cover
Contact Name
Dewi Yunita
Contact Email
dewi_yunita@usk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jimfp@usk.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Jl. Tgk Hasan Krueng Kalee No. 3 Darussalam Banda Aceh, Indonesia 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian
ISSN : 26152878     EISSN : 26146053     DOI : http://dx.doi.org/10.17969/jimfp
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian (JIMFP) diterbitkan oleh Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Merupakan media jurnal elektronik sebagai wadah untuk penyebaran dan publikasi hasil penelitian dari skripsi/tugas akhir dan atau sebagian dari skripsi/tugas akhir mahasiswa strata satu (S1) Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala yang merupakan kewajiban setiap mahasiswa untuk mengunggah karya ilmiah sebagai salah satu syarat untuk yudisium dan wisuda sarjana. Artikel ditulis bersama dosen pembimbingnya serta diterbitkan secara online setelah melewati proses review oleh 2 orang reviewer dan editor JIMFP. JIMFP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi (Prodi), yaitu Prodi Agribisnis, Prodi Agroteknologi, Prodi Peternakan, Prodi Teknologi Hasil Pertanian, Prodi Teknik Pertanian, Prodi Ilmu Tanah, Prodi Proteksi Tanaman dan Prodi Kehutanan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu setiap bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Articles 1,028 Documents
Performansi Agronomi BC3F2 Turunan Padi Aceh Sigupai Nabilah Balqis; Erita Hayati; Sabaruddin Zakaria
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 4 (2021): November 2021
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.675 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v6i4.18330

Abstract

Abstrak. Varietas Sigupai memiliki kelebihan berupa aroma nasi yang khas, rasa nasi yang enak dan tekstur nasi yang lembut, hanya saja Sigupai memiliki kekurangan seperti, umur tanaman yang dalam, produksi yang rendah, dan tampilan tanaman yang tinggi sehingga tanaman mudah rebah. Kelemahan Sigupai dapat diperbaiki dengan cara persilangan dengan varietas introduksi Yinzhan yang berasal dari Cina. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sifat agronomi pada padi BC3F2 Sg/Yz, serta melihat tanaman yang prospektif untuk di lanjutkan. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan dan Laboratorium Genetika dan Pemuliaan Tanaman, Fakultas Pertanian Syiah Kuala, Darussalam, Banda Aceh dari bulan November 2020 hingga Juni 2021. Benih yang digunakan pada penelitian ini adalah BC3F2 hasil persilangan Sigupai/Yinzhan terdiri dari 14 genotipe. Benih ditanam dalam pot dengan 2 lubang tanam, dan masing- masing lubang tanam ditanam 1 bibit. Hasil penelitian menunjukkan turunan BC3F2 Sg/Yz yang paling prospektif untuk diteliti selanjutnya yaitu T9.5.1 (tanaman 1), T9.8.8 (tanaman 3), T29.2.11 (tanaman 10), T29.8.5 (tanaman 2) dengan dengan berat gabah berisi per rumpun 50 g, berumur genjah  118 HSS, dan tinggi tanaman 108 cm.Agronomic Performance in BC3F2 Derivative of Aceh Rice SigupaiAbstract. Sigupai has advantages in the form of a distinctive rice aroma, delicious rice taste and soft rice texture, but Sigupai has drawbacks such as deep plant age, low production, and high plant appearance so that plants easily fall. Sigupai weaknesses can be improved by crossing with Yinzhan introduced varieties originating from China. This study aims to see the agronomic properties of BC3F2 Sg/Yz , as well as to see the prospective plants to be continued. The research was carried out at the Experimental Garden and Laboratory of Genetics and Plant Breeding, Syiah Kuala Faculty of Agriculture, Darussalam, Banda Aceh from November 2020 to June 2021. The seeds used in this study were BC3F2 from a Sigupai/Yinzhan cross consisting of 14 genotypes. Seeds are planted in pots with 2 planting holes, and 1 seed is planted in each planting hole. The results showed that the most prospective BC3F2 Sg/Yz derivatives for further research were T9.5.1 (plant 1), T9.8.8 (plant 3), T29.2.11 (plant 10), T29.8.5 (plant 2) with a weight of grain contains per clump 50 g, early maturity 118 DAS, and plant height 108 cm.
Pengaruh Pemberian Amelioran terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai pada Inceptisol Latifah Ningsih S; Fikrinda Fikrinda; Zuraida Zuraida
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 3 (2021): Agustus 2021
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.306 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v6i3.16979

Abstract

Inceptisol merupakan salah satu tanah yang umumnya memiliki tingkat kesuburan tanah yang rendah sehingga dibutuhkan pengelolaan tanah yang intensif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian amelioran terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai pada Inceptisol. Metode penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) non faktorial dengan 8 perlakuan dan 3 ulangan. Amelioran yang digunakan adalah kotoran kambing dalam tiga bentuk, yaitu kotoran padat (15 tonha-1), pupuk cair kotoran kambing (60 ml L-1), bokashi kotoran kambing (15 ton ha-1) serta biochar sekampadi (5 ton ha-1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kotoran kambing dan biochar sekam padi memberikan pengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman umur 2, 4 dan 6 MST, diameter batang umur 2, 6, dan 8 MST, berat berangkasan basah dan berangkasan kering tanaman, bobot biji per tanaman serta kadar hara K kedelai namun tidak berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman 2 MST, diameter batang 4 MST, jumlah polong per tanaman, bobot 100 biji, serta hara N dan P kedelai. Bahan amelioran yang terbaik pada pertumbuhan, hasil dan kadar hara kedelai adalah bokashi kotoran kambing 15 ton ha-1 + biochar 5 ton ha-1.The Effect of Giving Ameliorants on Growth and Yield of Soybean (Glycine max L.) on InceptisolInceptisol is one of the soils which generally has a high level of soil fertilitylow so that intensive soil management is needed. The purpose of this study is todetermine the effect of ameliorants on growth and yield of soybeans in the Inceptisol. This study method used a non-factorial randomized block design (RBD) with 8 treatments and 3 repeat. Ameliorant replicates used were goat manure and biochar in several forms, namely solid manure (15 ton ha-1), liquid goat manure (60 ml.L-1), bokashi goat manure (15 ton ha-)l and biochar (5 ton ha-1). Yield research shows that ameliorant from goat manure and biochar rice husk providesignificant effect on plant height parameters aged 2, 4 and 6 MST stem diameter aged 2, 6, and 8MST, wet and dry weight of plant seed weight per plant and K nutrient contentsoybean but did not significantly affect the parameters of plant height 2 MST, stem diameter 4 MST, number of pods per plant, weight of 100 seeds, and soybean N and P nutrients. The best ameliorant ingredients growth, yield and nutrient content of soybeans are bokashi goat manure 15 ton + biochar 5 ton ha-1.
Persepsi Publik Terhadap Kompleksitas Kewisataan di Kampung Wisata Agusen, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues Sudirman Sudirman; Iqbar Iqbar; Ryan Moulana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.972 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v5i1.13727

Abstract

Abstrak, Kabupaten Gayo Lues memiliki keanekaragaman objek wisata yang meliputi air terjun, bukit-bukit dan lembah dengan kondisi alam yang masih asri dengan keberadaan hutan yang belum terjamah. Kondisi alam yang indah dan masih asri tersebut dapat dimanfaatkan dalam bentuk pengelolaan ekowisata. Ekowisata merupakan salah satu kegiatan strategis bagi implementasi konservasi sumberdaya alam dan lingkungan. Program ini dapat meningkatkan fungsi ekologi, sosial dan ekonomi masyarakat setempat. Beberapa aktivitas wisata di Gayo Lues yang sudah berjalan dengan arah wisata alam/ ekowisata, diantaranya yaitu Kampung Wisata Agusen. Untuk menjamin keberhasilan program ini maka diperlukan pengelolaan yang berkelanjutan. Oleh karena itu penelitian ini berjtujuan untuk memberikan gambaran kualitas maupun kuantitas dari komleksitas kewisataan di Kampung Wisata Agusen berdasarkan persepsi publik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan tahapan observasi, wawancara, pengisian kuisioner, dan studi kepustakaan. Informan dalam penelitian ini terbagi menjadi tiga kelas yaitu dinas pariwisata, masyarakat setempat dan pengunjung dengan jumlah responden sebanyak 83 responden. Kompleksitas kewisataan di Kampung Wisata Agusen dilihat dari persepsi responden hanya fasilitas dan keramahan masyarakat yang cukup baik, sementara keorganisasian pengelolaan, aksesibilitas dan promosi wisata masih kurang baik dimana dari hasil persentase yang didapat di bawah 50%.Public Perceptions of the Complexity of Tourism in Agusen Tourism Village, Blangkejeren District, Gayo Lues RegencyAbstract, Gayo Lues Regency has a diversity of attractions that include waterfalls, hills and valleys with natural conditions that are still beautiful in the presence of untouched forest. These beautiful and beautiful natural conditions can be utilized in the form of ecotourism management. Ecotourism is one of the strategic activities for the implementation of conservation of natural resources and the environment. This program can improve the ecological, social and economic functions of the local community. Some tourist activities in Gayo Lues that have been going in the direction of nature / ecotourism tourism, including the Agusen Tourism Village. To guarantee the success of this program, sustainable management is needed. Therefore this study aims to provide an overview of the quality and quantity of the tourism complexities in Agusen Tourism Village based on public perception. This study used a descriptive qualitative method with stages of observation, interviews, questionnaire filling, and literature study. The informants in this study were divided into three classes, namely the tourism office, the local community and visitors with 83 respondents. The complexity of tourism in the Agusen Tourism Village can be seen from the respondents' perceptions only that the facilities and hospitality of the community is quite good, while the organizational management, accessibility and promotion of tourism are still not good where the percentage of results obtained is below 50%.
Pendugaan Kadar Air Beras Ketan Putih Dengan Teknologi NIRS Menggunakan Metode Principal Component Regression (pretreatment De-Trending, Derivative-2, dan Standart Normal Variate) Mardiantono Mardiantono; Fachruddin Fachruddin; Zulfahrizal Zulfahrizal
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 4 (2019): November 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1104.996 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v4i4.12773

Abstract

Abtrak. Kadar Air merupakan salah satu komponen penting dalam beras ketan putih yang dapat mempengaruhi kualitas dari beras ketan putih. Penelitian ini bertujuan menguji dan mengevaluasi teknologi NIRS sebagai metode cepat dan tepat dalam memprediksi kadar air beras ketan dengan metode Principal Component Regression (PCR) serta menentukan metode koreksi spektrum yang terbaik dan akurat untuk memprediksi kadar air beras ketan dengan menggunakan pretreatment De- Trending, Derivative-2, dan Standart Normal Variate (SNV). Penelitian ini menggunakan beras ketan putih yang didapat dari pasar Rukoh Banda Aceh, yang berjumlah 35 sampel. Perlakuan yang diberikan adalah tanpa perendaman, dibasahi, dan perendaman selama 5, 10, 15, 20, dan 25 menit. Prediksi kadar air beras ketan dengan NIRS menggunakan alat self developed FT-IR IPTEK T-1516 dan metode referensi yang digunakan adalah metode gravimetri yang berdasarkan pada Association of Official Analytical Chemists (AOAC). Pengolahan data menggunakan Unsclambers sofware® X version 10.5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NIRS dengan metode PCR mampu menghasilkan model yang baik untuk pendugaan beras ketan. Penelitian ini menghasilkan empat model pendugaan kadar air beras ketan dimana satu model tergolong very good performance (RPD3) dan tiga model tergolong good model performance (RPD2) sehingga dapat dikatakan bahwa semua model yang dihasilkan layak dan baik untuk pendugaan kadar air beras ketan. Pretreatment terbaik pada penelitian ini adalah Standart Normal Variate (SNV) dengan nilai RPD 3,12, r sebesar 0,95, R2 sebesar 0,89, dan RMSEC sebesar 2,34.Estimation of White Gluttony Rice Rate With NIRS Technology Using Principal Component Regression Method (Pretreatment De-Trending, Derivative-2, dan Standart Normal Variate)Abstract. Water content is one important component in white glutinous rice which can affect the quality of white glutinous rice. This study aims to test and evaluate NIRS technology as a fast and precise method for predicting glutinous rice water content with the Principal Component Regression (PCR) method and determine the best and accurate spectrum correction method for predicting glutinous rice water content using the De-Trending, Derivative pretreatment -2, and Standard Normal Variate (SNV). This study uses white sticky rice obtained from the Rukoh market in Banda Aceh, which amounted to 35 samples. The treatment given is without soaking, soaking, and soaking for 5, 10, 15, 20, and 25 minutes. The prediction of glutinous rice moisture content with NIRS uses a self-developed FT-IR IPTEK T-1516 tool and the reference method used is the gravimetric method based on the Association of Official Analytical Chemists (AOAC). Data processing using Unsclambers software X version 10.5. The results showed that NIRS with the PCR method was able to produce a good model for estimating glutinous rice. This study produced four models of estimation of glutinous rice water content where one model was classified as very good performance (RPD 3) and three models were classified as good model performance (RPD 2) so that it could be said that all the models produced were suitable and good for estimating rice water content sticky rice. The best pretreatment in this study is the Standard Normal Variate (SNV) with an RPD value of 3.12, r of 0.95, R2 of 0.89, and RMSEC of 2.34. 
Pengaruh Perubahan Penggunaan Lahan Terhadap Luas Daerah Resapan Air Di Sub DAS Laut Tawar Imam Cato Reyhan; Purwana Satriyo; Susi Chairani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1049.961 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v5i1.13750

Abstract

Abstrak.  Kekritisan pada suatu Daerah Aliran Sungai (DAS) dapat disebabkan karena kurangnya daerah yang menjadi resapan air, dimana daerah resapan air semakin berkurang dikarenakan perubahan lahan yang diakibatkan oleh aktivitas manusia, seperti penebangan hutan dan pembangunan pemukiman pada daerah yang seharusnya menjadi tempat konservasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari perubahan penggunaan lahan terhadap luas daerah resapan air serta mengetahui limpasan permukaan yang terjadi pada Sub DAS Laut Tawar. Analisis daerah resapan dilakukan dengan perbandingan antara infiltrasi potensial dan aktual, sedangkan analisis limpasan permukaan dengan menggunakan Soil Conservation-Service Curve Number (SCS-CN). Hasil dari penelitian daerah resapan air di Sub DAS Laut Tawar dari tahun 2014-2018 diperoleh luas daerah resapan air sebesar 33169,83 ha, yang terdiri dari 4 (empat) kategori yaitu kondisi baik, normal alami, mulai kritis dan agak kritis. Persentasi luas dari tiap kondisi resapan air adalah : 1) Kondisi baik (66,29%, 87,02%, 81,94%, 81,99%, 82,03%); 2) Kondisi normal alami (27,09%, 3,97%, 8,43%, 8,39%, 8,34%); 3) Kondisi mulai kritis (6,57%, 8,87%, 9,49%, 9,49%, 9,49%); dan 4) Kondisi agak kritis (0,05%, 0,13%, 0,13%, 0,13%, 0,13%,). Limpasan permukaan yang terjadi pada tahun 2014-2018 di Sub DAS Laut Tawar berdasarkan kondisi daerah resapan air yaitu : 1) Kondisi baik (16,51 mm, 69,34 mm, 14,50 mm, 23,42 mm, 33,42 mm); 2) Kondisi normal alami (24,35 mm, 239,07 mm, 47,06 mm, 82,78 mm, 91,50 mm); 3) Kondisi mulai kritis (127,60 mm, 395,31 mm, 173,76 mm, 308, 27 mm, 307,74 mm); dan 4) Kondisi agak kritis (155,86 mm, 351,58 mm, 151,13 mm, 268,43 mm, 269,42 mm).Kata kunci : DAS, Daerah Resapan, Limpasan PermukaanThe Impact of Land Use Changes on Catchment Water Areas in The Sub Watershed of Laut TawarAbstract. Watershed impaiment could be caused by a lack of water catchment areas, where water catchment areas were decreasing due to land changes, such as deforestation and development. This study aimed to determine the impact of land use changes on area of water catchment and determine the surface runoff that occured in the Sub Watershed of Laut Tawar. The analysis of infiltration area was conducted by comparing the potential and actual infiltration, whereas the surface runoff analyzed by using Soil Conservation Curve Number (SCS-CN). The results showed that the water catchment areas in the sub watershed of Laut Tawar from 2014-2018 was 33169.83 ha, and classified into 4 categories : 1) Good (66.29%, 87.02%, 81.94%, 81.99%, 82 , 03%); 2) Naturally normal (27.09%, 3.97%, 8.43%, 8.39%, 8.34%); 3) Getting critical (6.57%, 8.87% , 9.49%, 9.49%, 9.49%); and 4) Rather critical (0.05%, 0.13%, 0.13%, 0.13%, 0.13%,). Surface runoff that occured in 2014-2018 based on water catchment conditions, : 1) Good (16.51 mm, 69.34 mm, 14.50 mm, 23.42 mm, 33.42 mm); 2) Naturally normal (24.35 mm, 239.07 mm, 47.06 mm, 82.78 mm, 91.50 mm); 3) Getting critical (127.60 mm, 395.31 mm, 173.76 mm, 308, 27 mm, 307.74 mm); and 4) Rather critical (155.86 mm, 351.58 mm, 151.13 mm, 268.43 mm, 269.42 mm).Keywords: Watershed, Catchment Area, Surface Runoff
Penerapan Teknik Ekstraksi dan Durasi Dry Heat Treatment Terhadap Mutu Benih Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) Ulya Savira; Agam Ihsan Hereri; Rita Hayati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.526 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v4i1.10373

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik ekstraksi, dry heat treatment, dan interaksi antara teknik ekstraksi dan dry heat treatment terhadap mutu benih tomat. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala Banda Aceh yang berlangsung mulai bulan Mei sampai Juli 2018. Analisa data ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Pola Faktorial dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor yang diamati dalam penelitian ini adalah teknik ekstraksi dan durasi dry heat treatment. Teknik ekstraksi (T) terdiri dari 2 taraf yaitu teknik ekstraksi dengan air langsung dan teknik ekstraksi dengan HCl 1% serta dry heat treatment (DHT) dengan suhu 60 ˚C terdiri dari 4 taraf  yaitu kontrol (tanpa DHT), 12 jam, 24 jam dan 48 jam. Parameter yang diamati yaitu kadar air benih, potensi tumbuh, daya berkecambah, kecepatan tumbuh relatif, tinggi bibit, jumlah daun, diameter pangkal batang, bobot brangkasan basah, bobot brangkasan kering dan volume akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan teknik ekstraksi yang terbaik terdapat pada teknik ekstraksi dengan HCl 1% dan perlakuan durasi dry heat treatment yang terbaik terdapat pada 48 jam. Interaksi antara teknik ekstraksi dan durasi dry heat treatment yang terbaik terdapat pada teknik ekstraksi HCl 1% dengan dry heat treatment 48 jam.The Application of Extraction Techniques and Duration of Dry Heat Treatment on The Quality of Tomato SeedAbstract. This research aims to determine the effect of extraction techniques, dry heat treatment and the interactions of extraction techniques and dry heat treatment on the quality of tomato seeds. This research was carried out at Laboratory of Science and  Seed Technology of the Faculty of Agriculture, Syiah Kuala Banda Aceh University from May to July 2018.  The research units were compiled based on a Completely Randomized Design-factorial with 2 factors and 3 replications. First factor was extraction techniques (T) with 2 treatments: extraction technique with water and extraction technique with HCl 1%. The second factor was dry heat treatment (DHT) in temperature 60 ˚C with 4 treatments: control (non-DHT), 12 hours, 24 hours and 48 hours. The parameters observed were seed moisture content, maximum growth potential, germination rate, relative growth speed, seedling height, leaves number, plant fresh weight, plant dry weight, and root volume. The result of the research showed that the best extraction method was found in extraction with HCl 1% treatment and duration of dry heat treatment with 48 hours gave the best result on tomato seed quality. The interaction of extraction methods with HCl 1% and duration of dry heat treatment with 48 hours gave the best result on tomato seed quality.
Uji Penerimaan Konsumen Terhadap Mutu Sensorik Timphan Komposit Dengan Tepung Substitusi Analisa Fenia; Cut Nilda; Dian Hasni
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 3 (2019): Agustus 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.251 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v4i3.11561

Abstract

Abstrak : Tepung ketan merupakan tepung yang mempunyai amilopektin tinggi sebagai bahan pokok pembuatan berbagai macam kue tradisional yang memiliki tekstur kenyal. Kebutuhan beras ketan nasional melebihi kapasitas produksi yang menyebabkan tepung ketan lokal di pasaran memiliki harga jual cukup tinggi. Upaya untuk diversifikasi bahan pangan dan menekan biaya produksi maka dilakukan pembuatan tepung komposit yang akan diaplikasikan pada produk timphan. Timphan merupakan produk pangan basah khas dari Aceh dengan variasi isi srikaya dan kelapa. Tepung komposit dibuat dengan pencampuran tepung ketan dengan tepung mocaf atau tepung ubi jalar kuning. Penerimaan konsumen terhadap timphan komposit akan diukur menggunakan uji  sensoris hedonik yang terdiri dari 4 uji atribut yaitu warna, aroma, rasa dan tekstur. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari faktor pertama yaitu jenis tepung substitusi (T1 = tepung mocaf dan T2 = tepung ubi jalar kuning), faktor kedua yaitu persentase tepung substitusi dari total tepung komposit (K1= 60%, K2= 50% dan K3= 40%). Faktor jenis tepung substitusi (T) berpengaruh nyata terhadap warna timphan komposit, sedangkan faktor persentase tepung substitusi (K) berpengaruh sangat nyata terhadap tekstur timphan komposit.Kata kunci : tepung komposit, tepung ketan, tepung mocaf, tepung ubi jalar kuning, timphan.Abstract : Glutinous rice flour is flour which has high amylopectin as a staple for processing various kinds of traditional cakes that have a chewy texture. The need for national glutinous rice exceeds the production capacity which causes local sticky rice on the market  have a high selling price. Efforts to diversification and suppress production costs are made to make composite flour which applied to timphan products. Timphan is a typical wet food product from Aceh with variations of srikaya and coconut. Composite flour made by mixing sticky rice flour with mocaf flour or yellow sweet potato flour. Consumer acceptance of composite timphan measured using a hedonic sensory tests namely color, flavor, taste and texture. This study used a factorial randomized block design (RAK) which consists of the first factor, namely the type of substitution flour (T1 = mocaf flour and T2 = yellow sweet potato flour), the second factor is the percentage of substitution flour of total composite flour (K1 = 60%, K2 = 50%  and K3 = 40%). The type of substitution flour (T) has a significant effect on the color of composite timphan, while the percentage of substitution flour (K) has a very significant effect on the texture of composite timphan.Keywords : Composite Flour, Glutinous Rice Flour, Mocaf Flour, Yellow Sweet Potato Flour, Timphan.
Analisis Pengaruh Penggunaan Jasa Iklan Radio Terhadap Tingkat Pendapatan Usaha (Studi Kasus Pada Pengiklan di Oz Arief Rachman Hakim; Agus Nugroho; Suyanti Kasimin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.156 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v3i4.9352

Abstract

Abstrak. Iklan tentu saja merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan oleh suatu usaha untuk meningkatkan kualitas dari usahanya. Banyak sekali media yang dapat digunakan untuk media beriklan dan salah satunya adalah radio, radio yang dianggap sudah mulai ditinggalkan justru merupakan salah satu media yang tepat dalam beriklan karena memiliki keunggulan tersendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat adakah pengaruh beriklan diradio terhadap suatu usaha dan akan dilihat lewat pendapatan usaha itu sendiri.  Model analisis yang digunakan adalah uji-t untuk melihat perbedaan atau pengaruh sebelum dan sesudah beriklan di radio sedangkan untuk metode yang digunakan adalah survey serta wawancara. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa terdapat perubahan atau pengaruh yang signifikan terhadap pendapatan usaha sebelum dan sesudah menggunakan jasa iklan radio. Hal ini dibuktikan dengan kenaikan pendapatan terhadap 7 usaha yang diteliti yang mana usaha tersebut adalah pengiklan di OZ Radio Banda Aceh. Tentu saja 7 usaha tersebut memiliki persentase perubahan yang berbeda-beda yang mana hal tersebut dapat terjadi karena beberapa hal seperti waktu pemutaran, frekuensi, konsep iklan dan lain sebagainya.Kata kunci: Iklan, Radio, Pendapatan Usaha, Pengaruh Iklan, Promosi.  Abstract. Advertising is a very important thing to be done by an effort to improve the quality of its business. There are so many media that can be used for advertising  and one of them is radio, radio which is considered to have been abandoned is precisely one of the right media in advertising because it has its own advantages. The purpose of this study is to see whether there is an influence of advertising on a business and will be seen through the business income itself. The analysis model used is the t-test to see differences or influences before and after using advertising on the radio while the methods used are surveys and interviews. The results of this study indicate that there is a significant change or influence on business income before and after using radio advertising services. This is evidenced by the increase in income for the 7 businesses studied which are advertisers on OZ Radio Banda Aceh. Of course these 7 businesses have different percentage changes which can occur due to several things such as playback time, frequency, concept of advertising and so on..Keywords: Advertising, Radio, Business Revenue, Advertising Influence, Promotion
Pengaruh Penambahan Limbah Pulp Kopi dan Lama Fermentasi Terhadap Mutu Bokasi Donny Heansyah Putra; Murna Muzaifa; Irfan irfan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v3i1.5637

Abstract

Abstrak : Bokasi adalah pupuk organik yang dapat dibuat menggunakan bahan atau limbah organik seperti kotoran hewan, abu sekam, serbuk gergaji dan dedak. Pada daerah penghasil kopi seperti Dataran Tinggi Gayo – Kabupaten Aceh Tengah, pulp kopi merupakan limbah yang sangat potensial untuk dijadikan sebagai bahan baku dalam pembuatan bokasi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terpisah (RPT). Petak utama adalah persentase pulp kopi (A) yang terdiri dari 4 taraf yaitu: A1 =0%, A2 = 15%, A3 = 30%, dan A4 = 45%. Anak petak adalah lama fermentasi (F) yang terdiri dari 3 taraf yaitu F1 = 0 hari, F2 = 10 hari,  dan F3 = 16 hari. Bokasi dibuat dengan penambahan mikroorganisme lokal (MOL) sebanyak 2.5% yang dibuat dari limbah buah pepaya, pisang dan air cucian beras. Analisis total mikroba, temperatur, unsur N, dan uji pertumbuhan tanaman dilakukan pada masing-masing satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah pulp kopi dapat dimanfaatkan dalam pembuatan bokasi hingga proporsi 30% dari jumlah bahan baku bokasi. Hal ini dapat dilihat dari tingginya jumlah mikroba (21,30 CFU/ml), unsur N (1.19%), unsur C, Rasio C/N, Temperatur, Ph, dan suhu akhir fermentasi bokasi (31.53oC). Selain itu, berdasarkan uji pertumbuhan tanaman, proporsi ini juga lebih baik dibandingkan dengan satuan percobaan lainnya, bokasi standard, maupun top soil.THE EFFECT OF ADDITION OF COFFEE PULP AND OLD FERMENTATION ON QUALITY OF BOKASI Abstract : Bokashi is an organic fertilizer that can be made using organic materials or wastes such as animal waste, husk ash, sawdust and bran. In coffee-producing areas like the Gayo Highlands - Central Aceh District, coffee pulp is a potential waste to be used as a raw material for bokashi making. This research used Split Plot Design. The main plot was the percentage of coffee pulp (A) consisting of 4 levels which were A1 = 0%, A2 = 15%, A3 = 30%, and A4 = 45%. The subplot was the fermentation length (F) consisting of 3 levels which were F1 = 0 days, F2 = 10 days, and F3 = 16 days. Bokashi was made with the addition of local microorganisms (MOL; 2.5%) which was made from papaya fruit waste, banana and rice washing water. Total microbial analysis, temperature, N elements, and plant growth test were performed on each experimental unit. The results showed that coffee pulp waste can be utilized in bokashi making up to 30% proportion of bokashi raw material amount. This can be seen from the high number of microbes (log 21,30 CFU/ml), N elements (1.19%), elements C, Ratio C/N, pH, temperatur and the final temperature of bokashi fermentation (31.53 °C). In addition, based on plant growth test, this proportion is also better than other unit of experiment, standard bundle, and top soil. 
ANALISIS SIKAP DAN FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN KONSUMEN DALAM MENGGUNAKAN ARANG TEMPURUNG KELAPA PADA BEBERAPA USAHA KULINER DI KOTA BANDA ACEH Faridah Hidayati; Rahmaddiansyah Rahmaddiansyah; Mustafa Usman
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 2 (2017): Mei 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.005 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i2.3099

Abstract

Abstrak - Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui atribut arang tempurung kelapa yang memiliki skor tertinggi pada keputusan konsumen dalam menggunakan arang tempurung kelapa dan penelitian ini juga bertujuan untuk melihat faktor – faktor apa saja yang memiliki hubungan signifikan dengan keputusan konsumen dalam menggunakan arang tempurung kelapa pada beberapa usaha kuliner di Kota Banda Aceh. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah konsumen yang menggunakan arang tempurung kelapa pada usaha kulinernya yaitu pengusaha ikan bakar, ikan tongkol panggang dan mie arang. Sampel pada penelitian ini sebanyak 30 responden dengan metode yang digunakan adalah metode sampling kuota dimana penetuan sampel dari populasi yang memiliki cirri-ciri tertentu sampai jumlah (kuota) yang diinginkan. Metode analisis yang digunakan adalah analisis multiatribut Fishbein dimana metode ini digunakan untuk melihat atribut pada arang tempurung kelapa yang memiliki skor tertinggi pada sikap konsumen dalam menggunakan arang tempurung kelapa pada usaha kulinernya. Sedangkan untuk melihat faktor – faktor yang memiliki hubungan signifikan dengan keputusan konsumen digunakan metode Uji Korelasi Spearman Rank. Berdasarkan hasil analisis bahwa atribut kualitas merupakan atribut yang memiliki skor tertinggi pada keputusan konsumen dalam menggunakan arang tempurung kelapa sedangkan faktor-faktor yang memiliki hubungan dengan keputusan konsumen dalam menggunakan arang tempurung kelapa adalah faktor  jenis pekerjaan yang memiliki hubungan positif dan faktor kelompak acuan memiliki hubungan yang negatif dengan keputusan konsumen dalam mengunakan arang tempurung kelapa .Analysis Consumer Attitudes And Factors Affecting The Decision Of Consumers In Using Charcoal Coconut Shell On Some Type Of Business To Eat In Banda AcehAbstract. This study aims to determine the attributes of coconut shell charcoal that has the highest score on the decisions of consumers in using coconut shell charcoal and this study also aims to look at what factors are having a significant relationship with the consumer’s decision to use coconut shell charcoal on several culinary efforts in the city of Banda Aceh.  The population used in this study is the consumer who uses coconut shell charcoal in the culinary business,  namely employers grilled fish,  grilled tuna and noodles charcoal.  Samples in this study were 30 respondents to the method used is the method Proportionate Stratified Random Sampling,  which is used to determine the number of samples come from populations that have a member or element is not homogeneous and stratified The analytical method used is the analysis of multi-atribut Fishbein where this method is used to view the attributes of the coconut shell charcoal that has the highest score on consumer attitudes in using coconut shell charcoal in the culinary business.  As for seeing the factors that have a significant relationship with the consumer's decision to use correlation test methods Spearman Rank.  Based on the analysis that the quality attributes are attributes that have the highest score on the decisions of consumers in using coconut shell charcoal while the factors that have a relationship with the consumer’s decision to use the coconut shell charcoal is a factor in the type of work that has a significant relationship and factor reference group does not have a relationship significantly with the decision of consumers in using coconut shell charcoal.

Page 33 of 103 | Total Record : 1028