cover
Contact Name
Zikri Fachrul Nurhadi
Contact Email
zikri_fn@uniga.ac.id
Phone
+6289517692123
Journal Mail Official
zikri_fn@uniga.ac.id
Editorial Address
https://medikom.fkominfo.uniga.ac.id/index.php/medikom/pages/view/EditorialTeam Jln. Raya Samarang No. 52A Garut
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Media Pengabdian Komunikasi
Published by Universitas Garut
ISSN : -     EISSN : 28096665     DOI : https://doi.org/10.52434/medikom.v3i1.38
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Media Pengabdian Komunikasi, diterbitkan dua kali setahun (Desember dan Juni). Jurnal ini berfokus pada hasil pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan, sosialisasi, pelatihan dan pemberdayaan masyarakat yang memiliki nilai kebaruan dalam bidang ilmu komunikasi atau rumpun ilmu social humaniora. Lingkup jurnal ini termasuk topik yang dibahas pada komunikasi bisnis, UMKM, komunikasi social, komunikasi kesehatan, komunikasi pendidikan, literasi media. Publikasi jurnal pengabdian ini bertujuan untuk menyebarluaskan pemikiran atau gagasan konseptual dan hasil penelitian yang telah dicapai di bidang pengabdian kepada masyarakat.
Articles 63 Documents
Pelatihan Jurnalistik bagi Organisasi Masyarakat Satria Sunda Sakti Olih Solihin; Zikri Fachrul Nurhadi; Yuni Mogot
Jurnal Media Pengabdian Komunikasi Vol 1, No 2 (2022): Jurnal Media Pengabdian Komunikasi
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (714.517 KB) | DOI: 10.52434/medikom.v1i2.15

Abstract

Organisasi Kemasyarakatan Satria Sunda Sakti mempunyai portal media online yang berfungsi sebagai salah satu media sosialisasi organisasi, sekaligus juga sebagai saluran media berita umum. Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat pada organisasi ini adalah memberikan pelatihan penulisan berita di media online. Metode pelatihan dilaksanakan melalui Zoom Meeting, dihadiri oleh 20 peserta. Pelaksanaan pelatihan dimulai dengan pemberian materi, praktek penulisan berita, dan diskusi hasil pelatihan menulis, dan evaluasi. Hasil kegiatan ini adalah pemetari memberikan pemahaman tentang sejarah singkat internet, sejarah media online, jurnalisme online, penulisan berita stright news dan dan berita feature. Simpulan, para peserta mendapatkan pemahaman tentang materi serta kemampuan membuat tulisan pada media online. Kata Kunci: Media Online, Satria Sunda Sakti 
Edukasi Teknologi Komunikasi dan Informasi di Desa Simpen Kidul Limbangan Garut Haryadi Mujianto; Ridwan Mustopa
Jurnal Media Pengabdian Komunikasi Vol 3, No 1 (2023): Jurnal Media Pengabdian Komunikasi
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.885 KB) | DOI: 10.52434/medikom.v3i1.42

Abstract

Teknologi komunikasi meningkatkan kualitas hidup masyarakat di seluruh dunia. Aktifitas di bidang pendidikan, kesehatan, bisnis maupun hiburan dipermudah aksesnya dengan dukungan teknologi. Desa Simpen Kidul merupakan desa yang memiliki banyak potensi ekonomi yang terpendam. Sumber daya alam yang melimpah tersebar di Desa Simpen Kidul seperti beras, jagung, kunyit, kacang tanah, ketela pohon, tomat, ternak sapi, ayam kampung, ayam ras, itik, kambing, domba dan kerbau serta lele. Jumlah angkatan kerja yang kurang memadai membuat pemanfaatan sumber daya alam tersebut menjadi tidak terkelola dengan maksimal. Selain itu, kurangnya penguasaan masyarakat terhadap teknologi juga menjadi permasalahan dalam kegiatan ini. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi mengenai pemanfaatan teknologi komunikasi. Teknologi ini dapat digunakan dalam berbagai hal yang positif seperti contohnya dalam hal promosi dan penjualan. Bahan yang digunakan yaitu materi edukasi pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi dengan metode yang digunakan yaitu seminar dan pelatihan berupa ceramah dan praktik secara langsung. Hasil pengabdian kepada masyarakat serta kontribusi  pengabdian kepada masyarakat di Desa Simpel Kidul yaitu bertambahnya pengetahuan dan wawasan masyarakat mengenai pemanfaatan teknologi komunikasi guna mendukung perkembangan kehidupan masyarakat.
Bahasa Inggris Sebagai Media Komunikasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing Muhamad Hilman Firmansyah; Feri Purnama
Jurnal Media Pengabdian Komunikasi Vol 1, No 1 (2021): Jurnal Media Pengabdian Komunikasi
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.846 KB) | DOI: 10.52434/medikom.v1i1.7

Abstract

AbstrakPengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu tugas yang termuat dalam tridarma perguruan tinggi. Sebagai salah satu bentuk implementasi pengabdian kepada masyarakat, penulis menyelenggarakan kegiatan pembelajaran Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing (BIPA) yang menyasar para ekspatriat yang berada di lingkungan PT. Changsin Reksa Jaya Leles Garut. Dalam kegiatan pembelajaran tersebut penulis bertindak sebagai pengajar yang menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa instruksional atau alat komunikasi utama pada saat kegiatan pembelajaran. Tujuan utama kegiatan pengabdian dalam bentuk pembelajaran BIPA ini adalah untuk membekali para ekspatriat yang berada di lingkungan PT. Changsin Reksa Jaya, Leles Garut, wawasan, pengetahuan dan praktik langsung Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi primer para karyawan yang bekerja di sana. Kegiatan pengabdian melalui pembelajaran bahasa ini diharapkan para ekspatriat yang memegang posisi top management mampu berkomunikasi langsung baik secara lisan maupun tulisan dengan para karyawannya yang mayoritas kurang mampu menguasai Bahasa Inggris lisan maupun tulisan. Untuk mengukur efektivitas kegiatan ini, penulis memilih metode subjek tunggal (single-subject design). Metode eksperimen subjek tunggal dipilih karena responden yang diteliti mempunyai jumlah yang terbatas, yakni sekitar 3-5 orang. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa (1) pelaksanaan pembelajaran BIPA dengan menggunakan Bahasa Inggris sebagai alat komunikasi selama pembelajaran efektif memfasilitasi interaksi antara pembelajar dan pengajar, (2) Bahasa Inggris yang digunakan sebagai Bahasa instruksional dalam pembelajaran BIPA efektif meningkatkan kemampuan pemproduksian kalimat bahasa Indonesia ketiga pembelajar walaupun tiap-tiap pembelajar memiliki tipe kesulitan yang beragam.Kata-kata Kunci: Bahasa Inggris; Media Komunikasi, BIPA. Abstract Community service is one of the tasks in tridharma (main duties) of higher education. As a form of community service implementation, the writer organized Indonesian Language Learning for Foreign Speakers (BIPA) activities targeting expatriates who are in Changsin Reksa Jaya Ltd, Leles Garut. In the learning activities, the writer roled as a teacher who used English as an instructional language or the main communication media during learning activities. The main objective of BIPA learning service is to equip expatriates around Changsin Reksa Jaya Ltd, Leles Garut, insight, knowledge and hands-on practice of Indonesian as the primary communication mean for the employees who work there. Through this service activity the expatriates holding top management positions there are able to communicate with their employees in the terms of spoken and written English, in fact majority of them have less proficiency level of Indonesian language. To measure the effectiveness of this activity, the authors chose the single-subject design method. The single-subject experimental method was chosen because the respondents studied had a limited number, which was about 3-5 people. The results of the service show that (1) the implementation of BIPA learning by using English as a communication tool during learning effectively facilitates interaction between students and teacher, (2) English which is used as an instructional language in BIPA learning is effective in increasing the ability to produce Indonesian sentences for the three learners although each learner has a different type of difficulty. Keywords: English; Communication Media, BIPA.
Pemanfaatan Media Sosial pada Pengembangan UMKM Desa Wisata Kepuh, Kabupaten Cirebon Farida Hariyati; Abdul Khohar; Muhammad Azidan
Jurnal Media Pengabdian Komunikasi Vol 2, No 2 (2022): Jurnal Media Pengabdian Komunikasi
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.714 KB) | DOI: 10.52434/medikom.v2i2.33

Abstract

Abstract Cirebon is one of the cities in West Java Province which has potential and is a local and culinary tourism destination that is widely known to the public. In addition to the tourist icons that have surfaced, several villages in Cirebon also have tourism potential, such as in Kepuh Village, Palimanan District. Kepuh Village has tourist destinations such as Raden Benadi Park which has the potential to become a local tourist spot, in addition to food products from MSMEs such as rangginan, banana chips, and various processed cassava. The potential for tourism through the development of rural MSMEs can be well recognized by the public if the management is carried out creatively and utilizes social media. The media is able to build images, display visuals, audio and informative messages, entertain and invite audience curiosity with well-managed posts. Regarding the development of tourist villages through the use of social media, lecturers and students of the UHAMKA Communication Studies Study Program conducted outreach and training as part of the Collaborative Student Work Lecture Program (KKM) coordinated by the Muhammadiyah University of Cirebon (UMC) with Muhammadiyah universities in Central Java, Java. Barat, and DKI Jakarta will implement the Merdeka Campus Program for Tourism Villages in achieving the Sustainable Development Goals (SDGs). This activity provides benefits for MSME actors in Kepuh Village by gaining skills in creating social media accounts, practicing making photo posts with interesting angles, as well as captions that can invite readers so they are interested in exploring further.Key words: Branding; tourist villages; social media; UMKM.   AbstrakCirebon merupakan salah satu kota di Provinsi Jawa Barat yang memiliki potensi dan menjadi salah satu tujuan wisata lokal dan kuliner yang banyak dikenal masyarakat. Di samping ikon-ikon wisata yang telah mengemuka, beberapa desa di Cirebon juga memiliki potensi wisata seperti di Desa Kepuh, Kecamatan Palimanan. Desa Kepuh memiliki destinasi wisata seperti Taman Raden Benadi yang berpotensi menjadi tempat wisata lokal, disamping produk makanan dari UMKM seperti rangginan, keripik pisang, dan aneka olahan singkong. Potensi pariwisata melalui pengembangan UMKM desa dapat dikenal dengan baik oleh khalayak jika pengelolaannya dilakukan secara kreatif dan memanfaatkan media sosial. Media mampu membangun citra, menampilkan visual, audio, dan pesan-pesan informatif, menghibur, dan mengundang rasa ingin tahu khalayak dengan postingan yang dikelola dengan baik. Berkaitan dengan pengembangan desa wisata melalui pemanfaatan media sosial, dosen dan mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi UHAMKA melakukan sosialisasi dan pelatihan sebagai bagian dari Program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kolaboratif yang dikoordinatori oleh Universitas MuhammadiyahCirebon (UMC) bersama perguruan tinggi muhammadiyah di Jawa Tengah, Jawa Barat, dan DKI Jakarta akan melaksanakan Program Kampus Merdeka untuk Desa Wisata dalam mencapai Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan memberikan manfaat bagi para pelaku UMKM di Desa Kepuh dengan mendapatkan ketrampilan membuat akun media sosial, berlatih membuat postingan foto dengan angle yang menarik, serta caption yang mampu mengundang pembaca sehingga tertarik menelusuri lebih lanjut.Kata kata kunci: Branding; desa wisata; media sosial; UMKM.
Mengembangkan UMKM Desa Keresek Melalui Pemasaran Digital Di Masa Pandemi Covid-19 Iis Zilfah Adnan; Lulu Afiani; Riesal Allawiyah; Kharisma Shanov; Siti Nendah Sulaeman; Ai Pina Wahyuni
Jurnal Media Pengabdian Komunikasi Vol 2, No 2 (2022): Jurnal Media Pengabdian Komunikasi
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.375 KB) | DOI: 10.52434/medikom.v2i2.29

Abstract

Abstract Knowledge of digital marketing and the ability to market products through digital-based media is very necessary given the regulations on social restrictions issued by the government. Today's technology continues to grow and the benefits of using the internet are felt for the users. Some people feel dependent on the existence of the internet, including the activities of Micro, Small and Medium Enterprises (SMEs) in utilizing information technology to run their business, especially in the era of the ASEAN Economic Community (AEC). With an understanding of using digital media to market products (Digital Marketing) it will make it easier for Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) to do marketing easily. Garut University KKN students are encouraged to market Tiktuk Gatra through social media, one of which is Instagram, Facebook, YouTube, and WhatsApp. The type of research carried out is qualitative and uses descriptive methods, where the author will describe or describe as a whole what is obtained in the field and what is obtained from scientific journals. The results obtained from the research carried out are the condition of the community that is still minimal in marketing through online media, there are still many people who are not obedient to the health protocol, KKN students help to market MSMEs through social media, KKN students get a positive response from micro and small business actors and from consumers who are interested in the advertisements that are made. Keywords: Covid-19; digital; pemasaran; UMKM. Abstrak Pengetahuan tentang digital marketing dan kemampuan memasarkan produk melalui media berbasis digital sangat diperlukan mengingat adanya peraturan tentang pembatasan sosial yang dikeluarkan oleh pemerintah. Teknologi saat ini terus berkembang dan manfaat penggunaan internet terasa bagi para pemakainya. Beberapa orang merasa ketergantungan dengan adanya internet, termasuk aktivitas Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UKM) dalam memanfaatkan teknologi informasi untuk menjalankan usahanya khususnya pada era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Tujuan dari pengabdian ini adanya pemahaman menggunakan media digital untuk memasarkan produk (Digital Marketing) akan memudahkan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam melakukan pemasaran dengan mudah. Mahasiswa KKN Universitas Garut terdorong untuk memasarkan tiktuk gatra melalui media sosial salah satunya, instagram, facebook, youtube, dan wa. Jenis pengabdian yang di lakukan adalah kualitatif dan menggunakan metode deskriptif, di mana penulis akan mendeskripsikan atau menjabarkan secara keseluruhan apa yang di dapatkan di lapangan dan apa yang di dapat dari jurnal ilmiah. Hasil yang didapatkan dari pengabdian ini adalah kondisi masyarkat yang masih minim akan pemasaran melalui media online, masih banyak masyarakat yang kurang patuh terhadap protocol kessehatan, mahasiswa KKN membantu untuk memasarkan UMKM melalui social media, mahasiswa KKN mendapat respons positif dari Pelaku usaha mikrokecil dan dari konsumen yang tertarik atas iklan yang di buat.Kata-kata kunci: Covid-19; digital; marketing; UMKM.
Komunikasi Efektif Motivator Ketahanan Keluarga Dalam Pemberdayaan Masyarakat Rini Rinawati; Ferry Darmawan; Dedeh Fardiah; Nia Kurniati
Jurnal Media Pengabdian Komunikasi Vol 1, No 2 (2022): Jurnal Media Pengabdian Komunikasi
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (667.416 KB) | DOI: 10.52434/medikom.v1i2.24

Abstract

Abstract Family Resilience Motivator (Motekar) is a Motivator who has the task of assisting the government in building family resilience, especially in West Java. Motekar workers have a very strategic role in realizing family resilience. The role of the motekar power is as an "empowerer" who in himself has the ability in the form of aspects: cognitive, affective, and psychomotor. Therefore, Motekar must have the capacity and capability to run a business in increasing family resilience, especially in terms of physical, economic, socio-cultural and environmental vulnerabilities. This service is carried out with the aim of providing understanding and knowledge and effective communication skills for family resilience motivators in community empowerment activities through an effective communication approach. The service is carried out using the lecture method, discussion or question and answer, and simulation or practical assistance. To see the level of knowledge before and after the implementation of the pretest and posttest activities. The results of the implementation of the implementation of family resilience motivators experienced a significant increase in knowledge about the material or information provided. Prior to the implementation of the Motekar service, knowledge was low until now, while after the provision of material knowledge increased in the medium and high categories. This shows that the material delivered is effective in increasing the knowledge and skills of motivators for family resilience to be more effective. The implications of the results of this service can contribute directly in the fields of economic resilience, socio-culture and a healthier environment. Keywords: Effective         communication;      family          resilience;    foster           family; empowerment; motekar.  Abstrak Motivator Ketahanan Keluarga (Motekar) adalah Tenaga Motivator yang memiliki tugas membantu pemerintah dalam rangka membangun ketahanan keluarga khususnya di Jawa Barat. Tenaga motekar memiliki peran yang sangat strategis dalam mewujudkan ketahanan keluarga. Peran tenaga motekar tersebut adalah sebagai “pemberdaya” yang pada dirinya memiliki kemampuan berupa aspek: kognitif, afektif, dan psikomotorik. Oleh karena itu, motekar harus memiliki kapasitas dan kapabilitas menjalankan tugasnya dalam meningkatkan ketahanan keluarga, terutama pada keluarga yang mengalami kerentanan fisik, ekonomi, sosial budaya dan lingkungan. Pengabdian ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan dan keterampilan komunikasi efektif bagi tenaga motivator ketahanan keluarga dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan komunikasi yang efektif. Pengabdian dilakukan dengan menggunakan metode ceramah, diskusi atau tanya jawab, dan simulasi atau pendampingan praktek. Untuk melihat tingkat pengetahuan sebelum dan setelah pelaksanaan kegiatan digunakan pretest dan postest. Hasil dari pelaksanaan pengabdian memperlihatkan bahwa tenaga motivator  ketahanan keluarga mengalami peningkatan pengetahuan yang cukup signifikan mengenai materi atau informasi yang diberikan. Sebelum dilaksanakan pengabdian motekar memiliki pengetahuan yang rendah sampai sedang, sementara setelah dilakukan pemberian materi pengetahuan meningkat pada kategori sedang dan tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa materi yang disampaikan efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan motivator ketahanan keluarga menjadi lebih efektif. Implikasi dari hasil pengabdian ini dapat memberikan konstribusi secara langsung dalam bidang ketahanan ekonomi, social budaya dan lingkungan yang lebih sehat.Kata-kata kunci: Komunikasi efektif; ketahanan keluarga; keluarga binaan; pemberdayaan; motekar.
Literasi Stunting Dalam Rangka Pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Nasional Di Desa Cijolang Kabupaten Garut Chotijah Fanaqi; Rosanti Utami Dewi; Herdandi Dikri; Hani Handitri
Jurnal Media Pengabdian Komunikasi Vol 3, No 1 (2023): Jurnal Media Pengabdian Komunikasi
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.463 KB) | DOI: 10.52434/medikom.v3i1.41

Abstract

Stunting merupakan masalah kurang gizi pada anak yang saat ini masih belum terurai di Indonesia, khususnya di Kabupaten Garut. Karena stunting merupakan masalah kesehatan yang perlu segera diatasi sehingga pengentasannya perlu dilakukan, salah satunya melalui literasi stunting. Tujuan literasi stunting melalui penyuluhan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama ibu rumah tangga tentang pentingnya keseimbangan gizi bagi balita yang ada di Desa Cijolang Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut. Kegiatan literasi stunting ini bertepatan dengan Bulan Imunisasi Anak Nasional yang diselenggarakan pemerintah secara serentak di berbagai daerah di Indonesia yang pelaksanaannya di Pula Jawa dan Bali dilaksanakan secara serentak selama bulan Agustus 2022. Stunting adalah keadaan di mana anak mengalami gagal tumbuh akibat dari penyerapan gizi yang terhambat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode ceramah, Tanya jawab, diskusi, simulasi dan praktek. Hasil observasi yang didapat dari  proses BIAN (Bulan Imunisasi Anak Nasional) adalah setelah diukur tinggi dan berat badan  anak didapatkan data jumlah anak yang stunting di Desa Cijolang berjumlah 175 anak. Artinya di Desa Cijolang masih tinggi jumlah anak yang stunting, sehingga dibutuhkan literasi stunting di masyarakat. Metode kegiatan literasi stunting meliputi penyuluhan melalui ceramah atau penyuluhan, tanya-jawab, serta praktek pemeriksaan Kesehatan bagi balita. Hasil dari literasi stunting ini dianggap berhasil karena menunjukkan antusiasme yang tinggi dari masyarakat. Hal itu terbukti dengan banyaknya masyarakat yang mau berpartisipasi pada kegiatan penyuluhan, serta sikap yang menunjukkan keterbukaan dari peserta penyuluhan tentang kondisi gizi dan stunting di lingkungan mereka.
Edukasi Penerapan Protokol Kesehatan Dalam Upaya Memutus Penularan Covid-19 Di Desa Wanamekar Kabupaten Garut Achmad Wildan Kurniawan; Andri Nugraha; Putri Mutiara Sari
Jurnal Media Pengabdian Komunikasi Vol 1, No 1 (2021): Jurnal Media Pengabdian Komunikasi
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.29 KB) | DOI: 10.52434/medikom.v1i1.13

Abstract

 AbstrakCoronavirus adalah suatu virus yang mudah tersebar dari satu tempat ke tempat lainnya maka dari itu perlunya menjaga diri dengan menuruti anjuran protokol kesehatan yang sudah dianjurkan. Protokol kesehatan tersebut bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari agar mengurangi penyebaran coronavirus. Ada berbagai macam protokol kesehatan yang harus diterapkan seperti menjaga jarak, mencuci tangan setelah bepergian dan lain sebagainya. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberikan edukasi pentingnya sebagai warga masyarakat khususnya Desa Warnamekar untuk sadar untuk mematuhi protocol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Metode pelaksanaan dilakukan dengan terjun langsung ke lapangan berupa kegiatan penyemprotan disinfektan, pembagian masker gratis, bersih-bersih masjid, pengadaan hand sanitizer dan sabun cuci tangan serta pembuatan baliho dan poster yang dipasang di lingkungan pasar dan tembok masjid. Hasil pengabdian ini meningkatnya pengetahuan masyarakat tentang pentingnta protocol kesehatan pada masa pandemi Covid 19 yang sedang kita hadapi bersama, masyarakat juga lebih peka terhadap pentingnya hidup sehat serta tidak pernah bosan untuk terus melakukan standar protokol kesehatan.Kata-kata kunci: Corona virus; protokol kesehatan; kuliah kerja nyata. Abstract Coronavirus is a virus that easily spreads from one place to another, therefore it is necessary to take care of yourself by following the recommended health protocols. These health protocols can be applied in everyday life to reduce the spread of the coronavirus. There are various health protocols that must be implemented such as maintaining distance, washing hands after traveling and so on. The purpose of this service is to provide education on the importance of being citizens of the community, especially in Warnamekar Village, to be aware of complying with the health protocols set by the government. The implementation method is carried out by going directly to the field in the form of spraying disinfectants, distributing free masks, cleaning mosques, procuring hand sanitizers and hand washing soap as well as making billboards and posters that are installed in the market environment and mosque walls. The results of this service increase public knowledge about the importance of health protocols during the Covid 19 pandemic that we are facing together, people are also more sensitive to the importance of healthy living and never get bored of continuing to follow health protocol standards. Keywords: Corona virus; health protocols; Community Service Program.
Sosialisasi Pentingnya Ekonomi Desa Melalui Terselenggaranya Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa Nuraeni Nuraeni; Dhina Khoerunisa; Melly Merianti; Amanda Gunawan
Jurnal Media Pengabdian Komunikasi Vol 2, No 2 (2022): Jurnal Media Pengabdian Komunikasi
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.893 KB) | DOI: 10.52434/medikom.v2i2.27

Abstract

Abstract Media to bridge the world of education with the community can also be called Community Service activities (PKM). The use of technology and the role of government in the era of globalization is one of the pilot projects that can be used as opportunities to improve people's welfare through entrepreneurship opportunities. This service aims for Community Empowerment through Socialization of Village Owned Enterprise Management (BUMDes) for village officials and BUMDes managers as a basis for improving abilities both individually and as village institutions in Rancadaka Village, Subang Regency. The method used is qualitative research methods and data collection techniques using interview techniques with BUMDes managers and village governments, direct observations in the field and literature studies using related journals, books. Based on the problems found, the problem-solving framework carried out through this Community Service activity is the Socialization of the Management of Village Owned Enterprises (Bumdes) in Rancadaka Village, Rancadaka District which has the potential to drive the wheels of the village economy and be able to improve the welfare of the village community. The purpose of this service is empowerment. the community through the Socialization of the Management of Village Owned Enterprises (BUMDes), so that BUMDes managers have the ability to carry out targeted programs so that they can be accounted for in accordance with applicable regulations, especially in Rancadaka Village, Pusakanagara District, Subang Regency. The hope in the future is that a follow-up action is needed by the Regional Government and all related parties to explore the potentials that exist in the region. Keywords: Bumdes; economy; management; rancadaka.  Abstrak  Media untuk menjembatani dunia Pendidikan dengan masyarakat bisa disebut juga kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Pemanfaatan teknologi dan peran pemerintah dalam era globalisasi menjadi salah satu pilot proyek yang dapat dijadikan peluang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peluang berwirausaha. Pengabdian ini bertujuan untuk Pemberdayaan Masyarakat melalui Sosialisasi Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) bagi aparatur desa dan Pengelola BUMDes sebagai dasar untuk meningkatkan kemampuan baik secara individu maupun secara lembaga desa di Desa Rancadaka Kabupaten Subang. Metode yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif serta teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dengan pengelola BUMDes serta pemerintahan desa, observasi secara langsung ke lapangan serta studi literatur yang menggunakan jurnal, buku, yang terkait. Berdasarkan permasalahan yang ditemukan, maka kerangka pemecahan masalah yang dilakukan melalui kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat ini adalah Sosialisasi Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Desa Rancadaka Kecamatan Rancadaka yang berpotensi menggerakkan roda perekonomian desa dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Hasil dari pengabdian ini adalah pemberdayaan masyarakat melalui Sosialisasi Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), sehingga pengelola BUMDes memiliki kemampuan dalam menjalankan program yang tepat sasaran agar bisa dipertanggungjawabkan sesuai dengan aturan yang berlaku, khususnya di Desa Rancadaka Kecamatan Pusakanagara Kabupaten Subang. Harapan ke depan tentunya diperlukan tindak lanjut oleh Pemerintah Daerah dan semua pihak yang terkait untuk menggali potensi-potensi yang ada di wilayah tersebut.Kata-kata kunci: Bumdes; ekonomi; manajeme; rancadaka.
Pengembangan Pemasaran Produk Kulit melalui Teknologi Digital di Masa Pandemi Covid 19 di Sukaregang Kabupaten Garut Novie Susanti Suseno; Adinda Lestari; Sistha Drana Sofyan; Ima Nurbayani; Khopiva Sri Yulianti
Jurnal Media Pengabdian Komunikasi Vol 1, No 1 (2021): Jurnal Media Pengabdian Komunikasi
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.663 KB) | DOI: 10.52434/medikom.v1i1.9

Abstract

Abstrak Kota Wetan merupakan kelurahan yang mayoritas masyarakatnya bekerja sebagai pengrajin kulit seperti kulit sapi, kulit domba dan kulit kerbau. Hasil olahan kulit tersebut dimanfaatkan menjadi produk yang bernilai tinggi. Hasil olahan kulitnya dapat berupa jaket kulit, tas kulit, sepatu kulit dan masih banyak lagi. Pemasaran online saat ini telah menjadi tren untuk melakukan promosi, meningkatkan jumlah pelanggan baru untuk memperluas pasar, dan mempertahankan loyalitas pelanggan lama untuk meningkatkan volume penjualan. Tujuan pengabdian ini untuk membantu Toko Raflesia dalam memanfaatkan teknologi internet di bidang jual beli berbasis online (Whatsapp, Instagram dan Shopee) serta memperbaiki cara pengemasan produk agar lebih menarik. Tujuan tersebut dicapai melalui pelatihan pengelolaan dan memberikan pengarahan, pemahaman betapa pentingnya promosi produk menggunakan media internet. Serta melakukan pendampingan pelatihan pemasaran menggunakan sosial media dan E-Commerce sebagai bentuk promosi produk. Hasil dari kegiatan pengabdian ini membawa implikasi peningkatan pengetahuan dan keterampilan Toko Raflesia dalam mengembangkan elektronik marketing, meningkatkan kemampuan pemasaran secara online, meningkatkan keterampilan dalam proses pengemasan produk serta meningkatkan pendapatan bagi toko tersebut.Kata-kata kunci: Pemasaran online; pengembangan pengemasan produk; teknologi digital; sukaregang leather industry. Abstract Kota Wetan is a village where the majority of the people work as craftsmen of leather such as cowhide, sheepskin and buffalo skin. The processed skin products are used to become high-value products. Processed leather products can be in the form of leather jackets, leather bags, leather shoes and many more. Today's online marketing has become a trend for promotion, increasing the number of new customers to expand the market, and maintaining old customer loyalty to increase sales volume. The purpose of this activity is to help Raflesia Shop in utilizing internet technology in the field of online-based buying and selling (Whatsapp, Instagram and Shopee) as well as perfecting product packaging to make it more attractive. This goal is achieved through management training and providing direction, understanding the importance of product promotion using internet media. As well as providing marketing training assistance using social media and E-Commerce as a form of product promotion. The results of this activity have implications for increasing the knowledge and skills of Rafflesia Store in developing electronic marketing, increasing online marketing capabilities, increasing skills in the product packaging process and increasing revenue for the store. Keywords: Online-Marketing; product packaging improvement; digital technology; sukaregang leather industry.Â