cover
Contact Name
Erna Megawati
Contact Email
jurnal.hortatori@gmail.com
Phone
+62895346033129
Journal Mail Official
jurnal.hortatori@gmail.com
Editorial Address
Kampus B Universitas Indraprasta PGRI Jl. Raya Tengah, Kel. Gedong, Pasar Rebo,, Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Hortatori : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 25797832     EISSN : 25797840     DOI : https://doi.org/10.30998/jh.v6i2
Core Subject : Education,
Hortatori: Journal of Language Studies is a journal aims to be a peer-reviewed platform and an authoritative source of information. We publish scientific works from national and international lecturers, researchers, students, and practitioners to present their new ideas, concepts and theories in Indonesian language and literature education focused on Language Learning and Indonesian Literature, Class Action Research (CAR) of teaching of Language and Indonesian Literature, Indonesian Linguistics and Literature, Linguistic and Literary analysis as well as related topics. All articles are peer-reviewed by at least two peer-reviewers. Hortatori is managed to be issued twice in every volume. The scope of Hortatori is: phonetics, phonology, morphology, syntax, discourse analysis, pragmatics, anthropolinguistics, language and culture, dialectology, language documentation, cognitive linguistics, , corpus linguistics, neurolinguistics, language education, translation, language planning, psycholinguistics, sociolinguistics and other scientific fields related to language studies
Articles 205 Documents
Nilai Moral dalam Film “Budi Pekerti” dan Relevansinya untuk Pembentukan Karakter Siswa Shalaika, Malika Dhita; Wicaksana, Muhlis Fajar
Hortatori : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 1 (2025): Hortatori: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jh.v9i1.3543

Abstract

Character education is a crucial pillar in shaping a generation with strong morals and integrity, yet the challenge lies in finding effective methods to convey these values. Film, as a popular medium, holds significant potential for internalizing moral values, but its use in character education for students remains underutilized. This study aims to analyze the moral values embedded in the film Budi Pekerti by Wregas Bhanuteja and their relevance to character building in students. The study employs a narrative approach with qualitative analysis, grounded in Thomas Lickona's theory of character education, which encompasses cognitive, affective, and behavioral moral dimensions. Data were analyzed through an in-depth observation of the storyline, dialogues, and character behaviors in the film. The findings reveal that the film explicitly conveys moral values such as honesty, patience, responsibility, empathy, and tolerance. These values align with the needs of character development in students within the framework of modern education, particularly the Merdeka Curriculum, which emphasizes strengthening the Pancasila student profile. In conclusion, the film Budi Pekerti serves as an alternative educational medium to support character education in students. This study encourages educators to utilize creative media to integrate moral values into the teaching and learning process.
Perwujudan Cinta terhadap Bahasa Indonesia Melalui Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Anandari, Elisa; Prameswari, Jatut Yoga; Sumadyo, Bambang
Hortatori : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 1 (2025): Hortatori: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jh.v9i1.3865

Abstract

Tindakan komunikasi merupakan proses dalam penukaran ide, gagasan, pesan, dan interaksi sosial. Penerapan bahasa dalam komunikasi ini selalu menitikberatkan kepada penggunaan bahasa dan penerapan penggunaan bahasa oleh masyarakat sebagaimana teknologi dan informasi mempengaruhi perilaku bahasa penuturnya. Arus teknologi dan informasi yang begitu pesat memberikan dampak hebat bagi masyarakat penutur Bahasa Indonesia. Persoalan bangga dan cinta terhadap penggunaan bahasa tetap tidak diindahkan juga oleh masyarakat Indonesia itu sendiri. Globalisasi tentu memberikan berbagai dampak, tidak terkecuali terhadap bahasa dan penuturnya. Hal ini dapat diimbangi dengan meminimalisir pengaruh sifat mimikri terhadap bahasa dengan penanaman pendidikan karakter siswa di sekolah melalui pembelajaran bahasa Indonesia. Pendidikan karakter dapat menjadi solusi dalam kegiatan pembelajaran untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap bahasa Indonesia. Penggunaan bahasa yang lemah lembut, sopan santun, sistematis, teratur, jelas, dan lugas mencerminkan pribadi penutur yang baik dan berpendidikan. Jelaslah dengan melibatkan pendidikan karakter dalam pembelajaran bahasa Indonesia adalah hal sangat penting. Dengan demikian, maka cinta terhadap bahasa Indonesia melalui pendidikan karakter dalam pembelajaran bahasa Indonesia dapat diwujudkan dengan melibatkan pendidikan karakter dalam kegiatan belajar Bahasa Indonesia di kelas. Melalui kegiatan pembelajaran dengan mengajarakan terkait kesantunan berbahasa, norma berbahasa, dan contoh dalam kegiatan berbahasa melalui pemilihan diksi, penyesuaian bahasa dengan lawan tutur dan situasi tutur.
Penerapan Media Jengga Balok dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas IV SD Negeri 1 Jurug Sayekti, Hening Lilo; Sukartono, Sukartono
Hortatori : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 1 (2025): Hortatori: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jh.v9i1.4086

Abstract

Penerapan pembelajaran menggunakan media yang menarik tentu dapat mendukung peningkatan motivasi siswa untuk belajar sehingga suasana belajar menjadi tidak monoton terutama pembelajaran Bahasa Indonesia. Salah satu inovasi yang telah diterapkan adalah penggunaan media interaktif, seperti Jengga Balok, yang dirancang untuk membuat proses pembelajaran menjadi lebih menarik. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan perencanaan penerapan media Jengga Balok dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, 2) mendeskripsikan penerapan media Jengga Balok dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, 3) mendeskripsikan faktor pendukung dan faktor penghambat penerapan media Jengga Balok dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, dan 4) mendeskripsikan solusi untuk mengatasi faktor penghambat media Jengga Balok dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Desain penelitian ini adalah studi kasus dengan melibatkan informan yaitu 1 kepala sekolah, 1 orang guru, dan siswa kelas IV SD Negeri 1 Jurug. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Upaya uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Teknik analisis data menggunakan metode analisis data primer dan sekunder melalui hasil penelitian terdahulu berupa karya tulis yang sesuai dengan tema penelitian ini. Hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa penerapan pembelajaran dengan menggunakan media Jengga Balok sebagai sarana pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas IV SD Negeri 1 Jurug terlaksana dengan baik dan juga maksimal digunakan. Penelitian ini dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan metode pengajaran yang lebih menarik dan interaktif, serta mendukung guru dalam merancang strategi pengajaran yang lebih efektif. Selain itu, temuan penelitian ini dapat memberikan panduan bagi sekolah lain untuk mengintegrasikan media konkret ke dalam proses pembelajaran, sehingga meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan.
Perubahan Makna Kata pada Berita Olahraga di Laman Sindonews.com Amanda, Adhelia Putri; Siregar, Iskandarsyah; Rachmawati, Kurnia
Hortatori : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 1 (2025): Hortatori: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jh.v9i1.3683

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kata yang terindikasi mengalami perubahan makna kata dalam teks berita daring khususnya berita olahraga di laman Sindonews.com, serta mendeskripsikan jenis perubahan makna kata yang ditemukan dalam teks berita daring khususnya berita olahraga di laman Sindonews.com. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan objek penelitian yaitu laman berita olahraga di portal berita Sindonews.com. Teknik pengumpulan data yaitu dengan membaca berita dan mencari kata yang terindikasi mengalami perubahan makna, kemudian dianalisis dengan berdasarkan jenis perubahan makna yang berlandaskan dengan teori yang digunakan. Hasil yang diperoleh mengungkapkan bahwa terdapat 30 kata yang mengalmai perubahan makna. Diantaranya, 12 kata yang terindikasi mengalami perubahan makna meluas, perubahan makna menyempit terdapat 2 kata, dan 16 kata yang terindikasi mengalami perubahan total. Kata yang berubah dari makna aslinya bergantung pada konteks penggunaannya. Selain itu, perkembangan zaman yang menyebabkan banyak kata menjadi berubah makna juga merupakan faktor berubahnya makna suatu kata.
Ekspresif Religiositas Puisi "Doa Malam" Karya Joko Pinurbo: Semiotik Charles Sanders Peirce Murtini, Dwi Mei; Sudiatmi, Titik; Septiari, Wahyu Dini
Hortatori : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 1 (2025): Hortatori: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jh.v9i1.3694

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ekspresif makna religiositas puisi “Doa Malam” karya Joko Pinurbo yang melalui teori semiotik Charles Sanders Peirce. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Wujud data penelitian ialah kutipan pada puisi "Doa Malam" karya Joko Pinurbo. Teknik studi pustaka dan catat yang digunakan untuk mengumpulkan data. Teknik analisis data dalam penelitian kualitatif, dilakukan dengan cara mendeskripsikan fakta-fakta yang termasuk data penelitian kemudian dianalisis untuk memberikan penjelasan. Hasil penelitian menemukan bahwa tanda-tanda semiotik dalam puisi ini tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetis, tetapi juga sebagai sarana untuk mengkomunikasikan relasi pendoa dengan Tuhan secara mendalam. yang memungkinkan pembaca untuk merasakan kedalaman religiositas dari sudut pandang pendoa. Puisi ini mengingatkan kita bahwa religiositas dapat hadir dalam bentuk perenungan pribadi yang tidak selalu terlihat atau terucapkan. Melalui ikon yang melambangkan kedamaian alam, indeks yang menunjukkan kedekatan personal dengan Tuhan, dan simbol yang menggambarkan Tuhan sebagai sosok yang indah dan menenangkan, "Doa Malam" menciptakan ruang untuk mengalami religiositas yang mendalam. Dengan demikian, analisis semiotik ini memperlihatkan bahwa tanda-tanda dalam puisi bukan sekadar unsur estetika, melainkan cara bagi penyair untuk mengekspresikan makna religiositas yang tersembunyi di balik kata-kata. Peirce menunjukkan bahwa ikon, indeks, dan simbol memiliki peran yang saling melengkapi untuk menciptakan pemahaman religius yang lebih menyeluruh dalam karya sastra Melalui analisis ini, dapat disimpulkan bahwa teori semiotik Peirce memungkinkan interpretasi yang lebih komprehensif terhadap makna religiositas dalam puisi Joko Pinurbo, serta memperkaya pemahaman mengenai ekspresi religius yang dihadirkan dalam karya sastra.
Bahasa sebagai Media Pemersatu: Representasi Bahasa Indonesia dalam Membangun Toleransi di Komunitas Multietnis Afif, Muhammad; Junadi, Syafi’
Hortatori : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 1 (2025): Hortatori: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jh.v9i1.3673

Abstract

Bahasa sangat penting untuk mencapai keharmonisan dalam masyarakat multietnis. Selain itu, Indonesia memiliki keragaman bahasa dan budaya yang melimpah. Penelitian ini bertujuan untuk memahami representasi bahasa Indonesia sebagai alat yang membantu mengembangkan toleransi di masyarakat perkotaan, khususnya di kota Banyuwangi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan analisis data di masyarakat perkotaan di Banyuwangi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, dengan desain penelitian studi kasus. Penelitian menunjukkan bahwa bahasa Indonesia tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi tetapi juga sebagai simbol identitas nasional, menciptakan rasa persatuan di tengah perbedaan dalam masyarakat perkotaan. Penggunaan bahasa Indonesia dalam hubungan sosial dapat mengurangi kemungkinan konflik, meningkatkan pemahaman antara individu dari latar belakang budaya yang berbeda, dan memungkinkan diskusi yang mendalam. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa dukungan pendidikan, media, dan kebijakan pemerintah sangat memengaruhi upaya untuk meningkatkan toleransi melalui penggunaan bahasa Indonesia. Penelitian ini menekankan pentingnya memperkuat masyarakat Indonesia dan metode komunikasi di tingkat masyarakat. Penelitian ini juga memberikan bantuan praktis kepada pembuat kebijakan dalam menciptakan kebijakan bahasa yang komprehensif untuk mendukung keharmonisan sosial dalam masyarakat multietnis.
Transformasi Tradisi, Pendidikan Karakter, dan Internalisasinya dalam Jolenan di Dusun Ubalan, Kabupaten Malang Putri, Iva Dinda Rachma; Sukmawan, Sony
Hortatori : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 1 (2025): Hortatori: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jh.v9i1.3858

Abstract

Penelitian ini membahas transformasi tradisi Jolenan yang sarat nilai pendidikan karakter tetapi mengalami pergeseran seiring waktu. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk-bentuk transformasi yang terjadi serta mengkaji bagaimana nilai-nilai pendidikan karakter dalam tradisi ini dapat diinternalisasikan kepada generasi muda, khususnya melalui pembelajaran di sekolah. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain penelitian lapangan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai karakter dalam setiap prosesi Jolenan dapat dianalisis melalui teori Ki Hajar Dewantara serta Perpres No. 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (cipta, karsa, rasa). Transformasi budaya dianalisis menggunakan teori Levi-Strauss, meliputi perubahan dalam iringan musik, pertunjukan wayang, dan praktik gotong royong. Sebagai langkah internalisasi, tradisi Jolenan dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran Bahasa Indonesia melalui penugasan menulis teks eksposisi. Dengan bimbingan guru, kegiatan ini mampu menumbuhkan pemahaman dan kepekaan siswa terhadap nilai-nilai karakter dalam budaya lokal.
Multilingualisme Penamaan Toko di Margonda, Kota Depok, Jawa Barat: Kajian Lanskap Linguistik Purnama, Yogi; Anam, Ahmad Khoiril
Hortatori : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 1 (2025): Hortatori: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jh.v9i1.3827

Abstract

Penelitian ini mengkaji lanskap linguistik (LL) di Margonda, Kota Depok, dengan fokus pada pola penamaan toko yang mencerminkan dinamika sosial, budaya, dan politik masyarakat setempat. Menggunakan metode kualitatif dan analisis sosiolinguistik, data diperoleh melalui observasi langsung terhadap 53 papan nama toko di sepanjang jalan Margonda, yang diambil dalam periode satu bulan. Hasil analisis menunjukkan bahwa penamaan toko terbagi dalam tiga kategori: monolingual (39), bilingual (12), dan multilingual (2). Bahasa yang digunakan mencakup bahasa Indonesia, Inggris, Turki, Jepang, Aceh, dan Taiwan. Penemuan menunjukkan bahwa sekitar 40% dari toko di Margonda menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa utama, diikuti oleh tren peningkatan penggunaan nama-nama dalam bahasa asing yang diasosiasikan dengan modernitas dan daya tarik terhadap konsumen muda. Di samping itu, adanya pengaruh bahasa minoritas dalam penamaan toko juga mencerminkan identitas komunitas etnis tertentu serta upaya dalam mempertahankan kultur lokal di tengah arus globalisasi. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih dalam tentang LL sebagai cermin vitalitas etnolinguistik komunitas dan merekomendasikan studi lanjutan untuk memahami lebih jauh makna di balik penamaan toko serta dampaknya terhadap perkembangan ekonomi lokal. Dengan demikian, penelitian ini memperkaya diskursus dalam studi LL dan memberikan wawasan tentang bagaimana praktik bahasa di ruang publik dapat mencerminkan dan mempengaruhi hubungan sosial serta strategi ekonomi dalam konteks masyarakat yang multikultural.
Dominasi Lapisan Otak BAP Pencemaran Nama Baik di Kepolisian Perspektif Semiotika Kritis serta Implikasi Microlearning-nya Firmansyah, Erfi; Rafli, Zainal; Murthado, Fathiaty
Hortatori : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 1 (2025): Hortatori: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jh.v9i1.3498

Abstract

This study examines the dominance of the brain layers of the reporter and the accused in the Investigation Report (BAP) of the defamation case at Polda Metro Jaya with a critical semiotic perspective, as well as its implications in the application of micro-learning for learning Indonesian at the Senior High School (SMA) level. The dominance of the three brain layers—reptile, limbic, and neocortex—influences the way the reporter and the accused construct the narrative in the BAP. A critical semiotic approach is used to understand how these brain responses are reflected in word choice, sentence structure, and communication patterns in the BAP text. The results of the study indicate that the dominance of the reptilian brain more often causes defensive reactions, while the limbic layer strengthens emotional expression. Neocortex dominance, on the other hand, encourages a more logical and rational argumentation structure. Based on the analysis of the two reporters and two accused, it can be seen that in the first case, the reporter is dominant in the reptilian brain layer, while the accused tends to be dominant in the mammalian brain layer. In the second case, the reporter tends to be dominant in the mammalian brain layer, while the accused tends to be dominant in the neocortex brain layer. This study also suggests the application of micro-learning in Indonesian language learning in high schools so that students can understand and identify the construction of meaning and psychological context in legal language. With this understanding, it is expected that students will have better critical literacy skills in analyzing texts with complex social contexts.
Legenda dalam Buku Kumpulan Cerita Rakyat Indramayu: Kajian Unsur Budaya Alfien, Moh Fajrul; Andayani, Andayani; Sumarwati, Sumarwati
Hortatori : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 1 (2025): Hortatori: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jh.v9i1.3715

Abstract

Legenda yang terdapat di Kabupaten Indramayu merupakan khazanah tradisi lisan yang memuat banyak unsur kebudayaan lokal. Saat ini, legenda-legenda tersebut tidak mendapat tempat yang layak di tengah masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi unsur budaya dalam lima legenda yang terdapat di Indramayu. Penelitian ini memakai metode kualitatif dengan pendekatan analisis isi. Data dalam penelitian ini berupa unsur budaya dalam lima legenda di Kabupaten Indramayu. Sumber data dalam penelitian ini berupa dua buku kumpulan cerita rakyat Indramayu. Teknik purposive sampling digunakan untuk mengambil sampel penelitian berupa buku kumpulan cerita rakyat. Data dikumpulkan dengan analisis dokumen. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan metode. Data dianalisis dengan teknik interaktif yang meliputi pengumpulan data, display data, kondensasi data,  dan penarikan simpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lima legenda yang terdapat di Indramayu memuat tujuh unsur kebudayaan meliputi: (1) penggunaan bahasa jawa dialek Indramayu; (2) sistem pengetahuan berupa pengetahuan membuka lahan, sistem irigasi, sayembara, dan penamaan suatu tempat; (3) sistem organisasi sosial berupa kerajaan dan padukuhan; (4) sistem peralatan hidup berupa perahu, weluku, kentongan, dan senjata keris; (5) sistem mata pencaharian berupa petani, nelayan, dan tabib; (6) sistem religi berupa kepercayaan terhadap keesaan Tuhan dan kepercayaan pada hal gaib; serta (7) tradisi berupa Ngarot, Sedekah Bumi, dan kesenian wayang kulit. Ketujuh unsur kebudayaan tersebut merepresentasikan asal-usul dan perkembangan budaya masyarakat Indramayu.