cover
Contact Name
Dewi Yunita
Contact Email
dewi_yunita@usk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jimfp@usk.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Jl. Tgk Hasan Krueng Kalee No. 3 Darussalam Banda Aceh, Indonesia 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian
ISSN : 26152878     EISSN : 26146053     DOI : http://dx.doi.org/10.17969/jimfp
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian (JIMFP) diterbitkan oleh Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Merupakan media jurnal elektronik sebagai wadah untuk penyebaran dan publikasi hasil penelitian dari skripsi/tugas akhir dan atau sebagian dari skripsi/tugas akhir mahasiswa strata satu (S1) Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala yang merupakan kewajiban setiap mahasiswa untuk mengunggah karya ilmiah sebagai salah satu syarat untuk yudisium dan wisuda sarjana. Artikel ditulis bersama dosen pembimbingnya serta diterbitkan secara online setelah melewati proses review oleh 2 orang reviewer dan editor JIMFP. JIMFP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi (Prodi), yaitu Prodi Agribisnis, Prodi Agroteknologi, Prodi Peternakan, Prodi Teknologi Hasil Pertanian, Prodi Teknik Pertanian, Prodi Ilmu Tanah, Prodi Proteksi Tanaman dan Prodi Kehutanan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu setiap bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Articles 1,028 Documents
Pembuatan Serbuk Antosianin Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L.) dengan Variasi Konsentrasi Maltodekstrin dan Suhu Pengeringan Munirayati Munirayati; Ryan Moulana; Nida El Husna
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 4 (2017): November 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.111 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i4.1271

Abstract

Abstrak.  Ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.) merupakan salah satu komoditas pertanian yang banyak di Indonesia. Ubi jalar ungu kaya akan pigmen antosianin dan tersebar merata di seluruh umbinya. Pembuatan serbuk antosianin ubi jalar ungu merupakan salah satu solusi untuk memperluas aplikasi pewarna alami dan praktis dalam penggunaannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi maltodekstrin dan suhu pengeringan terhadap kualitas sifat kimia serbuk antosianin hasil ekstraksi ubi jalar ungu. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan 2 faktor. Faktor I adalah konsentrasi maltodekstrin yang terdiri dari 4 taraf (0%, 2%, 4% dan 6%) dan faktor II adalah suhu pengeringan yang terdiri dari 2 taraf (500C dan 600C). Penambahan maltodekstrin pada pembuatan serbuk antosianin ubi jalar ungu menghasilkan penurunan intensitas warna tetapi meningkatkan rendemen dan pH. Semakin tinggi suhu pengeringan cenderung menyebabkan penurunan intensitas warna tetapi meningkatkan pH serbuk antosianin ubi jalar ungu. Berdasarkan intensitas warna, kombinasi perlakuan terbaik diperoleh pada perlakuan penambahan maltodekstrin 4% dan suhu pengeringan 500C yang menghasilkan rendemen 21,71%, intensitas warna (Absorbansi) 0,472, dan pH 3,60.
Analisis Preferensi Konsumen Terhadap Komoditi Tomat dan Cabai Merah di Kota Banda Aceh Rahmatun Fauza; Zakiah Zakiah; Suyanti Kasimin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 2 (2018): Mei 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.086 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v3i2.7222

Abstract

Abstrak.  Tomat dan cabai merupakan salah satu dari sembilan bahan pokok yang dibutuhkan oleh setiap rumah tangga. Sebagian besar makanan Nusantara disajikan dengan bahan tomat dan cabai, bahkan tomat dan cabai dapat digunakan dalam kesempatan yang sama. Terjadinya fluktuasi harga pun menyebabkan ketidakstabilan ekonomi pada konsumen karena tomat dan cabai termasuk dalam sembilan bahan pokok. Konsumen membeli kebutuhannya dengan proses yang disebut dengan perilaku konsumen. Prefrensi merupakan salah satu perilaku konsumen. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis preferensi konsumen terhadap kombinasi atribut tomat dan cabai merah; serta mengetahui atribut pembelian tomat dan cabai merah yang paling diprioritaskan oleh konsumen. Penelitian ini menggunakan kuesioner sebagai alat bantu penelitian, dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis konjoin. Hasil penelitian menunjukkan buah tomat yang menjadi preferensi konsumen adalah buah tomat yang berasal dari Medan, dengan harga terendah yaitu Rp 8.000,- dengan daya tahan selama 6-9 hari dan tomat dengan tingkat kesegaran sangat segar dengan rasa buah tomat yang manis.Sedangkan cabai merah yang menjadi preferensi konsumen adalah cabai merah berjenis cabai keriting, dengan harga cabai terendah atau Rp 34.000,- dengan daya tahan cabai selama 5-6 hari dan tingkat kesegaran cabai merah sangat segar dan rasa atau tingkat kepedasan yang pedas. Adapun atribut yang paling diprioritaskan oleh konsumen terhadap tomat dan cabai merah masing-masing jenis tomat dan harga cabai merah. Analysis of Consumer Preferences Towards the Commodity Tomato and Hot Pepper in Banda Aceh
Karakteristik Reproduksi Kerbau Simeulue Betina di Kecamatan Salang Kabupaten Simeulue Rina Macharani Pulungan; Mohd. Agus Nashri Abdullah; Eka Meutia Sari
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/jimfp.v3i1.6484

Abstract

 Abstrak. Suatu penelitian karakteristik reproduksi kerbau Simeulue betina di Kecamatan Salang Kabupaten Simeulue telah dilakukan. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi kemampuan reproduksi  ternak kerbau betina di Kecamatan Salang Kabupaten Simeulue. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei dengan mengumpulkan data primer dan data sekunder. Untuk memperoleh data primer dilakukan melalui teknik wawancara langsung secara terbuka di lokasi penelitian dengan pemilik ternak kerbau berdasarkan daftar pertanyaan yang telah disiapkan dalam bentuk kuesioner. Sedangkan untuk data sekunder telah diperoleh dari instansi terkait di Kecamatan Salang dan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Simeulue. Pengambilan sampel dilakukan pada tiga desa dalam Kecamatan Salang yaitu: Padang Unoi, Mutiara dan Ujung Salang. Sebagai responden adalah 40 orang peternak kerbau yang tersebar dalam tiga desa terpilih tersebut. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling, yaitu mengambil sampel dengan ketentuan minimal peternak memelihara dua ekor kerbau betina yang telah beranak dua kali dan pengalaman peternak lebih dari satu tahun. Ada tiga bagian informasi data primer dalam penelitian ini yaitu: data identitas responden, profil umum peternakan kerbau, dan karakteristik reproduksi kerbau betina di Kecamatan Salang Kabupaten Simeulue. Informasi utama menyangkut parameter yang diamati adalah: (a) umur berahi pertama; (b) umur beranak pertama; (c) berahi kembali setelah melahirkan; (d) jarak beranak (calving internal); dan (e) angka kelahiran (calving rate).  Data profil peternak sebagai responden yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah: (a)   tingkat pendidikan peternak dan (b) pengalaman responden. Informasi pendukung data primer dalam penelitian ini adalah: (a) sistem pemeliharaan ternak kerbau; (b) populasi kerbau; (c)  sistem perkawinan; dan (d)  gangguan reproduksi. Sedangkan pengumpulan data sekunder dilakukan dengan cara mencatat langsung data yang tersedia pada Dinas Peternakan atau yang menangani fungsi peternakan di Kecamatan Salang dan dinas-dinas terkait. Data yang diperoleh, dianalisis dengan cara menghitung nilai rataan dan dipersentasekan dengan bantuan lembar Excel. Hasil analisis data dijelaskan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerbau Simeulue betina yang dipelihara di Kecamatan Salang Kabupaten Simeulue mempunyai sifat-sifat reproduksi yang baik namun angka kelahirannya masih sangat rendah. Karakteristik reproduksi kerbau Simeulue di Kecamatan Salang Kabupaten Simeulue yaitu: dewasa kelamin pada umur 24-36 bulan dengan nilai rataan 30 bulan, beranak pertama pada umur 3,3 tahun bervariasi dari 2-4,5 tahun, rataan umur berahi kembali setelah melahirkan pada 6 bulan dengan kisaran 3-9 bulan, calving interval bervariasi dari 12-16  bulan dengan rataan 14 bulan, dan angka kelahiran kurang dari 50% yaitu 30,56%.Reproductive Characteristics of Simeulue female buffalo in Salang District of Simeulue RegencyAbstract. A research on the reproductive characteristics of the Simeulue Buffalo females in district Salang Simeulue Regency has been done. The purpose of this research was to identify the female reproductive ability of buffalo herds in district Salang District Simeulue. The methods used in this research is a survey by collecting primary data and secondary data. To obtain primary data is done through direct interview techniques openly in the location of the research with the owner of the buffalo herds based on a list of questions that had been prepared in the form of a questionnaire. As for the secondary data have been obtained from the relevant agencies in the Salang Sub-district and District animal husbandry and Fishery Agency of Simeulue. Sampling is conducted on three villages in the Salang Sub-district, namely: Padang Unoi, pearls and the ends of the Salang. As the respondents was 40 Buffalo farmers scattered in three selected villages. Sampling technique was purposive sampling, i.e. taking samples with minimal provisions breeders maintain two buffaloes females has increased twice and breeder experience more than one year. There are three primary data in the information section of the research data, namely: the identity of the respondent, the public profile of Buffalo Ranch, and reproductive characteristics of female Buffalo on Simeulue Regency Salang Sub-district. The main information regarding the parameters observed were: (a) age of first love; (b) the age of the first litter is; (c); return after childbirth; (d) the distance increased (calving internal); and (e) the birth rate (calving rate). Breeder profile data as respondents collected in this study were: (a) the level of education of breeders and (b) the experience of respondents. Information supporting the primary data in this study were: (a) the system of maintenance of the buffalo herds; (b) the population of Buffalo; (c) the system of marriage; and (d) reproductive disorders. While secondary data collection is carried out by means of direct data records are available at the Office of the farm or farms in the function that handles the Salang Sub-district and Office-related service. The data obtained, analyzed by calculating the values of the dipersentasekan and with the help of rataan sheet Excel. The results of the data analysis described in descriptive. Research results show that buffalos Simeulue females maintained in Simeulue District Salang Sub-district have reproductive traits were good but the number of his birth is still very low. Reproductive characteristics of the Simeulue Buffalo in Simeulue District Salang Sub-district, namely: mature sex at age 24-36 months value rataan first litter is 30 months, at 3.3 years varies from 2-4,5 years, rataan age love again after giving birth at 6 months with the range of 3-9 month, calving interval varied from 12-16 the month with rataan 14 months, and the birth rate is less than 50% i.e. 30.56%.   
Analisis Ketimpangan Distribusi Pendapatan Petani Bawang Merah dan Non Petani Bawang Merah di Desa Lam Manyang Kecamatan Peukan Bada Kabupaten Aceh Besar Medita Ivanni; Safrida Safrida; T. Makmur
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.449 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v2i1.2245

Abstract

 Masalah ketimpangan pendapatan telah lama menjadi persoalan pelik dalam pelaksanaan pembangunan ekonomi yang dilaksanakan oleh sejumlah negara miskin dan berkembang. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat ketimpangan distribusi pendapatan yang terjadi pada petani bawang merah dan non petani bawang merah di Desa Lam Manyang Kecamatan Peukan Bada Kabupaten Aceh Besar. Pengambilan sampel jenis mata pencaharian petani bawang merah menggunakan metode simple random sampling, sebanyak 20% dan sampel mata pencaharian non petani bawang merah menggunakan metode cluster random sampling, sebanyak 20%. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan menggunakan analisis pendapatan, analisis gini ratio, dan analisis dengan menggunakan kriteria bank dunia. Hasil penelitian diketahui bahwa analisis gini ratio menyimpulkan di Desa Lam Manyang mempunyai ketimpangan distribusi sedang, berbeda dengan menggunakan kriteria bank dunia di Desa Lam Manyang mempunyai ketimpangan distribusi rendah atau merata.  Analysis of Farmers’ Income Distribution Inequality Red Onions and Shallots Non Farmers in the Village of Lam Manyang Peukan Bada Subdistrict of Aceh Besar DistrictThe problem of income inequality farmers have become complicated problems in the implementation of economic development implemented by a number of poor and developing countries. This study aimed to analyze the level of inequality of income distribution that occurs in onion farmers and non farmers onion in the village of Lam Manyang Peukan Bada subdistrict of Aceh Besar district. Sampling livelihood onion farmers using sample random sampling method as much as 20% and sample livelihoods non onion farmers using cluster random sampling method as much as 20%. The analytical method used in this research are quantitative method by using analysis of income, the Gini ratio analysis and analysis using World Bank criteria. The survey results revealed that the Gini ratio analysis concluded in the village of Lam Manyang have moderate inequality, as opposed to using the criteria of the world bank in the village of Lam Manyang have unequal distribution of low or uneven.
Identifikasi Karakter Kualitatif Beberapa Genotipe Tanaman Cabai (Capsicum annuum L) F4 Di Dataran Menengah Aulia Putra; Erita Hayati; Elly Kesumawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.413 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v8i2.24403

Abstract

Abstrak. Cabai (Capsicum annuum L.) merupakan komoditi hortikultura terbesar di Indonesia yang dibudidayakan secara komersial dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi, cabai memiliki banyak manfaat, kandungan gizi yang lengkap, produksi cabai terus mengalami penurunan akibat pertumbuhan penduduk dan peningkatan pendapatan. Usaha untuk peningkatan produksi dapat dilakukan melalui pemulian tanaman, dengan cara mengembangkan varietas-varietas yang memiliki hasil yang tinggi. salah satu cara yang dapat dilakukan yaitu dengan menyilangkan antartetua. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Karakter kualitatif yang diamati pada tanaman F4 pada parameter warna batang, warna daun, bentuk daun, warna mahkota, posisi tangkai, warna buah dan bentuk ujung buah cenderung mengikuti varietas perintis. Sedangkan pemgamatan karakter kualitatif bentuk pangkal buah cenderung mengikuti varietas kencana.judul : Identification of Qualitative Characters of Several Chilli Genotypes (Capsicum Annuum L.) F4 in the MidlandsAbstract. Chili (Capsicum annuum L.) is the largest horticultural commodity in Indonesia which is cultivated commercially and has high economic value, chili has many benefits, complete nutritional content, chili production continues to decline due to population growth and increased income. Efforts to increase production can be done through plant breeding, by developing varieties that have high yields. One way that can be done is by crossing the elders. The results of this study indicate that the qualitative characters observed in F4 plants on the parameters of stem color, leaf color, leaf shape, crown color, stalk position, fruit color and fruit tip shape tend to follow the pioneer varieties. Meanwhile, observation of the qualitative character of the shape of the base of the fruit tends to follow the golden variety.    
Adaptasi dan Adopsi Teknologi Informasi Terhadap Kegiatan Penyuluhan Pertanian di Aceh Singkil nadea agustina; Agussabti Agussabti; Mujiburrahmad Mujiburrahmad
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.808 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v8i1.23246

Abstract

Abstrak. Pada penelitian ini, penulis menggunakan uji chi square tets. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan umur, jenis kelamin dan pendidikan dengan Adaptasi dan adopsi Teknologi Informasi terhadap kegiatan penyuluhan pertanian di Kabupaten Aceh Singkil (p0,05), dan terdapat hubungan yang signifikan antara pendapatan dengan adaptasi dan adopsi teknologi Informasi terhadap kegiatan penyuluhan pertanian di Kabupaten Aceh Singkil (p≤0,05). Terdapat hubungan yang signifikan antara aksesilibilitas terhadap media teknologi informasi dengan adopsi teknologi Informasi terhadap kegiatan penyuluhan pertanian di Kabupaten Aceh Singkil dengan nilai p value 0,000 (p≤0,05). Faktor yang mempengaruhi adaptasi dan adopsi teknologi informasi adalah karakteristik individu dan aksesibilitas terhadap media teknologi informasi. Karakteristik individu yang berpengaruh signifikan adalah Pendapatan. Sedangkan faktor umur, jenis kelamin, dan pendidikan tidak berpengaruh signifikan terhadap adaptasi dan adopsi teknologi informasi bagi penyuluh.Adaptation and Adoption of Information Technology to Agricultural Extension Activities in Aceh SingkilAbstract. The variables in this study include the characteristics, accessibility and adaptation and adoption of information technology. In this study, the authors used the chi square test. The results showed that there was no significant relationship between age, gender and education with Adaptation and adoption of Information Technology to agricultural extension activities in Aceh Singkil District (p0.05), and there was a significant relationship between income and information technology adaptation and adoption. on agricultural extension activities in Aceh Singkil District (p≤0.05). There is a significant relationship between accessibility to information technology media and adoption of information technology on agricultural extension activities in Aceh Singkil Regency with a p value of 0.000 (p≤0.05). Factors that influence the adaptation and adoption of information technology are individual characteristics and accessibility to information technology media. Individual characteristics that have a significant effect are income. While the factors of age, gender, and education have no significant effect on the adaptation and adoption of information technology for extension workers.
Aplikasi Beberapa Jenis Mulsa Untuk Mengendalikan Gulma Pada Tanaman Kedelai ( Glycine Max L. ) Al Basuki; Siti Hafsah; Hasanuddin Hasanuddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 4 (2022): November 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.962 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i4.21955

Abstract

Abstrak. Penggunaan mulsa organik merupakan salah satu metode pengendalian gulma dan dapat meningkatkan hasil kedelai.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beberapa jenis mulsa terhadap pertumbuhan gulma pada tanaman kedelai. Penelitian ini telah dilaksanakan di Kebun Percobaan dan Laboratorium Pengelolaan Gulma, Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Darussalam Banda Aceh, dari Agustus sampai November  2021. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) pola non faktorial dengan 3 ulangan. Faktor yang diteliti terdiri dari kontrol (tanpa mulsa), mulsa jerami padi, kirinyuh, sekam padi, serbuk gergaji dan mulsa plastik hitam perak. Hasil penelitian menunjukkan jenis mulsa organik berpengaruh terhadap jenis gulma, individu gulma, bobot kering gulma dan laju tinggi tanaman. Mulsa plastik hitam perak dan mulsa sekam padi dapat menurunkan jenis gulma, individu gulma, bobot kering gulma dan meningkatkan laju tinggi tanaman.Application of several types of mulch to weed  control  in soybean (Glycine max L.)Abstract. The use of organic mulch is one of the weed control methods that can increase soybean yields. This study aims to determine the effect of several types of mulch on the growth of weeds in soybean plants. This research was conducted at the Experimental Garden and Weed Management Laboratory, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, Darussalam Banda Aceh, from August to November 2021. This study used a non-factorial randomized completely block design (RCBD) with 3 replications. The factors studied consisted of control (without mulch), rice straw mulch, kirinyuh, rice husks, sawdust and silver black plastic mulch. The results showed that the type of organic mulch had an effect on the type of weed, individual weeds, dry weight of weeds and plant height rate. The Silver black plastic mulch and rice husk mulch could decreased weed types, individual weeds, dry weight of weeds and increase plant height.
Kajian Status Tanah Kesuburan Podsolik Merah Kuning pada Berbagai Tutupan Lahan di Kabupaten Gayo Lues Rifky Amar; Muyassir Muyassir; Hifnalisa Hifnalisa
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 4 (2022): November 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (788.816 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i4.22362

Abstract

Abstrak. Kesuburan tanah merupakan kemampuan tanah dalam menyediakan unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman untuk mendukung pertumbuhan dan reproduksinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status kesuburan podsolik merah kuning pada berbagai tutupan lahan dan tingkat kelerengan di Kabupaten Gayo Lues. Penelitian ini menggunakan metode survei dan analisis deskriptif. Pengambilan sampel tanah dilakukan dengan cara pengeboran dengan kedalaman 0-20 cm dan 20-40 cm. Sifat-sifat kimia tanah yang diamati adalah C-organik, P-Total, K-Total, KTK dan KB. Sampel tanah dianalisis di Laboratorium Kimia Tanah dan Laboratorium Penelitian Tanah dan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Penentuan status kesuburan berpedoman pada Pusat Penelitian Tanah PPT, Bogor (1995). Hasil penelitian menunjukkan bahwa status kesuburan tanah podsolik merah kuning pada berbagai tutupan lahan dan tingkat kelerengan di Kabupaten Gayo Lues adalah rendah.Study of The Fertility Status of Red Yellow Podzolic Soil on Various Land Covers in Gayo Lues RegencyAbstract. Soil fertility is the ability of the soil to provide nutrients needed by plants to support their growth and reproduction. Study aims to determine the fertility status of red yellow podzolic soil on various land covers and slope levels in Gayo Lues Regency. Study uses survey methods and descriptive analysis. Soil samples were taken by drilling with a depth of 0-20 cm and 20-40 cm. The chemical properties of the soil observed were C-organic, P-Total, K-Total, CEC and base saturation. Soil samples were analyzed at the Soil Chemistry Laboratory and the Soil and Plant Research Laboratory, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, Banda Aceh. Determination of fertility status is guided by the PPT Soil Research Center, Bogor (1995). The results showed that the fertility status of red yellow podzolic soil on various land covers and slope levels in Gayo Lues Regency was low.
Pengaruh Jenis Media Pembibitan dan Dosis Dolomit terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bibit Produksi Jamur Merang (Volvariella volvaceae (Bull.) Singer) Farhan Bustamam; Mardhiah Hayati; Rita Hayati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.915 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i3.20830

Abstract

Abstrak .Jamur merang merupakan salah satu jamur yang dikonsumsi yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Keberhasilan budidaya jamur tergantung pada beberapa faktor, antara lain bibit jamur yang berkualitas. Bibit jamur berkualitas ditentukan oleh beberapa faktor diantaranya yaitu jenis media pembibitan dan kadar media atau pH media tumbuh bibit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis media pembibitan dan dosis dolomit terhadap pertumbuhan dan hasil bibit produksi jamur merang. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pembibitan Jamur: Jamurindonesia.id yang bertempat di Desa Baet Mesjid, Suka Makmur, Aceh Besar pada 1 November sampai dengan 30 Maret 2021. Penelitian ini memakai Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial yang terdiri dari 2 (dua) ) faktor. Faktor pertama adalah jenis pembibitan media yang terdiri dari 3 (tiga) taraf. Faktor kedua adalah dosis dolomit yang terdiri dari 3 (tiga) taraf. Dengan demikian, pada penelitian ini terdapat 3x3 kombinasi dengan total 9 kombinasi. Hasil penelitian mendapatkan bahwa Jenis media berpengaruh sangat nyata terhadap semua parameter pembibitan jamur merang dan berpengaruh nyata terhadap kecepatan pertumbuhan miselium. pertumbuhan bibit jamur lebih baik dijumpai pada media eceng gondok dan berbeda tidak nyata dengan media ampas tebu pada kecepatan pertumbuhan miselium. Selanjutnya pada uji tumbuh bibit jamur merang mendapatkan bahwa jenis media berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah tubuh buah yang tumbuh dan berpengaruh nyata terhadap bobot segar tubuh buah yang tumbuh. Hasil uji tumbuh bibit terbaik ditemukan pada media eceng gondok. Dosis dolomit berpengaruh sangat nyata terhadap semua parameter pembibitan dan berpengaruh nyata terhadap kecepatan pertumbuhan miselium. pertumbuhan bibit jamur lebih baik dijumpai pada dosis dolomit 0,5% dan berbeda tidak nyata dengan dosis 1%. Selanjutnya pada uji tumbuh bibit jamur merang mendapatkan bahwa dosis dolomit tidak berpengaruh nyata pada semua parameter. Hasil uji tumbuh cenderung lebih baik ditemui pada dosis dolomit 1%. Terdapat interaksi yang sangat nyata terhadap semua parameter pembibitan jamur merang dan berinteraksi nyata terhadap persentase kontaminasi. Kombinasi perlakuan lebih baik pada media eceng gondok dengan dosis dolomit 0,5% dan tidak nyata dengan semua kombinasi lainnya.Effect of Nursery Media Type and Dolomite Dosage on Growth and Yield of Seedling Production of Edible Mushroom (Volvariella volvaceae (Bull.) Singer)Abstract. Straw mushroom is one of the most widely cultivated edible mushrooms in Indonesia. The success of mushroom cultivation depends on several factors, including quality mushroom seeds. Quality mushroom seeds are determined by several factors including the type of nursery media and the acidity of the media or the pH of the seedling growing media. The purpose of this study was to determine the effect of the type of nursery media and the dose of dolomite on the growth and yield of edible mushroom seeds. This research was carried out at the Mushroom Breeding Laboratory: Mushroomindonesia.id located in Baet Mesjid Village, Suka Makmur, Aceh Besar on November 1 to March 30, 2021. This study used a Completely Randomized Design (CRD) with a factorial pattern consisting of 2 (two) ) factor. The first factor is the type of nursery media which consists of 3 (three) levels. The second factor is the dose of dolomite which consists of 3 (three) levels. Thus, in this study there were 3x3 combinations with a total of 9 combinations. The results showed that the type of media had a very significant effect on all parameters of mushroom breeding and had a significant effect on the speed of mycelium growth. The growth of mushroom seeds was found to be better on water hyacinth media and not significantly different from bagasse media in the mycelium growth rate. Furthermore, in the mushroom seedling growth test, it was found that the type of media had a very significant effect on the number of fruit bodies that grew and had a significant effect on the fresh weight of growing fruiting bodies. The best seedling growth test results were found in water hyacinth media. Dolomite dose had a very significant effect on all nursery parameters and significantly affected the rate of mycelium growth. The growth of mushroom seedlings was found to be better at a dose of 0.5% dolomite and not significantly different at a dose of 1%. Furthermore, in the mushroom seedling growth test, it was found that the dose of dolomite had no significant effect on all parameters. The results of the seedling growth test tend to be better found at a dose of 1% dolomite. There was a very significant interaction with all parameters of mushroom breeding and a significant interaction with the percentage of contamination. The combination of treatments was found to be better in water hyacinth media with a dose of 0.5% dolomite and not significantly different from all other combinations. Furthermore, in the mushroom seedling growth test, it was found that the type of media and the dose of dolomite interacted not significantly with all parameters.
Pengaruh Jenis Mikoriza dan Dosis SP-36 terhadap Pertumbuhan dan Hasil Nilam (Pogostemon cablin Benth.) pada Tanah Entisol Aceh Besar Diral Sauri; Syamsuddin Syamsuddin; Syafruddin Syafruddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.803 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i2.20163

Abstract

Komoditi nilam termasuk bahan baku ekspor yang cukup laris di dunia perdagangan internasional. Indonesia merupakan salah satu produsen utama minyak nilam dunia. Salah satu cara untuk meningkatkan produksi nilam yang optimal ialah melalui pemupukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis mikoriza dan dosis SP-36 terhadap pertumbuhan dan hasil nilam pada tanah Entisol. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan dan Laboratorium Hortikultura Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, dari bulan Januari hingga Juni 2021. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah jenis mikoriza (M), yaitu M1: Glomus mosseae, M2: Gigaspora sp, M3: Campuran (Glomus mosseae+Gigaspora sp). Faktor kedua yaitu dosis SP-36 (P), yaitu P0: 0 kg/ha, P1: 25 kg/ha, P2: 50 kg/ha, P3: 100 kg/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan Jenis mikoriza berpengaruh sangat nyata tehadap parameter tinggi tanaman 30, 45, 60 HSPT, diameter batang 60 HSPT, jumlah daun 30, 45 dan 60 HSPT serta berat basah dan berat kering keseluruhan tanaman. Berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 15 HSPT, diameter batang 30 dan 45 HSPT, jumlah cabang 30 dan 60 HSPT, jumlah daun 15 HSPT serta persentase akar terkolonisasi mikoriza. Perlakuan dosis pupuk SP-36 berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman 60 HSPT, diameter batang 60 HSPT dan jumlah cabang 45 HSPT. Berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 45 HSPT, diameter batang 45 HSPT, jumlah cabang 60 HSPT, jumlah daun 45 dan 60 HSPT, berat basah keseluruhan tanaman serta persentase akar terkolonisasi mikoriza. Terdapat interaksi antara jenis mikoriza dengan dosis pupuk SP-36 terhadap parameter diameter batang umur 30 dan 60 HSPT, jumlah cabang umur 15 HSPT, jumlah daun umur 30 dan 45 HSPT serta persentase akar terkolonisasi mikoriza. Interaksi terbaik pada perlakuan ini dijumpai pada perlakuan jenis mikoriza Campuran (Glomus mosseae + Gigaspora sp.) dengan pemberian pupuk SP-36 sebanyak 25% (25 kg ha-1). The Effect of Mycorrhiza Type and SP-36 Dose on Growth and Yield of Patchouli (Pogostemon cablin Benth.) in Entisol Soil Aceh Besar Patchouli is an export raw material which is quite popular in the world of international trade. Indonesia is one of the world's main producers of patchouli oil. One way to increase optimal patchouli production is through fertilization. This study aimed to determine the effect of mycorrhizal species and dose of SP-36 on the growth and yield of patchouli on Entisol soil. This research was conducted at the Experimental Garden and Horticulture Laboratory, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, Banda Aceh, from January to June 2021. This study used a factorial randomized block design (RBD) with 2 factors and 3 replications. The first factor is the type of mycorrhizal (M), namely M1: Glomus mosseae, M2: Gigaspora sp, M3: Mixed (Glomus mosseae+Gigaspora sp). The second factor is the dose of SP-36 (P), namely P0: 0 kg ha-1, P1: 25 kg ha-1, P2: 50 kg ha-1, P3: 100 kg ha-1. The results showed that the treatment of mycorrhizal species had a significant effect on the parameters of plant height 30, 45, 60 DAT, stem diameter 60 DAT, number of leaves 30, 45 and 60 DAT as well as wet weight and dry weight of the whole plant. Have a real impact on plant height 15 DAT, stem diameter 30 and 45 DAT, number of branches 30 and 60 DAT, number of leaves 15 DAT and the percentage of mycorrhizal colonized roots. The treatment dose of SP-36 fertilizer had a significant effect on plant height 60 DAT, stem diameter 60 DAT and number of branches 45 DAT. Significant effect on plant height 45 DAT, stem diameter 45 DAT, number of branches 60 DAT, number of leaves 45 and 60 DAT, total wet weight of plants and the percentage of mycorrhizal colonized roots. There was an interaction between the type of mycorrhizal with the dose of SP-36 fertilizer on the parameters of stem diameter at the age of 30 and 60 DAT, the number of branches aged 15 DAT, the number of leaves at the age of 30 and 45 DAT and the percentage of mycorrhizal colonized roots.

Page 71 of 103 | Total Record : 1028