cover
Contact Name
Husna Muizzati Shabrina
Contact Email
husna.muizzati@upnyk.ac.id
Phone
+6285795102288
Journal Mail Official
satubumi@upnyk.ac.id
Editorial Address
Jl. Padjajaran (SWK 104) Condongcatur, Sleman, DIY
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATUBUMI
ISSN : -     EISSN : 29864062     DOI : -
Core Subject : Social,
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATUBUMI menerima artikel yang berfokus pada : 1. Pengelolaan lingkungan Migas, Panas Bumi, dan Pertambangan 2. Pengelolaan Limbah 3. Energi Baru dan Terbarukan 4. Pengembangan Wilayah 5. Sistem Manajemen Lingkungan Wilayah 6. Pengelolaan Daur Hidup (LCA) 7. Manajemen Kebencanaan
Articles 249 Documents
Analisis Particulate Matter 10 µm (PM10) yang Ditimbulkan oleh Kegiatan Penambangan Andesit di Kabupaten Kulon Progo, DIY Chika Afrilla; Suharwanto Suharwanto; Wisnu Aji Dwi Kristanto
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 4, No 1 (2022): Vol 4, No 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (962.507 KB) | DOI: 10.31315/psb.v4i1.8874

Abstract

Kegiatan Penambangan andesit dengan sistem tambang terbuka di Kalurahan Hargowilis menyebabkan penurunan kualitas lingkungan, salah satunya adalah penurunan intensitas kualitas udara ambien yang disebabkan adanya particulate matter 10 µm (PM10)yang ditimbulkan oleh kegiatan penambangan andesit.Hal tersebut merupakan pemicu timbulnya infeksi saluran pernapasan pada manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah dapat mengetahui konsentrasi particulate matter 10 µm (PM10) di lokasi penelitian lalu dapat dianalisis menggunakan metode ISPU untuk mendapatkan arahan pengelolaan yang tepat. Hasil dari penelitian kualitas udara menunjukan bahwa dari 3 titik lokasi pengambilan sampel udara yang telah dilakukan selama 24 jam dengan baku mutu sebesar 75 µg/m3 bahwa pada lokasi 1 dan 2 memiliki konsentrasi sebesar 29,5 µg/m3 dengan nilai ISPU sebesar 39,75, dan lokasi 3 memiliki konsentrasi sebesar 29,2 µg/m3 dengan nilai ISPU sebesar 39,60. Berdasarkan hasil tersebut nilai ISPU termasuk ke dalam kategori baik dan status berwarna hijau. Arahan pengelolaan yang direncanakan adalah pembuatan Dust Suppression System (sistem pencegah debu) dengan alat Dry Fog System untuk mengatasi pencemaran udara yang terjadi di lokasi penambangan dengan cara menangkap partikulat yang berterbangan.Kata Kunci: Udara Ambien, Pencemaran Udara, Penambangan Andesit, PM10, ISPU
Identifikasi Dan Interpretasi Geologi Berdasarkan Citra Penginderaan Jauh Pada Daerah Panas Bumi Danau Ranau, Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan M. M. Ibrahim; M. Puspita; D. Andarini; A. G. Marbun D; D. I. Arifianto
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan SATU BUMI Vol 2, No 1 (2020): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu Bumi) Ke-II
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1803.626 KB) | DOI: 10.31315/psb.v2i1.4453

Abstract

Kemajuan teknologi saat ini mendukung kajian geologi yang lebih efektif dengan menggunakan teknik penginderaan jauh (remote sensing). Penelitian ini mengangkat tentang bagaimana kondisi geologi di daerah panas bumi Danau Ranau secara tentatif menggunakan teknik penginderaan jauh dengan citra Landsat ETM dan citra SRTM. Citra Landsat ETM dapat diolah untuk menampilkan kenampakan objek tertentu melalui manipulasi warna citra. Pengelolaan yang digunakan komposisi pewarnaan citra dengan kode 321 dan 457 yang menonjolkan kenampakan objek dan memiliki kemampuan yang tinggi untuk memantulkan gelombang elektromagnetik pada panjang inframerah. Pada citra SRTM kenampakan relief sangat baik karena berasal dari pantulan gelombang radar yang bebas gangguan di atmosfer maupun gangguan penutup lahan. Pengolahan data citra SRTM menghasilkan DEM (digital elevation model) dalam bentuk kontur sehingga deliniasi relief bisa didasarkan dari pola garis kontur.  Kondisi geologi daerah panas bumi Danau Ranau dan sekitarnya berdasarkan hasil interpretasi citra Landsat ETM dan citra SRTM diketahui secara tentatif. Daerah penelitian tersusun oleh endapan Kuarter dan Formasi batuan yang berumur Tersier. Endapan Kuarter terdiri dari aluvium, endapan Gunungapi Kukusan, endapan Gunungapi Seminung dan endapan Gunungapi Pugung. Formasi batuan yang berumur Tersier terdiri dari Formasi Ranau, Formasi Bal dan Formasi Hulusimpang. Kata Kunci: Teknik Penginderaan Jauh; Citra Landsat ETM; Citra SRTM; Geologi Daerah Panas Bumi Danau Ranau dan Formasi batuan
Pengelolaan Daerah Imbuhan dan Mataair sebagai Sumber Air Bersih di Dusun Poyahan, Desa Seloharjo, Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul, D.I Yogyakarta Prahesta Ardhya K; Sari Bahagiarti K; Dian Hudawan Santoso
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan SATU BUMI Vol 1, No 1 (2019): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu Bumi) Ke-I
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.512 KB) | DOI: 10.31315/psb.v1i1.9050

Abstract

Kebutuhan air untuk kehidupan sangat vital peranannya. Semakin banyak jumlah penduduk maka akan berbanding lurus dengan kebutuhan airnya, namun ketersediaan air terbatas jumlahnya. Hal ini dapat dilihat dari kondisi lingkungan suatu daerah. Dusun Poyahan, Desa Seloharjo, Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul memanfaatkan dua mataair yaitu Mataair Surocolo 1 dan 2. Namun pada saat musim kemarau mengalami penurunan kuantitas. Tujuan dari penelitian adalah untuk menganalisis karakteristik mataair, potensi (kualitas dan kuantitas) mataair, dan merencanakan arahan pengelolaan yang sesuai pada daerah tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode survey dan pemetaan untuk mengetahui karakteristik mataair pada daerah penelitian, metode matematis untuk menghitung debit mataair dan pertumbuhan penduduk, metode laboratorium untuk menganalisis kualitas mataair. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa tipe mataair di daerah penelitian adalah parenial spring dengan kualitas air yang baik hanya saja nilai Total Coliform yang tinggi sebesar sehingga untuk dikonsumsi harus direbus terlebih dahulu. Mataair Surocolo mampu memenuhi kebutuhan air warga sepanjang tahun. Namun demikian tetap diperlukan pengelolaan pada Mataair Surocolo 2 berupa bak penangkap mataair dengan dimensi 5 m3 dan sistem pemanenan air hujan dengan ukuran 5,5 m x 4 m x 2,5 m pada daerah imbuhan sebagai penunjang aktivitas pariwisata. Serta pengelolaan secara vegetatif dengan pembuatan rorak dengan ukuran 100 cm x 50 cm x 60 cm.Kata Kunci: pengelolaan, daerah imbuhan, mataair
Evaluasi Lahan Berdasarkan Kualitas dan Karakteristik Lahan pada Bekas Pertambangan Tanah Urug di Dusun Pucang Gading, Kelurahan Hargomulyo, Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta Wais Alfajri; Wisnu Aji Dwi Kristanto; Dian Hudawan Santoso
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 4, No 1 (2022): Vol 4, No 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.447 KB) | DOI: 10.31315/psb.v4i1.8886

Abstract

Indonesia memiliki banyak aktivitas pertambangan, salah satunya kegiatan pertambangan tanah urug yang berlangsung diDusun Pucang Gading, Kelurahan Hargomulyo, Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.Aktivitas pertambangan membuat lahan menjadi terdegradasi. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui kualitas dankarakteristik lahan berdasarkan kesesuaian lahan untuk arahan teknis reklamasi pertambangan sebagai pertanian lahan keringtanaman sengon dan ketela pohon. Metode yang digunakan adalah (1) survei dan pemetaan (2) Purposive Sampling (3)analisis laboratorium (4) weight factor matching. Parameter (karakteristik lahan) yang diamati pada lapangan yaitutemperatur(t) (rerata temperatur tahunan), ketersediaan air(w) (bulan kering, hujan pertahun), media perkaraan(r) (drainasetanah, tekstur tanah dan kedalaman efektif), retensi hara(f) (PH, H2O, KTK tanah, C-Organik), hara tersedia(n) (N Total, P2O5,K2O5), penyiapan lahan(p) (batuan permukaan, singkapan batuan), tingkat bahaya erosi(e) (bahaya erosi, lereng). Berdasarkanhasil dari evaluasi kesesuaian lahan tanaman sengon didapatkan 3 kelas, sedangkan tanaman ketela pohon didapatkan 2kelas. Rekayasa yang dilakukan untuk memperbaiki lahan adalah rekayasa teknik dengan pembuatan teras jenjang,pembuatan saluran irigasi dan revegetasi. Upaya perbaikan lahan yang dilakukan diharapkan membuat lahan kembalimenjadi produktif.Kata Kunci: Kualitas lahan; Karakteristik Lahan; Evaluasi Lahan
Evaluasi Kondisi Eksisting Pasca Kegiatan Reklamasi Tambang Batugamping di Desa Karangasem, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul Shella Angeli; Andi Renata Ade Yudono; Jaka Purwanta
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan SATU BUMI Vol 3, No 1 (2021): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu Bumi) Ke-III
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.562 KB) | DOI: 10.31315/psb.v3i1.6230

Abstract

Keberadaan bentang alam karst Gunung Sewu membuat manusia sulit untuk menentukan keputusan dalampemanfaatannya dan menggunakan sumber daya yang terkandung di dalamnya, karena merupakan kawasanlindung nasional yang diatur dalam perundang-undangan. UP. Parno merupakan salah satu usaha penambanganyang memanfaatkan Kawasan Karst Gunung, UP. Parno melakukan reklamasi dalam upaya komitmennyaterhadap perlindungan lingkungan akibat dampak penambangan. Pelaksanaan reklamasi tahun pertamamenunjukkan nilai TSP 666 µm, sedangkan nilai kebisingan 58 dBA. Hasil kedua parameter dampak tersebutmelewati batas baku mutu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kondisi eksisting pasca kegiatanreklamasi tambang dengan pendekatan terhadap kualitas lingkungan. Penelitian ini menggunakan metodekuantitatif dan kualitatif yang mencakup tahap persiapan, pengumpulan data, analisis data berdasarkan padadokumen pelaksanaan RKL/RPL UP. Parno, dan pengumpulan data di lapangan. Hasil penelitian menunjukankondisi eksisting pasca kegiatan reklamasi tidak melebihi nilai baku mutu, di antaranya partikulat debu,kebisingan, erosi, pH air, spesies fauna alami, dan berdampak positif terhadap lingkungan sosial di lokasipenelitian. Namun pada dampak kualitas air parameter total coliform dan TSS melewati batas baku mutu, haltersebut didukung dengan pemakaian pupuk kandang dan kondisi batuan karst yang memiliki porositas sekunder.Kata Kunci: Baku Mutu; Dampak; Kawasan Karst; Penambangan; Reklamasi
Arahan Konservasi pada Daerah Imbuhan Mata Air di Dusun Pandaan Ngasem, Kelurahan Banjarharjo, Kapanewon Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, DIY. Na’i Nur Kholifah; Muammar Gomareuzzaman; Dian Hudawan Santoso
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan SATU BUMI Vol 3, No 1 (2021): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu Bumi) Ke-III
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1021.78 KB) | DOI: 10.31315/psb.v3i1.6278

Abstract

Dusun Pandaan Ngasem, Kelurahan Banjarharjo, Kapanewon Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo merupakansalah satu daerah yang memanfaatkan mata air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kelurahan Banjarharjotidak menerima bantuan air bersih dari pemerintah, tetapi lebih memanfaatkan sumber daya air yang berada didesa tersebut. Mata air di daerah penelitian perlu dilakukan konservasi agar dapat dimanfaatkan untuk jangkapanjang. Upaya konservasi Mata Air salah satunya dapat dilakukan dengan mengetahui daerah imbuhan(recharge area) mata air terlebih dahulu. Daerah imbuhan yang tidak dikelola dapat menyebabkan penurunankuantitas (debit) mata air. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui letak daerah imbuhan mata air serta arahankonservasinya. Analisis letak daerah imbuhan mata air berdasarkan Permen PU No. 02 Tahun 2013. Metodeyang digunakan adalah metode survei dan pemetaan untuk kondisi daerah penelitian dan analisis deskriptif untukmenjelaskan hasil penelitian yang telah dilakukan. Hasil yang diperoleh adalah zonasi daerah imbuhan mata airdan arahan konservasi daerah imbuhan. Arahan konservasi yang dilakukan, yaitu konservasi secara mekanis danagronomis, Pengendalian pengolahan tanah, Pembuatan sumur resapan, dan Pengaturan daerah sempadansumber air.Kata Kunci : Daerah Imbuhan; Konservasi; Mata Air; Metode; Potensi
Karakteristik dan Potensi Mata Air Panas Untuk Pengeringan Biji Kopi Di Candi Gedong Songo, Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah Ichsan Azrian; Ayu Utami; Johan Danu Prasetya
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 4, No 1 (2022): Vol 4, No 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (843.297 KB) | DOI: 10.31315/psb.v4i1.8907

Abstract

Daerah penelitian memiliki manifestasi panas bumi berupa mata air panas dengan sebagian besar penduduknya melakukan usaha pertanian, termasuk petani kopi. Biji kopi untuk dapat dikonsumsi memerlukan proses pengeringan. Pengeringan menggunakan mata air panas tidak akan menghasilkan emisi dan tidak mengkhawatirkan cuaca. Daerah penelitian memiliki curah hujan yang tinggi. Penelitian dilakukan di Candi Gedong Songo, Desa Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dan potensi mata air untuk pengeringan biji kopi di Desa Candi. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu survei lapangan, uji laboratorium dan analisis kimia. Hasil penelitian menunjukkan suhu permukaan mata air panas 63 oC, pH 2.7 dan debit mata air 0.325 l/s. Daerah penelitian memiliki curah hujan yang tinggi. Tipe mata air panas berdasarkan analisis kimia yaitu air sulfat (SO4). Mata air panas berada pada zona immature water. Perkiraan suhu reservoir menggunakan metode geothermometer yaitu 354 oC masuk ke dalam entalpi tinggi. Mata air panas di daerah penelitian memiliki potensi yang baik untuk dimanfaatkan sebagai pengeringan biji kopi.Kata Kunci: Geothermometer, Manifestasi, Mata Air Panas, Pengeringan, Potensi, Biji kopi, Pengeringan
Strategi Peningkatan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Kabupaten Serang Berdasarkan Analisis Indeks Kualitas Air Iskandar Iskandar; Fatah Sulaiman; Marta Pramudita
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan SATU BUMI Vol 3, No 1 (2021): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu Bumi) Ke-III
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.846 KB) | DOI: 10.31315/psb.v3i1.6246

Abstract

Indeks kualitas lingkungan hidup (IKLH) merupakan indeks kinerja pengelolaan lingkungan hidup secara nasionalyang digeneralisasi dari IKLH seluruh Kabupaten/Kota dan Provinsi di Indonesia. Kabupaten Serang adalah salahsatu daerah penyebab rendahnya IKLH nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan strategi peningkatanIKLH Kabupaten Serang berdasarkan indeks kualitas air. Penelitian dilakukan dengan menganalisis status mutuair Sungai Ciujung, Cidurian dan Cidanau menggunakan metode indeks pencemaran (IP), nilai IKA ditetapkandengan metode IKA-NA dan prioritas strategi peningkatan IKLH ditetapkan dengan metoda analytical hierarchyprocess (AHP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sungai Cidurian berada dalam status mutu memenuhi(kondisi baik) hingga tercemar berat (IP 0.93 – 10.86), Sungai Cidanau berada dalam status mutu memenuhi (IP0.69-0.75), dan Sungai Ciujung dalam status mutu memenuhi sampai tercemar sedang (IP 0.62-9.98). Nilai IKAyang diperoleh adalah 56,67 dan nilai IKLH 61,89 (kurang). Hasil analisis prioritas strategi peningkatan IKLHmenunjukkan bahwa tiga prioritas alternatif yang perlu dilakukan untuk peningkatan IKLH Kabupaten Serangadalah pemantauan kualitas air limbah dan air sungai (eigen value 0.166), penerapan pajak air limbah industri(0.164) dan pengetatan perizinan pembuangan limbah ke sungai (eigen value 0.148).Kata Kunci: AHP, IKA, IKLH, Sungai
Metode AOP – GAC dalam Penanganan Limbah Cair Batik di Kalurahan Wijirejo, Kepanewon Pandak, Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta Iqbal Samusa Ihsan Usama; Andi Renata Ade Yudono; RR Dina Asrifah
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 4, No 1 (2022): Vol 4, No 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1163.389 KB) | DOI: 10.31315/psb.v4i1.8836

Abstract

Seluruh aspek kehidupan memerlukan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Salah satu daerah di Kalurahan Wijirejo, Kepanewon Pandak, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi sentra batik dengan skala rumah tangga di DIY. Kegiatan pengolahan batik akan menghasilkan limbah yang berasal dari proses pewarnaan dan pelorodan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan metode Advanced Oxidation Processes (AOP) – Granular Activated Carbon (GAC) untuk mendegradasi parameter BOD5 , COD, dan Fenol. Hasil penelitian dengan metode AOP –GAC yaitu injeksi ozon dengan larutan H2O2 (50%) sebanyak 1,5 ml dalam 1 liter limbah selama 30 menit merupakan waktu efektif. Penggunaan karbon aktif yang efektif yaitu sebanyak 6 gram dalam 1 liter limbah menghasilkan efisiensi yang dapat menurunkan 98,5% pada parameter BOD5 , COD sebanyak 98,6 %, dan Fenol sebanyak 99,5 %. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa AOP - GAC efektif untuk menurunkan parameter BOD5 , COD, dan Fenol pada limbah Batik.Kata Kunci: Industri Batik; Limbah Cair; AOP – GAC; IPAL; Ozonisasi; Adsorpsi
Teknik Pengendalian Longsor Di Dusun Keron Kidul, Desa Wuryorejo, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah Aditya Rahardian; Djoko Mulyanto; Aditya Pandu Wicaksono
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan SATU BUMI Vol 2, No 1 (2020): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu Bumi) Ke-II
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1306.004 KB) | DOI: 10.31315/psb.v2i1.4448

Abstract

Dusun Keron Kidul, Desa Wuryorejo, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah telah mengalami kejadian tanah longsor sebanyak tiga kali pada bulan Februari 2016, bulan Februari 2017 dan bulan Oktober 2018. Faktor pemicu terjadinya tanah longsor di daerah penelitian ada dua, yaitu pemotongan lahan untuk pembuatan jalan (non-alami) dan hujan (alami). Kerusakan yang ditimbulkan berdampak pada permukiman, lahan perkebunan, akses jalan, dan keresahan secara psikologis masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat kerawanan longsor pada daerah penelitian, menganalisa faktor keamanan lereng pada tiga lokasi tanah longsor, serta merekomendasikan arahan pengelolaan yang sesuai. Metode yang digunakan adalah survei dan pemetaan lapangan, pengharkatan, analisis laboratorium, dan analisis data (Janbu). Survei dilakukan untuk mengetahui kondisi eksisting setelah terjadi tanah longsor yang didukung dengan wawancara penduduk setempat sehingga dapat mengetahui tipe tanah longsor. Teknik pengambilan sampel tanah secara purposive berdasarkan pada pengharkatan beberapa parameter pengontrol dan pemicu tanah longsor. Hasil laboratorium digunakan untuk menghitung kestabilan lereng menggunakan Metode Janbu dan diolah menggunakan SLOPE/W. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tipe tanah longsor di daerah penelitian adalah debris translational slide. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah penelitian berada pada zona tipologi tipe B menurut PERMEN PU NO.22 Tahun 2007 dengan klasifikasi rawan dan sangat rawan. Nilai faktor keamanan lereng pada titik ke-1 sebesar 2,320 (Stabil), pada titik ke-2 sebesar 2,992 (Stabil), dan pada titik ke-3 sebesar 0,696 (Labil).Kata kunci: Kerawanan, Faktor Keamanan, Pengelolaan