cover
Contact Name
Dewi Yunita
Contact Email
dewi_yunita@usk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jimfp@usk.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Jl. Tgk Hasan Krueng Kalee No. 3 Darussalam Banda Aceh, Indonesia 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian
ISSN : 26152878     EISSN : 26146053     DOI : http://dx.doi.org/10.17969/jimfp
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian (JIMFP) diterbitkan oleh Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Merupakan media jurnal elektronik sebagai wadah untuk penyebaran dan publikasi hasil penelitian dari skripsi/tugas akhir dan atau sebagian dari skripsi/tugas akhir mahasiswa strata satu (S1) Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala yang merupakan kewajiban setiap mahasiswa untuk mengunggah karya ilmiah sebagai salah satu syarat untuk yudisium dan wisuda sarjana. Artikel ditulis bersama dosen pembimbingnya serta diterbitkan secara online setelah melewati proses review oleh 2 orang reviewer dan editor JIMFP. JIMFP menerbitkan artikel ilmiah mahasiswa dari delapan Program Studi (Prodi), yaitu Prodi Agribisnis, Prodi Agroteknologi, Prodi Peternakan, Prodi Teknologi Hasil Pertanian, Prodi Teknik Pertanian, Prodi Ilmu Tanah, Prodi Proteksi Tanaman dan Prodi Kehutanan. JIMFP terbit satu volume dan empat nomor dalam setahun, yaitu setiap bulan Februari, Mei, Agustus dan November.
Articles 1,028 Documents
Analisis Kebutuhan Energi pada Mesin Penyangrai Kopi Tabung Silinder Berputar dengan Sumber Panas Listrik Ari Maulana; Muhammad Idkham; Syafriandi Syafriandi; Andriani Lubis
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.325 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v8i1.21768

Abstract

Abstrak: Kopi merupakan suatu biji-bijian yang diolah menjadi minuman, cara mengolah biji kopi bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan cara menyangrai. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kebutuhan energi pada mesin penyangrai kopi tabung silinder berputar dengan sumber panas listrik. Bahan yang digunakan dalam melakukan penelitian ini adalah biji kopi arabika. Metode penelitian yang digunakan adalah menganalisis energi pada mesin sangrai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis energi pada penggunaan energi listrik dalam proses penyangraian masing-masing sebanyak 17,568 MJ, 16,74 MJ dan 18,18 MJ pada pengujian 1,2 dan 3, energi untuk memanaskan udara sebesar 0,005 MJ pada setiap pengulangannya, energi untuk menaikkan suhu produk sebesar 0,172 MJ, 0,172 MJ dan 0,183 MJ pada pengulangan 1, 2 dan 3. Energi panas untuk penguapan dari proses penyangraian sebesar 2,180 MJ, 1,954 MJ dan 2,678 MJ pada pengulangan 1, 2 dan 3. Efisiensi tertinggi dari 3 kali pengulangan sebesar 15,764%. Analysis of Energy Requirements on Rocil Cylinder Tube Coffee Roster with Electric Heat SourceAbstract: Coffee is a grain that is processed into a drink, how to process coffee beans can be done in various ways, one of which is by roasting. The purpose of this study was to analyze the energy requirements of a rotating cylindrical tube coffee roaster with an electric heat source. The material used in this research is Arabica coffee beans. The method used in this research was experimental with energy analyze in the roasting machine. The results showed that the energy analysis on the use of electrical energy in the roasting process were 17,568 MJ, 16,74 MJ and 18,18 MJ respectively in 1, 2 and 3 tests, the energy to increase the product temperature were 0,172 MJ, 0,172 MJ and 0,183 MJ at repetitions 1, 2 and 3. The heat energy for evaporation from the roasting process were 2,180 MJ, 1,954 MJ and 2,678 MJ on repetitions 1, 2 and 3. The highest efficiency of 3 times repetition of 15,764%. 
Analisis Rendemen Biodiesel yang Dihasilkan dari Minyak Goreng dengan Metode Elektrokatalis Menggunakan Elektroda Platina Muhammad Alwi Al Fayed; Muhammad Dhafir; Darwin Darwin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 4 (2022): November 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.313 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i4.22055

Abstract

Abstrak. Biodiesel merupakan bahan bakar yang dapat digunakan sebagai alternatif minyak solar, yang memiliki sifat sebagai energi baru dan terbarukan. Biodiesel dihasilkan melalui proses transesterifkasi dengan katalis untuk mempercepat reaksi. Elektrokatalis merupakan sebuah pengembangan dalam penggunaan katalis dalam proses transesterifikasi, elektrokatalis digunakan dengan tujuan untuk meningkatkan hasil produksi biodiesel. Tujuan dalam penelitian ini adalah menganalisis nilai rendemen biodiesel yang dihasilkan dari minyak goreng dengan metode elektrokatalis. Minyak goreng sebanyak 300 ml dilakukan proses transesterifikasi dengan methanol sebagai reaktan dan KOH sebagai katalis serta ditambahkan metode elektrokatalis menggunakan elektroda platina selama 1 jam, kemudian didiamkan selama 24 jam. Setelah itu biodiesel dipisahkan dari gliserol dan dicuci kemudian dianalisis nilai rendemen dan angka asam biodiesel. Adapun rendemen biodiesel dengan menggunakan elektrokatalis adalah 93%. Hasil rendemen menggunakan elektrokatalis lebih tinggi dibanding dengan rendemen biodiesel tanpa menggunakan elektrokatalis yaitu 90%. Kedua hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan elektrokatalis lebih baik dibandingkan dengan tanpa penggunaan elektrokatalis dilihat dari hasil rendemen yang dihasilkan. Analysis of Yield of Biodiesel Produced from Cooking Oil by Electrocatalyst Method Using Platinum ElectrodesAbstract. Biodiesel is a fuel that can be used as an alternative to diesel oil, which has properties as a new and renewable energy. Biodiesel is produced through a transesterification process with a catalyst to speed up the reaction. Electrocatalyst is a development in the use of catalysts in the transesterification process, electrocatalysts are used with the aim of increasing biodiesel production yields. The purpose of this study was to analyze the yield value of biodiesel produced from cooking oil by the electrocatalyst method. Cooking oil as much as 300 ml was transesterified with methanol as a reactant and KOH as a catalyst and electrocatalyst method was added using platinum electrodes for 1 hour, then allowed to stand for 24 hours. After that the biodiesel was separated from the glycerol and washed and then analyzed for the yield value and the acid number of biodiesel. The yield of biodiesel using an electrocatalyst is 93%. The yield using an electrocatalyst was higher than the yield of biodiesel without using an electrocatalyst, which was 90%. Both analysis results show that the use of an electrocatalyst is better than without the use of an electrocatalyst seen from the yields produced.
Kajian Literatur Pembuatan Fruit Leather dari Labu Kuning dan Wortel Nardini Shadiqa Taswin; - Asmawati; Sri Haryani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.211 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i3.20766

Abstract

Fruit leather merupakan salah satu produk olahan hasil pengeringan bubur buah atau sayuran sehingga menghasilkan lembaran tipis seperti kulit yang bertekstur kenyal yang dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama. Produk ini dapat dikategorikan sebagai makanan sehat karena mengandung berbagai nutrisi bermanfaat. Penggunaan bahan baku kombinasi seperti labu kuning (Cucurbita moschata D.) dan wortel (Daucus carota L.) dapat menghasilkan fruit leather yang tinggi nutrisi dan dapat meningkatkan keanekaragaman produk dari bahan pangan lokal. Perbandingan bahan labu kuning dan wortel yang bervariasi akan menghasilkan fruit leather dengan karakteristik kimia yang berbeda. Kendala yang sering muncul dalam pembuatan fruit leather adalah tingkat elastisitasnya yang rendah. Oleh sebab itu, diperlukan penambahan bahan penstabil, seperti gum arab, untuk dapat meningkatkan kualitas fisikokimia dan organoleptik pada produk. Literature Review of Fruit Leather Productions from Combination of Pumpkin and CarrotsFruit leather is one of processed food  made from the drying of fruit or vegetable puree to produce a thin sheet like leather with a chewy texture that can be stored for a long time. This product can be categorized as a healthy food because it contains a variety of beneficial nutrients. The use of combination raw materials such as pumpkin (Cucurbita moschata D.) and carrots (Daucus carota L.) can produce nutritious fruit leather and  increase product diversity from local  ingredients. Various ratio of pumpkin and carrot will produce fruit leather with different chemical characteristics. Constraints that often arise in the manufacture of fruit leather is a low level of elasticity. Therefore, it is necessary to add a stabilizer, such as gum arabic, to improve the physicochemical and organoleptic quality of the product.
ANALISIS MORFOLOGI PINUS (Pinus merkusii Jungh. et de Vriese) STUDI KASUS: LUT TAWAR DAN LINGE, ACEH TENGAH Vera Melinda; Rita Andini; Lola Adres Yanti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.372 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i2.20427

Abstract

Pohon pinus termasuk dalam famili Pinaceae memiliki sebaran yang luas mulai dari bumi belahan utara hingga selatan dan mencakup hampir 120 spesies. Pinus yang tumbuh asli di Sumatera terbagi menjadi tiga galur, yaitu: Aceh, Kerinci, dan Tapanuli. Galur Aceh dikenal sebagai populasi terbesar di antara ketiganya dan tumbuh secara alami. Umumnya tumbuh di dataran tinggi atau lebih dari 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl). Ketinggian tempat (altitude) sangat berpengaruh terhadap ketinggian dan umur tanaman. Ketinggian tempat dipengaruhi oleh iklim terutama curah hujan dan temperatur udara. Tinggi tempat berpengaruh terhadap temperatur udara dan intensitas cahaya (Nurmasari dan Djumali, 2010).) Metode yang digunakan pada penelitian ini purposive sampling. Data yang diperoleh dari dua ketinggian tempat yang berbeda ditulis di excel kemudian di uji dengan Statistik dengan uji Independent samples t-test, uji ini untuk mengetahui perbedaan dari dua populasi/kelompok data. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa perbedaan altitude dapat menyebabkan perbedaan yang signifikan (p 0.05) pada 3 parameter yaitu tinggi pohon (m), tinggi cabang pertama dari tanah (cm), diameter batang (cm), jumlah cabang (unit). Sedangkan, perbedaan altitude tidak menyebabkan perbedaan yang signifikan (p 0.05) pada 2 karakter morfologi yaitu panjang strobilus betina (cm), dan diameter strobilus betina (cm)
Penilaian Sebaran Kekeringan Wilayah di Pesisir Timur Aceh Menggunakan Metode Standardized Precipitation Index (SPI) dan Geographical Information System (GIS) Zulia Chairani; Muhammad Rusdi; Hairul Basri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.385 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i2.20086

Abstract

Abstak. Kekeringan terjadi akibat dari distribusi hujan yang hujan yang tidak merata. Kekeringan menyebabkan kerugian baik dalam bidang pertanian maupun non pertanian. Kekeringan menempati peringkat kedua bencana yang paling sering terjadi di Aceh. Salah satu metode yang dapat digunakan dalam menganalisa dan merepresentasikan tingkat kekeringan suatu wilayah adalah metode indeks kekeringan SPI (Standardized Precipitation Index). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran kekeringan di wilayah pesisir Timur Aceh. Data curah hujan diperoleh dari empat stasiun penakar hujan yaitu: Stasiun Meteorologi Malikussaleh, Pos Hujan Idi Rayeuk, Pos Hujan Langsa Barat dan Pos Hujan Bandar Pusaka. Penilaian indeks SPI dilakukan dengan menganalisis data curah hujan bulanan pada pos hujan kajian, analisis dilakukan pada periode 30 tahun yaitu dari tahun 1991 sampai 2020. Hasil analisis indeks kekeringan SPI di wilayah pesisir Timur Aceh menunjukkan adanya terjadi kekeringan dengan kondisi yang bervariasi, mulai dari kondisi kering, sangat kering dan amat sangat kering. Kondisi kekeringan pada tahun 2015, 2018, 2019 dan 2020 merupakan tahun terparah terjadinya kekeringan di lokasi kajian. Sebelum tahun 2015 kekeringan terparah terjadi dalam kurun waktu 3-4 tahun sekali, namun setelah tahun 2018 kekeringan terparah terjadi dalam kurun waktu setahun sekali, sehingga dapat diketahui ada kemungkinan terjadi kekeringan kembali di wilayah pesisir Timur Aceh di masa yang akan datang.Drought Distribution Assessment in East Coast of Aceh Using Standardized Precipitation Index (SPI) and Geographical Information System (GIS) MethodsAbstract. Drought occurs as a result of the uneven distribution of rain. Drought causes losses in both agriculture and non-agriculture. Drought is the second most frequent disaster in Aceh. One method that can be used to analyze and represent the level of drought in an area is the SPI (Standardized Precipitation Index) drought index method. This study aims to determine the distribution of drought on the East coast of Aceh. Rainfall data were obtained from four rain gauge stations, namely: Malikussaleh Meteorological Station, Idi Rayeuk Rain Post, Langsa Barat Rain Post, and Bandar Pusaka Rain Post. The SPI index assessment was carried out by analyzing monthly rainfall data at the study rain post, the analysis was carried out over 30 years, namely from 1991 to 2020. The results of the SPI drought index analysis in the East coast of Aceh showed that there was a drought with varying conditions, ranging from moderate drought, severe drought, and extreme drought. Drought conditions in 2015, 2018, 2019, and 2020 were the worst years of drought in the study location. Before 2015 the worst drought occurred every 3-4 years, but after 2018 the worst drought occurred once a year, so it can be seen that there is a possibility of another drought on the East coast of Aceh in the future.
Pengaruh Pengangguran Terhadap Indeks Kedalaman Kemiskinan Di Provinsi Aceh Aini Rizqa Apriliani; Safrida Safrida; Fajri Fajri
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.221 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v8i1.22825

Abstract

Abstrak. Pembangunan suatu daerah dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Melalui pembangunan ekonomi diharapkan mampu mengentaskan permasalahan sosial masyarakat, kemiskinan dan pengangguran. Kemiskinan merupakan permasalahan yang kompleks dan tak kunjung selesai. Salah satu provinsi yang tergolong miskin adalah Provinsi Aceh. Persoalan kemiskinan bukan hanya sekedar berapa jumlah dan presentase penduduk miskin namun indeks kedalaman kemiskinan juga perlu diperhatikan. Indeks kedalaman kemiskinan dapat menunjukkan kualitas dari kemiskinan disuatu daerah. Pembangunan di Provinsi Aceh terus mengalami peningkatan namun hal tersebut tidak diikuti dengan penurunan angka indeks kedalaman kemiskinan yang ada. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh tingkat pengangguran terbuka, tingkat setengah pengangguran dan tingkat pengangguran paruh waktu terhadap indeks kedalaman kemiskinan di Provinsi Aceh. Metode yang digunakan adalah analisi regresi berganda. Berdasarkan hasil penelitian tingkat pengangguran terbuka dan tingkat pengangguran paruh waktu mempengaruhi indeks kedalaman kemiskinan di Provinsi Aceh. Sedangkan tingkat setengah pengangguran tidak mempengaruhi indeks kedalaman kemiskinan. Dengan nilai R-Square adalah 0,852 atau besar pengaruhnya sebesar 85,2%.Unemployment Effect of Poverty Gap Index in Aceh ProvinceAbstract. The development of an area is carried out with the aim of improving the welfare of its people. Through economic development, it is expected to be able to alleviate social problems, poverty and unemployment. Poverty is a complex and unresolved problem. One of the provinces that is classified as poor is Aceh Province. The problem of poverty is not just the number and percentage of poor people, but the poverty gap index also needs to be considered. The poverty gap index can show the quality of poverty in an area. Development in Aceh Province continues to increase but this is not followed by a decrease in the existing poverty gap index. The purpose of this study was to analyze the effect of the open unemployment rate, the underemployment rate and the part-time unemployment rate on the poverty gap index in Aceh Province. The method used is multiple regression analysis. Based on the results of the research, the open unemployment rate and the part-time unemployment rate affect the poverty gap index in Aceh Province. Meanwhile, the underemployment rate does not affect the poverty gap index. With an R-Square value of 0.852 or a large influence of 85.2%.
Analisis Swot: Faktor Internal Dan Eksternal Pada Pengembangan Usaha Sayuran Hidroponik Di Kota Banda Aceh Muhamad Ikhlasul Amal; Sofyan Sofyan; Zulkarnain Zulkarnain
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 4 (2022): November 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.699 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i4.21115

Abstract

The purpose of this research is to identify internal and external factors that influence the development of red sugar cane business. This study uses the method of evaluation of internal factors (IFE) and evaluation of external factors (EFE). Internal factor analysis is carried out to identify the company's internal strengths that can be used and anticipated weaknesses. External factor analysis is conducted to identify opportunities that can be exploited and threats that can be avoided. Based on the results of processing the IFE matrix, the total score generated is 3.58. While the total score for processing the EFE matrix is 3.14. Both scores are above 2.5 which means the internal position is quite strong. So that the company has an above average ability to take advantage of strengths and opportunities to anticipate weaknesses and threats. Its main strength lies in the location of the gardens that are close to consumers. While the weakness of the hydroponic vegetable business in Banda Aceh City is the lack of available exhibitions. The biggest opportunity is effective market segmentation. The threat faced is the increase in the price of raw materials.
Nilai Ekonomi Beberapa Pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu Terhadap Pendapatan Masyarakat Desa Remukut Kecamatan Pantan Cuaca Kabupaten Gayo Lues Maliq Mustapa; Ryan Moulana; Teti Arabia
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 3 (2022): Agustus 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.799 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i3.20947

Abstract

Abstrak. Pemanfaatan tikar pandan duri, dan gula aren, di Desa Remukut sudah berlangsung sejak lama dan diwariskan turun temurun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis-jenis hasil produk hasil hutan bukan kayu berupa tikar pandan duri dan gula aren, selain itu untuk mengetahui nilai ekonominya. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 19 kepala keluarga yang memanfaatkannya. Produk hutan bukan kayu yang dimanfaatkan berupa pandan duri yang diolah menjadi tikar, dan aren yang diambil niranya kemudian diolah menjadi gula. Berikut ini nilai ekonomi dari setiap produk per tahun, yaitu: tikar pandan duri sebesar Rp. 74.800.000, dan gula aren Rp. 37.310.000. Hasil per tahun memiliki nilai ekonomi sebesar Rp. 112.110.000 dengan rata-rata penghasilan per kepala keluarga dalam satu tahun adalah Rp. 5.900.526. The Economi Value of Some Untilization of Non-Timber Forest Products on the Income of the Remukut Village Community Pantan Weather District Gayo Lues RegencyAbstract. The use of thorn pandan mats and palm sugar in Remukut Village has been going on for a long time and has been passed down from generation to generation. The purpose of this study was to identify the types of non-timber forest products in the form of pandanus thorn mats and palm sugar, in addition to knowing their economic value. The sample in this study were 19 heads of families who used it. Non-timber forest products used are pandanus thorns which are processed into mats, and sugar palm which is taken from the juice and then processed into sugar. The following is the economic value of each product per year, namely: pandan thorn mats of Rp. 74.800.000, and palm sugar Rp. 37,310,000. The yield per year has an economic value of Rp. 112.110,000 with an average income per head of family in one year is Rp. 5,900,526.
Evaluasi Kadar Protein Kasar dan Serat Kasar pada Silase Campuran Hijauan, Konsentrat dan Eceng Gondok dengan Perbedaan Starter dan Lama Pemeraman Muhammad Aman Yaman; Yunasri Usman
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.914 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i2.19919

Abstract

Abstrak. Pakan merupakan kebutuhan utama pada ternak dan merupakan salah satu faktor keberhasilan dalam memaksimalkan produktifitas hasil peternakan. Hijauan atau limbah dari pertanian adalah salah satu sumber pakan ternak untuk kebutuhan produktifitas ternak. Ternak Ruminansia perlu cara baru untuk memenuhi nilai nutrisinya yakni dengan pembuatan total mixed ration (TMR) untuk meningkatkan produktifitas ternak. TMR mudah mengalami kerusakan karena mengandung nilai nutrisi yang komplit, utamanya kerusakan akibat mikroorganisme terutama ranciditas oleh jamur perusak pakan. Guna mengatasi kerusakan nutrisi akibat kontaminasi mikroorganisme salah satu metode pengawetan pakan yang digunakan adalah ensilase (proses silase).Evaluation of Crude Protein and Crude Fiber Levels in Mixed Silage, Concentrate and Water Hyacinth with Differences of Starter and Rurning LongAbstract. Feed is the main need for livestock and is one of the success factors in maximizing livestock productivity. Forage or waste from agriculture is one source of animal feed for livestock productivity needs. Ruminants need a new way to fulfill their nutritional value, namely by making a total mixed ratio (TMR) to increase livestock productivity. TMR is easily damaged because it contains complete nutritional value, especially damage caused by microorganisms, especially rancidity by feed destroying fungi. In order to overcome nutritional damage due to microorganism contamination, one of the feed preservation methods used is ensilage (silage process)..
Pengaruh Waktu dan Tingkat Salinitas terhadap Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Padi (Oriza sativa L.) Irla Deskia Kasih; Nanda Mayani; Cut Nur Ichsan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.94 KB) | DOI: 10.17969/jimfp.v7i2.20132

Abstract

Abstrak. Padi merupakan tanaman pangan yang menghasilkan beras berperan penting dalam perekonomian Indonesia. Fase awal pertumbuhan tanaman padi merupakan fase yang peka terhadap pengaruh salinitas, salinitas yang tinggi dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman padi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu dan tingkat salinitas terhadap pertumbuhan tanaman padi. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Kaca 2, Laboratorium Fisiologi Tumbuhan dan Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih, Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala yang berlangsung pada Agustus sampai Oktober 2021. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Petak Terpisah (RPT) 3 x 6 dengan 3 ulangan. Petak utama waktu terjadinya salinitas (W) yang terdiri dari 3 taraf (0 hari setelah tanam, 15 hari setelah tanam dan 30 hari setelah tanam), anak petak tingkat salinitas (K) yang terdiri dari 6 taraf (0, 2000, 4000, 6000, 8000 dan 10000 ppm). Analisis ragam menunjukkan pengaruh interaksi yang nyata dan sangat nyata sehingga dilanjutkan dengan Duncan New Multiple Range Test (DNMRT). Salinitas yang terjadi pada saat tanam pertumbuhan dapat menyamai kondisi tanpa salinitas (kontrol), sampai tingkat salinitas 6000 ppm, cekaman salinitas yang terjadi pada 15 HST dan 30 HST pertumbuhan masih dapat menyamai tingkat pertumbuhan pada perlakuan tanpa salinitas, sampai tingkas salinitas 10000 ppm pada parameter berat kering tajuk. Effect of Salinity Stress on Vegetative Growth of Rice (Oriza sativa L.)Abstract. Rice is a staple food that plays an important role in the Indonesian economy. The initial phase of rice plant growth is a phase that is sensitive to salinity, high salinity can affect the growth of rice plants. This study aims to determine the effect of salinity on the growth of rice plants. This research was carried out in Greenhouse 2, Plant Physiology Laboratory and Laboratory of Seed Science and Technology, Agrotechnology Department, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University which took place from August to October 2021. The study used a Split Plot Design (SPD) with 2 treatment factors of  3 x 6 with 3 replications. The main plot of the time of salinity occurred (W) consisting of 3 levels (0 days after planting, 15 days after planting and 30 days after planting), subplots of salinity level (K) consisting of 6 levels (0. 2000, 4000, 6000 , 8000 and 10000 ppm). Analysis of variance showed the interaction effect so the test was continued with Duncan's New Multiple Range Test (DNMRT). The results showed that the salinity that occurred at the time of planting growth could match the conditions without salinity (control), up to a salinity level of 6000 ppm, salinity stress that occurred at 15 DAP and 30 DAP, the growth could still match the growth rate in the treatment without salinity, up to a salinity level of 10000 ppm on the shoot dry weight parameter.

Page 93 of 103 | Total Record : 1028