH : ANTARA PERLINDUNGAN DAN PENYIMPANGAN PRESPEKTIF MAQASID SYARIAH hidayah, hikmah
Islamic Studies Journal for Social Transformation Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/isjoust.v9i2.12636

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis isu dispensasi nikah di Indonesia melalui kacamata Maqasid Syariah. Dispensasi nikah, yang merupakan pengecualian terhadap batas usia minimal perkawinan, menciptakan dilema antara perlindungan anak dan kemungkinan kemaslahatan dalam situasi tertentu. Penelitian ini mengadopsi metode studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif untuk menggali konsep Maqasid Syariah, yang meliputi hifz an-nasl (perlindungan keturunan), hifz al-'irdh (perlindungan kehormatan), dan dar' al-mafasid (penolakan terhadap kerusakan).Analisis dilakukan terhadap landasan hukum dispensasi nikah di Indonesia serta argumen pro dan kontra yang terkait dengan penerapannya. Temuan penelitian menunjukkan bahwa perspektif Maqasid Syariah memberikan kerangka kerja yang komprehensif untuk mengevaluasi dispensasi nikah, dengan penekanan pada pertimbangan kemaslahatan yang lebih besar dan pencegahan potensi madharat, sembari tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan perlindungan hak-hak anak.Sebagai kesimpulan, artikel ini menggarisbawahi bahwa pemberian dispensasi nikah perlu dilakukan secara selektif dan terukur. Hal ini harus mempertimbangkan dengan matang kematangan calon mempelai, potensi risiko yang mungkin muncul, serta jaminan pemenuhan hak-hak mereka pasca pernikahan. Semua ini dilakukan demi mencapai tujuan-tujuan luhur syariat Islam dalam konteks perkawinan.
PERAN NEUROPARENTING DALAM PEMANFAATAN APE UNTUK STIMULASI KOGNITIF ANAK USIA DINI Faradila, Fitra
Islamic Studies Journal for Social Transformation Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/isjoust.v9i2.12715

Abstract

This study aims to examine in depth the integrative role of the neuroparenting approach and the use of Educational Play Tools (APE) in stimulating the cognitive development of early childhood. Neuroparenting is based on neuroscience, focusing on parenting patterns that are in line with the stages of child brain development, enabling parents to provide optimal and targeted stimulation. The method used is descriptive qualitative with a literature study approach. This study integrates two main theoretical frameworks: Piaget's theory of children's cognitive development stages and Vygotsky's theory, which emphasizes the importance of social interaction and the concept of the Zone of Proximal Development (ZPD). The combination of these theories provides a comprehensive basis for understanding how stimulation that is aware of neurological processes can be mediated through play tools. The results of the theoretical study show that the implementation of the role of neuroparenting in the use of APE can significantly increase the effectiveness of cognitive stimulation. This occurs because multisensory activities and warm emotional interactions, in accordance with the principles of neuroparenting, are able to activate various areas of the child's brain simultaneously and in an integrated manner. This integration also strengthens the vital role of parents as the main facilitators in the process of learning and cognitive development of children. However, this study still has limitations due to its theoretical nature and lack of empirical data from field practice.
KRITIK DAN ALTERNATIF KRITIK DAN ALTERNATIF TERHADAP SISTEM BUNGA: ANALISIS PEMIKIRAN UMER CHAPRA DALAM KONTEKS PERBANKAN SYARIAH FARAKH, TSANIA
Islamic Studies Journal for Social Transformation Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/isjoust.v9i2.12720

Abstract

Praktik bunga (riba) dalam sistem keuangan konvensional telah lama menjadi sorotan dalam kajian ekonomi Islam karena dianggap menimbulkan ketimpangan sosial, eksploitasi ekonomi, dan instabilitas keuangan. Umer Chapra, sebagai salah satu tokoh utama dalam ekonomi Islam modern, memberikan kritik mendalam terhadap sistem bunga dan menawarkan alternatif melalui sistem perbankan syariah bebas bunga. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara teoritis pemikiran Chapra mengenai kelemahan struktural sistem bunga dan solusi yang ditawarkannya dalam bentuk sistem keuangan Islam berbasis kemitraan dan keadilan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui studi pustaka terhadap karya-karya Chapra dan literatur terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa Chapra menilai sistem bunga sebagai penyebab utama distorsi ekonomi dan ketimpangan distribusi kekayaan. Sebagai gantinya, ia mengusulkan model perbankan syariah yang berlandaskan prinsip bagi hasil (profit and loss sharing) yang dinilai lebih adil, stabil, dan sejalan dengan maqashid syariah. Pemikirannya tidak hanya berperan dalam membentuk paradigma ekonomi Islam, tetapi juga menjadi referensi penting dalam pengembangan sistem perbankan syariah kontemporer. Dengan demikian, pemikiran Chapra tetap relevan sebagai dasar dalam upaya reformasi sistem keuangan menuju tatanan yang lebih berkeadilan.
LARANGAN PERKAWINAN ANTAR AGAMA MENURUT UNDANG-UNDANG PERKAWINAN DAN PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Fitriyani, Siska
Islamic Studies Journal for Social Transformation Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/isjoust.v9i2.12733

Abstract

Perkawinan antar agama merupakan fenomena sosial yang menimbulkan persoalan hukum di Indonesia akibat ketidaksinkronan antara ketentuan dalam Undang-Undang Perkawinan dan hukum Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis larangan perkawinan antar agama dari dua perspektif utama, yaitu Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 dan Kompilasi Hukum Islam (KHI), serta mengkaji implikasinya terhadap praktik peradilan dan status hukum anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan metode studi dokumenter terhadap peraturan perundang-undangan nasional, fatwa Islam, tafsir Al-Qur’an, dan dokumen hukum lainnya. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tidak secara eksplisit melarang perkawinan beda agama, namun Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 8 huruf f mensyaratkan bahwa sahnya pernikahan bergantung pada kesesuaian dengan hukum agama masing-masing pihak. Ketentuan ini diperkuat oleh Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 2 Tahun 2023 yang melarang hakim mencatat perkawinan beda agama. Sementara itu, hukum Islam secara tegas melarang umat Islam menikah dengan non-muslim melalui Pasal 40 huruf c dan Pasal 44 KHI, yang didasarkan pada dalil-dalil Al-Qur’an seperti Q.S Al-Baqarah:221, Al-Maidah:5, dan Al-Mumtahanah:10. Penelitian ini menyimpulkan bahwa larangan nikah antar agama bersifat normatif, teologis, dan sosial. Diperlukan harmonisasi antara hukum negara dan hukum agama guna menjamin kepastian hukum dan keadilan dalam masyarakat yang pluralistik.
KNOWLEDGE SHARING MODEL TO IMPROVE QIRA’AH SKILLS FOR LIBRARIANS OF IAIN PEKALONGAN Alghiffary, Muhammad; Isbah, Faliqul; Sa’diah, Namirotun
Islamic Studies Journal for Social Transformation Vol 7 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/isjoust.v7i2.13549

Abstract

This study aims to formulate a SECI-based knowledge sharing model, specifically in the socialization and externalization stages, to improve maharah qirā’ah (Arabic reading competence) for librarians at IAIN Pekalongan in managing Arabic language collections. The background of the study shows that proficiency in Arabic is a fundamental requirement in PTKI libraries; however, various errors in acquisition, searching, and processing of collections still occur due to librarians' limited reading abilities. Using a qualitative case study approach, data were collected through semi-structured interviews, participant observation, and documentation studies with six librarians and two supporting informants. At the socialization stage, the study found five prominent tacit knowledge constraints: difficulty distinguishing types of Arabic collections, difficulty reading Arabic text without diacritics, lack of understanding of bibliographic terms, difficulty reading Arabic numerals—especially in the thousands format—and inability to identify bibliographic information in damaged or incomplete books. These findings indicate that limitations in maharah qirā’ah directly affect the accuracy of cataloging and information services. At the externalization stage, all these constraints were converted into explicit knowledge needs in the form of bibliographic analysis materials, basic rules for reading unvowelled Arabic, a list of technical terms, Arabic numeral materials, and techniques for quickly identifying damaged books. This process produces a learning material design that aligns with the real needs of librarians. The study concludes that the first two stages of the SECI model are capable of building a structured foundation for developing librarians' reading competencies and paving the way for the formulation of a more comprehensive knowledge sharing model in the subsequent stages.