cover
Contact Name
Dewi Yunita
Contact Email
dewi_yunita@usk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jimfp@usk.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Jl. Tgk Hasan Krueng Kalee No. 3 Darussalam Banda Aceh, Indonesia 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian
ISSN : 26152878     EISSN : 26146053     DOI : http://dx.doi.org/10.17969/jimfp
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian (JIMFP) diterbitkan oleh Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Merupakan media jurnal elektronik sebagai wadah untuk penyebaran dan publikasi hasil penelitian dari skripsi/tugas akhir dan atau sebagian dari skripsi/tugas akhir mahasiswa strata satu (S1) Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala yang merupakan kewajiban setiap mahasiswa untuk mengunggah karya ilmiah sebagai salah satu syarat untuk yudisium dan wisuda sarjana. Artikel ditulis bersama dosen pembimbingnya serta diterbitkan secara online setelah melewati proses review oleh 2 orang reviewer dan editor JIMFP. JIMFP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi (Prodi), yaitu Prodi Agribisnis, Prodi Agroteknologi, Prodi Peternakan, Prodi Teknologi Hasil Pertanian, Prodi Teknik Pertanian, Prodi Ilmu Tanah, Prodi Proteksi Tanaman dan Prodi Kehutanan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu setiap bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Articles 1,028 Documents
Kajian Aplikasi Alat Penyiraman Otomatis dengan Sistem Irigasi Tetes Berbasis Perubahan Kadar Air Tanah pada Tanaman Pakcoy (Brassica chinensis L.) Khairunnisak Khairunnisak; Devianti Devianti; Mustafril Mustafril
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1386.883 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i3.3709

Abstract

Abstrak. Pemberian air irigasi secara berlebihan yang tidak sesuai dengan kebutuhan air tanaman akan mempengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman. Salah satu model irigasi yang memungkinkan untuk mengatur jumlah air sesuai dengan kebutuhan tanaman adalah sistem irigasi tetes. Penjadwalan irigasi secara otomatis sangat mendukung disaat cuaca yang susah diprediksi akibat adanya perubahan iklim global. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji kinerja mikrokontroler pada sistem irigasi tetes yang mampu bekerja secara otomatis berdasarkan perubahan kadar air tanah pada tanaman pakcoy. Penelitian  ini dilakukan di desa Lambhuk, Kecamatan Ulee Kareng, Kota Banda Aceh dengan ketinggian lahan 3,8 m di atas permukaan laut dengan ordo tanah regosol. Metode penilitian yang digunakan adalah tahap persiapan yaitu pengambilan sampel tanah untuk dianalisis di laboratorium, pembuatan jaringan sistem irigasi tetes, persemaian benih pakcoy, persiapan media tanam sebanyak 8 pot tanam, pengkalibrasian sensor kelembaban tanah, persiapan bibit pakcoy serta penanaman, dan pemasangan sistem kontrol irigasi tetes otomatis. Tahap pengamatan yaitu diukur tinggi dan jumlah helai daun pakcoy, dan ditimbang bobot segar pakcoy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem kontrol irigasi tetes otomatis dapat memenuhi kebutuhan air tanaman pakcoy berdasarkan penentuan kadar air tanah pada keadaan air tersedia, dengan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,687. Kinerja alat penyiraman otomatis dengan menggunakan mikrokontroler dapat berfungsi dengan baik dalam memberikan air ke tanaman sesuai dengan yang diinginkan, hal ini dapat dilihat dari kemampuan alat merespon perubahan kadar air tanah menyebabkan katup terbuka dan tertutup sesuai dengan setpoint yang telah ditentukan. Terdapat hubungan yang erat antara perubahan kadar air tanah terhadap pertumbuhan pakcoy dengan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,92 dan 0,799, dan terdapat hubungan yang erat antara pemberian air dengan sistem irigasi tetes otomatis terhadap pertumbuhan pakcoy dengan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,778 dan 0,696. Sistem irigasi tetes otomatis dapat mengurangi pemborosan air irigasi.Study of Application of Automatic Watering Equipment with Drip Irrigation System Based on Changes in Groundwater Level on Pakcoy (Brassica chinensis L.Abstract. Excessive administration of irrigation water that is inconsistent with crop water requirements will affect plant growth and production. One of the irrigation models that allows to regulate the amount of water in accordance with the needs of the plant is the drip irrigation system. Irrigation scheduling automatically is very supportive when the weather is difficult to predict due to global climate change. The purpose of this research is to test the performance of microcontroller in drip irrigation system that can work automatically based on changes in soil moisture content in pakcoy plant. This research was conducted in Lambhuk village, Ulee Kareng sub-district, Banda Aceh city with land height 3,8 m above sea level with regosol land order. The research method used is the preparation phase of soil sampling to be analyzed in the laboratory, the making of drip irrigation system network, the seedbed of pakcoy seed, the preparation of planting media of 8 planting pots, the calibration of soil moisture sensor, the preparation of pakcoy seeds as well as the planting and installation of the irrigation control system Auto drops. Observation phase is measured height and number of leaf of pakcoy leaf, and weighs fresh weight of pakcoy. The result of research indicates that automatic drip irrigation control system can fulfill the water requirement of pakcoy plant based on the determination of ground water level in available water condition, with coefficient of determination (R2) equal to 0,687 . The use of automatic drip irrigation control system has an effect on the growth and production of pakcoy. There is a close relationship between soil moisture change to the growth of pakcoy with coefficient of determination (R2) of 0.92 and 0.799, and there is a close relationship between water delivery with automatic drip irrigation system to the growth of pakcoy with coefficient of determination (R2) of 0.778 and 0.696.
EVALUASI STATUS KESUBURAN PADA BEBERAPA JENIS TANAH DI LAHAN KERING KABUPATEN PIDIE PROVINSI ACEH Maulia Rahmat Husni; Sufardi Sufardi; Munawar Khalil
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1 (2016): November 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.504 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v1i1.950

Abstract

Abstrak.  Penelitian ini bertujuan mengevaluasi status kesuburan tanah pada beberapa jenis tanah di lahan kering Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh. Penelitian ini dilaksanakan pada Juni hingga November 2015. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif melalui survei di lapangan dan analisis di Laboratorium. Pengambilan sampel dengan melakukan pada areal survei secara sekuen bergerak yang diperkirakan sifat tanahnya berbeda berdasarkan ketinggian tempat, tanah diambil pada kedalaman top soil (0-20) cm. Parameter kimia tanah yang di analisis yaitu ; C organik, P2O5 total, K2O total, KTK, KB. Penentuan status kesuburan  berpedoman pada Pusat Penelitian Tanah PPT, Bogor (1995). Sampel tanah dianalisis di Laboratorium Penelitian Tanah dan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh dan Laboratorium Penelitian Tanah Balai Besar Sumber daya Lahan Pertanian (BBSDL) Bogor. Hasil penelitian menunjukkan status kesuburan lahan kering  setiap jenis tanahnya adalah rendah. Parameter kesuburan yang menjadi kendala dalam status kesuburan tanah pada setiap jenis tanahnya di lahan kering Kabupaten Pidie dalah C-organik tanah dan Kejenuhan basa yang rendah.  
Feed Management and Growth of Aceh Cattle After Weaning in BPTU-HPT Indrapuri Dewa Krisnanda Jonaidi; Elmy Mariana; Yasser Armia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.761 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v8i2.24459

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari manajemen pemberian pakan pada sapi Aceh lepas sapih dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan sapi Aceh lepas sapih. Sampel yang digunakan adalah sapi Aceh lepas sapih sebanyak 36 ekor yang terdiri 26 ekor pedet jantan umur 6 bulan dan 10 ekor pedet betina umur 6 bulan. Pengamatan meliputi manajemen pakan dan pertumbuhan pedet lepas sapih jantan dan betina yang diberikan pakan hijauan dan konsentrat di BPTU-HPT Indrapuri. Data dianalisis dengan menggunakan analisis t-test untuk mengetahui perbedaan bobot badan sapi Aceh lepas sapih jantan dan betina. Data pakan dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh rata-rata konsumsi hijauan pedet jantan adalah 8,01% dari bobot badan dan 1,46% untuk konsentrat, sedangkan untuk pedet betina diperoleh konsumsi hijauan rata-rata 12,0% dari bobot badan dan 2,1% untuk konsentrat. Pertambahan bobot badan/bulan pedet jantan yaitu 30,38±14,99 kg/bulan dan pedet betina 8,1±2,73, sedangkan untuk pertambahan bobot badan harian adalah 1,01±0,50 kg/hari pada pedet jantan dan 0,27±0,09 kg/hari pada pedet betina. Feed Management and Growth of Aceh Cattle After Weaning in BPTU-HPT IndrapuriAbstract. This study aimed to study the management of feeding in weaning Aceh cattle and its effect on the growth of weaning Aceh cattle. The sample used was 36 weaned Aceh cattle consisting of 26 male calves aged 6 months and 10 female calves aged 6 months. Observations included feed management and growth of male and female weaning calves that were given forage and concentrate at BPTU-HPT Indrapuri. Data were analyzed using t-test analysis to determine differences in male and female weaning Aceh cattle body weight. Feed data were analyzed descriptively. Based on the results of this study, the average male calf forage consumption was 8.01% of body weight and 1.46% for concentrate, while for female calves the average forage consumption was 12.0% of body weight and 2.1%. to concentrate. The body weight gain/month for male calves was 30.38 ± 14.99 kg/month and for female calves 8.1 ± 2.73, while the daily body weight gain was 1.01 ± 0.50 kg/day for male and female calves. 0.27 ± 0.09 kg/day in female calves.
Pengaruh Waktu Pemangkasan dan Konsentrasi Pupuk Organik Cair terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L.) Mahfuja Mahfuja; Nanda Mayani; Jumini Jumini
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.181 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v8i1.23607

Abstract

Abstrak. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan dan Laboratorium Fisiologi Tumbuhan Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Penelitian berlangsung dari bulan Oktober hingga Desember 2021 menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola faktorial. Faktor pertama yaitu waktu pemangkasan pucuk mentimun yaitu tanpa pemangkasan pucuk, pemangkasan pucuk 2 minggu setelah tanam, pemangkasan pucuk 3 minggu setelah tanam. Faktor kedua yaitu konsentrasi pupuk organik cair yaitu 0, 2, 4 dan 6 ml L-1 air. Terdapat interaksi sangat nyata antara waktu pemangkasan pucuk dengan konsentrasi pupuk organik cair terhadap jumlah bunga jantan, diameter buah dan berat per buah, serta interaksi yang nyata terhadap panjang buah. Kombinasi perlakuan yang lebih baik terhadap jumlah bunga jantan, terdapat pada perlakuan pemangkasan pucuk 3 minggu setelah tanam dengan pupuk organik cair 4 ml L-1 air, sedangkan pada diameter buah, panjang buah dan berat per buah kombinasi perlakuan yang lebih baik dijumpai pada tanpa pemangkasan dengan konsentrasi pupuk organik cair 4 ml L-1 air.Effect of Pruning Time and Concentration of Liquid Organic Fertilizer on Growth and Yield of Cucumber (Cucumis sativus L.)Abstract. This research was conducted at the Experimental Garden and Plant Physiology Laboratory, Faculty of Agriculture, Universitas Syiah Kuala. The study took place from October to December 2021 using a factorial Randomized Block Design. The first factor was the time of pruning cucumber shoots, i.e. without top pruning, shoot pruning 2 weeks after planting, and top pruning 3 weeks after planting. The second factor was the concentration of liquid organic fertilizer, namely 0, 2, 4 and 6 ml L-1 of water. There is a very significant interaction between the time of pruning shoots and the concentration of liquid organic fertilizer on the number of male flowers, fruit diameter and fruit weight, as well as a significant interaction on fruit length. The combination of treatments that were better for the number of male flowers was found in the treatment of pruning shoots 3 weeks after planting with liquid organic fertilizer 4 ml L-1 of water, whereas in terms of fruit diameter, fruit length and weight per fruit a better treatment combination was found without pruning. with a concentration of liquid organic fertilizer 4 ml L-1 water.
Pengaruh Perlakuan Benih Menggunakan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) Terhadap Perkecambahan Benih Kedelai (Glycine max. Merril) Kadaluarsa Siti Fadhilla Muntaza Putri; Ainun Marliah; Syamsuddin Syamsuddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 4 (2022): November 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.488 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i4.21485

Abstract

Abstrak. Benih kedelai adalah benih yang tidak mengalami dormansi sehingga selama penyimpanannya benih kedelai cepat mengalami kemunduran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan benih menggunakan PGPR terhadap perkecambahan benih kedelai kadaluarsa. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengap (RAL) pola non faktorial dengan faktor yang diteliti yaitu 17/1jenis rizobakteri yang terdiri dari Acetinobacter sp., Azotobacter sp., Necersia Sp, Pseudomonas capacia, Bacillus megaterium, Pseudomonas diminuta, Bacillus bedius, Bacillus laterosporus, Bacillus larvae, Bacillus alvei, Flavobacterium sp., Bacillus coagulan, Bacillus firmus, Bacillus polymixa, Bacillus licheniformis, Bacillus stearothermophillus dan 1 tanpa diberikan perlakuan rizobakteri (kontrol). Hasil penelitian membuktikan bahwa perlakuan benih menggunakan PGPR berpengaruh sangat nyata terhadap semua tolok ukur viabilitas dan tolok ukur vigor. Flavobacterium sp. dan B.Polymyxa mampu menghasilkan nilai potensi tumbuh maksimum tertinggi yaitu 91,67 % dan Flavobacterium sp. mampu menghasilkan1daya berkecambah tertinggi1sebesar 88,33 %. sedangkan B.licheniformis mampu menghasilkan rata rata indeks vigor tertinggi yaitu sebesar 65,33%.Kata kunci : viabilitas, vigor, Flavobacterium sp., B. polymyxa, B. licheniformis   Seed Treatment Using PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) On The Expiry OF Soybean (Glycine max L. Merrill ) Seed Germination                                                 Abstract. Soybean seeds are seeds that do not experience a dormancy period so that during storage, soybean seeds quickly decline. This study aims to determine the effect of seed treatment using PGPR on the germination of expired soybean seeds. This study used a non-factorial completely randomized design (CRD) with the factors studied were 17 types of rhizobacteria consisting of Acetinobacter sp., Azotobacter sp., Necersia Sp, Pseudomonas capacia, Bacillus megaterium, Pseudomonas diminuta, Bacillus bedius, Bacillus laterosporus, Bacillus larvae, Bacillus alvei, Flavobacterium sp., Bacillus coagulan, Bacillus firmus, Bacillus polymixa, Bacillus licheniformis, Bacillus stearothermophillus and 1 without treatment with rhizobacteria (control). The results showed that seed treatment using PGPR had a very significant effect on all viability and vigor benchmarks. Flavobacterium sp. and B.Polymyxa were able to produce the highest maximum growth potential value of 91.67% and Flavobacterium sp. able to produce the highest germination capacity1 of 88.33%. while B. licheniformis was able to produce the highest average vigor index of 65.33%.Keyword : viability, vigor, Flavobacterium sp., B. polymyxa, B. licheniformis
Pengaruh Dosis Pupuk Nitrogen terhadap Serangan Hama Penggerek Batang Padi Putih (Scirpophaga innotata Walker) Srajul Munira; Sapdi Sapdi; Husni Husni
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.743 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i3.21350

Abstract

Abstrak. Hama penting dalam budidaya tanaman padi salah satunya yaitu penggerek batang padi putih (Scirpophaga innotata). Intensitas serangan semakin meningkat dengan pemberian pupuk Nitrogen yang tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk Nitrogen terhadap persentase serangan hama penggerek batang padi putih dan dampaknya terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman padi. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan perlakuan dosis pupuk Nitrogen dalam bentuk urea yang terdiri atas 5 taraf yang meliputi N0 (0 kg/Ha), N1 (100 kg/Ha), N2 (200 kg/Ha), N3 (300 kg/Ha), dan N4 (400 kg/Ha). Varietas padi yang dipakai yaitu Inpari 44. Tanaman padi yang diberi pupuk Nitrogen dengan dosis yang berbeda memberikan pengaruh yang nyata terhadap tingkat serangan hama penggerek batang padi putih, jumlah anakan produktif dan produksi tanaman padi. Dosis pupuk Nitrogen yang terbaik adalah 138 kg/Ha karena mampu menghasilkan padi sebanyak 11,93 ton/Ha yang tidak berbeda nyata dengan perlakuan Nitrogen 184 kg/Ha. Abstract. One of the important pests in rice cultivation is the white rice stem borer (Scirpophaga innotata). The intensity of the attack increases with the application of high Nitrogen fertilizers. The purpose of this study was to determine the effect of Nitrogen fertilizer dose on the percentage of white rice stem borer and its impact on the growth and production of rice plants. The design used was a non-factorial Completely Randomized Design (CRD) with Nitrogen fertilizer dosage treatment in the form of urea consisting of 5 levels which included N0 (0 kg/Ha), N1 (100 kg/Ha), N2 (200 kg/Ha), N3 (300 kg/Ha), and N4 (400 kg/Ha). The rice variety used was Inpari 44. Rice plants given Nitrogen fertilizer with different doses had a significant effect on the level of white rice stem borer attack, the number of productive tillers and the production of rice plants. The best dose of Nitrogen fertilizer is 138 kg/Ha because it can produce 11.93 tons/Ha of rice which is not significantly different from the Nitrogen treatment of 184 kg/Ha.
Analisa Pendapatan Hasil Hutan Bukan Kayu Jernang (Daemonorops Sp.) (Studi Kasus Pada Usaha Jekoni Meutuah Jaya Gampong Sabet Kecamatan Jaya Kabupaten Aceh Jaya) Nadia Wulandari; Tuti Arlita; Akhmad Baihaqi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.502 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i2.20129

Abstract

Jernang (Daemonorops sp.) menjadi salah satu komiditi Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang bernilai tinggi. Buah jernang dapat menghasilkan resin. Resin jernang ini memiliki banyak manfaat yaitu sebagai bahan pewarna, obat-obatan, industri, dan bahan campuran kosmetik. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus, menggunakan data primer dan data sekunder. Sampel ditentukan berdasarkan data responden. Hasil data dianalisis dengan analisis pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Usaha Jekoni Meutuah Jaya di Gampong Sabet Kecamatan Jaya Kabupaten Aceh Jaya dapat menghasilkan pendapatan yang layak bagi pengumpul jernang maupun pemasok/pelaku Usaha Jekoni Metuah Jaya. Adapun pendapatan Usaha Jekoni Metuah Jaya per tahunnya sebesar Rp 86.170.00,-. Estimasi rata-rata pendapatan Usaha Jekoni Metuah Jaya per musim panen adalah sebesar Rp 43.085.000,-.
Pengaruh Penggunaan Aplikasi Ultrasonik Pada Organoleptik Susu Jagung Manis (Zea Mays L. Saccharata) susi lestari; Muhammad Ikhsan Sulaiman; Fahrizal Fahrizal
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.636 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i1.19172

Abstract

Abstrak : Gelombang ultraonik adalah gelombang bunyi yang memiliki frekuensi sangat tinggi yaitu 20.000 Hz. Penggunaan gelombang ultrasonik sudah banyak digunakan pada industri pangan untuk pengawetan, ekstraksi dan pengolahan. Pasteurisasi adalah proses pemanasan yang bertujuan untuk memperpanjang masa simpan makanan. Pasteurisasi dapat membunuh bakteri, kapang, khamir dan protozoa dan dapat memperlambat pertumbuhan mikroba pada makanan. Analisis yang dilakukan adalah uji organoleptik secara deskripsi meliputi warna, aroma, rasa dan teksur. Hasil penelitian pada minggu ke-1, minggu ke-2 dan minggu ke-4  yaitu warna pucat pada skala sangat lemah. warna cream skala netral dan warna cerah dengan skala sangat kuat. Hasil analisis minggu ke 1 aroma susu jagung memiliki skala sangat lemah didapatkan pada aroma asam dan aroma susu, sedangkan aroma jagung diperoleh skala sangat kuat. Selama penyimpanan minggu ke-2 dan minggu ke-4 susu jagung pada aroma susu jagung mengalami penurunan menjadi aroma asam. Hasil rasa minggu ke-1 diperoleh rasa asam dan rasa susu pada skala sangat lemah, sedangkan rasa jagung memiliki skala sangat kuat. Namun, pada minggu ke-2 dan minggu ke-4 rasa susu jagung mengalami penurunan menjadi rasa asam dengan skala sangat lemah. Penilaian parameter tekstur susu jagung pada minggu ke-1, minggu ke-2 dan minggu ke-4 diperoleh tekstur cair memiliki skala netral dan tekstur berserat memiliki skala sangat lemah dan tekstur kental dengan skala sangat kuat. Hasil penilaian uji deskripsi pada perlakuan terbaik W1V2 menunjukkan warna cerah, aroma jagung, rasa jagung dan tekstur kental dengan skala sangat kuat.Effect Of Using Ultrasonic Applications On Organoleptics Of Sweet Corn Milk (Zea Mays L. Saccharata)Abstract. Ultraonic waves are sound waves that have a very high frequency of 20,000 Hz. The use of ultrasonic waves has been widely used in the food industry for preservation, extraction and processing. Pasteurization is a heating process that aims to extend the shelf life of food. Pasteurization can kill bacteria, molds, yeasts and protozoa and can slow the growth of microbes in food. The analysis carried out is organoleptic test with descriptions including color, aroma, taste and texture. The results of the study at week 1, week 2 and week 4 were pale colors on a very weak scale. neutral scale cream colors and bright colors with a very strong scale. The results of the first week of analysis, the aroma of corn milk has a very weak scale, which is obtained on the sour aroma and the aroma of milk, while the aroma of corn has a very strong scale. During the 2nd and 4th week of storage, the corn milk taste decreased to a sour aroma. The results of the 1st week of taste obtained sour taste and milk taste on a very weak scale, while the corn taste has a very strong scale. However, at week 2 and week 4 the taste of corn milk decreased to a sour taste with a very weak scale. Parameter assessment of corn milk texture at week 1, week 2 and week 4 obtained liquid texture has a neutral scale and fibrous texture has a very weak scale and thick texture has a very strong scale. The results of the description test assessment on the best treatment W1V2 showed a bright color, corn aroma, corn taste and thick texture with a very strong scale.  
Pengaruh Dosis Kompos dan KNO3 Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Melon (Cucumis melo L.) Tika Ramadani; Jumini Jumini; Nurhayati Nurhayati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.285 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i1.18827

Abstract

Abstrak. Melon merupakan jenis tanaman hortikultura termasuk kedalam famili Cucurbitaceae berawal dari Afrika Utara mempunyai rasa yang unik dan bermanfaat untuk kesehatan tubuh seperti menghindari penyakit sariawan. Komoditas melon mempunyai prospek yang menguntungkan apabila dibudidayakan secara intensif. Salah satunya dengan pemberian kompos dan KNO3. Tujuan penelitian untuk mengetahui adanya pengaruh dosis kompos dan KNO3 terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman melon serta ada tidaknya interaksi diantara keduanya. Penelitian dilaksanakan di Komplek Perumahan Sektor Timur dan Laboratorium Fisiologi Tumbuhan, Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, pada November 2020-Februari 2021. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola Faktorial 3x4 yang diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama adalah dosis kompos terdiri dari 3 taraf  yaitu 10, 20, dan 30 ton ha-1 dan faktor kedua dosis KNO3 terdiri dari 4 taraf yaitu 0, 100, 200, dan 300 kg ha-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompos tidak berpengaruh nyata pada semua parameter yang diamati. Dosis KNO3 berpengaruh sangat nyata pada umur berbunga, umur berbunga yang lebih cepat dijumpai pada KNO3 200 kg ha-1 dengan umur berbunga 21 hari. Adanya interaksi yang nyata antara dosis kompos dengan KNO3 terhadap bobot buah per buah, bobot buah per tanaman, serta potensi hasil. Hasil yang baik dijumpai pada kombinasi dosis kompos 10 ton ha-1dengan KNO3 200 kg ha-1 terhadap bobot buah per buah, bobot buah per tanaman, serta potensi hasil.Effect of Compost Dose and KNO3 on Melon (Cucumis melo L.) Growth and YieldAbstract. Melon is a type of horticultural plant belonging to the Cucurbitaceae family originating from North Africa which has a unique taste and is beneficial for body health such as avoiding canker sores. Melon commodity has a profitable prospect if it is cultivated intensively. One of them is by giving compost and KNO3. The purpose of this study was to determine the effect of the dose of compost and KNO3 on the growth and yield of melon plants and whether there was an interaction between the two .The research was carried out at the Eastern Sector Housing Complex and Fistum Laboratory, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, in November 2020-February 2021. This study used a 3x4 factorial randomized block design which was repeated 3 times. The factors studied were compost dose with 3 levels (10, 20, and 30 ton ha-1) and KNO3 dose consisted of 4 levels (control, 100, 200, and 300 kg ha-1). The results showed that compost had no significant effect on all observed parameters. The dose of KNO3 had a very significant effect on the flowering age, the faster flowering age was found in KNO3 200 kg ha-1. There was a significant interaction between compost dose and KNO3 on fruit weight per fruit, fruit weight per plant, and yield potential. Good results were found in the combination dose of 10 tons of compost ha-1 with KNO3 of 200 kg ha-1 on fruit weight per fruit, fruit weight per plant, and yield potential.
Analisis Kelayakan Finansial Usahatani Kopi Liberika Di Kecamatan Tangse Kabupaten Pidie Zakki Muhtaram; Agustina Arida; Sofyan Sofyan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 4 (2021): November 2021
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.634 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v6i4.18256

Abstract

Tangse District is one of the centers of Liberika coffee production in Pidie Regency. However, Liberika coffee production in Tangse District cannot supply market demand. Liberica coffee demand comes from the domestic market and foreign markets, for the domestic market Liberica coffee is used as a blending material and for foreign markets Liberica coffee is exported to Malaysia and also the Philippines which is the country with the highest Liberica coffee consumption. Therefore, efforts are needed to increase production by expanding land and increasing productivity. This study aims to determine the financial feasibility of Liberika coffee farming in Tangse District, Pidie Regency. The sampling technique used is themethod by stratified random samplingstratifying the sample based on the age of the coffee plant cultivated by the farmer. From a total of 665 families, the total population was taken as a sample of 10%, namely as many as 67 families. The analytical tools used are Net Present Value (NPV), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C), Interest Rate of Return (IRR), Payback Period (PP) and Sensitivity Analysis. The results showed that Liberika coffee farming in Pidie District, Pidie Regency was feasible when viewed from the financial aspect. This is evidenced by the NPV value 0 which is Rp. 31,787,141, -. The value of Net B/C 1 is 3.289. The value of the IRR is 41.756%, which indicates that the rate of return on capital for Liberika coffee farming is greater than the interest rate of 18%. Based on the results of sensitivity analysis using three assumptions, namely revenue decreased by 10%, operational costs increased by 10% and operational costs increased by 10% accompanied by a decrease in revenue by 100%, it was found that Liberika coffee farming in Tangse District, Pidie Regency is feasible to continue and to be developed.

Page 73 of 103 | Total Record : 1028