cover
Contact Name
Yanuarti Petrika
Contact Email
polkesppnj@gmail.com
Phone
+6285282627240
Journal Mail Official
polkesppnj@gmail.com
Editorial Address
Jl. 28 Oktober, Siantan Hulu, Pontianak Utara Kalimantan Barat
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Pontianak Nutrition Journal (PNJ)
ISSN : 26221691     EISSN : 26221705     DOI : https://doi.org/10.30602/pnj.v6i1
Core Subject : Health, Education,
This journal has been published by Department of Nutrition, Poltekkes Kemenkes Pontianak. All articles with subject of Nutrition from national and international researchers are welcome to be submitted to this journal. All published articles were peer-reviewed by reputable reviewers. All published articles were published in Pontianak Nutrition Journal include results of original scientific research and case studies in the field of : clinical nutrition and dietetics community nutrition Maternal and Child Nutrition Food Service Management Food Science and Technology sports nutrition molecular nutrition nutritional biochemistry functional food
Articles 91 Documents
DAYA TERIMA DAN ANALISIS PROTEIN SERTA ANTIOKSIDAN PADA NUGGET IKAN TOMAN DAN DAUN KEDADAI Ayu Rafiony; Mulyanita Mulyanita; Widyana Lakshmi Puspita; Jonni Syah R Purba
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 6, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.852 KB) | DOI: 10.30602/pnj.v6i1.1107

Abstract

Latar Belakang : Stunting pada anak mengakibatkan penurunan sistem imunitas tubuh dan meningkatkan risiko terkena penyakit infeksi. Suplementasi gizi dalam bentuk makanan tambahan dengan formulasi khusus dan difortifikasi dengan vitamin dan mineral yang diberikan kepada balita 6-59 bulan dengan kategori kurus. Nugget ikan toman dengan penambahan daun kedadai merupakan sumber protein yang baik untuk mendukung pertumbuhan tulang, membangun serta mengganti se-sel jaringan yang rusak dan sebagai antioksidan yang dapat menjadi penahan radikal bebas bagi anak stunting.Tujuan penelitan : Mengetahui daya terima dan analisis kandungan protein serta antioksidan pada nugget ikan toman (channa micropeltes) dengan penambahan daun kedadai (ficus variegata (blume)) sebagai makanan tambahan untuk anak stunting.Metode Penelitian : eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan yaitu jenis formula. Formula produk terdiri atas tiga taraf dengan masing-masing tiga kali pengulangan. Penelitian akan dilakukan di Laboratorium Teknologi Pangan Poltekkes Kemenkes Pontianak dan Laboratorium Kimia TPHP Poloteknik Negeri Pontianak. Penentuan daya terima diperoleh dari formulir yang diisi oleh panelis agak terlatih sebanyak 25 orang dan penilaian ini menggunakan skala hedonik. Data dianalisis dengan menggunakan uji friedman. Penetapan kadar protein dilakukan dengan mikrokjeldahl. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode 1,1-difenil-2-pikrilhidrazil (DPPH).Hasil Penelitian : Penilaian secara keseluruhan menunjukan hasil uji daya terima berdasarkan jumlah pangkat menurut warna, aroma, tekstur dan rasa nugget ikan toman dengan penambahan tepung kededai yang secara keseluruhan diproleh hasil tertinggi pada perlakuan 2 dengan jumlah sebesar 222 yang berarti perlakuan ini lebih diterima secara warna, aroma, tekstur dan rasa oleh panelis.
Kajian Perbandingan Metode Pretreatment Ozonasi Dan Pemanasan Uap Bertekanan Terhadap Polifenol Dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Kulit Biji Kakao (Theobroma cacao L.) Duhita Diantiparamudita Utama; Mohammad Djali; Yana Cahyana
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 4, No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.051 KB) | DOI: 10.30602/pnj.v4i1.724

Abstract

Kulit biji kakao merupakan kulit tipis, lunak dan agak berlendir yang menyelubungi keping biji kakao yang dihasilkan dari sisa produksi pengolahan biji kakao. Keberadaan limbah kulit biji kakao sering kali dibiarkan begitu saja menjadi sampah industri pengolahan cokelat sehingga menyebabkan pencemaran lingkungan. Padahal kulit biji kakao diketahui masih mengandung senyawa aktif seperti polifenol dan antioksidan yang berpotensi dimanfaatkan sebagai produk fungsional. Namun, komponen bioaktif dalam bahan berlignoselulosa sulit dipisahkan sehingga ekstrak bioaktif yang didapat kurang maksimal. Oleh karena itu dilakukan pretreatment delignifikasi dengan menggunakan metode ozonasi dan pemanasan uap bertekanan untuk mendegradasi komponen lignoselulosa yang mengikat senyawa bioaktif tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode pretreatment ozonasi dengan pemanasan uap bertekanan dalam meningkatkan perolehan senyawa polifenol dan aktivitas antioksidan pada ekstrak kulit biji kakao. Perlakuan dalam penelitian ini yaitu tanpa pretreatment, pretreatment ozonasi (laju alir oksigen= 2L/menit, t= 1 menit, konsentrasi= 18 ppm) dan pretreatment pemanasan uap bertekanan (autoklaf, T=129oC, 2 atm, t= 5 menit). Parameter yang diukur meliputi total fenol dan aktivitas antioksidan. Berdasarkan hasil penelitian, metode pretreatment pemanasan uap bertekanan menunjukkan hasil terbaik dengan perolehan senyawa polifenol (GAE) 10,13 mg/g dan aktivitas antioksidan (IC50)277,14 ppm. Sedangkan pada metode pretreatment ozonasi menghasilkan perolehan senyawa polifenol (GAE) 7,62 mg/g dan aktivitas antioksidan (IC50) 559,24 ppm. Kedua metode pretreatment tersebut secara keseluruhan meningkatkan perolehan baik polifenol maupun aktivitas antioksidan dibandingkan dengan tanpa perlakuan (GAE 3,97 mg/g, IC50 1361,18 ppm). Hal ini menunjukkan bahwa perlakuan pretreatment delignifikasi penting dilakukan untuk meningkatkan perolehan polifenol dan aktivitas antioksidan ekstrak kulit biji kakao.
ASUHAN GIZI PADA PASIEN STROKE ISKEMIK DI RS PUSAT OTAK NASIONAL JAKARTA Tasya Khoirunnisaa; Khoirul Anwar; Amalia Shabrina
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 5, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.898 KB) | DOI: 10.30602/pnj.v5i2.1016

Abstract

Stroke merupakan salah satu penyebab kematian dan kecacatan di seluruh dunia. Stroke adalah terjadinya kerusakan pada otak akibat adanya gangguan peredaran darah otak non traumatik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan diet sesuai dengan kebutuhan gizi kepada pasien stroke iskemik. Metode yang digunakan adalah studi kasus. Subyek penelitian ini adalah seorang pasien stroke iskemik di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta. Asuhan gizi pasien stroke dimulai dengan asesmen gizi, penegakkan diagnosa, intervensi, monitoring dan evaluasi. Pasien diberikan diet makanan cair formula rumah sakit (FRS) 1900 kkal dengan jenis diet stroke secara bertahap dimulai dari 6x250cc (1 kkal/cc), diberikan melalui nasogastric tube (NGT) dengan bolus sebanyak 6 kali/hari. Selama 3 hari intervensi, tingkat kecukupan gizi pasien mencukupi 80% kebutuhan dan terjadi peningkatan pada kemampuan makan pasien dan konsistensi makanan dari cair ke lunak. Perkembangan biokimia tidak dapat dipantau karena tidak dilakukan pemeriksaan laboratorium. Perkembangan fisik/klinis pasien terjadi peningkatan kesadaran dan penurunan tekanan darah dari 145/95 mmHg sebelum intervensi menjadi 130/80 mmHg setelah intervensi.
Daya Terima Sari Kacang Hijau (Phaseolus Radiatus L) Sebagai Bahan Alternatif Pembuatan Keju Indah Pravitasari; Didik Hariyadi; Mulyanita Mulyanita
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 3, No 2 (2020): September 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.932 KB) | DOI: 10.30602/pnj.v3i2.696

Abstract

Keju merupakan makanan yang dihasilkan melalui proses koagulasi dengan bantuan bakteri ataupun enzim. Mahalnya bakteri dan enzim sebagai koagulan dapat digantikan dengan penggunaan sari jeruk lemon yang mengandung pektin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya terima keju terhadap warna, rasa, aroma, dan tekstur keju subtitusi sari kacang hijau dan sari jeruk lemon sebagai koagulasi dengan konsentrasi yang berbeda.Jenis penelitian ini adalah eksperimen yaitu pembuatan keju subtitusi sari kacang hijau  untuk mengetahui daya terima panelis dengan uji friedman. Hasil penelitian uji organoleptik keju dengan subtitusi sari kacang hijau menyatakan bahwa ada pengaruh terhadap warna, rasa, aroma. Dari hasil penelitian uji organoleptik diketahui bahwa produk terpilih adalah keju subtitusi sari kacang hijau formulasi 37,5 % : 45 %. Dalam pembuatan keju subtitusi kacang hijau perlu penurunan komposisi dari sari lemon agar rasa tidak terlalu asam, serta perlu adanya peningkatan subtitusi sari kacang hijau agar kadar protein dapat tercapai dan perlu adanya pengujian zat gizi melalui uji laboratorium.
HUBUNGAN PENDIDIKAN, PEKERJAAN DAN SIKAP IBU MENYUSUI TERHADAP PRAKTIK MENYUSUI BAYI USIA 0-6 BULAN DI WILAYAH KERJA UPK PUSKESMAS TELAGA BIRU SIANTAN HULU PONTIANAK UTARA Winda Trianita; Nopriantini Nopriantini
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 1, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.942 KB) | DOI: 10.30602/pnj.v1i1.281

Abstract

In the practice of nursing one factor that plays an important role in the success of breastfeeding is feeding techniques. When the breastfeeding technique is incorrect, it can cause a variety of problems. No maximum breastfeeding will result in less good, because the baby’s sucking is very influential on subsequent milk production stimulation. Based on data obtained from UPK Siantan Hulu Health Center Blue Lake District of  North Pontianak, the prevalence of exclusive breastfeeding in 2014 is still low, as much as 61.88% with a target of 80%. This study aims to determine the relationship of education, employment and attitude towards the practice of breastfeeding mothers of infants aged 0-6 months in the working area of   Puskesmas UPK Siantan Upper Blue Lake District of North Pontianak. This type of research is analytic survey with cross sectional approach. Sampling was done by purposive sampling with a sample of 59 people. Data were analyzed by chi square test. The results showed no association between maternal education with the practice of breastfeeding. There is a relationship between the work and the attitude towards the practice of breast-feeding mothers. Suggested to the local health authorities to continue to provide information on the practice of breastfeeding in the right way, through the distribution of posters, leaflets and other education media, and routinely perform counseling and individual and group counseling at health centers or at Posyandu activities.
ASUHAN GIZI PASIEN HIDROSEFALUS OBSTRUKTIF POST EVD LACTO-OVO-VEGETARIAN DI RSPON JAKARTA Adi Iskandar; Khoirul Anwar; Novita Sabuluntika
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 5, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.316 KB) | DOI: 10.30602/pnj.v5i1.956

Abstract

Hidrosefalus obstruktif adalah gangguan pada cairan serebrospinal yang salah satunya diakibatkan oleh adanya tumor dan infeksi pada otak. Proses asuhan gizi terstandar (PAGT) diperlukan dalam menangani masalah gizi dan mengurangi risiko komplikasi yang terjadi pada pasien hidrosefalus obstruktif khususnya jika pasien mempunyai diet khusus seperti lacto-ovo-vegetarian. Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui proses asuhan gizi terstandar pada pasien dengan diagnosis medis makroadenoma hidrosefalus obstruktif space occupying lesion intracranial (SOL IK) post pemasangan external ventricular drain (EVD) dengan diet lacto-ovo-vegetarian. Metode penelitian ini adalah observasional dengan desain studi kasus di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Jakarta, pengumpulan data dengan cara wawancara dengan kuesioner, dan observasi data rekam medik. Data diolah dengan aplikasi komputer Microsoft Excel 2016. Dari penelitian yang dilakukan didapatkan hasil pasien diberikan diet Tinggi Kalori Tinggi Protein lacto-ovo-vegetarian dan dilakukan monitoring evaluasi selama tiga hari dengan hasil monitoring dan evaluasi adalah hasil evaluasi asupan pasien baik untuk energi dan karbohidrat dan defisit sedang untuk protein, terjadi penurunan asupan karena kondisi fisik pasien yaitu konstipasi yang menurunkan nafsu makan pasien diintervensi hari ke 2
PENYULUHAN GIZI MELALUI MEDIA PUPPET DOLL TERHADAP KONSUMSI SAYUR DAN BUAH PADA SISWA SEKOLAH DASAR Pandu Putranto
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 2, No 2 (2019): September 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.144 KB) | DOI: 10.30602/pnj.v2i2.485

Abstract

Buah dan sayur merupakan bahan pangan utama dalam kehidupan sehari-hari, selain ikan, daging, kacang-kacangan, dan sumber karbohidrat seperti nasi, kentang, roti, dan lain-lain. Prevalensi kurang konsumsi sayur dan buah Daerah Istimewa Yogyakarta (D.I.Y) dalam Riskesdas tahun 2007 sebesar 86% dan pada Riskesdas tahun 2013 sebesar 85%. Mengetahui pengaruh penyuluhan gizi melalui media puppet doll terhadap konsumsi sayur dan buah saat pre-test dan post-test pada siswa Sekolah Dasar Muhammadiyah Condong Catur, Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain one group pretest-posttest, dilaksanakan di SD Muhammadiyah Condong Catur, yang berlangsung pada bulan Februari 2017. Sampel pada penelitian ini berjumlah 62 siswa dengan teknik simple random sampling. Data dianalisis dengan menggunakan uji paired t-test. Hasil rata-rata konsumsi sayur dan buah saat pre-test untuk anak laki-laki 92,28 gram/ hari, sedangkan untuk anak perempuan 92,86 gram/hari. Hasil rata-rata konsumsi sayur dan buah saat post-test untuk anak laki-laki adalah 100,31 gram/hari, sedangkan untuk anak perempuan 99,52 gram/hari. Perbedaan konsumsi sayur dan buah saat pre-test sebesar 92,61 gram/hari ± 25,43 SD, saat post-test sebesar 99,87 gram/hari ± 22,25 SD. Pengaruh penyuluhan gizi melalui media puppet doll terhadap konsumsi sayur dan buah didapat hasil p-value 0,124. Tidak ada perbedaan konsumsi sayur dan buah pada siswa Sekolah Dasar Muhammadiyah, Condong Catur, Yogyakarta, dengan nilai (p>0,05).
Pendidikan Gizi Melalui Media Audio Kinestik Terhadap Peningkatan Pengetahuan Serta Konsumsi Sayur Dan Buah Pada Anak Sekolah Intan Ariestia; suaebah suebah; nopriantini nopriantini
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 4, No 2 (2021): September 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.057 KB) | DOI: 10.30602/pnj.v4i2.904

Abstract

Salah satu pesan gizi seimbang khususnya untuk anak usia sekolah dasar yaitu dengan mengkonsumsi sayur dan buah sesuai dengan kebutuhan. Penelitian ini merupakan penelitian Quasy-Experiment dengan desain one group pretest and posttest design. Responden penelitian yaitu anak sekolah dasar negeri 2 jungkat yang berjumlah 37 orang sesuai dengan total sampel yang dihitung, analisis data menggunakan uji Wilcoxon Sign test. Pengetahuan menunjukkan bahwa ada pengaruh pendidikan gizi terhadap peningkatan pengetahuan menggunakan media audio kinestetik (lagu dan senam sayur dan buah). Selain itu, untuk hasil konsumsi sayuran menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan terhadap konsumsi sayuran setelah diberikan media audio kinestetik (lagu dan senam sayur dan buah). Sedangkan untuk hasil penelitian konsumsi buah menunjukkan bahwa tidak terdapat prbedaan yang signifikan terhadap konsumsi buah setelah diberikan media audio kinestetik (lagu dan senam sayur dan buah). Pendidikan gizi menggunakan media audio kinestetik (lagu dan senam sayur dan buah) dapat meningkatkan pengetahuan gizi anak sekolah dasar.
FORMULASI SNACK BAR BERBASIS TEPUNG PISANG KEPOK (Musa paradisiaca Linn) DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG DAUN BAYAM (Amaranthus tricolor L.) Tri Nopianti
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 2, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.11 KB) | DOI: 10.30602/pnj.v2i1.476

Abstract

Pola hidup masyarakat dengan tingginya tingkat kesibukan masyarakat mengharapkan adanya pangan yang praktis seperti Snack bar yang umumnya dikonsumsi sebagai makanan selingan dan dapat dibuat dengan bahan pangan lokal seperti tepung pisang. Buah pisang merupakan produksi buah tertinggi di daerah kabupaten Sambas dibanding kabupaten lainnya. Bayam merupakan salah satu pangan yang kaya akan zat gizi dan dapat diolah menjadi tepung guna menjadi makanan tambahan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, menggunakan uji Friedman yang terdiri dari satu faktor dengan tiga perlakuan penambahan tepung bayam yaitu 5%, 10% dan 15% (F1, F2 dan F3). Uji daya terima dilakukan terhadap 25 orang mahasiswa Poltekkes Kemenkes Pontianak Jurusan Gizi dan analisis zat besi dilakukan di Laboratorium Badan Riset dan Standarisasi Industri Pontianak. Hasil penelitian uji organoleptik terhadap rasa, aroma, warna dan tekstur snack bar yang paling disukai panelis adalah snack bar tepung pisang kepok dengan penambahan tepung bayam 5%. Dari hasil uji organoleptik, dilakukan analisis kandungan zat besi pada produk snack bar terpilih dan didapatkan hasil kandungan zat besi yaitu 8,29 mg/kg. 
PROSES ASUHAN GIZI TERSTANDAR PADA PASIEN ANAK PENDERITA NEPHROTIC SYNDROME Liesna Lusyana Nur; Nur Fitri Widya Astuti
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 6, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.695 KB) | DOI: 10.30602/pnj.v6i1.1170

Abstract

Sindrom nefrotik merupakan kelainan ginjal dengan insiden lebih tinggi terjadi pada anak-anak. Studi kasus anak sindrom nefrotik dilakukan pada pasien rawat inap RSD. dr. Soebandi Jember. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan tatalaksana proses asuhan gizi terstandar terhadap pasien anak sindrom nefrotik sesuai kondisi dan kebutuhan nutrisi pasien. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Asuhan gizi pasien sindrom nefrotik dimulai dengan asesmen, diagnosis, intervensi, monitoring dan evaluasi gizi. Pasien diberikan diet rendah natrium, rendah kolesterol, tinggi protein dan pemberian tekstur makanan lunak. Asupan yang diberikan yakni energi 1.620 kkal/hari, protein 36 gram/hari, albumin 60% dari kebutuhan protein, lemak 54 gram/hari dengan kolesterol rendah, natrium dibatasi 1.000 mg/hari. Pemantauan selama tiga hari menunjukkan kecukupan gizi pasien mengalami peningkatan dan dapat mencapai target (80-110% kebutuhan). Perkembangan fisik/klinis pasien yang mengalami peningkatan. Hasil biokimia menunjukkan kadar albumin masih rendah (<3,4 g/dL), walaupun terdapat peningkatan dari sebelumnya. Secara keseluruhan, PAGT (Proses Asuhan Gizi Terstandar) yang dilakukan sudah tercapai sesuai dengan tujuan, sehingga tidak dilakukan assessment ulang.

Page 9 of 10 | Total Record : 91