cover
Contact Name
Yanuarti Petrika
Contact Email
polkesppnj@gmail.com
Phone
+6285282627240
Journal Mail Official
polkesppnj@gmail.com
Editorial Address
Jl. 28 Oktober, Siantan Hulu, Pontianak Utara Kalimantan Barat
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Pontianak Nutrition Journal (PNJ)
ISSN : 26221691     EISSN : 26221705     DOI : https://doi.org/10.30602/pnj.v6i1
Core Subject : Health, Education,
This journal has been published by Department of Nutrition, Poltekkes Kemenkes Pontianak. All articles with subject of Nutrition from national and international researchers are welcome to be submitted to this journal. All published articles were peer-reviewed by reputable reviewers. All published articles were published in Pontianak Nutrition Journal include results of original scientific research and case studies in the field of : clinical nutrition and dietetics community nutrition Maternal and Child Nutrition Food Service Management Food Science and Technology sports nutrition molecular nutrition nutritional biochemistry functional food
Articles 91 Documents
GAMBARAN UMUM SISA MAKANAN DAN STATUS GIZI PADA PASIEN HIPERTENSI YANG MENERIMA DIET RENDAH GARAM DI RUMAH SAKIT SULTAN SYARIF MOHAMAD ALKADRIE PONTIANAK Isabelita Welviana; Edy Waliyo
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 1, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.347 KB) | DOI: 10.30602/pnj.v1i1.284

Abstract

Low-salt diets affect the patient’s appetite because restricted salt will affect the taste of food. A decrease in appetite due to the taste of food causes the patient not to consume the portion of food served which results in his nutritional needs not being met. This study aims to determine the general description of food residue and nutritional status in hypertensive patients who receive a low-salt diet at Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Pontianak Hospital, the type of research used was descriptive with cross sectional design, the number of samples studied were 41 people. The data used consisted of two types, namely primary data including nutritional status data based on BMI, identity data and food waste data. While secondary data covers the general state of the sample research location. The results showed that respondents who had a good food intake of 43.9% and those who had less food intake were 56.1%. The most common type of leftovers found in respondents were animal dishes at 41%. It was found that respondents with overweight nutritional status were 14.6% (6 people) and underweight nutritional status of 19.6 (8 people). It is advisable to further improve the type and taste of food, so that patients do not get bored quickly and are able to spend the food given by the hospital, so that nutritional status the patient is awake during hospitalization.
PERBEDAAN JUMLAH SISA MAKANAN HIDANGAN LAUK NABATI TERHADAP MODIFIKASI RESEP PADA PASIEN POST SECTIO CAESAREA DI RUMAH SAKIT DAERAH BALUNG JEMBER Neneng Fina Mafazah; Yudi Arimba Wani; Eva Putri Arfiani
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 5, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.377 KB) | DOI: 10.30602/pnj.v5i2.1087

Abstract

Sisa makanan yang tinggi dapat memengaruhi penyembuhan pasien khususnya pada pasien post sectio caesarea. Pasien post sectio caesarea membutuhkan zat gizi yang adekuat untuk penyembuhan luka operasi dan pemulihan kondisi serta mencegah terjadinya infeksi pada masa nifas. Oleh karena itu, diperlukan adanya modifikasi resep untuk mengurangi sisa makanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan jumlah sisa makanan hidangan lauk nabati terhadap modifikasi resep pada pasien post sectio caesarea di Rumah Sakit Daerah Balung Jember. Rancangan penelitian ini adalah true experimental dengan post-test only control group design dan single-blind method. Subjek pada penelitian ini adalah pasien post sectio caesarea berjumlah 34 orang yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok kontrol yang mendapat hidangan tanpa modifikasi resep berupa orem-orem tahu dan kelompok perlakuan yang mendapat hidangan dengan modifikasi resep berupa pepes tahu cetak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan jumlah sisa makanan pada pasien post sectio caesarea antara yang mendapat hidangan lauk nabati tanpa dan dengan modifikasi resep di Rumah Sakit Daerah Balung Jember (p value=0,014) dengan rerata jumlah sisa makanan antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan sebesar 21,03 g dan 9,01 g. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa pasien lebih dapat menerima hidangan pepes tahu cetak dibandingkan dengan orem-orem tahu.
Efektivitas Edu-Anemia dalam Peningkatan Pengetahuan dan Kepatuhan Mengonsumsi Tablet Fe di Pontianak Alfi Syahrina; Jurianto Gambir; Yanuarti Petrika
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 3, No 2 (2020): September 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.801 KB) | DOI: 10.30602/pnj.v3i2.698

Abstract

Teknologi yang semakin canggih di era modern saat ini membuat manusia sangat tergantung pada handphone berbasis smartphone, hingga seluruh kegiatan banyak diselesaikan melalui smartphone. Memanfaatkan hal itu, Aplikasi Edu-Anemia memberikan pesan otomatis meliputi hal hal yang berkaitan dengan anemia. Informasi tersebut akan muncul setiap pagi hari dengan isi pesan yang berbeda selama 14 hari, dan akan berulang sebanyak 6 kali terhitung sejak penelitian dimulai. Selain itu dilengkapi juga dengan kolom kepatuhan minum tablet tambah darah, pesan pengingat minum tablet Fe pada malam hari, serta soal-soal pendeteksi anemia. Penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimental, dengan  melihat efek dari penggunaan aplikasi Edu-Anemia dan leaflet serta kartu kontrol konsumsi tablet Fe yang disediakan oleh Puskesmas Telaga Biru dalam kelompok yang berbeda terhadap peningkatan pengetahuan serta kepatuhan dalam mengonsumsi tablet Fe pada remaja putri, yang diuji menggunakan metode uji sebelum dan sesudah mendapat perlakuan. Penelitian dilakukan selama 90 hari dengan sampel sebanyak  30 sampel dalam setiap kelompok. Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa ada peningkatan yang signifikan dari penggunaan aplikasi Edu-Anemia terhadap pengetahuan dan kepatuhan remaja dalam mengonsumsi tablet Fe (p = 0.00). Perlu penelitian lebih lanjut mengenai inovasi pencatatan minum tablet Fe, dan adanya ide kreatif meningkatkan kedisiplinan remaja dalam mengonsumsi tablet Fe.
Skor Diet Quality Index for Adolescent Remaja Usia 15 – 18 Tahun Di Jakarta Andra Vidyarini
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 5, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.792 KB) | DOI: 10.30602/pnj.v5i1.922

Abstract

Status gizi pada remaja dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan serta berlanjut hingga usia dewasa. Rendahnya kualitas konsumsi menjadi salah satu penyebab langsung masalah status gizi pada remaja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis status gizi dan kualitas konsumsi makan remaja melalui Diet Quality Index for Adolescents. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 70 orang yang merupakan siswa/siswi SMA Muhammadiyah di DKI Jakarta. Pengambilan data dilakukan selama bulan September 2021 melalui google form. Hasil penelitian menunjukkan 45,71% responden memiliki status gizi normal dengan skor DQI – A menunjukkan nilai buruk (rata – rata 40,33 dari 100). Indikator DQI – A dengan nilai terendah adalah kualitas konsumsi pangan dimana responden kurang mengkonsumsi buah dan sayur. Hasil ini menunjukkan bahwa status gizi normal belum tentu memiliki kualitas konsumsi yang baik. Uji hubungan pearson (p<0.01) menunjukkan bahwa indikator dan skor DQI – A tidak memiliki hubungan signifikan dengan status gizi. Intervensi berupa pendidikan gizi dapat menjadi langkah awal dalam memperbaiki kualitas konsumsi pangan
PENGETAHUAN TENTANG PEDOMAN GIZI SEIMBANG DAN POLA MAKAN SISWA SMAN 1 PONTIANAK Endah Mayang Sari; Ayu Rafiony
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 3, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.662 KB) | DOI: 10.30602/pnj.v3i1.623

Abstract

Pedoman Gizi Seimbang adalah bagian dari acuan masyarakat terhadap gizi termasuk pada remaja, sehingga hal ini merupakan suatu upaya dalam peningkatan pengetahuan remaja dengan harapan untuk mengubah perilaku gizi tidak seimbang. Pengetahuan tersebut akan menimbulkan kesadaran, dan akhirnya akan menyebabkan orang berperilaku sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan tentang pedoman gizi seimbang dengan pola makan siswa SMAN 1 Pontianak. Jenis penelitian analitik dengan metode cross sectional dilakukan terhadap sampel sebanyak 87 orang pada bulan Desember 2018 di SMAN 1 Pontianak. Data pengetahuan diperoleh dengan wawancara menggunakan kuesioner dan data pola makan diperoleh menggunakan food recall 1x24 jam. Hasil Penelitian diperoleh sebanyak 78,2% sampel memiliki pengetahuan tidak baik mengenai Pedoman Gizi Seimbang dan sebanyak 79,3% sampel memiliki pola makan tidak baik. Tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan pola makan pada sampel dibuktikan dengan p value sebesar 0,185. Perlu dilakukan edukasi tentang Pedoman Gizi Seimbang bagi anak sekolah.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS STUNTING ANAK USIA 24-59 BULAN DI WILAYAH KERJA UPK PUSKESMAS SIANTAN HULU Suharmianti Mentari; Agus Hermansyah
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 1, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.366 KB) | DOI: 10.30602/pnj.v1i1.275

Abstract

Stunting incidence in infants is one of the nutritional problems globally. Stunting is related to infection, diet, mother’s education level, mother’s work status, birth length. The design of this study was Cross Sectional and Retrospective Cohort with Chi-square test. The research was conducted in the Siantan Hulu Health Center UPK Working Area in June to July 2016. The results of the univariate analysis showed that stunting status of children with no stunting category was 68.5%, infection with no infection category was 59.6%, diet with categories both at 74.2% and the birth length of children with normal categories of 68.5%. After analyzed using the chi square test showed there was a relationship between infection (p = 0.004), diet (p = 0.006) and child birth length (p = 0,000) on stunting status of children aged 24-59 months in the Siantan Hulu Health Center UPK Working Area.
Penggunaan Video Sebagai Media Penyuluhan Terhadap Pengetahuan Gizi Pada Ibu Menyusui Irodatul Aqlul Hana; Iman Jaladri; Rezza Dewintha; Mulyanita Mulyanita
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 4, No 2 (2021): September 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.627 KB) | DOI: 10.30602/pnj.v4i2.907

Abstract

ASI Eksklusif adalah ASI yang diberikan kepada bayi sejak dilahirkan selama enam bulan tanpa menambahkan dan/atau mengganti dengan makanan atau minuman lain. Pengetahuan merupakan faktor yang penting untuk terbentuknya tindakan seseorang. Terdapat berbagai macam media pendidikan yang dapat dilakukan salah satunya adalah media video animasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian media video terhadap peningkatan pengetahuan gizi ibu menyusui. Metode : Penelitian ini adalah pre-experiment dengan rancangan pretest-posttest one group design subjek penelitian adalah ibu menyusui di Desa Seponti Jaya. Sebanyak 25 Sample dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan wawancara langsung. Data analisis dengan menggunakan Wilcoxon untuk melihat perbedaan pengaruh pemberian media sebelum dan setelah diberikan intervensi. Hasil Penelitian : Rata-rata pengetahuan antara sebelum dan setelah diberikan edukasi terjadi peningkatan dengan p-value < 0,01. Kesimpulan penelitian : Ada pengaruh edukasi gizi melalui Media Video sebelum dan sesudah diberikan intervensi terhadap pengetahuan gizi ibu menyusui
PENGARUH PENAMBAHAN JERAMI NANGKA (Artocarpus Heterophyllus) TERHADAP KADAR SERAT DAN DAYA TERIMA ABON IKAN NILA MERAH (Oreochromis Niloticus) Chairil Bonisya
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 2, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.804 KB) | DOI: 10.30602/pnj.v2i1.479

Abstract

Abon merupakan pangan alternatif yang siap saji. Penambahan jerami nangka dalam pembuatan abon dapat memperkecil biaya serta memanfaatkan limbah dengan mengurangi pemakaian daging sehingga lebih murah tetapi tetap mempertahankan mutu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh penambahan Jerami nangka (Artocarpus heterophyllus lamk.) terhadap kadar serat dan daya terima abon ikan nila merah (Oreochromis sp). Metode penelitian yang digunakan adalah Eksperimental). Adapun perlakuan yang diberikan dengan penambahan jerami nangka P1=20% P2=40%, P3=60% untuk melihat tingkat kesukaan dilakukan uji organoleptik. Berdasarkan hasil uji organoleptik menunjukan pada perlakuan p1 20% jerami nangka lebih disukai dengan jumlah 352. Hasil uji kadar serat menunjukan bahwa dalam 100 gr perlakuan P1 mengandung serat 5,24%/bb. Abon ikan nila dengan penambahan jerami nangka dapat direkomendasikan sebagai makanan tinggi serat.
PENGARUH EDUKASI PERSONAL HYGIENE DAN SANITASI MAKANAN TERHADAP PERILAKU PEDAGANG SATE BULAYAK Luh Suranadi; Gita Amni Putri Lestari; Made Darawati; AASP Chandradewi; Retno Wahyuningsih
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 6, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.918 KB) | DOI: 10.30602/pnj.v6i1.1162

Abstract

Salah satu cara menjaga kesehatan tubuh ialah mengonsumsi makanan yang aman dan memastikan makanan dalam keadaan baik atau aman. Makanan yang telah terkontaminasi dapat menjadi wadah berkembangnya pathogen yang biasa dikenal dengan food borne diseases. Upaya keamanan makanan diantaranya dengan menerapkan hiegene dan sanitasi makanan. Hal tersebut dapat didukung apabila pedagang memiliki pengetahuan yang baik dalam menerapkan perilaku positif dalam melakukan pengolahan hingga penyajian makanan. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh edukasi personal hiegene dan sanitasi terhadap perilaku pedagang sate bulayak. Penelitian ini menggunakan 30 orang pedagang Sate Bulayak yang akan diberikan edukasi untuk melihat perubahan perilaku tentang personal hygiene dan sanitasi makanan. Sampel dalam penelitian menggunakan metode sampel jenuh, yaitu seluruh populasi dijadikan sampel. Jenis penelitian ini adalah pra-eksperimen dengan metode one group pre-test post-test. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh edukasi personal hiegene dan sanitasi makanan yang ditunjukkan dengan perubahan perilaku pedagang dengan menerapkan kegiatan personal hiegene dengan baik mulai dari persiapan hingga penyajian. Hasil uji statistik perilaku menggunakan paired t test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.015 (p<0,05).
PEMBUATAN MINUMAN SARI TEMPE DENGAN EKSTRAK JERUK SIAM (Citrus Nobilis) DITINJAU DARI MUTU ORGANOLEPTIK KADAR VITAMIN C DAN KADAR AKTIVITAS ANTIOKSIDAN ISOFLAVON Ajeng Pridya Kharisma Purry; Ayu Rafiony
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 1, No 2 (2018): September 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.017 KB) | DOI: 10.30602/pnj.v1i2.289

Abstract

Tempe is a processed soy product that has been experiencing a decline in odor as a result of fermentation. Tempe juice beverage is one example of product diversification of food products based on tempe. Siam is one of the local fruits that are quite popular by the community and become the main commodity in West Kalimantan. In the process of making tempe juice, need to add a stabilizer CMC (Carboxy methyl cellulose) as much as 0.25% to produce quality tempe juice. The purpose of this research is to know the making of tempe juice extract with orange extract of siam (citrus nobilis) in terms of organoleptic quality, vitamin C level and isoflavone antioxidant activity level. The research method used experiment with 3 treatment of Siam orange extract 30%, 40% and 50%. The panelists used in the study were slightly trained panelists totaling 25 people. Based on statistical test, there is no effect of making tempe juice with orange extract (citrus nobilis) in terms of organoleptic quality based on color, flavor and taste. Due to the color -0.10 <3.23, the aroma is 2.42 <3.23 and the flavor is 0.17 <3.23. The results of this research is the addition of 50% more siam orange extract can be accepted by panelists. The results of this beverage viscosity were 30% concentration 0.40 dpas, 40% 0.34 dpas and 50% 0.32 dpas. Vitamin test results showed vitamin C content in tempe juice is 56.556 mg / 250 ml sample. Based on the results of isoflavone antioxidant activity test showed antioxidant levels 23%. Can be recommended as one of the beverages that contain antioxidants and vitamin C to meet the needs of the day and need to do further research on the storage power of tempe juice with the addition of orange extract.

Page 6 of 10 | Total Record : 91