cover
Contact Name
Zikri Fachrul Nurhadi
Contact Email
zikri_fn@uniga.ac.id
Phone
+6289517692123
Journal Mail Official
zikri_fn@uniga.ac.id
Editorial Address
https://medikom.fkominfo.uniga.ac.id/index.php/medikom/pages/view/EditorialTeam Jln. Raya Samarang No. 52A Garut
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Media Pengabdian Komunikasi
Published by Universitas Garut
ISSN : -     EISSN : 28096665     DOI : https://doi.org/10.52434/medikom.v3i1.38
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Media Pengabdian Komunikasi, diterbitkan dua kali setahun (Desember dan Juni). Jurnal ini berfokus pada hasil pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan, sosialisasi, pelatihan dan pemberdayaan masyarakat yang memiliki nilai kebaruan dalam bidang ilmu komunikasi atau rumpun ilmu social humaniora. Lingkup jurnal ini termasuk topik yang dibahas pada komunikasi bisnis, UMKM, komunikasi social, komunikasi kesehatan, komunikasi pendidikan, literasi media. Publikasi jurnal pengabdian ini bertujuan untuk menyebarluaskan pemikiran atau gagasan konseptual dan hasil penelitian yang telah dicapai di bidang pengabdian kepada masyarakat.
Articles 63 Documents
Pelatihan Digital Branding Kampung Wisata Bagi Kompepar Kampung Pulo Geulis Bogor Farida Hariyati; Yulia Rahmawati; Deni Adha Akbari
Jurnal Media Pengabdian Komunikasi Vol 3, No 1 (2023): Jurnal Media Pengabdian Komunikasi
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.572 KB) | DOI: 10.52434/medikom.v3i1.38

Abstract

The Tourism Driving Group (Kompepar) is one of the community groups committed to support the government in developing tourism based on local wisdom. Kompepar Pulo Geulis consists of residents of the Pulo Geulis community who have concern and responsibility and play a role as a driving force in supporting the creation for the growth and development of tourism, as well as its benefits for people's welfare. Pulo Geulis is one of the ethnic tourism village that promotes tolerance for diversity. Despite their different beliefs, the people of Pulo Geulis live in harmony and respect one another. The people concern for diversity by maintaining tolerance between religious communities. This can be seen in the historical heritage that is still standing strong and as a witness of the religious harmony of the people around Pulo Geulis, namely the Maha Brahma Temple or Pan Kho Temple. Nevertheless, the branding of Pulo Geulis as an ethnic and tolerance tourism destination, has not been supported by the ability of its members of Kompepar Pulo Geulis, to communicate digitally to introduce their region. Therefore, the UHAMKA community service team held a training of digital branding for tourism village. This program aimed to strengthen digital branding understanding and practices among Kompepar members through digital communication media and plan several strategies for increasing the branding of Pulo Geulis. The methods used in this community service were observation, discussion, training, implementation and evaluation. The results showed some implementation of digital branding through digital media, namely website, Instagram, and YouTube.
Peran Jurnalisme Warga Dalam Mempromosikan Potensi Desa Bojong Kecamatan Bungbulang Kabupaten Garut Fanaqi, Chotijah; Nuralam, Wanda Insan; Azriel, Maharaya
Jurnal Media Pengabdian Komunikasi Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Media Pengabdian Komunikasi
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/medikom.v4i1.284

Abstract

Abstract The ease of internet access for the public has not been accompanied by the ability to use it constructively. Citizen journalism programs can be a means of using the internet, especially through social media, to encourage village potential. The existence of the Internet has stimulated renewed interest in the practice of citizen journalism. This service activity provides material and practice of citizen journalism in Bojong Village, Bungbulang District, Garut Regency which utilizes blogs and social media to promote village potential. The aim of this service is to present a model for using social media as a citizen journalism practice to promote village potential. The service method uses several approaches including lectures, questions and answers, discussions, and writing practice. The results of the service show that the citizen journalism program is in line with efforts to promote village potential, especially in the fields of culture, arts and the environment. Citizen journalists use the term "Story of Change" as an indicator of their efforts to empower the community, especially young people who have a high interest in using their social media. These changes are driven by public opinion created through three branches of publishing strategy, namely to inform, to promote, and to advocate. Change will be created through the involvement of the government, the private sector and the wider community, both through official government policies and through support from public funds (crowdfunding). The conclusion of this service is that community empowerment occurs both individually and socially. Individually, students who gain citizen journalism skills feel more confident in exploring their ideas and knowledge. Meanwhile, socially, the ability to write becomes a tool for mobilizing community power in an effort to create public opinion in the media.   Keywords: Citizen journalism; media; village potential; social; social media.  AbstrakKemudahan akses internet bagi masyarakat belum dibarengi dengan kemampuan memanfaatkannya secara konstruktif. Program jurnalisme warga dapat menjadi sarana pemanfaatan internet, khususnya melalui media sosial, untuk mendorong potensi desa. Keberadaan Internet telah merangsang minat baru terhadap praktik jurnalisme warga. Kegiatan Pengabdian ini memberikan Materi dan praktik jurnalisme warga di Desa Bojong Kecamatan Bungbulang Kabupaten Garut yang memanfaatkan blog dan media sosial untuk mempromosikan potensi desa. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk menyajikan model penggunaan media sosial sebagai praktik jurnalisme warga untuk mempromosikan potensi desa. Metode pengabdian menggunakan beberapa pendekatan diantaranya ceramah, tanyajawab, diskusi, dan praktik membuat tulisan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa program jurnalisme warga sejalan dengan upaya-upaya dalam mempromosikan potensi desa, khususnya di bidang budaya, seni, dan lingkungan. Jurnalis warga menggunakan istilah “Story of Change” sebagai indikator upaya mereka memberdayakan masyarakat, khususnya anak-anak muda yang memiliki minat yang tinggi terhadap pemanfaatan media sosial yang mereka miliki. Perubahan-perubahan ini didorong oleh opini publik yang diciptakan melalui tiga cabang strategi penerbitan, yaitu to inform, to promote, dan to advocate. Perubahan akan tercipta melalui keterlibatan pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat luas, baik melalui kebijakan resmi pemerintah maupun melalui dukungan dana masyarakat (crowdfunding). Kesimpulan pengabdian ini adalah pemberdayaan masyarakat terjadi baik secara individu maupun sosial. Secara individu, pelajar yang mendapatkan keterampilan jurnalisme warga merasa lebih percaya diri dalam menggali ide dan pengetahuannya. Sementara secara sosial, kemampuan dalam menulis menjadi alat mobilisasi kekuatan masyarakat dalam upaya menciptakan opini publik di media.  Kata-kata kunci:  Jurnalisme warga; media; potensi desa; sosial; media sosial.
Penggunaan Aplikasi Android Dengan Inspring Suite 10 Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Munawaroh, Nenden; Ainissyifa, Hilda; ijudin, ijudin; Rahmat, Acep; Nurdiansyah, Ilham; anton, anton
Jurnal Media Pengabdian Komunikasi Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Media Pengabdian Komunikasi
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/medikom.v4i1.278

Abstract

Abstract In the current digital era, the use of technology has become a necessity in the learning process. One technology that can be utilized is the Android application, which can be an interactive and interesting tool for teachers in teaching in the era of digitalization. The Inspiring Suite 10 application is oriented towards education and programming which must be integrated with creative and relevant content. This service activity aims to improve the understanding and skills of teachers at SMPIT Ash-shidiqiyyah to explore the use of Android applications using Inspiring Suite 10 in PAI learning. The service method is carried out through several stages starting from the Introduction (Preliminary Study), Development of Training Materials, Participatory Approach, Initial and Final Training and Evaluation. Participants involved in the learning process with this application are 35 teachers at Asshiddiqiyah Middle School. Results of the activity This service shows an increase in teachers' understanding and skills in using the Android application with Inspiring Suite 10 in PAI learning which makes a positive contribution in increasing interest in learning, understanding of the material, and interaction between teachers and students. This application provides various features that support interactive learning, such as interactive learning modules, interactive question banks, and discussion forums for sharing experiences and understanding. Pretest and Posttest results show an increase in teachers' skills with an average Pretest result of 6.64 while an average Posttest result of 14.76. Keyword:  Andriod application; Ispring suite 10; PAI Learning. Abstrak Dalam era digital saat ini, penggunaan teknologi telah menjadi sebuah keharusan dalam proses pembelajaran. Salah satu teknologi yang dapat dimanfaatkan adalah aplikasi Android, yang dapat menjadi sarana interaktif dan menarik bagi para guru dalam mengajar pada era digitalisasi. Aplikasi Inspiring Suite 10 berorientasi pada pendidikan dan pemrograman yang harus diintegrasikan dengan konten yang kreatif dan relevan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan para guru di SMPIT Ash-shidiqiyyah untuk mengeksplorasi penggunaan aplikasi Android dengan menggunakan Inspiring Suite 10 dalam pembelajaran PAI. Metode pengabdian yang dilakukan melalui beberapa tahapan mulai dari Pendahuluan (Preliminary Study), Pengembangan Materi Pelatihan, Pendekatan Partisipatif, Pelatihan dan Evaluasi Awal dan Akhir partisipan yang terlibat dalam proses pembelajaran dengan aplikasi tersebut yaitu para guru di SMP Asshiddiqiyah yang berjumlah 35 orang. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan para guru dalam penggunaan aplikasi Android dengan Inspiring Suite 10 pada pembelajaran PAI memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan minat belajar, pemahaman materi, dan interaksi antara guru dan siswa. Aplikasi ini menyediakan berbagai fitur yang mendukung pembelajaran interaktif, seperti modul pembelajaran interaktif, bank soal interaktif, serta forum diskusi untuk berbagi pengalaman dan pemahaman. Hasil Pretest dan Postest menunjukan peningkatan keterampilan para guru dengan rata hasil Pretest 6.64 sedangkan hasil Postest rata-rata 14,76. Kata-kata kunci: Aplikasi Andriod; Ispring suite 10; Pembelajaran PAI
Komunikasi Efektif Melalui Public Speaking Dalam Meningkatkan Kemampuan Soft Skill Siswa Zilenial SMA Negeri Bandung Wulandari, Tresia; Hartawan, Yusuf; Krisnayanti, Nurul Intan; Dirgana, Rakan Tristan
Jurnal Media Pengabdian Komunikasi Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Media Pengabdian Komunikasi
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/medikom.v4i1.288

Abstract

Abstract The current reality of education is that it only focuses on cognitive aspects, but the psychological and psychomotor aspects are still not comparable and must be further improved. Skills in socializing and communicating in public must be honed through psychological and psychomotor aspects. Fulfilling skills needs is not only limited to the classroom, where in the process of educational activities we only meet with teachers, but can be obtained through learning Public Speaking Soft skills, to grow and develop the art of speaking or to disseminate messages and information to other people, it can be seen the need for art and speaking skills as a form of contemporary change movement for Ziennials. The purpose of this service is to provide the importance of effective communication through public speaking in improving the soft skills of millennial students. Based on the problems identified, the service team provides solutions and methods that can overcome problems through effective communication planning through direction and training, guidance and mentoring of students to express creative ideas through the art of speaking, and working together in developing the personal potential of the Ziennial generation in the environment school. Service determines the approach method with direction and training, technical guidance (Bimteks) and mentoring. The results of this service show that student communication is not yet effective, so additional learning methods are needed so that female students at SMAN 20 Bandung have the ability to speak in front of teachers, among fellow students and also parents, so that it can have an impact on their ability to speak in public, so Soft Public speaking skills, to grow and develop the art of speaking for daily activities. Keywords: Public speaking; soft skill; zilenial generation.   AbstrakRealitas saat ini pendidikan berfokus hanya kepada aspek kognitif saja namun aspek psikis dan psikomotorik masih belum sebanding dan harus lebih ditingkatkan. Keterampilan dalam bersosialisasi dan berkomunikasi di depan umum harus diasah melalui aspek psikis dan apek psikomotorik. Pemenuhan kebutuhan keterampilan tidak hanya terbatas di dalam kelas saja, yang dalam proses kegiatan pendidikannya hanya bertemu dengan para guru, namun bisa didapat melalui pembelajaran Soft skill Public speaking, untuk menumbuhkan dan mengembangkan seni berbicara atau untuk penyebaran pesan dan informasi kepada orang lain, maka dipandang perlu seni dan keterampilan berbicara sebagai bentuk gerakan perubahan masa kini bagi kaum Zilenial. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan pentingnya Komunikasi Efektif Melalui Public Speaking Dalam Meningkatkan Kemampuan Soft Skill Siswa zilenial. Berdasarkan permasalahan yang teridentifikasi tim pengabdian memberikan solusi dan metode yang dapat mengatasi permasalahan melalui perencanaan komunikasi yang efektif melalui pengarahan dan pelatihan, bimbingan dan pendampingan para siswa untuk menuangkan ide kreatif melalui seni berbicara, dan bekerjasama dalam pengembangan potensi diri yang dimiliki generasi Zilenial di lingkungan sekolah. Pengabdian menetapkan metode pendekatan dengan pengarahan dan pelatihan, bimbingan teknis (Bimteks) dan pendampingan. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa komunikasi para siswa belum efektif sehingga perlu metode penambahan pembelajaran sehingga  siswa siswi di SMAN 20 Bandung memiliki kemampuan berbicara di depan guru, antar sesama siswa dan juga orang tua, sehingga dapat berdampak pada kemampuan berbicaranya di depan umum, maka diperlukan Soft skill Public speaking, untuk menumbuhkan dan  mengembangkan seni berbicara untuk kegiatan sehari-hari. Kata-kata kunci: Generasi zilenial; public speaking; soft Skill.
Pelatihan Public Speaking Bagi Siswa Binaan LazisMU Pimpinan Cabang Muhammadiya Kebayoran Baru Rochim, Syaiful; Putra, Gilang Kumari
Jurnal Media Pengabdian Komunikasi Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Media Pengabdian Komunikasi
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/medikom.v4i1.295

Abstract

Abstract Public speaking is a skill that must also be practised so that we can master it. public speaking is an oral communication activity carried out directly in public or in front of a group of people. Having the ability to speak in public is very beneficial, especially if the work is related to team building or with many people. Examples of public speaking activities are when we make a presentation in front of the class or deliver a speech. When doing public speaking, you must have a goal and want what you say to be well received by the audience. Public speaking is not a skill that you are born with, but it needs repeated practice to become a habit, so that you know how to convey information or messages well to the audience or interlocutors. Therefore, before compiling the material, you must first know what the goal is. In this activity, training will be given on how to compile and make a plan to become a skilled speechwriter for students, especially students assisted by Lazismu Kebayoran Baru. This activity is a continuation of previous community service activities. The output target is the publication of activities in the mass media as well as Yutube publications and articles published in journals. In this activity, it is carried out through the lecture method through webinar activities. The provision of training is provided by providing slide materials and materials as well as examples of application and practice of public speaking activities.  Keywords: Built; lazismu; public speaking.  AbstrakPublic speaking merupakan suatu kemampuan yang juga harus terus dilatih agar kita bisa menguasainya. public speaking adalah kegiatan komunikasi lisan yang dilakukan secara langsung di muka umum atau di hadapan sekelompok orang. Memiliki kemampuan berbicara di depan umum adalah hal yang sangat menguntungkan, terutama kalau pekerjaannya berhubungan denganbuilding teamatau dengan banyak orang. Contoh-contoh kegiatan public speaking adalah saat kita melakukan presentasi di depan kelas atau menyampaikan pidato. Saat akan melakukan public speaking, kamu pastinya memiliki sebuah tujuan dan menginginkan agar apa yang kamu sampaikan dapat diterima oleh audiens dengan baik.. Publicspeaking bukanlah kemampuan yang dibawa sejak lahir, tapi perlu latihan berulang hingga menjadi kebiasaan, sehingga Anda tahu caranya menyampaikan informasi atau pesan dengan baik kepada audiens atau lawan bicara. Oleh karenanya, sebelum menyusun materi, kamu harus tahu terlebih dahulu apa yang menjadi tujuan. Dalam kegiatan ini akan diberikan pelatihan bagaimaba menyusun dan membuat rancangan untuk menjadi seorang yang terampil berpidato bagi para siswa terutama para siswa binaan Lazismu Kebayoran baru. Kegiatan ini sebagai kelanjutan dari kegiatankegiatan pengabdian masyarakat sebelumnya.Adapun target luarannya adalah terpublikasinya kegiatan pada media masaa serta publikasi Yutube dan artikel yang dipublikasikan pada jurnal. Dalam kegiatan ini dilakukan melalui metode ceramah melalui kegiatan webinar. Adapun pemberian pelatihan diberikan dengan cara pemberian bahan slide dan materi serta contoh aplikasi dan praktik kegiatan publik speaking. Kata-kata kunci: Built; lazismu; public speaking.
Proporsi Kelompok dan Lokasi KKN Ideal dengan Aplikasi Muminin, Riyad Sabilul; Ramdani, Dendi; Gusdiana, Ridian; Hendrawan, Heri
Jurnal Media Pengabdian Komunikasi Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Media Pengabdian Komunikasi
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/medikom.v4i1.294

Abstract

Abstract The Community Service Program (KKN) is an integral part of higher education that aims to provide practical experience for students in applying knowledge and skills in the community. Garut University has developed a KKN management application to improve the efficiency and effectiveness of KKN implementation. This application includes features for setting group proportions based on faculty, study program, and gender, as well as selecting strategic KKN locations based on community needs and potential. This study aims to evaluate the effectiveness of the application in achieving ideal group proportions and appropriate KKN location selection. Using a quantitative method, data was collected from 314 application users, including students and supervising lecturers. The data collection instrument was an online questionnaire distributed through the web-based KKN management application, and the collected data were analyzed using descriptive statistics. The results showed that the Garut University KKN management application effectively assisted in achieving the desired group proportions and KKN location selection that suits community needs. The group proportion setting feature helps ensure diversity in the KKN team, while the KKN location selection feature helps identify locations that need intervention and have the potential to provide valuable learning experiences for students. Additionally, the application was found to simplify the KKN process and improve the overall quality of the KKN program. Keywords: Group proportion; location selection; management application. AbstrakProgram Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan bagian integral dari pendidikan tinggi yang bertujuan untuk memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa dalam menerapkan ilmu pengetahuan dan keterampilan di masyarakat. Universitas Garut telah mengembangkan aplikasi manajemen KKN untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan KKN, termasuk fitur pengaturan proporsi kelompok berdasarkan fakultas, program studi, dan jenis kelamin, serta pemilihan lokasi KKN yang strategis berdasarkan kebutuhan dan potensi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas aplikasi tersebut dalam mencapai proporsi kelompok yang ideal dan pemilihan lokasi KKN yang tepat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan mengumpulkan data dari 314 pengguna aplikasi, termasuk mahasiswa dan dosen pembimbing lapangan. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner daring yang disebarkan melalui aplikasi manajemen KKN berbasis web, dan data yang terkumpul dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa aplikasi manajemenKKN Universitas Garut efektif dalam membantu mencapai proporsi kelompok yang diinginkan dan pemilihan lokasi KKN yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Fitur pengaturan proporsi kelompok membantu memastikan keragaman dalam tim KKN, sementara fitur pemilihan lokasi KKN membantu mengidentifikasi lokasi yang membutuhkan intervensi dan memiliki potensi untuk memberikan pengalaman belajar yang berharga bagi mahasiswa. Selain itu, aplikasi ini juga terbukti memudahkan proses KKN dan meningkatkan kualitas program KKN secara keseluruhan.Kata-kata kunci: Aplikasi manajemen; proporsi kelompok; pemilihan lokasi.
Pelatihan Fotografi Untuk Meningkatkan Branding dan Digital Marketing Produk UMKM Cibiru Wetan Ramdan, Ahmad Taufiq Maulana; Lubis, Ira Aryanti Rasyi; Zubair, Feliza; Jaya, Rama Chandra; Tawaqal, Rizki Surya
Jurnal Media Pengabdian Komunikasi Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Media Pengabdian Komunikasi
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/medikom.v4i1.281

Abstract

 AbstractCibiru Wetan has a wealth of potential in SMEs with high-quality products, but a lack of understanding in product photography and digital marketing hinders its growth. Especially in today's digital era, with increasing online competition, strengthening branding and digital marketing is key to enhancing the visibility and sales of SME products. The crucial role of digital branding in supporting online marketing strategies is increasingly evident. The purpose of this service is to empower SMEs in Cibiru Wetan with effective photography skills and digital marketing strategies. This service employs the Participatory Learning and Action (PLA) method, or Learning by Doing, which involves participants more actively compared to conventional training. The implementation of activities is divided into several stages: education and socialization, pre-training, practice, mentoring, and evaluation. The outcome of this service is that the product photography training in Cibiru Wetan successfully improved the SMEs' ability to utilize social media for marketing. Evaluations showed a significant positive impact on participants' understanding and skills in producing attractive and professional product photos. The visual quality of product photos improved, aiding in the product's appeal on social media. Post-training monitoring indicated an increase in the frequency and quality of content, as well as more active interactions with the audience. This service can serve as a reference for similar programs in other areas and encourage policies that better support the development of SMEs through the enhancement of digital skills. Keywords: Branding; digital marketing; product photography.   AbstrakCibiru Wetan memiliki banyak potensi UMKM dengan produk berkualitas tinggi, tetapi kurangnya pemahaman tentang fotografi produk dan pemasaran digital menghambat pertumbuhannya. Terutama di era digital saat ini, dengan persaingan online yang semakin ketat, memperkuat branding dan pemasaran digital menjadi kunci untuk meningkatkan visibilitas dan penjualan produk UMKM. Peran penting digital branding dalam mendukung strategi pemasaran daring semakin meningkat. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberdayakan pelaku UMKM di Cibiru Wetan dengan keterampilan fotografi dan strategi pemasaran digital yang efektif.Pengabdian ini menggunakan metode Participatory Learning and Action (PLA) atau Learning by Doing, yang melibatkan peserta lebih aktif dibandingkan pelatihan konvensional. Pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi beberapa tahapan yaitu edukasi dan sosialisasi, pra pelatihan, praktik, pendampingan, dan evaluasi. Hasil dari pengabdian ini adalah pelatihan fotografi produk di Cibiru Wetan berhasil meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dalam memanfaatkan media sosial untuk pemasaran. Evaluasi menunjukkan dampak positif signifikan pada pemahaman dan keterampilan peserta dalam menghasilkan foto produk yang menarik dan profesional. Kualitas visual foto produk meningkat, membantu daya tarik produk di media sosial. Pemantauan pasca pelatihan menunjukkan peningkatan frekuensi dan kualitas konten serta interaksi lebih aktif dengan audiens. Pengabdian ini dapat menjadi acuan bagi program-program serupa di daerah lain, serta mendorong kebijakan yang lebih mendukung pengembangan UMKM melalui peningkatan keterampilan digital.Kata-kata kunci: Branding; fotografi produk; pemasaran digital.
Sosialisasi Literasi Digital Marketing Untuk Meningkatkan Perekonomian UMKM Mujianto, Haryadi; Fatika, Cindi; Rahmawati, Hilda; Purwaningsih, Neneng Eka
Jurnal Media Pengabdian Komunikasi Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Media Pengabdian Komunikasi
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/medikom.v4i1.282

Abstract

Abstract Internet media has become a major necessity in various aspects of community activities throughout the world. Almost all individual and company activities involve the use of the internet, from education, work to business. The phenomenon that occurs is that there are still many business actors who do not utilize the internet, one of which is MSME actors in Pamalayan Village, Cisewu District, most of whom use social media platforms only as entertainment. Lack of socialization regarding digital marketing and marketplaces is one of the obstacles experienced by MSME players. MSMEs are required to be able to adapt to internet technology to be able to push their products into wider marketing areas. By utilizing the internet, MSMEs have the opportunity to develop their business with a wider reach domestically and internationally at relatively low costs and in a fast time. The aim of this Community Service is to carry out socialization programs in the form of seminars and training regarding digital marketing and marketplace literacy in Pamalayan Village. The method used in this activity is seminars and training in the form of lectures and direct practical assistance, while the method used in preparing this article is the descriptive method. The result of this PKM activity is that business actors in Pamalayan Village, Cisewu District, Garut Regency received a deeper introduction to digital marketing and the use of marketplaces as a means of online promotion to expand product sales areas and reach more potential target markets. Regular support from the government and private institutions is also needed to increase public insight and knowledge in the form of seminars, training and capital. It is hoped that this activity can contribute to increasing the knowledge and skills of the Pamalayan Village community in business development in line with technological developments. Keywords: Digital marketing; literasi; UMKM.  Abstrak Media internet menjadi kebutuhan utama pada berbagai aspek kegiatan masyarakat di seluruh dunia. Hampir seluruh aktivitas individu maupun perusahaan tidak luput dari penggunaan internet mulai dari pendidikan, pekerjaan hingga bisnis. Fenomena yang terjadi adalah masih banyaknya pelaku usaha yang kurang memahami pemanfaatan internet, salah satunya Pelaku UMKM di Desa Pamalayan Kecamatan Cisewu yang kebanyakan menjadikan platform media sosial hanya sebatas hiburan. Kurangnya sosialisasi mengenai digital marketing dan marketplace menjadi salah satu hambatan yang dialami para pelaku UMKM. UMKM dituntut untuk bisa beradaptasi dengan teknologi internet untuk dapat mendorong produknya ke area pemasaran yang lebih luas. Dengan memanfaatkan internet, Pelaku UMKM memiliki kesempatan untuk mengembangkan usahanya dengan jangkauan yang lebih luas secara domestik maupun internasional dengan biaya yang relatif murah dan waktu yang cepat. Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah melaksanakan program sosialisasi berupa seminar dan pelatihan mengenai  literasi digital marketing dan marketplace di Desa Pamalayan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu seminar dan pelatihan berupa ceramah dan pendampingan praktik secara langsung sedangkan metode yang digunakan dalam penyusunan artikel ini adalah metode deskriptif. Hasil dari kegiatan PKM tersebut yaitu pelaku usaha di Desa Pamalayan Kecamatan Cisewu Kabupaten Garut mendapatkan pengenalan lebih dalam tentang digital marketing dan pemanfaatan marketplace sebagai salah satu sarana promosi online untuk memperluas area penjualan produk dan menjangkau target pasar yang lebih potensial. Dukungan secara berkala dari pemerintah dan lembaga swasta juga diperlukan untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan masyarakat dalam bentuk seminar, pelatihan maupun permodalan. Kegiatan ini diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan  ilmu dan keterampilan masyarakat Desa Pamalayan dalam pengembangan usaha seiring dengan perkembangan teknologi. Kata-kata kunci: Literasi; pemasaran digital; UMKM.
Sunday Painting dan Storytelling: Memperkenalkan Public Speaking kepada Anak Panti Asuhan Al-Hayat Nurhadi, Zikri Fachrul; Ain Naya, Pramedistiyani Noer; Soraya, Adinda; Salamah, Ummu
Jurnal Media Pengabdian Komunikasi Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Media Pengabdian Komunikasi
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/medikom.v4i1.270

Abstract

Abstract Public speaking training through Sunday painting and storytelling activities at the Panti Asuhan Al-Hayat was successfully implemented using a systematic method. The activity began with initial observations to understand the condition of the underwear and the children's needs. Orientation is carried out through painting and storytelling activities, testing children's confidence in speaking in front of friends. The material is presented in age-appropriate language, covering the basics of public speaking, techniques and benefits. Practices are carried out to implement the material, exploring children's courage to speak in public. Evaluation involves questions and open discussion to assess the effectiveness of the program. The activity ended with public speaking practice, where children were given the opportunity to become MCs, presenters or storytellers. Evaluation is carried out with questions and discussions to see progress. This program aims to develop children's potential, increase self-confidence, and practice public speaking skills. This ability is invaluable in everyday life and various professional fields. The results of the practice showed increased self-confidence, although some still felt shy. Factors such as past experiences and fears do not affect their performance. Prizes are given as a form of appreciation and motivation. This public speaking training provides a good foundation for children to develop valuable communication skills in facing various situations in the future. This program not only provides practical benefits, but also motivates children to overcome shyness and build the confidence needed in public speaking. Keywords: Public speaking; sunday painting; storytelling.  Abstrak  Pelatihan public speaking melalui kegiatan Sunday painting dan Storytelling di Panti Asuhan Al-Hayat sukses dilaksanakan dengan metode yang sistematis. Kegiatan dimulai dengan observasi awal untuk memahami kondisi panti dan kebutuhan anakanak. Program ini bertujuan mengembangkan potensi anak-anak, meningkatkan rasa percaya diri, dan melatih keterampilan public speaking. Kemampuan ini sangat berharga dalam kehidupan sehari-hari dan berbagai bidang profesional. Orientasi dilakukan melalui kegiatan painting dan storytelling, menguji kepercayaan diri anak-anak dalam berbicara di depan teman-teman. Materi disampaikan dengan bahasa yang sesuai usia, mencakup dasar-dasar public speaking, teknik, dan manfaatnya. Praktik dilakukan untuk mengimplementasikan materi, mengasah keberanian anak-anak untuk berbicara di depan umum. Evaluasi melibatkan pertanyaan dan diskusi terbuka untuk menilai efektivitas program. Kegiatan diakhiri dengan praktik public speaking, dimana anak-anak diberi kesempatan sebagai MC, presenter, atau pendongeng. Evaluasi dilakukan dengan pertanyaan dan diskusi untuk melihat kemajuan. Hasil praktik menunjukkan peningkatan kepercayaan diri, walaupun beberapa masih merasa malu. Faktor seperti pengalaman masa lalu dan ketakutan yang tidak realistis mempengaruhi performa mereka. Hadiah diberikan sebagai bentuk apresiasi dan motivasi. Pelatihan public speaking ini memberikan dasar yang baik bagi anak-anak untuk mengembangkan keterampilan komunikasi yang berharga dalam menghadapi berbagai situasi di masa depan. Program ini tidak hanya memberikan manfaat praktis, tetapi juga memotivasi anak-anak untuk mengatasi rasa malu dan membangun kepercayaan diri yang diperlukan dalam berbicara di depan umum.Kata-kata kunci: Public speaking; sunday painting, storytelling.
Optimalisasi Media Sosial Dalam Upaya Promosi Potensi Wisata Desa Cupunagara Kecamatan Cisalak Fitriani, Annisa; Santika, Ria; Shafadillah, Mutia; Kesda, Kesda
Jurnal Media Pengabdian Komunikasi Vol 3, No 2 (2023): Jurnal Media Pengabdian Komunikasi
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/medikom.v3i2.269

Abstract

Abstract The problem with this service is the lack of marketing aspects in introducing the various tourism potentials that exist in Cupunagara Village. This is the main focus in implementing the KKN activity work program. The solution that can be done is to do digital marketing, namely optimizing Instagram social media as a promotional medium. Instagram was chosen as a promotional medium because using Instagram is easy to do by prioritizing visual appearance so that it attracts more attention when using social media than Facebook or Twitter. Cupunagara Village is one of the villages in Cisalak District, Subang Regency. Cupunagara Village has four hamlets, namely: Bukanagara Hamlet, Sukamulya Hamlet, Ciwangun Hamlet, Cibitung Hamlet. The aim of implementing this community service is to implement promotional strategies through Instagram social media so that it can maximize the development of tourism potential in Cupunagara Village, so that it can be more optimal. The method used in community service activities to optimize Instagram social media for developing tourism potential in Cupunagara Village uses 2 stages, namely counseling discussion and implementation. The result of this activity is increased public awareness of developing potential in Cupunagara Village and the importance of promoting through Instagram media. Suggestions that can be given for the sustainability of community service activities are to continue using Instagram as a media for promoting tourism potential in Cupunagara Village as a means of increasing tourism potential. Keywords: Social media optimization; promotion; tourism potential.  AbstrakPermasalahan pada pengabdian ini kurangnya aspek pemasaran dalam memperkenalkan berbagai potensi wisata yang ada di Desa Cupunagara. Hal ini  menjadi fokus utama dalam pelaksanaan program kerja kegiatan KKN ini. Solusi yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan digital marketing yaitu mengoptimalkan media sosial Instagram sebagai media promosi. Dipilihnya Instagram sebagai media promosi karena penggunaan Instagram mudah dilakukan dengan mengutamakan tampilan visual sehingga lebih menarik perhatian penggunaan media sosial daripada Facebook atau Twitter. Desa Cupunagara merupakan salah satu desa di Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang. Desa Cupunagara memiliki empat dusun, yaitu: Dusun Bukanagara, Dusun Sukamulya,Dusun Ciwangun, Dusun Cibitung. Tujuan dari pelaksanaan pengabdian kepada Masyarakat ini yaitu menerapkan strategi promosi melalui media sosial instagram sehingga dapat memaksimalkan pengembangan potensi wisata di Desa Cupunagara, sehingga bisa lebih optimal. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk pengotimalan media sosial Instagram bagi pengembangan potensi wisata di Desa Cupunagara menggunakan 2 tahapan yaitu penyuluhan diskusi serta implementasi. Hasil dari kegiatan ini yaitu meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mengembangkan potensi di Desa Cupunagara serta pentingnya melakukan promosi melalui media Instagram. Saran yang dapat diberikan untuk keberlanjutan dari kegiatan pengabdian kepada Masyarakat adalah melanjutkan penggunaan Instagram sebagai media promosi potensi wisata yang ada di Desa Cupunagara sebagai ajang meningkatkan potensi wisata.Kata-kata kunci: Optimalisasi media sosial; promosi; potensi wisata.