cover
Contact Name
Yanuarti Petrika
Contact Email
polkesppnj@gmail.com
Phone
+6285282627240
Journal Mail Official
polkesppnj@gmail.com
Editorial Address
Jl. 28 Oktober, Siantan Hulu, Pontianak Utara Kalimantan Barat
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Pontianak Nutrition Journal (PNJ)
ISSN : 26221691     EISSN : 26221705     DOI : https://doi.org/10.30602/pnj.v6i1
Core Subject : Health, Education,
This journal has been published by Department of Nutrition, Poltekkes Kemenkes Pontianak. All articles with subject of Nutrition from national and international researchers are welcome to be submitted to this journal. All published articles were peer-reviewed by reputable reviewers. All published articles were published in Pontianak Nutrition Journal include results of original scientific research and case studies in the field of : clinical nutrition and dietetics community nutrition Maternal and Child Nutrition Food Service Management Food Science and Technology sports nutrition molecular nutrition nutritional biochemistry functional food
Articles 91 Documents
UJI DAYA TERIMA SEDUHAN TEH DAUN ASAM JAWA (TAMARINDUS INDICA LINN) UNTUK PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 Nopriantini Nopriantini; Jonni Syah R Purba; Iman Jaladri
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 5, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.474 KB) | DOI: 10.30602/pnj.v5i2.1093

Abstract

Latar Belakang : Daun asam jawa (tamarindus indica. l) merupakan salah satu tanaman obat tradisional Hampir semua bagian asam jawa dapat dimanfaatkan, adanya penghambatan α-amilase dapat digunakan sebagai alternatif pengobatan DMT2. Adanya inhibitor α- glukosidase dapat menghambat enzim α- glukosidase di usus dan menurunkan kadar glukosa darah dengan memperlambat pencernaan dan absorpsi pati dan disakarida. Adanya penghambatan pada enzim α- glukosidase akan menunda penyerapan karbohidrat di saluran pencernaan sehingga dapat mencegah peningkatan konsentrasi glukosa. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk meganalisis daya terima seduhan teh daun asam jawa.  Metode : PenelitianP ini menggunakan RancanganAAcakLLengkap (RAL) dengan 3Pperlakuan.Hasil Uji daya terima dianalisis menggunakan Friedman test. Subjek penelitian sebanyak 25 panelis terlatih untuk uji daya terima. Penialaian daya terima meliputi warna, aroma, dan rasa. Hasil : Pada aspek warna, aroma, dan rasa, formula 2 ( 2 gram daun asam jawa , 100 ml air) memiliki skor daya terima lebih baik dan berbeda signifikan dibandingkan dengan formula linnya dengan p=0.000. Kesimpulan : Formula yang paling disukai panelis adalah formula 2
Determinan Kejadian Stunting Pada Balita: Asupan Protein, Zink, Penyakit Infeksi Dan Indikator Keluarga Sehat Shelly Festilia
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 4, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.07 KB) | DOI: 10.30602/pnj.v4i1.902

Abstract

Stunting terjadi akibat dari tidak tercukupinya asupan zat gizi, kondisi kesehatan yang buruk serta pola asuh yang kurang memadai. Asupan zat gizi pada masa pertumbuhan khususnya saat balita memiliki pengaruh pada tinggi badan yang akan terlihat pada waktu yang relatif lama. Selain asupan faktor lain seperti penyakit infeksi juga turut menjadi penyebab stunting. Program pemerintah melalui PIS PK dengan indikator keluarga sehat diharapkan dapat menurunkan angka kejadian stunting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa determinan kejadian stunting meliputi asupan dan indikator keluarga sehata pada anak balita. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan rancangan penelitian kasus kontrol. Hasil penelitian menunjukkan balita yang mengalami penyakit infeksi mempunyai resiko 2 kali lebih besar terjadinya stunting. Balita dengan tingkat konsumsi protein kurang mempunyai resiko 3 kali lebih besar terjadinya stunting. Balita dengan asupan zink kurang beresiko 7 kali terjadinya stunting. Keluarga dengan indikator keluarga sehat sebagai faktor pencegah timbulnya stunting. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsumsi zink yang kurang mempunyai faktor resiko lebih besar dengan kejadian stunting, sedangkan indikator keluarga sehat menjadi peluang untuk mencegah anak stunting.
PENGARUH PENAMBAHAN SERBUK DAUN KELOR TERHADAP TINGKAT KESUKAAN ORGANOLEPTIK DAN NILAI GIZI NUGGET AYAM Fadillah Rahmawati; Astari Puruhita Ansokowati
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 5, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.938 KB) | DOI: 10.30602/pnj.v5i2.996

Abstract

Sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan konsumsi sayuran pada anak berumur >5 maka dibuatlah nugget ayam dengan penambahan serbuk daun kelor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesukaan organoleptik dan kandungan nilai gizi nugget ayam pada formulasi yang berbeda. Terdapat 4 pengobatan serbuk daun kelor yaitu 0%, 5%, 10% dan 15%. perhitungan gizi menggunakan aplikasi Nutrisurvey. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan teknik analisis Keragaman atau ANOVA. Hasil penelitian menunjukan bahwa nugget dengan formulasi 0% dan 5% paling disukai dari segi warna, rasa, aroma dan tekstur. Berdasarkan perhitungan Nutrisurveynugget dengan formulasi tambahan 15% memiliki kandungan protein dan serat yang paling tinggi 5,9 dan 8,96 gram.
HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR (BBLR) DAN INISIASI MENYUSU DINI (IMD) DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK PADA 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN Dahliansyah Dahliansyah; Diffah Hanim; Harsono Halimo
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 3, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.341 KB) | DOI: 10.30602/pnj.v3i1.628

Abstract

Gangguan dalam proses pembentukan otak dapat memiliki konsekuensi jangka panjang pada kapasitas struktural dan fungsional otak yang berperan dalam perkembangan beberapa domain termasuk kapasitas kognitif, bahasa dan motorik sensorik seorang balita. Menurut Masten dalam Kattula (2014), faktor dominan yang mempengaruhi kognitif dan pertumbuhan fisik yaitu faktor biologis, yang terdiri dari gizi ibu selama kehamilan, usia kehamilan, berat badan lahir, lamanya menyusui, kekurangan gizi pada anak, adanya infeksi pada masa kanak-kanak. Gangguan perkembangan motorik pada balita dapat diperparah jika bayi lahir dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), serta saat lahir tidak mendapatkan Air Susu Ibu (ASI) yang dimulai dengan kegiatan Inisiasi Menyusu Dini (IMD). Menurut UNICEF dalam Damanik (2016) lebih dari 20 juta bayi (sekitar 15% secara global) lahir dengan BBLR. Adanya interaksi antara ibu, dan anak serta kandungan nilai gizi ASI paling diperlukan dalam proses perkembangan sistem syaraf di otak. Menurut Tasnim (2014), menyusui dapat memberikan dampak positif pada perkembangan kognitif bayi, memiliki Intelligence Quotient (IQ) tinggi dibandingkan bayi yang tidak memperoleh ASI. Investasi dalam pencegahan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), Stunting, dan meningkatkan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan ASI Eksklusif berkontribusi dalam menurunkan risiko gangguan penyakit. Pasokan nutrisi yang memadai, pencegahan infeksi, dan kesempatan untuk interaksi sosial, bermain dan stimulasi merupakan beberapa faktor yang berkontribusi positif terhadap pencapaian potensi penuh balita untuk tumbuh dan berkembang . Berdasarkan hal itu, penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai ada tidaknya hubungan antara hubungan Berat Badan Lahir (BBLR) dan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dengan perkembangan motorik pada 1000 hari pertama kehidupan
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TERHADAP TINGKAT PARTISIPASI MASYARAKAT (D/S) DI POSYANDU DESA BAYA BETUNG WILAYAH KERJA PUSKESMAS PANDAN KECAMATAN SUNGAI TEBELIAN KABUPATEN SINTANG Ellys Nurmaida Silalahi; Didik Hariyadi
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 1, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.62 KB) | DOI: 10.30602/pnj.v1i1.280

Abstract

Posyandu is one of the Efforts the health community’s Power Stems (UKBM) which is managed and organized from, by, for and with communities in implementing health development. UKBM can empower communities and provide convenience to the public in obtaining basic health services to accelerate the decline in the death rate of mothers and babies. This research aims to know the mother’s knowledge, the relationship with the level of participation of the community in the village of Posyandu Baya Betung working area Pandan River Subdistrict health centers Tebelian Regency Sintang. This type of research is observational design with Cross Sectional (Pieces of latitude). The research was carried out in the village of Baya Betung working area Pandan Tebelian River Subdistrict health centers on December 29, s/d January 3, 2015. The respondents in this study were the mother of a toddler. How to use data collection interviews using questionnaire instruments. The results showed no relationship between mother’s knowledge (p = 0.05) with the level of participation of the community in the village of Baya Betung working area Pandan River Subdistrict health centers Tebelian Regency Sintang. It is recommended to provide guidance about the benefits to mother and toddler posyandu layout posyandu is close to the community.
Pengaruh Jenis Diet Terhadap Penurunan Berat Badan Mahasiswa Kegemukan Dan Obesitas corazon hanna dumaria; Rina Efiyanna; Siti Chodijah
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 5, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.063 KB) | DOI: 10.30602/pnj.v5i1.912

Abstract

Abstrak. Prevalensi kegemukan dan obesitas saat ini cenderung naik khususnya di kota besar. Beragam jenis diet digunakansebagai strategi pengendaliannya diantaranya diet rendah kalori seimbang dan diet rendah karbohidrat. Tujuan penelitianini untuk mengetahui pengaruh jenis diet terhadap penurunan berat badan. Desain penelitianya two groups randomizedexprimental design selama 8 minggu dengan dua kelompok diet yaitu diet rendah energi seimbang dan diet rendahkarbohidrat dengan IMT >25 kg/m2 dari 16 subjek diacak dengan random sampling untuk membagi duakelompok diet. Pengukuran tinggi badan menggunakan microtoise, berat badan menggunakan omron karada scanHBF 214. Penelitian ini dilakukan Analisis data menggunakan uji T-test. Hasil uji statistik T-Test menunjukkan tidakada perbedaan antara diet rendah kalori seimbang dan diet rendah karbohidrat terhadap penurunan berat badan (p >0,05). Diharapkan diet dilakukan dalam waktu yang lebih lama untuk melihat perbedaan BB pada masing-masingjenis diet.
HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DAN KEJADIAN PENYAKIT INFEKSI TERHADAP STATUS GIZI PADA BADUTA USIA 6 – 24 BULAN DI WILAYAH KECAMATAN SUNGAI RAYA Larasati Wulandari
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 2, No 2 (2019): September 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.457 KB) | DOI: 10.30602/pnj.v2i2.484

Abstract

Pola pemberian makanan terbaik bagi bayi dan anak sesuai rekomendasi WHO adalah dengan memberikan hanya ASI saja kepada bayi sejak lahir sampai dengan umur 6 bulan, meneruskan pemberian ASI sampai anak berumur 24 bulan dan memberikan makanan pendamping ASI (MP-ASI) kepada bayi mulai usia 6 bulan. Faktor yang mempengaruhi secara langsung adalah asupan makanan dan infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian ASI eksklusif dan penyakit infeksi terhadap status gizi pada baduta usia 6 – 24 bulan di wilayah Desa Limbung Kecamatan Sungai Raya. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan desain studi cross-sectional. Sampel penelitian didapatkan sebanyak 90 sampel yang didapatkan berdasarkan kriteria inklusi. Pengumpulan data melalui wawancara dan pengukuran antropometri. Dari hasil penelitian bahwa ada hubungan antara ASI eksklusif dengan status gizi pada baduta usia 6 – 24 bulan p=0,001 (p<0,05) dan ada hubungan antara kejadian infeksi dengan status gizi pada baduta usia usia 6 – 24 bulan p=0,000 (p<0,05). Sehingga dapat disimpulkan ada hubungan signifikan antara ASI eksklusif dan kejadian infeksi dengan status gizi baduta pada usia 6 – 24 bulan di Wilayah Desa Limbung Kecamatan Sungai Raya.
Pengaruh Tepung Pisang Kepok (Musa Paradisiaca) Yang Ditambahkan Pada Makanan Anak Stunting Terhadap Penurunan Bakteri E.Coli Rafika Cristin Cikita; Yanuarti Petrika; Edy Waliyo
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 4, No 2 (2021): September 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.009 KB) | DOI: 10.30602/pnj.v4i2.903

Abstract

Stunting adalah gangguan pada pertumbuhan yang terjadi akibat kekurangan gizi kronis atau disebabkan penyakit infeksi. Diketahui bahwa pada anak stunting pada saluran cernanya terjadi petumbuhan bakteri pathogen, prebiotic adalah zat dalam bahan makanan seperti serat yang tidak dapat dicerna dan secara selektif dapat merangsang pertumbuhan dan aktivitas bakteri, Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tepung pisang kepok (musa paradisiaca) pada anak stunting terhadap penurunan bakteri e.coli di wilayah Jungkat Kabupaten Mempawah. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan rancangan Pretest and Posttest Control-Group Design, dengan 40 sampel yang diambil dengan cara purposive sampling. Pengambilan sampel dilakukan di desa Jungkat, Kabupaten Mempawah. Data dianalisis menggunakan uji Paired T-Test dan uji Wilcoxon Signed Ranks. Rata-rata terjadi penurunan jumlah bakteri e.coli sebelum diberikan tepung pisang yaitu sebesar 76.350,30 koloni dan sesudah diberikan tepung pisang yaitu 56.903,30 koloni. Pemberian tepung pisang kepada balita stunting yang diukur melalui feses menurunkan jumlah bakteri e.coli dalam usus balita.
PENGARUH KONSUMSI BUAH SEMANGKA MERAH (Citrullus Vulgaris Schard) TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI RAWAT JALAN DI WILAYAH PUSKESMAS PERUMNAS I PONTIANAK BARAT Hermina Roselita Hutasoit; Edy Waliyo
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 1, No 2 (2018): September 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.845 KB) | DOI: 10.30602/pnj.v1i2.295

Abstract

Hypertension is a disorder of the blood vessels that result in oxygen supply and nutrients carried by the blood obstructed to the body tissues that need it (Vitahealth, 2006). Consumption of a diet high in fruits and vegetables, reduced sodium intake and increased potassium intake in foods can reduce the incidence of hypertension (Houston, Harper & PharmD, 2008). This study aims to determine the effect of red watermelon consumption on the decrease in blood pressure in hypertensive patients outpatient in Puskesmas Perumnas I West Pontianak. This type of research is experimental with quasi experiment design with pretest-posttest control group design. The test used is chi square test, paired t-test, wilcoxon, oneway anova and kruskal-wallis. The number of samples studied was 42 samples and the time of the research was conducted on June 2018. The results of the red watermelon in patients with hypertension with a dose of 200 gr, 250 gr and 300 gr for 4 days can lower blood pressure. The average of derivation in systolic blood pressure in the 200 gr group was -10,71 mmHg and diastolic -8,21 mmHg, average of derivation systolic blood pressure in the 250 gr group of -12,86 mmHg and diastolic -9,99 mmHg while the systolic blood pressure average of derivation in group 300 gr for -15,71 mmHg and diastolic equal to -13,57 mmHg. Suggestions in this study respondents can consume watermelon fruit as an alternative to lower blood pressure as much as 300 grams and for subsequent researchers need an additional length of time intervention to see the effect of decreased blood pressure is systolic blood pressure and diastolic responders to normal.
HUBUNGAN PENGETAHUAN INFORMASI NILAI GIZI DENGAN PERILAKU MEMBACA LABEL INFORMASI NILAI GIZI PADA MAHASISWA Tri Zantika; Pramudya Kurnia
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 6, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v6i1.1155

Abstract

The nutritional problem in adolescents is the lack of awareness of reading labels on nutritional value information on packaged food and drinks. The aim of the study was to analyze the relationship between knowledge about nutritional value information and reading behavior on nutritional value information labels for students of the Nutrition Science Study Program, Muhammadiyah University of Surakarta. This study used a simple random sampling method, cross sectional analysis, research using Google from. In this study, students of the Nutrition Science Study Program, University of Muhammadiyah Surakarta, were the subjects. The research data was obtained through questionnaires distributed through the Google form. The results of the research were female (95.5%) and male (4.5%) respondents, early adulthood (46.8%) and middle adulthood (53.2%), class of 2018 (52.3%) and class 2021 (47.7%), knowledge is not good (32.4%), good (67.6%) and behavior is not good (36.0%), good (64.0%), there is a relationship between knowledge and behavior between knowledge and behavior in reading nutritional value information labels, the p-value was 0.01 (P<0.05), the knowledge variable was more than half of the respondents (67.6%) had a good level of knowledge.

Page 7 of 10 | Total Record : 91