cover
Contact Name
Muhamad Ekhsan
Contact Email
muhamad.ekhsan@pelitabangsa.ac.id
Phone
+6281318972522
Journal Mail Official
jpm@pelitabangsa.ac.id
Editorial Address
Jl. Inspeksi Kalimalang, Tegal Danas, Cikarang Pusat
Location
Kab. bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pelita Manajemen
ISSN : -     EISSN : 2962147X     DOI : https://doi.org/10.37366/jpm
Core Subject : Economy, Social,
Jurnal Pelita Manajemen (JPM) diterbitkan dan dikelola secara profesional oleh Program Studi Manajemen, Universitas Pelita Bangsa bekerja sama dengan Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pelita Bangsa. Jurnal Pelita Manajemen (JPM) merupakan jurnal yang diterbitkan untuk publikasi hasil penelitan yang berkualitas dalam bidang Ilmu Manajemen. Semua publikasi di JPM bersifat akses terbuka yang memungkinkan semua artikel dapat diakses secara bebas melalui media online tampa berlangganan apapun. Jurnal Pelita Manajemen (JPM) menerbitkan artikel secara berkala enam bulan sekali atau dua kali dalam setahun yaitu pada bulan Mei dan November.
Articles 90 Documents
Model Kinerja Pegawai Berbasis Lingkungan dan Disiplin Kerja pada Institusi Pemerintahan Rahmat Agus Hulu
JURNAL PELITA MANAJEMEN Vol. 4 No. 02 (2025): November 2025
Publisher : DPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37366/jpm.v4i02.6365

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh lingkungan kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai X yang berlokasi di Jakarta Pusat. Dalam menghadapi persaingan global dan tuntutan pelayanan publik yang semakin tinggi, peningkatan kinerja pegawai menjadi hal yang sangat penting. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan survei, di mana data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada pegawai X. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kerja tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Sebaliknya, disiplin kerja terbukti memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan disiplin kerja merupakan faktor utama dalam upaya memperbaiki kinerja pegawai X. Sementara itu, perbaikan lingkungan kerja belum tentu memberikan dampak langsung yang signifikan terhadap kinerja. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan  pertimbangan bagi manajemen dalam merumuskan kebijakan pengembangan sumber daya manusia yang lebih efektif dan efisien di X.
Analisis Efektivitas Penerapan Key Performsance Indicators (KPI) terhadap Peningkatan Kinerja Karyawan: Studi pada PT Prima Widodo Makmur Cianjur Nur Haliza; Isnurrini Hidayat Susilowati
JURNAL PELITA MANAJEMEN Vol. 4 No. 02 (2025): November 2025
Publisher : DPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37366/jpm.v4i02.6368

Abstract

Penilaian kinerja karyawan menjadi aspek penting dalam manajemen sumber daya manusia untuk memastikan kontribusi optimal dalam mencapai tujuan organisasi. Salah satu metode yang digunakan adalah Key Performance Indicators (KPI), yang berfungsi sebagai alat ukur pencapaian target karyawan secara objektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode KPI dalam menilai kinerja karyawan pada PT Prima Widodo Makmur. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan PT Prima Widodo Makmur, dengan jumlah sampel 30 responden yang diambil menggunakan teknik sampling jenuh. Metode penelitian menggunakan data primer berupa kuesioner dan data sekunder dari laporan internal perusahaan. Teknik analisis data yang digunakan adalah menggunakan Metode KPI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan KPI mampu meningkatkan objektivitas, transparansi, serta motivasi karyawan dalam mencapai target kinerja. Selain itu, KPI juga membantu perusahaan dalam mengidentifikasi area yang memerlukan pengembangan dan menjadi dasar dalam pengambilan keputusan terkait pemberian penghargaan maupun program pelatihan untuk peningkatan kompetensi karyawan. Dengan demikian, metode KPI dinilai efektif sebagai alat penilaian kinerja karyawan apabila diterapkan dengan manajemen yang terencana, evaluasi berkelanjutan, dan pendekatan adaptif sesuai kebutuhan organisasi.
Dampak Kualitas Produk dan Citra Merek terhadap Keputusan Pembelian Konsumen pada Gerai Kopi Lokal: Studi Empiris pada Kopi Kenangan Lenteng Agung Jakarta Selatan Muhammad Raafi; Eigis Yani Pramularso; Hardani Hardani
JURNAL PELITA MANAJEMEN Vol. 4 No. 02 (2025): November 2025
Publisher : DPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37366/jpm.v4i02.6371

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui secara parsial dan simultan bagaimana citr a merek dan kualitas produk memengaruhi keputusan pembelian di Kopi Kenangan di Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Sebanyak 130 responden diberikan kuesioner sebagai bagian dari metode pengumpulan data kuantitatifnpenelitian ini. Metode analisis data yang digu nakan adalah analisis regresi linier berganda menggunakan perangkat lunak SPSS versi 25. Temuan penelitian menunjukkan bahwa, sampai batas tertentu, kualitas produk memenga ruhi keputusan pembelian dengan cara yang positifndan signifikan. Keputusan pembelian juga dipengaruhi secara positifndan signifikan oleh citra merek. Di saat yang sama persepsi merek dan kualitas produk memiliki dampak besar terhadap pilihan pembelian. Temuan ini menunjukkan bahwa Kopi Kenangan harus menjunjung tinggi kualitas produknya dan membangun citra merek yang kuat di mata masyarakat agar dapat memengaruhi keputusan pembelian mereka.
Motivasi Kerja, Disiplin Kerja, dan Kinerja Karyawan pada Perusahaan Manufaktur di Kawasan Industri Jababeka 1 Ardan Mulya Ramadhan; Fiki Wirawan
JURNAL PELITA MANAJEMEN Vol. 4 No. 02 (2025): November 2025
Publisher : DPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37366/jpm.v4i02.6379

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan pada perusahaan manufaktur di Kawasan Industri Jababeka 1. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survei melalui kuesioner daring terhadap 89 responden. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja dan disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, baik secara parsial maupun simultan. Nilai koefisien determinasi sebesar 62,6% mengindikasikan bahwa kedua variabel tersebut merupakan faktor dominan dalam meningkatkan kinerja individu di lingkungan industri manufaktur. Temuan ini menegaskan pentingnya strategi pengelolaan sumber daya manusia berbasis motivasi dan disiplin dalam mendukung efektivitas organisasi dan daya saing perusahaan.
Peran Knowledge Management sebagai Pendukung Transformasi dalam Pengembangan Kompetensi dan Peningkatan Kinerja Karyawan di PT Pindad (Persero) Dewi Kurniasari; Anisa Setiani
JURNAL PELITA MANAJEMEN Vol. 5 No. 01 (2026): Mei 2026
Publisher : DPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37366/jpm.v5i01.7411

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran manajemen pengetahuan (knowledge management) dalam mendukung peningkatan kompetensi dan kinerja karyawan pada organisasi industri strategis. Kajian ini menempatkan sumber daya manusia sebagai faktor kunci dalam mendorong keberhasilan transformasi organisasi di tengah dinamika globalisasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi literatur yang didukung oleh observasi dan interaksi langsung selama kegiatan Praktik Kerja di PT Pindad (Persero). Data diperoleh melalui kajian berbagai sumber ilmiah yang relevan serta pengamatan terhadap praktik pengelolaan sumber daya manusia dan pengetahuan yang diterapkan perusahaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa PT Pindad (Persero) menerapkan knowledge management melalui kegiatan knowledge sharing, pengelolaan dokumen dan arsip digital, pelaksanaan program pelatihan dan pengembangan kompetensi, serta pemanfaatan sistem informasi untuk mendukung penyebaran pengetahuan antarunit kerja. Temuan lapangan menunjukkan bahwa Divisi Human Capital Management berperan dalam mengoordinasikan proses pengembangan karyawan melalui perencanaan kebutuhan tenaga kerja, penyelenggaraan pelatihan, evaluasi kinerja, dan pengelolaan pengembangan karier. Praktik tersebut mendukung proses transfer pengetahuan, memperluas akses informasi bagi karyawan, serta meningkatkan kompetensi dan kemampuan adaptasi terhadap perubahan organisasi. Dengan demikian, integrasi knowledge management dalam fungsi Human Capital Management berkontribusi terhadap pengembangan sumber daya manusia yang lebih efektif dan mendukung keberlanjutan kinerja organisasi.
Membangun Purchase Intention Produk Aerostreet: Peran Brand Image, Content Marketing, dan Trust sebagai Variabel Mediasi Abisoca Herlambang Sakti; Yoga Religia
JURNAL PELITA MANAJEMEN Vol. 5 No. 01 (2026): Mei 2026
Publisher : DPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37366/jpm.v5i01.7417

Abstract

Perkembangan pemasaran digital telah mengubah cara konsumen membentuk niat pembelian, khususnya pada industri fashion lokal yang semakin kompetitif. Dalam konteks ini, brand image dan content marketing menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi purchase intention konsumen. Namun, efektivitas content marketing dalam mendorong niat pembelian masih menunjukkan hasil yang beragam, sehingga diperlukan pemahaman mengenai peran trust sebagai variabel mediasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh brand image dan content marketing terhadap purchase intention produk Aerostreet melalui trust pada konsumen di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Data dikumpulkan melalui kuesioner terhadap 104 responden yang mengetahui atau pernah terpapar konten pemasaran Aerostreet dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa brand image berpengaruh positif dan signifikan terhadap trust dan purchase intention. Content marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap trust, tetapi tidak berpengaruh langsung secara signifikan terhadap purchase intention. Selain itu, trust berpengaruh positif dan signifikan terhadap purchase intention serta memediasi pengaruh brand image dan content marketing terhadap purchase intention. Temuan ini menegaskan bahwa trust merupakan mekanisme utama dalam mengubah persepsi konsumen terhadap merek dan aktivitas pemasaran menjadi niat pembelian. Secara praktis, perusahaan perlu memperkuat citra merek dan mengembangkan konten pemasaran yang mampu membangun kepercayaan konsumen untuk meningkatkan purchase intention.
Mekanisme Strategic Human Capital dalam Hubungan Digital Talent Management dan Organizational Agility pada Sektor Energi Terbarukan Mugi Puspita; Evi Srinur Hastuti; Ghinna Rizkia
JURNAL PELITA MANAJEMEN Vol. 5 No. 01 (2026): Mei 2026
Publisher : DPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37366/jpm.v5i01.7433

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Digital Talent Management terhadap Organizational Agility melalui Strategic Human Capital pada sektor energi terbarukan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan organisasi energi terbarukan untuk merespons perubahan teknologi energi bersih, digitalisasi proses kerja, dinamika regulasi, perubahan pasar, dan tuntutan keberlanjutan secara lebih cepat dan adaptif. Meskipun digital talent management telah banyak dikaji dalam konteks efisiensi fungsi sumber daya manusia, rekrutmen digital, pengembangan talenta, dan keputusan berbasis data, kajian yang menjelaskan bagaimana praktik tersebut membangun strategic human capital dan mendorong organizational agility pada sektor energi terbarukan masih terbatas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur kepada 86 responden yang memiliki keterlibatan dalam pengelolaan sumber daya manusia, manajemen talenta, transformasi digital, pengembangan organisasi, atau pengambilan keputusan strategis pada organisasi sektor energi terbarukan. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Digital Talent Acquisition and Development berpengaruh positif dan signifikan terhadap Strategic Human Capital dan Organizational Agility. Digital Performance and Retention Management berpengaruh positif terhadap Strategic Human Capital, tetapi tidak berpengaruh signifikan secara langsung terhadap Organizational Agility. Strategic Human Capital berpengaruh positif terhadap Organizational Agility serta memediasi hubungan antara kedua dimensi Digital Talent Management dan Organizational Agility. Temuan ini menegaskan bahwa kelincahan organisasi tidak hanya ditentukan oleh pemanfaatan teknologi digital dalam manajemen talenta, tetapi juga oleh kemampuan organisasi mengubah praktik digital tersebut menjadi modal manusia strategis yang adaptif, bernilai, dan relevan dengan kebutuhan transisi energi.
Digitalisasi Pembayaran Melalui QRIS dalam Penguatan Kinerja Transaksional pada Ekosistem UMKM di Indonesia Marsono Marsono
JURNAL PELITA MANAJEMEN Vol. 5 No. 01 (2026): Mei 2026
Publisher : DPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37366/jpm.v5i01.7435

Abstract

Digitalisasi pembayaran melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) menjadi bagian penting dari perubahan pola transaksi pada ekosistem Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan digitalisasi pembayaran melalui QRIS dalam penguatan kinerja transaksional pada ekosistem UMKM Indonesia, yang tercermin dari jumlah pengguna, jumlah merchant, volume transaksi, dan nominal transaksi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Data sekunder diperoleh melalui studi dokumentasi terhadap laporan Bank Indonesia, Statistik QRIS Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia, Statistik E-Commerce Badan Pusat Statistik, serta artikel ilmiah yang relevan. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa jumlah pengguna QRIS meningkat dari 45,78 juta pada 2023 menjadi 55,40 juta pada 2024, sedangkan jumlah merchant bertambah dari 30,41 juta menjadi 35,90 juta. Volume transaksi meningkat dari 2.138,2 juta transaksi pada 2023 menjadi proyeksi 6.239,7 juta transaksi pada 2024, sedangkan nominal transaksi meningkat dari Rp226,3 triliun menjadi proyeksi Rp659,9 triliun pada periode yang sama. Perkembangan tersebut menunjukkan bertambahnya titik penerimaan pembayaran dan meningkatnya intensitas pemanfaatan QRIS dalam transaksi digital. Kinerja transaksional dalam penelitian ini dimaknai sebagai perkembangan kapasitas transaksi pada tingkat ekosistem, bukan sebagai peningkatan omzet, laba, atau kinerja keuangan setiap UMKM. Implikasi dalam penelitian ini menegaskan bahwa kebijakan digitalisasi UMKM tidak cukup diarahkan pada penambahan jumlah pengguna dan merchant, tetapi juga perlu mendorong pemanfaatan QRIS secara berkelanjutan serta penguatan kemampuan pelaku usaha dalam mengelola transaksi digital. Penelitian ini terbatas pada penggunaan data agregat nasional sehingga belum dapat menjelaskan variasi kinerja transaksional pada tingkat masing-masing UMKM.
Digital Leadership, Psychological Empowerment, and Organizational Citizenship Behavior in Private Universities: The Mediating Role of Work Engagement Khitara Aldilla Chandra; Silfia Silfia
JURNAL PELITA MANAJEMEN Vol. 5 No. 01 (2026): Mei 2026
Publisher : DPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37366/jpm.v5i01.7446

Abstract

This study examines the effects of digital leadership and psychological empowerment on Organizational Citizenship Behavior, with work engagement as a mediating variable among administrative staff in private universities. A quantitative approach with an explanatory survey design was employed. Data were collected from 214 permanent administrative staff members from seven medium-sized private universities in the Greater Bandung area using a structured questionnaire. The data were analyzed using descriptive statistics, validity and reliability testing, correlation analysis, path analysis, and mediation testing. The findings show that digital leadership and psychological empowerment have positive and significant effects on Organizational Citizenship Behavior. Work engagement also has the strongest direct effect on Organizational Citizenship Behavior and partially mediates the effects of digital leadership and psychological empowerment. These results indicate that voluntary behavior among administrative staff is strengthened when digital leadership and psychological empowerment are supported by high work engagement. This study contributes to organizational behavior and higher education management literature by offering an integrated model for explaining Organizational Citizenship Behavior in private university administration.
Employee Turnover Intention in Manufacturing: The Role of Transformational Leadership and Work Stress at XYZ Company Khitara Aldilla Chandra; Muhammad Tegar Irsyadi; Deti Kirana
JURNAL PELITA MANAJEMEN Vol. 5 No. 01 (2026): Mei 2026
Publisher : DPPM Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37366/jpm.v5i01.7449

Abstract

Employee turnover intention is a retention risk in manufacturing because it can disrupt production continuity, reduce efficiency, and increase replacement costs. This study examines how work stress and transformational leadership predict employee turnover intention at XYZ Company in Bekasi. The study used a quantitative causal design with saturated sampling. Data were collected offline in 2026 through structured questionnaires distributed to all 86 employees from production, warehouse, quality control, administration, and customer service divisions. The data were analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling with SmartPLS to assess the measurement and structural models simultaneously. The results show that work stress has a positive and significant effect on employee turnover intention and is the slightly stronger predictor. Transformational leadership has a negative and significant effect, indicating that supportive leadership can reduce employees’ intention to leave. The model explains 63.5 percent of the variance in turnover intention. This study contributes to human resource management literature by positioning work stress as a job demand and transformational leadership as a job resource in explaining retention risk within an Indonesian manufacturing context. The findings suggest that companies should prioritize stress management while strengthening transformational leadership at supervisor and unit-head levels.