cover
Contact Name
Dewi Yunita
Contact Email
dewi_yunita@usk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jimfp@usk.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Jl. Tgk Hasan Krueng Kalee No. 3 Darussalam Banda Aceh, Indonesia 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian
ISSN : 26152878     EISSN : 26146053     DOI : http://dx.doi.org/10.17969/jimfp
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian (JIMFP) diterbitkan oleh Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Merupakan media jurnal elektronik sebagai wadah untuk penyebaran dan publikasi hasil penelitian dari skripsi/tugas akhir dan atau sebagian dari skripsi/tugas akhir mahasiswa strata satu (S1) Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala yang merupakan kewajiban setiap mahasiswa untuk mengunggah karya ilmiah sebagai salah satu syarat untuk yudisium dan wisuda sarjana. Artikel ditulis bersama dosen pembimbingnya serta diterbitkan secara online setelah melewati proses review oleh 2 orang reviewer dan editor JIMFP. JIMFP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi (Prodi), yaitu Prodi Agribisnis, Prodi Agroteknologi, Prodi Peternakan, Prodi Teknologi Hasil Pertanian, Prodi Teknik Pertanian, Prodi Ilmu Tanah, Prodi Proteksi Tanaman dan Prodi Kehutanan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu setiap bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Articles 1,028 Documents
Pengaruh Residu Pembenah Tanah Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kangkung(Ipomoea reptans Poir.) Pada Tanah Entisol Putri Hanny Andrieni; Rita Hayati; zaitun zaitun
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.286 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i1.19170

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek dari residu pembenah tanah terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kangkung (Ipomoea reptans Poir) pada tanah entisol. Penelitian ini dilakukan di bulan April sampai bulan Mei 2019 di Campus Experimental Site The ACIAR Project, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok non faktorial yang memiliki 9 jenis perlakuan dengan 3 kali ulangan. Perlakuan penelitian terdiri dari kontrol 0% NPK, kontrol Urea dan KCl, kontrol NPK 50% rekomendasi, sekam padi 5 t ha-1  + NPK 0%, sekam padi 5 t ha-1  + Urea dan KCl, sekam padi 5 t ha-1  + NPK 50% rekomendasi, biochar sekam padi 5 t ha-1 + 0% NPK, biochar sekam padi 5 t ha-1  + N dan K, biochar sekam padi 5 t ha-1 + NPK 50% rekomendasi. Setelah dilakukan penelitian didapatkan hasil bahwa residu pembenah tanah berpengaruh sangat nyata pada parameter tinggi tanaman saat berumur 2, 3 dan 4 MST dan parameter diameter batang saat berumur 2, 3 dan 4 MST, serta berpengaruh tidak nyata pada perameter jumlah daun, berat basah berangkasan atas (shoot) dan berat kering berangkasan atas (shoot) per rumpun, berat basah berangkasan bawah (root) dan berat kering berangkasan bawah (root) per rumpun, berat basah total berangkasan dan berat kering total berangkasan, rasio berangkasan atas (shoot) dan berangkasan bawah (root), laju pertumbuhan relatif, dan laju asimilasi bersih.
Peningkatan Skala Laboratorium ke Pilot Plant (Scale Up) Produksi Gelatin Berbahan Dasar Limbah Kulit dan Sisik Ikan Tuna (Thunnus Sp.) Ari Dwi Rizki; Normalina Arpi; Fahrizal Zakaria
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 4 (2021): November 2021
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.01 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v6i4.18318

Abstract

Gelatin merupakan turunan protein yang diperoleh melalui ekstraksi kolagen hewan. Kolagen hewan banyak terdapat pada tulang, tulang rawan, kulit dan jaringan ikat. Penggunaan gelatin sudah sangat luas, baik dalam produk pangan maupun non pangan. penelitian ini bertujuan untuk mempelajari hasil (kuantitas dan kualitas) penggandaan skala (scale up) produksi gelatin dari skala laboratorium ke skala pilot plant. Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk menghasilkan gelatin halal yang berasal dari limbah kulit ikan tuna dalam skala pilot plant (4 dan 5 kg) dan untuk mendapatkan informasi teknis dalam proses produksi gelatin skala industri. Penelitian ini menggunakan metode perhitungan statistik menggunakan uji t independent test dan juga uji mann whitney. Pada penelitian ini dilakukan dengan pembuatan gelatin kulit dan sisik ikan tuna pada skala pilot plant dengan kapasitas awal sebesar 4 kg dan 5kg dengan 2 perlakuan (P1) dengan metode penghilangan lemak dengan bahan baku 5kg, (P2) dengan metode penghilangan lemak dengan bahan baku 4kg. Pada setiap perlakuan dilakukan 3 kali ulangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa peningkatan skala gelatin kulit dan sisik ikan tuna memiliki nilai rata-rata aktivitas emulsi sebesar 1,71 (m2/g) dan nilai kapasitas busa sebesar 76,465%.
Peran Penyuluh Pertanian dalam Pengembangan Kelompok Tani Tanaman Kopi di Kecamatan Silih Nara Kabupaten Aceh Tengah Nurdin Bahtra; Mujiburrahmad Mujiburrahmad; Otto Nur Abdullah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 3 (2021): Agustus 2021
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.03 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v6i3.17506

Abstract

 The purpose of agricultural extension is to produce competent human resources for agricultural development actors so that they are able to build strong agricultural businesses, do better farming (better farming), make farming more profitable (better businesses), live more prosperously (better living) and a healthier environment. This study aims to find out about the role of extension workers and their constraints. This research was conducted by taking data through interviews with extension workers and the results of filling out questionnaires by 33 members of the farmer group. The results of the study concluded that extension workers played a very important role in agricultural extension in Bius Baru village as mentors, organizers/ dynamizers, technicians, consultants, educators, leaders and advisors. Farmer groups have developed with routine activities and assignments, adequate facilities, farming experience, group norms and rules and group classes. The constraints of extension workers in developing farmer groups are: participation of members of farmer groups is still low, members of farmer groups are not consistent in attending meetings where some are present and others are not present, low motivation of farmers to become more advanced and infrastructure that is not yet adequate. Farmers' constraints are: field coordination, most farmers have side jobs, use of farmer group facilities and discontinuous meeting times.
Daya Dukung habitat Terhadap Ketersediaan Pakan Gajah Sumatera yang Ditangkarkan di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Aek Nauli Provinsi Sumatera Utara Devi Kristina Br Ginting; Saida Rasnovi; Iqbar Iqbar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 4 (2020): November 2020
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.326 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v5i4.15717

Abstract

Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK Aek Nauli merupakan salah satu KHDTK yang ditetapkan melalui surat keputusan menteri kehutanan no. 39/Menhut-II/2005, tanggal 7 Februari 2005 dengan luasan 1900 ha. Untuk alokasi habitat gajah sumatera diberikan 100 ha terletak pada ekosistem hutan sekunder. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis pakan gajah sumatera dan menghitung daya dukung habitat terhadap ketersediaan pakan gajah sumatera.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis vegetasi dan menghitung daya dukung habitat. Analisis vegetasi yaitu metode jalur dan garis berpetak (Kusmana 1997, 2006) sebanyak 5 petak contoh diletakkan pada garis transek yang panjangnya 50 m. Jumlah transek untuk analisis vegetasi adalah 2 transek. Ukuran petak contoh untuk setiap strata pertumbuhan adalah semai  2m x 2m, pancang 5m x 5m, dan tiang 10m x 10m.Untuk menghitung daya dukung pakan gajah dilakukan dengan menentukan tumbuhan pakan gajah yang terdapat pada petak pengamatan lalu memilih bagian tumbuhan yang dimakan yang memiliki karateristik jumlah daun, panjang, dan diameter ranting yang relatif sama sebanyak 4-5 ranting contoh dalam satu individu, kemudian memotong contoh daun/ranting pertama untuk ditimbang k, pemotongan kembali contoh daun/ranting kedua dan seterusnya dalam selang waktu 1 minggu dalam 4 minggu. Berdasarkan hasil perhitungan iketahui bahwa daya dukung habitat gajah sumatera di KHDTK Aek Nauli dengan luasan 100 ha  dengan proper use 60%, dan kebutuhan per ekor gajah rata-rata 250 kg/hari adalah1,71ha/ekor/hari. 
Pendugaan Nilai Heritabilitas Karakter Agronomi Tanaman Padi (Oryza sativa L) Generasi F2 Aliyul Qadri; Erita Hayati; Efendi Efendi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.281 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v3i4.9197

Abstract

Abstrak. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan informasi tingkat heritabilitas tanaman padi generasi F2 hasil persilangan varietas Batutegi dangan IRBB-27. Penelitian ini dilaksanakan di rumah kaca Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala, Darussalam Banda Aceh. Pelaksanaan penelitian dimulai dari April sampai September 2017. Pendugaan nilai heritabilitas pada penelitian ini menggunakan pendugaan ragam lingkungan tidak langsung metode Mahmud-Kramer (Broad sense-per tanaman). Pendugaan nilai heritabilitas ini menggunakan data populasi P1, P2, dan F2. P1 dan P2 merupakan galur murni, sedangkan F2 merupakan turunan kedua dari persilangan P1 dan P2. Ragam fenotipe (σ2P) diduga dari σ2F2. Ragam lingkungan (σ2E) diduga dari √(σ2P1)(σ2P2). Pada karakter tinggi tanaman, jumlah malai, berat malai, berat 1000 butir, umur paner, dan potensi hasil memiliki nilai heritabilitas 92%, 55%, 51%, 89%, 64% dan 60% dengan kriteria tinggi. Sedangkan karakter panjang malai, dan persentase gabah bernas, memiliki nilai heritabilitas 29% dan 33% dengan kriteria sedang.Estimating the Heritability Value of Agronimic Character of Rice (Oryza sativa L) Generation F2Abstract. The aim of this research was to obtain information on the level of heritability of generation F2 rice produced by crossing of the Batutegi variety with IRBB-27. This research was carried out in the greenhouse of the Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, Darussalam Banda Aceh. The research starts from April to September 2017. Estimating the heritability value in this study uses indirect environmental estimation of the Mahmud-Kramer method (Broad sense- plant). Estimating this heritability value uses population data P1, P2 and F2. P1 and P2 are pure strains, while F2 is the second derivative of P1 and P2 crosses. Phenotype variance (σ2P) is assumed to be from σ2F2. Environmental variance (σ2E) is assumed to be from √(σ2P1) (σ2P2). In the character of plant height, panicle number, panicle weight, 1000 grain weight, paner age, and yield potential has a heritability value of 92%, 55%, 51%, 89%, 64% and 60% with high criteria. While the panicle length character, and the percentage of pithy grain, has a heritability value of 29% and 33% with medium criteria.
Pengaruh Media Tanam dan Penggunaan Mol Bonggol Pisang terhadap Pertumbuhan Tanaman kakao (Theobroma cacao L) Datul Fadillah; Trisda Kurniawan; Erida Nurahmi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.034 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v4i1.10416

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan media tanam dan beberapa konsentrasi mikroorganisme lokal terhadap pertumbuhan bibit kakao. Penelitian ini dilaksanakaan di Kebun Percobaan 2 dan Labaratorium Hortikultura, Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh dari bulan Juli sampai Oktober 2018. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola faktorial 4 x 4 dan 3 ulangan, sehingga terdapat 48 satuan percobaan dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata  Jujur taraf 5% pada hasil uji F yang signifikan. Faktor pertama adalah perbandingan media tanam dengan 4 taraf yaitu: kontrol-2 tanah : 1 pupuk kandang (M0), 2 tanah : pupuk kandang : 1 sekam bakar (M1), 1 tanah : 2 pupuk kandang : 1 sekam bakar (M2), 1 tanah : 1 pupuk kandang : 2 sekam bakar (M3). Faktor kedua adalah konsentrasi mol bonggol pisang dengan 4 taraf yaitu 0, 10%, 20% dan 30% L-1 air. Parameter yang diamati adalah tinggi bibit, diameter pangkal batang, jumlah daun, berat berangkasan basah dan berat berangkasan kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, perlakuan perbandingan media tanam berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter. Pemberian beberapa konsentrasi mikroorganisme lokal berpengaruh nyata terhadap jumlah daun bibit kakao umur 8 MST dan berpengaruh sangat nyata pada jumlah daun bibit kakao umur 12 MST. Terdapat interaksi yang nyata antara perlakuan media tanam M0 dan konsentrasi mol 20% (M2).The Effect of Plant Medium and Local Microorganism Banana Tuber on the Growth of Cocoa Seedling (Theobroma cacao L)Abstract. The purposes of this research were to know the effect of comparison media planting and several concentrations of local microorganism on the growth of cocoa seedlings. This research was conducted at Experimental Garden 2 and Horticulture Laboratory, Department of Agrotechnology, Faculty of Agriculture Syiah Kuala University, Banda Aceh from July to October 2018. This study used a Randomize Block Design of 4 x 4 factorial pattern with 3 replication, so that were 48 experimental units and continued with a Honestly Significance Difference 5% level on significant F test result. The first factor is the comparison medium planting of 4 levels : control- 2 soil : 1 manure (M0), 2 soil : 1 manure : 1 hueks fuel (M1), 1 soil : 2 manure : 1 hueks fuel (M2) and 1 soil : 1 manure : 2 hueks fuel (M3). The second factor is the concentration of local microorganism of 4 levels: 0 (P0), 10% (P1), 20% (P2) and 30% (P3) L-1 water. Parameters observed were plant height, stem base diameter, number of leaves, wet weight and dry weight. The result showed that the treatment of comparison planting medium had unsignificantly effect on all parameters. Consentrations of local microorganinism has a significant effect on the number of leaves of cocoa seedlings aged 8 WAP and has a very significantly effect on the number of leaves cocoa seedlings aged 12 WAP. There is significantly effect between the treatment of comparison planting medium control-2 tanah : 1 pupuk kandang (M0), and local microorganism concentrations 20% (P2).
Analisis Kelayakan Finansial Agroindustri Tahu di Desa Lamteumen Barat Kecamatan Jaya Baru Kota Banda Aceh Nova Fitrah Zahara; Lukman Hakim; Zakiah Zakiah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 4 (2019): November 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.811 KB)

Abstract

Abstrak. Industri pangan mempunyai prospek bisnis yang baik dan keberadaannya selalu dibutuhkan, salah satu industri pengolahan yang banyak dijalankan adalah industri berbasis kedelai. Produk pangan hasil olahan kedelai yang sudah cukup dikenal di Indonesia adalah produk olahan tahu. Selain harganya yang cukup murah, tahu bernilai gizi tinggi. Banyaknya permintaan konsumen akan tahu akan menyebabkan banyaknya industri tahu bermunculan. Salah satu pengusaha tahu yang terdapat di Aceh adalah Industri Tahu Rion di Desa Lamtemen Barat Kecamatan Jaya Baru kota Banda Aceh. Namun industri tahu Rion menggunakan bahan baku kedelai impor dalam memproduksi tahu walaupun harganya lebih mahal dari harga Medan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kelayakan agroindustri tahu rion di desa Lamteumen Barat Kecamatan Jaya Baru Kota Banda Aceh ditinjau dari aspek finansial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa agroindustri tahu rion di desa Lamteumen Barat Kecamatan Jaya Baru Kota Banda Aceh layak dijalankan dilihat dari aspek finansial dengan nilai NPV bernilai positif, Net B/C lebih besar dari 1, IRR lebih besar dari discount factor 10% dan nilai Break Event Point (BEP) lebih cepat dari umur ekonomis usaha. Dari analisis sensitivitas, kenaikan biaya produksi 10% tanpa diikuti kenaikan benefit dan penurunan benefit 10% dengan biaya produksi tetap menunjukkan bahwa usaha agroindustri tahu Bapak Rion tidak layak untuk dilanjutkan dan sangat berpengaruh terhadap kelayakan usaha tahu bapak Rion. 
Pendugaan Penurunan Kandungan Asam Askorbat Brokoli(Brasisca oleracea Var. Italica) Selama Penyimpanan Dingin Menggunakan Pendekatan Persamaan Arrhenius Abu Bakar; Kiman Siregar; Ratna Ratna
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (973.859 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v4i1.10163

Abstract

Menganalisis mutu selama penyimpanan dapat dilakukan dengan mengendalikan kondisi penyimpanan tertentu serta menduga laju penurunan mutu yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk menduga penurunan kandungan  asam askorbat (Brassica oleracea Var. Italica) selama penyimpanan mengunakan pendekatan persamaan Arrhenius. Brokoli disimpan dengan variasi suhu yaitu suhu 5 ⁰C, 10 ⁰C, dan 20 ⁰C. Analisis dilakukan 3 hari sekali hingga panelis menolak dengan parameter susut bobot, tingkat kekerasan, Klorofil, Kalsium, vitamin C (Asam Asam dan uji organoleptik yaitu warna, rasa, aroma dan tekstur.Model Arrhenius berdasarkan kandungan vitamin C (asam askorbat) menghasilkan umur simpan pada brokoli yaitu pada suhu 5°C dengan kemasan adalah 21 hari dengan nilai R² adalah 0,97, pada suhu 10°C dengan kemasan didapatkan umur simpan 21 hari dengan nilai R² adalah 0,98, pada suhu 20°C didapatkan umur simpan yaitu 6 hari dengan nilai R² adalah 0,97.Perlakuan terbaik pada penelitian ini yang mampu mempertahankan mutu simpan brokoli dan memiliki umur simpan yang lama, yaitu penyimpanan pada suhu 5°C dengan berdasarkan parameter susut bobot terendah sebesar 11,5%, tingkat kekerasan tertinggi sebesar 0,7 kg/cm², penyimpanan suhu 5 °C dengan kemasan 21 hari penurunan kandungan vitamin C (asam askorbat) terendah yaitu 21,2 mg , dan penurunan klorofil sebesar 0,35 mg/1gr.Establishment Of Ascorbic acid Of Broccoli (Brassica oleracea  Var. Italica) , During Storage With Arrhenius ApproachAbstract. Analyzing quality during storage can be done by controlling certain storage conditions as well as suspecting the rate of degradation that occurs. This study aims to estimate the decrease in ascorbic acid content (Brassica oleracea Var Italica) during storage using the Arrhenius equation approach. Broccoli is stored with temperature variations of 5 ⁰C, 10 ⁰C, and 20 ⁰C. Analysis is done every 3 days until panelist refused with weight loss parameter, hardness level, chlorophyll, calcium, vitamin C acid acid and organoleptic test that is color, flavor, aroma and texture. Arrhenius model based on vitamin C content (ascorbic acid) produces shelf life at broccoli ie at 5 ° C with packing is 21 days with R² value is 0.97, at 10 ° C with packaging obtained by 21 days saving life with R² value is0.98, at 20 ° C we have a shelf life of 6 days with R² value is 0.97. The best treatment in this study is able to maintain the quality of broccoli and has a long shelf life, ie storage at 5 ° C based on the lowest weight loss parameter of 11.5%, the highest hardness level of 0.7 kg / cm², storage temperature of  5 ° C with the 21 day packs of decrease in vitamin C content (ascorbic acid) the lowest is 212 mg, and the decrease of chlorophyll by 0.35 mg / 1gr. 
Analisis Alih Fungsi Lahan di Kabupaten Aceh Selatan Riski Yunianda; Syakur Syakur; Teti Arabia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 2 (2018): Mei 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (931.919 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v3i2.7462

Abstract

Abstrak. Seiring terjadinya penyimpangan penggunaan lahan sangat sering terjadi terhadap rencana tata ruang wilayah (RTRW). Daerah pinggiran kota merupakan wilayah yang banyak mengalami perubahan penggunaan lahan terutama perubahan penggunaan lahan pertanian menjadi non pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan penggunaan lahan pertanian di Kabupaten Aceh Selatan tahun 2013 dengan tahun 2017 dan menganalisis keselarasan penggunaan lahan pertanian eksisting tahun 2017 dengan pola ruang Kabupaten Aceh Selatan tahun 2013-2033. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan teknik survai. Sedangkan analisis data spasial menggunakan SIG dengan konsep extract, overlay dan intersect. Hasil kajian menunjukkan hasil koreksi pada pengunaan lahan pertanian tahun 2013 dengan tahun 2017 didapatlah luas penggunaan lahan pertanian yang telah beralih fungsi seluas 8.041,56 ha, yang mana pada lahan sawah seluas 3.680,30 ha dan pada pertanian lahan kering seluas 4.361,26 ha. Penggunaan lahan pertanian yang telah beralih fungsi tersebut telah menjadi berbagai macam penggunaan lahan lainnya yang tersebar di seluruh Kabupaten Aceh Selatan, penggunaan lahan pertanian yang selaras dengan rencana pola ruang memiliki luas 36.293,85 ha (91,30%), penggunaan lahan yang tidak selaras yaitu Penggunaan lahan eksisting tidak selaras dengan rencana pola ruang seluas 1.513,53 ha (3,81%), dan belum terlaksana atau belum terealisasi terhadap lahan pertanian yang direncanakan terhadap pola ruang atau masih dapat berubah sesuai dengan rencana pola ruang seluas 6.711,08  ha (14,44 %). Analysis of Functional Land Distribution of Agriculture in District Aceh SelatanAbstract. Absorption of deviation of land use is very frequent to spatial planning (RTRW). Suburban areas are areas that have undergone many changes in land use due to changes in agricultural land use to non-agricultural use. This research was conducted for 2013 with 2017 and analysis of existing agricultural land use in 2017 with South Aceh Regency spatial pattern year 2013-2033. The method used in this research is descriptive method with survey technique. While spatial data analysis using GIS concept with overlay and intersect concept. The results showed that agricultural land in 2013 with the year 2017 obtained the wide use of agricultural land that has a function conversion of 8,041.56 ha, which in the rice field area of 3,680.30 ha and on dry land of 4,361.26 ha. The use of converted agricultural land into various land uses scattered throughout the District of South Aceh, different use of agricultural land with plans of wide spatial pattern 36,29,85 ha (91,30%), land use that is not aligned Land use the existing is not aligned with the plan of the pattern of the space of 1,513.53 ha (3.81%), and has not been realized or not yet realized on agricultural land that allows the pattern of space can be changed in accordance with the Plan of Space Pattern covering 6,711,08 ha (14,44%).
Analisis Daya Saing Beberapa Tanaman Sayuran di Lahan sawah Kecamatan Peukan Bada Kabupaten Aceh Besar Tiara Sucia; Romano Romano; Irwan A Kadir
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.881 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i3.3507

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tanaman sayuran yang memiliki daya saing pada lahan sawah dan faktor-faktor pendukung sarana produksi yang diperlukan untuk meningkatkan produksi tanaman sayuran di lahan sawah. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode survey sedangkan metode analisis adalah metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bawang merah, cabai merah dan cabai rawit secara ekonomis memiliki daya saing. Namun, bawang merah belum memiliki daya saing pada tingkat produktivitas aktual dibandingkan usahatani cabai merah dan cabai rawit. Fakto-faktor pendukung sarana produksi usahatani bawang merah di Kecamatan Peukan Bada bukan hanya bibit unggul. Hasil perbandingan kondisi di lapangan penelitian dan Rekomendasi BPTP Aceh, pupuk dan teknik budidaya juga berpengaruh pada produksi usahatani bawang merah. Kata Kunci : Daya Saing, Tanaman Sayuran, Pendapatan, Sarana ProduksiAbstract. This study aims to determine the type of vegetable crops that are competitive on the wetland and supporting factors of production facilities necessary to increase the production of vegetable crops in the wetland. The research method used is survey method while the method of analysis is descriptive qualitative method.The results of this study indicate that the onions, red peppers and chili sauce economically competitive. However, onion is not competitive on the level of actual productivity than farming red chili and cayenne pepper. Factors supporting production facilities onion farming in the sub-district of Peukan Bada not only of seeds. The results of the comparison conditions in the field of study and recommendation Food Crop Study Center of Aceh, fertilizer and cultivation techniques also affect the production of onion farming.  Keywords: Competitiveness, Vegetable Plants, Earnings, Production Facilities

Page 72 of 103 | Total Record : 1028