cover
Contact Name
Nuris Dwi Setiawan
Contact Email
ahmad.ashifuddin@gmail.com
Phone
+6285726173515
Journal Mail Official
danang@stekom.ac.id
Editorial Address
Jalan Majapahit No 605
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan
ISSN : 29640377     EISSN : 29640342     DOI : 10.59031
Core Subject : Education,
Linguistik: fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, pragmatik, sosiolinguistik, analisis percakapan, analisis wacana kritis Sastra: sastra kontemporer, sastra komparatif, pendekatan interdisipliner dalam sastra, kritik sastra, sastra dan sejarah, sastra dan media, sastra dan seni lainnya, puisi dan prosa Filsafat: epistemologi, metafisika, etika, estetika, teologi Psikologi: psikologi pendidikan, psikologi sosial, psikologi konseling. Pendidikan: instruksi, pengajaran dan pelatihan, bimbingan dan konseling, studi pembelajaran. Hukum Studi budaya, Sosial
Articles 168 Documents
Makna Penggunaan Skincare Bagi Mahasiswa Hermansyah, Hermansyah; Nuraini , Nuraini
Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 2 No. 2 (2024): April : Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : CV. Aksara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59031/jkppk.v2i2.483

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan makna penggunaan skincare bagi mahasiswa. Penelitian ini fokus untuk melihat; a) apa makna penggunaan produk skincare bagi mahasiswa, b) faktor apa saja yang mempengaruhi penggunaan produk skincare, dan c) bagaimana dampak dari penggunaan produk skincare bagi mahasiswa. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif, teknik pengumpulan data yang digunakan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa makna penggunaan produk skincare bagi mahasiswa adalah agar tetap terlihat cantik dan dapat meningkatkan rasa percaya diri yang tinggi. Penggunaan produk skincare dipengaruhi oleh faktor internal yaitu kesadaran diri, dan faktor eksternal seperti iklan sosial media (youtube, instagram, faceebook, televisi, dan twiter), teman sebaya, dan distributor produk skincare. Selain itu, penggunaan produk skincare memberi dampak positif bagi para pengguna, kulit menjadi putih, wajah menjadi cerah, dan tentunya cantik, sebaliknya terdapat juga dampak negatif yang dimbulkan yaitu terjadinya kerusakan pada kulit, seperti iritasi, timbul jerawat, kulit memerah, dan seterusnya.
Unveiling 21st Century Skills and Chemistry Concepts in the Movie the Martian (2015) Arbi, Anggun Purnomo; Prasetyo, Muhammad Andi Tanri
Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 2 No. 4 (2024): Oktober : Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : CV. Aksara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59031/jkppk.v2i4.488

Abstract

In the modern era, 21st century skills and chemistry concepts become very crucial to face global challenges. This study aims to analyse the representation of 21st century skills and chemistry concepts in the film The Martian (2015). This research uses content analysis method with a qualitative approach. The findings show that the film depicts skills such as Problem-solving, collaboration, critical thinking, research skills, effective communication, technological literacy, and adaptability, as well as chemistry concepts such as chemical property/property of oxygen, green chemistry, electro chemistry, chemistry reaction, Stoichiometry, Radiochemistry, physical chemistry, Chemistry Reaction: Reduction-Oxidation reaction. The implications of this study underscore the potential of films as an effective learning medium for teaching scientific skills and concepts that are important in STEM education. It is recommended that educators utilise film as a tool in the learning process.
Mereduksi Perilaku Bullying Menggunakan Bimbingan Kelompok Teknik Role Playing di SMP Negeri 48 Surabaya Fahma Lucky Nur Wahyu Suci
Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 2 No. 4 (2024): Oktober : Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : CV. Aksara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59031/jkppk.v2i4.490

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi efektivitas teknik role playing dalam bimbingan kelompok untuk mengurangi perilaku bullying di SMP Negeri 48 Surabaya. Bullying, baik fisik, verbal, maupun cyberbullying, merupakan masalah serius yang berdampak negatif pada korban dan menciptakan lingkungan sekolah yang tidak sehat. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus intervensi, melibatkan siswa yang menjadi korban bullying dan kelompok kontrol. Teknik role playing digunakan untuk membantu siswa memahami dampak bullying dan mengembangkan empati. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pemahaman siswa tentang bullying dan penurunan perilaku bullying di kalangan siswa yang mengikuti intervensi. Pada siklus kedua, terjadi peningkatan kesadaran siswa tentang bullying hingga 72,66%, dan 67% dari siswa setuju bahwa role playing efektif dalam mengurangi bullying. Penelitian ini menegaskan pentingnya bimbingan kelompok dengan teknik role playing dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman dan mendukung perkembangan psikososial siswa. Hasil ini juga dapat menjadi acuan bagi sekolah lain dalam mengimplementasikan program pencegahan bullying yang lebih interaktif dan reflektif. Kata kunci: Bullying, Bimbingan Kelompok, Role Playing.
Penerapan Layanan Bimbingan Kelompok dengan Media Truth Or Dare untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa di SMP Negeri 48 Surabaya Ana Laksana Wati
Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 2 No. 4 (2024): Oktober : Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : CV. Aksara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59031/jkppk.v2i4.491

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepercayaan diri siswa kelas IX di SMP Negeri 48 tahun pelajaran 2024/2025 setelah diberikan layanan bimbingan kelompok dengan media truth or Dare. Jenis penelitiannya adalah penelitian tindakan bimbingan konseling dengan subyek penelitian kelas IX yang berjumlah 30 siswa. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kepercayaan diri siswa tersebut dibuktikan dari hasil post-test siklus I rata ratanya sebesar 95,69 dengan kategori sedang. Pada siklus II rata-rata 106,33 dengan kategori tinggi. Adapun peningkatan skor kepercayaan diri rata- rata dari siklus I ke Siklus II sebesar 10,86. Melalui observasi pada saat kegiatan layanan, peningkatan kepercayaan diri dari siswa menunjukkan aktif mengeluarkan pendapat antusias melakukan kegiatan layanan, berani mengemukan pendapat, berani bertanya dan menjawab pertanyaan, lebih percaya diri dengan kemampuannya.
Sinema Edukasi Meningkatkan Sopan Santun Siswa Di SMP Negri 48 Surabaya Irfan fauzi; Ari Khusumadewi
Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 2 No. 4 (2024): Oktober : Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : CV. Aksara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59031/jkppk.v2i4.494

Abstract

Penelitian ini memanfaatkan sinema edukasi untuk meningkatkan perilaku sopan santun siswa di SMP Negeri 48 Surabaya. Masalah yang dihadapi adalah kurangnya perilaku sopan santun, seperti tidak menyapa guru, tidak fokus saat pelajaran, berbicara dengan nada kurang hormat, tidak mematuhi instruksi, dan tidak menyapa bertemu guru. Mengingat pentingnya perilaku sopan santun dalam interaksi sosial, perilaku yang kurang tersebut dapat menciptakan lingkungan sekolah yang tidak kondusif dan merugikan. Sopan santun adalah elemen penting dalam komunikasi dan interaksi, sehingga kekurangannya dapat menjadi penghambat dalam hubungan sosial. Guru bimbingan konseling (BK) bertugas dalam memperbaiki perilaku ini, salah satunya dengan menggunakan teknik sinema edukasi. Penelitian ini dilakukan melalui metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus , siswa yang memiliki perilaku sopan santun rendah dan kelompok control.Hasil penelitian menunjukan peningkatan perilaku sopan santun siswa di tunjukan pada hasil pertama dengan rata-rata sebesar 110,775 dan hasil kedua menunjukkan rata-rata sebesar 120,575 dengan ini terjadi peningkatan perilaku sopan santun siswa bahwa teknik sinema edukasi dapat digunakan untuk meningkatan perilaku sopan santun.
Analisis Tingkat Penggunaan Gadget (Smartphone) Pada Peserta Didik Di SMP Negeri 48 Surabaya Daffa Khairunnisa; Ari Kusuma Dewi
Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 2 No. 4 (2024): Oktober : Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : CV. Aksara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59031/jkppk.v2i4.496

Abstract

Pemakaian gadget atau (smartphone) yang terlalu berlebihan dan tidak sewajarnya akan berdampak terhadap segala bidang priadi, sosial, belajar dan karir pada peserta didik. Situasi penggunaan gadget (smartphone) saat ini didapati tinggi dibeberapa peserta didik pada salah satu sekolah menengah pertama di Kota Surabaya. Yang mana, ini terlihat dari kurang menyimak penjelasan guru dengan sembunyi-sembunyi memainkan gadget (smartphone) ketika pembelajaran berlangsung, tidak dapat lepas dari gadget (smartphone) sehingga sulit untuk fokus atau konsentrasi dalam belajar atau hal lainnya. Penelitian ini dilaksanakan, untuk mengetahui tingkat penggunaan gadget (smartphone) dibeberapa peserta didik pada salah satu sekolah menengah pertama di Kota Surabaya, yaitu Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 48 Surabaya. Dalam penelitian ini, menggunakan analisis data dengan teknik statistik deskriptif. Hasil dari analis penggunaan gadget (smartphone), ialah didapati beberapa peserta didik pada salah satu sekolah menengah pertama di Kota Surabaya, yaitu SMP Negeri 48 Surabaya berada pada 86%. Yang mana, tingkat tersebut berada pada tingkat sedang. Peserta didik juga menggunakan dan memainkan gadget (smartphone) sebagai bahan hiburan ketika banyak pikiran atau stres, mengusir rasa kesepian dan melupakan masalah untu beberapa saat.
Implementasi Bimbingan Klasikal Dengan Metode Problem Based Learning Dalam Meningkatkan Manajemen Waktu Belajar Peserta Didik XI TFLM SMKN 5 Surabaya Rahmaniyah Audinah; Bambang Dibyo Wiyono; Muhammad Hakim
Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 2 No. 4 (2024): Oktober : Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : CV. Aksara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59031/jkppk.v2i4.497

Abstract

Peserta didik memerlukan keterampilan manajemen waktu belajar agar tercapai prestasi yang maksimal. Namun, banyak peserta didik yang kesulitan mengatur waktu belajarnya, yang berdampak pada penurunan prestasi akademik. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan manajemen waktu belajar peserta didik kelas XI Teknik Fabrikasi Logam dan Manufaktur 2 SMKN 5 Surabaya. Penilitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan bimbingan dan konseling (PTBK). Penelitian ini berlangsung dalam 2 siklus, masing-masing siklus mencakup dari persiapan, pelaksanaan, pengamatan, serta peninjauan kembali. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur empat aspek manajemen waktu, meliputi kemampuan menetapkan tujuan dan memahami prioritas, kemampuan mengelola waktu, rencana membuat jadwal, dan preferensi organisasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam manajemen waktu belajar siswa. Rata-rata persentase manajemen waktu belajar siswa pra siklus adalah 47 %, setelah siklus I persentase meningkat 68%, dan setelah siklus II mencapai 87%. Dengan demikian dapat dipastikan bahwa bimbingan klasikal dengan metode problem based learning efektif untuk meningkatkan manajemen waktu belajar peserta didik.
Pemahaman Karakteristik Peserta Didik Dalam Mengoptimalkan Pembelajaran Fransiskus Ganeza Sutomo; Mifda Rasida Quratul Aini
Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 2 No. 4 (2024): Oktober : Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : CV. Aksara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59031/jkppk.v2i4.499

Abstract

Penelitian ini mendalami pentingnya memahami karakteristik individu peserta didik dalam merancang proses pembelajaran yang efektif agar pembelajaran dapat mencapai tujuan secara menyeluruh untuk peserta didik. Karakteristik peserta didik adalah faktor-faktor yang ada pada diri peserta didik yang tiap individunya memiliki ciri berbeda dengan individu yang lain. Dengan mengkaji berbagai teori dan penelitian, studi ini menyoroti peran krusial perbedaan individu dalam menentukan keberhasilan belajar. Artikel ini menekankan pentingnya menyesuaikan strategi pembelajaran dengan karakteristik kognitif, afektif, psikomotor, dan sosial peserta didik. Penelitian ini juga membahas berbagai metode untuk menilai karakteristik peserta didik melalui assesmen diagnostik kognitif maupun assesmen diagnostik nonkognitif seperti melalui observasi, tes, dan wawancara. Selain itu, dibahas pula penerapan penilaian ini dalam merancang pembelajaran yang berdiferensiasi dan berbasis proyek. Dengan menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan individu, pendidik dapat meningkatkan keterlibatan, motivasi, dan prestasi peserta didik sehingga apa yang menjadi tujuan dari suatu pembelajaran dapat secara maksimal. Pemahaman yang mendalam tentang karakteristik peserta didik sangat penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan efektif. Dengan mempertimbangkan faktor seperti gaya belajar, minat, dan pengetahuan awal, pendidik dapat memupuk pendekatan pembelajaran yang lebih berpusat pada peserta didik sehingga pembelajaran akan lebih bermakna dan dapat mencapai tujuan yang diharapkan.
Keefektifan Model Pembelajaran Addie Berbantuan Media Miniatur Bangun Datar terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas II pada Mi Negeri 3 Banyumas Nurlaely Nurlaely; Rizki Fitrianto
Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 2 No. 4 (2024): Oktober : Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : CV. Aksara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59031/jkppk.v2i4.502

Abstract

The development of science and technology that is not balanced with facilities, infrastructure and teacher skills in teaching in schools has caused a decline in mathematics learning achievement of grade II students from year to year. Although this problem has been improved, it has not been resolved. So another solution was made by using the ADDIE model assisted by miniature flat shape media. The problem is, is there a difference in learning achievement using the ADDIE model assisted by miniature flat shape media with learning achievement using the conventional model? The research design was a pretest-posttest control group design. The instruments used were achievement tests and student learning activity observation sheets. The data analysis technique in this study used an initial analysis using a normality test and a test of equality of two means and a final analysis using a normality test and a t-test. The result was that the initial analysis of the two samples was normal and the average was the same. While the final analysis of the two normal samples and the t-test stated that t count = 4.036> t table = 2.025 so that there was a difference in the average mathematics learning achievement of those who received instruction using the ADDIE model assisted by miniature flat shape media with those who used the conventional model.
Directive Speech Acts In The Holy Book Dhammapada Cittavagga Verses Manggala Wiriya Tantra
Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 2 No. 4 (2024): Oktober : Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : CV. Aksara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59031/jkppk.v2i4.509

Abstract

The purpose of this research is to explain how the Dhammapada Scripture Cittavagga Poem uses directive speech acts. The information used in this study came from a variety of literature reviews on speech actions and the Dhammapada text, particularly the 11-verse Cittavagga poem, which has four lines of sacred words in one of its verses. A qualitative approach is the methodology that is employed. According to the study's findings, which were derived from a thorough debate and analysis, the most common types of directed speech are advise (four), reprimands (three), orders (three), invitations (one), and no mention of restriction. It is highly recommended to train, direct, and tame the mind in order to bring happiness. This is the main goal of the directive speech act of advice, which is a very dominant speech act in the linear Cittavagga poem. It emphasizes the importance of maintaining creativity and thoughts that frequently cannot be still and continue to change.