cover
Contact Name
Husna Muizzati Shabrina
Contact Email
husna.muizzati@upnyk.ac.id
Phone
+6285795102288
Journal Mail Official
satubumi@upnyk.ac.id
Editorial Address
Jl. Padjajaran (SWK 104) Condongcatur, Sleman, DIY
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATUBUMI
ISSN : -     EISSN : 29864062     DOI : -
Core Subject : Social,
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATUBUMI menerima artikel yang berfokus pada : 1. Pengelolaan lingkungan Migas, Panas Bumi, dan Pertambangan 2. Pengelolaan Limbah 3. Energi Baru dan Terbarukan 4. Pengembangan Wilayah 5. Sistem Manajemen Lingkungan Wilayah 6. Pengelolaan Daur Hidup (LCA) 7. Manajemen Kebencanaan
Articles 249 Documents
Efektifitas Penyisihan Seng (Zn) Limbah Tailing Menggunakan Metode Fitoremediasi di Desa Pancurendang, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah Sofia Adiana Nur Azizah; RR Dina Asrifah; Aditya Pandu Wicaksono
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 4, No 1 (2022): Vol 4, No 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.197 KB) | DOI: 10.31315/psb.v4i1.8835

Abstract

Penambangan emas oleh rakyat di Desa Pancurendang, Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas dilakukan secara tradisional. Pengolahan emas dilakukan dengan metode amalgamasi dan metode sianidasi. Limbah tailing hasil pengolahan emas secara sianidasi dibuang begitu saja di lahan persawahan dengan lapisan tanah tanpa adanya pengolahan terlebih dahulu. Tujuan dari penelitian ini yaitu menghitung efektifitas metode fitoremediasi untuk menurunkan konsentrasi seng (Zn) pada limbah tailing. Metode yang diterapkan dalam penelitian adalah metode rancangan percobaan dengan fitoremediasi. Percobaan fitoremediasi dilakukan menggunakan tanaman alang-alang (Imperata cylindrica) dan diuji konsentrasi seng (Zn) pada 10, 20, dan 30 hari pemaparan pada tanah dengan variasi prosentase tailing yaitu 0%, 30%, 50%, dan 100%. Baku mutu seng (Zn) dalam tanah mengacu pada PP RI Nomor 22 Tahun 2021 sebesar 50 mg/L. Hasil percobaan fitoremediasi menunjukkan nilai efektifitas penyisihan logam seng (Zn) tertinggi pada tanah dengan prosentase tailing 50% selama 10 hari pemaparan yaitu sebesar 43,35% dengan nilai konsentrasi seng (Zn) yang telah memenuhi baku mutu yaitu 46,121 mg/kg.Kata Kunci: Penambangan dan pengolahan emas rakyat; Tailing; Seng (Zn); Fitoremediasi; Alang-alang (Imperata cylindrica)
Identifikasi Karakteristik Longsor dan Analisis Kestabilan Lereng (Studi Kasus: Dusun Banjarharjo II, Desa Muntuk, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul) M. Hanif Arzaq; S. Setyo Wardoyo; Aditya Pandu Wicaksono
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan SATU BUMI Vol 2, No 1 (2020): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu Bumi) Ke-II
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1073.306 KB) | DOI: 10.31315/psb.v2i1.4447

Abstract

Bencana longsor yang terjadi di Dusun Banjarharjo II pada Bulan Maret 2019 berdampak pada hancurnya satu rumah penduduk dan rusaknya sebagian lahan pertanian. Identifikasi karakteristik longsor dan analisis kestabilan lereng pasca longsor diperlukan sebagai dasar mitigasi bencana longsor di masa mendatang. Identifikasi karakteristik longsor berupa tipe longsoran, faktor pengontrol dan faktor pemicu sebagai penyebab longsor dilakukan dengan metode analisis deskriptif berdasarkan kondisi geofisik lokasi penelitian. Kestabilan lereng dianalisis dengan metode Janbu untuk memperoleh nilai faktor keamanan lereng pada empat titik sampel. Hasil identifikasi menunjukkan yang termasuk karakteristik longsor antara lain adalah tipe longsoran debris rotasional bertahap, faktor pengontrol berupa tanah tebal dengan tekstur geluh pasiran, batuan tuff sebagai bidang gelincir, dan kemiringan lereng sangat terjal, serta faktor pemicu berupa intensitas hujan lebat dan pola tanam yang tidak cocok. Kestabilan lereng pasca longsor menunjukkan nilai faktor keamanan yang memiliki klasifikasi labil pada Titik 1 dengan nilai 0,671 dan pada Titik 3 dengan nilai 0,584, kritis pada Titik 2 dengan nilai 1,176, dan stabil pada Titik 4 dengan nilai 2,046. Kata Kunci: Bencana; Karakteristik Longsor; Tipe Longsor; Penyebab Longsor; Kestabilan Lereng; Nilai Faktor Keamanan
Kajian Pencemaran Airtanah Di Padukuhan Seturan, Desa Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta Panji Ibnu Hakim; Andi Sungkowo; Dian Hudawan Santoso
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan SATU BUMI Vol 1, No 1 (2019): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu Bumi) Ke-I
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.137 KB) | DOI: 10.31315/psb.v1i1.9037

Abstract

Aktivitas dari sektor domestik maupun kegiatan usaha sering menimbulkan limbah yang tidak dikelola dan akan dapat menimbulkan potensi pencemaran air tanah yang biasa digunakan oleh masyarakat sekitar. Maka dari itu, tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kondisi kualitas airtanah, serta arahan teknik pengolahan air tanah pada lokasi penelitian. Lokasi penelitian terletak di Padukuhan Seturan, Desa Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah survei dan pemetaan lapangan, metode yang digunakan untuk pengambilan sampel adalah metode purposive sampling, metode indeks pencemaran digunakan untuk mencari nilai status mutu airtanah yang mengacu pada Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No 115 Tahun 2003, metode evaluasi deskriptif digunakan untuk mengevaluasi seluruh hasil penelitian yang telah diukur. Perlu adanya pengelolaan limbah cair domestik agar tetap menjaga kualitas airtanah dengan membuat rancangan IPAL Komunal dengan sistem Biofilter Aerob-Anaerob. Berdasarkan dengan penentuan status mutu airtanah dengan menggunakan metode Indeks Pencemaran, kondisi kualitas fisik air sumur warga tergolong jernih dengan status mutu air tidak tercemar sehingga masih layak digunakan secara kondisi fisik. Rekomendasi pengelolaan kualitas airtanah adalah perlu adanya penelitian lanjutan untuk parameter kimia maupun biologi airtanah, rancangan teknis secara detail (detail engineering design) untuk IPAL Komunal dengan sistem IPAL Biofilter Aerob- Anaerob. 
Pemetaan Sebaran Daya Hantar Listrik (DHL) dan Pola Aliran Airtanah Di Desa Karangturi Kecamatan Gantiwarno Kabupaten Klaten Jawa Tengah Abela Soya Nikita; Agus Bambang Irawan; Aditya Pandu Wicaksono
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan SATU BUMI Vol 3, No 1 (2021): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu Bumi) Ke-III
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1012.35 KB) | DOI: 10.31315/psb.v3i1.6261

Abstract

Desa Karangturi merupakan salah satu daerah yang memiliki kondisi airtanah payau karena adanya jebakan airlaut pada masa Pliosen. Tujuan penelitian untuk mengetahui pola persebaran airtanah payau berdasarkan dari nilaiDaya Hantar Listrik (DHL) dan untuk mengetahui pola aliran airtanah berdasarkan ketinggian muka airtanah.Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode purposive sampling yaitu mempertimbangkan daerahyang diperkirakan memiliki airtanah payau untuk dilakukan pengujian langsung menggunakan alat EC meter holddan pengukuran ketinggian muka airtanah. Pengolahan data menggunakan software ArcGIS 10.7 untuk memetakantitik sebaran nilai DHL dan titik ketinggian muka air tanah. Hasil yang diperoleh dari pengujian 48 air sumurmenunjukkan nilai DHL tertinggi 3,109 µS/cm dan terendah 358 µS/cm. Hasil dari 79 titik ketinggian muka airtanah yaitu peta pola aliran airtanah. Aliran airtanah bergerak dari arah selatan Perbukitan Baturagung ke arahutara Sungai Dengkeng yang menunjukkan bahwa aliran airtanah akan mengikuti kontur permukaan tanah.Berdasarkan hasil pemetaan pola persebaran DHL menunjukkan beberapa sumur memiliki airtanah payau yangtepatnya terletak di Dusun Bungasan.Kata Kunci: Airtanah; ArcGIS; DHL; Payau; Persebaran
Teknik Konservasi Mata Air Untuk Pemenuhan Kebutuhan Sumber Air Domestik Dusun Jatirejo, Desa Alasombo, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo Dhuhal Islam Agasta; Puji Pratiknyo; Agus Bambang Irawan
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan SATU BUMI Vol 1, No 1 (2019): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu Bumi) Ke-I
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.855 KB) | DOI: 10.31315/psb.v1i1.9055

Abstract

Air merupakan salah satu kebutuhan manusia yang sangat penting dimanapun berada. Salah satu sumber air yaitu mata air. Di lokasi penelitian terdepat terdapat beberapa mata air yang berpotensi sebagai sumber air yang baik. Dengan adanya permasalahan kekeringan yang melanda setiap tahunnya pada Dusun Jatirejo, Desa Alasombo, Kecamatan Weru, Kab Sukoharjo. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui karakteristik dan potensi mata air yang berada di Dusun Alasombo, besar kebutuhan air yang digunakan dan teknik konservasi guna memenuhi kebutuhan air domestik di Dusun Jatirejo. Metode yang digunakan adalah survey dan pemetaan, pengambilan sampel, analisis laboratorium, dan metode matematis. Pengambilan sampling air mata air berdasarkan metode purposive sampling, pengambilan mata air diambil 3 titik dari 4 mata air. Metode survey lapangan adalah metode yang digunakan untuk memperoleh data primer. Metode matematis digunakan untuk perhitungan evaluasi dengan menghitung curah hujan, kebutuhan air penduduk, serta debit mata air. Hasil penelitian menunjukan bahwa kriteria mata air yang ada di lokasi penelitian berdasarkan tipe mata air yang ada di lokasi penelitian yaitu bertipe Parenial Springs. Berdasarkan debit dari mata air yang ada di lokasi penelitian menunjukkan mata air 1 sebesar 0,12009 L/detik, mata air 2 sebesar 0,05615 L/detik, mata air 3 sebesar 0,06756245 L/detik, dan mata air 4 sebesar 0,045594 L/detik. Berdasarkan Peraturan Menteri kesehatan RI No. 492 Tahun 2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum, air dari mata air di Dusun Jatirejo tidak yang layak dikonsumsi masyarakat, air dapat dikonsumsi harus diolah terlebih dahulu dengan cara direbus dengan suhu 70oC. Arahan teknik konservasi meliputi pembuatan zona perlindungan mata air, pembuatan bak penampung, sistem pendistribusian air, dan penanaman tumbuhan rumput pada daerah imbuhan.Kata Kunci: mata air, kualitas air, konservasi, potensi mata air
Evaluasi TPA Pasuruhan Berdasarkan Penilaian Indeks Risiko Lingkungan di Desa Pasuruhan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah Binta Priyatma Wahyu Kurniawan; Ika Wahyuning Widiarti; Wisnu Aji Dwi Kristanto
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan SATU BUMI Vol 3, No 1 (2021): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu Bumi) Ke-III
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.069 KB) | DOI: 10.31315/psb.v3i1.6272

Abstract

TPA Pasuruhan awalnya direncanakan menggunakan metode lahan urug terkendali tetapi keadaan di lapanganmenggunakan metode penimbunan terbuka. Kegiatan penimbunan terbuka yang diterapkan telah menimbulkanpermasalahan bagi lingkungan seperti pencemaran air dan udara. Kondisi TPA perlu segera dilakukan perbaikanyang bertujuan mengurangi dampak yang ditimbulkan. Penelitian bertujuan untuk melakukan evaluasi kualitaslingkungan di TPA Pasuruhan dan merencanakan arahan pengelolaan yang tepat berdasarkan penilaian indeksrisiko lingkungan. Metode penelitian menggunakan metode survei dan pemetaan, metode wawancara, metodepengambilan sampel dan uji laboratorium, dan metode analisis. Penilaian indeks risiko lingkungan menggunakanparameter Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2013 tentangPenyelenggaraan Sarana dan Prasarana Persampahan dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan SampahSejenis Rumah Tangga dengan jumlah 27 parameter yang terdiri dari 20 parameter untuk kriteria lokasi, 4parameter untuk karakteristik sampah, dan 3 parameter untuk karakteristik lindi. Nilai indeks risiko lingkungandari TPA Pasuruhan sebesar 573,732 termasuk dalam kategori evaluasi bahaya sedang. Arahan pengelolaan yangsesuai untuk TPA Pasuruhan yaitu kegiatan operasional TPA dapat diteruskan dan dilakukan rehabilitasi secarabertahap menjadi lahan urug terkendali.Kata Kunci: Indeks Risiko Lingkungan; Penimbunan Terbuka; Tempat Pemrosesan Akhir; TPA Pasuruhan.
Evaluasi Daya Dukung Lingkungan Kawasan Permukiman Dusun Kemloko, Kalurahan Srimartani, Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta Yoga Wijaya Danar Putra; Dian Hudawan Santoso; Wisnu Aji Dwi Kristanto
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 4, No 1 (2022): Vol 4, No 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4151.554 KB) | DOI: 10.31315/psb.v4i1.8900

Abstract

Laju pertumbuhan penduduk di Kalurahan Srimartani setiap tahun menunjukan peningkatan sebesar 1,18% (BPS, 2021). Kebutuhan ruang untuk tempat tinggal mengalami kenaikan dan mengakibatkan penggunaan lahan terus mengalami perubahan yang berdampak pada daya dukung lingkungan kawasan permukiman di daerah penelitian. Kawasan permukiman di Dusun Kemloko berada pada daerah lereng perbukitan mengakibatkan daerah terjadi gerakan massa tanah yang tersebar di 4 titik lokasi. Terdapat 2 bangunan warga mengalami keretakan akibat adanya gerakan massa tanah di Dusun Kemloko. Tujuan utama dari penelitian ini adalah menganalisis kondisi daya dukung lingkungan kawasan permukiman di Dusun Kemloko. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dan pemetaan, wawancara, tumpang susun (overlay), pengharkatan (scoring), dan analisis deskriptif. Hasil evaluasi memiliki 2 (dua) kelas yaitu daya dukung agak jelek dengan luas 37 Ha atau 58,73% dan daya dukung jelek dengan luas 26 Ha atau 41,27% dari luasan daerah penelitian.Kata Kunci: Daya Dukung, Lingkungan, Kawasan, Permukiman, Gerakan Massa Tanah
Rencana Teknis Reklamasi pada Kegiatan Pertambangan Tanah Urug di Dusun Grindang RT 26 RW 6, Desa Hargomulyo, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta Fendy Kusuma Yudha; Suharwanto Suharwanto; Wisnu Aji Dwi Kristanto
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan SATU BUMI Vol 3, No 1 (2021): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu Bumi) Ke-III
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.754 KB) | DOI: 10.31315/psb.v3i1.6240

Abstract

Kegiatan usaha pertambangan pada daerah penelitian tidak mengikuti regulasi dengan baik dengan belummelaksanakan reklamasi pada lahan terganggu sejak 30 hari tidak ada kegiatan sehingga dapat menyebabkandegradasi fungsi lingkungan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk 1) menganalisis keadaan kualitas lingkunganhidup daerah penelitian, 2) menentukan rencana teknis reklamasi dan biaya reklamasi yang dibutuhkan, dan 3)menilai dampak terhadap lingkungan hidup dari rencana kegiatan reklamasi. Metode penelitian yang digunakanadalah kombinasi kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keadaan kualitas lingkunganhidup daerah penelitian mempunyai keadaan topografi yang sangat buruk, keanekaragaman flora yang sangatburuk, dan persepsi masyarakat terhadap proyek yang sangat buruk. Oleh karena diperlukan upaya reklamasi.Rencana teknis reklamasi menyesuaikan RTRW Kulon Progo Tahun 2012- 2032 yaitu sebagai pertanian lahankering. Reklamasi dimulai dengan penatagunaan lahan yaitu pengaturan geometri jenjang dengan tinggi jenjang5 meter, lebar jenjang 5 meter, single slope sebesar 60°, dan back slope 2°. Tanaman revegetasi berupa pohonsengon berjumlah 1.398 batang dengan jarak tanam 2 x 3 m dan ubi kayu berjumlah 9.383 batang dengan jaraktanam 2 x 2 m. Biaya untuk pelaksanaan reklamasi adalah sebesar Rp. 1.046.393.366. Hasil penilaian dampakrencana kegiatan reklamasi menunjukkan bahwa rencana kegiatan reklamasi pada daerah penelitian akanmemberi dampak positif pada komponen geofisik-kimia sebesar +24%, dampak positif terhadap komponenbiotis sebesar +12,5%, dan dampak positif terhadap komponen sosekbudkesmas sebesar +15,3%.Kata Kunci: Matrik Leopold yang Dimodifikasi, Pertambangan, Pertanian Lahan Kering, Reklamasi, Revegetasi.
Aplikasi Pemodelan Qual2kw Terhadap Kualitas Air Sungai Elo Dengan Parameter DO Dan TSS dari Hasil Kegiatan Pemandian Air Panas Candi Umbul Telomoyo Fatirahma Pratiwi; Ayu Utami; Herwin Lukito
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 4, No 1 (2022): Vol 4, No 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4009.844 KB) | DOI: 10.31315/psb.v4i1.8829

Abstract

Pemandian air panas Candi Umbul Telomoyo digunakan sebagai tempat rekreasi dan terapi. Kegiatan tersebut menghasilkan zat buang berupa air sisa pemandian yang dibuang langsung ke dalam badan Sungai Elo yang apabila tidak dikelola dengan baik dapat mengakibatkan penurunan kualitas air sungai. Aplikasi pemodelan QUAL2Kw dilakukan untuk dapat mengetahui kandungan DO dan TSS di Sungai Elo sesuai dengan kondisi eksistingnya serta untuk mengetahui berapa banyak beban pencemaran yang dapat ditampung oleh badan sungai. Metode kuantitatif yang digunakan berupa pemodelan QUAL2Kw (segmentasi, kalibrasi model dan verifikasi model) dan perhitungan beban pencemaran dan daya tampung beban pencemaran. Metode kualitatif deskriptif untuk menganalisa hasil yang telah didapatkan. Nilai parameter DO dari hasil pemodelan berturut-turut 8,3 mg/L; 7,95 mg/L; 7,9 mg/L; dan 7,62 mg/L dan parameter TSS berturut-turut 4 mg/L; 5,8 mg/l; 5,1 mg/L; dan 4,6 mg/L. Daya tampung badan sungai dalam menerima beban pencemaran untuk nilai DO berturut-turut 497,664 kg/hari; 556,416 kg/hari; 604,8 kg/hari; 642,816 kg/hari dan untuk daya tampung TSS berturut-turut adalah 5.723,136 kg/hari; 0 kg/hari; 0 kg/hari; dan 0 kg/hari. Badan sungai masih dapat menerima beban pencemaran yang masuk untuk parameter DO, sedangkan badan sungai perlu pengelolaan lebih lanjut untuk parameter TSS karena daya tampung yang dapat diterima sungai terbatas.Kata Kunci: Beban Pencemaran; Daya Tampung; Pemandian Air Panas; Pemodelan; QUAL2Kw
Peranan UAV dalam Perencanaan Bangunan pada Kawasan Ancaman Longsor Tinggi di Kawasan Geopark Karangsambung-Karangbolong Bagian Utara Mohammad Al ‘Afif; Puguh Dwi Raharjo; Sueno Winduhutomo; Eko Puswanto; Dimas Aryo Wibowo
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan SATU BUMI Vol 2, No 1 (2020): Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian (Satu Bumi) Ke-II
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1094.302 KB) | DOI: 10.31315/psb.v2i1.4442

Abstract

Kawasan Geopark Karangsambung-Karangbolong, Jawa Tengah merupakan Kawasan dengan fungsi edukasi, konservasi, wisata serta pemberdayaan masyarakat menuju pembangunan berkelanjutan. Dalam pemerataan pembangunan terutama sektor-sektor penting sangat diperlukan. Ancaman longsor pada bagian utara Kawasan Geopark Karangsambung-Karangbolong, terutama Kecamatan Sadang memiliki kriteria ancaman tinggi hingga sedang, dan hanya sedikit yang memiliki kriteria rendah. Hal ini menjadi masalah dalam pembangunan apabila tidak dilakukan pemetaan secara detail. Teknologi akuisisi data menggunakan UAV (Unmanned Aerial Vehicle) dapat digunakan untuk melakukan pemetaan secara cepat dan detail dengan biaya lebih terjangkau. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis kelayakan lokasi yang dimiliki pemerintah daerah terkait sebagai bahan pertimbangan dalam perencanaan bangunan strategis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan analisis spasial dan pengukuran lapangan. Pemotretan udara dilakukan dengan resolusi spasial antara 2-3cm cm dengan ketinggian jelajah UAV antara 100 – 120 m di atas permukaan tanah. Berdasarkan hasil pemotretan udara didapat data model spasial dan bangunan fisik berupa kantor masih dapat direncanakan pada lokasi lain. Kata Kunci: UAV, longsor, spasial, model, Geopark Karangsambung-Karangbolong 

Page 11 of 25 | Total Record : 249